14 Juli 2009

Latgab TNI akan Rutin di Kaltim

14 Juli 2009

Kapal perang dan pesawat tempur dalam Latgab 2008 (photo : Anak Gendheng-Kaskus Militer)

ANGKASA-ONLINE.COM - Tentara Nasional Indonesia sejak hari ini Selasa (14/7) secara resmi memiliki daerah yang bersifat permanen untuk penyelenggaraan Latihan Gabungan (Latgab). Hal ini ditandai dengan kesediaan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kalimantan Timur untuk menjadikan wilayahnya sebagai lokasi Latgab TNI yang disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Timur didampingi Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Daerah Terluar Provinsi Kalimantan Timur, Pangdam VI/Tpr, Danrem 091/ASN, Dandim 0909/Sgt dan Danlanal Sangatta saat menemui Panglima TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.

Persetujuan Pemda Kalimantan Timur ditandai dengan penyerahan surat Keputusan Bupati Kutai Timur nomor : 188.4.45/334/HK/VI/2009 tentang Penetapan Lokasi Latihan Gabungan TNI seluas 26.449,761 hektar yang terletak di Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur kepada Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso. Penyerahan keputusan ini disaksikan langsung oleh ketiga Kepala Staf Angkatan, Kasum TNI, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI.

Pemda Provinsi Kalimantan Timur berpandangan bahwa dengan keberhasilan Latgab TNI Tahun 2008 lalu, maka penyelenggaraan di wilayah ini secara rutin akan dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan negara pada umumnya dan khususnya wilayah Kalimantan Timur. Sebagaimana diketahui, di provinsi ini terdapat garis perbatasan darat dengan negara tetangga sepanjang 1.038 km dan perbatasan laut yang terbuka lebar, terutama di perairan Ambalat yang belakangan ini semakin gencar diklim oleh Malaysia sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Defile pasukan pada Latgab 2008 (photo : Antara)

Terkait dengan pengamanan di perbatasan darat dengan Malaysia, Pemda Kalimantan Timur mengharapkan agar pembangunan jalan di sepanjang perbatasan dapat dilaksanakan secara bertahap melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan pendanaan yang terprogram oleh pemerintah pusat dan daerah. Selain untuk kepentingan pengamanan wilayah, sarana prasarana perhubungan darat ini sangat diperlukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.

Pada kesempatan tersebut Pangdam VI/Tpr, Mayjen TNI Tono Suratman sekaligus melaporkan rencana pembangunan pasar di perbatasan (Jagol Babeng) guna mengurangi mobilitas penduduk ke wilayah Malaysia untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Termasuk pembangunan bagan-bagan permanen di perairan Ambalat yang telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan para nelayan Kalimantan Timur. (Pusat Penerangan TNI/DN.Yusuf)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar