08 Januari 2026

Malaysia to Confirm Second MPMS Order During Türkiye Visit

08 Januari 2025

The second MPMS for MMEA is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million) (image: Desan)

Malaysia will confirm plans to procure a second MPMS from Türkiye, with the decision linked to PM Ibrahim’s official visit and Foreign Ministry disclosures.

Malaysia will confirm plans to procure a second multi-purpose mission ship (MPMS) from Türkiye, with the decision linked to Prime Minister Anwar Ibrahim’s official visit and Foreign Ministry disclosures.

Malaysia is set to expand the fleet of the Malaysian Maritime Enforcement Agency through the procurement of a second multi-purpose mission ship (MPMS) from Türkiye, according to Malaysian media reports citing the Ministry of Foreign Affairs Malaysia, commonly referred to as Wisma Putra.

Based on information released by the Foreign Ministry, the acquisition is expected to be formalised during Prime Minister Anwar Ibrahim’s ongoing three-day official visit to Türkiye. The visit programme includes the handover of a Letter of Acceptance (LoA) for the MPMS, alongside the signing and witnessing of several memoranda of understanding covering economic, financial, technological and strategic cooperation.

The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia.

The initial MPMS procurement, valued at RM304.29 million, was concluded through Malaysia’s Ministry of Home Affairs and covers a 99-metre-long vessel designed to carry a crew of around 70 personnel. The platform is intended to strengthen Malaysia’s maritime security posture, particularly in the South China Sea, with roles including maritime surveillance, deterrence against incursions, search and rescue operations, and logistical support. The design allows for the deployment of fast boats and supports multi-mission operations.

In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malaysian Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malaysia and Turk Eximbank, as well as institutional cooperation between Institute of Strategic and International Studies Malaysia and SETA.

44 komentar:

  1. JENDERAL = KORUPSI
    PRAJURIT = PARTI WANITA
    -
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    2026 UANG KOPI SEDAP .....
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    Hingga Januari 2026, Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan (mantan Panglima Angkatan Darat Malaydesh) dilaporkan tersangkut penyelidikan dugaan korupsi terkait proyek pengadaan militer.
    Berikut adalah poin-poin utama terkait kasus tersebut:
    Pemberhentian/Cuti: Jenderal Muhammad Hafizuddeain diminta untuk mengambil cuti sejak 27 Desember 2025 guna memberikan ruang bagi penyelidikan oleh Komisi Anti-Korupsi Malaydesh (MACC/SPRM).
    Modus Operandi: Penyelidikan fokus pada dugaan suap dalam kontrak pengadaan dan pemeliharaan militer yang melibatkan sekitar 26 perusahaan. Antara tahun 2023 hingga 2025, ditemukan ribuan proyek pengadaan yang dicurigai sering dimenangkan oleh perusahaan yang sama.
    Penggantian Jabatan: Efektif per 1 Januari 2026, posisi Panglima Angkatan Darat Malaydesh resmi dijabat oleh Jenderal Datuk Azhan Md Othman untuk menggantikan Muhammad Hafizuddeain.
    Perkembangan Kasus: Hingga 6 Januari 2026, MACC telah menahan 17 direktur perusahaan yang diduga terlibat dalam kartel tender proyek Angkatan Darat tersebut. Selain itu, pihak berwenang telah membekukan beberapa rekening bank milik tersangka dan anggota keluarganya.

    BalasHapus
  2. SHOPPING KAYA versus MISKIN
    INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
    MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR

    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    ======================
    ======================
    Total nilai pengadaan militer Malaysia dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    Sektor laut merupakan kontributor terbesar dalam nilai kerja sama pertahanan kedua negara:
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada dari perusahaan STM merupakan proyek terbesar. Meskipun nilai pastinya sering dirahasiakan, estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
    Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
    3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    ATGM Karaok: Malaysia mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta .

    BalasHapus
  3. SHOPPING KAYA 12 hingga 13 miliar USD
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    Rincian Pengadaan:
    Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
    Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
    Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    -
    8. Rudal Jelajah Çakır
    Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
    Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
    -
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.

    BalasHapus
  4. Yg kedua kenapa lebih mahal? Biasanya lebih murah karena bagian engineering sudah beres.

    BalasHapus
    Balasan
    1. YANG PERTAMA KAPAL OMPONG AKA GUNBOAT, YANG KEDUA SUDAH INCLUDE UANG KOPI DAN OARANG TENGAH @OM IRS

      BIASA MALONDESH HABIT OTAK SONGLAP 😁😁😁😁😁😁

      Hapus
    2. Yg kedua include
      Nasi lemak + Teh tarik

      Hapus
  5. KAYA =
    -
    1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
    Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
    ---------------
    2. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class) 2 Unit
    Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
    ---------------
    3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
    ---------------
    4. Drone ANKA 12 Unit
    Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
    ---------------
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
    Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
    ---------------
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
    ---------------
    7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
    Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
    Jumlah:
    KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
    Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
    ---------------
    8. Rudal Jelajah Çakır
    Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
    Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Çakır di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
    ---------------
    9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
    Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
    Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
    ---------------
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    Sumber: East Asia Forum, Naval News.
    Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
    ---------------
    11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
    Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
    Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
    ---------------
    12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
    Sumber: Antara News, Aselsan Media.
    ---------------
    13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
    Sumber: Antara News.
    ---------------
    14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
    Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
    ---------------
    15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
    Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
    ==============
    ==============
    MISKIN =
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    Sumber: Bernama
    -
    3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    Sumber: Defence Security Asia

    BalasHapus
  6. Akan....MoU

    🤣🤣😂😂🤪🤪🤪

    BalasHapus
  7. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malaysian Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malaysia and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malaysia dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malaysia dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malaysia dan Turki
    -----------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Nawarin senjata buat Malaysia itu sama aja kerja rodi: capek presentasi, capek negosiasi, ujung-ujungnya dibayar pakai janji dan drama parlemen

    MISKIN 🤣

    BalasHapus
  10. Sekedar kapal OMPONG macam nii, malaydesh tak bisa buat sendiri kee..?

    🤣🤣😂😂🤪🤪
    Maklum IQ Malaydesh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah kapok om, 4x bina kapal tempatan hasilnya mangkrak, anggaran melinjak dan bangkrut
      🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Keledai pun ikut ketawa bro...

      😂😂🤣🤣🤪

      Hapus
  11. Jadi ingat kapal OPV mangkrak dan miring, setelah dilanjut dan disuntik dana totalnya jadi RM 363 juta sebiji

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan 2 bijik lainnya GHOIB.

      😂😂🤣🤪😛

      Hapus
    2. Dan kapal AKAN MPMS ini hanya RM339.85 million

      🤣🤣😂😂😛🤪🤪
      Mau heran tapi ini Malaydesh

      Hapus
    3. MALON LAWAK
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  12. MAAF RINGGIT MALONDESH TAK LAKU 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    MALONDESH PANIK! MINTA BERAS KE INDONESIA, JAWABANNYA BIKIN KAGET!!!
    https://youtu.be/YzXWMEmWMzo

    BalasHapus
  13. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
    -------------
    Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
    Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
    Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
    Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
    -------------
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    OPV MIRING KABEL PUTUS
    THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
    -------------
    GORILA MALAYDESH =
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -------------
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
    -------------
    LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -------------
    LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
    LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    -----------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA

    BalasHapus
  14. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
    -----------------------
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
    ----
    A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

    BalasHapus
  15. Songlap khas Malaydesh 🤣🤣😂😛

    https://www.malaysiandefence.com/former-army-chief-and-wives-arrested-by-macc/

    BalasHapus
  16. SHOPPING KAYA versus MISKIN
    INDONESIA TURKEY = USD 12-13 MILLIAR
    MALAYDESH TURKEY = USD 1,17 MILLIAR
    ---------------
    Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
    1. Jet Tempur Siluman KAAN
    Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
    Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
    Jumlah: 48 Unit.
    Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
    Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
    -
    3. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class)
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
    -
    4. Drone ANKA
    Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
    -
    6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
    Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
    Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
    -
    7. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
    Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
    -
    8. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
    Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
    Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
    ======================
    ======================
    Total nilai pengadaan militer Malondesh dari Turkiye, berdasarkan rincian yang Anda berikan, diperkirakan mencapai lebih dari US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): Kontrak untuk tiga kapal korvet kelas Ada estimasi industri untuk kapal sejenis berada di kisaran US$600 juta - US$800 juta.
    Multi-Purpose Mission Ship (MPMS): Akuisisi kapal misi serbaguna dari galangan kapal Desan pada Maret 2025 bernilai US$68,8 juta.
    -
    2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: Kontrak yang ditandatangani dengan Turkish Aerospace Industries (TAI) untuk tiga unit drone Anka-S bernilai US$91,6 juta. Drone ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2026 untuk mengawasi Laut China Selatan.
    -
    3. Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
    ATGM Karaok: Malondesh mengakuisisi 18 unit peluncur dan 108 rudal anti-tank Karaok dari Roketsan dengan perkiraan nilai kontrak sekitar US$20 juta
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  17. HOREYYYY....SHOPING...SHOPING....SHOPING....

    GORILLA MISKIN KEPANASAN....HAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
      In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
      -----------------------
      Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
      Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
      1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
      -
      2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
      -
      3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
      Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki
      -----------------------
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALAYDESH has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALAYDESH Navy, the Royal MALAYDESH Air Force, and the MALAYDESH Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALAYDESH membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALAYDESH in the future. MALAYDESH announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALAYDESH palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.

      Hapus
    2. SHOPPING KAYA 12 -13 MILIAR USD
      ---------------
      Total nilai kemitraan pertahanan Indonesia-Turki hingga 2026 diperkirakan mencapai 12 hingga 13 miliar USD (sekitar Rp187 - Rp202 triliun).
      1. Jet Tempur Siluman KAAN
      Kesepakatan ini merupakan ekspor militer terbesar dalam sejarah Turki yang ditandatangani pada pertengahan 2025.
      Nilai Kontrak: 10 Miliar USD (setara ± Rp162 triliun).
      Jumlah: 48 Unit.
      Estimasi Harga per Unit: Sekitar 208 juta USD per pesawat dalam paket lengkap..
      Spesifikasi: Jet generasi kelima dengan kemampuan siluman (stealth), sistem berbasis AI, dan 8 internal weapon bay.
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) 70M
      Pengadaan ini bertujuan untuk memperkuat armada pemukul TNI AL dengan kapal yang memiliki mobilitas tinggi dan daya gempur rudal.
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 180 - 200 juta USD (± Rp2,8 - Rp3,1 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Jumlah: 2 Unit (NB74 dan NB75).
      Rincian Pengadaan:
      Galangan Kapal: Dibangun oleh Sefine Shipyard di Turki.
      Persenjataan Utama: Akan dilengkapi dengan Rudal Jelajah Atmaca buatan Roketsan dan sistem pertahanan titik.
      Status Proyek: Tahap peletakan lunas (keel laying) telah dilakukan pada Juli 2025, dengan fokus pada misi tempur penuh (Full Combat Mission).
      -
      3. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class)
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 1 miliar USD (± Rp15,6 triliun) untuk 2 unit pertama.
      Rincian: Harga rata-rata per unit fregat kelas ini adalah sekitar 500 juta USD. Kontrak ini biasanya mencakup desain, integrasi sistem persenjataan Turki (seperti rudal Atmaca dan sensor Gokdeniz), serta opsi transfer teknologi untuk pembangunan unit selanjutnya di galangan kapal lokal.
      -
      4. Drone ANKA
      Nilai Kontrak: 300 juta USD (sekitar Rp4,5 triliun).
      Rincian: Kontrak ini mencakup 12 unit drone tempur ANKA (6 unit CBU dari Turki dan 6 unit dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia). Nilai tersebut sudah termasuk sistem kontrol darat (Ground Control Station), pelatihan, dan logistik selama 24 bulan.
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Estimasi Nilai Kontrak: Sekitar 400 - 600 juta USD.
      Rincian: Indonesia memesan 60 unit TB3 dan 9 unit AKINCI. Berdasarkan harga ekspor TB3 ke negara lain (sekitar 6–7 juta USD per unit), total kontrak untuk unit-unit ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar. Kerja sama ini melibatkan skema produksi bersama antara Baykar Technologies dan perusahaan lokal Indonesia, Republikorp.
      -
      6. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Estimasi Nilai Kontrak: Lebih dari 500 juta USD.
      Rincian: Indonesia memberikan kontrak awal untuk pengadaan sekitar 45 unit rudal Atmaca. Mengingat rudal ini direncanakan untuk mempersenjatai lebih dari 41 kapal perang TNI AL (termasuk Fregat I-Class dan Kapal Cepat Rudal), nilai total diperkirakan akan terus bertambah seiring penambahan pesanan stok.
      -
      5. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Nilai Kontrak Tahap Awal: Sekitar 135 juta USD (untuk fase pertama).
      Rincian: Kontrak awal untuk 18 unit memiliki nilai sekitar 135 juta USD. Namun, dengan target kebutuhan total TNI AD mencapai lebih dari 100 unit [Data User], nilai proyek jangka panjang ini diperkirakan akan melampaui 800 juta USD yang dikelola melalui kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) KHAN & Trisula
      Estimasi Nilai Kontrak: Ratusan juta dolar AS.
      Rincian: Meskipun angka pasti untuk sistem Trisula (Hisar) belum dipublikasikan secara mendetail, pengadaan sistem rudal balistik taktis KHAN telah terealisasi dengan pengiriman tahap pertama ke Kalimantan pada Agustus 2025.
      -
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Sumber Berita: Neraca, Roketsan Media, dan Republikorp.
      Narasi: Kontrak strategis untuk alih produksi dan pembentukan joint venture ditandatangani pada ajang IDEF 2025 di Istanbul antara Roketsan dan PT Republik Roketsan Indonesia (RRI).
      -
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: Kompas, Indomiliter, dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: Kontrak pengadaan telah ditandatangani oleh Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) Kemhan RI dengan Republikorp pada Agustus 2024.
      .
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Çakır di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    4. 🤝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      💰 Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    5. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Çakır di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update.
      ==============
      ==============
      SHOPPING - MISKIN =
      1. Kapal Perang (Sektor Laut) — Est. >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada) dan Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Sumber: Janes Defense, Naval News, Defence Security Asia
      -
      2. Drone dan Sistem Udara — Est. US$91,6 Juta
      Sumber: Bernama
      -
      3. ATGM Karaok Persenjataan Darat dan Rudal — Est. US$20 Juta+
      Sumber: Defence Security Asia
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝


      Hapus
    6. MITRA STRATEGIS = TRANSFER OF TECHNOLOGY (TOT)
      Indonesia dan Turki telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang berfokus pada kemandirian industri pertahanan melalui skema Transfer of Technology (ToT).
      Berikut adalah rincian ToT yang disepakati untuk aset-aset militer tersebut:
      1. Pesawat Tempur KAAN (Generasi Ke-5)
      Produksi Lokal & Perakitan: Kesepakatan mencakup perakitan parsial (partial assembly) di Indonesia serta keterlibatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dalam rantai pasok komponen global.
      Engineering & Design: Insinyur Indonesia terlibat dalam fase pengembangan lanjutan dan rekayasa pesawat untuk membangun basis pengetahuan teknologi siluman (stealth) dan avionik mutakhir.
      Fasilitas MRO: Pembangunan fasilitas pemeliharaan, perbaikan, dan operasional (MRO) di Indonesia untuk menjamin keberlangsungan operasional jet KAAN secara mandiri di masa depan.
      -
      2. Pesawat Tanpa Awak (Drone)
      Bayraktar TB2 & Akıncı:
      Pabrik Drone Lokal: Melalui kemitraan antara Republikorp dan Baykar Technologies, telah disepakati pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk membangun pabrik produksi drone di Indonesia.
      Lisensi Produksi: Indonesia mendapatkan lisensi untuk memproduksi unit-unit ini secara lokal, yang mencakup transfer pengetahuan sistem kendali jarak jauh dan kecerdasan buatan (AI avionics).
      UAV Anka:
      Final Assembly Line (FAL): PTDI memiliki kemampuan untuk melakukan perakitan akhir dan flight line untuk unit-unit Anka yang dipesan.
      UAV Center: Pelatihan bagi engineer dan pilot Indonesia untuk mengelola sistem data link dan membangun pusat keunggulan drone nasional.
      -
      3. Kapal Perang (Fregat Kelas Istif)
      Pembangunan Lokal: Produksi dua unit fregat ini dilakukan melalui kolaborasi antara galangan kapal Turki (TAIS/STM) dengan PT PAL Indonesia menggunakan fasilitas dalam negeri.
      Integrasi Sistem Persenjataan: Kerja sama dengan perusahaan Turki seperti Aselsan dan Roketsan memungkinkan PT PAL untuk mengintegrasikan sistem manajemen tempur (CMS) dan sensor radar AESA generasi terbaru secara mandiri.
      -
      4. Sistem Rudal (KHAN & ÇAKIR)
      Joint Venture Roketsan: Pembentukan perusahaan patungan antara Roketsan dan mitra lokal (PT Republik Roketsan Indonesia) untuk memproduksi amunisi dan rudal presisi di dalam negeri.
      Pengembangan Bersama: ToT mencakup teknologi propulsi rudal dan sistem pemandu, yang krusial bagi kemandirian teknologi persenjataan jarak jauh Indonesia.
      -
      5. Kendaraan Tempur (Medium Tank Harimau)
      Kepemilikan Intelektual Bersama: Sejak awal, proyek Harimau (Kaplan MT) adalah desain bersama antara PT Pindad dan FNSS. Indonesia memiliki hak atas desain dan bebas untuk memproduksi atau mengekspornya ke negara ketiga.
      ==============
      ==============
      BUKTI TEMPEL STICKER PARS 8x8 =
      1. TIDAK ADA PERJANJIAN KERJASAMA JV
      2. TIDAK ADA PROTOTIPE
      3. TIDAK ADA UJI KUALIFIKASI
      4. LANGSUNG PRODUKSI MASSAL
      Pada bulan Juni 2011, Perusahaan Turki FNSS membatalkan menandatangani 'surat penawaran dan penerimaan' oleh DRB(DefTech) untuk bantuan desain dan pengembangan kendaraan. Kendaraan AV8 yang dipilih oleh militer MALAYDESH didasarkan pada kendaraan lapis baja beroda 8×8 yang dirancang oleh FNSS Pars 8×8.
      ----
      TEMPEL STICKER HIZIR TURKI
      KASIAN TIADA KEMAMPUAN UJI BALISTIK
      1. UJI BALISTIK DI THAILAND
      2. UJI BALISTIK DI AFRIKA SELATAN
      Selain itu, 2 ujian balistik telah dilakukan iaitu Ujian balistik Tembakan yang dilaksanakan di The Defence TechNOLogy Institute, Bangkok, Thailand dan Ujian Balistik Letupan (Mine/Underbelly Test) di Council for Scientific and Industrial Research, Pretoria, Afrika Selatan.

      Hapus
    7. 🤝 INDONESIA TURKEY 🤝
      Kerjasama Indonesia dan Turki dalam forum G20 dan MIKTA pada tahun 2026 mencerminkan kemitraan strategis yang semakin mendalam, terutama dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang dan stabilitas global.
      1. Sinergi dalam Forum G20
      Indonesia dan Turki menggunakan platform G20 untuk memperkuat hubungan bilateral dan menyuarakan isu-isu global yang mendesak:
      Penguatan Multilateralisme: Memasuki tahun 2026, kedua negara terus mendorong pemulihan multilateralisme guna menghadapi tantangan ekonomi global dan perubahan iklim.
      Kerjasama Industri Strategis: Di sela-sela pertemuan G20, kedua negara secara rutin menandatangani kesepakatan penting, termasuk di bidang industri pertahanan (Inhan) dan pembangunan infrastruktur seperti proyek Tol Trans-Sumatera yang melibatkan kontraktor Turki.
      Dukungan Kepemimpinan: Turki secara konsisten memberikan dukungan kuat terhadap agenda-agenda Indonesia di G20, khususnya dalam upaya memperbaiki tata kelola ekonomi dunia yang lebih adil bagi negara berkembang.
      2. Kolaborasi dalam MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia)
      Dalam forum MIKTA, Indonesia dan Turki berperan sebagai "jembatan" atau kekuatan penyeimbang (middle powers):
      Penyelesaian Isu Global: Melalui MIKTA, kedua negara berkolaborasi dalam penyelesaian isu perdamaian global, termasuk solidaritas terhadap Palestina dan reformasi tata kelola global.
      Prioritas Pembangunan: Pada pertemuan terbaru di sela KTT G20, para pemimpin MIKTA menekankan pada percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pemberdayaan pemuda, dan pembangunan perdamaian.
      Kekuatan Penyeimbang: Keduanya sepakat bahwa peran MIKTA sangat krusial dalam memberikan solusi alternatif di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    8. SHOPPING - KAYA =
      -
      1. Jet Tempur Siluman KAAN 48 Unit.
      Sumber Berita: Defense News, The Diplomat, dan AeroTime.
      ---------------
      2. Kapal Perang Fregat Kelas-İstif (I-Class) 2 Unit
      Sumber Berita: Naval News dan Janes Defense.
      ---------------
      3. Rudal Jelajah Atmaca & Torpedo Akya
      Sumber Berita: Naval Post dan Military Leak.
      ---------------
      4. Drone ANKA 12 Unit
      Sumber Berita: Reuters dan C4ISRNET.
      ---------------
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Sumber Berita: Breaking Defense dan The Defense Post.
      Jumlah: 60 Unit TB3 dan 6 Unit AKINCI.
      ---------------
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Sumber Berita: Army Recognition dan FNSS Media.
      ---------------
      7. Sistem Pertahanan Udara (ADS) Trisula & KHAN
      Sumber Berita: Defense Turkey dan Janes.
      Jumlah:
      KHAN: 1-2 Baterai (pengiriman tahap pertama telah tiba).
      Trisula (ADS): Tidak disebutkan jumlah unit peluncur secara detail, namun direncanakan melindungi titik-titik vital di Kalimantan.
      ---------------
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Sumber Berita: Antara News, Roketsan Media, dan Republicorp.
      Narasi: Proyek ini difokuskan pada produksi lokal rudal jelajah Çakır di Indonesia melalui proses transfer teknologi (ToT)
      ---------------
      9. Rudal Pertahanan Udara Sungur
      Sumber Berita: TRT World dan Kementerian Pertahanan RI.
      Narasi: VSHORAD Sungur Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembelian unit, tetapi juga penjajakan alih teknologi untuk pembuatan serta pemeliharaan rudal di Indonesia.
      ---------------
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      Sumber: East Asia Forum, Naval News.
      Jumlah: 2 Unit (Tahap awal).
      ---------------
      11. Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja (APC) Kaplan
      Sumber: East Asia Forum, LinkedIn Defence Analysis.
      Jumlah: Tahap awal pengembangan prototipe.
      ---------------
      12. Modernisasi Sistem Radio Militer (Software-Defined Radio)
      Sumber: Antara News, Aselsan Media.
      ---------------
      13. Pengembangan Kendaraan Tempur Infanteri (IFV)
      Sumber: Antara News.
      ---------------
      14. Kerja Sama Produksi Bersama Drone Bayraktar TB3
      Sumber: TVRI News, AP-Law Solution.
      ---------------
      15. Kerja Sama Strategis Kapal Selam
      Sumber: Instagram News (Reel), Indo Defence Update
      ----------------------------
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    9. JENDERAL = KORUPSI
      PRAJURIT = PARTI WANITA
      GORILA KLAIM HAIBAT KAYA
      -
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      KAMP MILITER PARTY = MINUM & WANITA
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      2026 UANG KOPI SEDAP .....
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat Malaysia Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
      -
      • Utusan Malaysia – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
      -
      • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
      -
      • ANTARA News – Imbas isu rasuah, Malaysia ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat Malaysia menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
      -
      • VIVA.co.id – Malaysia Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat Malaysia di tengah skandal rasuah.
      -
      • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat Malaysia Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek milite
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    10. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      -------------
      Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
      Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
      Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
      Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
      -------------
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
      -------------
      GORILA MALAYDESH =
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA


      Hapus
    11. RM363,8 JUTA = OPV MADE IN MALAYDESH ......
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      1 OPV MIRING KABEL PUTUS = 2 GHOIB
      -------------
      Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
      Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
      Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
      Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
      -------------
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
      ====================
      ====================
      RM339.85 MILLION = MPMS MADE IN TURKI...
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      NO. MIRING
      The second MPMS is valued at RM339.85 million (approximately US$83.75 million). While the Malaysian statement did not specify the shipyard responsible for construction, Malaysian media assessments indicate that the contract is most likely to be executed by DESAN Shipyard, which is currently building the first MPMS for Malaysia

      Hapus
    12. UANG KOPI OPV MIRING = SEDAP.....
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      MALAYDESH OPV RM363,8 JUTA = TURKI OPV RM339.85 MILLION
      -------------
      Kontrak awal tahun 2017 untuk 3 unit kapal adalah sebesar RM738,9 juta (rata-rata RM246,3 juta/unit). Namun, karena kegagalan manajemen dan keterlambatan bertahun-tahun, pemerintah harus mengeluarkan dana tambahan:
      Suntikan Dana Pertama (2023): Pinjaman sebesar RM152,6 juta untuk menyelesaikan kapal pertama (KM Tun Fatimah).
      Suntikan Dana Kedua (2025): Tambahan sekitar RM200 juta dialokasikan untuk melanjutkan pengerjaan kapal kedua dan ketiga oleh kontraktor baru.
      Total Estimasi Biaya: Anggaran keseluruhan membengkak menjadi sekitar RM1,09 miliar (RM1,091,5 juta). Jika dibagi tiga, maka biaya rata-rata per kapal menjadi sekitar RM363,8 juta
      -------------
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      OPV MIRING KABEL PUTUS
      THHE general manager Azizul Hanafee Zain explained that the ship tilted to one side after one of the steel cables attached to the supporting structure underneath the ship was cut.
      -------------
      GORILA MALAYDESH =
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      RM11.2B FOR 5 SHIPS = EXCLUDING AMMO
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      LMS B2 = FFBNW DOWNGRADE HISAR OPV NO ASW
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -------------
      LCS = FFBNW MANGKRAK 15 YEARS
      LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT ]
      • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = DELAYED
      -NO NSM.
      -NO VL MICA.
      -NO TORPEDO RINGAN.
      -NO SECONDARY GUNS.
      -NO BOFORS MK3.
      -----------
      PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
      -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
      -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
      -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA

      Hapus
    13. 🤝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
      1. Jet Tempur KAAN
      Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
      48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
      -
      2. Fregat I-Class
      Pilihan desain Turki untuk armada laut.
      2 unit (opsi tambahan).
      -
      3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
      Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
      -
      4. Drone ANKA
      Skema ToT dengan PTDI.
      12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
      -
      5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
      Pengadaan UCAV.
      60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
      -
      6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
      Proyek kerja sama industri pertahanan.
      18 unit awal, target >100 unit.
      -
      7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
      KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
      Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
      -
      8. Rudal Jelajah Çakır
      Produksi lokal dengan ToT.
      -
      9. Rudal Sungur (VSHORAD)
      Pembelian + penjajakan alih teknologi.
      -
      10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
      TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
      -
      11. APC Kaplan
      Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
      -
      12. Radio Militer SDR
      Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
      -
      13. IFV Generasi Baru
      R&D PT Pindad & FNSS.
      -
      14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
      Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
      -
      15. Kerja Sama Kapal Selam
      Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
      =================
      =================
      💰 Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
      > US$1,17 miliar
      1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
      LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
      MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
      -
      2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
      UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
      Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
      -
      3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.

      Hapus
  18. 🤝 Indonesia – Turki (G20 & MIKTA) > USD 12-13 MILLIAR
    1. Jet Tempur KAAN
    Indonesia jadi pembeli ekspor pertama (2025).
    48 unit, kontrak ±10 miliar USD.
    -
    2. Fregat I-Class
    Pilihan desain Turki untuk armada laut.
    2 unit (opsi tambahan).
    -
    3. Rudal Atmaca & Torpedo Akya
    Ganti rudal Barat dengan teknologi Turki.
    -
    4. Drone ANKA
    Skema ToT dengan PTDI.
    12 unit (6 dari Turki, 6 dirakit di Indonesia).
    -
    5. Drone Bayraktar TB3 & AKINCI
    Pengadaan UCAV.
    60 unit TB3, 6 unit AKINCI.
    -
    6. Tank Medium Harimau (Kaplan MT)
    Proyek kerja sama industri pertahanan.
    18 unit awal, target >100 unit.
    -
    7. Sistem Pertahanan Udara KHAN & Trisula (Hisar)
    KHAN: rudal balistik taktis (1–2 baterai).
    Trisula: pertahanan jarak menengah (untuk Kalimantan).
    -
    8. Rudal Jelajah Çakır
    Produksi lokal dengan ToT.
    -
    9. Rudal Sungur (VSHORAD)
    Pembelian + penjajakan alih teknologi.
    -
    10. Kapal Cepat Rudal FACM-70 (KCR 70)
    TAIS Shipyard bangun 2 unit (2024).
    -
    11. APC Kaplan
    Prototipe kerja sama PT Pindad & FNSS.
    -
    12. Radio Militer SDR
    Litbang Aselsan + PT LEN & Wellracom.
    -
    13. IFV Generasi Baru
    R&D PT Pindad & FNSS.
    -
    14. Produksi Bersama Bayraktar TB3
    Skema ToT + pelatihan + integrasi UAV maritim.
    -
    15. Kerja Sama Kapal Selam
    Penjajakan proyek alternatif di Indo Defence 2025.
    =================
    =================
    💰 Total Pengadaan Militer Malondesh dari Turki
    > US$1,17 miliar
    1. Kapal Perang (Laut) — >US$1 Miliar
    LMS Batch 2 (Kelas Ada): 3 korvet, estimasi US$600–800 juta.
    MPMS (Multi-Purpose Mission Ship): 1 kapal, US$68,8 juta.
    -
    2. Drone & Sistem Udara — US$91,6 Juta
    UAV Anka-S: 3 unit, kontrak US$91,6 juta
    Persenjataan Darat & Rudal — >US$20 Juta
    -
    3. ATGM Karaok: 18 peluncur + 108 rudal, estimasi US$20 juta.
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  19. MPMS = EXIM KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    EXIM = KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    -
    In parallel with the defence procurement, Wisma Putra stated that additional agreements are expected to be concluded during the visit. These include memoranda of understanding between the Malondeshn Investment Development Authority and the Investment and Finance Office of the Presidency of the Republic of Türkiye, cooperation agreements between EXIM Bank Malondesh and Turk Eximbank...
    -----------------------
    Berdasarkan pembelian MPMS (Multi-Purpose Mission Ship) senilai RM304,29 juta tersebut memang menggunakan skema utang atau pembiayaan luar negeri.
    Berikut adalah poin-poin yang mengonfirmasi hal tersebut:
    1. Pelibatan Bank Ekspor-Impor: Adanya kerja sama antara EXIM Bank Malondesh dan Turk Eximbank menunjukkan penggunaan fasilitas kredit ekspor (FKE). Dalam praktik pengadaan pertahanan internasional, skema ini merupakan bentuk utang luar negeri di mana lembaga keuangan dari negara pengekspor (Turk Eximbank) memberikan pinjaman atau penjaminan bagi negara pembeli untuk membiayai pengadaan barang tersebut.
    -
    2. Nota Kesepahaman (MoU) Keuangan: Penyebutan kesepakatan antara lembaga investasi Malondesh dan kantor keuangan kepresidenan Turki yang berjalan paralel dengan pengadaan kapal ini memperkuat bahwa transaksi tersebut melibatkan struktur pembiayaan formal (utang), bukan sekadar pembayaran tunai langsung dari anggaran berjalan.
    -
    3. Karakteristik Pengadaan Pertahanan: Di sektor pertahanan, skema Fasilitas Kredit Ekspor (FKE) atau Kredit Swasta Asing (KSA) adalah metode umum untuk membiayai aset bernilai besar (seperti kapal sepanjang 99 meter) guna menyebar beban fiskal dalam jangka waktu yang lebih lama melalui mekanisme pinjaman.
    Kesimpulan: Ya, pembelian tersebut menggunakan skema utang melalui fasilitas kredit ekspor yang melibatkan kerja sama antara bank pemerintah Malondesh dan Turki

    BalasHapus
  20. lahhh katanya mao shopping mrss kok malah kapal kecik..bokek yaa haha!😋😋😋

    BalasHapus
  21. INDONESIA .....
    KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
    KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
    KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
    KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
    -
    1. KRI Klewang (625)
    Insiden: Kapal cepat rudal (trimaran) siluman ini terbakar habis pada 28 September 2012 di Banyuwangi saat masih dalam tahap uji coba.
    Kapal Pengganti: KRI Golok (688). Kapal ini adalah generasi kedua dari kelas trimaran yang sama, diluncurkan pada 21 Agustus 2021 dan resmi beroperasi pada 2022.

    -2. KRI Nanggala (402)
    Insiden: Kapal selam kelas Cakra (Tipe 209/1300) ini tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 dalam latihan torpedo.
    Kapal Pengganti: Pemerintah melakukan pengadaan kapal selam baru yang lebih modern. Hingga 2026, Indonesia telah menyepakati kontrak pembangunan Kapal Selam Kelas Scorpène (Evolved) dari Prancis. Selain itu, armada kapal selam saat ini diperkuat oleh kelas Nagapasa (KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405).

    -3. KRI Teluk Jakarta (541)
    Insiden: Kapal angkut logistik jenis Landing Ship Tank (LST) kelas Frosch ini tenggelam di dekat Pulau Damar, Kepulauan Seribu pada Juli 2020 akibat kebocoran saat cuaca buruk.
    Kapal Pengganti: Peran kapal angkut tank ini digantikan secara fungsional oleh KRI Teluk Weda (526) dan KRI Teluk Wondama (527), serta kapal-kapal LST kelas Teluk Bintuni yang terus diproduksi secara massal oleh galangan kapal dalam negeri untuk memperkuat armada amfibi.
    -
    4. KRI Rencong (622)
    Insiden: Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas Mandau ini terbakar dan tenggelam di perairan Sorong, Papua Barat, pada 11 September 2018 akibat korsleting listrik.
    Kapal Pengganti: TNI AL mengganti kehilangan unit KCR dengan mempercepat produksi KCR Kelas Sampari (KCR-60m). Unit-unit baru seperti KRI Kapak (625) dan KRI Panah (626) kini telah memperkuat jajaran kapal cepat rudal untuk mengisi kekosongan tersebut.
    -
    5. KRI Teluk Hading (538)
    Insiden: Terjadi kebakaran besar pada 3 Juni 2023 di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Meskipun tidak tenggelam, kapal yang sudah berusia tua ini mengalami kerusakan berat.
    Kapal Pengganti: Sejalan dengan pemensiunan kapal-kapal tua kelas Frosch, penggantinya adalah LST Kelas Teluk Bintuni (seperti KRI Teluk Youtefa-522 atau KRI Teluk Palu-523) yang memiliki kapasitas lebih besar dan teknologi lebih baru
    =================
    =================
    MALAYDESH.....
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    -
    1. KD Sri Inderapura (1505)
    Insiden: Kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) terbesar Malaysia ini mengalami kebakaran hebat pada 8 Oktober 2009 saat berlabuh di Pangkalan TLDM Lumut.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Hingga Desember 2024 (15 tahun pasca kejadian), TLDM dilaporkan masih menunggu kapal pengganti permanen yang setara. Malaysia sempat berencana mengakuisisi kapal sejenis dari negara lain, namun hingga kini kemampuan pengangkutan amfibi tersebut belum sepenuhnya digantikan oleh kapal baru dengan kapasitas yang sama.
    -
    2. KD Pendekar (3513)
    Insiden: Kapal serang cepat (Fast Attack Craft) kelas Handalan ini tenggelam di lepas pantai Johor pada 25 Agustus 2024 setelah menabrak objek bawah laut yang tidak teridentifikasi.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Meskipun berhasil diapungkan kembali pada Oktober 2024 untuk investigasi, nasib kapal ini belum ditentukan dan belum ada pemesanan kapal baru sebagai pengganti langsung dari kelas yang sama. Saat ini, Malaysia lebih berfokus pada program kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship) dari Turki dan kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship) yang baru akan mulai beroperasi pada 2026.
    -
    3. KD Pari (3510)
    Insiden: Kapal patroli kelas Jerong ini sempat mengalami insiden kebocoran serius dan hampir tenggelam pada tahun 2011 akibat kerusakan pada poros baling-baling saat beroperasi di perairan Sabah.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Walaupun sempat diperbaiki, kapal-kapal kelas tua (seperti kelas Jerong) secara bertahap dipensiunkan tanpa adanya penggantian unit "satu-ke-satu" yang sejenis secara desain

    BalasHapus