11 Januari 2026

Kopassus Kini Dilengkapi V-BAT Drone

11 Januari 2026

Shield AI V-BAT drone vertikal and take off landing (photos: Defense Talks)

Global Defense Insight (Defense Talks) dalam unggahannya pada 7 Januari 2026 lalu mengungkapkan bahwa Komando Pasukan Khusus Indonesia (Kopassus) kini mengoperasikan V-BAT unilateral, yang mencerminkan pergeseran yang semakin meningkat menuju kemampuan pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial System-UAS) yang tidak bergantung pada landasan pacu untuk misi berkecepatan tinggi.

V-BAT dirancang untuk penyebaran cepat dan kemudahan pengoperasian, V-BAT menawarkan kemampuan bagi Kopassus Grup 5 tanpa memerlukan landasan pacu tetap, ini akan mengurangi kerentanan terhadap penargetan dan memungkinkan peluncuran dan pemulihan dari lokasi yang sulit. Jejaknya yang kompak juga mendukung penggunaan yang sangat mobile, termasuk pengangkutan dengan kendaraan standar untuk reposisi cepat.

Platform ini dipasarkan untuk mempertahankan operasi bahkan di lingkungan peperangan elektronik yang diperebutkan, mempertahankan kinerja penerbangan ketika GPS dan komunikasi terdegradasi atau terganggu—kemampuan yang semakin penting bagi operasi khusus modern.

18 komentar:

  1. GORILA KLAIM KAYA = 97.000 PINDAH NEGARA =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ---------------------------
    Analisis :
    1. Malaysia & Korea Selatan → berada di puncak Asia dengan nisbah hutang isi rumah tertinggi (~85% KDNK).
    -
    2. Thailand → relatif tinggi di ASEAN (~70%), tetapi masih jauh di bawah Malaysia.
    -
    3. China → meningkat pesat, namun masih lebih rendah (~61%).
    -
    4. Indonesia & Filipina → nisbah sangat rendah, menunjukkan isi rumah kurang bergantung pada hutang untuk membiayai perbelanjaan.
    ---------------------------
    ⚠️ Implikasi
    1. Malaysia: Risiko kewangan isi rumah tinggi, terutama jika kadar faedah naik atau ekonomi perlahan.
    -
    2. Thailand: Menghadapi cabaran serupa, tetapi nisbah lebih rendah memberi sedikit ruang.
    -
    3. Indonesia & Filipina: Nisbah rendah bermakna risiko sistemik lebih kecil, tetapi juga menunjukkan akses kredit isi rumah lebih terbatas.
    -
    4. China & Korea Selatan: Walaupun nisbah tinggi, mereka memiliki pasaran kewangan lebih besar dan sokongan institusi,

    BalasHapus
  2. GORILA KLAIM KAYA = 97.000 PINDAH NEGARA =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.
    Media : Kompas Money dan CNBC Indonesia
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ----------------------------
    Hutang Kerajaan Persekutuan:
    -
    1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
    Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
    -
    2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
    ---------------
    Hutang Isi Rumah:
    -
    1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
    Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
    Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
    ---------------
    ⚠️ Implikasi & Risiko
    Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
    Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaysia antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
    Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

    BalasHapus
  3. Dronenya tidak ikut pola penomoran TNI AD? 28xx bisa buat AL atau AU, tapi buat AD sangat susah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu artinya ikut penomoran AU atau AL (Kemungkinan AU). Apache pertama AD nomor 9, AS550 pertama nomor 97 dan AS555 pertama nomor 2.

      Tail number penerbad: AA-bccc
      A= peran berupa huruf, H di awal artinya helikopter
      b= peran berupa angka?
      c= nomor urut di penerbad, di lambung pesawat hanya ditulis 2 nomor terakhir.

      Hapus
    2. nyoih dan bisa jadi lebih om pedang, ini di grup 5...kebayang 6 grup haha!πŸ˜‰πŸ§ž‍♂️πŸ˜‰

      Hapus
  4. Malondesh ngurus BERAS saja tak Reti πŸ‘Ž.
    Sok Sokkan menilai negara Indonesia.
    Padahal banyak beruk beruk malondesh menjerit kelaparan, tak terbeli BERAS yang harganya mahal.

    Mengharap belas kasian, ngemis minta beras kat Indonesia

    BalasHapus
  5. Ini sih shoping ghoib, gak ada berita teken kontrak tau2 barangnya ada
    πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. yaa makloum Bajet Kita Besar om,
      SHOPPING semudah mak2 di pasar, iat, pegang, masyuk kranjang koneng haha!😬😁😬

      taon 2026 $ 20 bn...woww..ini nah garibaldi pasti di tangan om haha!πŸ˜‰πŸ˜ŽπŸ˜‰

      Hapus
  6. DRON V BAT PERTAMAX SE ASEAN haha!πŸ‘πŸ€—πŸ‘

    mantap djiwa...warganyet kl NGAMUKπŸ”₯ KALAH LAGIIIIII haha!🀣🀣🀣

    BalasHapus
  7. eiiittt BUKA TAHUN BARUW, SHOPPIBG VBAT ASET BARUW LAGIIII
    ✨️MAHAL & MEWAHHHH..SUPER CANGGIH...CA$H haha!πŸ¦ΎπŸ’°πŸ¦Ύ

    mana punyak negri🎰kasino genting, PEMBUAL BAJET KECIL BAGI 5 haha!πŸ€₯πŸ€ͺπŸ€₯

    BalasHapus
  8. tetangga seblah klaim kaya, iq super tinggi ..heli atak pun tak mampu haha!πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

    kita donk APACHE dron Bikin sendiri..bisa tembah HELLFIRE πŸ”₯haha!πŸš€πŸ˜ŽπŸš€
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/watch/?v=4377596765814349&vanity=julescrafter

    BalasHapus
  9. 2026 aset baruw
    ✅️maung
    ✅️m3cs
    ✅️VBAT

    ASET sebanyak ini, kl mana punyak di awal taon 2026...kahsiyan sepiiii shopping, rame songlap haha!πŸ‘»πŸ˜΅πŸ‘»

    BalasHapus
  10. V-BAT dirancang untuk penyebaran cepat dan kemudahan pengoperasian, V-BAT menawarkan kemampuan bagi Kopassus Grup 5 tanpa memerlukan landasan pacu tetap
    -------

    makasi min, akhirnya turun jua artikel super dron V BAT..si Kalelawar Terbang haha!πŸ”₯πŸ€—πŸ”₯

    grup 5 di SulSel...pembuka aset dron super moderen..mantap haha!πŸ‘πŸ¦ΎπŸ‘
    tampaknya semua grup dapat dron elit ini


    BalasHapus
  11. Indonesia sibuk SHOPING
    MALON sibuk MEMBUAL dengan rasa DENGKI dan IRI
    🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  12. Yuhuuu 3 Rafale on the way to big PApa
    Horeee...real shopping

    BalasHapus
  13. INDONESIA USD 20 MILIAR versus MALAYDESH USD 4,7 MILIAR :
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    ---------------------------
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.

    BalasHapus