Radar FPS-117 Singapura telah beroperasi sejak 1998 (image: Lockheed Martin)
Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) sedang bersiap untuk memperbarui salah satu komponen jaringan peringatan dini yang paling lama beroperasi.
Kepala RSAF, Mayor Jenderal Kelvin Fan, telah mengkonfirmasi bahwa angkatan tersebut sedang mengevaluasi opsi untuk mengganti radar pengawasan udara jarak jauh FPS-117 yang sudah tua.
Dalam tanggapan tertulis yang dikeluarkan untuk menjawab pertanyaan dari media menjelang Singapore Airshow 2026, Mayjen Fan mencatat bahwa radar tersebut telah beroperasi sejak 1998.
Ia menggambarkan penilaian yang sedang berlangsung sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan yang lebih luas dari sistem Pertahanan Udara Pulau (IAD) RSAF, yang menyatukan sensor berlapis dan berjaringan untuk memberikan perlindungan sepanjang waktu terhadap wilayah udara Singapura.
FPS-117 memiliki jangkauan deteksi efektif hingga 250 mil laut (463 km).
Meskipun tidak ada detail yang diberikan mengenai sistem kandidat atau jadwalnya, penggantian radar ini akan menjadi bagian dari siklus pembaruan kemampuan reguler RSAF, yang menurut Mayjen Fan sangat penting untuk mempertahankan kekuatan yang mampu menghadapi peningkatan spektrum ancaman.
Selain FPS-117, RSAF juga mengganti radar pencarian dan akuisisi target portabel (PSTAR), yang telah beroperasi selama 25 tahun terakhir, dengan radar Giraffe 1X dari Saab.
Radar Giraffe 1X akan dipasang pada kendaraan URO VehΓculo de Alta Movilidad TΓ‘ctico (VAMTAC), yang juga sedang diakuisisi oleh RSAF.
(Jane's)

✨️ATLAS NO.2
BalasHapusotewe HOME...PULANG KAMFUNG hore haha!π₯³π€π₯³
seblah pasti FANASSSSπ₯ haha!π€£ππ€£
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
A400 Produksi Spanyol Memperkuat TNI AU dan Memperkuat Hubungan Dua Negara
https://youtube.com/watch?v=QwT3-4uSXTA
Raja 2 uda otewe,
Hapusnambah 4 lagi ato ditikung Embraer hayoo..haha!π€ππ€
geng seles..mana swaranyaaaaa haha!πππ
Atlas dikirim dari spanyol, Graciasπ
Hapustak hanya atlas, erbas prancis kirim h225m..Merciπ
Aset Baruw tambah banyak haha!ππ€π
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
From France to Indonesia | A Defense Mission with H225M Helicopters
https://youtube.com/watch?v=N8p8AqvXLp4
Kalau kita taruh GM400a di batam.kira2 Singapura ngamuk nggak ya ? π
BalasHapuskagak, kan uda ada master di bintan om haha!π€π¬π€
Hapusyg bikin resahπ₯ om ben dan kawan2 netijen sing, adanya markas marinir baruw di batam, soalnya wkt ituw ngeboyong MLRS dsb haha!ππ₯π
mreka mrasa trancam,
cek ajah komenan mreka 7+thn laluw
apalagi skarang ada koarmada 1,
di bintan makin banyak gelar alutsista, kaprang, pesawat dan pasukan pendarat haha!π¦Ύππ¦Ύ
makin NGAMUKπ₯
radar master t kamsudnya om haha!πππ
HapusSingapura Mulai Mencari Pengganti Radar FPS-117
BalasHapus---------
FPS117 versi fixed radar
TP 77 versi mobile radar
daripada bingung pake jindalee ajah, toh yg laen bisa pake radar kaprang ama sampt dkk haha!ππ¬π
betewe tetangga sing di johor masa klaim kaya tp ngemis radar tp77 dr amrik sich hahah!π€₯ππ€₯
Shopingan red dot overkill semua oom...
HapusMasa bikinan 1998 dibilang tua...mereka kalo tahu kapal RONGSOKAN hibahan USCG punya Malaydesh pasti pingsan...πππ€£π€£π€ͺ
bukan pengsan aja om pedang, yg uda koitπ» bangun lagi..cuman mao ketawain sang mantan diseblah, sambil ngucap..untung pisahπ§♂️ haha!π€£ππ€£
HapusGORILA HUTANG :
BalasHapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
7. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank)..
8. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
KONON RADAR MALONDESH HALIMUN SAMPE PLANET NAMEX π€£π€£π€£π€£π€£π€£
BalasHapusHoree Garibaldi semakin hampir ke indonesia
BalasHapusKelass from Italiano
2 PPA
1 Kapal induk Garibaldi
Mantapp
Tetangga makin kebakaran strees indo shoping kapal induk hahhaaha
BalasHapusIni kapal bisa buat 2 fungsi OMP dan OMSP
Operasi militer selain perang alias kekuatan kemanusiaan
paham gak kalian malondesh otak udang wkkwkwwkw
IQ 9999 konon cuma bisa bahas hutang aja π€£π€£π€£
kita minjem buat SHOPPING ASET
Hapusseblah NGUTANG buat bayar UTANG om haha!π¬π€£π΅π«
Mereka kepo sama hutang kita wkkwkw..tpi gak tahu hutang negara sndri gak tahu π€£π€£π€£π¦
Hapuseittt ada kita gaesz klub DS
BalasHapusMEJENK DI YUTUB BULE ITALI..GRAZIE haha!π€ππ₯³
menit 13:05
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Italy Arms Asia: The Success of Europe's Best Ships
https://youtube.com/watch?v=bmmcBGkf6kE&pp=ugUEEgJpdA%3D%3D
#########
tak lupa ada komeng si Anuw...
2024 kata warganyet kl masa PPA AKAANN....
2025 PPA dateng bneran, eh MeWeK muka badakπ¦ haha!πππ
biasalah iq jongkok, kalah lagiiii
⬇️⬇️⬇️⬇️
GEMBLUNG 5 November 2024 pukul 08.07
Ternyata masih belum jelas kerana masih AKAN.... π€£π€£π€£π€£
https://defense-studies.blogspot.com/2024/11/indonesia-menyelesaikan-fasilitas.html?m=1
Nanti lewat ambalat biar panas sebelah wkwkwkw
Hapusnyoiihh apalagi kelak CSG kita mager di ambalat uda pasti mingkem haha!π€ππ€
Hapussluruh perbatasan utara pulau kalimantan bakal kita blokade dr sepanjang selat sumatra, selat singapur, natuna..apalagi selat sulawesi haha!π¦Ύππ¦Ύ
FAKTA TAK TERBANTAHKAN : BUKANYA LCS RONGSOK DAN MANGKRAK YANG BANYAK MASA BERLABUH DARI BERLAYAR LON, DITAMBAH MALONDESH NEGARA TERTOLOL DAN TERBODOH PEMBUATAN KAPAL PERANG DI DUNIA, BODOH BUAT CARA TOLOL π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
BalasHapusNEGARA KAYA BEBAS SHOPPING EASY PAY !!!!!
KOYAK TAK LON π₯π₯π₯π€£π€£
GORILA HUTANG ASET MILITER :
BalasHapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
SU30MKM MENEUVER PARAH DI SINGAPURA AIR SHOW.... mau tanya INDIANESIA mana ya....??? HAHAHAHAH
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/pHe8jrIsXSI
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
Model: Government-to-Government (G2G).
Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
Tenor: 10 – 15 tahun.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun.
--------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi
HapusKUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
-------------------------------------
The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALAYDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALAYDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
Key points about the grounding:
• Spare parts shortage:
One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
• Engine issues:
The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding
MEANWHILE......
HapusMIG29N RETIRED = COST MAINTENANCE
MB339C RETIRED = ENGINE BUDGET CONSTRAINTS
F18 HORNETS = 2025 BOEING STOP PRODUCTIONS
MKM = 2026 LOST SPAREPART
The RMAF has an estimated 71 combat aircraft in its inventory, ranging from F/A-18D Hornets, Mig-29N, Sukhoi-30 MKM, Hawk MK-108/MK-208 and MB-339C combat aircraft. The Hornets and Hawks were acquired in the mid-1990s, while the Sukhois were delivered to the RMAF between 2007 and 2009. The Mig-29s have been retired from service in phases since 2009. The first attempt to find suitable replacements was the Multi-Role Combat Aircraft program. But budget constraints led MALAYDESH to suspend the program in 2017.
---------------
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
----------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
πππππππππππ
2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
Hapus5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
----------------
π DETAIL PROYEK
• MRCA (2017–2025):
o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
-
• LCS (2011–2025):
o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
o 2022: Skandal audit terungkap.
o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
-
• SPH (2016–2025):
o 2016: Proposal SPH diajukan.
o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
-
• MRSS (2016–2025):
o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
6x GANTI MOF
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
6x GANTI MOF
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
6x GANTI MOF
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
6x GANTI MOF
----------------
DEBT 84,3% TO GDP
KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
5x GANTI PM
6x GANTI MOF
-
TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
KEKANGAN KEWANGAN
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
=============
The Sukhoi Su-30MKM has some weaknesses, including engine problems, integration with Western systems, and fatigue failure.
Engine problems
• In 2018, MALAYDESH grounded 14 out of 18 Su-30MKM aircraft due to engine problems and a lack of spare parts.
• The AL-31FP engine in the Su-30MKA has experienced numerous failures, including bearing failures due to metal fatigue and low oil pressure.
Integration with Western systems
• The Su-30MKM's Russian origin may limit its integration with Western systems.
• This could make it difficult to fully integrate with NATO standards, such as Link 16, which is important for modern network-centric warfare.
Fatigue failure
• Aircraft structures and components are prone to fatigue failure due to fluctuating stress.
• Fatigue failure is a gradual form of local damage that can lead to defects or cracks.
Other considerations
• The Su-30MKM is a larger aircraft, which means it may be seen earlier by radar and visual combat.
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
SU30MKM MENEUVER PARAH DI SINGAPURA AIR SHOW.... mau tanya INDIANESIA mana ya....??? HAHAHAHAH
HapusKing Indo jualan di sana.. lupa y, Kita kan produsen alutsista .. bukan hanya numpang mejeng doang ky Malaydesh.. Mejeng doang, beli pun ngga...
Su30MKM COBRA..... sekarang saya tanya INDIANESIA mana....??? HAHAHHA
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/axCYV8apSP8
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
Model: Government-to-Government (G2G).
Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
Tenor: 10 – 15 tahun.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun.
--------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi
HapusKUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
-------------------------------------
The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALAYDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALAYDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
Key points about the grounding:
• Spare parts shortage:
One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
• Engine issues:
The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
SU30MKM MENEUVER PARAH DI SINGAPURA AIR SHOW.... mau tanya INDIANESIA mana ya....??? HAHAHAHAH
HapusKing Indo jualan di sana.. lupa y, Kita kan produsen alutsista .. bukan hanya numpang mejeng doang ky Malaydesh.. Mejeng doang, beli pun ngga...
MENEUVER SU30MKM MALAYSIA PALING MEMATIKAN...... yang pesawat INDIANESIA TAK MAMPU LAKUKAN.....HAHAHAHHA
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/gXN2QE0-ub0
Are you oke gorila malaya π€£π€£π€£π€£
HapusGORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
Saking gak ada yang bisa dibanggakan ya dari malaydesh? Haha
HapusGORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
Model: Government-to-Government (G2G).
Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
Tenor: 10 – 15 tahun.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun.
--------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
-----
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
-----
17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi
HapusKUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
-------------------------------------
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. MKM BARTER PALM OIL
62. MIG29N BARTER PALM OIL
63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
64. SCORPENE BARTER PALM OIL
65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
67. FA50M BARTER PALM OIL
===================
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
skema pembayaran berperingkat:
HapusLaut
LCS Maharaja Lela-class → > RM 9 miliar → berperingkat, sesuai progres konstruksi
OPV Kedah-class tambahan → ~ RM 2.5 miliar → berperingkat, milestone pembangunan
Udara
FA-50 Block 20 → ~ RM 4 bilion → berperingkat, hingga 2027
Su-30MKM & Hawk 208 → > RM 3 bilion → berperingkat, sesuai pengiriman
Darat
AV8 Gempita 8x8 → > RM 7.5 bilion → berperingkat, sesuai produksi
Artileri (Howitzer/MLRS) → tidak dipublikasikan → berperingkat, sesuai integrasi
-
⚓ Laut (Naval Procurement)
Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela-class
Proyek bernilai lebih dari RM 9 miliar.
Menggunakan pembayaran berperingkat sesuai progres pembangunan kapal di Boustead Naval Shipyard.
Skema ini menyebabkan keterlambatan dan kontroversi karena dana sudah dibayarkan sebagian besar, tetapi kapal belum selesai.
Offshore Patrol Vessel (OPV) Kedah-class tambahan
Kontrak OPV baru juga menggunakan sistem pembayaran bertahap sesuai milestone konstruksi.
Hal ini umum dalam industri galangan kapal karena pembangunan berlangsung beberapa tahun.
-
✈️ Udara (Air Procurement)
KAI FA-50 Light Combat Aircraft (LCA)
Malaydesh menandatangani kontrak pembelian 18 unit FA-50 Block 20 dengan Korea Aerospace Industries (KAI).
Pembayaran dilakukan secara bertahap (staggered) selama periode produksi dan pengiriman hingga 2027.
Skema ini dipilih untuk mengurangi beban fiskal sekaligus memastikan jadwal pengiriman.
Sukhoi Su-30MKM & Hawk 208 (sebelumnya)
Kontrak besar pesawat tempur Rusia dan Inggris juga menggunakan pembayaran berperingkat, biasanya berbasis milestone (delivery, training, spare parts).
-
π Darat (Land Procurement)
AV8 Gempita 8x8 Armored Vehicle
Proyek bernilai lebih dari RM 7.5 miliar untuk 257 unit.
Pembayaran dilakukan secara bertahap sesuai jadwal produksi oleh DefTech (DRB-HICOM).
Skema ini memungkinkan Malaydesh menerima kendaraan secara berangsur sambil membayar sesuai progres.
Howitzer & MLRS (Artileri)
Pengadaan artileri jarak jauh juga menggunakan sistem pembayaran berperingkat karena melibatkan integrasi teknologi dan pengiriman bertahap.
-
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
-----
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
-----
17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
SU30MKM MENEUVER PARAH DI SINGAPURA AIR SHOW.... mau tanya INDIANESIA mana ya....??? HAHAHAHAH
HapusKing Indo jualan di sana.. lupa y, Kita kan produsen alutsista .. bukan hanya numpang mejeng doang ky Malaydesh.. Mejeng doang, beli pun ngga...
Guys mana pesawat tempur INDIANESIA di SINGAPORE AIR SHOW 2026....??? masa tak diajak....HAHAHAHAH
BalasHapusGORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
Jual MiG-29N ke India, Sudan: Ikhmal Hisyam cadang Trade-Off alat ganti Sukhoi
HapusKUALA LUMPUR, --- Datuk Seri Ikhmal Hisham Abdul Aziz mencadangkan agar 18 buah pesawat MiG-29N milik Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang telah lama digantung penggunaannya dilupuskan dan dijual kepada negara-negara yang berminat seperti India dan Sudan.
Bekas Timbalan Menteri Pertahanan itu berkata, cadangan berkenaan bertujuan untuk menangani isu kekurangan alat ganti bagi pesawat Sukhoi Su-30MKM milik TUDM yang terkesan akibat perang Ukraine-Rusia.
Tambahnya, penjualan pesawat MiG-29N boleh dipertimbangkan sebagai sebahagian daripada agenda Mesyuarat MALAYDESH – India Defence Cooperation (MIDCOM) tahun ini.
Langkah ini, menurutnya, bukan sahaja dapat menjana pendapatan malah membuka peluang trade-off alat ganti Sukhoi yang kini sukar diperoleh.
-------------------------------------
The Su-30MKM fighter jet has been grounded in the past, primarily due to issues with engine problems and a lack of readily available spare parts, particularly affecting the MALAYDESH Air Force (RMAF) which operates this variant; in 2018, MALAYDESH grounded a significant portion of its Su-30MKM fleet due to these concerns, prompting them to invest in upgrades and local maintenance solutions to address the problem and restore operational readiness.
Key points about the grounding:
• Spare parts shortage:
One of the main reasons for grounding was the difficulty in obtaining necessary spare parts for the aircraft, creating maintenance challenges.
• Engine issues:
The Su-30MKM's engines were also cited as a major concern, contributing to the grounding
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
HapusKing Indo jualan di sana.. lupa y, Kita kan produsen alutsista .. bukan hanya numpang mejeng doang ky Malaydesh.. Mejeng doang, beli pun ngga...
MENEUVER SU30MKM MALAYSIA PALING MEMATIKAN...... yang pesawat INDIANESIA TAK MAMPU LAKUKAN.....HAHAHAHHA
BalasHapushttps://www.youtube.com/shorts/gXN2QE0-ub0
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
2025-2017 = 9 TAHUN NGEMIS F18 KUWAIT
Hapus2025-2017 = 9 TAHUN NGEMIS F18 KUWAIT
2025-2017 = 9 TAHUN NGEMIS F18 KUWAIT
MALAYDESH has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”. While the acquisition of the second-hand Hornets would help to complement the RMAF’s fleet of Hornets, they come with their own set of challenges. A more strategic approach would be expanding the successful Light Combat Aircraft (LCA) programme or accelerating the MRCA programme to future-proof RMAF against threats (the latter has been delayed for various reasons). The MALAYDESH Ministry of Defence had submitted no less than three letters to the Kuwaiti government over the past few years in a bid to acquire the fighters. However, the discussions were stymied by political imbroglios in the Kuwaiti government.
However, the transfer of the US-made fighters to MALAYDESH will require Washington’s approval. Noticeably, MALAYDESH has not been the only one eyeing the Kuwaiti Hornets. Reportedly, Tunisia and the US Marine Corps have also voiced interest in acquiring the jets.
Kuwait operates 39 F/A-18C/D Hornets, which were delivered between January 1992 and August 1993. The Gulf state’s air force is in the process of upgrading its combat airpower by procuring Super Hornet and Typhoon fighters. However, the delivery of these aircraft has been delayed due to Covid-19 and supply chain hurdles. This has forced Kuwait to keep its legacy Hornets longer than originally planned.
-----------
PROBLEMATIC RUSSIAN JETS
PROBLEMATIC RUSSIAN JETS
PROBLEMATIC RUSSIAN JETS
It is possible that the RMAF also seeks to substitute its problematic Russian jets. In 2018, MALAYDESH government reports revealed that the RMAF’s 18-strong Sukhoi Su-30MKM fleet was reduced to only four flyable aircraft due to maintenance issues and a lack of spares. MALAYDESH has tried to address the problem by forging closer defence industrial cooperation with India’s Hindustan Aeronautics Limited (HAL), which has significant expertise in assembling, overhauling, and upgrading Sukhoi Su-30 aircraft, similar to those operated by the RMAF. In comparison, despite its small numbers, MALAYDESH ’s Hornet fleet has performed admirably with strong support from industry and contractors. Therefore, it is conceivable that an expanded Hornet fleet could be sought to become the mainstay of the RMAF’s fighter force while it waits for the acquisition of future combat aircraft.
-----------
THE HORNET IS NOT A COMPETITIVE PLATFORM
THE HORNET IS NOT A COMPETITIVE PLATFORM
THE HORNET IS NOT A COMPETITIVE PLATFORM
Meanwhile, MALAYDESH ’s neighbours, including Indonesia, Thailand, and Singapore, have moved ahead with fighter bids of their own, acquiring 4+ or 5th generation fighters, which represent a significant capability advantage over legacy aircraft. The Hornet is not a competitive platform.
GORILA HUTANG ASET MILITER :
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
--------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
GORILA HUTANG ASET MILITER :
BalasHapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
GORILA HUTANG ASET MILITER :
BalasHapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
GORILA HUTANG ASET MILITER :
BalasHapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
MEANWHILE......
BalasHapusMIG29N RETIRED = COST MAINTENANCE
MB339C RETIRED = ENGINE BUDGET CONSTRAINTS
F18 HORNETS = 2025 BOEING STOP PRODUCTIONS
MKM = 2026 LOST SPAREPART
The RMAF has an estimated 71 combat aircraft in its inventory, ranging from F/A-18D Hornets, Mig-29N, Sukhoi-30 MKM, Hawk MK-108/MK-208 and MB-339C combat aircraft. The Hornets and Hawks were acquired in the mid-1990s, while the Sukhois were delivered to the RMAF between 2007 and 2009. The Mig-29s have been retired from service in phases since 2009. The first attempt to find suitable replacements was the Multi-Role Combat Aircraft program. But budget constraints led MALAYDESH to suspend the program in 2017.
---------------
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
----------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
πππππππππππ
Teringat Singapur AirShow 2022, ada yg di USIR PULANG gaesz, kahsiyan MeWeK haha!πππ
BalasHapusN⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
Lah Kok balik lagi, DI PERMALYUKAN sang mantan propinsi, emang tipe m muka badak haha!π¦π€£π¦
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
RMAF Su-30MKM Forced to Return to Malaysia, Withdraw from Singapore ...
17 Feb 2022 — The Sukhoi Su-30MKM fighter jet does not have a slot in the Singapore Airshow 2022 static exhibition area.
https://www.google.com/amp/s/mymilitarytimes.com/index.php/2022/02/17/rmaf-su-30mkm-forced-to-return-malaysia-withdraw-from-singapore-airshow-2022/amp/
Teringat Singapur AirShow 2022, ada yg di USIR PULANG gaesz, kahsiyan MeWeK haha!πππ
BalasHapusN⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
Lah Kok balik lagi, DI PERMALYUKAN sang mantan propinsi, emang tipe m muka badak haha!π¦π€£π¦
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
RMAF Su-30MKM Forced to Return to Malaysia, Withdraw from Singapore ...
17 Feb 2022 — The Sukhoi Su-30MKM fighter jet does not have a slot in the Singapore Airshow 2022 static exhibition area.
https://www.google.com/amp/s/mymilitarytimes.com/index.php/2022/02/17/rmaf-su-30mkm-forced-to-return-malaysia-withdraw-from-singapore-airshow-2022/amp/
GORILA HUTANG ASET MILITER :
BalasHapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang LMS Batch 2
Model: Government-to-Government (G2G).
Bunga: 4% – 6% per tahun (Fixed/Tetap) berdasarkan standar OECD CIRR.
Tenor: 10 – 15 tahun.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Model: Campuran (Kredit Eksim & Barter).
Komposisi: 50% Pinjaman (bunga subsidi) dan 50% Barter (Minyak Sawit/CPO).
Biaya: Management Fee antara 0,10% - 0,50%.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Model: Kredit Ekspor dengan transparansi tinggi.
Bunga: Mengikuti standar OECD CIRR atau National Loans Fund.
Syarat Khusus: Wajib uang muka (DP) 15% dari nilai kontrak sebelum kredit cair.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Model: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
Bunga: Sangat rendah, estimasi 3,5% per tahun (Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Model: Kredit Ekspor & Barter Komoditas.
Struktur: DP 15%, sisa cicilan 10 tahun.
Komposisi Barter: 30-40% cicilan tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (CPO).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Model: Kredit Ekspor dengan lembaga penjamin negara.
Penjamin: Euler Hermes (sering menggandeng bank komersial seperti Deutsche Bank).
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Model: Kredit Sindikasi Internasional/Domestik (Skala Masif).
Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
Eiittttt Ketauan Kebohongan Besar
BalasHapusternyata Terbukti tetangga kesayangan kl, tak bisa MLU ESYU EMKAEM..pembual haha!π΅π€₯π΅
cakap besar, ternyata TIPU2
pantesan kemaren PM Indihe datang, sebelah MENGEMIS minta di serpis EMKAEM Grondidnya haha!ππ¬π
STC tak sanggup..biasalah LOW IQ RE WORK haha!ππ₯Άπ
kahsiyan warganyet kena KTIPU LAGII haha!π€₯π€ͺπ€₯
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Berita Harian
https://www.bharian.com.my
India pelawa Malaysia hantar pesawat pejuang Sukhoi untuk diselenggara baik pulih
aplot min, emkaem tua, rusaakk haha!π€£π¬π€£
Hapusindihe= kl dipersilahkan kirim ESYU 30 EMKAEM...
BalasHapusdijamin Enjin tak Songlap haha!πππ
makin sering joget, makin cepat Gutbao EMKAEM haha!π»π€₯π»
BalasHapussekelas indihe yg punyak ESYU 30 EMKAI ratusan pun gak pernah tuch pamer matuk2 haha!ππ€π
Moo matuk-matuk sampek sembelit kalo dikirimin AMRAAM ama METEOR selesai urusan oom...πππ€£π€£π€£
Hapusrudal KHANπ jugak donk....markasnya skalian om pedang haha!π₯Άπ€π₯Ά
HapusGORILA HUTANG ASET MILITER :
BalasHapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
2026 PM says =
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
-
KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
-
2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
------------------
2023 PM says =
MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
-
KUALA LUMPUR:
The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
“Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
----------------
GORILA KLAIM =
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
-
GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. πππ²πΎπ²πΎ
-
MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
Dulu kan saya dah kata.
Kontrak kami ada isi (ada wang).
Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.π€£π€£π€£π€£π€£
Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus π€£π€£π€£π€£
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! π€£π€£π€£
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! π π π π
tayangin donk mimin,
BalasHapus✨️Kri Canopus 936 diresmikan di Jerman
Danke Abeking & Rassmusen haha!ππ€π
waahh ada YG FANASSSSSπ₯ Lagiii seblah gaesz haha!π€π₯Άπ€
kalo warganyet NGAMUKπ₯ kita beri hadiah fisank haha!πππ
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
KRI Canopus-936 Resmi Masuk Menjadi Alutsista Terbaru TNI Angkatan Laut
https://indonews.id/mobile/artikel/349685/KRI-Canopus-936-Resmi-Masuk-Menjadi-Alutsista-Terbaru-TNI-Angkatan-Laut/
⬇️⬇️⬇️⬇️
https://youtube.com/watch?v=4qiRXKF7GFg
Wuidiii bulan februari Pesta Pora kita Aset Baruw siyap semua haha!π₯³π€π₯³
BalasHapusINGAT ASET BARUW,
bukan ASET MANGKRAK 15 TAHUN KLAIM BARUW YAK..BOSEN taoo haha!ππ€₯π
MALAYSIA....
BalasHapus4 BUAH GM400 ALPHA...CASH
CASH..INO ADANYA DI MALONDESH π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Hapusπ€£π€£π€£π€£π€£π€£
HapusSEKALI PEMBUAL TETAP PEMBUAL π€£π€£π€£π€£π€£
HapusMANA ADA 4, CUMA ADA 1 BIJI ITUPUN VERSI LAMA BELUM alpha
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
FAKTA TAK TERBANTAHKAN : BUKANYA LCS RONGSOK DAN MANGKRAK YANG BANYAK MASA BERLABUH DARI BERLAYAR LON, DITAMBAH MALONDESH NEGARA TERTOLOL DAN TERBODOH PEMBUATAN KAPAL PERANG DI DUNIA, BODOH BUAT CARA TOLOL π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
BalasHapusNEGARA KAYA BEBAS SHOPPING EASY PAY !!!!!
KOYAK TAK LON π₯π₯π₯π€£π€£
Ada yang kirim pesawat USANG ke singapur. Entahlah apa yang mau ditunjukin???? Buatan MALON, bukan. Pesawat baru dan canggih, bukan juga.
BalasHapusMungkin mau bilang ini lho pesawat terbaik MALON sudah USANG. Tolong bantu hibah pesawat bekas
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
ITU PESAWAT KHUSUS DEMO SAJA OM COS OMPONG DAN TUWIR π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Hapus4 BUAH RADAR GM400 ALPHA ya guys.... ORANG KAYA.................. yang MISKIN NGUTANG terusss tu tepi sikit......HAHAHAHAH
BalasHapusThales to deliver two GM400Ξ± radars to Malaysian Air Force
https://www.airforce-technology.com/news/thales-gm400%CE%B1-malaysia-radars/
_______________________________________
Malaysia signs for two additional GM400Ξ± air surveillance radars
https://www.shephardmedia.com/news/landwarfareintl/malaysia-signs-for-two-additional-gm400a-air-surveillance-radars/
SEKALI PEMBUAL TETAP PEMBUAL π€£π€£π€£π€£π€£
HapusMANA ADA 4, CUMA ADA 1 BIJI ITUPUN VERSI LAMA BELUM alpha
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
-----
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
-----
17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------OBSELETE ASSETS
________________________________________
Assets Over 30 Years Old (Still in Service)
A parliamentary disclosure on October 21, 2024 confirmed:
• 171 military assets across all branches have surpassed 30 years in service.
o Army: 108 units
o RMAF: 29 units
o RMN: 34 vessels
• Notably, 34 RMN ships exceeded their intended service lives, with 28 of them more than 40 years old, despite an age limit of 30–35 years depending on ship type
These aging assets impose rising maintenance costs, reduced tech compatibility, and increased risk of operational failure
________________________________________
Assets That Have Been Retired or Declared Obsolete
Army
• Scorpion Light Tanks: Decommissioned due to high maintenance costs and obsolescence
• Condor APCs and Sibmas recovery vehicles: Officially retired from service as of January 1, 2023
• SIBMAS Wheeled Support Vehicles: Phased out gradually and replaced by DefTech AV8 Gempita IFVs
Air Force
• MiG 29N/NUB Fighter Jets: Operated from 1995, the fleet was fully retired by 2017 after several phased withdrawals beginning in 2009 due to rising maintenance costs
Navy
• Older Patrol Boats & Corvettes: Classes such as Kasturi, Laksamana, Handalan, Jerung, and Perdana—some dating back to the late 1960s and early 1970s—are well past their designed operational age limits and have been explicitly highlighted as obsolete
FAKTA TAK TERBANTAHKAN : BUKANYA LCS RONGSOK DAN MANGKRAK YANG BANYAK MASA BERLABUH DARI BERLAYAR LON, DITAMBAH MALONDESH NEGARA TERTOLOL DAN TERBODOH PEMBUATAN KAPAL PERANG DI DUNIA, BODOH BUAT CARA TOLOL π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
BalasHapusNEGARA KAYA BEBAS SHOPPING EASY PAY !!!!!
KOYAK TAK LON π₯π₯π₯π€£π€£
psssttttt.....4 buah RADAR GM400 Alpha terusss...CASHHHH.....
BalasHapusMalaysia has submitted a Letter of Award (LoA) to Thales for the purchase of two more Ground Master 400 alpha (GM400Ξ±) air surveillance radars, which would take the total number of the GM400-family of radars in the country to four.
As part of the LoA Thales will partner with Malaysian enterprise Weststar Group to install and deploy the radars in line with the terrain and operational requirements of the RMAF (Royal Malaysian Air Force), in peninsula and the country’s east.
In a statement the company said that, through Industrial Cooperation Programmes (ICPs), it will provide maintenance and support
SEKALI PEMBUAL TETAP PEMBUAL π€£π€£π€£π€£π€£
HapusMANA ADA 4, CUMA ADA 1 BIJI ITUPUN VERSI LAMA BELUM alpha
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
4 BUAH RADAR GM400 ALPHA ya guys.... ORANG KAYA.................. yang MISKIN NGUTANG terusss tu tepi sikit......HAHAHAHAH
BalasHapusThales to deliver two GM400Ξ± radars to Malaysian Air Force
https://www.airforce-technology.com/news/thales-gm400%CE%B1-malaysia-radars/
_______________________________________
Malaysia signs for two additional GM400Ξ± air surveillance radars
https://www.shephardmedia.com/news/landwarfareintl/malaysia-signs-for-two-additional-gm400a-air-surveillance-radars/
SEKALI PEMBUAL TETAP PEMBUAL π€£π€£π€£π€£π€£
HapusMANA ADA 4, CUMA ADA 1 BIJI ITUPUN VERSI LAMA BELUM alpha
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
--------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
Malaysia To Buy Two More Thales Ground Master 400 Alpha Radars
BalasHapushttps://aviationweek.com/defense/sensors-electronic-warfare/malaysia-buy-two-more-thales-ground-master-400-alpha-radars
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
SEKALI PEMBUAL TETAP PEMBUAL π€£π€£π€£π€£π€£
BalasHapusMANA ADA 4 gm400, CUMA ADA 1 BIJI ITUPUN VERSI LAMA BELUM alpha
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Berita Hari ini.... RUPIAH TAK BERHARGA....HAHAHAHHA
BalasHapus1 MYR = 4,314.2333 IDR
https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
GEMPUR SUDAH MEMBUAL, MANA NIH MMW BELUM IKUTAN MEMBUAL?
BalasHapusπ€£π€£π€£π€£π€£
4 buah radar GM400 ALPHA ya guys.....
BalasHapusMalaysia To Buy Two More Thales Ground Master 400 Alpha Radars
https://aviationweek.com/defense/sensors-electronic-warfare/malaysia-buy-two-more-thales-ground-master-400-alpha-radars
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
BEDA KASTA ....
Hapus-
1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
-
2. Utang Pemerintah (Government Debt)
Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
-
3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
-
4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
-
5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
Beban Per Kapita yang Masif:
Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
-
6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
-
6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
THE MALAYDESH LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
• Delayed delivery
The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
• Design issues
The Royal MALAYDESH Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
• Financial issues
Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
------------------
MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
Russian-made weapons: MALAYDESH has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
1 RINGGIT sudah setara Rp4.314.....HAHAHAHAH
BalasHapusFUNDING USA = NGEMIS USA
HapusUPGRADE SHOOTING RANGE.
UPGRADE SHOOTING RANGE.
UPGRADE SHOOTING RANGE.
United States is continuing to provide funding for upgrades of facilities of the Armed Forces. The latest funding is for the upgrade of the Kota Belud firing range in Sabah. Army Eastern Field Commander Leftenant General Mohd Sofi Md Lepi said in Tawau on April 16 that they will work with the US Army Pacific (USARPAC) for the RM57.6 million upgrade of the shooting range.
--------------------
FUNDING USA = NGEMIS USA
EXPANSION MMEA HEADQUARTERS
EXPANSION MMEA HEADQUARTERS
EXPANSION MMEA HEADQUARTERS
the US through its Indo-Pacific Command ( IndoPacom) is funding the expansion of the MMEA headquarters in Kuching, Sarawak, the Tun Abang Salahuddin Complex or Komtas, located at Muara Tebas. The complex is located some 30km – by road – north of Kuching.
--------------------
FUNDING USA = NGEMIS USA
UPGRADE MSA CN235
UPGRADE MSA CN235
UPGRADE MSA CN235
The handover ceremony of the modified CN-235-200M MSA to RMAF Chief General Tan Sri Mohd Asghar Goriman Khan by the U.S. government represented by its ambassador to MALAYDESH , Edgard D. Kagan, took place at Subang Air Base today.
--------------------
GIFTED PAID BY USA = NGEMIS RADAR USA
GIFTED PAID BY USA = NGEMIS RADAR USA
GIFTED PAID BY USA = NGEMIS RADAR USA
Back in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
--------------------
DONATED BY US = NGEMIS RADAR USA
DONATED BY US = NGEMIS RADAR USA
DONATED BY US = NGEMIS RADAR USA
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
--------------------
DONATED BY JAPAN = NGEMIS RADAR JAPAN
DONATED BY JAPAN = NGEMIS RADAR JAPAN
DONATED BY JAPAN = NGEMIS RADAR JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF
===========
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA Flight Simulation Training Device (FSTD)
5. SEWA 1 unit Sistem Simulator EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA Fast Interceptor Boat (FIB)
9. SEWA Utility Boat
10. SEWA Rigid Hull Fender Boat (RHFB)
11. SEWA Rover Fiber Glass (Rover)
12. SEWA MV Aishah AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
2023 GIFTED PAID BY USA
HapusBack in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
============
GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
•HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
•28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
•USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
----
4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
BELI BARU = RM3.954 BILION
SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
2023 GIFTED PAID BY USA
HapusBack in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
-
2026 PM says =
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
-
KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
------------------
2023 PM says =
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT
-
KUALA LUMPUR:
The defence ministry has 2026 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
“Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
SEKALI PEMBUAL TETAP PEMBUAL π€£π€£π€£π€£π€£
BalasHapusMANA ADA 4 GM400, CUMA ADA 1 BIJI ITUPUN VERSI LAMA BELUM alpha
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
2023 GIFTED PAID BY USA
BalasHapusBack in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
============
GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
•HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
•28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
•USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
----
4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
BELI BARU = RM3.954 BILION
SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
Teringat Singapur AirShow 2022, ada yg di USIR PULANG gaesz, kahsiyan MeWeK haha!πππ
BalasHapusN⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!ππ€£π
Lah Kok balik lagi, DI PERMALYUKAN sang mantan propinsi, emang tipe m muka badak haha!π¦π€£π¦
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
RMAF Su-30MKM Forced to Return to Malaysia, Withdraw from Singapore ...
17 Feb 2022 — The Sukhoi Su-30MKM fighter jet does not have a slot in the Singapore Airshow 2022 static exhibition area.
https://www.google.com/amp/s/mymilitarytimes.com/index.php/2022/02/17/rmaf-su-30mkm-forced-to-return-malaysia-withdraw-from-singapore-airshow-2022/amp/
FAKTA TAK TERBANTAHKAN : BUKANYA LCS RONGSOK DAN MANGKRAK YANG BANYAK MASA BERLABUH DARI BERLAYAR LON, DITAMBAH MALONDESH NEGARA TERTOLOL DAN TERBODOH PEMBUATAN KAPAL PERANG DI DUNIA, BODOH BUAT CARA TOLOL π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
BalasHapusNEGARA KAYA BEBAS SHOPPING EASY PAY !!!!!
KOYAK TAK LON π₯π₯π₯π€£π€£
Pandangan Terhadap Penguatan Ringgit
BalasHapusMeskipun Ringgit menguat tajam pada awal 2026, Mahathir cenderung melihatnya sebagai jebakan jangka pendek. Ia menilai:
Ketergantungan pada AS: Penguatan ini dipandangnya sebagai hasil dari kepatuhan Malaydesh pada kebijakan AS (terutama di bawah kepemimpinan Donald Trump), yang ia sebut sebagai langkah "BODOH DAN TOLOL" karena membuat ekonomi Malaydesh rentan terhadap tekanan politik Washington.
Potensi Krisis: Mahathir memprediksi bahwa kebijakan luar negeri AS yang tidak stabil pada 2026 akan membawa kekacauan bagi ekonomi global, termasuk Malaydesh yang sudah terikat melalui ART
Sumber: Instagram Resmi Dr. Mahathir Mohamad, Kompas.com.
π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
2023 GIFTED PAID BY USA
BalasHapusBack in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
H225, Canopus, PBS, ATLAS segra ke tanah air beta hore haha!π₯³ππ₯³
BalasHapusada warganyet kl yg FANAASSSSSπ₯ ketar ketir haha!π₯Άπ¬π₯Ά
25 RADAR =
BalasHapus13 PERANCIS
12 RETIA
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Retia.
“Kalau enggak salah dari Retia, dari Retia ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.
Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
"Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.
“Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.
Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.
“Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.
============
============
2023 GIFTED PAID BY USA
Back in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for use by the RMAF.
-------------------------------------
GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
•HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
•28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
•USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
----
4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
BELI BARU = RM3.954 BILION
SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
-------------------------------------
CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
-
HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
-
HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
-------------------------------------
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
CHEAPEST VARIANT LMS
-
1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
-
2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
-
3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
-------------------------------------
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
-
1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
-
2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
-
3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
5 RADAR RUSAK
BalasHapusMenteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
--------------------
2023 GIFTED PAID BY USA
Back in 2006, the US gifted MALAYDESH an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
--------------------
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
--------------------
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALAYDESH for ===================
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. MKM BARTER PALM OIL
62. MIG29N BARTER PALM OIL
63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
64. SCORPENE BARTER PALM OIL
65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
67. FA50M BARTER PALM OIL
===================
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
1 MYR = 4,316.97 IDR Feb 13, 2026, 03:53 UTC
BalasHapusπ₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
HapusGDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
GDP INDONESIA 1,492,618
GDP SINGA : 561,725
GDP MALAYDESH : 488,250
GDP PINOY : 471,516
GDP VIET : 468,400
GDP THAI : 545,341
WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
-
2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
Explanation
• Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
• Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
• Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
• Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
• Indonesia is a member of the BRICS
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
--------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
1 MYR = 4,316.97 IDR Feb 13, 2026, 03:53 UTC
BalasHapusπ₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
TOP TEN ASIA
Hapus-
10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
(Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
2. India – US$ 16,19 triliun
(Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
3. Jepang – US$ 6,70 triliun
(Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
(Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
5. Turki – US$ 3,83 triliun
(Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
(Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
(Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
8. Iran – US$ 1,85 triliun
(Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
(Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
(Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
-
10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
(Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
2. Jepang – US$ 4,28 triliun
(Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
3. India – US$ 4,12 triliun
(Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
(Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
(Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
6. Turki – US$ 1,32 triliun
(Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
(Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
(Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
(Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
10. Thailand – US$ 546,21 miliar
(Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
HapusGDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
-
Berdasarkan data ekonomi terbaru dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan nilai PDB nominal melebihi USD 1,4 triliun pada tahun 2024-2025.
Berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan ekonomi dan alasan keanggotaan G20:
1. Perbandingan PDB Indonesia vs Negara ASEAN Lain
Data menunjukkan bahwa skala ekonomi Indonesia memang setara dengan gabungan beberapa negara tetangga sekaligus:
PDB Nominal (Estimasi 2025):
Indonesia: ~$1,49 Triliun
Singapura: ~$574 Miliar
Thailand: ~$558 Miliar
Filipina: ~$494 Miliar
Vietnam: ~$484 Miliar
Malaydesh: ~$470 Miliar
Secara matematis, PDB Indonesia (~$1,49T) hampir setara dengan gabungan Singapura + Thailand + Filipina atau kombinasi negara ASEAN-6 lainnya.
2. PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)
Dalam skala PDB PPP, celah tersebut semakin lebar. Indonesia kini berada di urutan ke-8 ekonomi terbesar dunia dengan nilai sekitar USD 4,66 triliun. Angka ini jauh melampaui gabungan Thailand, Vietnam, dan Filipina
-
Posisi Indonesia:
Posisi ke-6 atau ke-7?: Berdasarkan data resmi IMF, Indonesia saat ini berada di posisi ke-7, bersaing sangat ketat dengan Jerman (selisih tipis di bawah USD 500 miliar). Namun, beberapa lembaga riset seperti PwC memprediksi Indonesia akan konsisten naik hingga mencapai posisi ke-4 dunia pada tahun 2045.
-
Dominasi ASEAN: Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak tertandingi. Negara ASEAN berikutnya dalam daftar PPP adalah Vietnam dan Thailand, yang berada di peringkat 20 besar dunia namun dengan nilai PDB PPP yang masih jauh di bawah Indonesia (kisaran USD 1,8 Triliun).
-
Status BRICS: Indonesia secara resmi telah menyampaikan keinginan untuk bergabung dan saat ini berstatus sebagai Negara Mitra (Partner Country) BRICS+, yang memperkuat pengaruh ekonomi Indonesia di blok negara berkembang
-
Keanggotaan Internasional: Indonesia semakin solid di posisi strategis global sebagai anggota kunci G20 dan telah resmi menjadi Negara Mitra BRICS, yang bertujuan memperkuat kerja sama antar-ekonomi berkembang di jalur "Global South"
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
-----
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
-----
17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
1 MYR = 4,316.97 IDR Feb 13, 2026, 03:53 UTC
BalasHapusπ₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
Kalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
HapusTOP ASIA
Hapus-
Laporan IMF World Economic Outlook (Oktober 2025/Januari 2026). Perlu dicatat bahwa angka tersebut menggunakan metode GDP Purchasing Power Parity (PPP), bukan GDP nominal.
Berikut adalah penjelasan sumber berita bahasa Inggris untuk 10 ekonomi terbesar di Asia tersebut:
1. China ($39.4 – 43.5 Triliun)
Sumber seperti Visual Capitalist menyebut China sebagai ekonomi nomor 1 dunia dalam hal PPP, mengungguli Amerika Serikat. Fokusnya tetap pada dominasi manufaktur dan investasi masif di sektor energi hijau serta AI.
2. India ($17.3 – 19.1 Triliun)
India adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat (diproyeksikan ~6.2% pada 2026). Bloomberg sering menyebutnya sebagai "kuda hitam" yang didorong oleh konsumsi domestik dan digitalisasi layanan.
3. Jepang ($6.5 – 6.7 Triliun)
Meskipun disalip oleh Jerman dalam GDP nominal, Jepang tetap berada di posisi ke-5 atau ke-6 dunia dalam PPP. Sumber seperti Investopedia menyoroti stabilitasnya meskipun menghadapi tantangan demografi.
4. Korea Selatan (~$3.1 - 3.4 Triliun)
Dikenal sebagai "tech-heavy economy." Berita dari World Bank menyoroti ketahanannya pada ekspor semikonduktor dan otomotif.
5. Indonesia ($4.9 – 5.4 Triliun)
Poin yang Anda sebutkan sangat akurat berdasarkan data IMF April 2025. Indonesia resmi menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP, berada di atas Inggris dan Prancis. The Investor dan Tempo English menyoroti peran Indonesia sebagai powerhouse ASEAN.
6. Arab Saudi (~$2.4 - 2.6 Triliun)
Sumber IMF mencatat keberhasilan diversifikasi di bawah "Vision 2030," namun sektor energi tetap menjadi tulang punggung utama.
7. Turki (~$3.9 Triliun - Peringkat PPP Global Lebih Tinggi)
Secara PPP, posisi Turki sebenarnya sangat kuat (sering di 10 besar dunia). OECD mencatat lokasinya yang strategis sebagai penghubung perdagangan.
8. Taiwan (~$1.8 - 2.0 Triliun)
Laporan dari Trading Economics mengonfirmasi dominasi Taiwan dalam rantai pasok global semikonduktor.
9. Thailand (~$1.6 - 1.8 Triliun)
Menempati posisi ke-2 di ASEAN secara PPP. Sumber World Bank menekankan pemulihan sektor pariwisata sebagai motor utama.
10. Iran (~$1.7 - 1.8 Triliun)
Meskipun sanksi berat, Iran tetap menjadi salah satu ekonomi besar di Asia Barat karena kapasitas produksi minyak dan gasnya yang besar, seperti yang tercatat di data Worldometer/IMF.
-
10 EKONOMI TERBESAR ASIA
10 EKONOMI TERBESAR ASIA
10 EKONOMI TERBESAR ASIA
Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
πRanking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
1. Batas Limit Utang (65%)
Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
-
2. Gov. Debt (69%)
Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
-
3. Household Debt (84,3%)
Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
-
Ringkasan Sumber Berita Utama:
Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
-
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
BalasHapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
Dulu kata LCS membual . Tengok dah 3 cecah air!
BalasHapusDulu kata Anka-S membual. Tengok dah 3 buah sampai.
Yang membual ialah Su-35, F-15ID, V-22, Mirage 2000 Qatar, Kapal selam Changbogo II, KF-21, 12 buah Anka-S..... haaa ini semua contoh nyata MEMBUAL ala INDON!
π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
LCS cecah air setelah 10 tahun lebih, hal seperti itu mau kaubanggakan? Haha
HapusBukannya sudah sewajarnya kapal masa pembangunan 10 tahun sudah punya mesin, sudah bisa jalan sendiri tanpa tugboat dll. Sementara LCS masih salah pasang pipa, jadi apa yang mau kau banggakan wahai iq tinggi 73,5? Haha
HapusKLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
BalasHapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
BEDA KASTA ....
BalasHapus-
1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
-
2. Utang Pemerintah (Government Debt)
Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
-
3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
-
4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
-
5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
Beban Per Kapita yang Masif:
Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
-
6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
-
6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
ASYIK MMW MULAI PAMER KEBODOHAN .......
BalasHapusLANJUT DONG DUO MALON
π€£π€£π€£π€£π€£π€£
Pandangan Terhadap Penguatan Ringgit
BalasHapusMeskipun Ringgit menguat tajam pada awal 2026, Mahathir cenderung melihatnya sebagai jebakan jangka pendek. Ia menilai:
Ketergantungan pada AS: Penguatan ini dipandangnya sebagai hasil dari kepatuhan Malaydesh pada kebijakan AS (terutama di bawah kepemimpinan Donald Trump), yang ia sebut sebagai langkah "BODOH DAN TOLOL" karena membuat ekonomi Malaydesh rentan terhadap tekanan politik Washington.
Potensi Krisis: Mahathir memprediksi bahwa kebijakan luar negeri AS yang tidak stabil pada 2026 akan membawa kekacauan bagi ekonomi global, termasuk Malaydesh yang sudah terikat melalui ART
Sumber: Instagram Resmi Dr. Mahathir Mohamad, Kompas.com.
π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
FAKTA TAK TERBANTAHKAN : BUKANYA LCS RONGSOK DAN MANGKRAK YANG BANYAK MASA BERLABUH DARI BERLAYAR LON, DITAMBAH MALONDESH NEGARA TERTOLOL DAN TERBODOH PEMBUATAN KAPAL PERANG DI DUNIA, BODOH BUAT CARA TOLOL π₯π₯π₯π€£π€£π₯π₯π₯π€£π€£
BalasHapusNEGARA KAYA BEBAS SHOPPING EASY PAY !!!!!
KOYAK TAK LON π₯π₯π₯π€£π€£
Anon13 Februari 2026 pukul 10.56
BalasHapusKalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
==============================================
Ada belanja, tapi kami tak la bodoh belanja beli Alutsista mcm korang.
Kami belanja untuk KESEJAHTERAAN rakyat:-
1. Belanja operasi halau PATI khususnya PATI INDON;
2. Sumbangan Asas Rahmah (SARA) untuk semua rakyat Malaysia atas 18 tahun, seorang dapat RM100. Kalau isi rumah ada ibu bapa dan anak 3 orang melebihi 18 tahun, jadi dapat RM500!
3. Subsidi RON95 untuk rakyat Malaysia sahaja. 1 liter hanya RM1.99. Pekerja INDON kena bayaran 1 liter = RM2.54!
4. Pembangunan ECRL sejauh 665km, sekarang mencapai 91% penyiapan. Target running 1 Jan 2027. Coach pun dah sampai untuk diuji.
https://www.youtube.com/watch?v=tnqrqjOnzKE
https://www.youtube.com/shorts/IyVQa4bisEs
5. Pembangunan Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Ini akan menghasilkan 20,000 peluang pekerjaan berpendapatan tinggi (high skilled) dan 50 pelaburan berimpak tinggi dalam tempoh 5 tahun.
Kat atas tu perginya Wang Ringgit kami.
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
HapusFOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
FOREST CITY USD 100 BILLION = ECRL USD 20 BILLION = CMQIP USD 4,2 BILLION
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
Hapus1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1 IN 3 MENTAL DISORDER = 84% NO SAVING EVERY MONTH
1. FOREST CITY = USD 100 BILLION
Hapus2. ECRL= USD 20 BILLION
3. CMQIP = USD 4,2 BILLION
4. MCKIP = USD 3,77 BILLION
5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
---------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
------------------
BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
2010 = 52.4
2011 = 51.8
2012 = 53.3
2013 = 54.7
2014 = 55.0
2015 = 55.1
2016 = 52.7
2017 = 51.9
2018 = 52.5
2019 = 52.4
2020 = 62.0
2021 = 63.3
2022 = 60.2
2023 = 64.3
2024 = 70.4
2025 = 69.0
------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
MALAYDESH will cut back on subsidies and social assistance by excluding top earners from these benefits, Prime Minister Anwar Ibrahim said when tabling Budget 2025.
These include the rationalisation of petrol and education subsidies by moving from blanket subsidy schemes to more targeted initiatives. But the country’s larger urban households with higher incomes will be the hardest hit by this shift, experts say.
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
MALAYDESH 's 2025 budget includes plans to cut subsidies for healthcare, but also includes funding for upgrades and targeted subsidies. The goal is to improve healthcare access and quality, while also reducing the fiscal deficit.
Budget cuts
• Targeted subsidies
The government will end universal healthcare and instead offer targeted subsidies for healthcare.
• Fees
High-income families and individuals will pay more for healthcare services.
Budget allocations
• Ministry of Health: The Ministry of Health (MOH) received RM45.3 billion in 2025, a 9.8% increase from 2024.
• Sarawak Cancer Centre: RM1 billion was allocated for the Sarawak Cancer Centre.
• Hospital upgrades: Funding was allocated for upgrades to hospitals across MALAYDESH .
• Targeted subsidies: Targeted subsidies will be offered to improve healthcare access, particularly for marginalized communities.
Other social sector priorities
The budget also includes allocations for education and social welfare. The goal is to improve the quality of life and public services.
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
MALAYDESH is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
New taxes
• Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
• Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
• Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
• Carbon tax: A new tax on carbon emissions
• Sugar duties: Higher duties on sugar
• Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
• Inheritance tax: A tax on inheritance
• High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
• Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
• 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
=============
MISKIN ......
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
2025 =
DEFICIT RM 92.8 BILLION
DEFICIT RM 92.8 BILLION
DEFICIT RM 92.8 BILLION
Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
Hapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
2024 EXTERNAL DEBT REACHED AN ALL-TIME
2024 EXTERNAL DEBT REACHED AN ALL-TIME
2024 EXTERNAL DEBT REACHED AN ALL-TIME
MALAYDESH external DEBT reached an all-time high of MYR 1,345,400 million in the fourth quarter of 2024. This was an increase from MYR 1,262,300 million in the third quarter of 2024.
Additional information
The average external DEBT for MALAYDESH from 1990 to 2024 was MYR 393,996.07 million.
The record low for MALAYDESH external DEBT was MYR 9,063 million in the second quarter of 1997.
MALAYDESH faced external pressures in 2023, including capital outflows, a negative interest rate differential, and ringgit depreciation.
Gross international reserves (GIR) declined from USUSD114.7 billion at the end of 2022 to USUSD113.5 billion at the end of 2023.
However, as of mid-January 2024, reserves had increased to USUSD115.1 billion.
The Bank Negara MALAYDESH (BNM) Quarterly Bulletin provides a quarterly review of MALAYDESH economic, monetary, and financial developments.
---------------
NATIONAL DEBT = USD300.7 BILLION
EXTERNAL DEBT = USD306.3 BILLION
As of September 2024, MALAYDESH national government DEBT was USD300.7 billion. The country's external DEBT was USD306.3 billion.
Explanation
External DEBT: This is the total DEBT owed to creditors outside of MALAYDESH .
Fiscal deficit: The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to around 3% by 2026.
Subsidies: The government plans to rationalize subsidies, especially for fuel.
Sales and Service Tax (SST): The government plans to expand the SST in May 2025.
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
--------------------
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
BalasHapus• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
• Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga naik.
--------------------
TARIF BARANG AMERIKA = 0%
TARIF BARANG AMERIKA = 0%
TARIF BARANG AMERIKA = 0%
Tarif Impor Malaydesh untuk Barang Amerika
Mulai tanggal 8 Agustus 2025, Malaydesh akan memberlakukan kebijakan 0% atau tarif yang dikurangi untuk banyak produk impor dari Amerika Serikat:
• Lebih dari 11.000 lini produk (tariff lines) akan mendapatkan tarif nol atau tarif lebih rendah
• Dari jumlah itu, sebanyak 6.911 produk (sekitar 61%) akan 0% tarif
• Sisanya (sekitar 39%) akan dikenakan tarif yang dikurangi – keseluruhan mencakup sekitar 98.4% dari semua lini tarif
• Produk pertanian tertentu seperti susu, unggas, buah, dan produk sanitasi termasuk yang diturunkan tarifnya; banyak produk manufaktur juga termasuk dalam daftar tarif nol.
=============
DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
FAKTA UTAMA
• Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
• Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
Anon13 Februari 2026 pukul 10.56
BalasHapusKalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
==============================================
Ada belanja, tapi kami tak la bodoh belanja beli Alutsista mcm korang.
Kami belanja untuk KESEJAHTERAAN rakyat:-
1. Belanja OPERASI halau PATI khususnya PATI INDON yang berjumlah 1.5juta. Ini secara langsung melindungi pendapatan dan pekerjaan rakyat.
https://www.youtube.com/watch?v=0jz7Ya_uQDE
https://www.youtube.com/watch?v=bTU5bnCuOQc
https://www.youtube.com/watch?v=S27-B3Equ3Y
2. Sumbangan Asas Rahmah (SARA) untuk semua rakyat Malaysia atas 18 tahun, seorang dapat RM100. Kalau isi rumah ada ibu, bapa dan 3 orang anak melebihi 18 tahun, maka keseluruhan akan dapat RM500!
3. SUBSIDI RON95 untuk rakyat Malaysia sahaja. 1 liter hanya RM1.99. Pekerja INDON kena bayaran 1 liter = RM2.54!
4. PEMBANGUNAN ECRL sejauh 665km, sekarang mencapai 91% penyiapan. Target running 1 Jan 2027. Coach pun dah sampai untuk diuji.
https://www.youtube.com/watch?v=tnqrqjOnzKE
https://www.youtube.com/shorts/IyVQa4bisEs
5. PEMBANGUNAN Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Ini akan menghasilkan 20,000 peluang pekerjaan berkemahiran tinggi (high skilled workers) dan 50 pelaburan berimpak tinggi dalam tempoh 5 tahun.
Kat atas tu la perginya Wang Ringgit kami.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
BEDA KASTA ....
Hapus-
1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
-
2. Utang Pemerintah (Government Debt)
Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
-
3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
-
4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
-
5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
Beban Per Kapita yang Masif:
Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
-
6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
-
6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Haha.. keliatan kan kalo subsidi dicabut apa yang bakal terjadi dengan kaum B40 malaydesh? Haha
HapusINDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
1. Batas Limit Utang (65%)
Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
-
2. Gov. Debt (69%)
Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
-
3. Household Debt (84,3%)
Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
-
Ringkasan Sumber Berita Utama:
Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
-
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
HapusGDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
-
Berdasarkan data ekonomi terbaru dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan nilai PDB nominal melebihi USD 1,4 triliun pada tahun 2024-2025.
Berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan ekonomi dan alasan keanggotaan G20:
1. Perbandingan PDB Indonesia vs Negara ASEAN Lain
Data menunjukkan bahwa skala ekonomi Indonesia memang setara dengan gabungan beberapa negara tetangga sekaligus:
PDB Nominal (Estimasi 2025):
Indonesia: ~$1,49 Triliun
Singapura: ~$574 Miliar
Thailand: ~$558 Miliar
Filipina: ~$494 Miliar
Vietnam: ~$484 Miliar
Malaydesh: ~$470 Miliar
Secara matematis, PDB Indonesia (~$1,49T) hampir setara dengan gabungan Singapura + Thailand + Filipina atau kombinasi negara ASEAN-6 lainnya.
2. PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)
Dalam skala PDB PPP, celah tersebut semakin lebar. Indonesia kini berada di urutan ke-8 ekonomi terbesar dunia dengan nilai sekitar USD 4,66 triliun. Angka ini jauh melampaui gabungan Thailand, Vietnam, dan Filipina
-
Posisi Indonesia:
Posisi ke-6 atau ke-7?: Berdasarkan data resmi IMF, Indonesia saat ini berada di posisi ke-7, bersaing sangat ketat dengan Jerman (selisih tipis di bawah USD 500 miliar). Namun, beberapa lembaga riset seperti PwC memprediksi Indonesia akan konsisten naik hingga mencapai posisi ke-4 dunia pada tahun 2045.
-
Dominasi ASEAN: Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak tertandingi. Negara ASEAN berikutnya dalam daftar PPP adalah Vietnam dan Thailand, yang berada di peringkat 20 besar dunia namun dengan nilai PDB PPP yang masih jauh di bawah Indonesia (kisaran USD 1,8 Triliun).
-
Status BRICS: Indonesia secara resmi telah menyampaikan keinginan untuk bergabung dan saat ini berstatus sebagai Negara Mitra (Partner Country) BRICS+, yang memperkuat pengaruh ekonomi Indonesia di blok negara berkembang
-
Keanggotaan Internasional: Indonesia semakin solid di posisi strategis global sebagai anggota kunci G20 dan telah resmi menjadi Negara Mitra BRICS, yang bertujuan memperkuat kerja sama antar-ekonomi berkembang di jalur "Global South"
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
REAL versus ZONK
Hapus-
Perbandingan antara lonjakan pengadaan alutsista Indonesia (modernisasi masif) dengan rentetan kegagalan atau penundaan (Zonk) di Malaydesh pada periode yang sama (2020–2025):
1. Matra Udara: Jet Tempur & Angkut
Indonesia (Sukses/Aktif):
Dassault Rafale (Prancis): Sukses mengaktifkan kontrak untuk 42 unit; pengiriman tahap pertama dijadwalkan mulai awal 2026.
Airbus A400M Atlas: Pembelian 2 unit pesawat angkut berat berkemampuan tanker yang akan memperkuat logistik udara.
C-130J Super Hercules: Penambahan 5 unit armada baru yang sudah mulai tiba dan beroperasi untuk TNI AU.
Malaydesh (Zonk/Batal):
MRCA (Multi-Role Combat Aircraft): Program penggantian jet tempur (seperti MiG-29 yang sudah pensiun) berstatus Zonk (batal/beku) karena masalah anggaran.
Helikopter Black Hawk: Upaya sewa/beli baru-baru ini dibatalkan setelah mendapat sorotan tajam dari otoritas tertinggi karena inefisiensi pengadaan.
LIFT FA-50 (Korea Selatan): Meskipun ada kesepakatan, jumlahnya sangat terbatas dan belum cukup menutupi celah kekuatan udara yang menua.
2. Matra Laut: Kapal Perang & Selam
Indonesia (Sukses/Aktif):
Kapal Selam Scorpene Evolved: Kontrak dengan Naval Group Prancis untuk 2 unit kapal selam tercanggih dengan teknologi baterai Lithium-ion.
Fregat Merah Putih (Arrowhead 140): Pembangunan 2 unit fregat berat kelas dunia di galangan kapal lokal (PT PAL) bekerja sama dengan Babcock Inggris.
Fregat Paolo Thaon di Revel (PPA): Akuisisi 2 unit kapal patroli tempur canggih dari galangan Fincantieri Italia yang siap kirim.
Malaydesh (Zonk/Mangkrak):
LCS (Littoral Combat Ship) Kelas Maharaja Lela: Proyek mangkrak sejak 2011. Kapal pertama baru memulai sea trial pada Januari 2026 dengan estimasi penyerahan (tauliah) paling cepat Desember 2026—setelah belasan tahun tertunda.
MRSS (Multi-Role Support Ship): Program kapal induk/LPD berstatus Zonk (tidak ada progres pembelian) karena prioritas anggaran dialihkan untuk menambal kerugian proyek LCS.
Kapal Selam Scorpene: Hanya mengandalkan 2 unit lama tanpa ada program penambahan atau modernisasi signifikan di tengah anggaran yang terkunci.
3. Matra Darat: Artileri & Kendaraan Tempur
Indonesia (Sukses/Aktif):
Rudal Khan (Turki): Akuisisi sistem rudal balistik taktis jarak menengah untuk meningkatkan daya gempur strategis.
Tank Harimau: Produksi massal tank medium hasil kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki yang kini sudah memperkuat satuan kavaleri.
Radar Ground Master 400 Alpha: Pembelian 13 unit radar pertahanan udara canggih dari Thales Prancis untuk memantau seluruh wilayah kedaulatan.
Malaydesh (Zonk/Stagnan):
SPH (Self-Propelled Howitzer): Program pengadaan meriam gerak sendiri (seperti M109 atau K9) berulang kali masuk daftar belanja namun selalu dicoret karena "kekangan kewangan".
Modernisasi Tank: Tidak ada penambahan armada tank tempur utama (MBT) baru; masih mengandalkan PT-91M Pendekar dalam jumlah terbatas.
4. Akar Masalah: Anggaran vs Realitas
Indonesia: Memanfaatkan Foreign Military Financing dan ruang fiskal yang sehat (Utang/GDP 40%) untuk melakukan belanja besar di saat harga pasar kompetitif.
Malaydesh: Terjebak pada belanja operasional yang sangat besar (mencapai RM 355 miliar dari total anggaran RM 421 miliar) untuk membayar gaji dan perawatan alutsista tua, sehingga sisa dana untuk pembangunan atau pembelian baru sangat minim.
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
STABILITAS VS. RISIKO SISTEMIK
Hapus-
Kesimpulan Strategis: Stabilitas vs. Risiko Sistemik
Analisis komparatif periode 2010–2025 menunjukkan perbedaan kontras antara manajemen fiskal yang konservatif (Indonesia) dan pola pertumbuhan utang yang tidak berkelanjutan (Malaydesh). Hal ini berdampak langsung pada kemampuan negara dalam memodernisasi kekuatan pertahanan mereka.
1. Kesehatan Fiskal dan Manajemen Utang
Secara fundamental, Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh dibandingkan Malaydesh:
Ketahanan Anggaran: Indonesia mempertahankan rasio utang pemerintah di angka 40%, jauh di bawah ambang batas hukum (legal ceiling) 60%. Sebaliknya, Malaydesh telah berada di "Zona Merah" dengan rasio 69%, melampaui batas aman mereka sendiri (65%).
Beban Ganda (Dual Burden): Malaydesh menghadapi risiko sistemik karena utang rumah tangga yang ekstrem (84,3%). Total akumulasi beban (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari PDB, menciptakan ekonomi yang rapuh terhadap guncangan suku bunga global. Indonesia jauh lebih stabil dengan total beban gabungan hanya 56%.
2. Dampak Sosial: Tekanan Beban Per Kapita
Beban finansial di Malaydesh telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi individu:
Utang per Kepala: Setiap warga Malaydesh menanggung beban akumulasi sebesar RM 81.998.
Eksodus Penduduk: Tekanan biaya hidup yang tinggi akibat konsumsi yang dibiayai kredit (bukan pendapatan riil) telah memicu migrasi besar-besaran (sekitar 97.000 orang) untuk mencari peluang ekonomi di luar negeri.
3. Kelumpuhan Modernisasi Militer (Procurement Zonk)
Kegagalan manajemen utang di Malaydesh berdampak fatal pada sektor pertahanan, menciptakan fenomena "Zonk Procurement":
Indonesia (Modernisasi Masif): Berhasil mengaktifkan kontrak strategis seperti 42 Jet Rafale, Kapal Selam Scorpene Evolved, Fregat Merah Putih, hingga rudal balistik Khan. Hal ini dimungkinkan karena adanya ruang fiskal yang longgar.
Malaydesh (Stagnasi & Batal):
Proyek LCS: Mangkrak selama 15 tahun (sejak 2011) akibat salah kelola dana.
Pembekuan Anggaran: Program vital seperti MRCA (Jet Tempur) dan MRSS (Kapal Angkut) dibatalkan atau dibekukan hingga 2026 karena negara harus memprioritaskan pembayaran bunga utang.
Instabilitas Politik: Pergantian 5 PM dan 6 Menhan dalam waktu singkat merusak kontinuitas perencanaan pertahanan, mengubah rencana strategis menjadi sekadar "klaim atau bual" tanpa realisasi.
Ringkasan Akhir Perbandingan Strategis
Status Risiko Ekonomi
Indonesia: Stabil & Konservatif (Manajemen utang sangat disiplin).
Malaydesh: Risiko Sistemik (Debt Trap) akibat beban utang yang melampaui batas aman.
Kapasitas Belanja Negara
Indonesia: Tinggi (Masih memiliki ruang fiskal yang luas untuk investasi).
Malaydesh: Lumpuh (Mengalami kekangan kewangan karena pendapatan tersedot cicilan bunga).
Kondisi Alutsista & Pertahanan
Indonesia: Modernisasi Aktif & Masif (Pengadaan jet tempur dan kapal selam kelas dunia terus berjalan).
Malaydesh: Proyek Mangkrak & Batal (Zonk) ditandai dengan kasus LCS dan pembatalan berbagai kontrak penting.
Proyeksi Masa Depan
Indonesia: Pertumbuhan berkelanjutan dengan penguatan militer yang konsisten.
Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang mengancam stabilitas jangka panjang.
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Anon13 Februari 2026 pukul 10.56
BalasHapusKalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
==============================================
Ada belanja, tapi kami tak la bodoh belanja beli Alutsista mcm korang.
Kami belanja untuk KESEJAHTERAAN rakyat:-
1. Belanja OPERASI halau PATI khususnya PATI INDON yang berjumlah 1.5juta. Ini secara langsung melindungi pendapatan dan pekerjaan rakyat.
https://www.youtube.com/watch?v=0jz7Ya_uQDE
https://www.youtube.com/watch?v=bTU5bnCuOQc
https://www.youtube.com/watch?v=S27-B3Equ3Y
2. Sumbangan Asas Rahmah (SARA) untuk semua rakyat Malaysia atas 18 tahun, seorang dapat RM100. Kalau isi rumah ada ibu, bapa dan 3 orang anak melebihi 18 tahun, maka keseluruhan akan dapat RM500!
3. SUBSIDI RON95 untuk rakyat Malaysia sahaja. 1 liter hanya RM1.99. Pekerja INDON kena bayaran 1 liter = RM2.54!
4. PEMBANGUNAN ECRL sejauh 665km, sekarang mencapai 91% penyiapan. Target running 1 Jan 2027. Coach pun dah sampai untuk diuji.
https://www.youtube.com/watch?v=tnqrqjOnzKE
https://www.youtube.com/shorts/IyVQa4bisEs
5. PEMBANGUNAN Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Ini akan menghasilkan 20,000 peluang pekerjaan berkemahiran tinggi (high skilled workers) dan 50 pelaburan berimpak tinggi dalam tempoh 5 tahun.
Kat atas tu la perginya Wang Ringgit kami.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-----------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
HapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
-----
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
-----
17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
--------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
-
2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
-
3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
-
4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
-
5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
-
6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
-
7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
----------------------
1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
----------------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• End of June 2025: RM 1.3 trillion
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
-
πππππππππππππ
GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
HapusGDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
GDP INDONESIA 1,492,618
GDP SINGA : 561,725
GDP MALAYDESH : 488,250
GDP PINOY : 471,516
GDP VIET : 468,400
GDP THAI : 545,341
WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
-
2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
Explanation
• Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
• Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
• Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
• Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
• Indonesia is a member of the BRICS
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
HapusGDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
GDP INDONESIA 1,492,618
GDP SINGA : 561,725
GDP MALAYDESH : 488,250
GDP PINOY : 471,516
GDP VIET : 468,400
GDP THAI : 545,341
WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
-
2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
Explanation
• Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
• Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
• Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
• Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
• Indonesia is a member of the BRICS
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
TOP TEN ASIA
Hapus-
10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
(Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
2. India – US$ 16,19 triliun
(Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
3. Jepang – US$ 6,70 triliun
(Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
(Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
5. Turki – US$ 3,83 triliun
(Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
(Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
(Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
8. Iran – US$ 1,85 triliun
(Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
(Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
(Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
-
10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
(Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
2. Jepang – US$ 4,28 triliun
(Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
3. India – US$ 4,12 triliun
(Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
(Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
(Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
6. Turki – US$ 1,32 triliun
(Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
(Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
(Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
(Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
10. Thailand – US$ 546,21 miliar
(Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
MODERENISASI versus STAGNASI
Hapus-
1. Indonesia: Ambisi "The New Regional Power"
Dengan anggaran sebesar USD 20 Miliar, Indonesia sedang melakukan transformasi militer besar-besaran yang tidak lagi sekadar pemeliharaan, melainkan pengadaan ofensif dan defensif yang strategis.
Dominasi Anggaran: Anggaran Indonesia kini hampir 4,3 kali lipat lebih besar dari Malaydesh. Ini memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk memborong alutsista kelas berat (Rafale, Scorpene, Frigate, hingga Rudal Balistik).
Kemandirian & Diversifikasi: Daftar pengadaan menunjukkan strategi diversifikasi dari berbagai negara (Prancis, Italia, Turki, AS) serta penguatan industri dalam negeri (PT PAL), yang memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pertahanan di Asia Tenggara.
Efek Getar (Deterrent Effect): Peningkatan 37% menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menjadikan TNI sebagai kekuatan yang disegani di tengah ketegangan geopolitik regional.
-
2. Malaydesh: Jebakan Utang dan Stagnasi Militer
Anggaran sebesar USD 4,7 Miliar menunjukkan keterbatasan ruang gerak akibat kondisi ekonomi makro yang tertekan.
Beban Utang yang Melumpuhkan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB dan utang pemerintah diproyeksi terus meningkat hingga 69,54% pada 2029, kapasitas fiskal untuk modernisasi militer sangat terbatas.
Krisis Prioritas: Tingginya utang negara memaksa pemerintah untuk memprioritaskan pembayaran bunga utang dan subsidi domestik dibandingkan pengadaan alutsista kelas atas.
Ketidakpastian Politik: Pergantian kepemimpinan (PM dan Menhan) yang terlalu sering berdampak pada keberlanjutan kontrak pertahanan. Banyak program yang berstatus "AKAN" atau "CANCELLED" karena tidak adanya kepastian pendanaan jangka panjang.
-
3. Perbandingan Strategis (Head-to-Head)
Status Modernisasi Alutsista
π Indonesia: Melakukan modernisasi agresif dengan mengakuisisi teknologi mutakhir seperti jet tempur generasi 4.5 dan kapal selam kelas Scorpene.
π’ Malaydesh: Terjebak dalam modernisasi bertahap atau minimum yang hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar operasional.
Kapasitas Fiskal & Anggaran
π° Indonesia: Memiliki ruang fiskal ekspansif yang difokuskan sepenuhnya pada konsep pertahanan total dan belanja modal alutsista.
π Malaydesh: Kondisi keuangan tertekan hebat oleh beban utang rumah tangga (Household Debt) dan utang pemerintah yang mendekati ambang batas GDP.
Posisi & Pengaruh di Kawasan
π Indonesia: Posisi tawar meningkat pesat dan semakin mengukuhkan diri sebagai "Big Brother" atau pemimpin utama di kawasan ASEAN.
⚠️ Malaydesh: Mengalami penurunan pengaruh dan terancam tertinggal oleh negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina yang lebih aktif berinvestasi di sektor pertahanan.
Keberlanjutan Program (Sustainability)
✅ Indonesia: Memiliki kontrak aktif dan berjalan (on progress) yang jelas dengan banyak negara mitra strategis global.
❌ Malaydesh: Menghadapi ketidakpastian besar dengan banyaknya program yang mengalami penundaan, pembekuan (freezes), hingga pembatalan.
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BalasHapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
===================
2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
-----
2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
------
2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
-----
2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
-----
2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
-----
2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
-----
2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
FAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
BalasHapusTIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
----------------------
10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
-----------------
NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
------------------
DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
2. Tiongkok – US$19,90 triliun
3. Jerman – US$5,36 triliun
4. Jepang – US$4,46 triliun
5. India – US$4,26 triliun
6. Inggris – US$3,70 triliun
7. Prancis – US$3,26 triliun
8. Italia – US$2,56 triliun
9. Brasil – US$2,52 triliun
10. Kanada – US$2,49 triliun
11. Rusia – US$2,48 triliun
12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
13. Meksiko – US$1,99 triliun
14. Spanyol – US$1,82 triliun
15. Indonesia – US$1,69 triliun
16. Australia – US$1,68 triliun
17. Turki – US$1,34 triliun
18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
19. Belanda – US$1,27 triliun
20. Swiss – US$1,16 triliun
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
Anon13 Februari 2026 pukul 10.56
BalasHapusKalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
==============================================
Ada belanja, tapi kami tak la bodoh belanja beli Alutsista mcm korang.
Kami belanja untuk KESEJAHTERAAN rakyat:-
1. Belanja OPERASI halau PATI khususnya PATI INDON yang berjumlah 1.5juta. Ini secara langsung melindungi pendapatan dan pekerjaan rakyat.
https://www.youtube.com/watch?v=0jz7Ya_uQDE
https://www.youtube.com/watch?v=bTU5bnCuOQc
https://www.youtube.com/watch?v=S27-B3Equ3Y
2. Sumbangan Asas Rahmah (SARA) untuk semua rakyat Malaysia atas 18 tahun, seorang dapat RM100. Kalau isi rumah ada ibu, bapa dan 3 orang anak melebihi 18 tahun, maka keseluruhan akan dapat RM500!
3. SUBSIDI RON95 untuk rakyat Malaysia sahaja. 1 liter hanya RM1.99. Pekerja INDON kena bayaran 1 liter = RM2.54!
4. PEMBANGUNAN ECRL sejauh 665km, sekarang mencapai 91% penyiapan. Target running 1 Jan 2027. Coach pun dah sampai untuk diuji.
https://www.youtube.com/watch?v=tnqrqjOnzKE
https://www.youtube.com/shorts/IyVQa4bisEs
5. PEMBANGUNAN Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Ini akan menghasilkan 20,000 peluang pekerjaan berkemahiran tinggi (high skilled workers) dan 50 pelaburan berimpak tinggi dalam tempoh 5 tahun.
Kat atas tu la perginya Wang Ringgit kami.
FAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
HapusTIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
----------------------
10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
-----------------
NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
------------------
DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
2. Tiongkok – US$19,90 triliun
3. Jerman – US$5,36 triliun
4. Jepang – US$4,46 triliun
5. India – US$4,26 triliun
6. Inggris – US$3,70 triliun
7. Prancis – US$3,26 triliun
8. Italia – US$2,56 triliun
9. Brasil – US$2,52 triliun
10. Kanada – US$2,49 triliun
11. Rusia – US$2,48 triliun
12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
13. Meksiko – US$1,99 triliun
14. Spanyol – US$1,82 triliun
15. Indonesia – US$1,69 triliun
16. Australia – US$1,68 triliun
17. Turki – US$1,34 triliun
18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
19. Belanda – US$1,27 triliun
20. Swiss – US$1,16 triliun
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
FAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
HapusTIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
TIADA MALAYDESH
----------------------
10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
-----------------
NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
1. Tiongkok – US$40,7 triliun
2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
3. India – US$17,6 triliun
4. Rusia – US$7,19 triliun
5. Jepang – US$6,74 triliun
6. Indonesia – US$5,69 triliun
7. Jerman – US$5,65 triliun
8. Brasil – US$5,27 triliun
9. Turki – US$3,91 triliun
10. Meksiko – US$3,88 triliun
11. Mesir – US$3,85 triliun
12. Inggris – US$3,82 triliun
13. Prancis – US$3,80 triliun
14. Iran – US$3,74 triliun
15. Pakistan – US$2,09 triliun
16. Bangladesh – US$2,05 triliun
17. Italia – US$2,04 triliun
18. Vietnam – US$1,89 triliun
19. Filipina – US$1,87 triliun
20. Thailand – US$1,85 triliun
------------------
DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
2. Tiongkok – US$19,90 triliun
3. Jerman – US$5,36 triliun
4. Jepang – US$4,46 triliun
5. India – US$4,26 triliun
6. Inggris – US$3,70 triliun
7. Prancis – US$3,26 triliun
8. Italia – US$2,56 triliun
9. Brasil – US$2,52 triliun
10. Kanada – US$2,49 triliun
11. Rusia – US$2,48 triliun
12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
13. Meksiko – US$1,99 triliun
14. Spanyol – US$1,82 triliun
15. Indonesia – US$1,69 triliun
16. Australia – US$1,68 triliun
17. Turki – US$1,34 triliun
18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
19. Belanda – US$1,27 triliun
20. Swiss – US$1,16 triliun
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
--------------------
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
-
CNBC - 10 January 2026 12:00
Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
---------------------------
Analisis :
1. Malaydesh & Korea Selatan → berada di puncak Asia dengan nisbah hutang isi rumah tertinggi (~85% KDNK).
-
2. Thailand → relatif tinggi di ASEAN (~70%), tetapi masih jauh di bawah Malaydesh.
-
3. China → meningkat pesat, namun masih lebih rendah (~61%).
-
4. Indonesia & Filipina → nisbah sangat rendah, menunjukkan isi rumah kurang bergantung pada hutang untuk membiayai perbelanjaan.
---------------------------
⚠️ Implikasi
1. Malaydesh: Risiko kewangan isi rumah tinggi, terutama jika kadar faedah naik atau ekonomi perlahan.
-
2. Thailand: Menghadapi cabaran serupa, tetapi nisbah lebih rendah memberi sedikit ruang.
-
3. Indonesia & Filipina: Nisbah rendah bermakna risiko sistemik lebih kecil, tetapi juga menunjukkan akses kredit isi rumah lebih terbatas.
-
4. China & Korea Selatan: Walaupun nisbah tinggi, mereka memiliki pasaran kewangan lebih besar dan sokongan institusi
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
-
CNBC - 10 January 2026 12:00
Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
----------------------------
Hutang Kerajaan Persekutuan:
-
1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
-
2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
---------------
Hutang Isi Rumah:
-
1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
---------------
⚠️ Implikasi & Risiko
Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
BalasHapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
--------------------
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
Anon13 Februari 2026 pukul 10.56
BalasHapusKalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
==============================================
Ada belanja, tapi kami tak la bodoh belanja beli Alutsista mcm korang.
Kami belanja untuk KESEJAHTERAAN rakyat:-
1. Belanja OPERASI halau PATI khususnya PATI INDON yang berjumlah 1.5juta. Ini secara langsung melindungi pendapatan dan pekerjaan rakyat.
https://www.youtube.com/watch?v=0jz7Ya_uQDE
https://www.youtube.com/watch?v=bTU5bnCuOQc
https://www.youtube.com/watch?v=S27-B3Equ3Y
2. Sumbangan Asas Rahmah (SARA) untuk semua rakyat Malaysia atas 18 tahun, seorang dapat RM100. Kalau isi rumah ada ibu, bapa dan 3 orang anak melebihi 18 tahun, maka keseluruhan akan dapat RM500!
3. SUBSIDI RON95 untuk rakyat Malaysia sahaja. 1 liter hanya RM1.99. Pekerja INDON kena bayaran 1 liter = RM2.54!
4. PEMBANGUNAN ECRL sejauh 665km, sekarang mencapai 91% penyiapan. Target running 1 Jan 2027. Coach pun dah sampai untuk diuji.
https://www.youtube.com/watch?v=tnqrqjOnzKE
https://www.youtube.com/shorts/IyVQa4bisEs
5. PEMBANGUNAN Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Ini akan menghasilkan 20,000 peluang pekerjaan berkemahiran tinggi (high skilled workers) dan 50 pelaburan berimpak tinggi dalam tempoh 5 tahun.
Kat atas tu la perginya Wang Ringgit kami.
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenshipa
---------------------------
CNBC - 10 January 2026 12:00
Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenshipa
---------------------------
CNBC - 10 January 2026 12:00
Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
---------------------------
CNBC - 10 January 2026 12:00
Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
-------------------
1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
-------------------
2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
BalasHapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
-------------------
Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh per awal Januari 2026 =
1. Statistik Pelepasan Kewarganegaraan (2020–2025)
Dalam kurun waktu lima tahun yang berakhir pada 17 Desember 2025, tercatat 61.116 warga Malaydesh resmi menanggalkan status kewarganegaraan mereka.
Destinasi Utama: Singapura menjadi pilihan mutlak bagi 57.300 orang (93,78%).
Destinasi Lainnya: Australia menyerap 2,15% (sekitar 1.314 orang), diikuti Brunei Darussalam di bawah 1%.
Demografi: Kelompok usia 31 hingga 40 tahun adalah yang paling dominan (31,6%), dengan persentase wanita mencapai 57,9% dari total pemohon.
-------------------
2. Analisis Faktor Pemicu Utama
Pemerintah mengidentifikasi dua pendorong utama di balik tren ini:
Faktor Ekonomi: Banyak warga yang bekerja di Singapura memilih berpindah kewarganegaraan demi stabilitas pendapatan, jenjang karier, dan akses penuh ke fasilitas ekonomi di sana.
Faktor Keluarga: Pernikahan dengan warga negara asing menjadi alasan signifikan, di mana individu memilih mengikuti kewarganegaraan pasangan untuk memudahkan urusan administratif dan residensi.
Larangan Kewarganegaraan Ganda: Berdasarkan Konstitusi Malaydesh Pasal 24, Malaydesh tidak mengakui dwi-kewarganegaraan. Hal ini memaksa warga yang ingin menetap permanen di negara seperti Singapura untuk melepas paspor Malaydesh mereka.
-------------------
3. Tren Jangka Panjang (2015–2025)
Laju pelepasan kewarganegaraan ini bukan fenomena baru. Sepanjang satu dekade (2015 hingga Juni 2025), total terdapat 98.318 warga yang melepaskan kewarganegaraannya. Rata-rata pelarian modal manusia (human capital) ini stabil di angka 10.000 orang per tahun.
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
BalasHapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
-------------------
pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
-
Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
Destinasi Utama:
1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
-
Profil Demografis & Penyebab
Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
-
Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
-
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
BalasHapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69%
HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
-
ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
2025-2015 : ALASAN EKONOMI
---------------------------
Sumber Berita Utama:
Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
---------------------------
CNBC - 10 January 2026 12:00
Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 ORANG PER TAHUN sudah berjalan satu dekade.