24 Agustus 2017

Usai Sukhoi, Indonesia Lanjutkan Sistem Imbal Beli Alutsista

24 Agustus 2017


Sitem imbal beli akan terus dilanjutkan dalam pengadaan alutsista (photo : Saidpvo)

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut Indonesia akan terus menerapkan sistem imbal beli dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Sistem imbal beli baru diterapkan Indonesia dalam pengadaan 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia dengan total nilai US$1,14 miliar.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut pembelian sukhoi dengan sistem imbal beli tersebut menjadi contoh praktik pelaksanaan Undang-undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Pada pasal 43 ayat 5 huruf e UU tersebut dijelaskan, setiap pengadaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) dari luar negeri wajib disertakan imbal beli, kandungan lokal dan offset minimal 85 persen di mana kandungan lokal dan atau offset paling rendah 35 persen.

"(Akan diterapkan) seluruhnya (dalam pengadaan alutsista) karena ini kan UU Nomor 16 Tahun 2012, kita ToT (transfer of technology), imbal beli, antarpemerintah atau G to G," kata Ryamizard di Gedung Kementerian Pertahanan, Selasa (22/8).

Indonesia, kata Ryamizard, akan berpikir dua kali dalam pengadaan alutsista yang tidak dilakukan dengan sistem imbal beli.

"Banyaklah negara, negara lain hampir semua negara (pakai sistem itu), Australia ada ToT, langsung nawarin ToT dia. Enggak harus kita tanya, dia nawarin," ujarnya.

Mekanisme imbal beli itu akan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kedua negara atau government to government (G to G), guna memastikan tidak ada pihak ketiga yang ikut terlibat dalam pengadaan alutsista.

"Yang penting kalau beli kan G to G, enggak boleh rekanan-rekanan menentukan. Memang siapa, duitnya duit Kemhan kok," ucapnya.

Ryamizard menyebut 11 Sukhoi SU-35 yang dibeli Indonesia lewat mekanisme imbal beli merupakan versi lengkap dengan kemampuan untuk menembak dan mengebom. 

Imbal beli 11 Sukhoi itu terealisasi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Idealnya, kata Ryamizard, Indonesia membutuhkann satu skuadron atau 16 unit Sukhoi.

(CNN)

7 komentar:

  1. itu lah indonesia bicara itu sesuai apa adanya PKR sigma, kapal selam tank medium & zet tempur di akui kita merakit , tapi untuk ke depan kita akan usahakan untuk mandiri dengan meningkatkan lokal content sampai 60% nah ini pengakuan orang normal, gimana mau buat kapal perang sendiri 100% , senjata ringan aja m4 carbine masih lisensi dari amerika sampai sekarang masih lom bisa mandiri ngasih tot gak amerika ? seragam militer, helm tempur,parasut, rompi anti peluru semua y masih impor apalagi buat kapal perang yang berteknologi tinggi gimana masuk akal gak bro ? mmm

    BalasHapus
  2. LPD,LST & KCR itu bukan 100% buatan indonesia karena lokal content baru di kisaran 60 -75% kita ngomong apa aday saja kecuali untuk design, plat baja dan elektronika dari indonesia, plat baja dari pt.krakatau stell cilegon banten, elektronik dan radar pendeteksi kapal permukaan dari pt.len , untuk persenjataan dan mesin impor

    BalasHapus
  3. Nah berarti tidak ada negara yang membuat alutsista 100% seperti yang di klaim malaysia berarti pada normal semua sekarang, masa produksi kapal perang gowind class di buat oleh malaysia 100% , sebenarnya local content di kisaran 60% saja itu sudah masuk buatan sendiri

    BalasHapus
  4. komentar segitu banyaknya dihapus sama adminnya..
    makanya kalau pada komentar jangan ngaco bray.. wkwkwk.....

    BalasHapus
  5. kalo sistem pengadaannya uda beres, kedepannya akan lebih baik dan bisa lebih cepat๐Ÿ‘

    "G to G,langsung, gak ada tentara macem2 "kata opa RR yippee๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—

    "sayapun heron kalo ada yg gak seneng dapat 11,maksa2 dapat 8,saya jg heron knp kok ada udang dibalik batu ato batu dibalik udang bgitu" haha!๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…
    gile opa rr mao dilawan๐Ÿ’ช, dikemplang pake kaplan baru tau mrk haha!๐Ÿ˜Ž

    https://www.youtube.com/watch?v=I7fBV0ouTZQ&feature=youtu.be

    BalasHapus