29 Januari 2010

TNI AL Optimalkan Penggunaan Radar Hibah AS

29 Januari 2010

Pemantauan situasi perairan wilayah dengan IMSS (photo : Infoglobal)

Jakarta - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Madya TNI Agus Suhartono mengemukakan, pihaknya akan mengoptimalkan penggunaan radar intai maritim hibah dari Pemerintah Amerika Serikat, untuk memaksimalkan pengamanan wilayah laut nasional.


"Bahkan kami mengimbau agar penggunaan radar hibah dari pemerintah AS itu dapat pula dimanfaatkan oleh instansi lain yang terkait dengan pengelolaan dan pengamanan wilayah laut," katanya, usai membuka Rapat Pimpinan TNI Angkatan Laut 2010 di Jakarta, rabu.

Pemerintah AS telah memberikan hibah sejumlah radar intai yang terintegrasi dalam sistem pengintaian maritim terintegrasi (Integrated Maritime Surveillance System/IMSS), yakni di sepanjang wilayah RI di Selat Malaka (ALKI I) dan di Selat Makassar (ALKI II).

Untuk di wilayah RI di sepanjang Selat Malaka, Pemerintah AS menghibahkan delapan radar dan kini telah terintegrasi dengan empat radar RI dan telah beroperasi dengan baik sedangkan di Selat Makassar, AS menghibahkan delapan radar, kata Agus.

"Dari delapan yang akan dibangun di Selat Makassar, kini telah terbangun empat unit," ungkapnya, menambahkan.

Kasal mengemukakan, sistem IMSS memiliki kemampuan sangat besar, sehingga tidak dapat digunakan oleh instansi lain yang berkaitan dengan keamanan laut, misalnuya Dirjen Perhubungan Laut yang dapat memanfaatkan radar itu untuk mendukung keselamatan pelayaran.

Pemerintah AS berkomitmen untuk membantu peningkatan daya mampu (capacity building) Indonesia dalam mengamankan wilayah perairannya, salah satunya dengan memberikan bantuan radar intai (surveillence radar), dan berfungsi untuk pencegahan aksi teror di laut.

Hal itu, lanjut dia, sesuai dengan komitmen bersama ASEAN tentang pertahanan dan keamanan maritim bagi kawasan ASEAN," ujarnya.

Di kawasan Asia Pasifik termasuk ASEAN dan Indonesia, jaminan keamanan "Sea Lines Of Communication" (SLOC) atau Garis-garis Perhubungan Laut (GPL), merupakan hal pokok bagi para pengguna laut di dua kawasan yang menjadi fokus perhatian dunia tersebut.

Terkait hal itu, Indonesia dituntut untuk dapat memberikan jaminan keamanan di Selat Malaka, Selat Singapura, Selat Philip, perairan Natuna dan jalur-jalur laut yang dikenal ALKI.

Semisal Armada Pasifik AS yang akan menuju wilayah teluk/Timur Tengah, mengharapkan kemudahan untuk menggunakan ALKI timur-barat melalui Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, Selat Singapura dan Selat Malaka sebagai jalur pendekat.

(Antara)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar