28 Desember 2020
Pesawat N219 Kantongi Sertifikasi Kemenhub, Siap Diproduksi di 2021
Thai Army Prepares to Procure Additional M361 ATMMs
Vietnam's Top Arsenal Revealed in Television
Pindad dan Solar Group Teken Memorandum Multi-mode Hand Grenades (MMHG)
28 Desember 2020
Produk granat tangan multi-mode (photos : Indian Express)Pindad Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Indian Solar Group Mengenai Produk Pertahanan
Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose dan Direktur Executive Economic Explosives Limited, AK Jain (anak perusahaan Solar Industries India Limited, perusahaan bahan peledak dan aksesoris terbesar di India serta produsen produk-produk Pertahanan), menandatangani Nota Kesepahaman (NK) di bidang produk Pertahanan yang disebut granat tangan multi-mode. Penandatanganan NK dilakukan secara daring melalui video conference dari Jakarta, Indonesia dan Nagpur, India.
Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Chairman Solar Industries India Limited, Satyanarayan Nandlal Nuwal, Managing Director & CEO, Manish Nuwal, Direktur Bisnis Produk Industrial PT Pindad (Persero), Heri Heriswan, Direktur Strategi Bisnis PT Pindad (Persero), Rizka Putranto dan GM Mining Services, Tatang Sugiana.
Abraham Mose menyambut baik kerja sama di bidang produk pertahanan dan berharap bisa segera diimplementasikan.
“Hari ini kita akan tandatangani kesepakatan, penandatanganan kerjasama antara Pindad dan India, MoU Granat Tangan. Penting untuk menandatangani MoU ini, kami berharap dapat segera mewujudkannya karena ini sangat diperlukan untuk menjalankan bisnis kita,” kata Abraham.
SN Nuwal mengapresiasi langkah cepat Pindad dalam mewujudkan kerja sama meski ditengah pandemi Covid-19.
“Akhirnya kita bisa merealisasikan kesepakatan dan menandatangani kesepakatan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19. Penandatanganan ini merupakan batu loncatan sebagai langkah awal untuk membuka hubungan yang baik bagi kedua perusahaan. Semoga ini membuka terjalinnya hubungan baik. Pindad dan Solar punya banyak kesamaan ide terkait pemahaman dalam berbisnis ke depan, ”ujar SN Nuwal.
“Indonesia dan India memiliki hubungan baik yang sudah terjalin sejak lama, semoga kedepannya banyak peluang yang datang seiring dengan kemajuan hubungan ini,” ujar Manish Nuwal.
Semoga dengan penandatanganan MoU ini, Pindad dan mitra strategisnya, Solar Group dapat menjalin kerjasama yang baik dan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
(Pindad)
27 Desember 2020
Kikav 1/ESC Kostrad Terima kunjungan Kerja Danpussenkav Kodiklat TNI-AD
27 Desember 2020
Kompi kavaleri 1/Elang Setia Cakti (all photos : Kikav 1)Kompi Kavaleri 1/Elang Setia Cakti Divif 1 Kostrad Menerima kunjungan Kerja Danpussenkav Wawan Ruswandi S.I.P., M.Si. Dan didampingi Ir pussenkav Brigjen TNI Ghoib Pujantoro dan Dirsen Pussenkav Brigjen TNI Tatang Budiman beserta pejabat pussenkav lainnya.
Dalam kunjungan kerja Danpussenkav di sambut oleh Komandan Batalyon Kavaleri 1 Letkol Kav Yudhi Prasetyo P dan Komandan Kompi Kavaleri Kapten Kav Bayu Trismahandi dengan pengalungan Bunga kepada Danpussenkav.
Sesampainya di Mayonkav 1 Danpussenkav menerima laporan Paparan dari Komandan Kompi Kavaleri 1 tentang situasi dan kondisi satuan Kikav 1. Setelah menerima paparan dari Dankikav 1, Danpussenkav langsung memberikan pengarahan kepada prajurit-prajurit Yonkav 1 dan Kikav 1 dengan berpesan "Rawat dan peliharalah Alutsista disatuan dan tetap menjadi kebanggaan Kavaleri". Setelah selesai pengarahan, Danpussenkav langsung mengecek alutsista, Garasi, dan Kantor Kikav 1.
Danpussenkav juga menekankan kepada prajurit Kikav 1 dan Yonkav 1 supaya selalu memiliki jiwa PRIMA (Profesional, Responsif, Integritas, Modern dan Adaptif).
Kompi Kavaleri 1/Elang Cetia Cakti (atau Kikav 1/ESC) merupakan satuan militer dari kecabangan kavaleri organik Divisi Infanteri 1/Kostrad yang bermarkas di Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.
(Kikav 1)
Mengenal Radar Shikra dan Dua Rudal Milik Arhanud TNI AD
27 Desember 2020
Radar CM-200 Shikra milik Arhanud TNI AD, yang mampu mendeteksi sasaran udara sejauh 250 kilometer ditampilkan pada HUT ke-74 TNI (photo: TNI AD)
JAKARTA, iNews.id - Upacara peringatan HUT ke-74 TNI yang baru lalu, menjadi ajang unjuk gigi kekuatan tempur Indonesia. Tiga matra, angkatan darat, laut dan udara, memperkenalkan persenjataannya.
Komandan Batalyon (Danyon) Arhanud 15/DBY Letkol Arh Muhammad Ufiz mengatakan, pada HUT TNI kali ini, Arhanud TNI AD menampilkan alutsista modern bernama Shikra. Radar tersebut mampu mendeteksi sasaran udara sejauh 250 kilometer (km).
"Alutsista modern dengan dilengkapi perangkat Electronic Counter-Countermeasures (ECCM), menjadikannya aman dari serangan Pernika, serta memiliki kemampuan mendeteksi 200 sasaran secara bersamaan," katanya, Sabtu (5/10/2019).
Ufiz menjelaskan, Arhanud TNI AD juga menampilkan tiga unit rudal Multi Mission System (MMS) dan tiga unit rudal Lightweight Multiple Laincer (LML). Masing-masing rudal diawaki tiga orang. Untuk radar Startrek diawaki dua orang, serta pendukungnya 15 personel, sehingga keseluruhan 23 orang.
Startstreak Lighweight Multiple Launcher (LML) (photo : TNI AD)Untuk dua jenis Rudal LML dan MMS, dia memaparkan, mampu mengatasi ancaman udara, baik pesawat udara maupun sasaran lainnya seperti UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Memiliki berat ideal dan dapat dibawa ke manapun, menjadikan Rudal LML dapat digelar di berbagai bentuk medan.
Dengan waktu kurang dua menit, Ufiz mengungkapkan, rudal ini siap digunakan untuk tempur. Selain itu, dengan mencari pemancar gelombang elektromagnetik sebagai sasaran, menjadikan rudal ini sulit dideteksi lawan.
"Jarak tembak efektif pada misil ini sekitar 7,2 km, dengan kecepatan 3,5 Mach setara dengan kecepatan 4.321,8/jam, dengan ketinggian 4,6 km, dapat juga digunakan pada misil darat-udara atau darat-darat," tutur alumni Akmil 2001 ini.
Berbeda dari Rudal MMS, rudal ini ditempatkan menjadi satu pada kendaraan, menjadikannya memiliki mobilitas yang tinggi. Rudal ini juga memiliki multi missile turret yang memungkinkan penggunaan misil untuk melakukan penyerangan terhadap berbagai bentuk sasaran udara dengan waktu yang cepat.
Starstreak Rapid Ranger/Multi Mission System (MMS) (photo : TNI AD)"Dilengkapi Infra Red Camera, rudal ini pun sulit dilacak atau dihancurkan oleh rudal pencari emisi gelombang elektromagnetik. Jarak deteksi sasaran secara pasif dengan menggunakan Thermal Infrared sampai dengan 15 km," ujar Ufiz.
"Dengan kecepatan 3,5 Mach (4321,8 km/jam), ketinggian 5 km, jarak tembak 7,2 km, dan waktu reaksi dalam penyerangan kurang dari 5 detik kepada sasaran, menjadikan rudal ini memiliki Kill Probability mencapai 95 persen, yang artinya 1 shot 1 Kill Aircraft," tuturnya tambahnya.
Ufiz berharap, dengan keterlibatan alutsista yang dimiliki Yon Arhanud 15 menjadikan masyarakat mengenali berbagai jenis Alutsista satuan Arhanud TNI AD.
"Ini juga sebagai ajang Show of Force kepada dunia Internasional bahwa Militer Indonesia juga memiliki kesenjataan pertahanan udara yang canggih, yang setara dengan negara-negara maju lainnya seperti Inggris dan Perancis," katanya.
(INews)
Kikav 2/JRTR Adakan Latihan Menembak Senjata Berat
27 Desember 2020
Pada latihan kali ini turut hadir tank AMX 13 kanon dan APC (all photos : Kikav 2)Latihan Menembak Senjata Berat Kendaraan Tempur Kompi Kavaleri 2/JRTR TA. 2020 yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Ambal Kebumen telah dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar sesuai rencana.
Para Prajurit berhasil menghancurkan seluruh sasaran tembak yang dipasang di medan latihan. Hasil Latihan ini menunjukan bahwa para Prajurit Kompi Kavaleri 2/JRTR telah siap untuk melaksanakan tahapan selanjutnya yakni Uji Siap Tempur tingkat Pleton.
Kompi Kavaleri 2/Jayeng Rata Toh Raga (atau Kikav 2/JRTR) adalah satuan kavaleri organik Kodam IV/Diponegoro yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pertempuran darat yang bersifat mobil dan berkendaraan tempur panser guna mendukung tugas pokok Kodam IV/Diponegoro.
Tugas Kikav dititik beratkan pada operasi pengintaian serta pelaksanaan pengamanan objek vital dan pengamanan VIP/VVIP di seluruh wilayah Kodam IV/Diponegoro. Markas satuan ini berada di Demakijo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam laman instagram-nya alutsista Kikav 2/JRTR terdiri dari panser Panhard VBL 4x4, Anoa APC 6x6, Tarantula kanon 6x6, Saladin kanon 6x6 dan Saracen APC 6x6.


























