13 Februari 2026

Singapura Mulai Mencari Pengganti Radar FPS-117

13 Februari 2026

Radar FPS-117 Singapura telah beroperasi sejak 1998 (image: Lockheed Martin)

Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) sedang bersiap untuk memperbarui salah satu komponen jaringan peringatan dini yang paling lama beroperasi.

Kepala RSAF, Mayor Jenderal Kelvin Fan, telah mengkonfirmasi bahwa angkatan tersebut sedang mengevaluasi opsi untuk mengganti radar pengawasan udara jarak jauh FPS-117 yang sudah tua.

Dalam tanggapan tertulis yang dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan dari media menjelang Singapore Airshow 2026, Mayjen Fan mencatat bahwa radar tersebut telah beroperasi sejak 1998.

Ia menggambarkan penilaian yang sedang berlangsung sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan yang lebih luas dari sistem Pertahanan Udara Pulau (IAD) RSAF, yang menyatukan sensor berlapis dan berjaringan untuk memberikan perlindungan sepanjang waktu terhadap wilayah udara Singapura.

FPS-117 memiliki jangkauan deteksi efektif hingga 250 mil laut (463 km).

Meskipun tidak ada detail yang diberikan mengenai sistem kandidat atau jadwalnya, penggantian radar ini akan menjadi bagian dari siklus pembaruan kemampuan reguler RSAF, yang menurut Mayjen Fan sangat penting untuk mempertahankan kekuatan yang mampu menghadapi peningkatan spektrum ancaman.

Selain FPS-117, RSAF juga mengganti radar pencarian dan akuisisi target portabel (PSTAR), yang telah beroperasi selama 25 tahun terakhir, dengan radar Giraffe 1X dari Saab.

Radar Giraffe 1X akan dipasang pada kendaraan URO VehΓ­culo de Alta Movilidad TΓ‘ctico (VAMTAC), yang juga sedang diakuisisi oleh RSAF.

52 komentar:

  1. ✨️ATLAS NO.2
    otewe HOME...PULANG KAMFUNG hore haha!πŸ₯³πŸ€—πŸ₯³

    seblah pasti FANASSSSπŸ”₯ haha!🀣😜🀣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    A400 Produksi Spanyol Memperkuat TNI AU dan Memperkuat Hubungan Dua Negara
    https://youtube.com/watch?v=QwT3-4uSXTA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Raja 2 uda otewe,
      nambah 4 lagi ato ditikung Embraer hayoo..haha!πŸ€­πŸ˜‰πŸ€­

      geng seles..mana swaranyaaaaa haha!πŸ˜„πŸ˜ŽπŸ˜„

      Hapus
    2. Atlas dikirim dari spanyol, GraciasπŸ‘

      tak hanya atlas, erbas prancis kirim h225m..MerciπŸ‘

      Aset Baruw tambah banyak haha!πŸ˜ŽπŸ€—πŸ˜Ž

      ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
      From France to Indonesia | A Defense Mission with H225M Helicopters
      https://youtube.com/watch?v=N8p8AqvXLp4

      Hapus
  2. Kalau kita taruh GM400a di batam.kira2 Singapura ngamuk nggak ya ? 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. kagak, kan uda ada master di bintan om haha!🀭😬🀭

      yg bikin resahπŸ”₯ om ben dan kawan2 netijen sing, adanya markas marinir baruw di batam, soalnya wkt ituw ngeboyong MLRS dsb haha!πŸš€πŸ”₯πŸš€
      mreka mrasa trancam,
      cek ajah komenan mreka 7+thn laluw
      apalagi skarang ada koarmada 1,
      di bintan makin banyak gelar alutsista, kaprang, pesawat dan pasukan pendarat haha!🦾😎🦾
      makin NGAMUKπŸ”₯

      Hapus
    2. radar master t kamsudnya om haha!πŸ˜πŸ˜‰πŸ˜

      Hapus
  3. Singapura Mulai Mencari Pengganti Radar FPS-117
    ---------

    FPS117 versi fixed radar
    TP 77 versi mobile radar

    daripada bingung pake jindalee ajah, toh yg laen bisa pake radar kaprang ama sampt dkk haha!πŸ˜‰πŸ˜¬πŸ˜‰

    betewe tetangga sing di johor masa klaim kaya tp ngemis radar tp77 dr amrik sich hahah!πŸ€₯πŸ˜‹πŸ€₯

    BalasHapus
    Balasan
    1. Shopingan red dot overkill semua oom...
      Masa bikinan 1998 dibilang tua...mereka kalo tahu kapal RONGSOKAN hibahan USCG punya Malaydesh pasti pingsan...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€ͺ

      Hapus
    2. bukan pengsan aja om pedang, yg uda koitπŸ‘» bangun lagi..cuman mao ketawain sang mantan diseblah, sambil ngucap..untung pisah🧞‍♂️ haha!πŸ€£πŸ˜‚πŸ€£

      Hapus
  4. GORILA HUTANG :
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
    2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
    3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
    4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
    5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
    7. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank)..
    8. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
    ----------------------
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
    ----------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    -
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  5. KONON RADAR MALONDESH HALIMUN SAMPE PLANET NAMEX 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  6. Horee Garibaldi semakin hampir ke indonesia
    Kelass from Italiano
    2 PPA
    1 Kapal induk Garibaldi

    Mantapp

    BalasHapus
  7. Tetangga makin kebakaran strees indo shoping kapal induk hahhaaha
    Ini kapal bisa buat 2 fungsi OMP dan OMSP
    Operasi militer selain perang alias kekuatan kemanusiaan
    paham gak kalian malondesh otak udang wkkwkwwkw
    IQ 9999 konon cuma bisa bahas hutang aja 🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita minjem buat SHOPPING ASET
      seblah NGUTANG buat bayar UTANG om haha!😬🀣😡‍πŸ’«

      Hapus
    2. Mereka kepo sama hutang kita wkkwkw..tpi gak tahu hutang negara sndri gak tahu πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ’¦

      Hapus
  8. eittt ada kita gaesz klub DS
    MEJENK DI YUTUB BULE ITALI..GRAZIE haha!πŸ€—πŸ˜πŸ₯³
    menit 13:05

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Italy Arms Asia: The Success of Europe's Best Ships
    https://youtube.com/watch?v=bmmcBGkf6kE&pp=ugUEEgJpdA%3D%3D
    #########

    tak lupa ada komeng si Anuw...
    2024 kata warganyet kl masa PPA AKAANN....
    2025 PPA dateng bneran, eh MeWeK muka badak🦏 haha!😭😁😭
    biasalah iq jongkok, kalah lagiiii

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    GEMBLUNG 5 November 2024 pukul 08.07
    Ternyata masih belum jelas kerana masih AKAN.... 🀣🀣🀣🀣
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/11/indonesia-menyelesaikan-fasilitas.html?m=1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti lewat ambalat biar panas sebelah wkwkwkw

      Hapus
    2. nyoiihh apalagi kelak CSG kita mager di ambalat uda pasti mingkem haha!🀭😁🀭

      sluruh perbatasan utara pulau kalimantan bakal kita blokade dr sepanjang selat sumatra, selat singapur, natuna..apalagi selat sulawesi haha!πŸ¦ΎπŸš€πŸ¦Ύ

      Hapus
  9. FAKTA TAK TERBANTAHKAN : BUKANYA LCS RONGSOK DAN MANGKRAK YANG BANYAK MASA BERLABUH DARI BERLAYAR LON, DITAMBAH MALONDESH NEGARA TERTOLOL DAN TERBODOH PEMBUATAN KAPAL PERANG DI DUNIA, BODOH BUAT CARA TOLOL πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣

    NEGARA KAYA BEBAS SHOPPING EASY PAY !!!!!
    KOYAK TAK LON πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣

    BalasHapus
  10. GORILA HUTANG ASET MILITER :
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
    -
    2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
    -
    3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
    -
    4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
    -
    5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
    -
    6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
    -
    7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
    ----------------------
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
    ----------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    -
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  11. SU30MKM MENEUVER PARAH DI SINGAPURA AIR SHOW.... mau tanya INDIANESIA mana ya....??? HAHAHAHAH

    https://www.youtube.com/shorts/pHe8jrIsXSI

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
      Model: Government-to-Government (G2G).
      Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
      Tenor: 10 – 15 tahun.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
      Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
      Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
      Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
      Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
      Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
      Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
      Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
      Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun.
      --------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    3. Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi

      KUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
      Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
      Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
      Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
      -------------------------------------
      The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALAYDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALAYDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
      Key points about the grounding:
      • Spare parts shortage:
      One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
      • Engine issues:
      The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding

      Hapus
    4. MEANWHILE......
      MIG29N RETIRED = COST MAINTENANCE
      MB339C RETIRED = ENGINE BUDGET CONSTRAINTS
      F18 HORNETS = 2025 BOEING STOP PRODUCTIONS
      MKM = 2026 LOST SPAREPART
      The RMAF has an estimated 71 combat aircraft in its inventory, ranging from F/A-18D Hornets, Mig-29N, Sukhoi-30 MKM, Hawk MK-108/MK-208 and MB-339C combat aircraft. The Hornets and Hawks were acquired in the mid-1990s, while the Sukhois were delivered to the RMAF between 2007 and 2009. The Mig-29s have been retired from service in phases since 2009. The first attempt to find suitable replacements was the Multi-Role Combat Aircraft program. But budget constraints led MALAYDESH to suspend the program in 2017.
      ---------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    5. 2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
      5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
      ----------------
      πŸ” DETAIL PROYEK
      • MRCA (2017–2025):
      o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
      o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
      -
      • LCS (2011–2025):
      o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
      o 2022: Skandal audit terungkap.
      o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
      -
      • SPH (2016–2025):
      o 2016: Proposal SPH diajukan.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
      -
      • MRSS (2016–2025):
      o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
      o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      ----------------
      DEBT 84,3% TO GDP
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOF
      -
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      KEKANGAN KEWANGAN
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      =============
      The Sukhoi Su-30MKM has some weaknesses, including engine problems, integration with Western systems, and fatigue failure.
      Engine problems
      • In 2018, MALAYDESH grounded 14 out of 18 Su-30MKM aircraft due to engine problems and a lack of spare parts.
      • The AL-31FP engine in the Su-30MKA has experienced numerous failures, including bearing failures due to metal fatigue and low oil pressure.
      Integration with Western systems
      • The Su-30MKM's Russian origin may limit its integration with Western systems.
      • This could make it difficult to fully integrate with NATO standards, such as Link 16, which is important for modern network-centric warfare.
      Fatigue failure
      • Aircraft structures and components are prone to fatigue failure due to fluctuating stress.
      • Fatigue failure is a gradual form of local damage that can lead to defects or cracks.
      Other considerations
      • The Su-30MKM is a larger aircraft, which means it may be seen earlier by radar and visual combat.

      Hapus
  12. Su30MKM COBRA..... sekarang saya tanya INDIANESIA mana....??? HAHAHHA

    https://www.youtube.com/shorts/axCYV8apSP8

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
      Model: Government-to-Government (G2G).
      Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
      Tenor: 10 – 15 tahun.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
      Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
      Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
      Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
      Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
      Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
      Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
      Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
      Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun.
      --------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.

      Hapus
    3. Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi

      KUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
      Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
      Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
      Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
      -------------------------------------
      The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALAYDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALAYDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
      Key points about the grounding:
      • Spare parts shortage:
      One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
      • Engine issues:
      The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding

      Hapus
  13. MENEUVER SU30MKM MALAYSIA PALING MEMATIKAN...... yang pesawat INDIANESIA TAK MAMPU LAKUKAN.....HAHAHAHHA

    https://www.youtube.com/shorts/gXN2QE0-ub0

    BalasHapus
    Balasan
    1. Are you oke gorila malaya 🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. Saking gak ada yang bisa dibanggakan ya dari malaydesh? Haha

      Hapus
    4. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
      Model: Government-to-Government (G2G).
      Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
      Tenor: 10 – 15 tahun.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
      Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
      Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
      Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
      Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
      Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
      Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
      Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
      Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun.
      --------------

      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      -----
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

      Hapus
    5. Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi

      KUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
      Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
      Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
      Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
      -------------------------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    6. skema pembayaran berperingkat:
      Laut
      LCS Maharaja Lela-class → > RM 9 miliar → berperingkat, sesuai progres konstruksi
      OPV Kedah-class tambahan → ~ RM 2.5 miliar → berperingkat, milestone pembangunan
      Udara
      FA-50 Block 20 → ~ RM 4 bilion → berperingkat, hingga 2027
      Su-30MKM & Hawk 208 → > RM 3 bilion → berperingkat, sesuai pengiriman
      Darat
      AV8 Gempita 8x8 → > RM 7.5 bilion → berperingkat, sesuai produksi
      Artileri (Howitzer/MLRS) → tidak dipublikasikan → berperingkat, sesuai integrasi
      -
      ⚓ Laut (Naval Procurement)
      Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela-class
      Proyek bernilai lebih dari RM 9 miliar.
      Menggunakan pembayaran berperingkat sesuai progres pembangunan kapal di Boustead Naval Shipyard.
      Skema ini menyebabkan keterlambatan dan kontroversi karena dana sudah dibayarkan sebagian besar, tetapi kapal belum selesai.
      Offshore Patrol Vessel (OPV) Kedah-class tambahan
      Kontrak OPV baru juga menggunakan sistem pembayaran bertahap sesuai milestone konstruksi.
      Hal ini umum dalam industri galangan kapal karena pembangunan berlangsung beberapa tahun.
      -
      ✈️ Udara (Air Procurement)
      KAI FA-50 Light Combat Aircraft (LCA)
      Malaydesh menandatangani kontrak pembelian 18 unit FA-50 Block 20 dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
      Pembayaran dilakukan secara bertahap (staggered) selama periode produksi dan pengiriman hingga 2027.
      Skema ini dipilih untuk mengurangi beban fiskal sekaligus memastikan jadwal pengiriman.
      Sukhoi Su-30MKM & Hawk 208 (sebelumnya)
      Kontrak besar pesawat tempur Rusia dan Inggris juga menggunakan pembayaran berperingkat, biasanya berbasis milestone (delivery, training, spare parts).
      -
      πŸš› Darat (Land Procurement)
      AV8 Gempita 8x8 Armored Vehicle
      Proyek bernilai lebih dari RM 7.5 miliar untuk 257 unit.
      Pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai jadwal produksi oleh DefTech (DRB-HICOM).
      Skema ini memungkinkan Malaydesh menerima kendaraan secara berangsur sambil membayar sesuai progres.
      Howitzer & MLRS (Artileri)
      Pengadaan artileri jarak jauh juga menggunakan sistem pembayaran berperingkat karena melibatkan integrasi teknologi dan pengiriman bertahap.
      -

      Hapus
  14. Guys mana pesawat tempur INDIANESIA di SINGAPORE AIR SHOW 2026....??? masa tak diajak....HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      --------------------------------
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      ===================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..

      Hapus
    3. Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi
      KUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
      Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
      Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
      Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
      -------------------------------------
      The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALAYDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALAYDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
      Key points about the grounding:
      • Spare parts shortage:
      One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
      • Engine issues:
      The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding

      Hapus
  15. MENEUVER SU30MKM MALAYSIA PALING MEMATIKAN...... yang pesawat INDIANESIA TAK MAMPU LAKUKAN.....HAHAHAHHA

    https://www.youtube.com/shorts/gXN2QE0-ub0

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA HUTANG ASET MILITER :
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      --------------------------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.

      Hapus
    3. 2025-2017 = 9 TAHUN NGEMIS F18 KUWAIT
      2025-2017 = 9 TAHUN NGEMIS F18 KUWAIT
      2025-2017 = 9 TAHUN NGEMIS F18 KUWAIT
      MALAYDESH has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”. While the acquisition of the second-hand Hornets would help to complement the RMAF’s fleet of Hornets, they come with their own set of challenges. A more strategic approach would be expanding the successful Light Combat Aircraft (LCA) programme or accelerating the MRCA programme to future-proof RMAF against threats (the latter has been delayed for various reasons). The MALAYDESH Ministry of Defence had submitted no less than three letters to the Kuwaiti government over the past few years in a bid to acquire the fighters. However, the discussions were stymied by political imbroglios in the Kuwaiti government.
      However, the transfer of the US-made fighters to MALAYDESH will require Washington’s approval. Noticeably, MALAYDESH has not been the only one eyeing the Kuwaiti Hornets. Reportedly, Tunisia and the US Marine Corps have also voiced interest in acquiring the jets.
      Kuwait operates 39 F/A-18C/D Hornets, which were delivered between January 1992 and August 1993. The Gulf state’s air force is in the process of upgrading its combat airpower by procuring Super Hornet and Typhoon fighters. However, the delivery of these aircraft has been delayed due to Covid-19 and supply chain hurdles. This has forced Kuwait to keep its legacy Hornets longer than originally planned.
      -----------
      PROBLEMATIC RUSSIAN JETS
      PROBLEMATIC RUSSIAN JETS
      PROBLEMATIC RUSSIAN JETS
      It is possible that the RMAF also seeks to substitute its problematic Russian jets. In 2018, MALAYDESH government reports revealed that the RMAF’s 18-strong Sukhoi Su-30MKM fleet was reduced to only four flyable aircraft due to maintenance issues and a lack of spares. MALAYDESH has tried to address the problem by forging closer defence industrial cooperation with India’s Hindustan Aeronautics Limited (HAL), which has significant expertise in assembling, overhauling, and upgrading Sukhoi Su-30 aircraft, similar to those operated by the RMAF. In comparison, despite its small numbers, MALAYDESH ’s Hornet fleet has performed admirably with strong support from industry and contractors. Therefore, it is conceivable that an expanded Hornet fleet could be sought to become the mainstay of the RMAF’s fighter force while it waits for the acquisition of future combat aircraft.
      -----------
      THE HORNET IS NOT A COMPETITIVE PLATFORM
      THE HORNET IS NOT A COMPETITIVE PLATFORM
      THE HORNET IS NOT A COMPETITIVE PLATFORM
      Meanwhile, MALAYDESH ’s neighbours, including Indonesia, Thailand, and Singapore, have moved ahead with fighter bids of their own, acquiring 4+ or 5th generation fighters, which represent a significant capability advantage over legacy aircraft. The Hornet is not a competitive platform.

      Hapus
  16. GORILA HUTANG ASET MILITER :
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
    -
    2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
    -
    3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
    -
    4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
    -
    5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
    -
    6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
    -
    7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
    ----------------------
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
    ----------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    -
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  17. GORILA HUTANG ASET MILITER :
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
    -
    2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
    -
    3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
    -
    4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
    -
    5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
    -
    6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
    -
    7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
    ----------------------
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
    ----------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    -
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  18. GORILA HUTANG ASET MILITER :
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
    -
    2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
    -
    3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
    -
    4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
    -
    5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
    -
    6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
    -
    7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
    ----------------------
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
    ----------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    -
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  19. MEANWHILE......
    MIG29N RETIRED = COST MAINTENANCE
    MB339C RETIRED = ENGINE BUDGET CONSTRAINTS
    F18 HORNETS = 2025 BOEING STOP PRODUCTIONS
    MKM = 2026 LOST SPAREPART
    The RMAF has an estimated 71 combat aircraft in its inventory, ranging from F/A-18D Hornets, Mig-29N, Sukhoi-30 MKM, Hawk MK-108/MK-208 and MB-339C combat aircraft. The Hornets and Hawks were acquired in the mid-1990s, while the Sukhois were delivered to the RMAF between 2007 and 2009. The Mig-29s have been retired from service in phases since 2009. The first attempt to find suitable replacements was the Multi-Role Combat Aircraft program. But budget constraints led MALAYDESH to suspend the program in 2017.
    ---------------
    5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    ----------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  20. Teringat Singapur AirShow 2022, ada yg di USIR PULANG gaesz, kahsiyan MeWeK haha!😭🍌😭

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    Lah Kok balik lagi, DI PERMALYUKAN sang mantan propinsi, emang tipe m muka badak haha!🦏🀣🦏
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    RMAF Su-30MKM Forced to Return to Malaysia, Withdraw from Singapore ...
    17 Feb 2022 — The Sukhoi Su-30MKM fighter jet does not have a slot in the Singapore Airshow 2022 static exhibition area.
    https://www.google.com/amp/s/mymilitarytimes.com/index.php/2022/02/17/rmaf-su-30mkm-forced-to-return-malaysia-withdraw-from-singapore-airshow-2022/amp/

    BalasHapus
  21. Teringat Singapur AirShow 2022, ada yg di USIR PULANG gaesz, kahsiyan MeWeK haha!😭🍌😭

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    Lah Kok balik lagi, DI PERMALYUKAN sang mantan propinsi, emang tipe m muka badak haha!🦏🀣🦏
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    RMAF Su-30MKM Forced to Return to Malaysia, Withdraw from Singapore ...
    17 Feb 2022 — The Sukhoi Su-30MKM fighter jet does not have a slot in the Singapore Airshow 2022 static exhibition area.
    https://www.google.com/amp/s/mymilitarytimes.com/index.php/2022/02/17/rmaf-su-30mkm-forced-to-return-malaysia-withdraw-from-singapore-airshow-2022/amp/

    BalasHapus
  22. GORILA HUTANG ASET MILITER :
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
    Model: Government-to-Government (G2G).
    Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
    Tenor: 10 – 15 tahun.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
    Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
    Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
    Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
    Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
    Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
    Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
    Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
    Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus