03 Desember 2016

TNI AL Siapkan Awak Kapal Selam untuk Pengambilan KRI Nagapasa 403

03 Desember 2016

KRI Nagapasa 403 (photo : Hiu Kencana)

Pengawak Kapal Selam Baru Siapkan Diri Menuju Korea

Komando Latihan Armada RI Kawasan Timur (Kolatarmatim) melaksanakan pelatihan Kesatuan Persiapan Pengambilan Kapal (KPPK) Kapal Selam Diesel Electric (KSDE) Kelas 209 DSME. Latihan di buka oleh Wakil Komandan Kolatarmatim Letkol Laut (P) Edy Tarjono mewakili Komandan Kolatarmatim Kolonel Laut (P) Octavianus Budi Susanto, S.H., di Gedung Mandalika Kolatarmatim, Ujung Surabaya. Kamis (01/12/2016).

Pembukaan di tandai dengan penyematan tanda peserta latihan kepada Perwakilan Calon Awak KSDE 209 DSME oleh Wadan Kolatarmatim. Sebanyak 40 orang Cawak kapal selam akan mengikuti pelatihan selama empat bulan di Kolatarmatim.

Dalam amanatnya  Kadisadal Laksamana Pertama (Laksma) TNi Prasetiyo Nugraha, S.T., yang dibacakan Wakil Komandan Kolatarmatim menyampaikan bahwa, tuntutan profesionalisme merupakan hal yang paling utama dalam pelaksanaan tugas disetiap profesi. TNI Angkatan Laut telah menetapkan di dalam TRI pilar pembangunan dan semangat baru TNI Angkatan Laut, bahwa profesionalisme menjadi salah satu prioritas utama dalam mencapai visi dan misi TNI pada umumnya serta tni al pada khususnya. Cawak ksde 209 yang diberi pelatihan KPPK merupakan personel yang diharapkan menjunjung tinggi profesionalisme.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk menyiapkan personel-personel yang akan mengawaki kapal selam,  diesel electric dengan teknologi baru. Adapun materi yang akan diberikan meliputi pengetahuan dasar tentang kepelautan, pembekalan, penyelamatan kapal dan pemeliharaan tingkat organik.

Dengan berbekal pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan seluruh peserta dapat menjaga terpeliharanya kemampuan personel dan dapat mengaplikasikan di satuan tugas masing-masing,  yang berdampak positif bagi personel tersebut maupun satuannya.

Acara pembukaan dihadiri perwakilan Perwira Kolatarmatim, para Instruktur dan seluruh peserta pelatihan dan undangan lainnya.

(TNI AL)

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Congratulation tni al..jalasveva jayamahe

    BalasHapus
  3. kalo ini yg masuk indo pada adem ayem ya? ga pusing kek su 35? sama barang kw mah gada yg takut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cuekin aja. Tipikal idiot yang nganggep Changbogo anjing kampung. Padahal Changbogo Korsel udah berkali-kali sukses "menenggelamkan" kapal induk Amerika di RIMPAC dan keluar tanpa terdeteksi sekali pun. Biar aja mereka anggap Changbogo anjing kampung. Biarin aja mereka bodoh terus.

      Hapus
    2. Terima kasih bos anonymous, guwe baru baca ttg aksi changbogo class di rimpac. Ternyata kapal selam korsel ini hantu laut terbaik dlm rimpac, tni al tak salah pilih tot dgn mrk.

      Guwe malah agak ragu kilo class tampa klub"S" cmn jadi herder pesolek di petshop haha

      Mnurut hemat guwe soal kasel apapun, antara sensor dan senjata hrs sdikit berimbang. Dgn titik lbh berat dikit ke persenjataan. Kalo mau naikin efek deteren emg senjata hrs gilak

      Hapus
  4. Selamat utk armada baru Hiu Kencana TNI-AL.

    ps: ati2 buat mbak2 sexi yg dmen jemuran di pantai bali, ntar kena keker mas2 403 lho pake sero 400!wkwkwk

    BalasHapus
  5. Saya berharap Kasel yang dibeli pemerintah Indonesia daripada Korea Selatan segera masuk kejajaran TNI AL.
    Dan brharap kpd pemerintah RI terus menambah jumlah pengadaannya digalangan dalam negeri untuk kemandirian bangsa dalam hal alutsista strategis semacam Kapal Selam ini.
    Juga berharap penambahan produksi tidak perlu dipublikasikan lagi jumlahnya agar kekuatan kasel Indonesia tidak bisa diukur oleh negara lain. Hal ini perlu strategi kerahasiaan dan kemandirian secara menyeluruh terhadap material pendukungnya. Semoga Indonesia mampu memenuhi target ini walaupun masih lama.
    hehehehe... ๐Ÿ˜Ž

    .

    BalasHapus