30 Agustus 2017

Kapal Selam Mini akan Dikembangkan Bersama Konsorsium

30 Agustus 2017


Konsep kapal selam mini Indonesia (photo : Panji M)

Indonesia kembangkan kapal selam mini

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia akan membentuk konsorsium untuk mengembangkan kapal selam mini yang ditargetkan selesai pada 2025, kata Deputi Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa, Wahyu W Pandoe

"Saat ini konsorsium tersebut sedang dijajaki dan akan dibentuk dalam waktu dekat," katanya di sela Seminar BPPT-Saab "Meraih Pertahanan yang Tangguh melalui Teknologi Pertahanan Bawah Air" di Jakarta, Selasa.

Konsorsium yang akan melibatkan BPPT, TNI, PT PAL, ITS, ITB, PT Risea, dan lembaga lain itu akan mengembangkan industri pertahanan bawah laut guna membangun kemandirian bangsa.

Prototipe kapal selam mini tersebut rencananya dibangun dengan dimensi 32 meter x 3 meter yang mampu menyelam di kedalaman 150 meter di bawah laut selama 2-3 hari dengan kapasitas 11 awak.

"Ini hanya sasaran antara, tujuan berikutnya adalah mengembangkan kapal selam ukuran besar jenis U209. Penguasaan teknologi bawah laut sangat penting untuk negara maritim sehingga harus dimulai dari sekarang," kata Wahyu.

Untuk mengembangkan kapal selam ini, BPPT mulai menjajaki kerja sama dengan Saab, industri pertahanan Swedia yang bersedia melakukan alih teknologi pertahanan bawah air.

Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan BPPT Dr Fadilah Hasim mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menguasai teknologi bawah laut.

BPPT, ia menjelaskan, juga memiliki berbagai laboratorium yang mendukung alih teknologi bawah laut seperti Balai Teknologi Hidrodinamika, Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika, Balai Besar Kekuatan Struktur, Balai Teknologi Mesin Perkakas Produksi dan Otomasi, Balai Teknologi Polimer dan Balai Teknologi Termodinamika Motor Propulsi.

"Negara yang mengembangkan teknologi kapal selam tidak banyak di dunia, misalnya AS, Rusia, Perancis, Jepang, dan Korea Selatan dan cukup sulit untuk melakukan alih teknologi, khususnya negara anggota NATO. Sedangkan Swedia karena bukan anggota NATO, sehingga lebih terbuka dalam alih teknologi," katanya.

Manajer Teknologi Saab Kockums Swedia, Roger Berg, mengatakan perusahaannya telah 100 tahun mendesain dan memproduksi kapal angkatan laut dan telah 100 tahun mengembangkan kapal selam serta sedang mengembangkan program kapal selam modern, A26 Kockum Class.

Teknologi kapal selam terbaru yang dikembangkan Swedia adalah kemampuan tinggal di kedalaman laut dalam waktu lama dengan nyaman, kemampuan dalam menghadapi tekanan dan kemampuan mendeteksi ancaman serta penggunaan energi ramah lingkungan, kata Berg.

11 komentar:

  1. setuju saab join aja.. tapi jgn lupa dasar dalam interior. dilapisi lengkungan aluminium dan plastik kuat. karena kl dipasang besi/baja. takut rentan korosi terkena sepatu basah air garam laut. sepanjang lantai basah2 air garam laut.

    penghubung benda dgn sasis kapal selam harus kuat. kalau ledakan luar mengoyangkan, jangan sampai pipa2 terputus goyang2 menimbulkan bunyi. yng bisa dideteksi kapal permukaan/kapal selam lawan.. pipa2 dan pegangan harus dibungkus busa kuat kl benar2 terjadi goyang2.. tdk lupa harus bahan aluminium yg terkenal anti korosi spt busway impor dari luar negeri.semua kuat anti korosi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo sampe lantai kaselnya basah kena air laut...itu kasel bocor mas kun, xixixi

      Hapus
  2. moncong depan dan atas dibuat sedikit berbentuk lancip (cut edge) apakah bisa mengurangi deteksi sonar/radar?

    kalau tempt tidurnya kasurnya tapi memakan ruang. kenapa tidak gunakan tempat tidur gantung bisa ditarik dan digantung di dinding.. agar kl tmpt tidur gantung ditutup. ruang makin luas. tapi dasarnya empuk busa bisa buat duduk2 dan tahan diam jika kapal selam sedang dideteksi sonar oleh musuh..

    BalasHapus
  3. Xsalah Indonesia terus berangan punya itu punya ini karna belum merasa gmana sukarnya anggaran buat service maintenance 3 chabonggo + 2 chakra nanggala.
    Sebetulnya 2022 atau 2023 baru Indonesia lengkap punya 3 chabonggo dan itupun jika chabonggo yg dibikin pt pal benar benar berhasil dibina.

    Nnt lihat 5 kpl selam itu harus operasi penuh dgn anggaran nya sama dgn harga beli chabonggo utk biayai 5 kpl selam setelah 7 tahun service itu belum lg kos bahan bakar dan lain lain.
    Selama lebih 20 tahun Indonesia hanya operasi 2 chakra yg cuman banyak nonggol dihanggar semenjak beli ngak pernah service kecuali baru baru ini di hantar ke korsel.
    Kalo anggaran Indonesia sekadar saperti saat ini atau mungkin ditambah lg 20% kedepan.
    Secara jujur memang Indonesia cuman mampu punya 5 aja kpl selam dan jika Mau nambah..,ya logisnya kpl selam mini yg sistemnya dasar dasar aja buat ngintip pantai agar cocok ama ongkos yg ada.
    Kalo berangan ingin punya 12 kpl selam ngak salah asal jangan kecewa gara gara terlalu kuat berhayal.
    Kayak sukhoi kerupuk yg masih ramai yg yakin bakal dibeli.
    Gimana gagalnya sukhoi kerupuk dibeli begitulah nantinya mustahil Indonesia bisa punya 12 kpl selam. Utk mou ya bisa aja.
    Hehe..
    Yg ngak bisa itu tekan kontrak dan masih ramai yg belum paham sukhoi kerupok yg dihebohkan selama ini tidak akan dibeli.
    Soal kpl selam mou ama Turki mou ama sweden ato dgn negara mana pun silakan bikin mou ..hakikatnya itu sekadar mengharapkan keberuntungan dimasa depan kalo izin tuhan Indonesia punya keajaiban dan terjumpa ladang gas dan minyak setanding Arab Saudi .iya bisa aja mou itu bakalan jd kontrak.
    Doa aja lah banyak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aahh anak alay. bkn urusan ente gitu aja kok refot huss huss kembali sana ke alamuh haha! tung tung tung

      eh nich pisank biar tnang okeh🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌

      Hapus
    2. Insyaallah anggaran akan mengikuti pengadaan barang nya pakcik.untuk kasel ke tiga yang di buat di pt.pal justru bertambah biaya nya karena ada satu modul tambahan yang di integrasikan dan membuat kasel ketiga lebih panjang dan berbeda dari dua saudaranya.untuk 2022 changbogo semua selesai dan insyaallah terus berlanjut untuk kasel berikutnya.besar harapan program berikutnya berlanjut dengan turki yang sudah menawarkan U 214 lisensi jerman.harapannya ilmu U209 mutant bisa di gabungkan dengan ilmu U 214 turki.mengingat dasar kasel ini semua juga dari jerman.dan asistensi jerman pun tetap di kejar untuk menambah kemampuan insinyur lokal.

      Hapus
  4. 405 buatan pal akan berbeda dengan saudaranya 403,404....tni memberikan anggaran lebih besar untuk 405....jadi jangan heran....405 akan berbeda dengan saudaranya

    BalasHapus
  5. ini kasel mini yg mana lagi?baru yach

    maren bukannya uda bikin kasel mini di palindo marine

    BalasHapus