28 November 2020

Sixth S-70i Black Hawk for Philippine Air Force Arrives

28 November 2020

Sixth S-70I Black Hawk arrived in Port of Manila (photo : MaxDefense)

The sixth Sikorsky S-70i Black Hawk Combat Utility Helicopter (CUH) ordered for the Philippine Air Force (PAF) has arrived transported by a cargo ship. A photo of said helicopter being transported from Port of Manila was posted by MaxDefense Philippines.

The first five S-70i Black Hawks were transported through an Antonov An-124 Ruslan which landed at Clark International Airport on November 9.

The Department of National Defense (DND) said earlier this month that “five out of the 16 Blackhawks are already in the country. The aircraft that flew in the helicopters could only accommodate five units and, as a result, a sixth was loaded on a ship which is expected to arrive in Manila next month.”

“The remaining 10 units are expected to be delivered within the first quarter of 2021,” it added.

The DND noted that the 16 helicopters, acquired from Polish company Polskie Zaklady Lotnicze Sp.z.o.o, were manufactured under license from Sikorsky USA and have a contract price of $241,461,699.39.

The project was carried out through a government-to-government transaction with Poland.

Arhanud 13/PBY Gelar Tradisi Penyambutan Strastreak

28 November 2020

Penyambutan alutsista arhanud Starstreak di Kodam I Bukit Barisan (all photos : Kodam I)

Batalyon Arhanud 13/PBY Gelar Tradisi Penyambutan Senjata Alutsista

Kodam I/BB | PEKANBARU – Batalyon Artileri Pertahanan Udara 13 / Parigha Bhuana Yudha (Batalyon Arhanud 13/PBY) menggelar acara tradisi penyambutan senjata Alutsista tercanggih dijajaran Arhanud. Rabu (25/11/2020).

Tradisi sakral ini dilaksanakan di Batalyon Arhanud 13/PBY yang disambut oleh seluruh prajurit Batalyon Arhanud 13/PBY, Drs. H. Syamsuar, M.Si. (Gubernur Riau), Bigjen. Pol. Drs.  Tabana Bangun, M.Si. (Wakapolda Riau), Kolonel Czi I Nyoman Parwata, S.E., M.Si (Kasrem 031/WB), Kolonel Inf Edi Budiman SIP,MIP (Dandim 0301 Kota Pekanbaru), DR H Firdaus, ST, MT (Wali Kota Pekanbaru), Andi Suharlis, SH. MH (Kepala Kejaksaan Negri Pekanbaru) beserta Forkopimda Riau.


Senjata Alutsista yang akan disambut yaitu jenis senjata Rudal Starstreak Arhanud meliputi satu unit kendaraan Commander Vehicle, empat unit kendaraan Alutsista MMR Rudal Starstreak, delapan unit Alutsista LML Rudal Starstreak, satu unit kendaraan Missile Vehicle, satu unit kendaraan Maintenance Vehicle, satu unit Radar CM 200.

Adapun acara yang dilaksanakan yaitu pemutusan pita oleh Kendaran Rudal Starstreak Arhanud, menuju penjagaan ksatrian Batalyon Arhanud 13/PBY, dan disambut oleh seluruh prajurit Batalyon Arhanud 13/PBY, dilanjutkan Tradisi tepung tawar penyiraman air Sungai Siak dan penaburan beras oleh Gubernur Riau, beserta Tamu undangan.


Dilanjutkan upacara penerimaan senjata Alutsista rudal Starstreak di Lapangan Mayon Arhanud 13/PBY oleh seluruh prajurit Batalyon Arhanud 13/PBY yang disaksikan langsung oleh Tamu Undangan, dan dilanjutkan dengan acara konvoi menggunakan senjata Alutsista Rudal Starstreak yang dikendarai oleh Driver Arhanud 13/PBY beserta Tamu Undangan yang bergerak dari Batalyon Arhanud 13/PBY menuju Bundaran Kantor Gubernur Riau dan berputar arah Kembali menuju Batalyon Arhanud 13/PBY.

Tradisi penyambutan senjata Alutsista Rudal Starstreak Arhanud ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Riau, yang mana disepanjang jalan banyak masyarakat yang menyambut kedatangan senjata Alutsista Rudal Starstreak Arhanud ini.

27 November 2020

KSAD Akui Butuh Tambahan Helikopter Serbu dan Helikopter Angkut

27 November 2020

Bell Boeing MV-22 Osprey (photo : USMC)

JawaPos.com – Demi menambah kekuatan, TNI AD sudah mengusulkan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebutkan instansinya telah menyetorkan daftar alutsista yang dibutuhkan oleh jajarannya. Termasuk di antaranya helikopter serbu atau serang dan helikopter angkut.

Di antara nama-nama yang diusulkan oleh TNI AD, ada Osprey. “Dan bukan hanya Osprey saja. Kami juga dalam (daftar alutsista) yang kami sempat usulkan adalah seperti AW juga, Black Hawk juga,” terang Andika. Alutsista yang disebut Andika bukan alutsista sebarangan. Semuanya berkelas dan diyakini bisa menambah kekuatan TNI AD. Namun demikian, TNI AD juga tidak akan memaksakan kehendak.

Sikorsky Blackhawk helicopter (photo : Wiki)

Mereka sadar betul pandemi virus korona masih menjadi fokus utama. TNI AD memahami dan memaklumi apabila pemerintah mendulukan kepentingan untuk memerangi virus korona. “Tapi, sekali lagi kami siap menerima keputusan apapun karena memang kita sedang berhadapan dengan pandemi,” ungkap Andika. Bicara kebutuhan pihaknya memang perlu memperbanyak helikopter serang dan helikopter angkut.

Tambahan heli Apache

Menurut Andika, kebutuhan itu tidak melulu berkaitan dengan kekuatan. Melainkan turut dipengaruhi karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Sehingga dibutuhkan lebih banyak helikopter. Sebab, dia mengakui jumlah helikopter yang ada saat ini masih belum ideal. “Heli angkut tadi, harusnya kami punya yang lebih besar. Heli serang misalnya Apache, kami harusnya punya yang lebih banyak tidak hanya delapan saja,” terang dia.

Leonardo AW101 (photo : Rich Pittman)

Saat ini, helikopter angkut yang dimiliki oleh TNI AD adalah MI-17. Meski kapasitas angkutnya sudah cukup besar, Andika menilai perlu ada helikopter angkut yang kapasitasnya lebih besar. “Ada yang lebih besar lagi yang kami perlukan,” jelasnya. Namun demikian, dia kembali menegaskan, TNI AD menyerahkan keputusan kepada pemerintah. Apapun yang didatangkan, mereka siap menerima dan menggunakan sebaik mungkin.

Selama ini, Andika menyebut, pihaknya juga sudah melakukan itu. “Dengan yang kami punya. Kami sudah berusaha memaksimalkan dengan menggunakan teknologi terbaru,” jelasnya. Karena itu, dia memuji para prajurit TNI AD yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik dengan alutsista yang mereka miliki saat ini. “Hari ini sebetulnya sudah jauh lebih baik dari pada (latihan) tahun-tahun sebelumnya,” tambah dia.

Singapore, India and Thailand Conclude Trilateral Maritime Exercise

27 November 2020

The Republic of Singapore Navy, Indian Navy and Royal Thai Navy conducting manoeuvring drills during SITMEX 2020 (photos : Sing Mindef)

The Republic of Singapore Navy (RSN), Indian Navy (IN) and the Royal Thai Navy (RTN) conducted the 2nd Singapore-India-Thailand Maritime Exercise (SITMEX) from 21 to 22 November 2020 in the Andaman Sea. The RSN participated with the Formidable-class frigate RSS Intrepid and the Endurance-class landing ship tank RSS Endeavour, the IN deployed the Kamorta-class corvette INS Kamorta and the Kora-class corvette INS Karmuk, and the RTN sent the Chao Phraya-class frigate HTMS Kraburi.

As the host for the exercise this year, the RSN led the conduct of the at-sea only exercise. The participating ships executed gunnery and small arms firings, manoeuvring drills, communications exercises, and naval warfare serials. This year's exercise was planned virtually due to COVID-19 restrictions, and there was no physical contact between personnel of the participating navies during the exercise.

Commander of the exercise task group and commanding officer of RSS Intrepid, Lieutenant Colonel Oh Zongbo, highlighted the importance of navies to continue to engage one another amidst COVID-19 challenges. He said, "SITMEX serves as a useful exercise for the three like-minded navies to enhance our inter-operability in maritime operations. The ability to execute and conduct these operations together is a testament to the long-standing ties and trust that we have established with one another."

The crew of RSS Intrepid and RSS Endeavour were isolated and tested negative for COVID-19 prior to deployment.

(Sing Mindef)

Kasau Resmikan Satrudal 111 Teluk Naga

27 November 2020

Peresmian Satuan Rudal 111 Teluk Naga (photo : TNI AU)

TNI AU. Cilangkap, Dispenau. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., menegaskan konstelasi geografis Indonesia berdampak pada lingkungan strategis baik nasional maupun regional menjadi lebih cepat dan unpredictable.

Oleh karena itu TNI AU harus meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kedaulatan NKRI, salah satunya melalui pengembangan unsur satuan peluru kendali pertahanan udara guna, mengeliminasi ancaman diudara yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Satuan peluru kendali pertahanan udara 111 dibangun sebagai pertahanan udara terhadap potensi serangan musuh khususnya di wilayah Ibukota Jakarta dan sekitarnya,” ujar Kasau sesaat setelah meresmikan Satuan Rudal (Satrudal) 111, Kamis (26/11/2020).

Kasau mengatakan, kehadiran Satrudal 111 adalah momentum kebangkitan kembali sistem pertahanan udara nasional, di mana era tahun 60 an, TNI AU menjadi dominan dan disegani dikawasan Asia pasifik.

Satrudal 111 Teluk Naga mengoperasikan rudal jarak menengah Nasams (photo : indonesian_airforce)

“Saya minta seluruh pihak yang terkait untuk beradaptasi dan menguasai keahlian yang dibutuhkan guna mengoperasikan Alutsista ini,” tegas Kasau.

Seiring diresmikannya Satrudal 111, dilantik pula Letkol Lek Eko Patra Teguh W, S.T., M. I.Pol. sebagai Komandan yang akan memimpin satuan tersebut.

Usai peresmian, Kasau didampingi Pangkohanudnas Marsda TNI Khairil Lubis, menandatangani prasasti, serta melaksanakan peninjauan fasilitas perkantoran Satrudal 111.

Hadir pada acara tersebut Duta besar Norwegia, para Asisten Kasau, Pangkohanudnas, Pangkoopsau 1, Pangkosekhanudnas 1, Kadiskonau, dan pejabat dilingkungan Kementrian Pertahanan.

TLDM will Procure Three AW139 Helos

27 November 2020

Leonardo AW139 maritime helicopter (photo : Wiki)

Enter The Navy’s New AW139HOM

The Royal Malaysian Navy (RMN) has created a dedicated Twitter handle for its new Maritime Operation Helicopter (Helikopter Operasi Maritim – HOM).

Three Leonardo AW139 HOM will be procured from Galaxy Aerospace which has already supplied similar helicopters to the Malaysian Fire and Rescue Department (commonly known as the BOMBA) with a pair of AW189 and the Royal Malaysian Police (RMP) with AW139.

The Navy’s AW139 will be based at Kota Kinabalu Naval Base along with a detachment of AgustaWestland Super Lynx Mk 300 naval helicopter and Boeing/In-Situ ScanEagle Tactical Unmanned Aerial Vehicle (TUAV).

(MFH)

2 Kapal LST Baru Siap Masuk Dinas TNI AL

27 November 2020

KRI Teluk Kendari 518 dan KRI Teluk Kupang 519 (photos : JPNN)

Hebat, 2 Kapal Perang Terbaru TNI AL Segera Beroperasi, Ini Spesifikasinya

jpnn.com, JAKARTA - Dua Kapal Perang terbaru TNI AL resmi sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (26/11). Kehadiran dua kapal perang terbaru buatan putra-putra terbaik bangsa Indonesia ini tidak sekadar memperkuat armada kapal perang, tetapi sekaligus menaikkan posisi TNI AL di mata di dunia yang makin disegani.

Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi melakukan peninjauan terhadap KRI Teluk Kendari 518 dan KRI Teluk Kupang 519 yang nantinya akan memperkuat armada TNI AL. Dinas Penerangan Kolinlamil dalam keterangan tertulis, Kamis (26/11) menyebutkan, 2 kapal perang jenis Angkut Tank (AT) ini dikerjakan oleh perusahaan galangan kapal PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (PT DKB).

Setelah menerima paparan tentang kesiapan 2 kapal perang terbaru dari pihak PT DKB Jakarta, KSAL Laksamana Yudo meninjau KRI Teluk Kendari 518 dan KRI Teluk Kupang. Pada kesempatan itu, Laksamana Yudo sekaligus menyaksikan latihan embarkasi Tank BMP 3 F Batalyon Tank Amfibi 1 Marinir (Yontankfib 1 Mar) di Base Plate Dermaga Kolinlamil.

Menurut KSAL, Pembangunan Kapal perang jenis angkut tank ini merupakan wujud kontribusi TNI Angkatan Laut dalam mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri, khususnya untuk melewati masa krisis resesi dunia dan kontraksi ekonomi Nasional akibat dari krisis global covid-19. “TNI AL menambah kekuatan armada kapal perangnya jenis angkut tank yang akan memperkuat Satuan Operasional. Kita berharap kehadiran kedua kapal ini akan meningkatkan performa tugas-tugas TNI Angkatan Laut,” kata KSAL.


Dari aspek desain dan konstruksi, KRI Teluk Kupang 519 dan KRI Teluk Kendari 518 mengacu pada desain yang sama dengan KRI Teluk Bintuni 520 yang sudah melaut lebih dulu yang berada dibawah kendali Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) 2 Surabaya dan merupakan satuan pelaksana Kolinlamil.

Sama seperti KRI Teluk Bintuni 520, kedua kapal perang baru ini terdiri dari 7 lantai yang letaknya secara berurutan dimulai dari bawah yakni deck A merupakan ruang untuk tangki dan ruang pasukan. Paling bawah yakni bottom deck yang menjadi ruang khusus mesin kapal dan deck B untuk pasukan. Lalu, deck C untuk kru kapal termasuk daerah tidur dan peralatan keseharian kru kapal. Deck D juga untuk kru kapal dan deck E untuk komandan dan para perwira. Kemudian, deck F untuk ruang komando. Terakhir, deck G alias top deck atau kompas deck dipakai untuk meletakkan dua radar utama.

Total kapal ini sanggup membawa 11 unit tank BMP 3 F. Selain itu, KRI ini sanggup membawa 2 unit helikopter, kapal ini dibekali satu helipad dengan kemudahan hangar. Kapal ini punya panjang 120 meter, lebar 18 meter, dengan tinggi 11 meter. Kecepatannya 16 knot dengan main engine 2×3285 KW yang ditenagai dua mesin. Sementara untuk persenjataan, hanya diproyeksikan untuk self defence.

Kapal ini mengandalkan meriam Bofors kaliber 40/L70 mm yang ditempatkan pada bagian haluan. Kemudian ada kanon PSU kaliber 20 mm, serta dua unit SMB (senapan mesin berat) kaliber 12,7 mm. Dalam operasi tempur, LST harus menerima kawalan dari Satuan Kapal Eskorta atau Satuan Kapal Cepat. KRI jenis AT ini sanggup dimuati 113 ABK (anak buah kapal), enam orang kru helikopter, dan pasukan sebanyak 361 orang.