25 Agustus 2017

2018, TNI Beli 50 Unit Ranpur Baru

25 Agustus 2017


Kendaraan tempur M-113 (photo : Military Today)

RAPBN 2018 telah dipublikasi. Dalam rancangan anggaran tersebut Kementrian Pertahanan mendapatkan posisi kedua yang terbesar setelah Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Namun demikian, jumlah dana yang dianggarkan menurun dibandingkan tahun 2017. Tahun 2018 nanti anggaran Kemhan hanya mendapat jatah Rp 105.874,6 miliar. Ini menunjukkan penurunan sebesar 11,8 persen jika dibandingkan dengan perkiraan realisasi dalam tahun 2017 sebesar Rp 119.975,1 miliar. Namun demikian, program modernisasi dan tetap menjadi prioritas. Salah satunya adalah pengadaan 50 unit kendaraan tempur untuk TNI Angkatan Darat.

TNI Angkatan Darat sendiri diketahui memiliki sejumlah rencana pengadaan. Diantaranya adalah penambahan meriam Caesar dan roket Astros, pengadaan heli Mi-26, panser Pandur dan lain sebagainya. Namun pengadaan-pengadaan tersebut merupakan pengadaan melalui pinjaman luar negeri, yang tak sepenuhnya bergantung pada dana APBN. Lalu pertanyaannya, 50 unit ranpur apakah yang akan dibeli tersebut?



ARCinc mendapat sedikit bocoran bahwa ranpur tersebut adalah M-113. Kemungkinan ranpur M-113 yang dibeli nantinya berasal dari Italia, yang kemudian diperbarui di Belgia, sebelum dikirim ke Indonesia. Tampaknya, di masa depan, tulang punggung infantri mekanis TNI-AD memang akan bertumpu ke ranpur M-113. Karena itulah, kebutuhan atas ranpur ini pun terus bertambah.

Selain itu, seperti terlihat dalam Latancab TNI AD 2017, M-113 membuktikan mampu bergerak cepat mengimbangi Leopard di segala medan. Kabin yang cukup lapang dan olah gerak inilah yang membuat banyak prajurit infantri jatuh cinta. Sehingga tidak heran jika nantinya 50 unit ranpur yang akan dibeli melalui dana APBN.

Selain matra darat, modernisasi matra laut dan udara melalui dana APBN juga dijabarkan. Untuk TNI-AL akan dilakukan pembelian 10 unit alutsista berupa KRI atau KAL atau Ranpur. Sementara untuk matra udara, prioritasnya adalah modernisasi pusat komando Kohanudnas.

(ARC)

10 komentar:

  1. Ini belum seberapa nanti pembelian di tahun 2018 - 2020 russian party
    Mi 26 4 unit
    Mi 24 hind
    Be 200 2 unit
    Kilo 636 & amur no vls missil nsm kongsberg
    Sph vena
    Atg kornet

    BalasHapus
  2. 10 f 16 blok 15 occu sedang menjalani MLU , cat camoy sudah mulai di cat warna kuning adanya MLU maka 10 f 16 mampu menembakan missil aim 120 amram dan jam terbang sisa 5000

    BalasHapus
  3. tapi ranpur kecil itu kenapa tidak dibuat di indonesia. kenapa harus impor? kl gk salah aturan alutsista mengharuskan tot dulu. ranpur model itu kan bisa dibuatkan di indonesia utk diproduksi.. kenapa tidak? dariipada beli2 impor terus..

    BalasHapus
  4. Malaysian Acv 300 varians with sharpshooter bushmaster 25 turrets is small in number just around 36 units, the rest is armed with. 50 cal or 40 mm AGL. Indonesian Army operating 50 Marder IFV and Marines operating 54 BMP3 and 46 BVP 2. For TDM gempita programme Indonesia Army answer is ordering Pandur IFV and FSV, along with ordering more ATGM for raider and Marines units like NLAW, MILAN, metis m, and Javelin. Not to mention other anti armor asset like Medium Tank, Mi 35 and the upcoming Apache.

    IMHO, the balance of power between TDM and TNI armor for ground units right now much leaner toward TNI.

    BalasHapus
    Balasan
    1. blom tarantula dan badak 90mm

      Hapus
    2. blom alutsita milik marinir macem
      ifv bmp3f + atgm AT 10
      ifv bv2 + atgm AT 5
      ifv btr 4m
      ifv btr 80a
      apc LVT 7A1

      Hapus
  5. cobak liat tuwh latcab TNI ad 2017 di youtube g ada tuwh leo yg ambles

    BalasHapus
  6. M113 mantap ini..drpd beli baru atau buat baru mending yg 2nd..kita butuh cassingnya kalo ranpur sejenis ini,kedepannya juga kita bisa ngolah baja sendiri utk tank medium,kalo pengen lebih tebel main add on,wajar jika kita butuh banyak utk ranpur,karena luas daratan kita juga besar..MBT saja masih butuh minimal 300-450..nah otomatis pendukung barisan2 MBT juga lebih banyak,ada laras 90mm,100mm,105mm,ada pendukung udara heli serbu ataupun sekelas tanguska/pantsyr..atau ke2-2nya..belom lagi pembuka jalan arteliri,astros,roket 122mm,155mm,walaupun sekarang kita mempunyai sedikit2 tapi kelihatan sekali jika peperangan terjadi sudah mulai tersistem..semua itu pendobrak didarat..supaya apc,ifv,sukses mengantar pasukan sampai ditujuan..kita tinggal memperbanyak saja kog..ehheheh

    BalasHapus
  7. *TNI Macan Asia Bangkit Kembali*disegani kawan ditakutin lawan.....waspada Kopassus Siap diterjunkan dimanapun dn kapanpun.Smangat Komando tdk prnah gentar.

    BalasHapus