22 Agustus 2017

Turki Tertarik Kerja Sama Garap N219 untuk Pasar Afrika

22 Agustus 2017


Pesawat terbang N-219 (photo : Otonomi)

Jakarta - Turkish Aerospace Industries, industri pesawat terbang asal turki berminat menjalin kerja sama produksi dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) membuat pesawat N219. Kerja sama produksi antara PTDI dengan Turkish Aerospace Industries dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar di Afrika.

"Turkish Aerospace Industries tertarik kerja sama. Ingin join dengan kita, produksi di mereka dan dijual di Afrika umpamanya," ujar Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Kerja sama produksi ini dilakukan untuk melebarkan penjualan pesawat N219 ke luar negeri. Pasalnya, jika diproduksi di Bandung, pengiriman pesawat N219 tidak ekonomis.

"Secara logistik kalau saya bikin pesawat di Bandung dan customer di Afrika pesawatnya kan kecil, mau diterbangkan secara logistik enggak memungkinkan. Kalau pakai kapal laut butuh waktu lama, paling bagus kita assembly dekat Afrika supaya deliver langsung dari situ," tutur Arie.


Pesawat terbang N-219 (photo : Republika)

Arie menambahkan, dengan demikian pasar pesawat buatan PTDI, khususnya N219 bisa semakin luas dan diminati banyak negara di dunia.

"Jadi lebih kepada regional marketing dan regional logistiknya lebih memungkinkan, daripada membuat di sini dan mengirim ke seluruh dunia," kata Arie. 

Sebelumnya perusahaan Turki, FNSS, juga bekerja sama dengan PT Pindad (Persero) membuat medium tank bernama MT Kaplan. Tank ini mampu melesat hingga 70 kilometer (km) per jam dengan jarak tempuh maksimal sekali jalan 450 km. Medium tank ini juga dilengkapi dengan meriam dengan kaliber 105 mm yang diadopsi dari Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defense dari Belgia dan 7.62 mm Coaxial Machine Gun.

(Detik)

10 komentar:

  1. cocok asembling line untuk pasar AFRIKA di Turky, selanjutnya untuk pasar amerika asembling line di USA pakai anak perusahaan PT.DI kalau gak kerjsama sama Canada.
    Dari sisi pemodalan juga bisa lebih ringan.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Semoga pesawat ini bermanfaat bagi smua pihak yang memerlukan...amin.

    BalasHapus
  4. Maju terus PT DI, kita dukung pengembangan produk n pengembangan bisnis-nya.
    Kerjasama dgn turkey di segala bidang semoga hasilnya bisa lbh bagus n lbh menguntungkan.

    BalasHapus
  5. duta besar afrika sudah pernah nyatakan mau pesan 100

    BalasHapus
  6. Mati matian bikin pesawat dana tidak sedikit setelah terbang malah mau langsung di obral ke turki .

    BalasHapus
  7. Seronok sangat baca blog military indonesia,ada sahaje selalu update kemahjuan industri militer indonesia,bkn cem industri militer negara sebelah cuma boleh buat kasut....kih kih kih

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus