Penanda-tanganan perjanjian PT DI dan Honeywell (photo: PT DI)
PTDI Sepakati Pembelian Sejumlah Komponen Pesawat Dengan Honeywell di Singapore Airshow 2026
Singapura - PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Honeywell menandatangani dokumen five-year purchase agreement untuk pengadaan sejumlah komponen pesawat yang diproduksi PTDI, mencakup platform NC212i, CN235, dan N219. Kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama industri antara kedua perusahaan di sektor dirgantara.
Penandatanganan tersebut berlangsung di sela-sela hari kedua penyelenggaraan Singapore Airshow 2026, bertempat di booth PTDI A-L31. Kesepakatan ini menandai komitmen PTDI dan Honeywell dalam membangun kemitraan strategis berjangka panjang, yang tidak hanya berfokus pada aspek komersial, tetapi juga mencakup industrial cooperation serta dukungan terhadap pengembangan produk dirgantara PTDI yang berkelanjutan (sustainable aerospace product development).
Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan upaya PTDI untuk terus memperkuat keandalan rantai pasok serta meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.
"Kolaborasi jangka panjang dengan mitra global seperti Honeywell menjadi bagian dari strategi PTDI dalam memastikan keberlanjutan program pesawat, sekaligus mendorong penguatan industri dirgantara nasional melalui kemitraan yang saling menguntungkan," ujarnya.
Ke depan, purchase agreement ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi kesinambungan kerja sama antara PTDI dan Honeywell, khususnya dalam mendukung stabilitas pasokan komponen, kesinambungan program pesawat PTDI, serta peningkatan efisiensi dan konsistensi kualitas produk dalam jangka panjang. (PTDI)
Perkuat Jejaring MRO Asia Pasifik, PTDI Teken MoU Dengan INAEC Aviation Filipina
Singapura (04/02) — PTDI sepakati Memorandum of Understanding (MoU) dengan INAEC Aviation Corporation, Perusahaan layanan penerbangan dan kedirgantaraan yang berbasis di Filipina. MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan dan President INAEC Aviation Corporation, Benjamin R. Lopez, disaksikan langsung oleh Undersecretary for Defense Technology Research & Industry Development DND Philippines, Rene S. Diaz.
Kerja sama ini mencakup pengembangan dan pelaksanaan kegiatan Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) pesawat dan helikopter di wilayah Filipina, termasuk technical support dan training. Berbekal pengalaman dan kapabilitas PTDI di bidang MRO pesawat dan helikopter, serta komitmen Perusahaan dalam menjaga sustainability program, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan operator, baik di sektor sipil, Pemerintah, maupun militer di wilayah Filipina, serta menjadi peluang bagi PTDI dalam penguatan jejaring MRO di kawasan Asia Pasifik.
“Kolaborasi dengan INAEC Aviation Corporation merupakan langkah strategis PTDI dalam memperkuat peran sebagai penyedia layanan MRO regional. Dengan mengedepankan aspek sustainability, technical support, dan pengembangan SDM, kerja sama ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan operator di Filipina secara berkelanjutan,” ujar Gita Amperiawan. (PT DI)


POLANDIA ANGGOTA NATO =
BalasHapusUSA BLOKIR AMRAAMs
USA BLOKIR AMRAAMs
USA BLOKIR AMRAAMs
USA BLOKIR AMRAAMs
USA BLOKIR AMRAAMs
USA BLOKIR AMRAAMs
USA BLOKIR AMRAAMs
--------------
Pembatalan rencana upgrade 12 unit FA-50GF Polandia ke standar FA-50PL karena masalah integrasi rudal AIM-120 AMRAAM:
--------------
Defence Express (29 Desember 2025):
"Poland Says Upgrading FA-50 Jets Is Uneconomical But U.S. Missile Ban Is the Real Story"
Laporan ini menjelaskan bahwa meskipun alasan resmi yang diberikan adalah "tidak layak secara ekonomi," masalah sebenarnya adalah penolakan atau hambatan prosedur dari Amerika Serikat untuk mengintegrasikan rudal AIM-120 AMRAAM pada platform tersebut.
--------------
Militarnyi (30 Desember 2025):
"Poland Reclaims AIM-9L Missiles to Equip FA-50GF Fighter Jets"
Berita ini menyoroti tantangan integrasi senjata pada FA-50 Polandia. Disebutkan bahwa integrasi AIM-120 AMRAAM masih menjadi kendala besar karena pendanaan awal tidak mencakup biaya integrasi dan memerlukan persetujuan ketat dari pemerintah AS.
--------------
Warsaw Business Journal (14 Oktober 2024 - Latar Belakang Masalah):
"Problems arising with FA-50 fighter contract between Polish and South Korea"
Membahas komplikasi awal pada versi "Polonized" (FA-50PL), terutama mengenai ketidakpastian persetujuan AS untuk persenjataan canggih seperti AMRAAM.
--------------
POLANDIA ANGGOTA NATO =
FA50PL = NO AMRAAMs
FA50PL = BLOKIR USA KESULITAN IZIN SISTEM
FA50PL = BLOKIR USA KESULITAN. LISENSI KOMPONEN
Tanggal pengiriman awal yang ambisius pada tahun 2025 kemungkinan akan mundur paling cepat ke tahun 2027. Alasan di balik keterlambatan pengiriman tersebut ternyata bukan dari kemampuan produksi KAI, melainkan terkait izin atas lisensi komponen dan sistem.
Pada tahap pengembangan varian FA-50PL (FA-50 Block 20), pihak-pihak terkait, yakni Badan Persenjataan Polandia, KAI, dan Lockheed Martin, harus menyelesaikan jalur hukum yang rumit untuk mendapatkan akses ke komponen yang dipatenkan guna mengintegrasikan senjata dan sistem kemampuan bertahan yang diinginkan.
Sejauh negosiasi berlangsung, masalah utama yang tersisa adalah kurangnya perjanjian ekspor untuk GPS dan sistem persenjataan dari AS, yang membuat program tersebut berada dalam ketidakpastian. Selain itu, dilaporkan bahwa KAI masih menunggu izin dari Washington untuk mengintegrasikan rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM untuk FA-50PL.
--------------
Poin Penting dari Laporan Tersebut:
Alasan Ekonomi: Mayor Jenderal Ireneusz Nowak dari Angkatan Udara Polandia menyatakan bahwa melakukan upgrade pada 12 unit pertama (blok Gap Filler) tidak lagi dianggap menguntungkan secara finansial.
Masalah AMRAAM: FA-50PL Block 20 seharusnya memiliki kemampuan tempur jarak menengah/jauh (BVR). Namun, tanpa integrasi AIM-120 AMRAAM yang disetujui AS, pesawat ini hanya akan berfungsi sebagai jet latih atau pesawat tempur ringan dengan kemampuan terbatas (hanya rudal jarak pendek AIM-9).
Status Unit: 12 unit FA-50GF yang sudah ada di Polandia akan tetap pada standar jet latih, sementara 36 unit FA-50PL yang sedang diproduksi masih menghadapi tantangan sertifikasi senjata dari pihak Amerika.
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
Hapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
KEBETULAN LON ..... 🔥🔥🔥
BalasHapus-
PEKANBARU - KL : 291 KM
PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
---------
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
---------
BANNER KONTRAK KAAN =
BANNER KONTRAK KAAN =
BANNER KONTRAK KAAN =
https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2025/07/Gwx4UFQW4AAHLqg.jpg
-
https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/_250726191324-889.png
---------
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
-
https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
-
https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
---------
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
---------
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
KEBETULAN LON ......
BalasHapusBANNER LOA M346F BUKAN LOI
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
-
https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
---------------------------
BANNER KONTRAK KAAN =
BANNER KONTRAK KAAN =
BANNER KONTRAK KAAN =
https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2025/07/Gwx4UFQW4AAHLqg.jpg
-
https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/_250726191324-889.png
---------------------------
USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
-
PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
-
1. INDONESIA
Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
-
2. SINGAPURA
SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
-
3. VIETNAM
USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
-
4. THAILAND
204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
-
5. FILIPINA
295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
-
6. MALAYDESH
RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
------------------
DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
6 Jet Tempur T50 dari Korsel
2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
13 Radar GCI dari Thales Perancis
12 Radar Retia dari Retia
3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
22 Helikopter Blackhawk dari AS
12 Drone Anka dari Turkiye
60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
==============
==============
5x GANTI PM = AKAN
6x GANTI MENHAN = AKAN
SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
-
2025 = 84,3% DARI GDP
MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
-
PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
--------------------------
NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
5x GANTI PERDANA MENTERI
5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
-
MANGKRAK LCS 2025-2011 =
5x GANTI PERDANA MENTERI
6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
-
MEMBUAL SPH 2025-2016 =
5x GANTI PERDANA MENTERI
5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
-
2026 = ZONK = NGEMIS MEMBUAL MISKIN
🤫 SSTTT ,
BalasHapus🤭HIHI......HI
Defence Express (29 Desember 2025):
BalasHapus"Poland Says Upgrading FA-50 Jets Is Uneconomical But U.S. Missile Ban Is the Real Story"
Laporan ini menjelaskan bahwa meskipun alasan resmi yang diberikan adalah "tidak layak secara ekonomi," masalah sebenarnya adalah penolakan atau hambatan prosedur dari Amerika Serikat untuk mengintegrasikan rudal AIM-120 AMRAAM pada platform tersebut.
MEMBER NATO SAJA DITOLAK DENGAN ALASAN TIDAK LAYAK SECARA EKONOMI....BAGAIMANA DENGAN MALONDESH LEBIH TAK LAYAK EKONOMI NYA AKA MISKIN 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sambutan bak acara konser internasioal. Bukti MALONDESH unjuk gigi bahwa mereka satu serumpun 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
BalasHapushttps://youtu.be/72y9WMlNMUg
PMX SOTOMIE DENDANG LAGU HINDUSTAN
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣
FA50PL DELAYS COMPLICATIONS
BalasHapusSECURING US APPROVAL = AMRAAM
Poland's purchase of 48 FA-50 jets from South Korea faces delays and complications, especially with the "Polonized" FA-50PL version. The issues center around equipping these jets with weapons and advanced avionics, including potential challenges in securing U.S. approval for integrating specific armaments like AIM-120 AMRAAM missiles. Originally intended to replace Poland's aging Soviet-era MiG-29 and Su-22 aircraft, the FA-50 purchase was aimed at enhancing training and combat capabilities. However, delivery of the FA-50PL, scheduled for 2025, is now uncertain.
---------
The FA-50 fighter jet has faced issues with equipping, maintenance, and integration. These issues have delayed deliveries and raised doubts about the contract's completion.
Equipment issues
• Weapons
Poland has had trouble securing U.S. approval for integrating certain weapons, like the AIM-120 AMRAAM missiles.
• Integration
The FA-50GFs in service cannot use newly ordered weapons systems, like the AIM-9X Sidewinder, due to a lack of integration.
Maintenance issues
• Availability: Poland has expressed dissatisfaction with the availability of the FA-50.
• Scheduled maintenance: Some FA-50s have been on mandatory scheduled maintenance.
Integration challenges
• Cost: Cost concerns have raised doubts about the contract's completion.
• Infrastructure: Poland has lacked infrastructure investments.
Other issues
• Delivery delays: The delivery of the FA-50PL, scheduled for 2025, is now uncertain.
• Political football: The future of the FA-50 platform has become a political football.
---------------
DEPUTY MINISTER OF DEFENCE ....
NOT COMBAT CAPABEL
WITHOUT ARMAMENT
In a parliamentary speech, Deputy Minister of Defence Cezary Tomczyk criticized the process of purchasing FA-50 aircraft, particularly the lack of weapons involved in that procurement. But was he right? Let’s look at the facts.
The Deputy Minister stated that the FA-50s are “probably the world’s first training-combat aircraft that are not combat-capable… We have a training-combat aircraft that is for training but not for combat.” From this, it seems that the planes were purchased without the armament.
---------
The FA-50 trainer aircraft has faced several issues, including delays, cost increases, and disputes over weapon integration.
Delays
• The delivery of the FA-50PL version of the aircraft is uncertain.
• The Polish Air Force has raised concerns about the combat-readiness of the aircraft.
Cost increases
• The cost of the aircraft has increased.
• The cost of upgrading the first dozen aircraft from GF to PL standard and integrating the PL-standard jets with AMRAAM missiles is not included in the contract.
Weapon integration
• There are disputes over the integration of U.S.-made air-to-air missiles into the aircraft.
• Poland insists that KAI had committed to equipping the FA-50s with U.S.-made missiles, while KAI maintains that this was only listed as a possibility.
Maintenance
• Poland has expressed dissatisfaction with the availability of the aircraft.
• Korea Aerospace Industries (KAI) is working to improve maintenance of the aircraft.
Other issues
• The aircraft came with no weapons, so they can only be used for training.
• The army had to do a lot of work to receive the proper certificates and permits.
😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝
POLAND BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
BalasHapusFA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA = USD 58,75 JUTA/UNIT
FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA = USD 63,89 JUTA/UNIT
------
BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER PALM OIL
DOWNGRADE CHEAPEST FA 50
FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA = USD 51,1 JUTA/UNIT
==============
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
----
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
----
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
FA50 = TRAINING AIRCRAFT
FA50 = TRAINING AIRCRAFT
So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
------
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
HELI MD530G = HELI TRAINING
HELI MD530G = HELI TRAINING
A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to MALAYDESH ’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
------
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
-
😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
BalasHapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
BalasHapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
Pssstttt.... MAU TANYA apa kaitan AMRAAM POLAND dengan MALAYSIA..? 🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusGORILLA MAU SEDAP KAN HATI MEREKA YANG TERSAKITI... 🔥🔥🤣🤣
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
Hapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
Hapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
FA50MURAH VERSI DOWNGRADE FA50PL MAHAL
HapusFA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
-
Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
-
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
-
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
-
3. Malaydesh : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
=============
=============
PEKANBARU - KL : 291 KM
PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
---------
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
---------
IDN ROK =
64 KF21
64 KF21
64 KF21
-
Juni 2025 – Revised Deal
Indonesia menandatangani kesepakatan baru untuk 48 unit KF-21 Boramae..
-
2026 – Rencana Tambahan
Indonesia mempertimbangkan pembelian 16 unit KF-21 Block 2.
Proposal diajukan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Korea Selatan di KTT APEC 2025.
-
📝 Ringkasan
Block I : 48 unit KF-21 Boramae (2025).
Block II : 16 unit KF-21 Block 2 (2026, ).
Total = 64 unit.
----------
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
-----------
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
The FA-50 fighter jet has faced issues with equipping, maintenance, and integration. These issues have delayed deliveries and raised doubts about the contract's completion.
HapusEquipment issues
• Weapons
Poland has had trouble securing U.S. approval for integrating certain weapons, like the AIM-120 AMRAAM missiles.
• Integration
The FA-50GFs in service cannot use newly ordered weapons systems, like the AIM-9X Sidewinder, due to a lack of integration.
Maintenance issues
• Availability: Poland has expressed dissatisfaction with the availability of the FA-50.
• Scheduled maintenance: Some FA-50s have been on mandatory scheduled maintenance.
Integration challenges
• Cost: Cost concerns have raised doubts about the contract's completion.
• Infrastructure: Poland has lacked infrastructure investments.
Other issues
• Delivery delays: The delivery of the FA-50PL, scheduled for 2025, is now uncertain.
• Political football: The future of the FA-50 platform has become a political football.
---------------
MALAYDESH 's combat readiness may be low due to a number of factors, including poor planning, corruption, and political interference.
Factors
• Logistic management: There are problems with managing logistics for soldiers.
• Political interference: Political leaders have interfered with procurement.
• Corruption: The military is riddled with corruption.
• Poor planning: The military has poor planning.
• Cognitive readiness: Military personnel may not be cognitively ready to navigate the complex and unpredictable operating environment of modern warfare.
Combat readiness
• Combat readiness is the condition of the armed forces to perform during combat military operations.
It includes the condition of warships, aircraft, weapon systems, and other military techNOLogy and equipment.
===============
===============
SPECTRA is an electronic warfare system that includes radar jamming to protect aircraft from threats like missiles, lasers, and radars. It's used on the Rafale combat aircraft of the French Air Force and Navy.
How does SPECTRA work?
• Detection: Uses radar, laser, and infrared receivers to detect threats
• Identification: Uses data fusion to identify threats
• Localization: Uses angular localization to locate threats
• Jamming: Uses a phased array radar jammer to jam threats
• Decoying: Uses chaff and flares to decoy threats
• Decision making: Uses a management unit to process data and decide on countermeasures
SPECTRA's benefits
• Provides long-range detection of threats
• Provides accurate localization of threats
• Provides a multi-spectral threat warning capability
• Allows the pilot to select the most effective defensive measures
• Provides threat geo-location and identification data
---------------
BUKTI 42 RAFALE RESMI DASSAULT =
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale
😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝
FA50 KOREA = TRAINER AIRCARFT
HapusFA50 POLANDIA = TRAINER AIRCARFT
T50i INDONESIA = TRAINER AIRCARFT
T50 THAILAND = TRAINER AIRCRAFT
-----
FA50 MALAYDESH = LCA GEN 10
---------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
5. F-16s are also faster (Mach 2 v 1.5) and have a thrust-to-weight ratio of 1.1 v. 0.96. Therefore it will climb much faster. The larger F-16 also has a longer ranged radar.
---------------------
KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
-
1. RAFALE INDONESIA 42 UNIT HARGA USD 8.1 MILLIAR = USD 192.8 JUTA/UNIT
-
2. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
---------------------
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
---------------------
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
FA50 = TRAINING AIRCRAFT
FA50 = TRAINING AIRCRAFT
So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
---------------------
MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
• Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
• Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
• Russian-made weapons: MALAYDESH has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
• Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
• Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness
==============
KEYWORDS ..........
1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
TRAINING AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
HapusF16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
5. F-16s are also faster (Mach 2 v 1.5) and have a thrust-to-weight ratio of 1.1 v. 0.96. Therefore it will climb much faster. The larger F-16 also has a longer ranged radar.
---------------------
KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
-
1. RAFALE INDONESIA 42 UNIT HARGA USD 8.1 MILLIAR = USD 192.8 JUTA/UNIT
-
2. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
---------------------
CN235-MPA 1.773 KILOMETER ATAU 11 JAM
CN235-MPA 1.773 KILOMETER ATAU 11 JAM
CN235-MPA 1.773 KILOMETER ATAU 11 JAM
Jangkauan pesawat CN235-MPA adalah 1.773 kilometer atau sekitar 11 jam. Pesawat ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
• Mampu lepas landas dari landasan yang belum beraspal atau berumput
• Memiliki sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan winglet di ujung sayap untuk meningkatkan stabilitas dan menghemat bahan bakar
• Dilengkapi dengan Tactical Console (TACCO), 360-degree Search Radar, Automatic Identification System (AIS), dan Forward Looking Infra Red (FLIR)
• Mampu menampung 49 tentara atau 34 pasukan terjun payung
Pesawat CN235-MPA merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) yang laris diekspor ke berbagai negara.
==============
==============
ATR 72-600 MPA 850 mil = 1357 KM = 10 JAM
ATR 72-600 MPA 850 mil = 1357 KM = 10 JAM
ATR 72-600 MPA 850 mil = 1357 KM = 10 JAM
Jangkauan waktu terbang (endurance) ATR 72 versi MP adalah 10 jam ditambah 45 menit hold. Jangkauan pesawat ATR 72-600 adalah 850 mil. Pesawat ini memiliki spesifikasi teknis sebagai berikut:
• Kecepatan jelajah: 320 mil per jam
• Ketinggian layanan: 25.000 kaki di atas permukaan laut
• Lebar sayap: 88 kaki, 9 inci
• Mesin: Dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127XT-M
==============
Some factors that contribute to the MALAYDESH Army's perceived weakness include:
• Political instability: Frequent government changes since 2018 have made it difficult for the MALAYDESH Armed Forces (MAF) to receive the support it needs.
• Corruption: The MAF has been plagued by corruption.
• Poor planning: The MAF has been criticized for poor planning.
• Political interference: Political leaders have interfered in the MAF's procurement process.
• Outdated equipment: Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government has been unable to provide modern equipment.
Lack of military knowledge: Military personnel have struggled with decision-making and problem-solving during military operations
==============
CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
-
HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
-
HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
==============
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
MPA CHEAPEST VARIANT
1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah
FA 50 BLOCK 20 PAKAI RADAR AESA PHANTOMSTRIKE DILENGKAPI DENGAN MISIL AIM 120 AMRAAM.....
BalasHapusBUKAN LAWAN YANG MUDAH YA guys.... Apa lagi kalau sekadar RAFALE OMPONG dan F16 RONGSOK RADAR USANG... 🔥🔥🤣🤣🤣
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
Hapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
Hapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
FA50PL DELAYS COMPLICATIONS
HapusSECURING US APPROVAL = AMRAAM
Poland's purchase of 48 FA-50 jets from South Korea faces delays and complications, especially with the "Polonized" FA-50PL version. The issues center around equipping these jets with weapons and advanced avionics, including potential challenges in securing U.S. approval for integrating specific armaments like AIM-120 AMRAAM missiles. Originally intended to replace Poland's aging Soviet-era MiG-29 and Su-22 aircraft, the FA-50 purchase was aimed at enhancing training and combat capabilities. However, delivery of the FA-50PL, scheduled for 2025, is now uncertain.
---------
The FA-50 fighter jet has faced issues with equipping, maintenance, and integration. These issues have delayed deliveries and raised doubts about the contract's completion.
Equipment issues
• Weapons
Poland has had trouble securing U.S. approval for integrating certain weapons, like the AIM-120 AMRAAM missiles.
• Integration
The FA-50GFs in service cannot use newly ordered weapons systems, like the AIM-9X Sidewinder, due to a lack of integration.
Maintenance issues
• Availability: Poland has expressed dissatisfaction with the availability of the FA-50.
• Scheduled maintenance: Some FA-50s have been on mandatory scheduled maintenance.
Integration challenges
• Cost: Cost concerns have raised doubts about the contract's completion.
• Infrastructure: Poland has lacked infrastructure investments.
Other issues
• Delivery delays: The delivery of the FA-50PL, scheduled for 2025, is now uncertain.
• Political football: The future of the FA-50 platform has become a political football.
---------------
DEPUTY MINISTER OF DEFENCE ....
NOT COMBAT CAPABEL
WITHOUT ARMAMENT
In a parliamentary speech, Deputy Minister of Defence Cezary Tomczyk criticized the process of purchasing FA-50 aircraft, particularly the lack of weapons involved in that procurement. But was he right? Let’s look at the facts.
The Deputy Minister stated that the FA-50s are “probably the world’s first training-combat aircraft that are not combat-capable… We have a training-combat aircraft that is for training but not for combat.” From this, it seems that the planes were purchased without the armament.
---------
The FA-50 trainer aircraft has faced several issues, including delays, cost increases, and disputes over weapon integration.
Delays
• The delivery of the FA-50PL version of the aircraft is uncertain.
• The Polish Air Force has raised concerns about the combat-readiness of the aircraft.
Cost increases
• The cost of the aircraft has increased.
• The cost of upgrading the first dozen aircraft from GF to PL standard and integrating the PL-standard jets with AMRAAM missiles is not included in the contract.
Weapon integration
• There are disputes over the integration of U.S.-made air-to-air missiles into the aircraft.
• Poland insists that KAI had committed to equipping the FA-50s with U.S.-made missiles, while KAI maintains that this was only listed as a possibility.
Maintenance
• Poland has expressed dissatisfaction with the availability of the aircraft.
• Korea Aerospace Industries (KAI) is working to improve maintenance of the aircraft.
Other issues
• The aircraft came with no weapons, so they can only be used for training.
• The army had to do a lot of work to receive the proper certificates and permits.
😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝
KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
Hapus1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
8. ANKA ISR NOT ARMED
9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
==============
The MALONDESH Armed Forces (MAF) face a number of equipment challenges, including:
Aging aircraft
The RMAF's main fighter fleet includes the Su-30MKMs and Boeing F/A-18 Hornets, which are becoming technologically obsolete. Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive.
Limited defense budget
The government's defense modernization budget is limited, making it difficult to afford new equipment.
Local content
Most MAF equipment is sourced from outside the country, and there is a lack of research and development (R&D) activities.
Local company capabilities
Local companies may not have the necessary capabilities to produce the equipment the MAF needs.
OEM reluctance
Original equipment manufacturers (OEMs) may be reluctant to share their technology for fear of competition.
Defense infrastructure
The condition of some military living quarters and defense infrastructure is poor
--------------------------
5x GANTI PM = AKAN
6x GANTI MENHAN = AKAN
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
2025 = 84,3% DARI GDP
MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
-
PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
--------------------------
MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
-
1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
-
2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
-----------------
Sumber Berita :
Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
1. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
-
3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek
===========
NO MONEY SIPRI MALONDESH 2024 = NOL = NO SHOPPING
NO MONEY SIPRI MALONDESH 2023 = NOT YET ORDERED
NO MONEY SIPRI MALONDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
SALAM NOL SALAM SEWA ......
POLAND BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
HapusFA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA = USD 58,75 JUTA/UNIT
FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA = USD 63,89 JUTA/UNIT
------
BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER PALM OIL
DOWNGRADE CHEAPEST FA 50
FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA = USD 51,1 JUTA/UNIT
==============
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
----
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
----
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
FA50 = TRAINING AIRCRAFT
FA50 = TRAINING AIRCRAFT
So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
------
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
HELI MD530G = HELI TRAINING
HELI MD530G = HELI TRAINING
A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to MALAYDESH ’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
------
FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
-
😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝
Sadar jany malon fa50 bagaimanapun adalah pesawat latih lanjut..paham! Tolol kamu!
Hapus✅️PH FA50 BLOK 70
BalasHapus❌️kl fa50M(URAH) blok 20..
beda KAAN haha!😵😆😵
kahsiyan negri🎰kasino semenanjung kl, KTIPU LAAAGIII...DONGRED haha!🥶🤪🥶
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
BalasHapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
Aset Jet Ringan Baruw kita
BalasHapus✨️LAMBORGINI=M-346F BLOK 20
PREMIUM SUPER JET KLAS KAUM ELIT
✅️LEONARDO GRIFO AESA RADAR
✅️TWIN ENGINE
All Made In Yurop Mahal & Mewah haha!😎💰😎
Catat uda LOA yaaa
sedangkan negri🎰kasino genting, hanya mampu barter F/A50M(URAH) haha!🤣🍌🤣
teile hundai gaesz..baja tipis plastik
BEDA LEPEL BEDA KASTA haha!😋😂😋
KEBETULAN LON ......
BalasHapusBANNER LOA M346F BUKAN LOI
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
BANNER LOA M346F BUKAN LOI
-
https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
---------------------------
BANNER KONTRAK KAAN =
BANNER KONTRAK KAAN =
BANNER KONTRAK KAAN =
https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2025/07/Gwx4UFQW4AAHLqg.jpg
-
https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/_250726191324-889.png
---------------------------
USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
-
PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
-
1. INDONESIA
Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
-
2. SINGAPURA
SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
-
3. VIETNAM
USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
-
4. THAILAND
204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
-
5. FILIPINA
295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
-
6. MALAYDESH
RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
------------------
DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
6 Jet Tempur T50 dari Korsel
2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
13 Radar GCI dari Thales Perancis
12 Radar Retia dari Retia
3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
22 Helikopter Blackhawk dari AS
12 Drone Anka dari Turkiye
60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
==============
==============
5x GANTI PM = AKAN
6x GANTI MENHAN = AKAN
SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
-
2025 = 84,3% DARI GDP
MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
-
PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
--------------------------
NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
5x GANTI PERDANA MENTERI
5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
-
MANGKRAK LCS 2025-2011 =
5x GANTI PERDANA MENTERI
6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
-
MEMBUAL SPH 2025-2016 =
5x GANTI PERDANA MENTERI
5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
-
2026 = ZONK = NGEMIS MEMBUAL MISKIN
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
BalasHapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
BalasHapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
-
😀IQ TIPE MURAHAN😀
MEMANG BERUK BOTOL....TAK ADA KAITAN SAMA POLAND PUN KAI BARU MENGUSULKAN AMRAMM KE MALONDESH BATCH II APALAGI BATCH I .....PAHAM TA LON
BalasHapus🤣🤣🤣🤣🤣
Apakah sudah ada fa50 yg bawa amraam ? Ha ha ha ha ha jelas kan betapa tololnya beruk2 malaydesh ini
BalasHapusApakah batch ke 2 pembelian fa50 malaydesh sudah kontrak ? Ha h ah aha masih diangan2. 😁😁😁😁 Efek lama tak shoping banyak beruk auto gila
BalasHapusFA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
BalasHapus-
FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
USUL = AKAN
USUL = AKAN
USUL = AKAN
-
https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
-------------------------
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
-
1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
-
2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
-
3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
-
4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
GEMPUR MELAWAK
BalasHapusFA50 MALON VERSI GHOIB MAU MELAWAN F16 TNI?
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mana FAKTA bahwa Malaysdesh sudah terima F/A-50 block 20 dengan AMRAAM ?
BalasHapusNetizen dunia tertawa lepas
WKWKWK
36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM.
BalasHapus36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
36 unit rudal AIM-120C-7 AMRAAM
-
Berikut rincian informasi terkait rudal tersebut:
• Status Pembelian: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan 36 unit rudal varian AIM-120C-7 kepada Indonesia sejak Maret 2016 melalui skema Foreign Military Sales (FMS).
• Nilai Kontrak: Total pengadaan ini diperkirakan mencapai USD 95 juta (sekitar Rp1,4 triliun pada kurs saat itu).
• Penggunaan: Rudal ini diintegrasikan sebagai senjata utama Beyond Visual Range (BVR) untuk jet tempur F-16 C/D Block 52ID milik TNI AU yang bermarkas di Skuadron Udara 3 dan Skuadron Udara 16.
• Kemampuan: Varian C-7 memiliki jangkauan tembak efektif sekitar 105 km dengan kecepatan mencapai Mach 4 dan sistem pemandu radar aktif (fire and forget
-
50 AIM-9X Sidewinder milik TNI AU
50 AIM-9X Sidewinder milik TNI AU
50 AIM-9X Sidewinder milik TNI AU
-
• Jumlah Unit: Indonesia diketahui memesan sekitar 30 hingga 50 unit rudal AIM-9X Sidewinder Block II. Data kontrak dari Raytheon pada tahun 2017 mengonfirmasi bahwa pesanan TNI AU termasuk dalam paket produksi massal rudal ini.
• Varian Terbaru: TNI AU menggunakan varian Block II, yang merupakan versi paling canggih dengan kemampuan Lock-On After Launch (LOAL). Artinya, rudal bisa ditembakkan sebelum radar mengunci target secara visual.
================
================
10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
10 unit AIM-120C-7 AMRAAM
-.
Berikut adalah rincian jumlah dan variannya:
• AIM-120C-5 (20 unit): Malaysia awalnya memperoleh sekitar 20 unit varian AIM-120C-5 untuk mempersenjatai armada jet tempur F/A-18D Hornet mereka.
• AIM-120C-7 (10 unit): Pada tahun 2015, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan tambahan sebanyak 10 unit rudal AIM-120C-7 dengan nilai kontrak sekitar USD 21 juta.
-
20 AIM-9X Sidewinder
20 AIM-9X Sidewinder
20 AIM-9X Sidewinder
-
Berikut adalah rincian mengenai kepemilikan rudal tersebut:
• Jumlah & Varian: Malaysia memesan 20 unit varian AIM-9X-2 Sidewinder Block II melalui skema Foreign Military Sales (FMS) dari Amerika Serikat.
• Paket Pembelian: Selain unit tempur utama (All-Up-Round), paket tersebut juga mencakup:
o 8 unit CATM-9X-2 (Captive Air Training Missiles) untuk latihan terbang.
o 2 unit Dummy Air Training Missiles untuk latihan penanganan di darat.
Eitt Faktanya Amraam kita C7 seblah masi C5 jadul haha!😬😜😬
Hapusdata fms hanya ijin bukan beli
kenapa begituw??
pemesanan kita ada konfirmasi dari US DOD & SIPRI...
lah kl ZONK om pemburu haha!🤥🤣🤥
Biar kasih 10 biar seneng dikit habis itu banting dengan 36 wkwkwjkwkw om @palu gada
Hapusbentar lg ama PL15🔥 om pemburu haha!🚀😉🚀
HapusAmraam Malaysia????
HapusMaaf wahai Malaysia...kalian harus terus berlutut ke US&NATO.... Mungkin seumur hidup kalian....
Bagaimana dengan Kami ?
No one can stop us