12 Januari 2010

Setelah Pesan Rudal, Taiwan Akan Beli Fregat AS

12 Januari 2010

Oliver Hazard Perry Class (photo : Wiki)

Taipei, Senin - Taiwan berencana untuk membeli delapan fregat kelas Perry bekas AS walau hubungannya dengan China membaik, menurut berita sebuah surat kabar hari Senin.

Negeri pulau itu berharap untuk mempersenjatai fregat bekas itu dengan sistem tempur Aegis versi yang canggih, yang menggunakan komputer dan radar untuk mengambil beberapa sasaran, serta teknologi peluncuran rudal yang canggih, kata China Times.

Kementerian pertahanan mengatakan, sebagai reaksi pada berita itu, bahwa fregat-fregat tua yang sekarang digunakan AL perlu secara bertahap diganti, tetapi kementerian belum memutuskan jenis kapal yang akan menggantikan fregat-fregat tua itu.

”Strategi keseluruhan dari Angkatan Bersenjata akan menjadi pertimbangan saat kementerian pertahanan mengevaluasi rencana itu,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, dengan menambahkan bahwa anggaran merupakan faktor pertimbangan lain.

AS merancang fregat kelas Perry pada tahun 1970-an, tapi sebagian besar masih digunakan, dilengkapi dengan berbagai jenis teknologi modern.
Taiwan telah memiliki delapan fregat kelas Perry yang dibuat di pulau itu.

Patriot PAC-3 (photo : Aviation News)

Berita China Times itu muncul kurang dari sepekan setelah Departemen Pertahanan AS mengatakan telah menyetujui penjualan perlengkapan rudal Patriot kepada Taiwan sebagai bagian dari sebuah paket yang telah disahkan oleh Kongres lebih dari setahun lalu.

Ketika diungkapkan tahun 2008, paket itu menimbulkan protes keras dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan telah bertekad untuk merebut pulau itu, kalau perlu dengan kekerasan.

Sabtu lalu, China kembali mengulangi penentangannya menyangkut penjualan senjata AS ke Taiwan, dengan menyebut bahwa penjualan senjata itu merupakan tindakan ikut campur dalam urusan dalam negeri Beijing yang bisa merusak hubungan dengan AS.

Komentar Wakil Menlu China He Yafei itu—pernyataan resmi keenam dalam sepekan yang menentang penjualan senjata itu, menurut kantor berita pemerintah—menegaskan kepekaan Beijing pada gagasan bahwa Washington mungkin memberi legitimasi kepada pemerintah pulau itu sekaligus meningkatkan pertahanannya.

Pada pengumuman paling akhir hari Sabtu, He mengatakan, China menyatakan sangat tidak puas pada langkah AS yang memberi kontrak pada perusahaan Lockheed Martin dan Raytheon untuk membuat 263 rudal pertahanan udara PAC-3 dan Sistem Pertahanan Rudal dan Udara Patriot untuk Taiwan.

AS adalah pemasok senjata utama bagi Taiwan walaupun AS telah mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979.(AFP/AP/Reuters/DI)

(Kompas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar