05 Januari 2010

Anggaran Pertahanan 2010 Menjadi Rp 42,3 Trilyun

5 Januari 2010

Defile prajurit TNI (photo : Detik)

Depdiknas Penerima Anggaran Terbesar di 2010

Dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan telah menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada Kementerian dan Lembaga untuk Tahun 2010.

Seperti yang ditegaskan oleh Presiden SBY bahwa ia akan memberikan perhatian lebih kepada Kementerian atau Lembaga yang mendapatkan porsi besar dari anggaran tersebut. Dari Rp 340 triliun dana yang dikucurkan, terdapat tujuh departemen yang menerima anggaran tertinggi.

Pertama, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 55,2 triliun. Prioritas penggunaan dana tersebut adalah bagi Program Wajib Belajar Sembilan Tahun, peningkatan kualitas dan akses bagi peserta didik dan pendidik, serta meningkatkan kualitas pendidikan jenjang menengah, tinggi, dan non formal.

Posisi kedua diisi oleh Departemen Pertahanan. Alokasi dana sebesar Rp 42,3 triliun akan diprioritaskan bagi peningkatan kemampuan pertahanan beserta kegiatan operasionalnya, termasuk didalamnya adalah pemeliharaan dan pengadaan alutsista, serta peningkatan industri pertahanan.

Ketiga, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 34,8 triliun ditempati oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU). PU akan memprioritaskan penggunaan dana tersebut bagi program pembangunan dan pemiliharaan jalan dan jembatan, pemberdayaan perumahan, serta pengelolaan dan pengembangan jaringan pengairan.

Departemen Agama (Depag) berada pada posisi keempat sebagai penerima dana terbanyak. Dengan dana sebesar Rp 27,2 triliun, maka Depag akan memprioritaskan program peningkatan pelayanan kehidupan beragama serta program peningkatan pelayanan pendidikan yang berwawasan agama.

Pada urutan kelima ditempati oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 27,2 triliun. Prioritas penggunaan dana ini berada pada program pengembangan sarana dan prasarana kepolisian, pemeliharaan kamtibmas, serta program penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.

Keenam, ditempati oleh Departemen Kesehatan (Depkes) yang menerima dana sebesar Rp 21,4 triliun. Program yang menjadi prioritas penggunaan dana tersebut adalah layanan kesehatan untuk seluruh masyarakat, percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, gizi masyarakat dan pengendalian penyakit, serta ketersediaan obat yang bermutu.

Departemen ketujuh yang menerima dana terbesar adalah Departemen Perhubungan (Dephub) yang mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 15,8 triliun. Dephub akan mempergunakan dana tersebut bagi pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, sungai, danau, dan udara.

(Warta Ekonomi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar