22 Februari 2023

Kasau Terima Pesawat C-130J-30 Super Hercules dari Lockheed Martin

22 Februari 2023

Pesawat Super Hercules C-130J A-1339 TNI AU (photo : TNI AU, Lockheed Martin)

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., menerima Pesawat C-130J-30 Super Hercules A-1339 dari Lockheed Martin di Marietta, Georgia, Amerika Serikat, Selasa, (21/2/2023).


Secara resmi Pesawat C-130J diserahkan oleh Vice Presiden (VP) and General Manager for Lockheed Martin’s Air Mobility and Maritime Missions Organization Mr. Rod McLean kepada Kasau dalam upacara penyerahan secara resmi Pesawat C-130 J.

Acara serah terima Pesawat C-130 J disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Rosan Roslani dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) Marsdya TNI Donny Ermawan.


Pesawat Hercules C-130J A-1339 ini akan berangkat dari Amerika Serikat pada tanggal 28 Februari 2023 dan diperkirakan tiba di Indonesia pada tanggal 6 Maret 2023. Pada penerbangan tersebut akan disertai tiga awak personel TNI AU.

Selanjutnya Pesawat Hercules C-130J A-1339 ini akan memperkuat Skadron Udara 31 Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Royal Thai Air Force Completes Phase 1 and Phase 2 of F-5TH Super Tigris Fighter Upgrades

22 Februari 2023

Royal Thai Air Force (RTAF) held closing ceremony of modernized F-5TH Super Tigris first phase and second phase at Wing 21 Ubon Ratchathani on 16 February 2023. 14 of Northrop F-5E and F-5F of 211st Squadron, Wing 21 have been modernized to F-5E/F TH Super Tigris standard by Israeli firm Elbit Systems LTD. and domestic aerospace firm Thai Aviation Industries (TAI) and RV Connex (all photos : RTAF)

Closing Ceremony of the Fighter Aircraft Capability Improvement Project F-5E/F TH Super Tigris Phase 1 and Phase 2 on February 16, 2023 at Squadron 211, Wing 21, Ubon Ratchathani, is a sign that the Royal Thai Air Force (RTAF) received the F-5E/F TH that has been fully modernized. 14 machines already The F-5E TH single-seat fighter aircraft, number 21112, and the two-seat F-5F TH fighter aircraft, number 21104 displayed at the ceremony were probably the last two unit finished upgraded.

The F-5TH Super Tigris fighter aircraft capability improvement project has been started since 2018, which is the third modernization of the Northrop F-5E/F Tiger II fighter aircraft that has been in service with the Royal Thai Air Force since 1978.

It was implemented by Elbit Systems Israel and Thai Aviation Industries (TAI: Thai Aviation Industries) and Thai RV Connex under a ten-year purchase and development (P&D) policy to promote the development of the aviation industry of Thailand.


The F-5TH Super Tigris capability improvement program includes a number of performance enhancements and higher capabilities. The new weapon system is the Diehl IRIS-T short-range air-to-air missile from Germany, which works in conjunction with the helmet-mounted Elbit systems DASH IV display.

As well as Elbit Systems LIZARD 3 laser guided bombs, which can be seen from the closing ceremony of the 1st and 2nd phases of this project that F-5E TH 21112 and F-5F TH 21104 on display is equipped with IRIS-T air-to-air missiles on the wingtips and LIZARD 3 guided bombs on the underwings.

However, because the Royal Thai Air Force lost F-5F No. 21105, which was the first two-seat version to be upgraded to the F-5TH Super Tigris standard, in a flying bird accident during an operational competition Tactical Air on December 3, 2021, that is make 211 squadron there are only two fighter jets left, the F-5F two-seat version, number 21106, which has been updated to the F-5F TH Super Tigris, and number 21104, which has also been updated at this latest ceremony.
 

F-5E/F Capability Improvement Project Phase 3 with documents announced by the Directorate of Operations, Royal Thai Air Force on 21 September 2022 with the winner being Martin Baker Aircraft, UK.

For the purchase of 15 pilot ejection seats, the Martin-Baker Mk.16 model is a change from the document announced on November 29, 2021 for the purchase of 17 pilot ejection seats, amount 251,846,382. .25 baht or 5,614,290 British Pound ($7,429,103).

Makes it quite clear that from the location of the improvement project F-5E/F TH 14 machines, there are only 13 machines that have been actually improved, according to the purchase of a Martin-ejection seat Martin Baker Mk.16, 15 units, divided into 4 units mounted on 2 F-5F TH and 11 units mounted on 11 F-5E TH.

The improvement in capability will allow the Royal Thai Air Force to continue to operate the F-5E/F TH fighter aircraft for about year 2029-2032, which is the time when there should be a new fighter aircraft to replace it.

(AAG)

21 Februari 2023

Tiga Depohar di Madiun Dikunjungi Dankoharmatau

21 Februari 2023

Kunjungan Dankoharmatau ke Depohar 20 (avionik), Depohar 60 (rudal), Depohar 80 (engine) (all photos : Koharmatau)

TNI AU.  Komandan Koharmatau Marsda TNI Bambang Triono, M.Tr. (Han)., dan Ketua PIA Ardhya Garini Gabungan III Koharmatau Ny. Yuyun Bambang Triono didampingi para pejabat Koharmatau dan pengurus PIA Ardhya Garini Gabungan III Koharmatau kembali melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) yang kali ini dilaksanakan di Lanud Iswahjudi Madiun selama dua hari mulai dari hari rabu kemarin (15/2/2023) sampai dengan hari ini. Kamis, (16/2/2023).


Kunker ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus bertatap muka guna memperoleh informasi dan masukan mengenai hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dan solusi tentang berbagai permasalahan yang dihadapi.
 

Dankoharmatau Marsda TNI Bambang Triono menyampaikan kunjungan kerja ini saya nila sangat penting, meski sangat singkat, namun diharapkan dapat diperoleh beberapa manfaat yang muaranya adalah suksesnya pelaksanaan tugas Koharmatau dan jajaran. Marsda Bambang Triono juga menyampaikan ucapan terima kasih dan bangga kepada segenap personel Depohar 20, 60 dan 80 yang telah bekerja keras dan memberikan pengabdian terbaik dalam melaksanakan tugasnya.


Adapun rangkaian kegiatan Dankoharmatau di Madiun, disamping memberikan pengarahan kepada personel Depohar 20, 60 dan 80 Dankoharmatau memulai kunjungan kerjanya dihari pertama dengan mengunjungi Depohar 20 dan disambut langsung oleh Dandepohar 20 Kolonel Lek Agus Himawan, M.Sc., kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon dan panen lahan hasil gambas diteruskan dengan paparan Komando oleh Dandepohar 20 dan peninjauan satuan dibawah jajaran Depohar 20 yakni Sathar 21, 22, dan 24.


Selesai kunker ke Depohar 20 Dankoharmatau beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke Depohar 80 disambut langsung Dandepohar 80 Kolonel Tek Wahyu Adji Susanto, Dankoharmatau menerima paparan Komando oleh Dandepohar 80 diteruskan panen tanaman singkong pemanfaatan lahan yang ada disekitar Depohar 80 dan peresmian pendopo “Nayaka Nagara” kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan kepada CV Latu Murni yang telah membantu tanpa pamrih tugas-tugas yang diemban Depohar 80, salah satunya kontribusi dalam pemeliharaan engine pesawat tempur di Depohar 80.


Pada hari kedua kunjungan kerjanya di Madiun, Dankoharmatau beserta rombongan mengunjungi Depohar 60 disambut langsung Kolonel Tek Waras Didik S., M.Si. (Han), melaksanakan penanaman pohon durian bawor dan musang dilanjutkan pemanenan ikan kegiatan diteruskan dengan menerima paparan Komando oleh Dandepohar 80 dan peninjauan satuan dibawah jajaran Depohar 60 yakni Sathar 61, 62, 63, 64 dan 65. Kunker ditutup dengan ceramah psikologi disampaikan oleh Tim psikologi yang dipimpin oleh Hidayati Nurokhmah, S.Psi Dirut dari I know you center Jakarta.

LCS Perlu Jalani Pengujian 24 Bulan Sebelum Dibenar Operasi

21 Februari 2023

Kapal Littoral Combat Ship TLDM di Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd (photo : Warta Rakyat)

Walau Siap 2024, Kapal LCS Pertama Perlu 22-24 Bulan Lagi Penilaian Lanjut

(DSA) –- Walaupun kapal Littoral Combat Ship (LCS) pertama milik Tentera Laut Diraja Malaysia dijadual siap pada tahun depan, tetapi ia memerlukan kira-kira dua tahun untuk kerja-kerja penilaian lanjut sebelum kapal perang termoden negara itu ditauliahkan ke dalam TLDM, kata Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamad Hasan.

Maka paling awal kapal LCS pertama itu menjadi milik TLDM secara rasmi adalah pada tahun 2027.

Menteri Pertahanan sebagaimana ketika menjawab soalan tambahan Nordin Ahmad Ismail (PN-Lumut) pada persidangan Dewan Rakyat hari ini berkata, tempoh di antara 22 hingga 24 bulan selepas kapal itu siap dibina diperlukan untuk kerja-kerja penilaian selanjutnya.

Tempoh penilaian hampir dua tahun itu diperlukan sebelum kapal perang tersebut dibenarkan beroperasi sepenuhnya.

Beliau yang juga dikenali dengan panggilan “Tok Mat” berkata, tempoh penilaian itu dua fasa iaitu di pelabuhan (harbour trial) dan lautan (sea-trial).

Ujian penilaian di pelabuhan adalah untuk menguji kemampuan kapal perang yang baru selesai dibina itu terapung dan juga berlayar.

 “Selepas ujian pelabuhan, kita perlu pula bawa uji kapal LCS ini untuk keluar ujian pengoperasian di laut, ia ambil masa 22 hingga 24 bulan dan barulah kapal akan ditauliahkan.

“Jadi kena ingat, bila kita kata siap itu, maksudnya siap dalam pembinaan di dok kering (dry dock), ujian pelabuhan dan laut,” katanya .

Mohamad Hasan berkata, kapal LCS yang pertama itu kini sedang dalam fasa pemasangan alatan pertahanan, persenjataan dan elektronik.

“Saya sendiri melihat dalam gudang Boustead Naval Shipyard. Kapal pertama, enjin sudah ada dalam badan, kotak gear, gearshaft (aci gear) dan propeler pun dah ada.

“Cuma tinggal pemasangan teras sahaja. Yang lain, kapal ini dibina mengikut blok, semua blok dah dipasang, cuma blok teras tersebut memang dikosongkan untuk memasang blok elektronik kerana kita tidak boleh pasang peralatan itu dulu,” katanya.


Menjelaskan tentang perolehan sistem persenjataan utama bagi kapal LCS itu, kementerian menurut beliau memperolehi Surface to Surface Missile secara terus dengan Original Equipment Manufacturer (Pengeluar Peralatan Tulen) (OEM).

Setakat ini, katanya status perolehan ini berjalan mengikut jadual yang telah ditetapkan, manakala bagi perolehan Surface to Air Missile, ia masih belum dilaksanakan dan bergantung kepada hala tuju perolehan LCS. (DSA)

Menteri Pertahanan: Misil pertahanan udara LCS tunggu kelulusan kabinet

Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan hari ini menyatakan misil pertahanan udara (Surface-to-air Missile, SAM) untuk Kapal Tempur Pesisir (LCS) akan memerlukan kelulusan oleh pihak Jemaah Menteri.

“Bagi perolehan SAM, belum ada dalam kontrak lagi,” katanya semasa menjawab soalan di Dewan Rakyat, hari ini.

Beliau menambah, perolehan tersebut akan memerlukan kelulusan kabinet.

“Kita akan buat dan kita akan memerlukan kelulusan kabinet untuk memperolehi dari OEM mana dan jenis,” katanya.

Beliau menambah, perolehan sistem persenjataan lain seperti misil anti permukaan sudah pun dilaksanakan.

“Kita akan lakukan apabila dapat mengenal pasti sistem yang mana yang baik yang terbaik

yang boleh diletakkan di atas LCS tersebut,” ujar beliau.

LCS merupakan salah satu daripada komponen Pelan Transformasi 15-to-5 Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM). Walaupun digelar sebagai LCS, kapal kelas Maharajalela ini disifatkan mempunyai keupayaan setaraf dengan frigat.

Kapal yang dibina berasaskan rekaan Gowind ini dirancang untuk memilik meriam utama 57mm dan 2 laras meriam 30mm.

Selain daripada itu, kapal ini bakal dilengkapi dengan misil anti permukaan NSM dan 2 pelancar torpedo 3-tiub. (AirTimes)

Prototipe Jet Tempur KF-21 Keempat (Kursi Tandem) Berhasil Lakukan Penerbangan Pertama

21 Februari 2023

Prototipe keempat (kursi tandem) pesawat tempur KF-21 Boramae (photo : FMAero)

Prototipe keempat pesawat tempur Korea Selatan KF-21 Boramae berhasil melakukan penerbangan perdananya pada Senin, kata badan pengadaan senjata, sebagai tanda kemajuan terbaru dalam proyek pengembangan jet canggih.

Prototipe dua kursi lepas landas dari Sayap Pelatihan Terbang ke-3 Angkatan Udara di Sacheon, sekitar 300 kilometer selatan Seoul, pada pukul 11:19 dan menyelesaikan penerbangan 34 menit, menurut Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA).

Prototipe pertama dan kedua dari KF-21 melakukan penerbangan pertama mereka masing-masing pada bulan Juli dan November tahun lalu, sedangkan yang ketiga melakukan penerbangan perdananya bulan lalu.

Sementara tiga prototipe yang diluncurkan sebelumnya masing-masing memiliki satu kursi, yang keempat adalah dua kursi. Dalam tes hari Senin, hanya satu pilot yang menggunakan prototipe karena penerbangan awal hanya dimaksudkan untuk memeriksa keamanan model.

Prototipe keempat (kursi tandem) pesawat tempur KF-21 Boramae (photo : DAPA)

DAPA mengatakan prototipe keempat akan digunakan untuk melihat apakah perbedaan antara prototipe kursi tunggal dan dua kursi akan berdampak pada pengoperasian pesawat dan juga akan melakukan tes avionik pada radar AESA (AESA).

Model dua kursi akan digunakan sebagian besar untuk melatih pilot, menurut DAPA.

Badan itu mengatakan berencana untuk mulai melakukan penerbangan untuk dua prototipe lagi pada paruh pertama tahun ini di bawah rencana untuk melakukan total 2.000 penerbangan uji pada Februari 2026.

Diluncurkan pada tahun 2015, proyek KF-21 senilai 8,8 triliun won (US$6,8 miliar) ditujukan untuk mengembangkan pesawat tempur supersonik untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 Korea Selatan yang sudah tua.

Prototipe KF-21 pertama mencapai kecepatan supersonik untuk pertama kalinya dalam uji terbang bulan lalu.

20 Februari 2023

TNI AU dan USAF Adakan Latihan Air-to-Air Refueling

20 Februari 2023

Pesawat SAF KC-135 telah tiba (photo : TNI AU)

Kedatangan Pesawat KC-135 USAF di Lanud I Gusti Ngurah Rai

TNI AU --  Lanud I Gusti Ngurah Rai menerima kedatangan Pesawat Boeing KC-135 United States Air Force (USAF), Jumat, (17/03/2023).  Pesawat tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai setelah menempuh perjalanan dari Bandara Honolulu, Hawaii. 

Upacara pembukaan Latihan TNI AU-USAF AIr-to-air Refueling (photos : Blackphoenix_dt) 

Kedatangan pesawat Boeing KC-135 USAF dengan Kapten Pilot Major Ishiki Joshua disambut oleh Paban III/Lat Sopsau Kolonel Pnb Firman Dwi Cahyono, M.A., Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb Putu Sucahyadi, S.AP., M.Sc., M.M.S.


Kedatangan pesawat tersebut guna mendukung giat latihan Air Refueling yang rencananya akan dilaksanakan dari tanggal 20 Februari sampai 4 Maret 2023, dan akan berlangsung di Lanud Iswahjudi dan Lanud I Gusti Ngurah Rai.  Dalam latihan Air Refueling, USAF akan menggunakan pesawat KC-135 yang merupakan pesawat militer pengisian bahan bakar udara dan dari TNI AU dengan Pesawat F-16. (TNI AU)

Pelaksanaan latihan air-to-air refueling (photos : Skadron Udara 16)

Pelaksanaa Air to Air Refueling Excercise

Air to Air Refueling merupakan pengisian bahan bakar di udara atau dapat dikatakan proses memindahkan bahan bakar dari satu pesawat ke pesawat lain saat melakukan penerbangan. Prosedur ini memungkinkan pesawat receiver untuk terbang lebih lama, menambah jarak jangkau atau waktu operasinya.


Pada kesempatan kali ini penerbang F-16 dari Skadron Udara 16, Skadron Udara 3 dan Skadron Udara 14 berkesempatan untuk mencoba latihan air to air refueling di wilayah udara Lanud Iswahjudi Magetan.


Latihan ini melibatkan pesawat Boeing KC 135 Stratotanker milik US Air National Guard sebagai pesawat Aerial Re-fueler. (Skadron Udara 16)

Brahmos Missile System Deliveries for the AFP is Expected in 4th Quarter of 2023

20 Februari 2023

Brahmos land-based anti-ship missile (photo : Reddit)

The $375 million contract to deliver BrahMos missiles to the Philippines placed India in an exclusive club of missile exporters.

BrahMos is poised to export its supersonic cruise missile to third-party, responsible, and friendly nations after receiving the necessary government licenses. 

In a recent interview, the company’s CEO, Dinkar Rane, stated that shipments might begin as early as 2023.

Dinkal Rane told The New Indian Express on Tuesday. “The whole world looks at us, but we can only sell to countries agreeable to India and Russia. Whole of South East Asia is approaching us. The Philippines came on board first. Middle-East is very interested.”