27 Juli 2022

Pangdivif 2 Kostrad Tinjau Latbakjatrat Yonkav 8 Kostrad

27 Juli 2022

Latihan menembak senjata berat Yonkav 8 dengan menggunakan MBT Leopard 2 (all photos : Divif2)

Pendiv2 – Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Syafrial, PSC., M.Tr.(Han)., didampingi para Asisten Kasdivif 2 Kostrad meninjau jalannya latihan satuan Yonkav 8/NSW/2 Kostrad Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat)  menggunakan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Tank Leopard yang bertempat di Puslatpur Marinir Situbondo (PLP Marinir). Senin (25/07).

Latihan menembak senjata berat ini merupakan salah satu rangkaian latihan yang dilaksanakan secara terus menerus untuk mengasah kemampuan dan keterampilan para prajurit Narasinga Wiratama dalam mengoperasionalkan alutsista yang dimilikinya.


Didampingi Komandan Batalyon Mayor Kav I Ketut Artha Negara, S.H. Pangdivif 2 Kostrad beserta rombongan mengikuti jalannya latihan tahap demi tahap. Selain itu, pada kesempatan ini, Pangdivif 2 Kostrad juga berkesempatan untuk mengoperasionalkan dan melepaskan tembakan alutsista yang dimiliki satuan Yonkav 8/NSW/2 Kostrad.

Selesai latihan, Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan kepada seluruh personel latihan “Kemampuan setiap prajurit harus terus ditingkatkan untuk mendukung tugas pokok TNI AD, dalam keadaan apapun juga harus tetap memperkuat keimanan dan ketaqwaan karena setiap kegiatan latihan harus di iringi dengan Doa” ujarnya.


Lanjutnya “Untuk menghadapi latihan dalam skala yang lebih besar, satuan ini harus selalu menjaga kemampuan teknis. Jika hal-hal teknis sudah mahir, maka profesionalitas prajurit Narasinga Wiratama pastinya dapat mendukung tugas pokok TNI AD sebagai benteng terakhir NKRI” tutur Jenderal bintang dua tersebut kepada para prajurit yang mengikuti latihan.

Dalam pelaksanaan latihan menembak senjata berat ini sudah sesuai prosedur serta selalu memperhatikan faktor keamanan baik personel maupun materil, terbukti selama kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Akhir kegiatan, Pangdivif 2 Kostrad mendapatkan Brivet Kehormatan yang diberikan oleh satuan Narasinga Wiratama.

RTAF Ajukan Banding atas Veto Anggaran F-35A

27 Juli 2022
Pesawat tempur F-35A (photo : Lockheed Martin)

Angkatan Udara Kerajaan Thailand kemarin mengajukan banding atas keputusan sub-komite Parlemen untuk mengecualikan rencananya untuk membeli dua jet tempur F-35A dari AS dengan biaya 7,4 miliar baht dari anggaran fiskal pemerintah 2023.

Sub-komite Parlemen yang memeriksa usulan pembelian jet tempur oleh angkatan udara, yang merupakan bagian dari RUU anggaran 2023 yang sedang diperiksa, pada hari Senin memutuskan untuk mengecualikan rencana pengadaan jet karena dua alasan utama, kata Yuttapong Charasathien, dari partai Pheu Thai untuk Maha Sarakham dalam kapasitasnya sebagai wakil ketua sub-komite.

Yang pertama adalah kurangnya informasi mengenai apakah Kongres AS benar-benar akan menjual jet tersebut.

Yang kedua adalah bahwa pembelian tidak mendesak untuk saat ini karena negara membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk mendanai pekerjaan untuk menghidupkan kembali ekonomi setelah pandemi, katanya.

Banding tersebut selanjutnya akan diteruskan ke Pansus Parlemen yang mengkaji rencana pengadaan tersebut, katanya. Hanya sekitar 700 juta baht dalam anggaran yang akan dibutuhkan pada tahun fiskal 2023, sedangkan sisanya akan dibawa ke tahun-tahun berikutnya hingga fiskal 2026, katanya.

See full article Bangkok Post

Depohar 40 Serahkan Kembali Simulator Rudal QW3

27 Juli 2022

Penyerahan simulator rudal QW-3 TNI AU (photo : Depohar 40)

Komandan Depo Pemeliharaan 40 Kolonel Lek Jauhari, S.T., M. I.Pol, melaksanakan penyerahan hasil produksi pemeliharaan tingkat berat peralatan simulator berupa 1 Unit Simulator Rudal QW3 kepada Komandan Pusdiklat Pasgat Kolonel Pas Solihin, S. I. P. bertempat di Gedung Simulator Rudal QW3 Satuan Pendidikan Pertahanan Udara (Satdik Hanud) Pusdiklat Pasgat, Lanud Sulaiman, Bandung (25/7/2022).

Adapun Simulator Rudal QW3 yang diserahkan oleh Komandan Depo Pemeliharaan 40 merupakan Simulator Rudal yang difungsikan sebagai alat penunjang pembelajaran calon petembak rudal QW3 dalam proses belajar pembidikan target pesawat sebelum calon petembak melaksanakan penembakan yang sesungguhnya.

Sebelumnya Simulator Rudal QW3 mengalami kerusakan yang cukup berat sehingga peralatan tersebut diserahkan kepada Depo Pemeliharaan 40 untuk dilaksanakan perbaikan tingkat berat oleh satuan pelaksana yakni Satuan Pemeliharaan 43, dimana Sathar 43 merupakan Sathar yang bertugas melaksanakan perbaikan/pemeliharaan tingkat sedang/berat dan produksi terbatas peralatan simulator TNI Angkatan Udara. 

Dengan keberhasilan Satuan Pemeliharaan 43 Depo Pemeliharaan 40 dalam melaksanakan perbaikan/pemeliharaan tingkat berat peralatan Simulator Rudal QW3 menjadi sangat penting karena kendala yang dihadapi cukuplah berat, dimana terbatasnya sumber technical manual dan wiring diagram. Simulator Rudal QW3 mengalami kendala pada Sistem penembakan dan sistem penguncian target. Selain itu keterbatasan baterai yang hanya digunakan dalam waktu yang sangat singkat menjadi kendala lainnya. Dengan keterbatasan tersebut Sathar 43 berhasil membuat inovasi berupa baterai tester yang berfungsi memudahkan dalam melaksanakan perbaikan Simulator Rudal QW3 sehingga teknisi tidak memerlukan baterai secara langsung namun baterai digantikan menggunakan hasil inovasi Sathar 43.

US Approved $630M Sale for Munition of Singapore F-15SG Training in Arizona

27 Juli 2022

F-15SG fighter aircarft (photo : USAF)

WASHINGTON - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to the Government of Singapore of F-15SG Munitions, Follow-On Training and Sustainment, and related equipment for an estimated cost of $630 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale today.

The Government of Singapore has requested to buy ninety (90) MXU-651 Air Foil Groups (AFGs) for 2000LB Paveway II (PWII), GBU 10; ninety (90) MAU-169 or MAU-209 Computer Control Groups (CCGs) for 2000LB PWII, GBU-10; one hundred forty (140) MXU-650 AFGs for 500LB PW-II, GBU-12; one hundred forty (140) MAU-169 or MAU-209 CCGs for 500LB PWII, GBU 12; twenty (20) Joint Direct Attack Munition (JDAM) KMU-556 tail kits for GBU 31; twenty two (22) JDAM KMU-572 tail kits for Laser JDAM, GBU-54; two hundred (200) FMU-152 fuzes; fifty (50) MK-84 2000LB General Purpose (GP) bombs; fifty (50) MK-82 500LB GP bombs; and six hundred twenty-five (625) Mk-82 500LB inert bombs. Also included are DSU-38 and -40 Precision Laser Guidance Sets (PLGS) for Laser JDAM, GBU-54; KGV-135A cryptographic devices; impulse cartridges, chaff, and flares; training rounds and practice bombs; classified and unclassified software delivery and support; classified and unclassified publications and technical documentation; integration support and test equipment; aircraft and munitions support and support equipment; telemetry kits; military exercise participation and support; transportation, airlift, and aircraft ferry support; jet fuel; aerial refueling support; personnel training, and training equipment and maintenance; medical and other exercise- and training-related services and support; personnel clothing and equipment; facilities and construction support; and U.S. Government and contractor engineering, technical, maintenance, and logistics support services, as well as other related elements of logistical and program support. The total estimated program cost is $630 million.

This proposed sale will support the foreign policy and national security objectives of the United States by improving the security of a strategic partner that is an important force for political stability and economic progress in Asia.

The proposed sale will enable the Singapore Air Force to continue its flight training program to develop mission-ready and experienced pilots to safely and effectively fly its F-15 aircraft, as part of the Peace Carvin V Detachment Training Program. The well-established pilot proficiency training program at Mountain Home Air Force Base will support professional interaction and enhance operational interoperability with U.S. Forces. Singapore will have no difficulty absorbing this equipment and support into its armed forces.

This proposed sale will not alter the basic military balance in the region.

26 Juli 2022

DAHANA Gelar Soft Launching Loitering Munition Bernama Rajata

26 Juli 2022

Dahana Rajata Loitering Munition (all photos : Dahana)

PT DAHANA merilis inovasi terbarunya di bidang militer dengan meluncurkan Loitering Munition bernama Rajata. Acara soft launching yang dihadiri oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, serta Pusat Kesenjataan Infanteri TNI AD  itu diselenggarakan di Kantor Pussenif AD, Cipatat, Bandung, Jum’at, 22 Juli 2022.

Direktur Teknologi dan Pengembangan DAHANA, Suhendra Yusuf RPN menyampaikan, Rajata merupakan senjata penghancur berteknologi tinggi yang dapat digunakan untuk menghancurkan sasaran secara otomatis tanpa dikendalikan. Teknologi ini merupakan hal baru dan pertama yang diproduksi di Asia Tenggara.


“Teknologi Rajata memungkinkan personel yang menggunakannya dapat menghancurkan target tanpa diketahui musuh, Rajata dapat menjadi salah satu alternatif  solusi penggunaan rudal karena nilainya yang lebih ekonomis, serta memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan roket,” ujar Suhendra.

Loitering Munition dikenal juga sebagai pesawat tanpa awak untuk melakukan misi self destroyer dengan sistem loiter (berkeliling) di area sasaran untuk mencari target sebelum menyerang. Senjata ini biasanya digunakan untuk menyerang target-target yang memerlukan respon cepat ketika terdeteksi.

Suhendra juga mengklaim, dengan segenap kemampuannya, Rajata berpotensi untuk digunakan di seluruh matra pertahanan TNI, seperti penggunaan oleh pleton matra darat di setiap perbatasan Indonesia, pada kapal laut milik TNI AL, ataupun pada pesawat TNI AU sebagai senjata.


Rajata nantinya akan bersaing dengan Loitering Munition lain, seperti Kalashnikov milik Rusia, Warmate Polandia, Switchblade Amerika, dan Hero-30 Israel. Nama Rajata sendiri diambil dari bahasa Sanskerta yang bermakna penghancur, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh Loitering Munition ini.

“Kami berharap, teknologi ini turut bersumbangsih menciptakan kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) serta Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Negara Republik Indonesia, dan memperkuat sistem pertahanan nasional. DAHANA berkomitmen untuk Serving the Nation Better, untuk Kemajuan Indonesia,” ujar Suhendra.

Lanjutnya lagi, ke depan Dahana juga membuka peluang untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Rajata. Baik itu sesama Industri Pertahanan, maupun dengan pihak lain. Dahana akan concern untuk membangun Konsep Triple Helix dalam mengembangkan Rajata.


“Kami juga melihat potensi pasar yang cukup besar di Asia Tenggara dan Asia pada umumnya. Sehingga jika Rajata Loitering Munition juga nantinya akan berorientasi bisnis pada masa mendatang. Jika saatnya sudah mampu diproduksi secara masal (industri),” pungkas Suhendra.

DAHANA merupakan anggota holding BUMN Industri Pertahanan, DEFEND ID. Berbagai macam produk bahan peledak militer berhasil diciptakan oleh Energetic Material Center perusahaan, seperti Bomb P Series, Roket Pertahanan, Senjata Lawan Tank, dan beberapa produk berenergi tinggi lainnya.

Germany to Deploy Eurofighter Detachment to Singapore and Australia

26 Juli 2022

Eurofighters of German Air Force (photo : Bundeswehr)

On August 15, the German Air Force will deploy to the Indo-Pacific region with a group of several aircraft, thus demonstrating its operational readiness: six Eurofighters, four A400M and three A330 MRTTMulti role tanker transport (Multi Role Tanker Transport) are tasked with reaching Singapore in just 24 hours. For this occasion, a single Typhoon (31+11) received a new stunning special paint scheme.

With the subsequent deployment to Australia and participation in two international exercises there, the Air Force is testing its interoperability with Allies inside and outside NATO in the Indo-Pacific. During the Pitch Black air combat exercise, the Eurofighters will practice air attacks and defence in larger formations with their international partners. The Eurofighters will be deployed in the air-to-air and air-to-ground roles. In the multinational naval combat exercise Kakadu, the partners also protect ships from the air. Around 250 Air Force soldiers are involved. 


Before moving back to Germany, the participating units practice together with the Singapore Air Force and visit allies in Japan and South Korea. The two short visits by German sub-fleets to Japan and South Korea also serve to deepen relations with the value partners there. The first step towards more German military presence in the Indo-Pacific region was the deployment of the frigate "Bayern". From August 2021 to February 2022, the German Navy ship was in the sea area between the Horn of Africa, Australia and Japan. 

With Rapid Pacific and participation in the two exercises, the Bundeswehr is now demonstrating once again with the Air Force its ability to form an alliance in the Indo-Pacific and its operational readiness: Because the Air Force cooperates with value partners worldwide and at the same time is active in the increased air policing of the Baltic States in the defence of the country and the alliance.

Flight route of Eurofighter Typhoon (image : Bundeswehr)

Six Eurofighters from Tactical Air Force Wing 74 in Neuburg an der Donau, four A400Ms from Air Transport Wing 62 in Wunstorf and three A330 MRTTsMulti role tanker transport of the multinational air transport association Multi Role Tanker Transport Unit in Eindhoven are relocating from Germany to the Indo-Pacific for the first time. The self-imposed goal: arrival within 24 hours.

From Germany, the route goes via Italy, Greece, Israel and Jordan to Abu Dhabi in the United Arab Emirates. There the pilots change. The second part of the transfer is via the Gulf of Oman, India, the Bay of Bengal to Singapore. The aircraft will then be transferred to Darwin, where the Air Force will take part in two international exercises in the weeks that follow.

Statement by the Minister of Defence Christine Lambrecht:

"With the first deployment of the Air Force from Eurofighters, A400M and tankers to the Indo-Pacific region starting in August, we are showing that we also think security beyond Europe."

KRI Halasan 630 Latihan Penembakan Decoy

26 Juli 2022

Latihan penembakan decoy (all photos : KRI Halasan)

KRI Halasan-630 di sela-sela melaksanakan tugas patroli Operasi Malaka Sagara-21, KRI Halasan-630 melaksanakan Latihan Peperangan Anti Udara (PAU) dan “drill” pengoperasian Terma C-Guard Decoy Launcher System.


Guna mempertahankan kemampuan ECCM (Electronic Counter-Counter Measure) yg dimiliki, yaitu kemampuan pertahanan “soft-kill” untuk menangkis ancaman serangan Rudal Anti-Kapal Permukaan yang menggunakan sistem kendali berpemandu “Infra-red Homing” maupun sistem kendali “Radar Homing”.


KRI Halasan (630) adalah sebuah kapal cepat rudal kelas-Sampari dari Angkatan Laut Indonesia. Dibangun oleh PT PAL, kapal tersebut adalah kapal ketiga dalam kelasnya dan dipakai untuk berpatroli di perairan sekitaran Kepulauan Natuna dan Selat Malaka.


Berdasarkan keterangan Terma, C-Guard menawarkan perlindungan penuh terhadap ancaman di atas dan di bawah air. C-Guard mendukung decoy generasi terbaru termasuk desain berbasis sub-munisi. C-Guard juga mendukung generasi terbaru dari decoy Anti-Torpedo, sangat meningkatkan pertarungan melawan torpedo modern.