07 Juni 2026
Delapan perwira Dislitbangau mendapatkan penghargaan dari PT Dahana (photo: Dislibangau)
Bandung, Dislitbangau -- PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yg terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).
Program BNL-1000 diungkapkan sebagai kelanjutan dari program BNT-250 (photo: Dislitbangau)Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.
Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.
Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (photo: Dislitbangau)Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.
Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yg selanjutnya.


.heic)
Ya ampun.... INDIANESIA PROMOSI HUTANG...? Gilanya....🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusPurbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
KLAIM RINGGIT KUAT =
HapusNGEMIS JAGUNG
NGEMIS BERAS
NGEMIS BATUBARA
-
ISHAM JALIL =
RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
JUAL ASET
BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
-
Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
Poin Utama Analisis:
1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
-
2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
-
3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
--------------------------------
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
MALING GAS
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BERAS
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
SALAM SAMURAI BONDS
HapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
HapusDATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
Hapus-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
NGEMIS HUTANG BRITISH DAN CHINA Guys..... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPurbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
Apa PROMOSI HUTANG... ? 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPurbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI
https://money.kompas.com/read/2026/06/06/070700526/purbaya-bakal-ke-china-dan-inggris-untuk-promosikan-surat-utang-ri
KLAIM RINGGIT KUAT =
HapusNGEMIS JAGUNG
NGEMIS BERAS
NGEMIS BATUBARA
-
ISHAM JALIL =
RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
JUAL ASET
BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
-
Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
Poin Utama Analisis:
1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
-
2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
-
3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
--------------------------------
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
MALING GAS
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BERAS
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
-
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
Mantap Indonesia manakala engginer malaydesh takde kepakaran , Melayu Malon bangsa pemalas
BalasHapusMalaydesh hanya smart bina kondom unisex sangat menggerunkan🤣🤣
BalasHapusCUMA BISA BINA KONDOM UNISEX KARENA OTAK MESUM BERUK MALONDESH... PANTAS NO.1 DI ASIA DAN NO.4 DUNIA SOALAN TA SENONOH MALONDESH 💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡
HapusWow...ini memang tak boleh di lawan......PAKAR NGUTANG... Guys.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPurbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI
https://money.kompas.com/read/2026/06/06/070700526/purbaya-bakal-ke-china-dan-inggris-untuk-promosikan-surat-utang-ri
SALAM SAMURAI BONDS
HapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
Wow...ini memang tak boleh di lawan......PAKAR NGUTANG... Guys.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPurbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI
https://money.kompas.com/read/2026/06/06/070700526/purbaya-bakal-ke-china-dan-inggris-untuk-promosikan-surat-utang-ri
SALAM SAMURAI BONDS
HapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Pur utang warga malaydesh 89% dari gdp lho. Kok gak ngaca ya, kayak gak punya malu
HapusDATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
PROMOSI HUTANG........ 👎👎🤣🤣🤣🤣
BalasHapusKLAIM RINGGIT KUAT =
HapusNGEMIS JAGUNG
NGEMIS BERAS
NGEMIS BATUBARA
-
ISHAM JALIL =
RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
JUAL ASET
BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
-
Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
Poin Utama Analisis:
1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
-
2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
-
3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
--------------------------------
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
MALING GAS
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BERAS
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
---------------------------------
MALAYDESH UP TO =
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
Baseline projections:
The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
Stress test results:
In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
Risks:
This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
Government response:
The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
KESIAN....NGEMIS HUTANG BRITISH DAN CHINA Guys..... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPurbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
KLAIM RINGGIT KUAT =
HapusNGEMIS JAGUNG
NGEMIS BERAS
NGEMIS BATUBARA
-
ISHAM JALIL =
RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
JUAL ASET
BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
-
Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
Poin Utama Analisis:
1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
-
2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
-
3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
--------------------------------
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
MALING GAS
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BERAS
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN =
HapusPEMALAS (MAHATHIR MOHAMAD)
MISKIN (ANWAR IBRAHIM)
MALAYDESH EKSODUS 97,000 ORANG
-
FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
-
PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
--------------------------------
1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
-
South China Morning Post (SCMP)
Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
-
The Straits Times (Singapore)
Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
-
Reuters
Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
--------------------------------
2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
-
Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
-
CNA (Channel News Asia)
Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
-
The Star (Malaydesh)
Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
--------------------------------
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
-
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026
https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026
KLAIM RINGGIT KUAT =
HapusNGEMIS JAGUNG
NGEMIS BERAS
NGEMIS BATUBARA
-
ISHAM JALIL =
RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
JUAL ASET
BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
-
Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
Poin Utama Analisis:
1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
-
2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
-
3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
--------------------------------
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
BERGANTUNG KE INDONESIA
MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
MALING GAS
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BERAS
-
Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
SALAM SAMURAI BONDS
HapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN =
HapusPEMALAS (MAHATHIR MOHAMAD)
MISKIN (ANWAR IBRAHIM)
MALAYDESH EKSODUS 97,000 ORANG
-
FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
-
PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
--------------------------------
1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
-
South China Morning Post (SCMP)
Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
-
The Straits Times (Singapore)
Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
-
Reuters
Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
--------------------------------
2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
-
Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
-
CNA (Channel News Asia)
Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
-
The Star (Malaydesh)
Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
--------------------------------
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
-
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
Malaydesh hutang cecah 70% PDB , indo 40%, malaydesh kerajaan bangkrap
BalasHapusSALAM SAMURAI BONDS
BalasHapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Gempur tolol cakap hutang padahal malaydesh juga tambah hutang pula, masih lebih baik indo 40%pdb, malaydesh 72%PDB
BalasHapusGempur si keledai Malaya makin tolol aja 😄😄😄
BalasHapusPROF NYA SAJA ODGJ GIMANA WARGA BERUKNYA 🤡🤡🤡🤡🤡
BalasHapusPANTAS OTAK BERUK MALONDESH DIDIKAN PROF DR SOLEHAH YAACOB JADI BOTOL BIN BLOON CUMA BISA MEMBUAL, MISTIS DAN MESUM SAJA YANG DIBANGGAKAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026
https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026
https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
Satu satunya negara ASEAN yang NGEMIS HUTANG ke luar negaranya....
BalasHapusPROMOSI HUTANG katanya...... HAHAHAHAHHA
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
Hapus-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Ngenesnya Si M 😁
BalasHapusDATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
BalasHapusDATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
masa negara yang klaim konon ahli G20 ngemis HUTANG ke negara lain.....HAHAHAHAH
BalasHapusTERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
HapusDATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
Bukti surat hutang INDIANESIA TAK LAKU........... hingga memaksa Prubaya ke China dan British untuk mencari LENDER...HAHAHAHH
BalasHapusPurbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapus-
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026
https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
SALAM SAMURAI BONDS
HapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
SALAM SAMURAI BONDS
BalasHapusThe Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
---------------
SALAM PANDA BONDS
The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapus-
Su-30MKM & MiG-29N: barter sawit.
Airbus A400M: cicilan berperingkat.
FA-50M: barter minyak sawit.
Scorpene: barter minyak sawit.
PT-91: barter minyak sawit dan karet
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
--------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
Ih yaaa ampun SEWA🤣🤣🤣
BalasHapusPersis nama negaranya MALONSEWA
2 daripada 4 unit Leonardo Augusta Westland AW189 Medium Lift helikopter untuk Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia sedang menjalani ujian penerbangan di venegono Itali
Pada tahun 2024 Kerajaan Malaysia telah menandatangani kontrak untuk 4 unit AW-189 bernilai RM530 juta dengan Galaxy Aerospace (M) Sdn Bhd, kontrak yang bernilai RM530 juta itu termasuk dengan maintenance, training, sparepart , FLIR , searchlights dan siren systems
Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia dijadualkan menerima helikopter Leonardo Augusta Westland AW189 Medium Lift tersebut pada Julai atau Ogos tahun ini
Noted kontrak ini tidak berkaitan dengan kontrak Sewa Beli 28 unit helikopter selama 15 tahun dengan syarikat Weststar
Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣
BalasHapusPemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026
https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026
Bukti surat hutang INDIANESIA TAK LAKU........... hingga memaksa Prubaya ke China dan British untuk mencari LENDER...HAHAHAHH
BalasHapusPurbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
📊 Implikasi Defisit Berterusan
Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.
HAHAHAHAHAHA.............SURAT HUTANG TAK LAKU guys...sangka hanya matawang TAK LAKU...HAHAHAH
BalasHapusMengapa Surat Utang Negara Indonesia Kurang Laku
https://www.tempo.co/ekonomi/sepi-peminat-lelang-surat-utang-negara-2120248
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
📌 2. Dampak Ekonomi
Negatif:
Menambah beban utang luar negeri.
Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
📊 Alur Sederhana
Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
📌 2. Dampak Ekonomi
Negatif:
Menambah beban utang luar negeri.
Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
📊 Alur Sederhana
Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
Hanya mampu KETAWA....HAHAHAHAH
BalasHapusPemerintah Telah Tarik Utang Hingga Rp386 Triliun per Mei 2026
https://investor.id/macroeconomy/441772/pemerintah-telah-tarik-utang-hingga-rp386-triliun-per-mei-2026
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
HAHAHAHAHAHA.............SURAT HUTANG TAK LAKU guys...sangka hanya matawang TAK LAKU...HAHAHAH
BalasHapusMengapa Surat Utang Negara Indonesia Kurang Laku
https://www.tempo.co/ekonomi/sepi-peminat-lelang-surat-utang-negara-2120248
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapus-
Su-30MKM & MiG-29N: barter sawit.
Airbus A400M: cicilan berperingkat.
FA-50M: barter minyak sawit.
Scorpene: barter minyak sawit.
PT-91: barter minyak sawit dan karet
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Akibat surat HUTANG INDIANESIA TAK LAKU mentri kewangan INDIANESIA terpaksa ke CHINA dan BRITISH mencari LENDER yang mahu memberi HUTANG....HAHAHAHAHAH
BalasHapusPurbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapus-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Akibat SURAT HUTANG SEPI PEMINAT / TAK laku INDIANESIA terpaksa NGEMIS ke CHINA dan BRITISH mencari LENDER....HAHAHAHA
BalasHapusMengapa Surat Utang Negara Indonesia Kurang Laku
https://www.tempo.co/ekonomi/sepi-peminat-lelang-surat-utang-negara-2120248
Akibat SURAT HUTANG SEPI PEMINAT / TAK laku INDIANESIA terpaksa NGEMIS ke CHINA dan BRITISH mencari LENDER....HAHAHAHA
BalasHapusMengapa Surat Utang Negara Indonesia Kurang Laku
https://www.tempo.co/ekonomi/sepi-peminat-lelang-surat-utang-negara-2120248
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
-
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
Apa nak jadi dengan INDIANESIA....HAHAHAHHA
BalasHapusBukan hanya ke CHINA dan BRITISH INDIANESIA NGEMIS HUTANG.....katanya PROMOSI HUTANG...HAHAHAHHA
Malah NGEMIS ke MALAYSIA minta MALAYSIA ambil pekerja INDIANESIA kerja di MALAYSIA....HAHAHAHAHAH
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
📌 2. Dampak Ekonomi
Negatif:
Menambah beban utang luar negeri.
Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
📊 Alur Sederhana
Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
HapusKLAIM KAYA
HUTANG MENINGKAT!
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
INDIANESIA makin LAWAK.... HAHAHAHAHA
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
HapusDATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
Top 10 Ekonomi Asia 2025 (PDB Nominal)
Hapus1. Tiongkok: $19,39 T
2. Jepang: $4,28 T
3. India: $4,12 T
4. Korea Selatan: $1,86 T
5. Indonesia: $1,55 T
6. Turki: $1,32 T
7. Arab Saudi: $1,14 T
8. Taiwan: $884 B
9. UEA: $548 B
10. Thailand: $546 B
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
BalasHapus-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
📌 2. Dampak Ekonomi
Negatif:
Menambah beban utang luar negeri.
Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
📊 Alur Sederhana
Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
INDIANESIA makin LAWAK.... HAHAHAHAHA
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
-------------------------------------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
📊 Implikasi Defisit Berterusan
Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
📊 Implikasi Defisit Berterusan
Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
---------------------------------
MALAYDESH UP TO =
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
Baseline projections:
The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
Stress test results:
In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
Risks:
This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
Government response:
The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus-
1 IN 4 ADOLESCENTS HAD DEPRESSION
1 IN 10 ADOLESCENTS HAD ATTEMPTED SUICIDE
1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER.
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapusKLAIM KAYA
HUTANG MENINGKAT!
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
INDIANESIA makin LAWAK.... HAHAHAHAHA
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
-------------------------------------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
Hapus-
PDB PPP =
1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
---------------------------------
JAKARTA (1 KOTA): US$ 1,7 TRILIUN.
-
MALONDESH (13 NEGARA BAGIAN): US$ 1,34 TRILIUN
---------------------------------
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
INDIANESIA makin LAWAK.... HAHAHAHAHA
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
-------------------------------------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
INDIANESIA makin LAWAK.... HAHAHAHAHA
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
-------------------------------------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
INDIANESIA makin LAWAK.... HAHAHAHAHA
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
-------------------------------------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
BalasHapusHUTANG...GILANYA....🤪🤪🤣🤣🤣🤣🤣
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026
https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
MAHATHIR = MALAS MISKIN
menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
-
Sumber Berita:
The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
-
ANWAR IBRAHIM = MISKIN
“Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
-
Sumber Berita:
Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
=============
=============
INDONESIA
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
(Note: The safety threshold of 60%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
(Note: The safety threshold of 60%)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 2010–2026
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malondesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
-------------------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
-
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
BalasHapus-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
BalasHapusDATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapus-
2026 = CUT BUDGET
2026 = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
itu saya belum masuk hal Kewangan RUPIAH dan Bursa Saham IHSG INDIANESIA yang HANCUR terburuk di ASIA dan DUNIA....HAHAHAHHA
BalasHapusDATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
Hapus-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
Hapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
MALAYDESH UP TO =
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
DEBT 97% OF GDP
Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
• Baseline projections:
The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
• Stress test results:
In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
• Risks:
This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
• Government response:
The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability
--------------------------------
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
• Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
• Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
• Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
📊 Implikasi Defisit Berterusan
• Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
• Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
• Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.
--------------------------------
SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
📌 2. Dampak Ekonomi
Negatif:
Menambah beban utang luar negeri.
Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
📊 Alur Sederhana
Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
Hapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
-
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
-
HUTANG MALAYDESH (2018 - 2026):
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
1. Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan awal pengungkapan utang yang menembus angka RM1 triliun.
2. CNA (2020): Analisis lonjakan utang akibat belanja stimulus pandemi COVID-19.
3. The Edge Malaydesh (2021–2022): Rekaman akumulasi utang federal yang mencapai RM1,38 triliun.
4. MOF Portal & The Star (2023–2024): Konfirmasi PM Anwar Ibrahim mengenai total utang/liabilitas sebesar RM1,5 triliun dan estimasi kenaikan ke RM1,63 triliun.
5. Bernama & Edge Weekly (2025–2026): Proyeksi anggaran dan tantangan utang jangka menengah yang menyentuh RM1,7 triliun..
-
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other thingsof the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
Hapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
3️⃣ ANALISIS UTANG MALAYDESH
-
Beban Individu: RM 94.544 per orang.
-
70,5% Overlimit Utang pemerintah = batas limit 65%/PDB
-
DSC (Debt Service Charges) meningkat > ruang fiskal sempit
-
Risiko Ekonomi: Rasio utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB mengancam daya beli masyarakat.
--------------------------------
1. DEBT 84.3% DARI GDP
2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
=============
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4X4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
BalasHapus-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 347%
2. Malondesh 🇲🇾: 224%
3. Thailand 🇹🇭: 223%
4. Vietnam 🇻🇳: 161%
5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
---------------------------------
2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
-
Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
BURSA SAHAM INDIANESIA..... HANCURRRR....HAHAHAHAH
BalasHapus5 Jam "Berdarah" di Bursa! IHSG Hancur hingga Cetak Rekor Terburuk
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260603161936-128-739832/5-jam-berdarah-di-bursa-ihsg-hancur-hingga-cetak-rekor-terburuk
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
--------------------------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
-
KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
HapusNGEMIS BERAS
NGEMIS JAGUNG
NGEMIS BATUBARA
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
BalasHapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
-
2005: Prank China (Rudal KS-1A)
Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
-
2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
-
2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
-
2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
-
2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
-
2022: Prank India (HAL Tejas)
Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
-
2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
-
2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
-
2023: Prank PBB (IAG Guardian)
Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
-
2024–2025: Prank Black Hawk
Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
-
2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
-
2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
________________________________________
HUTANG MALAYDESH (2018 - 2026):
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
1. Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan awal pengungkapan utang yang menembus angka RM1 triliun.
2. CNA (2020): Analisis lonjakan utang akibat belanja stimulus pandemi COVID-19.
3. The Edge Malaydesh (2021–2022): Rekaman akumulasi utang federal yang mencapai RM1,38 triliun.
4. MOF Portal & The Star (2023–2024): Konfirmasi PM Anwar Ibrahim mengenai total utang/liabilitas sebesar RM1,5 triliun dan estimasi kenaikan ke RM1,63 triliun.
5. Bernama & Edge Weekly (2025–2026): Proyeksi anggaran dan tantangan utang jangka menengah yang menyentuh RM1,7 triliun..
BURSA SAHAM INDIANESIA TERBURUK DIDUNIA....HAHAHAHAH
BalasHapusIHSG Masuk Jajaran Bursa Terburuk Dunia, Ada Apa Dengan Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia?
https://www.kompasiana.com/muispknstan6320/6a2384ac34777c4f6309bb22/ihsg-masuk-jajaran-bursa-terburuk-dunia-ada-apa-dengan-kepercayaan-investor-terhadap-indonesia
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
-
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
HapusASET MILITER USANG
SEWA ALAT MILITER
KORUPSI MILITER
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapusUTANG Govt = 70,5%
UTANG HOUSEHOLD = 84,3%
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
BalasHapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
GORILA KLAIM GHOIB =
16 CSAR versus 12 BASIC
16 CSAR versus 12 BASIC
16 CSAR versus 12 BASIC
-
GEMPURWIRA26 Januari 2022 pukul 19.49
Lagi Hebat 8 heli EC725 sign sejak 2019...hingga kini GHOIB...wkwkwkwkkwkw
heli EC725 versi PRANK....wkwkwkwkwk
-
GEMPURWIRA6 Januari 2022 pukul 12.40
Mungkin 8 heli EC725 sign 2019 sudah di pakai di alam GHOIB guys... Wkwkkwkwkwkw
-
GEMPURWIRA18 Desember 2021 pukul 09.29
Beli apanya...GHOIB woiiii... Wkwkkwkwkwkw
8 EC725
===============
===============
TNI Angkatan Udara (AU) mengoperasikan sebanyak 16 unit helikopter Airbus Helicopters H225M (sebelumnya dikenal sebagai Eurocopter EC725 Caracal). Helikopter ini digunakan untuk tugas angkut taktis, SAR tempur, dan misi khusus lainnya, yang diterima secara bertahap melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Berikut adalah poin-poin penting terkait EC725 (H225M) TNI:
Jumlah: 16 unit, yang merupakan kekuatan di Skadron Udara 8.
Fungsi: Helikopter ini dirancang untuk Full Combat SAR Mission (CSAR), pengangkut pasukan, evakuasi medis, dan bantuan logistik.
Kemampuan: Helikopter bermesin ganda ini mampu mengangkut hingga 28 pasukan atau beban berat, serta dilengkapi dengan fitur Forward Looking Infrared (FLIR) dan Hoist.
Berikut adalah lini masa ringkas kedatangan dan operasional helikopter H225M (EC725 Caracal) TNI AU dalam format daftar:
Tahun 2012: Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak pengadaan 6 unit pertama H225M melalui PT Dirgantara Indonesia (PTDI).
Tahun 2014: Unit pertama tiba di fasilitas PTDI Bandung dalam kondisi green heli (polos) untuk proses instalasi perangkat misi oleh teknisi lokal.
November 2016: Penyerahan resmi 2 unit pertama dari PTDI kepada TNI AU untuk memperkuat Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja.
Tahun 2017 - 2018: Penyelesaian pengiriman sisa unit dari kontrak pertama (6 unit) secara bertahap.
Januari 2019: Penambahan pesanan sebanyak 8 unit baru oleh Kemhan RI untuk melengkapi kekuatan satu skadron.
Tahun 2021: Helikopter pesanan kedua mulai menjalani uji terbang di fasilitas Airbus Prancis sebelum dikirim ke Indonesia.
Desember 2023: Peresmian dan penyerahan 8 unit sekaligus oleh Menhan Prabowo Subianto di Lanud Atang Sendjaja, menggenapkan kekuatan signifikan di Skadron 8.
Tahun 2024: Finalisasi integrasi logistik dan pelatihan awak untuk memastikan total 16 unit siap operasi penuh (Full Mission Ready).
HAHAHAHAHA............... ini konon mau LAWAN MALAYSIA
BalasHapus20 Tahun Rekor Terburuk! IHSG Jadi Bursa Saham Paling Lemah di Dunia
https://www.cnbcindonesia.com/research/20260523094018-128-737309/20-tahun-rekor-terburuk-ihsg-jadi-bursa-saham-paling-lemah-di-dunia
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
-
SUMBER:
IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
BalasHapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
SEWA 53 HELI BEKAS
SEWA 53 HELI BEKAS
SEWA 53 HELI BEKAS
TUDM SEWA =
12 AW149
4 AW139
5 EC120B
TLDM SEWA =
2 AW159
TDM SEWA =
4 UH-60A
12 AW149
BOMBA SEWA =
4 AW139
POLIS SEWA =
7 BELL429
MMEA SEWA =
2 AW159
JABATAN PM SEWA =
1 AW189
https://www.facebook.com/share/p/gnmpDnsCCTn8tx6b/
---
12 HELI AW 149 SEWA = The government has decided that RMAF will operate at least twelve Leonardo AW149 utility helicopters under a leasing programme mooted by the Prime Minister’s Department and the National Security Council, Armed Forces chief General TS Mohammad Ab Rahman said today.
=============
MENERUSI KAEDAH SEWA HELI LYNX = Panglima TLDM, terdapat kemungkinan angkatan itu mendapatkan helikopter baru itu menerusi kaedah SEWA apabila perkhidmatan helikopter Super Lynx Mk300 itu dihentikan secara berperingkat. Antara nama-nama helikopter yang disebut-sebut berpotensi untuk menggantikan helikopter Super Lynx milik TLDM adalah AW159 “Wildcat” yang dibangunkan oleh syarikat Leonardo.
=============.
2024 HELI DEBT HELI SEWA BEKAS BATAL = Tentera Darat MALAYDESH (TDM) kekal dengan pendirian mengusulkan pembatalan kontrak SEWAan helikopter Black Hawk kepada Kementerian Pertahanan berikutan kegagalan kontraktor memenuhi obligasi yang ditetapkan.
=============
SEWA HELI UH60A : Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
SEWA HELI AW139 : 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
SEWA HELI EC120B : Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
SEWA PESAWAT L39 ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.
FAKTA.........BURSA SAHAM INDIANESIA TERBURUK DIDUNIA....HAHAHAHAH
BalasHapusIHSG Masuk Jajaran Bursa Terburuk Dunia, Ada Apa Dengan Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia?
https://www.kompasiana.com/muispknstan6320/6a2384ac34777c4f6309bb22/ihsg-masuk-jajaran-bursa-terburuk-dunia-ada-apa-dengan-kepercayaan-investor-terhadap-indonesia
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
BalasHapus-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
KU LI = MALAYDESH MONKEY
KU LI = MALAYDESH MONKEY
MALAYDESH had never enjoyed the status of being an “Asian Tiger” economy, instead it was more of “a monkey”, said former finance minister Tengku Razaleigh Hamzah.
Tengku Razaleigh, better known as Ku Li, dismissed the label which was claimed by many, including former prime minister Dr Mahathir Mohamad.
--------------------------------
The MALAYDESH Armed Forces (MAF) faces a number of challenges, including:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALAYDESH 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALAYDESH procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALAYDESH faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALAYDESH The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALAYDESH s are an earlier block of the HORNET MALAYDESH , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
==========
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
BalasHapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
--------------------------------_
TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
1998 : 35,8%
1999 : 40,4%
2000 : 36,1%
2001 : 42,5%
2002 : 44,9%
2003 : 45,9%
2004 : 45,1%
2005 : 43,8%
2006 : 41,5%
2007 : 41,1%
2008 : 41,3%
2009 : 51,1%
2010 : 52.4%
2011 : 51.8
2012 : 53.3
2013 : 54.7
2014 : 55.0
2015 : 55.1
2016 : 52.7
2017 : 51.9
2018 : 52.5
2019 : 52.4
2020 : 62.0
2021 : 63.3
2022 : 60.2
2023 : 64.3
2024 : 70.4
2025 : 70.5
-
SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
LAWAK....TERBURUK DIDUNIA.....HAHAHAHAH
BalasHapusIHSG Indonesia terkoreksi 8,69% pada awal Juni 2026, terburuk di dunia, dipicu aksi jual investor global dan pelemahan rupiah.
https://market.bisnis.com/read/20260607/7/1979027/rapor-merah-bursa-ri-koreksi-ihsg-juni-2026-paling-tajam-di-dunia
LAWAK....TERBURUK DIDUNIA.....HAHAHAHAH
BalasHapusIHSG Indonesia terkoreksi 8,69% pada awal Juni 2026, terburuk di dunia, dipicu aksi jual investor global dan pelemahan rupiah.
https://market.bisnis.com/read/20260607/7/1979027/rapor-merah-bursa-ri-koreksi-ihsg-juni-2026-paling-tajam-di-dunia
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
Hapus-
1998:
Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
-
1999:
Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
-
2002:
Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
-
2004:
Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
-
2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
-
2011:
Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
-
2015:
Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
-
2016:
Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
-
2019:
Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
-
2021:
Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
-
2022:
Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
-
2023:
Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
-
2024:
Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
-
2025:
Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
-
2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
----------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html
1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
BalasHapus-
FA-50M VERSI MURAH FA50PL✔️
LMS B2 VERSI MURAH BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL MURAH AH-6i✔️
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
INDIANESIA makin LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapus1. NGEMIS KE MALAYSIA minta KERJA
2. NGEMIS KE CHINA & BRITISH minta HUTANG
Malaysia Tanggapi Usulan Indonesia Soal Perluasan Tenaga Kerja di Bidang Keperawatan
https://suarapecari.com/kesehatan/sp-2026060435799/malaysia-tanggapi-usulan-indonesia-soal-perluasan-tenaga-kerja-di-bidang-keperawatan/
--------------------------------
Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris
https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html