12 April 2026

Uji Kelaikan Rampur BVP-2 Yonarhanud 1 Marinir TNI AL oleh Puslaikmatal

12 April 2026

Kendaraan Tempur (Ranpur) BVP-2 milik Batalyon Arhanud 1 Korps Marinir TNI AL (photo: Pasmar1)

Dispen Kormar, TNI Angkatan Laut (Jakarta). Pusat Kelaikan Material TNI Angkatan Laut (Puslaikmatal) melaksanakan uji kelayakan terhadap Kendaraan Tempur (Ranpur) BVP-2 milik Batalyon Arhanud 1 Marinir dalam rangka memastikan kesiapan operasional Alutsista, kegiatan ini berlangsung di Garase Batalyon Arhanud 1 Marinir, Kesatrian Marinir Baroto Sardadi, Marunda, Jakarta Utara, Kamis (09/04/2026).


Uji Kelaikan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI AL dalam menjaga standar keselamatan, keandalan, serta performa sistem persenjataan. untuk pemeriksaanya secara menyeluruh, meliputi pemeriksaan teknis kendaraan, sistem senjata, perangkat komunikasi, serta mobilitas di berbagai medan.


Tim penguji dari Puslaikmatal melakukan serangkaian evaluasi ketat guna memastikan bahwa seluruh komponen BVP-2 dapat berfungsi optimal sesuai spesifikasi yang ditetepakan.


Lebih lanjut, Komandan Batalyon Arhanud 1 Marinir (Danyon Arh 1 Mar) Letkol Marinir Verdian, S.Hub.Int., M.Tr.Opsla., menyampaikan, "Kegiatan ini sangat penting dalam mendukung kesiapan tempur satuan, melalui uji kelayakan ini, kami dapat memastikan bahwa setiap alutsista yang digunakan prajurit berada dalam kondisi siap operasional dan aman,” ujarnya.


Puslaikmatal menegaskan bahwa proses sertifikasi kelaikan material merupakan langkah krusial sebelum alutsista digunakan dalam operasi militer. Dengan adanya uji kelayakan ini, diharapkan BVP-2 milik Batalyon Arhanud 1 Marinir dapat terus mendukung tugas-tugas pertahanan negara secara maksimal.

136 komentar:

  1. Kacau Ringgit MALODESH tak guna! Sampai minta bantuan Indonesia untuk kelola minyaknya !!!!

    https://youtu.be/WFSdyyol9KQ?si=B84KXCdMU0bsQYmX

    OTAK BOTOL TERNYATA MALONDESH 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  2. Ya ampun...kesiannya Tank zaman COLD WAR masih dipakai....HAHAHAHAHAH

    psssttttt....jumlahnya saja sikit....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. KRISIS ENERGI (LISTRIK) IMPOR 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA INDONESIA
      KRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
      KRISIS DAGING AYAM
      KRISIS DAGING SAPI
      KRISIS DAGING KAMBING
      KRISIS TELUR AYAM
      KRISIS HUTANG
      -------------------------------------------------
      ANALISA KRISIS DAN STAGNASI MALAYDESH (2020–2026)
      1. Ketergantungan Energi & Pangan: Indonesia "Pemegang Saklar"
      Tanpa suplai dari Indonesia, ekonomi dan stabilitas sosial Malaydesh terancam runtuh (Blackout & Kelaparan):
      Energi (Listrik): Mengandalkan 23,97 Juta MT Batubara dari Indonesia untuk memasok 80% kebutuhan PLTU nasional. Jika suplai terhenti, Malaydesh diprediksi mengalami mati listrik total dalam hitungan minggu.
      Pangan (Beras): Krisis stok lokal memaksa impor darurat 500.000 ton beras dari BULOG Indonesia. Malaydesh kini berada dalam status Food Insecurity akut.
      Protein Hewani: Kemandirian daging merah di bawah 15%. Perubahan status dari eksportir menjadi Net Importer ayam (Juli 2025) serta penghapusan subsidi telur senilai RM 1,2 Miliar menunjukkan keruntuhan sektor agrikultur domestik.
      Sengketa Gas: Masalah likuiditas Petronas terlihat dari ketidakmampuan membayar denda US$ 32,2 juta pada sengketa arbitrase internasional melawan PGN.
      -------------------------------------------------
      2. Kelumpuhan Fiskal: Jebakan "Hutang Bayar Hutang"
      Kondisi ekonomi Malaydesh berada pada titik nadir akibat manajemen utang yang tidak terkendali:
      Lonjakan Hutang: Hutang Federal melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Rasio Kritis: Hutang publik mencapai 69% - 70,4% dari PDB, melampaui batas aman fiskal (65%) dan menjadi lampu merah bagi investor internasional.
      Beban Bunga: Biaya layanan hutang (debt servicing) menyedot RM 54,7 Miliar per tahun. Dampaknya, anggaran pembangunan dan modernisasi militer mengalami stagnasi total karena kas negara habis hanya untuk mencicil bunga pinjaman.
      Utang Rumah Tangga: Angka 85,8% dari PDB adalah yang tertinggi di kawasan, menghancurkan daya beli rakyat dan membuat masyarakat sangat rentan terhadap inflasi pangan.
      -------------------------------------------------
      3. Demiliterisasi De Facto & "Prank" Pertahanan
      Malaydesh kehilangan taringnya di kawasan dan menjadi negara "Invisible" dalam peta kekuatan militer:
      Fenomena SIPRI Kosong: Absen total dari daftar 40 importir senjata terbesar dunia (2020–2025). Di saat Indonesia (Peringkat 18), Filipina (23), dan Singapura (26) memborong alutsista, Malaydesh hanya memiliki status Planned atau Zonk.
      Siklus Kegagalan: Rentetan proyek "Prank" (Rafale, Tejas, hingga pembatalan resmi F-18 Hornet Kuwait 2026) membuktikan ketidakmampuan finansial dan buruknya evaluasi teknis.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim secara resmi menghentikan seluruh pengadaan militer pada 2026 akibat investigasi gurita korupsi dan kartel di internal kementerian.
      -------------------------------------------------
      4. Kemerosotan Peringkat Global (GFP 2026)
      Pergeseran hegemoni di Asia Tenggara menjadi sangat nyata:
      Dominasi Indonesia: Mengukuhkan posisi di Peringkat 13 Dunia, menjadi pemimpin mutlak ASEAN secara militer dan ekonomi.
      Degradasi Malaydesh: Terlempar ke Peringkat 42 Dunia (Posisi 7 di ASEAN), berada di bawah Filipina (41) dan Myanmar (35).

      Hapus
    2. KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
      Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
      Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      =============
      =============
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP


      Hapus
    4. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, Malaydesh, atau Thailand.
      Singapura & Malaydesh (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, Malaydesh (Malaydesh) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh
      Data yang Anda paparkan mengenai Malaydesh dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru Malaydesh hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah Malaydesh untuk memberikan stimulus ekonomi

      Hapus
  3. BUKTI INDIANESIA NGEMIS MINYAK MALAYSIA..... Kalau MALAYSIA STOP MINYAK....???.....HAHAHAHA



    Bukan dari Timur Tengah, Impor Minyak RI Terbesar dari Singapura & Malaysia

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20260302/9/1956977/bukan-dari-timur-tengah-impor-minyak-ri-terbesar-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. PANTAS USANG = PT91 HEAVY MODIFIED T72M1
      T72M1 = 1973
      T72M1 = 1973
      the PT-91 is a heavily modified T-72M1 that implemented a new DRAWA-1 fire control system, new ERWA-1 and ERWA-2 reactive armor, new engine, transmission, and new autoloader
      -------------
      The T-72 is a family of Soviet main battle tanks that entered production in 1973.[8] The T-72 was a development based on the T-64
      -------------
      2022 PT91M MOGOK
      The MALAYDESH Army has apologised after a military vehicle broke down along a road in Kuala Lumpur on Saturday (Aug 27), a day after a tank malfunctioned and blocked traffic
      -------------
      PT91 DISCONTINUING THE PRODUCTION
      According to Hisham, this decision raises questions because the Polish original equipment manufacturer Bumar Laberdy has stopped producing s
      -------------
      TANK PT91 MUDAH ROSAK
      A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
      -------------
      LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
      Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
      Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
      “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
      -------------
      STOP SPARE PART
      Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
      -------------
      PRESTASI BURUK
      Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
      Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
      -------------
      PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      =================
      LEOPARD vs PT91
      LEOPARD vs PT91
      LEOPARD vs PT91
      A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order....


      Hapus
    2. MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
      MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
      MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
      Sebagai rudal anti tank, AT-5 dapat dipasang di berbagai ranpur, baik dari jenis tank, panser sampai jip. Pada BVP-2 Korps Marinir, AT-5 ditempatkan pada bagian atas kubah kanon 30 mm BVP-2
      -------------
      TANK PT91 MUDAH ROSAK
      A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
      -------------
      LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
      Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
      Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
      “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
      -------------
      STOP SPARE PART
      Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
      -------------
      PRESTASI BURUK
      Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
      Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
      -------------
      PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      -------------
      MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Russian-made weapons: MALAYDESH has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
      Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      RASIO HUTANG LUAR NEGERI =
      70% PDB
      70% PDB
      70% PDB
      Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      📌 Kesimpulan
      Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
      Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
      📊 Rincian Utang Luar Negeri Malaydesh 2025
      Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
      Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
      Tren historis:
      Tertinggi: 73,2% pada 2016.
      Terendah: 52,9% pada 2010.
      Rata-rata 2009–2024: 66,0%.

      Hapus
    5. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      Malaydesh (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      Malaydesh: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat Malaydesh:
      Beban Gabungan: Setiap warga Malaydesh memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), Malaydesh menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.

      Hapus
  4. BUKTI INDIANESIA NGEMIS MINYAK MALAYSIA..... Kalau MALAYSIA STOP MINYAK ke INDIANESIA pasti GORILLA tahu kan apa akan berlaku....???.....HAHAHAHA



    Bukan dari Timur Tengah, Impor Minyak RI Terbesar dari Singapura & Malaysia

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20260302/9/1956977/bukan-dari-timur-tengah-impor-minyak-ri-terbesar-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NO LPD NO LST = SAMPAN .....
      ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
      ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
      ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
      NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      There is a requirement for Assault Boat to transport a fully equipped Infantry Section with a crew. The boat shall be of ‘Vee’bottom type and suitable for high speed performance, has excellent maneuverability and stability characteristics.
      ---------------------
      TIADA MARINIR
      TIADA MARINIR
      TIADA MARINIR
      NGEMIS LPD BUATAN 1963
      NGEMIS AH-1Z
      Initially, the MALAYDESH marine corps will lack an amphibious naval platform as the RMN’s only amphibious ship, It is currently in discussions with both France and South Korea over acquiring a landing platform deck (LPD). The U.S. has also offered MALAYDESH the LPD USS Denver after it decommissions it in 2014. U.S.-based defense companies are also discussing selling MALAYDESH the AH-1Z
      ---------------------
      171 ASET USANG 33 TAHUN =
      108 TDM
      29 TUDM
      34 TLDM
      "The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister
      baharu.
      ---------------------
      BHIC LOST = RM14.82 MILLION
      BHIC LOST = RM14.82 MILLION
      BHIC LOST = RM14.82 MILLION
      SELL 51% CAD TO RHEINMETALL AG
      SELL 51% CAD TO RHEINMETALL AG
      SELL 51% CAD TO RHEINMETALL AG
      Boustead Heavy Industries Corporation Bhd (BHIC) lost some RM14.82 million by selling its 51 per cent equity stake in Contraves Advanced Devices Sdn Bhd (CAD) to Rheinmetall AG, a German automotive and arms manufacturer. CAD was the company which was given the most contracts for the LCS project. Rheinmetall owns a 49% stake in CAD.
      BHIC’s wholly owned subsidiary, BHIC Defence TechNOLogies Sdn Bhd, which holds the stake in the CAD, reached an agreement with Rheinmetall following negotiations that began in December 2023.
      ---------------------
      HIGH COURT = CRIMINAL BREACH LCS RM 21 MILLION
      HIGH COURT = CRIMINAL BREACH LCS RM 21 MILLION
      HIGH COURT = CRIMINAL BREACH LCS RM 21 MILLION
      Former Royal MALAYDESH Navy (RMN) chief Tan Sri Ahmad Ramli Mohd Nor failed to quash his three counts of criminal breach of trust totalling RM21 million over the Littoral Combat Ship (LCS) project scandal.
      ---------------------
      LCS 2024-2011 = 15 TAHUN
      15 TAHUN MANGKRAK
      15 TAHUN MANGKRAK
      LCS DIPAY 6 RM 12.4 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      ---------------------
      UANG LCS PAY DEBT LAPUK NGPVs
      seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALAYDESH semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      ---------------------
      17 KREDITUR LCS
      17 KREDITUR LCS
      17 KREDITUR LCS
      Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) Bhd.

      Hapus
    2. WELCOME 42 RAFALE
      RAFALE INDONESIA - ROUNDEL TNI AU MENIT 0.57
      Highlights 2024 - Dassault Aviation
      https://youtube.com/watch?v=fRrTrYsTb3E
      ---------------------
      KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      -
      1. RAFALE INDONESIA 42 UNIT HARGA USD 8.1 MILLIAR = USD 192.8 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      ---------------------
      F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT =
      1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
      2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
      3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
      4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.
      5. F-16s are also faster (Mach 2 v 1.5) and have a thrust-to-weight ratio of 1.1 v. 0.96. Therefore it will climb much faster. The larger F-16 also has a longer ranged radar.
      ---------------------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
      According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
      While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
      ---------------------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to MALAYDESH ’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
      The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
      ---------------------
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
      ---------------------
      MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness
      ==============
      FAKTA = KAYA VS MISKIN TIPU FIFA/UN 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50Murah

      Hapus
    3. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      --------------------------------------
      KEUNGGULAN EKONOMI INDONESIA DIBANDINGKAN NEGARA-NEGARA ASEAN BERDASARKAN DATA PDB (NOMINAL & PPP) SERTA INDIKATOR STRATEGIS LAINNYA :
      --------------------------------------
      1. DOMINASI MUTLAK SKALA EKONOMI (PDB PPP & NOMINAL)
      Indonesia telah mengukuhkan posisinya sebagai raksasa ekonomi tunggal di Asia Tenggara, meninggalkan jauh negara tetangga dengan selisih hingga 3-6 kali lipat.
      Keunggulan: PDB PPP Indonesia mencapai US$5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia), yang secara riil setara dengan gabungan ekonomi Thailand, Vietnam, dan Filipina. Secara Nominal, Indonesia menjadi satu-satunya anggota "G20" dari ASEAN dengan angka di atas US$1,5 Triliun.
      Sumber Berita:
      World Bank (2024): Laporan "World Development Indicators" mengenai estimasi PDB PPP.
      International Monetary Fund (IMF) World Economic Outlook (Oktober 2023/2024): Data perbandingan PDB Nominal dan proyeksi pertumbuhan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.
      CNBC Indonesia: Artikel mengenai posisi Indonesia mengungguli ekonomi maju seperti Brasil, Inggris, dan Prancis dalam skala PPP.
      --------------------------------------
      2. KETAHANAN ENERGI & KENDALI PASOKAN KAWASAN
      Indonesia berperan sebagai "pompa bensin" dan penyedia energi utama bagi industri di negara tetangga, khususnya Malaydesh dan Filipina.
      Keunggulan: Eksportir utama batu bara global. Banyak negara ASEAN (termasuk Malaydesh) bergantung pada pasokan energi Indonesia untuk menggerakkan pembangkit listrik mereka.
      Sumber Berita:
      Kementerian ESDM RI: Data ekspor batu bara ke kawasan ASEAN.
      Kompas.com / Kontan: Berita mengenai ketergantungan impor batu bara Malaydesh dari Indonesia untuk ketahanan energi mereka.
      --------------------------------------
      3. KETAHANAN PANGAN & EKSPOR KOMODITAS
      Di tengah krisis pangan global, Indonesia menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan beberapa negara tetangga yang mengalami krisis bahan pokok.
      Keunggulan: Indonesia mulai melakukan ekspor beras dan komoditas pangan lainnya ke negara-negara yang mengalami defisit seperti Malaydesh dan Filipina.
      Sumber Berita:
      Badan Pusat Statistik (BPS): Laporan ekspor komoditas pertanian dan pangan.
      Detik Finance: Berita mengenai rencana dan realisasi ekspor beras Indonesia ke Malaydesh untuk membantu ketersediaan stok mereka.
      --------------------------------------
      4. SUPERIORITAS FISKAL & MODERNISASI MILITER
      Skala ekonomi yang besar memberikan Indonesia "napas" fiskal yang jauh lebih panjang untuk melakukan modernisasi kekuatan pertahanan.
      Keunggulan: Anggaran pertahanan yang besar memungkinkan akuisisi alutsista kelas berat (Rafale, Scorpène Evolved, F-KAAN), sementara negara tetangga cenderung mengalami stagnasi anggaran.
      Sumber Berita:
      Global Firepower (2024): Peringkat militer Indonesia (Peringkat 13 Dunia & 1 di ASEAN).
      Janes Defence Weekly / Air & Cosmos: Laporan mengenai kontrak akuisisi jet tempur Rafale dan kapal selam Indonesia sebagai pergeseran kekuatan udara di kawasan.
      --------------------------------------
      5. STATUS FINANSIAL & DIPLOMASI EKONOMI
      Indonesia bertransformasi dari sekadar penerima investasi menjadi pemain yang memiliki daya tawar finansial tinggi.
      Keunggulan: Memiliki posisi tawar dalam sengketa bisnis internasional (contoh: piutang gas terhadap Petronas) serta rasio utang terhadap PDB yang jauh lebih sehat dibandingkan Malaydesh atau Laos.
      Sumber Berita:
      Bisnis Indonesia / Bloomberg: Laporan mengenai kesehatan fiskal Indonesia dan posisi utang pemerintah yang terjaga di bawah 40% dari PDB.
      Media Nasional terkait Petronas: Berita mengenai isu penagihan utang/kewajiban finansial terkait proyek gas di blok Natuna/wilayah kerja terkait.

      Hapus
    4. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      ADA CLASS TURKEY NAVY
      Armament
      Guns:
      1 × 76 mm (3 in) Oto Melara Super Rapid (retractable for lower radar cross section, guidance by fire control radar and electro-optical systems), A position
      2 × 12.7 mm (0.50 in) Aselsan STAMP Stabilized Machine Gun Platform (guidance by Laser/IR/TV and electro-optical systems, automatic and manual modes), B position
      Anti-ship missiles:
      8 × Harpoon or Atmaca
      Anti-aircraft warfare:
      1 × RAM Block I
      Torpedoes:
      2 × 324 mm (13 in) Mk.32 twin launchers for Mk.46 torpedoes
      Torpedo defence system:
      Sea Sentor Surface Ship Torpedo Defense System
      ------
      BABUR CLASS PAKISTAN NAVY
      Armament
      Anti-air warfare :-[2]
      12 × Albatross NG (CAMM-ER) surface-to-air missiles launcher
      Anti-surface warfare :-
      2 × triple-cell missile launchers, for 6 P-282 anti-ship missiles
      Anti-submarine warfare :-
      2 × 3-cell Mark 32 324 mm lightweight torpedo tubes
      Guns :-
      1 × OTO Melara 76 mm naval gun
      1 × Aselsan GOKDENIZ 35 mm CIWS
      2 × Aselsan STOP 25 mm remote weapon stations
      Decoys :-
      Aselsan HIZIR torpedo-countermeasure system
      =========
      LMS B2 VERSI DOWNGRADE
      LMS B2 VERSI DOWNGRADE
      LMS B2 VERSI DOWNGRADE
      LMS B2 RADAR 3D 30mm = STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
      -
      😝KASIAN VERSI DOWNGRADE = LMS (LEMESSSSSSS)😝

      Hapus
    5. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
  5. MINYAK je NGEMIS ke MALAYSIA ...lagi GORILLA mau MEMBUAL...HAHAHAHHA



    Bahlil Blak-blakan Impor BBM RI dari Malaysia & Singapura

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260312074927-4-718271/bahlil-blak-blakan-impor-bbm-ri-dari-malaysia-singapura

    BalasHapus
    Balasan
    1. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
      140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
      257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
      309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
      320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
      ===================
      KEYWORDS
      1 UNIT JAVELIN = 3 UNIT NLAW
      4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      ---
      Javelin: Costs about USUSD80,000 per missile and has a maximum effective range of up to 4.5 kilometers
      The cost of an NLAW (Next-generation Light Anti-tank Weapon) unit can vary depending on the source, but it's generally around USD30,000 to USD33,000:
      • 2008: £20,000
      • 2022: USUSD30,000 to USUSD33,000
      The NLAW is a portable, one-man weapon that's lightweight enough to strap to a soldier's body. It has a range of up to 1,000 meters and can destroy a tank in a single shot. The NLAW is less expensive than the Javelin, which has a longer range and is more complex:
      ---
      The estimated cost of the proposed sale of 180 Block I Javelin missiles to Indonesia was USD60 million. The sale was part of Indonesia's military modernization program and was intended to: Improve the security of Indonesia, Protect Indonesia's territory, Deter potential threats, and Foster cooperation between the U.S. and Indonesia.
      =========
      KEYWORDS 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      -
      1. RAFALE INDONESIA 42 UNIT HARGA USD 8.1 MILLIAR = USD 192.8 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      =========
      KEYWORDS 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALAYDESH
      -
      1. SCORPENE IDN 2 UNIT HARGA € 2 BILLION = € 1 BILLION /UNIT
      -
      2. SCORPENE MALAYDESH 2 UNIT HARGA € 1,04 BILLION = € 0,52 /UNIT
      =========
      KEYWORDS 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      -
      1. APACHE INDONESIA 8 UNIT HARGA USD 1.42 BILLION = USD 177.5 MILLION/UNIT
      -
      2. MD530G 6 UNIT HARGA USD 77.4 MILLION = USD 12,9 MILLION/UNIT
      -
      USD 177.5 MILLION/ USD 12,9 MILLION = 13 UNIT MD630
      =========
      KEYWORDS 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      -
      PPA USD 1,3 MILYAR/2 = USD 650 JUTA PER UNIT
      -
      LMS B2 (DOWNGRADE HISAR OPV) USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      =========
      CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
      -
      HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
      -
      HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
      ==============
      KEY WORDS :
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALAYDESH
      5. CN 235 USUSD 27,50 JUTA = ATR 72 USUSD24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA UCAV = ANKA UAV ISR NOT ARMED‘

      Hapus
    2. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = MURAHAN hahahaha
      ------
      BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
      FA 50 GF (TA 50 blok II) 12 biji harga USD 705 juta alias USD 58,75 juta/biji
      FA 50 PL (blok 20) 36 biji harga USD 2300 juta alias USD 63,89 juta/biji
      ------
      BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER
      DOWNGRADE
      FA 50M 18 biji harga USD 920 juta alias USD 51,1 juta/biji
      ==============
      KATA KUNCI =
      BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
      BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
      At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
      ----
      KATA KUNCI =
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
      ----
      KATA KUNCI =
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      FA50 = TRAINING AIRCRAFT
      So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
      According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
      While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
      ------
      KATA KUNCI =
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      HELI MD530G = HELI TRAINING
      A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to Malaysia’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
      The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
      ------
      KATA KUNCI =
      DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
      DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
      STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
      ==============
      2024 RASIO HUTANG 84,2% DARI GDP
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household debt stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023.
      In aggregate, it said the household debt for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018).
      “The ratio of household debt to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.2% compared with 82% in 2018,” it said.

      Hapus
    3. KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
      Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaydesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaydesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaydesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malaydesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

      Hapus
    5. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2020–2025)
      Status pengadaan senjata berat Malaydesh menunjukkan grafik yang terus merosot hingga mencapai titik nol:
      2020–2021: Berada pada fase Planned (Dijangka) namun tanpa realisasi.
      2022–2023: Berlanjut ke fase Selected Not Yet Ordered (Dipilih tanpa pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat).
      Perbandingan Regional: Sementara Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, KAAN, A400M, PPA), Malaydesh kini sejajar dengan negara-negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Kamboja, dan Laos yang juga memiliki lembar SIPRI kosong.
      -
      Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Malaydesh terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
      Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
      Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
      Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
      Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
      -
      Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
      Defisit Menahun: Sejak 2010, Malaydesh tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
      Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
      Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
      Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
      Filipina (41): Berhasil menyalip Malaydesh.
      Malaydesh (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Hukum & Administrasi: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan pemain ilegal adalah bukti nyata degradasi tata kelola birokrasi.
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur E&E, yang merupakan sumber pendapatan utama untuk membayar cicilan utang negara.

      Hapus
  6. APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20260312/10/1959912/apbn-februari-gali-lubang-tutup-lubang-beban-bunga-utang-nyaris-rp100-triliun

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      NAVAL GRUP = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH =
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).

      Hapus
    2. KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      ------------------
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      --------------------
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.


      Hapus
    4. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      Analisa Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (2018–2026)
      Malaydesh terjebak dalam Debt-Servicing Cycle kronis, di mana pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan pokok utang lama:
      Titik Nadir (2023): Rekor tertinggi 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) lari ke pembayaran utang lama.
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58% - 58,9%. Artinya, lebih dari separuh uang yang dipinjam negara tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti nyata keputusasaan fiskal melalui metode open donation rakyat untuk membantu utang negara yang menembus RM1 Triliun.
      -
      Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
      Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
      Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
      Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
      Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
      -
      Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
      Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
      Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
      Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
      Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi Malaydesh.

      Hapus
  7. Waspada! Efek Domino Pelemahan Rupiah, Harga Kebutuhan Pokok Kian Mahal

    https://beraupost.jawapos.com/ekonomi/2446622734/waspada-efek-domino-pelemahan-rupiah-harga-kebutuhan-pokok-kian-mahal

    BalasHapus
    Balasan
    1. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
      140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
      257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
      309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
      320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
      ===================
      MENUNGGU 2041-2045 = C130J
      Diterangkan Utusan MALAYDESH , mereka baru bisa mendapatkan C-130 J Super Hercules paling tidak di tahun 2041 hingga 2045.
      MENUNGGU 2055 = HAWK :
      Kerajaan merancang secara sistematik penggantian pesawat Hawk 108 dan Hawk 208 seperti yang digariskan dalam Pembangunan Keupayaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) 2055
      -------------------------------------
      MENUNGGU 2050 = KAPAL SELAM
      MENUNGGU 2050 = MRSS
      MENUNGGU 2050 = LCS
      MENUNGGU 2050 = PV
      MENUNGGU 2050 = LMS
      Panglima TLDM Laksamana Tan Sri Mohd Reza Mohd Sany berkata, bilangan kapal itu mungkin akan berubah bergantung kepada keadaan geo-strategik rantau itu yang dinamik.
      Dalam temuramah dengan majalah pertahanan berbahasa Inggeris tempatan, Asian Defence Journal (ADJ) keluaran May-Jun tahun ini, beliau juga memaklumkan bilangan jenis-jenis kapal perang yang dirancang dimiliki oleh TLDM dibawah pelan transformasi itu.
      “Mengikut Pelan Transformasi 15 ke 5 TLDM, ia dijangka akan memiliki 12 buah kapal Littoral Combat Ship (LCS), tiga buah kapal Multi Role Support Ship (MRSS), 18 buah kapal Littoral Mission Ship (LMS), 18 buah kapal Patrol Vessel (PV) dan empat buah kapal selam menjelang tahun 2050,” kata beliau dalam temuramah itu.
      Nampak gaya,impian untuk melihat TLDM menambah bilangan kapal selam dimilikinya daripada dua buah kepada empat buah akan hanya direalisasikan menjelang tahun 2050.
      -------------------------------------
      MENUNGGU 2030 = UAV ANKA
      MENUNGGU 2030 = LMS B2
      MENUNGGU 2030 = HELI
      MENUNGGU 2030 = MRSS
      Perolehan 3 buah LMSB2 itu dilakukan melalui kaedah Government to Government (G2G) dengan negara Turkiye.
      RMKe-13 merangkumi tempoh tahun 2026-2030.
      “Perolehan bagi baki 3 buah LMS lagi akan dimasukkan di bawah RMKe-13,” ujar beliau.
      Selain LMS, TLDM turut merancang perolehan 2 buah kapal Multi Role Support Ship (MRSS), 3 buah kapal Littoral Mission Ship Batch 3, 4 buah helikopter anti kapal selam dan 6 buah Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
      “Proses perolehan bagi aset-aset baharu ini dijangka berlangsung sehingga 2030. Kesemua perolehan aset TLDM ini dianggarkan
      -------------------------------------
      MALAYDESH ARMED FORCES (MAF) FACES SEVERAL CHALLENGES WITH MAINTAINING ITS EQUIPMENT, INCLUDING:
      1. Budget
      The MAF has a limited budget, which affects the serviceability of its assets.
      2. Outsourcing
      The MAF has outsourced maintenance of its assets since the 1970s, but the outsourcing program has faced challenges such as undertrained staff, underperforming contractors, and lack of contract enforcement.
      3. Old inventory
      The Royal MALAYDESH Navy (RMN) has a number of old ships in service, including the Kasturi-class Corvette, the Laksamana Corvette class, the Perdana-class gunboat, and the Handalan and Jerung class.
      4. Spare parts
      There are issues with delivering spare parts to soldiers on the ground at the right time
      -------------------------------------
      THE MALAYDESH ARMY HAS FACED SOME CHALLENGES, INCLUDING CORRUPTION AND ISSUES WITH MILITARY PERSONNEL:
      1. Corruption
      MALAYDESH 's military has been involved in corruption, and the country's military doctrine doesn't recognize it as a threat. The Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document, and commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
      2. Military personnel
      Some say that military personnel have struggles with thinking skills, decision-making, and problem-solving.
      3. Logistics
      Some say that MALAYDESH has had problems ensuring the readiness of the MALAYDESH Armed Forces (MAF) in the face of threats

      Hapus
    2. PINDAD NEXTER = AMUNISI TANK 120 mm
      PINDAD NEXTER = AMUNISI TANK 120 mm
      PINDAD NEXTER = AMUNISI TANK 120 mm
      PT Pindad dan Nexter menyepakati kerjasama dalam pengadaan amunisi tank 120 mm generasi terbaru untuk mendukung TNI Angkatan Darat dalam kegiatan pameran Eurosatory di Paris, Prancis pada 14 Juni 2022. Perjanjian yang ditandatangani antar kedua belah pihak ini memiliki penawaran melingkupi rangkaian lengkap amunisi tank 120 mm, termasuk SHARD APFSDS, High Explosive dan pelatihan. Nexter sebagai industri pertahanan terkemuka memiliki kompetensi untuk menciptakan desain dan produksi amunisi tank 120 mm yang kompatibel dengan semua Tank Tempur Utama yang dilengkapi dengan meriam smooth bore NATO 120 mm.
      =========
      =========
      TANK PT91 MUDAH ROSAK
      A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
      -------------
      LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
      Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
      Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
      “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
      -------------
      STOP SPARE PART
      Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
      -------------
      PRESTASI BURUK
      Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
      Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
      -------------
      PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      ===================
      Some factors that contribute to the MALAYDESH Army's perceived weakness include:
      • Political instability: Frequent government changes since 2018 have made it difficult for the MALAYDESH Armed Forces (MAF) to receive the support it needs.
      • Corruption: The MAF has been plagued by corruption.
      • Poor planning: The MAF has been criticized for poor planning.
      • Political interference: Political leaders have interfered in the MAF's procurement process.
      • Outdated equipment: Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government has been unable to provide modern equipment.
      Lack of military knowledge: Military personnel have struggled with decision-making and problem-solving during military operations

      Hapus
    3. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
      140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
      257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
      309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
      320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
      ===================
      TANK PT91 MUDAH ROSAK
      A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
      -------------
      LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
      Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
      Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
      “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
      -------------
      STOP SPARE PART
      Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
      -------------
      PRESTASI BURUK
      Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
      Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
      -------------
      PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      -------------
      RETIRED SCORPION = Scorpions to be retired. The Army has recommended that it’s fleet of Scorpion light tanks be retired due to the high cost of maintenance and obsolescence issues.
      RETIRED CONDOR SIBMAS = Condor armoured 4X4 and Sibmas armoured recovery vehicle as retired from service as off January 1, 2023
      RETIRED V150 = . It was used by the MALAYDESH Army in Second Malayan Emergency (NOw retired)
      RETIRED MB339CM = the Aermacchi MB-339CM trainer jets that are currently grounded
      -------------
      Some factors that contribute to the MALAYDESH Army's perceived weakness include:
      • Political instability: Frequent government changes since 2018 have made it difficult for the MALAYDESH Armed Forces (MAF) to receive the support it needs.
      • Corruption: The MAF has been plagued by corruption.
      • Poor planning: The MAF has been criticized for poor planning.
      • Political interference: Political leaders have interfered in the MAF's procurement process.
      • Outdated equipment: Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government has been unable to provide modern equipment.
      Lack of military knowledge: Military personnel have struggled with decision-making and problem-solving during military operations –


      Hapus
    4. TERGANTUNG INDONESIA
      23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      Semester I-2025: Dalam enam bulan pertama tahun 2025, Malaydesh telah mengimpor 13,96 juta ton batubara dari Indonesia.
      Databoks +2
      Konteks Penting:
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
      Pengguna Utama: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah konsumen terbesar. Sebagai contoh, PLTU Manjung di Perak saja membutuhkan sekitar 10 juta ton per tahun yang mayoritas berasal dari Indonesia.
      Pangsa Pasar: Malaydesh secara konsisten berada di peringkat ke-5 tujuan ekspor batubara Indonesia, setelah India, China, Filipina, dan Jepang/Korea Selatan
      ________________________________________
      Malaydesh merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor batubara Indonesia. Berdasarkan data terbaru tahun 2025 dan awal 2026, berikut adalah gambaran volume dan nilai impor batubara Malaydesh dari Indonesia:
      1. Volume Ekspor Terbaru (Tahun 2025)
      Sepanjang tahun 2025, Indonesia mengekspor sekitar 23,97 juta metrik ton (MT) batubara ke Malaydesh. Jumlah ini menempatkan Malaydesh sebagai destinasi ekspor terbesar ke-5 bagi Indonesia, setelah China, India, Filipina, dan Korea Selatan.
      2. Tren Impor dan Ketergantungan
      Ketergantungan Tinggi: Malaydesh mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan konsumsi batubara domestiknya.
      Rekor Tertinggi: Impor batubara termal Malaydesh dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan pembangkitan listrik berbasis batubara di negara tersebut.
      Kebutuhan PLTU: Sebagai gambaran skala kebutuhan, satu unit pembangkit listrik seperti PLTU Manjung di Perak saja memerlukan pasokan sekitar 10 juta ton per tahun yang mayoritas dipasok dari Indonesia.
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.

      Hapus
  8. BEZA KASTA....NEGARA MERDEKA PEMBERANI Vs NEGARA PECUNDANG KACUNGNYA AS....HAHAHAHHA



    Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?

    https://www.suara.com/bisnis/2026/03/27/082347/beda-nasib-indonesia-dan-malaysia-di-selat-hormuz-kenapa-pemerintah-tak-mampu-lobi-iran

    BalasHapus
    Balasan
    1. CARL GUSTAV SEJAK 1960
      Dengan konflik kekinian yang terjadi di Afghanistan, Irak, Libya, dan Suriah, nama Carl Gustaf dijamin selalu eksis ditengah dentuman ledakan. Indonesia telah mengoperasikan Carl Gustaf sejak tahun 1960...
      ----
      OKTOBER 2024 = 769 ALAT PERTAHANAN
      Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang diwakili oleh Wakil Menteri Pertahanan M. Herindra menyerahkan secara simbolis 769 unit alat pertahanan dan keamanan (alpahankam) buatan dalam negeri untuk tiga matra TNI di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu.
      Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam sesi jumpa pers selepas acara penyerahan itu menjelaskan bahwa 769 unit alpahankam tersebut untuk Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
      ----
      FEBRUARI 2024 = 228 ALAT PERTAHANAN
      Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyerahkan sebanyak 228 alat utama sistem senjata (alutsista), yaitu Pandur, Harimau, Ranpur Anoa, Ranpur Komodo APC, Ranpur Badak Canon 90, Maung V3, Rigid Buoyancy Boat, Ransus, Rantis, Truk 4x4, Truk 2,5 Ton, dan sepeda motor trail listrik untuk TNI dan Polri.
      ==========
      ==========
      OKTOBER 2024 = Tentera Darat antaranya adalah 57 unit Modular Tent, 13 unit Multi Channel Radio System (MCRS), 10 unit Multipurpose Mobile Inventory Vehicle (MMIV), 153 unit Trak 1 Tan Fitted For Radio (FFR), 2 unit Kenderaan Penarik dan Horse Float, 30 unit All Terrain Vehicle (ATV), Night Vision Goggle, Anti Tank 84mm Carl Gustav dan pelbagai lagi.
      ----
      SEWA VVSHORAD
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favor of the truck and VVSHORAD proposals by improving the recipient's capability to meet current and future threats.
      The truck and VVSHORAD proposals refer to:
      • VVSHORAD
      Very short-range air defense, which is designed to enhance the capabilities of air defense against modern aerial threats such as drones, aircraft, and cruise missiles.
      • Truck
      Truckload request for proposal (RFP), which is a document that provides the information necessary to make a knowledgeable choice.
      ===================
      THE MALAYDESH ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALAYDESH 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALAYDESH procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALAYDESH faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALAYDESH The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • TechNOLogical obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALAYDESH s are an earlier block of the HORNET MALAYDESH , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited

      Hapus
    2. BEDA KASTA …..
      ________________________________________
      1. RAKSASA EKONOMI GLOBAL & REGIONAL
      Indonesia telah mencapai dominasi mutlak dengan PDB PPP sebesar US$5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia). Skala ekonomi Indonesia setara dengan gabungan tiga negara besar ASEAN lainnya (Thailand, Vietnam, Filipina), menjadikannya satu-satunya representasi G20 dari kawasan ini.
      ________________________________________
      2. PEMEGANG KENDALI ENERGI KAWASAN
      Indonesia bertindak sebagai penopang hidup (lifeline) energi bagi negara tetangga. Dengan pangsa ekspor batubara yang menggerakkan hingga 80% listrik nasional di beberapa negara ASEAN, Jakarta memiliki posisi tawar strategis yang dapat melumpuhkan industri kawasan jika suplai diketatkan.
      ________________________________________
      3. LUMBUNG PANGAN & STABILITAS KOMODITAS
      Di saat negara tetangga mengalami krisis bahan pokok, Indonesia menunjukkan kemandirian pangan yang stabil. Transformasi Indonesia dari pengimpor menjadi pengekspor beras dan pangan ke negara tetangga (seperti ke wilayah Sarawak) mempertegas pergeseran ketergantungan logistik regional ke arah Indonesia.
      ________________________________________
      4. SUPERIORITAS PERTAHANAN & FISKAL
      Skala ekonomi yang besar memberikan fleksibilitas fiskal untuk modernisasi militer secara masif (Rafale, Scorpène, F-KAAN). Sementara negara tetangga mengalami stagnasi anggaran akibat beban utang, Indonesia justru memperkuat posisi tawar militernya di peringkat 13 dunia.
      ________________________________________
      5. DAYA TAWAR FINANSIAL YANG SEHAT
      Indonesia memiliki profil keuangan yang jauh lebih tangguh dengan rasio utang terhadap PDB di bawah 40%. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi krisis utang beberapa negara tetangga, yang memberikan Indonesia kredibilitas tinggi dalam diplomasi ekonomi dan penyelesaian sengketa bisnis internasional.
      ________________________________________
      6. PERGESERAN STRUKTUR KEKUATAN (STRUCTURAL SHIFT)
      Kesenjangan ekonomi yang mencapai 4 kali lipat dari kompetitor terdekat menunjukkan bahwa posisi Indonesia bukan lagi sekadar pemimpin ASEAN, melainkan sedang bertransformasi menjadi salah satu dari Top 5 Ekonomi Dunia pada 2045.
      ________________________________________
      7. PENGENDALI RANTAI PASOK & TATA KELOLA NIKEL DUNIA
      Indonesia telah bertransformasi dari sekedar pemilik cadangan menjadi penentu harga dan pasokan global. Melalui kebijakan hilirisasi yang agresif, Indonesia kini menggenggam kendali atas industri masa depan (kendaraan listrik):
      -
      DOMINASI PASOKAN GLOBAL: Indonesia diperkirakan memasok sekitar 60,2% hingga 63,4% nikel global pada 2024-2025. Hal ini menempatkan Indonesia pada posisi yang jauh melampaui Filipina dan Rusia sebagai produsen utama.
      -
      CADANGAN TERBESAR DUNIA: Memiliki cadangan nikel sebesar 55 juta ton (sekitar 42-45% cadangan dunia), Indonesia menjadi pusat gravitasi investasi baterai kendaraan listrik (EV) global.
      -
      PENENTU HARGA (PRICE MAKER): Sejak awal 2026, pemerintah mulai aktif menggunakan kebijakan kuota produksi (RKAB) untuk mengendalikan volatilitas harga nikel dunia yang sempat mengalami surplus. Langkah pemangkasan produksi pada 2026 ke level 250-260 juta ton terbukti langsung memicu lonjakan harga di pasar global.
      -
      PUSAT HILIRISASI TERINTEGRASI: Dengan operasional pabrik nikel sulfat terbesar dunia di Pulau Obi dan pengembangan teknologi HPAL, Indonesia telah mengunci rantai nilai dari hulu hingga ke komponen inti baterai EV.
      ________________________________________
      Analisis Tambahan:
      Keunggulan nikel ini memberikan Indonesia "senjata diplomatik" baru. Jika sebelumnya ekonomi kawasan bergantung pada batubara Indonesia untuk listrik, kini industri otomotif dan teknologi global bergantung pada kebijakan nikel Jakarta. Hal ini memperkuat posisi Indonesia untuk mendikte standar keberlanjutan dan tata kelola mineral kritis di level internasional.

      Hapus
    3. KRISIS BERAS IMPOR 500.000 TON DARI INDONESIA
      KRISIS DAGING AYAM
      KRISIS DAGING SAPI
      KRISIS DAGING KAMBING
      KRISIS TELUR AYAM
      KRISIS HUTANG
      ________________________________________
      1 KRISIS HUTANG: Data Kementerian Kewangan (MOF) dan Bank Negara Malaydesh (BNM) mengonfirmasi utang negara mencapai RM1,3 triliun (Juni 2025) dengan rasio utang rumah tangga sebesar 84,3% PDB. Laporan CEIC Data memproyeksikan rasio utang pemerintah berada di angka 68,9% PDB.
      -
      2 KRISIS BERAS: Berdasarkan siaran pers Kementerian Pertanian RI dan Perum BULOG, Malaydesh menyepakati impor beras dari Kalimantan Barat sebesar 2.000 ton/bulan (Mei 2025) dengan total proyeksi mencapai 500.000 ton untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
      -
      3 UNGGAS & TELUR: Laporan The Edge Malaydesh dan Jabatan Penerangan mencatat penghentian total subsidi telur per 1 Agustus 2025 guna menghemat anggaran RM1,2 miliar. Analisis USA-ASEAN Business Council menunjukkan transisi penuh ke mekanisme pasar bebas.
      -
      4 DAGING MERAH: Data Jabatan Perkhidmatan Veterinar (DVS) menunjukkan tingkat kemandirian daging sapi/kambing di bawah 15%. Astro Awani dan The Star melaporkan ketergantungan impor sebesar 90% serta isu penyelundupan daging ilegal di perbatasan.
      -
      5 IMPOR AYAM GPS: Dokumen resmi USTR (15 Oktober 2025) berjudul "United States and Malaydesh Reach Agreement on Reciprocal Trade" merinci pemberian akses pasar preferensial Malaydesh bagi genetika unggas (GPS) asal Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian dagang ART.
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah


      Hapus
    4. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA: "LEMBAR BELANJA PENUH"
      Udara: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (G2G Turki), 48 KF-21, 24 M-346, 20 T-50i, 33 F-16 (Upgrade), 22 Hawk.
      Darat/Laut: Rudal Balistik Khan & Bora, Drone Anka-S, Kapal PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500, Sistem Air Refuel.
      MALAYDESH: "LEMBAR KOSONG"
      Status SIPRI: Kosong/Nihil selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Kegagalan: Pembelian Hornet bekas Kuwait Batal 4 kali.
      Status Sejarah: 2020-2021 (Planned), 2022-2023 (No Order), 2024-2025 (Kosong).
      -
      PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA (TOTAL UNIT)
      INDONESIA (Estimasi 253 Unit):
      Fokus pada teknologi Generasi 4.5 dan 5 (Rafale & KAAN).
      Kemandirian melalui proyek KF-21.
      MALAYDESH (Status Grounded & Hilang):
      Grounded: MiG-29 (Monumen), MB339CM, Nuri, Lynx.
      Kasus Kritis: 48 Pesawat Skyhawk hilang, 2 Mesin Jet hilang.
      Kondisi Aset: Pilatus MK II karatan, AV8 berasap/mogok.
      -
      KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYDESH 2026)
      Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
      Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
      Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
      -
      TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYDESH)
      Akibat ketiadaan dana tunai, Malaydesh beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
      Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
      Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
      Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
      Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
      -
      KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
      Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
      Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, Malaydesh Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
      Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam

      Hapus
  9. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    INDONESIA = 600 NLAW
    KEYWORDS
    1 UNIT JAVELIN = 3 UNIT NLAW
    4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
    ------------------------------------
    ---------------------------
    MALAYDESH = 500 NLAW
    SHOOT 4 NLAW
    SHOOT 4 NLAW
    SHOOT 4 NLAW
    It is also unclear how many NLAWs were fired during the exercise. From the pictures, it may well be four of them.
    -------------------
    MALAYDESH 's defense policy faces a number of challenges, including:
    • Corruption
    The military has been accused of corruption in defense procurement. The government's Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document.
    • Recruitment
    The military has difficulty recruiting and retaining qualified personnel. This is partly due to poor service conditions.
    • Infrastructure
    The defense infrastructure needs to be fixed, but the government is prioritizing other needs.
    • Ethnic composition
    The armed forces are overrepresented by Indigenous MALAYDESH s (Bumiputeras) and underrepresented by ethnic Chinese MALAYDESH s.
    • Budget
    MALAYDESH has consistently underspent on defense needs.
    • Defense industry
    The defense industry has challenges with research and development, techNOLogy transfer, and job creation.
    • Territorial disputes
    MALAYDESH has territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
    • Transboundary haze
    Transboundary haze has had a negative impact on MALAYDESH 's economy and social activities.
    • Maritime defense
    The Strait of Singapore is critical for MALAYDESH 's maritime defense, but it's also important for international commerce.
    Some of the challenges have been addressed by the Anwar government, which has implemented plans to attract more non-Bumiputeras to the military.
    ===========
    Some factors that contribute to the MALAYDESH Army's perceived weakness include:
    • Political instability: Frequent government changes since 2018 have made it difficult for the MALAYDESH Armed Forces (MAF) to receive the support it needs.
    • Corruption: The MAF has been plagued by corruption.
    • Poor planning: The MAF has been criticized for poor planning.
    • Political interference: Political leaders have interfered in the MAF's procurement process.
    • Outdated equipment: Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government has been unable to provide modern equipment.
    Lack of military knowledge: Military personnel have struggled with decision-making and problem-solving during military operations

    BalasHapus
  10. KACUNG AS makin parah....... HAHAHAHHA



    Prabowo: Kita Harus Akui dan Jamin Hak Israel Berdiri sebagai Negara

    https://video.kompas.com/watch/1850724/prabowo-kita-harus-akui-dan-jamin-hak-israel-berdiri-sebagai-negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. 140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
      257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
      309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
      320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
      ===================
      MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
      MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
      MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
      Sebagai rudal anti tank, AT-5 dapat dipasang di berbagai ranpur, baik dari jenis tank, panser sampai jip. Pada BVP-2 Korps Marinir, AT-5 ditempatkan pada bagian atas kubah kanon 30 mm BVP-2
      -------------
      TANK PT91 MUDAH ROSAK
      A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
      -------------
      LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
      Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
      Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
      “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
      -------------
      STOP SPARE PART
      Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
      -------------
      PRESTASI BURUK
      Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
      Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
      -------------
      PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      -------------
      MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Russian-made weapons: MALAYDESH has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness

      Hapus
    2. KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    3. KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      MALAYDESH is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
      New taxes
      • Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
      • Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
      • Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
      • Carbon tax: A new tax on carbon emissions
      • Sugar duties: Higher duties on sugar
      • Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
      • Inheritance tax: A tax on inheritance
      • High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
      • Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
      Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.

      Hapus
    4. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Agresif): Memasuki fase pengadaan masif dengan daftar belanja nyata:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Kaan Gen-5 (48 unit), KF-21, M-346, dan upgrade F-16.
      Darat & Laut: Rudal Khan & Bora, Drone Anka-S, PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500), dan Air Refuel System.
      Malaydesh (Stagnasi): Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut.
      Proyek F/A-18 Hornet Kuwait batal 4 kali.
      Ketergantungan pada skema Barter (CPO) dan Sewa (Leasing) karena keterbatasan anggaran tunai.
      -
      ANALISIS EKONOMI & FISKAL
      Krisis Utang: Utang Malaydesh diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
      Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
      -
      KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
      Kekuatan Udara:
      Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
      Malaydesh: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
      Budaya "Sewa" (Leasing): Malaydesh beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
      -
      REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
      Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara Malaydesh merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.

      Hapus
  11. 140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
    MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
    MELEDAK GEMPI+PENDEK = AT 5 BVP 2
    Sebagai rudal anti tank, AT-5 dapat dipasang di berbagai ranpur, baik dari jenis tank, panser sampai jip. Pada BVP-2 Korps Marinir, AT-5 ditempatkan pada bagian atas kubah kanon 30 mm BVP-2
    -------------
    TANK PT91 MUDAH ROSAK
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
    -------------
    LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
    Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
    Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
    “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
    -------------
    STOP SPARE PART
    Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
    -------------
    PRESTASI BURUK
    Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
    Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
    -------------
    PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    -------------
    MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
    • Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
    • Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
    • Russian-made weapons: MALAYDESH has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
    • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
    • Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
    Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness

    BalasHapus
  12. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    TANK PT91 MUDAH ROSAK
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
    -------------
    LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
    Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
    Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
    “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
    -------------
    STOP SPARE PART
    Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
    -------------
    PRESTASI BURUK
    Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
    Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
    -------------
    PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU

    BalasHapus
  13. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    LEOPARD vs PT91
    LEOPARD vs PT91
    LEOPARD vs PT91
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order....
    ================
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    According to the arrangements formulated as part of the Strategic Defense Review, the Armed Forces of the Republic of Poland should acquire approximately 800 tanks over the next decades. This is due to the planned organizational structures – in the near future, the Armoured and Mechanized Forces (WPiZ) are to have 13 tank battalions, which transforms into 754 vehicles (currently the WPiZ has about 730 tanks capable of service and over a hundred incomplete vehicles) – the maintenance of which is the numerical potential may be too difficult for financial reasons (the formation of new units affects the pace of modernization of the older ones). The dominant (if not the only) type in this respect would be a vehicle known as the New Main Battle Tank codename Wolf (NMBT Wolf). It would be a completely new vehicle, which would replace the T-72 and PT-91 machines in the first place, and probably also the Leopard 2A5 and Leopard 2PL types in the future. There are many possibilities for Poland to acquire new MBTs, and the scale of the purchase requires a thorough analysis of how the program is to be implemented. The signing of the contract for the purchase of NMBT would take place before 2029, in accordance with the words of the then Deputy Minister of National Defense Tomasz Szatkowski, provided that the dates have not changed (undisclosed).
    😝POLAND = LEOPARD😝

    BalasHapus
  14. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    -------------
    TANK SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    -------------
    PLAT TIPIS GEMPITA perlindungan bagi awak dan infanteri dari tembakan senjata ringan 7,62 mm pelindung tambahan Level 4, dengan perlindungan terhadap peluru 14,5 mm.
    -------------
    THE MALAYDESH ARMY HAS FACED ISSUES WITH ITS TANKS, INCLUDING BREAKDOWNS AND OPERATIONAL PROBLEMS:
    • August 2022 breakdowns
    A PT-91M Pendekar tank broke down on a highway in Kuala Lumpur on Friday, August 26, 2022, while returning to the Sungai Besi camp after rehearsals for the 65th Independence Day parade. The tank was towed to the National Museum for repairs. The next day, a prime mover also broke down on Jalan Damansara in front of the National Museum. The MALAYDESH Army apologized for the incidents and promised to dispatch a standby recovery team to prevent future breakdowns.
    • Operational issues
    The MALAYDESH Army is addressing operational issues with its PT-91M Pendekar tanks. The issues include problems with the Renk France ESM 350M hydrokinetic transmissions, the electronic components of the GLRF laser rangefinder, and the Sagem Savan-15 fire control system.
    • Spare parts
    The Original Equipment Manufacturer (OEM) for the Pendekar PT-90M, Bumar Labedy from Poland, has stopped producing spare parts for the tanks.
    • Life Extension Program (LEP)
    The MALAYDESH Army plans to implement an LEP for the Pendekar PT-90M Main Battle Tank. The LEP is expected to be included in the 12th MALAYDESH Plan (12MP) or 13th MALAYDESH Plan (13MP).
    ===================
    ===================
    140 HELLFIRE = The Defense Security Cooperation Agency notified Congress September 19 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia of 8 AH-64D APACHE Block III LONGBOW Attack Helicopters and associated equipment, parts, training and logistical support. The estimated cost is USD1.42 billion. HELLFIRE Missile Launchers, and 140 HELLFIRE AGM-114R3 Missiles.
    -------------
    180 JAVELIN = The Defense Security Cooperation Agency notified Congress November 15 of a possible Foreign Military Sale to the Government of Indonesia for 180 Block I Javelin Missiles and associated

    BalasHapus
  15. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    LEOPARD vs PT91
    LEOPARD vs PT91
    LEOPARD vs PT91
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order....
    ================
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    According to the arrangements formulated as part of the Strategic Defense Review, the Armed Forces of the Republic of Poland should acquire approximately 800 tanks over the next decades. This is due to the planned organizational structures – in the near future, the Armoured and Mechanized Forces (WPiZ) are to have 13 tank battalions, which transforms into 754 vehicles (currently the WPiZ has about 730 tanks capable of service and over a hundred incomplete vehicles) – the maintenance of which is the numerical potential may be too difficult for financial reasons (the formation of new units affects the pace of modernization of the older ones). The dominant (if not the only) type in this respect would be a vehicle known as the New Main Battle Tank codename Wolf (NMBT Wolf). It would be a completely new vehicle, which would replace the T-72 and PT-91 machines in the first place, and probably also the Leopard 2A5 and Leopard 2PL types in the future. There are many possibilities for Poland to acquire new MBTs, and the scale of the purchase requires a thorough analysis of how the program is to be implemented. The signing of the contract for the purchase of NMBT would take place before 2029, in accordance with the words of the then Deputy Minister of National Defense Tomasz Szatkowski, provided that the dates have not changed (undisclosed).
    😝POLAND = LEOPARD😝

    BalasHapus
  16. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    LEOPARD vs PT91
    LEOPARD vs PT91
    LEOPARD vs PT91
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order....
    ================
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    POLAND REPLACE PT91 WITH LEOPARD
    According to the arrangements formulated as part of the Strategic Defense Review, the Armed Forces of the Republic of Poland should acquire approximately 800 tanks over the next decades. This is due to the planned organizational structures – in the near future, the Armoured and Mechanized Forces (WPiZ) are to have 13 tank battalions, which transforms into 754 vehicles (currently the WPiZ has about 730 tanks capable of service and over a hundred incomplete vehicles) – the maintenance of which is the numerical potential may be too difficult for financial reasons (the formation of new units affects the pace of modernization of the older ones). The dominant (if not the only) type in this respect would be a vehicle known as the New Main Battle Tank codename Wolf (NMBT Wolf). It would be a completely new vehicle, which would replace the T-72 and PT-91 machines in the first place, and probably also the Leopard 2A5 and Leopard 2PL types in the future. There are many possibilities for Poland to acquire new MBTs, and the scale of the purchase requires a thorough analysis of how the program is to be implemented. The signing of the contract for the purchase of NMBT would take place before 2029, in accordance with the words of the then Deputy Minister of National Defense Tomasz Szatkowski, provided that the dates have not changed (undisclosed).
    😝POLAND = LEOPARD😝

    BalasHapus
  17. TANK PT91 MUDAH ROSAK
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
    -------------
    LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
    Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
    Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
    “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
    -------------
    STOP SPARE PART
    Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
    -------------
    PRESTASI BURUK
    Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
    Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
    -------------
    PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    -------------
    MALAYDESH 's combat equipment has several weaknesses, including:
    • Ageing equipment: The MALAYDESH military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
    • Lack of modern assets: The MALAYDESH Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
    • Russian-made weapons: MALAYDESH has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
    • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
    • Procurement system: The MALAYDESH procurement system needs reform.
    Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness
    ===================
    103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL

    BalasHapus
  18. 103 LEOPARD X 3 PELURU = 309 PELURU
    140 HELLFIRE + 180 JAVELIN = 320 RUDAL
    257 GEMPI + 48 PENDEK = 305 UNIT
    309 PELURU – 305 UNIT = SISA 4 PELURU
    320 RUDAL – 305 UNIT = SISA 15 RUDAL
    ===================
    TANK PT91 MUDAH ROSAK
    A comparison test was made in Poland in order to compare reliability of the Polish PT-91 and Leopard 2A4 tanks. It appeared that tanks with similar mileage (19 000 km) showed different results. Distance between failures of the PT-91 was only 25 km and it took on average 3.2 days to repair the tank. On the other hand distance between failures of the Leopard 2A4 tank was 174 km and it took on average 1.3 days to repair the tank. Most failures of the PT-91 Twardy were related to its engine, electrical installation, armament, fire control system, and communication systems. So the ageing PT-91 tanks can be seen as rather unreliable combat vehicles, that are troublesome to keep in operational order.
    -------------
    LEP MENUNGGU RMK 13 = 2030
    Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin di dalam jawapan lisannya bertarikh pada 25 Mac lepas menyatakan bahawa Kementerian Pertahanan merancang untuk melaksanakan Life Extension Program (LEP) terhadap kereta kebal utama “Pendekar” PT-91M milik Tentera Darat MALAYDESH .
    Menjawap soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah), beliau berkata,program LEP itu akan dijangka akan didaftarkan dalam Rancangan MALAYDESH ke-12 (RMK-12) atau RMK-13.
    “Selain itu, pihak Tentera Darat MALAYDESH juga sedang merancang untuk melaksanakan Life Extension Programme (LEP) ke atas Kereta Kebal PENDEKAR dan dijangka akan didaftarkan dalam RMK-12 atau RMK-13,” kata beliau.
    -------------
    STOP SPARE PART
    Ikmal Hisham yang juga merupakan bekas Timbalan Menteri Pertahanan mahu mengetahui perancangan Tentera Darat MALAYDESH berkenaan pelan masa hadapan aset kereta kebal “Pendekar” PT-91M mengambil kira syarikat Original Equipment Manufacturer (OEM) iaitu Bumar Laberdy daripada Poland sudah menghentikan pengeluaran alat ganti kereta kebal jenis itu.
    -------------
    PRESTASI BURUK
    Beliau juga mahu mengetahui perancangan masa depan kereta kebal Pendekar PT-91M berikutan prestasi buruk kereta kebal dari model yang sama pada Perang Rusia – Ukraine.
    Mohamed Khaled berkata, kereta kebal Pendekat PT-91M merupakan aset bersifat ofensif berdaya musnah yang penting untuk pertahanan negara dan juga merupakan elemen deterrence pertahanan daratan.
    -------------
    PT91 SAWIT KARET Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    -------------
    RETIRED SCORPION = Scorpions to be retired. The Army has recommended that it’s fleet of Scorpion light tanks be retired due to the high cost of maintenance and obsolescence issues.
    RETIRED CONDOR SIBMAS = Condor armoured 4X4 and Sibmas armoured recovery vehicle as retired from service as off January 1, 2023
    RETIRED V150 = . It was used by the MALAYDESH Army in Second Malayan Emergency (NOw retired)
    RETIRED MB339CM = the Aermacchi MB-339CM trainer jets that are currently grounded
    -------------
    Some factors that contribute to the MALAYDESH Army's perceived weakness include:
    • Political instability: Frequent government changes since 2018 have made it difficult for the MALAYDESH Armed Forces (MAF) to receive the support it needs.
    • Corruption: The MAF has been plagued by corruption.
    • Poor planning: The MAF has been criticized for poor planning.
    • Political interference: Political leaders have interfered in the MAF's procurement process.
    • Outdated equipment: Much of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government has been unable to provide modern equipment.
    Lack of military knowledge: Military personnel have struggled with decision-making and problem-solving during military operations –


    BalasHapus
  19. 20 NEGARA DENGAN PDB NOMINAL TERBESAR (2025/2026)
    PDB Nominal mengukur nilai ekonomi berdasarkan nilai tukar pasar saat ini (US$ triliun).
    1 Amerika Serikat: $30,34 - $31,8
    2 Tiongkok: $19,53 - $20,6
    3 Jerman: $4,92 - $5,3
    4 Jepang: $4,39 - $4,46
    5 India: $4,27 - $4,51
    6 Inggris Raya: $3,73
    7 Prancis: $3,28
    8 Italia: $2,46
    9 Brasil: $2,52
    10 Kanada: $2,49
    11 Rusia: $2,51
    12 Korea Selatan: $2,10
    13 Meksiko: $1,99
    14 Spanyol: $2,04
    15 Indonesia: $1,44 - $1,69
    16 Australia: $1,68
    17 Turki: $1,57
    18 Belanda: $1,41
    19 Arab Saudi: $1,32
    20 Swiss: $1,16
    ________________________________________
    20 NEGARA DENGAN PDB PPP TERBESAR (2025/2026)
    PDB PPP mengukur volume ekonomi riil dengan menyesuaikan perbedaan biaya hidup (Int$ triliun).
    1 Tiongkok: $40,7 - $43,4
    2 Amerika Serikat: $30,5 - $31,8
    3 India: $17,6 - $19,1
    4 Rusia: $7,19 - $7,34
    5 Jepang: $6,74
    6 Indonesia: $5,01 - $5,69
    7 Jerman: $5,65 - $6,32
    8 Brasil: $5,27
    9 Turki: $3,91
    10 Inggris Raya: $3,82 - $4,59
    11 Prancis: $3,80 - $4,66
    12 Meksiko: $3,88
    13 Italia: $2,04
    14 Korea Selatan: $1,94
    15 Mesir: $3,85
    16 Arab Saudi: $1,32
    17 Kanada: $2,49 (Nominal)
    18 Spanyol: $2,04
    19 Vietnam: $1,89
    20 Thailand: $1,85
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah


    BalasHapus
  20. SISTEM PERSENJATAAN & RADAR KAPAL LMS BATCH 2... SIAP MENGHANCURKAN KAPAL PPA GUN BOAT FFBNW... HAHAHAHAHAHA



    1. 8 UNIT MISIL ANTI KAPAL ATMACA - 220KM
    2. 16 UNIT MISIL SAM K-SAAM - 20KM
    3. MERIAM UTAMA 76MM
    4. MERIAM BANTUAN 30MM RCWS
    5. RADAR CENK 4000 AESA - 400KM

    https://cdn.turdef.com/images/articles/6026/stm_lays_the_keel_for_malaysias_lms_batch_2_corvettes_1.webp

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG ..
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      ________________________________________
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD

      Hapus
    2. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      ---+---
      Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
      -
      📌 Latar Belakang Skandal LCS
      Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
      Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    4. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      ---------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer Malaydesh di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
  21. HAHAHAHAHHA...........KACUNG IS REAL guys.....



    Dianggap Tak Berani Sebut Negara Pelaku

    Sementara itu, netizen menyoroti pernyataan Prabowo lantaran dinggap tidak berani menyebut nama negara pelaku penyerangan yang diduga Israel.

    “Tidak menyebut negara mana pelakunya, hanya mengecam keras tanpa tujuan yang jelas. Inilah sikap pemimpin bacol hanya berani keras ke rakyat sendiri tapi lunak kepada luar. Kau mantan jendral Kopasus tapi nyali kau tak sesangar cerita yang beredar. Kupikir kau singa untuk bangsa ini ternyata kau tak lebih dari sekedar keledai Dimata Netanyahu. Kau takut menyebut negara yang membunuh anak bangsa mu. Setega itu kau Prabowo . Aku kecewa,” tulis akun @indepenSumatera.


    https://rilpolitik.com/kutuk-serangan-3-tentara-perdamaian-ri-tapi-prabowo-dianggap-tak-berani-sebut-negara-pelaku/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      INDONESIA .....
      KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
      -
      1. KRI Klewang (625)
      Insiden: Kapal cepat rudal (trimaran) siluman ini terbakar habis pada 28 September 2012 di Banyuwangi saat masih dalam tahap uji coba.
      KAPAL PENGGANTI:
      KRI Golok (688). Kapal ini adalah generasi kedua dari kelas trimaran yang sama, diluncurkan pada 21 Agustus 2021 dan resmi beroperasi pada 2022.
      -
      2. KRI Nanggala (402)
      Insiden: Kapal selam kelas Cakra (Tipe 209/1300) ini tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 dalam latihan torpedo.
      KAPAL PENGGANTI:
      Pemerintah melakukan pengadaan kapal selam baru yang lebih modern. Hingga 2026, Indonesia telah menyepakati kontrak pembangunan Kapal Selam Kelas Scorpène (Evolved) dari Prancis. Selain itu, armada kapal selam saat ini diperkuat oleh kelas Nagapasa (KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405).
      -
      3. KRI Teluk Jakarta (541)
      Insiden: Kapal angkut logistik jenis Landing Ship Tank (LST) kelas Frosch ini tenggelam di dekat Pulau Damar, Kepulauan Seribu pada Juli 2020 akibat kebocoran saat cuaca buruk.
      KAPAL PENGGANTI:
      Peran kapal angkut tank ini digantikan secara fungsional oleh KRI Teluk Weda (526) dan KRI Teluk Wondama (527), serta kapal-kapal LST kelas Teluk Bintuni yang terus diproduksi secara massal oleh galangan kapal dalam negeri untuk memperkuat armada amfibi.
      -
      4. KRI Rencong (622)
      Insiden: Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas Mandau ini terbakar dan tenggelam di perairan Sorong, Papua Barat, pada 11 September 2018 akibat korsleting listrik.
      KAPAL PENGGANTI:
      TNI AL mengganti kehilangan unit KCR dengan mempercepat produksi KCR Kelas Sampari (KCR-60m). Unit-unit baru seperti KRI Kapak (625) dan KRI Panah (626) kini telah memperkuat jajaran kapal cepat rudal untuk mengisi kekosongan tersebut.
      -
      5. KRI Teluk Hading (538)
      Insiden: Terjadi kebakaran besar pada 3 Juni 2023 di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Meskipun tidak tenggelam, kapal yang sudah berusia tua ini mengalami kerusakan berat.
      KAPAL PENGGANTI:
      Sejalan dengan pemensiunan kapal-kapal tua kelas Frosch, penggantinya adalah LST Kelas Teluk Bintuni (seperti KRI Teluk Youtefa-522 atau KRI Teluk Palu-523) yang memiliki kapasitas lebih besar dan teknologi lebih baru
      =================
      =================
      MALAYDESH.....
      TIADA GANTI KAPAL TUA
      TIADA GANTI KAPAL TUA
      TIADA GANTI KAPAL TUA
      TIADA GANTI KAPAL TUA
      TIADA GANTI KAPAL TUA
      -
      1. KD Sri Inderapura (1505)
      Insiden: Kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) terbesar Malaydesh ini mengalami kebakaran hebat pada 8 Oktober 2009 saat berlabuh di Pangkalan TLDM Lumut.
      STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
      Hingga Desember 2024 (15 tahun pasca kejadian), TLDM dilaporkan masih menunggu kapal pengganti permanen yang setara. Malaydesh sempat berencana mengakuisisi kapal sejenis dari negara lain, namun hingga kini kemampuan pengangkutan amfibi tersebut belum sepenuhnya digantikan oleh kapal baru dengan kapasitas yang sama.
      -
      2. KD Pendekar (3513)
      Insiden: Kapal serang cepat (Fast Attack Craft) kelas Handalan ini tenggelam di lepas pantai Johor pada 25 Agustus 2024 setelah menabrak objek bawah laut yang tidak teridentifikasi.
      STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
      Meskipun berhasil diapungkan kembali pada Oktober 2024 untuk investigasi, nasib kapal ini belum ditentukan dan belum ada pemesanan kapal baru sebagai pengganti langsung dari kelas yang sama. Saat ini, Malaydesh lebih berfokus pada program kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship) dari Turki dan kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship) yang baru akan mulai beroperasi pada 2026.
      -
      3. KD Pari (3510)
      Insiden: Kapal patroli kelas Jerong ini sempat mengalami insiden kebocoran serius dan hampir tenggelam pada tahun 2011 akibat kerusakan pada poros baling-baling saat beroperasi di perairan Sabah.
      STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
      kelas Jerong secara bertahap dipensiunkan tanpa adanya penggantian unit "satu-ke-satu" yang sejenis secara desain.

      Hapus
    2. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      ====================
      ====================
      LOGIKA 🦧GORILA ......
      -
      KAPAL 1975 DIPENSIUN
      KAPAL 1975 DIPENSIUN
      KAPAL 1975 DIPENSIUN
      KD PARI telah dilancarkan pada tahun 1975 di Limbungan Hong Leong-Lurssen, Butterworth, Pulau Pinang dan ditauliahkan pada tahun 23 Mac 1977. Menggunakan panggilan antarabangsa 9MJO dan nombor pennant 3510, kapal ini diletakkan di bawah Skuadron Fast Attack Craft (GUN) bersama enam buah kapal ronda di bawah Kelas Jerong. Pada tahun 2019, Skuadron Fast Attack Craft (GUN) telah ditukarkan kepada Skuadron Kapal Ronda Laju Ke-6 (SKRL-6) dan diletakkan dibawah naungan Markas Wilayah Laut 2 bagi menjalankan tugas rondaan di Pantai Timur Sabah.
      ----------------
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
      USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
      USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
      ----------------
      NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NO AMRAAMs
      NO AIM 9X
      RADAR AN/APG 65 = 110 KM
      ANALOG TAHUN 1990an
      ----------------
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      Walaupun 18 buah meriam 105mm LG1 MKIII telah mula digunakan oleh Rejimen Pertama Artileri Diraja Para (1 RAD Para) tetapi tulang belakang kepada unit-unit artilleri tentera darat negara tetap meriam Oto Melara Model 56 (Mod 56) 105mm.
      Dibangunkan oleh syarikat Oto Melara daripada Itali, meriam itu yang juga dikenali dengan panggilan “Pack Howitzer” mula memasuki produksi pada 1957 dan sehingga lebih 30 buah negara terus menggunakan meriam itu.

      Hapus
    3. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      ====================
      ====================
      2022 2024 2025 2026 =
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      MEMBUAL NSM
      ----------------
      Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      ----------------
      Tahun 2024
      Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      ----------------
      Tahun 2025
      Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
      Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
      ----------------
      Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
      ----------------
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
      ----------------
      https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -------------------------------
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    5. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      Analisa Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Status: Ekspansi Masif):
      The First Export Destination: Menjadi negara pertama di dunia yang mengimpor KF-21 Boramae (Kontrak 16 unit awal dari total rencana 48 unit/3 Skuadron).
      Daftar Belanja Aktif: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (Turki), 24 M-346F, Mesin Kapal LM-2500, PPA-L-Plus, dan Rudal Khan/Bora.
      Keunggulan: Transisi sukses dari pesawat tua (Su-35 & Mirage) ke teknologi Generasi 4.5 dan 5.
      Malaydesh (Status: Stagnasi Total):
      Laporan SIPRI: KOSONG selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Kegagalan (Prank): Pembelian F-18 Kuwait Batal, rencana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas hanya berakhir sebagai wacana tanpa pesanan nyata.
      Kondisi Kritis: FA-50 terhambat blokade komponen dari USA; MiG-29N pensiun tanpa pengganti.
      -
      Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
      Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Filipina: Peringkat 41 (Melampaui Malaydesh).
      Malaydesh: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
      -
      Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (Malaydesh)
      Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
      Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang terhadap GDP:
      2010: 52,4%
      2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
      2024: 70,4%
      2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
      Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
      Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
      -
      Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
      Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
      Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di Malaydesh.
      Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis Malaydesh di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.

      Hapus
  22. SISTEM PERSENJATAAN & RADAR KAPAL LMS BATCH 2... SIAP MENGHANCURKAN KAPAL PPA GUN BOAT FFBNW... HAHAHAHAHAHA



    1. 8 UNIT MISIL ANTI KAPAL ATMACA - 220KM
    2. 16 UNIT MISIL SAM K-SAAM - 20KM
    3. MERIAM UTAMA 76MM
    4. MERIAM BANTUAN 30MM RCWS
    5. RADAR CENK 400 AESA - 400KM

    https://cdn.turdef.com/images/articles/6026/stm_lays_the_keel_for_malaysias_lms_batch_2_corvettes_1.webp

    BalasHapus
    Balasan
    1. GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
      -
      BABU ISTRi MMW 1 Februari 2026 pukul 14.36
      Key Missile-Capable RMN Vessels:

      1. Kedah-class (NGPV) (6 ships) - Atmaca.

      2. Maharaja Lela-class (LCS) (5 ships) - Naval Strike Missiles (NSM).

      3. Lekiu-class Frigates (2 ships): KD Jebat and KD Lekiu - Naval Strike Missiles (NSM).

      4. Kasturi-class Corvettes (2 ships): KD Kasturi and KD Lekir - Exocet MM40 Block 2 missiles.

      5. Scorpene Submarines (2 ships): KD Tunku Abdul Rahman and KD Tun Razak (Scorpène-class) - Exocet SM39 missiles.

      6. LMS Batch 2 (3 ships) - Atmaca.
      -
      TLDM =
      ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
      ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
      ==========
      ==========
      GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      -----------------
      Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
      4. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
      5. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
      6. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
      -----------------
      DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
      MENIT 3:25 =
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      -
      MENIT 24:39 =
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
      2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
      2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
      https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
      -------------
      INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
      MALAYDESH NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
      🦧GORILA KETAR KETIR 🔥🔥🔥
      -
      EXOCET
      (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
      ----------
      TNI AL =
      ✅️TESEO = 350 KM
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️EXO B3 = 250 KM
      ✅️ATMACA = 250 KM
      ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
      ✅️C802 = 180 KM
      ✅️C705 = 150 KM
      ----------------
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      🔥30 KSOT TORPEDO VS TLDM BELASUNGKAWA🔥

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      1. Batas Limit Utang (65%)
      Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
      Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
      Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
      Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
      -
      2. Gov. Debt (69%)
      Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
      Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
      Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
      -
      3. Household Debt (84,3%)
      Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
      Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
      Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
      -
      Ringkasan Sumber Berita Utama:
      Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
      The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
      -
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (Türkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).

      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
      1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
      KRI Kapak 625
      KRI Panah 626
      KRI Kerambit 627
      KRI Sampari 628
      KRI Tombak 629
      KRI Halasan 630
      -
      2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
      KRI Clurit 641
      KRI Kujang 642
      KRI Beladau 643
      KRI Alamang 644
      KRI Surik 645
      KRI Siwar 646
      KRI Parang 647
      KRI Terapang 648
      KRI Golok 688 (Trimaran)
      -
      3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
      KRI Pari – 849
      KRI Sembilang – 850
      KRI Sidat – 851
      KRI Cakalang – 852
      KRI Tatihu – 853
      KRI Layaran – 854
      KRI Madidihang – 855
      KRI Kurau – 856
      KRI Torani – 860
      KRI Lepu – 861
      KRI Albakora – 867
      KRI Bubara – 868
      KRI Gulamah – 869
      KRI Posepa – 870
      KRI Escolar – 871
      KRI Karotang – 872
      KRI Mata Bongsang – 873
      KRI Dorang – 874
      KRI Bawal – 875
      KRI Tuna – 876
      KRI Marlin – 877
      KRI Butana – 878
      KRI Selar – 879
      KRI Hampala – 880
      KRI Lumba-Lumba – 881
      -
      4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
      KRI Diponegoro 365
      KRI Hasanuddin 366
      KRI Sultan Iskandar Muda 367
      KRI Frans Kaisiepo 368
      KRI Bung Karno 369
      KRI Bung Hatta 370
      KRI Raja Ali Fisabilillah 391
      KRI Lukas Rumkoren 392
      -
      5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
      KRI Dumai 904
      KRI Tarakan 905
      KRI Bontang 906
      KRI Balongan 907
      -
      6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
      KRI Semarang 594
      KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
      KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
      -
      7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
      KRI Pollux 935
      8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
      KRI Nagapasa 403
      KRI Ardadedali 404
      KRI Alugoro 405
      9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
      KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
      KRI Belati 622 (KCR)
      KRI Kerambit 627 (KCR)
      📊 Total Keseluruhan
      KCR PT PAL = 6
      KCR Swasta = 9
      Kapal Patroli Cepat = 25
      Korvet = 4
      Logistik = 4
      LPD = 3
      Pemetaan = 1
      Kapal Selam = 3
      Produk Baru 2025 = 3
      ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
      ===========
      ===========
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
      ---+---
      Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
      -
      📌 Latar Belakang Skandal LCS
      Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
      Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
      MALAYDESH 's rising household DEBT has contributed to an increase in bankruptcy.
      Explanation
      • High household DEBT
      High household DEBT can lead to decreased purchasing power, which can slow the economy and increase poverty and bankruptcy.
      • Easy access to credit
      The availability of consumer credit can encourage borrowers to take on more DEBT than they can afford.
      • Inadequate savings
      Many MALAYDESH households don't have adequate savings reserves, which makes it harder to pay DEBTs.
      • Multiple DEBTs
      The more loans a person has, the greater the likelihood that they will declare bankruptcy.





      Hapus
    5. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12% didapat gratis melalui negosiasi izin).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      --------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4X4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS




      Hapus
  23. mana geng geng GORILLA IQ RENDAH ni..... mana korang woiiiiii.....

    masa di TROLL sikit sudah MENANGIS DI BUCU KATIL..... LEMAH DASAR KACUNGnya AS....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ADA CLASS TURKEY NAVY
      Armament
      Guns:
      1 × 76 mm (3 in) Oto Melara Super Rapid (retractable for lower radar cross section, guidance by fire control radar and electro-optical systems), A position
      2 × 12.7 mm (0.50 in) Aselsan STAMP Stabilized Machine Gun Platform (guidance by Laser/IR/TV and electro-optical systems, automatic and manual modes), B position
      Anti-ship missiles:
      8 × Harpoon or Atmaca
      Anti-aircraft warfare:
      1 × RAM Block I
      Torpedoes:
      2 × 324 mm (13 in) Mk.32 twin launchers for Mk.46 torpedoes
      Torpedo defence system:
      Sea Sentor Surface Ship Torpedo Defense System
      ------
      BABUR CLASS PAKISTAN NAVY
      Armament
      Anti-air warfare :-[2]
      12 × Albatross NG (CAMM-ER) surface-to-air missiles launcher
      Anti-surface warfare :-
      2 × triple-cell missile launchers, for 6 P-282 anti-ship missiles
      Anti-submarine warfare :-
      2 × 3-cell Mark 32 324 mm lightweight torpedo tubes
      Guns :-
      1 × OTO Melara 76 mm naval gun
      1 × Aselsan GOKDENIZ 35 mm CIWS
      2 × Aselsan STOP 25 mm remote weapon stations
      Decoys :-
      Aselsan HIZIR torpedo-countermeasure system
      =========
      LMS B2 VERSI DOWNGRADE
      LMS B2 VERSI DOWNGRADE
      LMS B2 VERSI DOWNGRADE
      LMS B2 RADAR 3D 30mm = STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
      😝KASIAN VERSI DOWNGRADE = LMS (LEMESSSSSSS)😝

      Hapus
    2. GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
      -
      BABU ISTRi MMW 1 Februari 2026 pukul 14.36
      Key Missile-Capable RMN Vessels:

      1. Kedah-class (NGPV) (6 ships) - Atmaca.

      2. Maharaja Lela-class (LCS) (5 ships) - Naval Strike Missiles (NSM).

      3. Lekiu-class Frigates (2 ships): KD Jebat and KD Lekiu - Naval Strike Missiles (NSM).

      4. Kasturi-class Corvettes (2 ships): KD Kasturi and KD Lekir - Exocet MM40 Block 2 missiles.

      5. Scorpene Submarines (2 ships): KD Tunku Abdul Rahman and KD Tun Razak (Scorpène-class) - Exocet SM39 missiles.

      6. LMS Batch 2 (3 ships) - Atmaca.
      -
      TLDM =
      ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
      ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
      ==========
      ==========
      GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      -----------------
      Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
      4. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
      5. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
      6. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
      -----------------
      DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
      MENIT 3:25 =
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      1 KSOT : 12 TORPEDO
      -
      MENIT 24:39 =
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      30 KSOT TORPEDO
      2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
      2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
      2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
      https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
      -------------
      INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
      MALAYDESH NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
      🦧GORILA KETAR KETIR 🔥🔥🔥
      -
      EXOCET
      (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
      ----------
      TNI AL =
      ✅️TESEO = 350 KM
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️EXO B3 = 250 KM
      ✅️ATMACA = 250 KM
      ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
      ✅️C802 = 180 KM
      ✅️C705 = 150 KM
      ----------------
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      🔥30 KSOT TORPEDO VS TLDM BELASUNGKAWA🔥

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      -
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      "Prank 🦧GORILA" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Mindef

      Hapus
    4. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
      -
      1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
      2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
      2 UNIT FREEGAT ISTIF
      2 UNIT SCORPENE EVOLVED
      -
      HARGA 1 PPA = HARGA 3 LMS B2
      -
      PPA USD 1,3 MILYAR/2 = USD 650 JUTA PER UNIT
      -
      LMS B2 (DOWNGRADE HISAR OPV) USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      ------------------------------------
      WELCOME ASTER 30 NT
      ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
      ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
      Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
      -------------------------------------
      The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
      All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

      =========
      =========
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      DOWNGRADE HISAR = NO ASW
      CHEAPEST VARIANT LMS
      -
      1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
      -
      2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
      -
      3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
      -
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
      TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
      Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
      -------------------------------------
      DOWNGRADE ANKA
      DOWNGRADE ANKA
      2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -------------------------------------
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      CHEAPEST VARIANT FA50
      -
      1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
      -
      2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
      -
      3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
      -
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
      South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
      -------------------------------------
      🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
      SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
      •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
      •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
      •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
      ----
      4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
      SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
      BELI BARU = RM3.954 BILION
      SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
      -------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE

      Hapus
    5. KLAIM NON BLOK = GO BLOK ANTEK MAT PUTEH
      -
      Keberadaan militer Australia di Pangkalan Udara Butterworth (RMAF Butterworth) sering dianggap sebagai kontradiksi terhadap prinsip politik luar negeri Malaydesh yang "Bebas dan Aktif" (non-blok).
      -
      ESREWEL-MALAYDESH DATA PERDAGANGAN BARANG (DALAM JUTA USD):
      2024: ~$28,85
      2023: ~$85,10
      2022: ~$82,88
      2021: ~$70,10
      2020: ~$55 - $65
      2019: ~$35,82
      2018: ~$304,00
      2017: ~$70 - $120
      2016: ~$175 - $225
      2015: ~$1.030
      2014: ~$1.125 - $1.325
      2013: $1.529,00.
      -
      Sumber Utama
      Laporan Media: The Times of Israel (mengutip data CBS tentang lonjakan perdagangan 2013).
      Lembaga Statistik Israel: Central Bureau of Statistics (CBS) Israel.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    6. KLAIM NON BLOK = GO BLOK ANTEK MAT PUTEH
      -
      Keberadaan militer Australia di Pangkalan Udara Butterworth (RMAF Butterworth) sering dianggap sebagai kontradiksi terhadap prinsip politik luar negeri Malaydesh yang "Bebas dan Aktif" (non-blok).
      -
      KACUNG KOKO PANDA = GIVEAWAY LAUT – GIVEAWAY UDARA
      -
      Krisis Laut (BPA): Kehadiran kapal penjaga pantai China (CCG) hampir permanen untuk menekan operasi migas; 359 hari (2024) dan 257 hari (2025).
      -
      Krisis Udara: Tekanan taktis melalui pencerobohan ruang udara; tercatat 43 kasus (Jan-Mei 2023) dan insiden formasi 16
      -
      Konteks Ekonomi: Isu kedaulatan ini sering dikaitkan dengan beban utang proyek 1MDB/OBOR yang memberikan posisi tawar lemah bagi pemerintah.
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    7. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
      -
      APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
      THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
      THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
      -
      The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
      (1) Military modernization and capacity building;
      (2) Training and professional military education; and
      (3) Exercises and operational cooperation.
      https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
      -
      ENERGI (BRICS/RUSIA):
      Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
      -
      KEDAULATAN DATA:
      Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
      -
      SAHAM FREEPORT:
      Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12% didapat gratis melalui negosiasi izin).
      -
      KEDAULATAN UDARA:
      Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  24. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    NAVAL GRUP = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    --
    https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
    Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
    "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
    ---------------------
    PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH =
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    -
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).

    BalasHapus
  25. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    NAVAL GRUP = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    --
    https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
    Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
    "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
    ---------------------
    PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH =
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    -
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).

    BalasHapus
  26. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    2026 =
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    -
    Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
    ------------------
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

    BalasHapus
  27. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    ---+---
    Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
    -
    📌 Latar Belakang Skandal LCS
    Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
    Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

    BalasHapus
  28. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    NIT SCORPENE EVOLVED
    -
    WELCOME ASTER 30 NT
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
    -------------------------------------
    The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
    All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

    =========
    =========
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    CHEAPEST VARIANT LMS
    -
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
    Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
    -------------------------------------
    DOWNGRADE ANKA
    DOWNGRADE ANKA
    2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -------------------------------------
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    -
    1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
    -
    2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
    -
    3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
    -
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
    -------------------------------------
    🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
    SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
    •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
    •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
    •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
    ----
    4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
    SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
    BELI BARU = RM3.954 BILION
    SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
    -------------------------------------
    CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
    -
    HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
    -
    HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta

    BalasHapus
  29. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    HARGA 1 PPA = HARGA 3 LMS B2
    -
    PPA USD 1,3 MILYAR/2 = USD 650 JUTA PER UNIT
    -
    LMS B2 (DOWNGRADE HISAR OPV) USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    ------------------------------------
    WELCOME ASTER 30 NT
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
    -------------------------------------
    The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
    All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

    =========
    =========
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    CHEAPEST VARIANT LMS
    -
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
    Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
    -------------------------------------
    DOWNGRADE ANKA
    DOWNGRADE ANKA
    2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -------------------------------------
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    -
    1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
    -
    2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
    -
    3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
    -
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
    -------------------------------------
    🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
    SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
    •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
    •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
    •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
    ----
    4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
    SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
    BELI BARU = RM3.954 BILION
    SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
    -------------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 years
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
    LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE

    BalasHapus
  30. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    HARGA 1 PPA = HARGA 3 LMS B2
    -
    PPA USD 1,3 MILYAR/2 = USD 650 JUTA PER UNIT
    -
    LMS B2 (DOWNGRADE HISAR OPV) USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    ------------------------------------
    WELCOME ASTER 30 NT
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
    -------------------------------------
    The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
    All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

    =========
    =========
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    CHEAPEST VARIANT LMS
    -
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
    Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
    -------------------------------------
    DOWNGRADE ANKA
    DOWNGRADE ANKA
    2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -------------------------------------
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    -
    1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
    -
    2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
    -
    3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
    -
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
    -------------------------------------
    🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
    SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
    •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
    •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
    •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
    ----
    4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
    SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
    BELI BARU = RM3.954 BILION
    SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
    -------------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 years
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
    LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE

    BalasHapus
  31. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    NO LPD NO LST = SAMPAN .....
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    There is a requirement for Assault Boat to transport a fully equipped Infantry Section with a crew. The boat shall be of ‘Vee’bottom type and suitable for high speed performance, has excellent maneuverability and stability characteristics.
    -
    TIADA MARINIR
    TIADA MARINIR
    TIADA MARINIR
    NGEMIS LPD BUATAN 1963
    NGEMIS AH-1Z
    Initially, the MALAYDESH marine corps will lack an amphibious naval platform as the RMN’s only amphibious ship, It is currently in discussions with both France and South Korea over acquiring a landing platform deck (LPD). The U.S. has also offered MALAYDESH the LPD USS Denver after it decommissions it in 2014. U.S.-based defense companies are also discussing selling MALAYDESH the AH-1Z
    -
    171 ASET USANG 33 TAHUN =
    108 TDM
    29 TUDM
    34 TLDM
    "The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister


    BalasHapus
  32. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ==========
    ==========
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    -
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat İkinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration.
    ------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ------
    2024 KONTRAK RUDAL ÇAKIR SUNGUR
    MRO RCWS
    Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Çakir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün
    Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal ÇAKIR, ATMACA, dan HISAR

    BalasHapus
  33. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ==========
    ==========
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    -
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO MurKALKAat İkinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. İkinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”

    BalasHapus
  34. ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat İkinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. İkinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
    ------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ------
    2024 KONTRAK RUDAL ÇAKIR SUNGUR
    MRO RCWS
    Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Çakir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün
    Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal ÇAKIR, ATMACA, dan HISAR
    ---------
    2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    2025 = JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of Türkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between Türkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  35. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    NAVAL GRUP = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    --
    https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
    Beliau turut menjelaskan secara spesifik mengenai isu teknikal yang menyumbang kepada kelewatan ini, di mana Pihak Berkuasa Reka Bentuk (Design Authority), Naval Group, telah mengarahkan supaya penambahbaikan dilakukan demi keselamatan kapal.
    "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
    ---------------------
    PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    -
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

    BalasHapus
  36. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    🦧GORILA = NGEMIS QATAR SOFTLOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.

    BalasHapus
  37. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    -----------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  38. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    2026 =
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS OMPONG
    BUKTI LCS OMPONG
    BUKTI LCS OMPONG
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/616602398_122257611656152127_3607545269913185334_n.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    -
    Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
    ------------------
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

    BalasHapus
  39. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    MAU KETAWA..... TAPI TAKUT BERDOSA.... 🤣🤣🤣🤣
    -
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    ===================
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

    BalasHapus
  40. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    KSOT TNI AL =
    Kedalaman Selam Maksimal: 350 meter.
    Kecepatan Maksimal: 20 knot.
    Daya Tahan Operasi: Hingga 72 jam atau 200 jam (terdapat variasi laporan, namun menonjolkan durasi panjang).
    -
    DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
    MENIT 3:25 =
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    -
    MENIT 24:39 =
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
    =============
    =============
    SONAR TLDM = 25 METER
    SONAR TLDM = 25 METER
    SONAR TLDM = 25 METER
    -
    1. KD LEKIU (Frigat)
    Sensor: Thales Spherion B (Hull-Mounted Sonar).
    Jangkauan Deteksi: Secara umum berkisar antara 15 hingga 25 kilometer dalam kondisi ideal.
    Karakteristik: Sonar ini beroperasi pada frekuensi menengah (medium frequency) yang dirancang untuk deteksi aktif dan pasif di perairan dalam maupun dangkal (littoral). Spherion B sangat efektif untuk mendeteksi ancaman kapal selam sekaligus memberikan peringatan dini terhadap torpedo yang mendekat.
    -
    2. KD KASTURI (Korvet)
    Sensor: Atlas Elektronik DSQS-21C.
    Jangkauan Deteksi: Memiliki jangkauan operasional sekitar 10 hingga 20 kilometer.
    Karakteristik: Merupakan bagian dari keluarga sonar ASO 80-series yang sangat populer di kelas korvet dan frigat ringan. Sonar ini menggunakan teknologi pemrosesan sinyal digital untuk membedakan antara kebisingan latar belakang laut dengan tanda akustik kapal selam, sehingga tetap handal meskipun kapal dalam kondisi bergerak.
    -
    3. Kapal Tanpa Kemampuan ASW (Gunboat/OPV)
    Kapal-kapal di bawah ini tidak memiliki sensor sonar bawah air maupun senjata torpedo, sehingga tidak bisa melakukan misi perburuan kapal selam:
    LMS Batch 1 (Keris Class)
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Dirancang sebagai kapal patroli murah (Littoral Mission Ship), hanya dilengkapi meriam kecil untuk pengawasan wilayah maritim.
    LMS Batch 2 (MILA Class / Versi Turki)
    Status ASW: Sangat Minim / Tidak Ada.
    Keterangan: Meski berbasis korvet Turki (Ada-class/Hisar), versi yang dibeli TLDM difokuskan pada pertempuran permukaan (Anti-Surface) dan pertahanan udara (Anti-Air). Hingga saat ini, belum ada konfirmasi penggunaan sonar derek atau tabung torpedo berat.
    KEDAH Class (MEKO 100)
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Meskipun memiliki ukuran lambung yang besar, kapal ini dikategorikan sebagai Offshore Patrol Vessel (OPV) dan tidak dipasangi sensor sonar maupun senjata torpedo sejak awal pembangunannya.
    LAKSAMANA Class
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Saat ini difungsikan sepenuhnya sebagai kapal patroli. Sensor dan kemampuan ASW-nya sudah tidak aktif atau tidak lagi mumpuni untuk standar peperangan bawah air modern.
    PERDANA, HANDALAN, & JERUNG Class
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Ketiga kelas ini adalah kapal cepat (Fast Attack Craft / FAC). Peran utamanya adalah sebagai kapal meriam (Gunboat) untuk serangan permukaan kilat dan patroli pesisir, tanpa peralatan deteksi bawah laut.
    -
    🔥12 TORPEDO X 30 KSOT : 360 TORPEDO = TLDM BELASUNGKAWA🔥

    BalasHapus
  41. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    KSOT TNI AL =
    Kedalaman Selam Maksimal: 350 meter.
    Kecepatan Maksimal: 20 knot.
    Daya Tahan Operasi: Hingga 72 jam atau 200 jam (terdapat variasi laporan, namun menonjolkan durasi panjang).
    -
    DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
    MENIT 3:25 =
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    -
    MENIT 24:39 =
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
    =============
    =============
    SONAR TLDM = 25 METER
    SONAR TLDM = 25 METER
    SONAR TLDM = 25 METER
    -
    1. KD LEKIU (Frigat)
    Sensor: Thales Spherion B (Hull-Mounted Sonar).
    Jangkauan Deteksi: Secara umum berkisar antara 15 hingga 25 kilometer dalam kondisi ideal.
    Karakteristik: Sonar ini beroperasi pada frekuensi menengah (medium frequency) yang dirancang untuk deteksi aktif dan pasif di perairan dalam maupun dangkal (littoral). Spherion B sangat efektif untuk mendeteksi ancaman kapal selam sekaligus memberikan peringatan dini terhadap torpedo yang mendekat.
    -
    2. KD KASTURI (Korvet)
    Sensor: Atlas Elektronik DSQS-21C.
    Jangkauan Deteksi: Memiliki jangkauan operasional sekitar 10 hingga 20 kilometer.
    Karakteristik: Merupakan bagian dari keluarga sonar ASO 80-series yang sangat populer di kelas korvet dan frigat ringan. Sonar ini menggunakan teknologi pemrosesan sinyal digital untuk membedakan antara kebisingan latar belakang laut dengan tanda akustik kapal selam, sehingga tetap handal meskipun kapal dalam kondisi bergerak.
    -
    3. Kapal Tanpa Kemampuan ASW (Gunboat/OPV)
    Kapal-kapal di bawah ini tidak memiliki sensor sonar bawah air maupun senjata torpedo, sehingga tidak bisa melakukan misi perburuan kapal selam:
    LMS Batch 1 (Keris Class)
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Dirancang sebagai kapal patroli murah (Littoral Mission Ship), hanya dilengkapi meriam kecil untuk pengawasan wilayah maritim.
    LMS Batch 2 (MILA Class / Versi Turki)
    Status ASW: Sangat Minim / Tidak Ada.
    Keterangan: Meski berbasis korvet Turki (Ada-class/Hisar), versi yang dibeli TLDM difokuskan pada pertempuran permukaan (Anti-Surface) dan pertahanan udara (Anti-Air). Hingga saat ini, belum ada konfirmasi penggunaan sonar derek atau tabung torpedo berat.
    KEDAH Class (MEKO 100)
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Meskipun memiliki ukuran lambung yang besar, kapal ini dikategorikan sebagai Offshore Patrol Vessel (OPV) dan tidak dipasangi sensor sonar maupun senjata torpedo sejak awal pembangunannya.
    LAKSAMANA Class
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Saat ini difungsikan sepenuhnya sebagai kapal patroli. Sensor dan kemampuan ASW-nya sudah tidak aktif atau tidak lagi mumpuni untuk standar peperangan bawah air modern.
    PERDANA, HANDALAN, & JERUNG Class
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Ketiga kelas ini adalah kapal cepat (Fast Attack Craft / FAC). Peran utamanya adalah sebagai kapal meriam (Gunboat) untuk serangan permukaan kilat dan patroli pesisir, tanpa peralatan deteksi bawah laut.
    -
    🔥12 TORPEDO X 30 KSOT : 360 TORPEDO = TLDM BELASUNGKAWA🔥

    BalasHapus
  42. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    --
    The 127mm VULCANO ammunition family, is composed by Ballistic Extended Range (BER) and Guided Long Range (GLR) ammunition with different multifunctional fuses, sensor and final guidance that extend the range of the gun up to 100km
    ------------------
    BUKTI FULL TEMPUR
    ASTER 15/30
    TESEO
    -
    Berdasarkan laporan Fincantieri dan Janes Defence, kapal yang dialihkan ke Indonesia memang merupakan unit Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) atau kapal patroli lepas pantai multiguna yang awalnya diproduksi untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
    Berikut adalah poin-poin kunci terkait pengalihan kapal tersebut:
    Jenis Kapal: Kapal yang dialihkan adalah PPA kelas Thaon di Revel yang memiliki spesifikasi tinggi, sering dikategorikan sebagai fregat ringan karena kapabilitas multimisi dan tempurnya.
    Spesifikasi dan Fitur: Kapal ini memiliki panjang 143 meter dan dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS) DCNS Sylver A43 untuk pertahanan udara.
    Persenjataan: Kapal ini dipersenjatai dengan sistem sensor dan senjata terintegrasi dari Leonardo, termasuk meriam utama Oto Melara 127 mm/64 Vulcano, meriam 76 mm/62 Strales, dan peluncur rudal anti-kapal Teseo MK2E
    ------------------
    INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
    MALAYDESH NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
    🦧GORILA KETAR KETIR 🔥🔥🔥
    -
    EXOCET
    (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
    ----------
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    ==========
    ==========
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB

    BalasHapus
  43. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -----------------
    TIADA GORILA MALAYDESH ........
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA
    Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
    🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
    Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    Sources:
    📊 Catatan Penting
    China vs AS: Secara global, AS masih nomor 1, tapi di Asia, China unggul jauh.
    Indonesia: Menariknya, ada perbedaan sumber. Forbes menempatkan Indonesia di peringkat 15 dunia, sedangkan IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia. Perbedaan ini muncul karena metodologi berbeda (nominal vs PPP, proyeksi vs realisasi).
    India: Diprediksi akan menyalip Jepang dalam dekade mendatang, menjadi ekonomi terbesar kedua di Asia.
    Asia Timur & Tenggara: Korea Selatan, Taiwan, dan Indonesia menunjukkan daya saing kuat di sektor teknologi dan manufaktur.
    🔎 Analisis Singkat
    Asia tetap menjadi motor pertumbuhan global, dengan China, India, dan Indonesia sebagai tiga negara kunci yang mendorong dinamika ekonomi. Indonesia khususnya menarik karena lonjakan peringkat IMF menunjukkan potensi besar, meski masih ada tantangan seperti utang rumah tangga tinggi dan ketergantungan ekspor komoditas.

    BalasHapus
  44. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -----------------
    NASIB GORILA MALAYDESH ........
    DEFISIT SEJAK 1998
    Malaydesh mengalami defisit anggaran federal secara berkelanjutan sejak tahun 1998, yang didorong oleh kombinasi kelemahan struktural ekonomi dan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan.
    Berikut adalah penjelasan detail mengenai kelemahan ekonomi Malaydesh yang berkontribusi terhadap defisit kronis tersebut:
    1. Ketergantungan pada Kebijakan Fiskal Ekspansif
    Pemerintah Malaydesh secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal ekspansif (mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah Krisis Finansial Asia 1998.
    Pembiayaan Melalui Utang: Karena pengeluaran melebihi pendapatan, pemerintah membiayai defisit ini melalui pinjaman (utang), yang menyebabkan peningkatan utang publik secara berkelanjutan. Pinjaman ini, menurut aturan fiskal Malaydesh, ditujukan untuk membiayai pengeluaran pembangunan, namun tetap menambah beban utang.
    Beban Subsidi Tinggi: Sebagian besar pengeluaran pemerintah dialokasikan untuk subsidi yang besar (seperti bahan bakar dan pangan), yang membebani anggaran negara dalam jangka panjang dan mengurangi fleksibilitas fiskal.
    2. Struktur Penerimaan Pajak yang Belum Optimal
    Salah satu tantangan berkelanjutan Malaydesh adalah penerimaan pajak yang tidak mencukupi untuk menutupi pengeluaran pemerintah yang tinggi.
    Perdebatan Pajak: Terdapat perdebatan mengenai strategi keuangan, seperti penerapan kembali Pajak Barang dan Jasa (GST) atau reformasi sistem pajak lainnya, untuk meningkatkan basis pendapatan, namun implementasinya sering kali menghadapi resistensi politik dan tantangan.
    Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun ekonominya telah terdiversifikasi, pendapatan negara masih sangat bergantung pada sektor komoditas seperti minyak dan gas, yang pendapatannya fluktuatif mengikuti harga pasar global.
    3. Kerentanan Eksternal dan Fluktuasi Mata Uang
    Ekonomi Malaydesh masih rentan terhadap guncangan eksternal dan pergerakan pasar global.
    Pelemahan Ringgit: Mata uang Ringgit Malaydesh (RM) sering mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS, terutama saat terjadi penguatan dolar AS atau perbedaan suku bunga yang lebar. Pelemahan mata uang ini meningkatkan beban utang luar negeri dalam mata uang asing dan biaya impor, yang berdampak negatif pada neraca keuangan negara.
    Arus Modal Keluar: Kerentanan terhadap sentimen pasar global dapat memicu arus modal keluar yang cepat, memberikan tekanan lebih lanjut pada mata uang dan cadangan devisa.

    BalasHapus
  45. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    NASIB GORILA MALAYDESH ........
    DEFISIT = TAMBAH HUTANG
    Pembiayaan defisit anggaran pemerintah melalui utang adalah mekanisme fiskal standar yang digunakan ketika total pengeluaran pemerintah melebihi total pendapatannya dalam satu periode fiskal tertentu.
    Berikut penjelasan detail mengenai proses dan implikasinya, khususnya dalam konteks aturan fiskal yang disebutkan:
    1. Mekanisme Pembiayaan Melalui Utang
    Ketika pemerintah menghadapi defisit fiskal (pengeluaran > pendapatan), mereka perlu menutupi selisih tersebut untuk menjaga operasional dan komitmen keuangan negara tetap berjalan. Cara utamanya adalah dengan meminjam dana, yang pada dasarnya merupakan "Pembiayaan Melalui Utang".
    Pemerintah melakukannya dengan menerbitkan instrumen utang, seperti obligasi pemerintah atau surat perbendaharaan negara (Surat Utang Negara/SUN di Indonesia atau Malaydeshn Government Securities/MGS di Malaydesh), yang dibeli oleh investor domestik dan internasional (bank, dana pensiun, individu, bank sentral, dll.). Dana yang terkumpul dari penjualan instrumen ini kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
    2. Peningkatan Utang Publik Secara Berkelanjutan
    Setiap kali pemerintah meminjam untuk menutupi defisit, jumlah total utang yang terakumulasi—yang disebut utang publik atau utang negara—akan meningkat. Jika defisit terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun, utang publik juga akan meningkat secara berkelanjutan (akumulatif).
    Peningkatan utang ini menciptakan beban ganda di masa depan:
    Pembayaran Pokok: Utang harus dilunasi saat jatuh tempo.
    Bunga: Pemerintah harus membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi, yang menjadi pos pengeluaran rutin dalam anggaran tahunan (pos pembayaran kewajiban utang).
    3. Aturan Fiskal Malaydesh: Fokus pada Pengeluaran Pembangunan
    Poin kunci dalam deskripsi Anda adalah bahwa, menurut aturan fiskal Malaydesh, pinjaman ini diarahkan secara spesifik untuk membiayai pengeluaran pembangunan (development expenditure).
    Hal ini mencerminkan prinsip manajemen fiskal tertentu:
    Pemisahan Anggaran: Banyak negara, termasuk Malaydesh, memisahkan anggaran belanja menjadi dua kategori utama:
    Belanja Operasional (atau Belanja Berulang): Gaji pegawai negeri, pensiun, subsidi, pemeliharaan rutin, dan pembayaran bunga utang.
    Belanja Pembangunan (atau Belanja Modal/Investasi): Pembangunan infrastruktur (jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan), investasi dalam teknologi, dan proyek-proyek yang meningkatkan kapasitas produksi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
    Prinsip Pinjaman Produktif: Aturan fiskal yang baik sering kali menetapkan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang (belanja pembangunan) yang diharapkan dapat memberikan return ekonomi di masa depan, bukan untuk membiayai konsumsi atau pengeluaran operasional sehari-hari. Logikanya, aset yang diciptakan melalui belanja pembangunan akan membantu melunasi utang tersebut di masa depan.
    4. Menambah Beban Utang
    Meskipun utang tersebut digunakan untuk tujuan "baik" atau produktif (pembangunan), fakta fundamentalnya tetap: utang tersebut menambah beban utang negara.
    Beban Absolut: Jumlah utang nominal meningkat.
    Beban Relatif: Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat, yang merupakan indikator kesehatan fiskal utama yang diawasi oleh pasar dan lembaga pemeringkat kredit

    BalasHapus
  46. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    --
    Turki (Türkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.

    BalasHapus
  47. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
    --------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  48. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    --------------
    "Prank 🦧GORILA" (2005–2026):
    2005 (China):
    Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
    -
    2014 (Prancis):
    Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
    -
    2016 (Prancis):
    Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
    -
    2017 (Pakistan):
    Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
    -
    2018 (Indonesia):
    Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
    -
    2022 (India/Turki/Slovakia):
    Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
    -
    2023 (IAG Guardian):
    Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
    -
    2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
    Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
    -
    2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Mindef.

    BalasHapus
  49. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    --------------
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    -----
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

    BalasHapus
  50. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    --------------
    KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
    INDONESIA = SIPRI SHOPPING
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  51. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  52. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    MAU KETAWA..... TAPI TAKUT BERDOSA.... 🤣🤣🤣🤣
    -
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    ===================
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

    BalasHapus
  53. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    ADA CLASS TURKEY NAVY
    Armament
    Guns:
    1 × 76 mm (3 in) Oto Melara Super Rapid (retractable for lower radar cross section, guidance by fire control radar and electro-optical systems), A position
    2 × 12.7 mm (0.50 in) Aselsan STAMP Stabilized Machine Gun Platform (guidance by Laser/IR/TV and electro-optical systems, automatic and manual modes), B position
    Anti-ship missiles:
    8 × Harpoon or Atmaca
    Anti-aircraft warfare:
    1 × RAM Block I
    Torpedoes:
    2 × 324 mm (13 in) Mk.32 twin launchers for Mk.46 torpedoes
    Torpedo defence system:
    Sea Sentor Surface Ship Torpedo Defense System
    ------
    BABUR CLASS PAKISTAN NAVY
    Armament
    Anti-air warfare :-[2]
    12 × Albatross NG (CAMM-ER) surface-to-air missiles launcher
    Anti-surface warfare :-
    2 × triple-cell missile launchers, for 6 P-282 anti-ship missiles
    Anti-submarine warfare :-
    2 × 3-cell Mark 32 324 mm lightweight torpedo tubes
    Guns :-
    1 × OTO Melara 76 mm naval gun
    1 × Aselsan GOKDENIZ 35 mm CIWS
    2 × Aselsan STOP 25 mm remote weapon stations
    Decoys :-
    Aselsan HIZIR torpedo-countermeasure system
    =========
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE
    LMS B2 RADAR 3D 30mm = STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
    -
    😝KASIAN VERSI DOWNGRADE = LMS (LEMESSSSSSS)😝

    BalasHapus
  54. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = MURAHAN hahahaha
    ------
    BUDGET USD 38 BILLION = CASH PREMIUM
    FA 50 GF (TA 50 blok II) 12 biji harga USD 705 juta alias USD 58,75 juta/biji
    FA 50 PL (blok 20) 36 biji harga USD 2300 juta alias USD 63,89 juta/biji
    ------
    BUDGET USD 4,3 BILLION = BARTER
    DOWNGRADE
    FA 50M 18 biji harga USD 920 juta alias USD 51,1 juta/biji
    ==============
    KATA KUNCI =
    BUDGET USD 38 BILLION = GROUNDED
    BUDGET USD 4,3 BILLION = PASTI LEBIH GROUNDED!!!
    At Monday’s press conference in the south-eastern city of Rzeszow, Wladyslaw Kosiniak-Kamysz addressed the report, saying that while the Law and Justice (PiS) cabinet, whose administration ended last December, in fact made several deals for military equipment purchases, they did not arrange for appropriate changes that would prepare the armed forces for its implementation. In his view, after the army received the purchased FA-50 planes, they were not ready for take-off or to be used right away.
    ----
    KATA KUNCI =
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    Tomczyk revealed that while Poland initially pursued the acquisition of the FA-50s from South Korea with the expectation of receiving operational aircraft, it subsequently emerged that the armaments intended for these aircraft had been discontinued. As a result, the Polish Ministry of Defence has received 12 aircraft that are no longer capable of fulfilling combat roles.....
    ----
    KATA KUNCI =
    FA50 = TRAINING AIRCRAFT
    FA50 = TRAINING AIRCRAFT
    So far, Poland has received 12 of the jets in the GF (Gap Filler) version, but Blaszczak failed to secure weapons for them, Cezary Tomczyk, a deputy defence minister, told parliament on Thursday.
    According to him, the delivery of the 36 remaining jets in the PL version custom-made for Poland "is largely at risk" and delays in their deliveries may reach nine months.
    While praising the role the FA-50s are playing in the Polish Air Force, Tomczyk said that they can only be used as training aircraft.
    ------
    KATA KUNCI =
    HELI MD530G = HELI TRAINING
    HELI MD530G = HELI TRAINING
    A notable attraction at this year’s Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) exhibition are six new MD530Gs, which were delivered to Malaysia’s army in 2022. The type is appearing on static, and also participated in the show’s opening ceremony.
    The six rotorcraft – delivery of which was delayed for several years – are primarily used for training.....
    ------
    KATA KUNCI =
    DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
    DOWNGRADE LMS B2 NO SONAR
    STM, in its role as main contractor, will turn to the Turkish defence sector for such equipment as the Combat Management System; the Gun Fire Control System, to be supplied by HAVELSAN; and the 3D Search Radar, Fire Control Radar, IFF, 30mm Gun, ESM and Chaff Decoy System, as well as other electronic sensors, to be supplied by ASELSAN. ROKETSAN will be supplying its ATMACA Surface-to-Surface G/M System.
    ==============
    2024 RASIO HUTANG 84,2% DARI GDP
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household debt stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023.
    In aggregate, it said the household debt for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018).
    “The ratio of household debt to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.2% compared with 82% in 2018,” it said.

    BalasHapus
  55. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    2026 =
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    -
    Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
    ------------------
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

    BalasHapus
  56. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    NIT SCORPENE EVOLVED
    -
    WELCOME ASTER 30 NT
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
    -------------------------------------
    The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
    All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

    =========
    =========
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    CHEAPEST VARIANT LMS
    -
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
    Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
    -------------------------------------
    DOWNGRADE ANKA
    DOWNGRADE ANKA
    2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -------------------------------------
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    -
    1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
    -
    2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
    -
    3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
    -
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
    -------------------------------------
    🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
    SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
    •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
    •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
    •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
    ----
    4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
    SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
    BELI BARU = RM3.954 BILION
    SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
    -------------------------------------
    CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
    -
    HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
    -
    HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta


    BalasHapus
  57. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    ---+---
    Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
    -
    📌 Latar Belakang Skandal LCS
    Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
    Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

    BalasHapus
  58. KAYA SHOPPING USD 23, 456 BILLION = MISKIN SHOPPING USD 10,63 MILLION
    -
    Dassault Rafale (42 unit)
    Status: Kontrak Efektif
    Estimasi Nilai: US$ 8,1 Miliar (± Rp128 Triliun)
    Keterangan: Kontrak untuk total 42 unit, dengan 3 unit pertama (tipe Rafale B) telah tiba pada Januari 2026.
    -
    Jet KAAN (48 unit)
    Status: Kontrak Pembelian
    Estimasi Nilai: US$ 10,0 Miliar (± Rp164 Triliun)
    -
    Sistem Pertahanan Ceko
    Status: Kontrak Baru
    Estimasi Nilai: US$ 2,5 Miliar (± Rp39,6 Triliun)
    -
    Barzan Holdings (Qatar)
    Status: Kontrak Baru
    Estimasi Nilai: US$ 2,2 Miliar (± Rp34,9 Triliun)
    -
    Airbus A400M (2 unit)
    Status: Kontrak Berjalan
    Estimasi Nilai: US$ 450 - 500 Juta (± Rp7 - 8 Triliun)
    -
    Pilatus PC-24 (12 unit)
    Status: Kontrak Baru
    Estimasi Nilai: US$ 134 - 156 Juta (± Rp2,1 - 2,4 Triliun) [1, 2]
    ============================
    ============================
    Nilai dalam Ringgit: RM42.156.797,00
    Kurs Pertukaran (Estimasi): 1 MYR = $0,2522 USD
    Total dalam Dolar AS: ~$10,63 juta USD
    Kuala Lumpur - Kementerian Pertahanan (MINDEF) dijangka menerima 113 unit stesen radio taktikal Frekuensi Tinggi (HF) XL generasi baharu bermula awal 2028 susulan kontrak yang dimeterai tahun lepas antara Thales dan rakan kongsi tempatan, Advanced Defence Systems Sdn Bhd (ADS).

    BalasHapus
  59. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    2026 =
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    -
    Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
    ------------------
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

    BalasHapus
  60. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    2026 =
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    -
    Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
    ------------------
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

    BalasHapus
  61. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    62 KRI (BUATAN INDONESIA 2006–2025)
    1. Kapal Cepat Rudal (KCR) – PT PAL ➡️ Total: 6 unit
    KRI Kapak 625
    KRI Panah 626
    KRI Kerambit 627
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    -
    2. Kapal Cepat Rudal (KCR) – Swasta Nasional ➡️ Total: 9 unit
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    KRI Surik 645
    KRI Siwar 646
    KRI Parang 647
    KRI Terapang 648
    KRI Golok 688 (Trimaran)
    -
    3. Kapal Patroli Cepat – Swasta Nasional ➡️ Total: 25 unit
    KRI Pari – 849
    KRI Sembilang – 850
    KRI Sidat – 851
    KRI Cakalang – 852
    KRI Tatihu – 853
    KRI Layaran – 854
    KRI Madidihang – 855
    KRI Kurau – 856
    KRI Torani – 860
    KRI Lepu – 861
    KRI Albakora – 867
    KRI Bubara – 868
    KRI Gulamah – 869
    KRI Posepa – 870
    KRI Escolar – 871
    KRI Karotang – 872
    KRI Mata Bongsang – 873
    KRI Dorang – 874
    KRI Bawal – 875
    KRI Tuna – 876
    KRI Marlin – 877
    KRI Butana – 878
    KRI Selar – 879
    KRI Hampala – 880
    KRI Lumba-Lumba – 881
    -
    4. Kapal Korvet – Swasta Nasional ➡️ Total: 8 unit
    KRI Diponegoro 365
    KRI Hasanuddin 366
    KRI Sultan Iskandar Muda 367
    KRI Frans Kaisiepo 368
    KRI Bung Karno 369
    KRI Bung Hatta 370
    KRI Raja Ali Fisabilillah 391
    KRI Lukas Rumkoren 392
    -
    5. Kapal Logistik – Swasta Nasional ➡️ Total: 4 unit
    KRI Dumai 904
    KRI Tarakan 905
    KRI Bontang 906
    KRI Balongan 907
    -
    6. Kapal LPD (Landing Platform Dock) – PT PAL ➡️ Total: 3 unit
    KRI Semarang 594
    KRI Dr. Wahidin Sudirohusodo 991
    KRI Dr. Rajiman Wedyodiningrat 992
    -
    7. Kapal Pemetaan Bawah Air – Swasta Nasional ➡️ Total: 1 unit
    KRI Pollux 935
    8. Kapal Selam – PT PAL (ToT Korsel) ➡️ Total: 3 unit
    KRI Nagapasa 403
    KRI Ardadedali 404
    KRI Alugoro 405
    9. Produk Baru 2025 ➡️ Total: 3 unit
    KRI Balaputradewa 322 (Fregat Merah Putih)
    KRI Belati 622 (KCR)
    KRI Kerambit 627 (KCR)
    📊 Total Keseluruhan
    KCR PT PAL = 6
    KCR Swasta = 9
    Kapal Patroli Cepat = 25
    Korvet = 4
    Logistik = 4
    LPD = 3
    Pemetaan = 1
    Kapal Selam = 3
    Produk Baru 2025 = 3
    ➡️ TOTAL: 62 kapal perang produksi dalam negeri (2006–2025).
    ===========
    ===========
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    PAC = LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    ---+---
    Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
    -
    📌 Latar Belakang Skandal LCS
    Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
    Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

    BalasHapus
  62. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    NIT SCORPENE EVOLVED
    -
    WELCOME ASTER 30 NT
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    ASTER 30 NT = TEWASKAN FA 50 ANKA ISR ATR 72
    Fincantieri kini mengalihkan kapal-kapal ini untuk kekebutuhanan Angkatan Laut Indonesia, tetapi kedua kapal akan mempertahankan konfigurasi 'light plus' mereka.
    -------------------------------------
    The Light+ (C band radar 4FF) and Full (complete DBR radar) options also mount Aster anti-aircraft missiles, including the new 30 NT, which is capable of intercepting MRBMs.
    All configurations have the option to mount TESEO "EVO" MK2/E anti-ship missile launchers. According to RID, the Italian Navy ordered the new MBDA TESEO MK/2E heavy-duty missile (TESEO "EVO"), a long-range anti-ship missile with also land attack capability.

    =========
    =========
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    DOWNGRADE HISAR = NO ASW
    CHEAPEST VARIANT LMS
    -
    1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
    -
    2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
    -
    3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALAYDESH USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
    -
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    HISAR OPV = LMS B2 = NO ASW
    TCG AKHISAR dan TCG KOÇHISAR merupakan kapal kelas HISAR yang dibangunkan dalam skop projek MILGEM.
    Kapal ini dibangunkan dari model kovet kelas ADA, yang merupakan antara calon-calon yang disebut akan memenuhi program Littoral Mission Ship Batch 2 Tentera Laut Diraja MALAYDESH .
    -------------------------------------
    DOWNGRADE ANKA
    DOWNGRADE ANKA
    2024 ANKA OMPONG = WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -------------------------------------
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    CHEAPEST VARIANT FA50
    -
    1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
    -
    2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
    -
    3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
    -
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    FA50 = UNSUITABLE FOR MILITARY OPERATIONS
    South Korea has delivered FA-50 combat trainer aircraft to Poland that are reportedly unsuitable for military operations, Polish Deputy Defence Minister Cezary Tomczyk said.
    -------------------------------------
    🦧GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
    SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
    •HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
    •28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
    •USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
    ----
    4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
    SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
    BELI BARU = RM3.954 BILION
    SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALAYDESH (ATM)
    -------------------------------------
    CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
    -
    HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
    -
    HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta

    BalasHapus
  63. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    NO LPD NO LST = SAMPAN .....
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    ASSAULT BOAT OMPONG = SAMPAN
    NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    There is a requirement for Assault Boat to transport a fully equipped Infantry Section with a crew. The boat shall be of ‘Vee’bottom type and suitable for high speed performance, has excellent maneuverability and stability characteristics.
    -
    TIADA MARINIR
    TIADA MARINIR
    TIADA MARINIR
    NGEMIS LPD BUATAN 1963
    NGEMIS AH-1Z
    Initially, the MALAYDESH marine corps will lack an amphibious naval platform as the RMN’s only amphibious ship, It is currently in discussions with both France and South Korea over acquiring a landing platform deck (LPD). The U.S. has also offered MALAYDESH the LPD USS Denver after it decommissions it in 2014. U.S.-based defense companies are also discussing selling MALAYDESH the AH-1Z
    -
    171 ASET USANG 33 TAHUN =
    108 TDM
    29 TUDM
    34 TLDM
    "The total number of MALAYDESH Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MALAYDESH Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MALAYDESH Navy (RMN)," the MALAYDESH Defence Minister

    BalasHapus
  64. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    INDONESIA .....
    KAPAL TUA DIGANTI KAPAL BARU
    -
    1. KRI Klewang (625)
    Insiden: Kapal cepat rudal (trimaran) siluman ini terbakar habis pada 28 September 2012 di Banyuwangi saat masih dalam tahap uji coba.
    KAPAL PENGGANTI:
    KRI Golok (688). Kapal ini adalah generasi kedua dari kelas trimaran yang sama, diluncurkan pada 21 Agustus 2021 dan resmi beroperasi pada 2022.
    -
    2. KRI Nanggala (402)
    Insiden: Kapal selam kelas Cakra (Tipe 209/1300) ini tenggelam di perairan utara Bali pada 21 April 2021 dalam latihan torpedo.
    KAPAL PENGGANTI:
    Pemerintah melakukan pengadaan kapal selam baru yang lebih modern. Hingga 2026, Indonesia telah menyepakati kontrak pembangunan Kapal Selam Kelas Scorpène (Evolved) dari Prancis. Selain itu, armada kapal selam saat ini diperkuat oleh kelas Nagapasa (KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405).
    -
    3. KRI Teluk Jakarta (541)
    Insiden: Kapal angkut logistik jenis Landing Ship Tank (LST) kelas Frosch ini tenggelam di dekat Pulau Damar, Kepulauan Seribu pada Juli 2020 akibat kebocoran saat cuaca buruk.
    KAPAL PENGGANTI:
    Peran kapal angkut tank ini digantikan secara fungsional oleh KRI Teluk Weda (526) dan KRI Teluk Wondama (527), serta kapal-kapal LST kelas Teluk Bintuni yang terus diproduksi secara massal oleh galangan kapal dalam negeri untuk memperkuat armada amfibi.
    -
    4. KRI Rencong (622)
    Insiden: Kapal Cepat Rudal (KCR) kelas Mandau ini terbakar dan tenggelam di perairan Sorong, Papua Barat, pada 11 September 2018 akibat korsleting listrik.
    KAPAL PENGGANTI:
    TNI AL mengganti kehilangan unit KCR dengan mempercepat produksi KCR Kelas Sampari (KCR-60m). Unit-unit baru seperti KRI Kapak (625) dan KRI Panah (626) kini telah memperkuat jajaran kapal cepat rudal untuk mengisi kekosongan tersebut.
    -
    5. KRI Teluk Hading (538)
    Insiden: Terjadi kebakaran besar pada 3 Juni 2023 di perairan Selayar, Sulawesi Selatan. Meskipun tidak tenggelam, kapal yang sudah berusia tua ini mengalami kerusakan berat.
    KAPAL PENGGANTI:
    Sejalan dengan pemensiunan kapal-kapal tua kelas Frosch, penggantinya adalah LST Kelas Teluk Bintuni (seperti KRI Teluk Youtefa-522 atau KRI Teluk Palu-523) yang memiliki kapasitas lebih besar dan teknologi lebih baru
    =================
    =================
    MALAYDESH.....
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    TIADA GANTI KAPAL TUA
    -
    1. KD Sri Inderapura (1505)
    Insiden: Kapal pendarat tank (Landing Ship Tank/LST) terbesar Malaydesh ini mengalami kebakaran hebat pada 8 Oktober 2009 saat berlabuh di Pangkalan TLDM Lumut.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Hingga Desember 2024 (15 tahun pasca kejadian), TLDM dilaporkan masih menunggu kapal pengganti permanen yang setara. Malaydesh sempat berencana mengakuisisi kapal sejenis dari negara lain, namun hingga kini kemampuan pengangkutan amfibi tersebut belum sepenuhnya digantikan oleh kapal baru dengan kapasitas yang sama.
    -
    2. KD Pendekar (3513)
    Insiden: Kapal serang cepat (Fast Attack Craft) kelas Handalan ini tenggelam di lepas pantai Johor pada 25 Agustus 2024 setelah menabrak objek bawah laut yang tidak teridentifikasi.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    Meskipun berhasil diapungkan kembali pada Oktober 2024 untuk investigasi, nasib kapal ini belum ditentukan dan belum ada pemesanan kapal baru sebagai pengganti langsung dari kelas yang sama. Saat ini, Malaydesh lebih berfokus pada program kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship) dari Turki dan kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship) yang baru akan mulai beroperasi pada 2026.
    -
    3. KD Pari (3510)
    Insiden: Kapal patroli kelas Jerong ini sempat mengalami insiden kebocoran serius dan hampir tenggelam pada tahun 2011 akibat kerusakan pada poros baling-baling saat beroperasi di perairan Sabah.
    STATUS PENGGANTI: TIADA GANTI KAPAL
    kelas Jerong secara bertahap dipensiunkan tanpa adanya penggantian unit "satu-ke-satu" yang sejenis secara desain.

    BalasHapus
  65. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    LOGIKA 🦧GORILA ......
    -
    KAPAL 1975 DIPENSIUN
    KAPAL 1975 DIPENSIUN
    KAPAL 1975 DIPENSIUN
    KD PARI telah dilancarkan pada tahun 1975 di Limbungan Hong Leong-Lurssen, Butterworth, Pulau Pinang dan ditauliahkan pada tahun 23 Mac 1977. Menggunakan panggilan antarabangsa 9MJO dan nombor pennant 3510, kapal ini diletakkan di bawah Skuadron Fast Attack Craft (GUN) bersama enam buah kapal ronda di bawah Kelas Jerong. Pada tahun 2019, Skuadron Fast Attack Craft (GUN) telah ditukarkan kepada Skuadron Kapal Ronda Laju Ke-6 (SKRL-6) dan diletakkan dibawah naungan Markas Wilayah Laut 2 bagi menjalankan tugas rondaan di Pantai Timur Sabah.
    ----------------
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
    USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
    USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
    ----------------
    NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
    NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
    NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
    NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
    NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
    NGEMIS 33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
    NO AMRAAMs
    NO AIM 9X
    RADAR AN/APG 65 = 110 KM
    ANALOG TAHUN 1990an
    ----------------
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    MERIAM 105 = UMUR NEGARA
    Walaupun 18 buah meriam 105mm LG1 MKIII telah mula digunakan oleh Rejimen Pertama Artileri Diraja Para (1 RAD Para) tetapi tulang belakang kepada unit-unit artilleri tentera darat negara tetap meriam Oto Melara Model 56 (Mod 56) 105mm.
    Dibangunkan oleh syarikat Oto Melara daripada Itali, meriam itu yang juga dikenali dengan panggilan “Pack Howitzer” mula memasuki produksi pada 1957 dan sehingga lebih 30 buah negara terus menggunakan meriam itu.

    BalasHapus
  66. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    ----------------
    https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..

    BalasHapus
  67. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ==========
    ==========
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    -
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat İkinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration.
    ------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ------
    2024 KONTRAK RUDAL ÇAKIR SUNGUR
    MRO RCWS
    Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Çakir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Görgün
    Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal ÇAKIR, ATMACA, dan HISAR

    BalasHapus
  68. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ==========
    ==========
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    -
    ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO MurKALKAat İkinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. İkinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”

    BalasHapus
  69. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    2022 2024 2025 2026 =
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    NAVAL GRUP = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    LCS REWORK (SALAH PASANG)
    --
    https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
    Beliau turut menjelaskan secara spesifik mengenai isu teknikal yang menyumbang kepada kelewatan ini, di mana Pihak Berkuasa Reka Bentuk (Design Authority), Naval Group, telah mengarahkan supaya penambahbaikan dilakukan demi keselamatan kapal.
    "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
    ---------------------
    PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    LCS DESIGN ERROR (SALAH POTONG)
    -
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.

    BalasHapus
  70. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    ====================
    ====================
    MAU KETAWA..... TAPI TAKUT BERDOSA.... 🤣🤣🤣🤣
    -
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    ===================
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

    BalasHapus
  71. KAYA FREGAT = MISKIN KORVET LEMES NO ASW
    -
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    D
    -
    KSOT TNI AL =
    Kedalaman Selam Maksimal: 350 meter.
    Kecepatan Maksimal: 20 knot.
    Daya Tahan Operasi: Hingga 72 jam atau 200 jam (terdapat variasi laporan, namun menonjolkan durasi panjang).
    -
    DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
    MENIT 3:25 =
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    -
    MENIT 24:39 =
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    12 TORPEDO X 30 KSOT = 360 TORPEDO
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
    =============
    =============
    SONAR TLDM = 25 METER
    SONAR TLDM = 25 METER
    SONAR TLDM = 25 METER
    -
    1. KD LEKIU (Frigat)
    Sensor: Thales Spherion B (Hull-Mounted Sonar).
    Jangkauan Deteksi: Secara umum berkisar antara 15 hingga 25 kilometer dalam kondisi ideal.
    Karakteristik: Sonar ini beroperasi pada frekuensi menengah (medium frequency) yang dirancang untuk deteksi aktif dan pasif di perairan dalam maupun dangkal (littoral). Spherion B sangat efektif untuk mendeteksi ancaman kapal selam sekaligus memberikan peringatan dini terhadap torpedo yang mendekat.
    -
    2. KD KASTURI (Korvet)
    Sensor: Atlas Elektronik DSQS-21C.
    Jangkauan Deteksi: Memiliki jangkauan operasional sekitar 10 hingga 20 kilometer.
    Karakteristik: Merupakan bagian dari keluarga sonar ASO 80-series yang sangat populer di kelas korvet dan frigat ringan. Sonar ini menggunakan teknologi pemrosesan sinyal digital untuk membedakan antara kebisingan latar belakang laut dengan tanda akustik kapal selam, sehingga tetap handal meskipun kapal dalam kondisi bergerak.
    -
    3. Kapal Tanpa Kemampuan ASW (Gunboat/OPV)
    Kapal-kapal di bawah ini tidak memiliki sensor sonar bawah air maupun senjata torpedo, sehingga tidak bisa melakukan misi perburuan kapal selam:
    LMS Batch 1 (Keris Class)
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Dirancang sebagai kapal patroli murah (Littoral Mission Ship), hanya dilengkapi meriam kecil untuk pengawasan wilayah maritim.
    LMS Batch 2 (MILA Class / Versi Turki)
    Status ASW: Sangat Minim / Tidak Ada.
    Keterangan: Meski berbasis korvet Turki (Ada-class/Hisar), versi yang dibeli TLDM difokuskan pada pertempuran permukaan (Anti-Surface) dan pertahanan udara (Anti-Air). Hingga saat ini, belum ada konfirmasi penggunaan sonar derek atau tabung torpedo berat.
    KEDAH Class (MEKO 100)
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Meskipun memiliki ukuran lambung yang besar, kapal ini dikategorikan sebagai Offshore Patrol Vessel (OPV) dan tidak dipasangi sensor sonar maupun senjata torpedo sejak awal pembangunannya.
    LAKSAMANA Class
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Saat ini difungsikan sepenuhnya sebagai kapal patroli. Sensor dan kemampuan ASW-nya sudah tidak aktif atau tidak lagi mumpuni untuk standar peperangan bawah air modern.
    PERDANA, HANDALAN, & JERUNG Class
    Status ASW: Tidak Ada.
    Keterangan: Ketiga kelas ini adalah kapal cepat (Fast Attack Craft / FAC). Peran utamanya adalah sebagai kapal meriam (Gunboat) untuk serangan permukaan kilat dan patroli pesisir, tanpa peralatan deteksi bawah laut.
    -
    🔥12 TORPEDO X 30 KSOT : 360 TORPEDO = TLDM BELASUNGKAWA🔥

    BalasHapus
  72. 1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
    --
    The 127mm VULCANO ammunition family, is composed by Ballistic Extended Range (BER) and Guided Long Range (GLR) ammunition with different multifunctional fuses, sensor and final guidance that extend the range of the gun up to 100km
    ------------------
    BUKTI FULL TEMPUR
    ASTER 15/30
    TESEO
    -
    Berdasarkan laporan Fincantieri dan Janes Defence, kapal yang dialihkan ke Indonesia memang merupakan unit Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) atau kapal patroli lepas pantai multiguna yang awalnya diproduksi untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
    Berikut adalah poin-poin kunci terkait pengalihan kapal tersebut:
    Jenis Kapal: Kapal yang dialihkan adalah PPA kelas Thaon di Revel yang memiliki spesifikasi tinggi, sering dikategorikan sebagai fregat ringan karena kapabilitas multimisi dan tempurnya.
    Spesifikasi dan Fitur: Kapal ini memiliki panjang 143 meter dan dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS) DCNS Sylver A43 untuk pertahanan udara.
    Persenjataan: Kapal ini dipersenjatai dengan sistem sensor dan senjata terintegrasi dari Leonardo, termasuk meriam utama Oto Melara 127 mm/64 Vulcano, meriam 76 mm/62 Strales, dan peluncur rudal anti-kapal Teseo MK2E
    ------------------
    INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
    MALAYDESH NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
    🦧GORILA KETAR KETIR 🔥🔥🔥
    -
    EXOCET
    (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
    ----------
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    ==========
    ==========
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB

    BalasHapus
  73. GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    -
    BABU ISTRi MMW 1 Februari 2026 pukul 14.36
    Key Missile-Capable RMN Vessels:

    1. Kedah-class (NGPV) (6 ships) - Atmaca.

    2. Maharaja Lela-class (LCS) (5 ships) - Naval Strike Missiles (NSM).

    3. Lekiu-class Frigates (2 ships): KD Jebat and KD Lekiu - Naval Strike Missiles (NSM).

    4. Kasturi-class Corvettes (2 ships): KD Kasturi and KD Lekir - Exocet MM40 Block 2 missiles.

    5. Scorpene Submarines (2 ships): KD Tunku Abdul Rahman and KD Tun Razak (Scorpène-class) - Exocet SM39 missiles.

    6. LMS Batch 2 (3 ships) - Atmaca.
    -
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
    ==========
    ==========
    GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    -----------------
    Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
    4. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
    5. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
    6. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
    -----------------
    DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
    MENIT 3:25 =
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    -
    MENIT 24:39 =
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
    -------------
    INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
    MALAYDESH NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
    🦧GORILA KETAR KETIR 🔥🔥🔥
    -
    EXOCET
    (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
    ----------
    TNI AL =
    ✅️TESEO = 350 KM
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    ----------------
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED
    -
    🔥30 KSOT TORPEDO VS TLDM BELASUNGKAWA🔥

    BalasHapus
  74. MODERENISASI versus STAGNASI
    -
    1. Indonesia: Ambisi "The New Regional Power"
    Dengan anggaran sebesar USD 20 Miliar, Indonesia sedang melakukan transformasi militer besar-besaran yang tidak lagi sekadar pemeliharaan, melainkan pengadaan ofensif dan defensif yang strategis.
    Dominasi Anggaran: Anggaran Indonesia kini hampir 4,3 kali lipat lebih besar dari Malaydesh. Ini memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk memborong alutsista kelas berat (Rafale, Scorpene, Frigate, hingga Rudal Balistik).
    Kemandirian & Diversifikasi: Daftar pengadaan menunjukkan strategi diversifikasi dari berbagai negara (Prancis, Italia, Turki, AS) serta penguatan industri dalam negeri (PT PAL), yang memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pertahanan di Asia Tenggara.
    Efek Getar (Deterrent Effect): Peningkatan 37% menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menjadikan TNI sebagai kekuatan yang disegani di tengah ketegangan geopolitik regional.
    -
    2. Malaydesh: Jebakan Utang dan Stagnasi Militer
    Anggaran sebesar USD 4,7 Miliar menunjukkan keterbatasan ruang gerak akibat kondisi ekonomi makro yang tertekan.
    Beban Utang yang Melumpuhkan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB dan utang pemerintah diproyeksi terus meningkat hingga 69,54% pada 2029, kapasitas fiskal untuk modernisasi militer sangat terbatas.
    Krisis Prioritas: Tingginya utang negara memaksa pemerintah untuk memprioritaskan pembayaran bunga utang dan subsidi domestik dibandingkan pengadaan alutsista kelas atas.
    Ketidakpastian Politik: Pergantian kepemimpinan (PM dan Menhan) yang terlalu sering berdampak pada keberlanjutan kontrak pertahanan. Banyak program yang berstatus "AKAN" atau "CANCELLED" karena tidak adanya kepastian pendanaan jangka panjang.
    -
    3. Perbandingan Strategis (Head-to-Head)
    Status Modernisasi Alutsista
    🚀 Indonesia: Melakukan modernisasi agresif dengan mengakuisisi teknologi mutakhir seperti jet tempur generasi 4.5 dan kapal selam kelas Scorpene.
    🐢 Malaydesh: Terjebak dalam modernisasi bertahap atau minimum yang hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar operasional.
    Kapasitas Fiskal & Anggaran
    💰 Indonesia: Memiliki ruang fiskal ekspansif yang difokuskan sepenuhnya pada konsep pertahanan total dan belanja modal alutsista.
    📉 Malaydesh: Kondisi keuangan tertekan hebat oleh beban utang rumah tangga (Household Debt) dan utang pemerintah yang mendekati ambang batas GDP.
    Posisi & Pengaruh di Kawasan
    🌏 Indonesia: Posisi tawar meningkat pesat dan semakin mengukuhkan diri sebagai "Big Brother" atau pemimpin utama di kawasan ASEAN.
    ⚠️ Malaydesh: Mengalami penurunan pengaruh dan terancam tertinggal oleh negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina yang lebih aktif berinvestasi di sektor pertahanan.
    Keberlanjutan Program (Sustainability)
    ✅ Indonesia: Memiliki kontrak aktif dan berjalan (on progress) yang jelas dengan banyak negara mitra strategis global.
    ❌ Malaydesh: Menghadapi ketidakpastian besar dengan banyaknya program yang mengalami penundaan, pembekuan (freezes), hingga pembatalan.
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  75. STABILITAS VS. RISIKO SISTEMIK
    -
    Kesimpulan Strategis: Stabilitas vs. Risiko Sistemik
    Analisis komparatif periode 2010–2025 menunjukkan perbedaan kontras antara manajemen fiskal yang konservatif (Indonesia) dan pola pertumbuhan utang yang tidak berkelanjutan (Malaydesh). Hal ini berdampak langsung pada kemampuan negara dalam memodernisasi kekuatan pertahanan mereka.
    1. Kesehatan Fiskal dan Manajemen Utang
    Secara fundamental, Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh dibandingkan Malaydesh:
    Ketahanan Anggaran: Indonesia mempertahankan rasio utang pemerintah di angka 40%, jauh di bawah ambang batas hukum (legal ceiling) 60%. Sebaliknya, Malaydesh telah berada di "Zona Merah" dengan rasio 69%, melampaui batas aman mereka sendiri (65%).
    Beban Ganda (Dual Burden): Malaydesh menghadapi risiko sistemik karena utang rumah tangga yang ekstrem (84,3%). Total akumulasi beban (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari PDB, menciptakan ekonomi yang rapuh terhadap guncangan suku bunga global. Indonesia jauh lebih stabil dengan total beban gabungan hanya 56%.
    2. Dampak Sosial: Tekanan Beban Per Kapita
    Beban finansial di Malaydesh telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi individu:
    Utang per Kepala: Setiap warga Malaydesh menanggung beban akumulasi sebesar RM 81.998.
    Eksodus Penduduk: Tekanan biaya hidup yang tinggi akibat konsumsi yang dibiayai kredit (bukan pendapatan riil) telah memicu migrasi besar-besaran (sekitar 97.000 orang) untuk mencari peluang ekonomi di luar negeri.
    3. Kelumpuhan Modernisasi Militer (Procurement Zonk)
    Kegagalan manajemen utang di Malaydesh berdampak fatal pada sektor pertahanan, menciptakan fenomena "Zonk Procurement":
    Indonesia (Modernisasi Masif): Berhasil mengaktifkan kontrak strategis seperti 42 Jet Rafale, Kapal Selam Scorpene Evolved, Fregat Merah Putih, hingga rudal balistik Khan. Hal ini dimungkinkan karena adanya ruang fiskal yang longgar.
    Malaydesh (Stagnasi & Batal):
    Proyek LCS: Mangkrak selama 15 tahun (sejak 2011) akibat salah kelola dana.
    Pembekuan Anggaran: Program vital seperti MRCA (Jet Tempur) dan MRSS (Kapal Angkut) dibatalkan atau dibekukan hingga 2026 karena negara harus memprioritaskan pembayaran bunga utang.
    Instabilitas Politik: Pergantian 5 PM dan 6 Menhan dalam waktu singkat merusak kontinuitas perencanaan pertahanan, mengubah rencana strategis menjadi sekadar "klaim atau bual" tanpa realisasi.
    Ringkasan Akhir Perbandingan Strategis
    Status Risiko Ekonomi
    Indonesia: Stabil & Konservatif (Manajemen utang sangat disiplin).
    Malaydesh: Risiko Sistemik (Debt Trap) akibat beban utang yang melampaui batas aman.
    Kapasitas Belanja Negara
    Indonesia: Tinggi (Masih memiliki ruang fiskal yang luas untuk investasi).
    Malaydesh: Lumpuh (Mengalami kekangan kewangan karena pendapatan tersedot cicilan bunga).
    Kondisi Alutsista & Pertahanan
    Indonesia: Modernisasi Aktif & Masif (Pengadaan jet tempur dan kapal selam kelas dunia terus berjalan).
    Malaydesh: Proyek Mangkrak & Batal (Zonk) ditandai dengan kasus LCS dan pembatalan berbagai kontrak penting.
    Proyeksi Masa Depan
    Indonesia: Pertumbuhan berkelanjutan dengan penguatan militer yang konsisten.
    Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang mengancam stabilitas jangka panjang.
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  76. REAL versus ZONK
    -
    Perbandingan antara lonjakan pengadaan alutsista Indonesia (modernisasi masif) dengan rentetan kegagalan atau penundaan (Zonk) di Malaydesh pada periode yang sama (2020–2025):
    1. Matra Udara: Jet Tempur & Angkut
    Indonesia (Sukses/Aktif):
    Dassault Rafale (Prancis): Sukses mengaktifkan kontrak untuk 42 unit; pengiriman tahap pertama dijadwalkan mulai awal 2026.
    Airbus A400M Atlas: Pembelian 2 unit pesawat angkut berat berkemampuan tanker yang akan memperkuat logistik udara.
    C-130J Super Hercules: Penambahan 5 unit armada baru yang sudah mulai tiba dan beroperasi untuk TNI AU.
    Malaydesh (Zonk/Batal):
    MRCA (Multi-Role Combat Aircraft): Program penggantian jet tempur (seperti MiG-29 yang sudah pensiun) berstatus Zonk (batal/beku) karena masalah anggaran.
    Helikopter Black Hawk: Upaya sewa/beli baru-baru ini dibatalkan setelah mendapat sorotan tajam dari otoritas tertinggi karena inefisiensi pengadaan.
    LIFT FA-50 (Korea Selatan): Meskipun ada kesepakatan, jumlahnya sangat terbatas dan belum cukup menutupi celah kekuatan udara yang menua.
    2. Matra Laut: Kapal Perang & Selam
    Indonesia (Sukses/Aktif):
    Kapal Selam Scorpene Evolved: Kontrak dengan Naval Group Prancis untuk 2 unit kapal selam tercanggih dengan teknologi baterai Lithium-ion.
    Fregat Merah Putih (Arrowhead 140): Pembangunan 2 unit fregat berat kelas dunia di galangan kapal lokal (PT PAL) bekerja sama dengan Babcock Inggris.
    Fregat Paolo Thaon di Revel (PPA): Akuisisi 2 unit kapal patroli tempur canggih dari galangan Fincantieri Italia yang siap kirim.
    Malaydesh (Zonk/Mangkrak):
    LCS (Littoral Combat Ship) Kelas Maharaja Lela: Proyek mangkrak sejak 2011. Kapal pertama baru memulai sea trial pada Januari 2026 dengan estimasi penyerahan (tauliah) paling cepat Desember 2026—setelah belasan tahun tertunda.
    MRSS (Multi-Role Support Ship): Program kapal induk/LPD berstatus Zonk (tidak ada progres pembelian) karena prioritas anggaran dialihkan untuk menambal kerugian proyek LCS.
    Kapal Selam Scorpene: Hanya mengandalkan 2 unit lama tanpa ada program penambahan atau modernisasi signifikan di tengah anggaran yang terkunci.
    3. Matra Darat: Artileri & Kendaraan Tempur
    Indonesia (Sukses/Aktif):
    Rudal Khan (Turki): Akuisisi sistem rudal balistik taktis jarak menengah untuk meningkatkan daya gempur strategis.
    Tank Harimau: Produksi massal tank medium hasil kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki yang kini sudah memperkuat satuan kavaleri.
    Radar Ground Master 400 Alpha: Pembelian 13 unit radar pertahanan udara canggih dari Thales Prancis untuk memantau seluruh wilayah kedaulatan.
    Malaydesh (Zonk/Stagnan):
    SPH (Self-Propelled Howitzer): Program pengadaan meriam gerak sendiri (seperti M109 atau K9) berulang kali masuk daftar belanja namun selalu dicoret karena "kekangan kewangan".
    Modernisasi Tank: Tidak ada penambahan armada tank tempur utama (MBT) baru; masih mengandalkan PT-91M Pendekar dalam jumlah terbatas.
    4. Akar Masalah: Anggaran vs Realitas
    Indonesia: Memanfaatkan Foreign Military Financing dan ruang fiskal yang sehat (Utang/GDP 40%) untuk melakukan belanja besar di saat harga pasar kompetitif.
    Malaydesh: Terjebak pada belanja operasional yang sangat besar (mencapai RM 355 miliar dari total anggaran RM 421 miliar) untuk membayar gaji dan perawatan alutsista tua, sehingga sisa dana untuk pembangunan atau pembelian baru sangat minim.
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  77. BEDA KELAS ......
    -
    Analisis perbandingan risiko fiskal dan beban utang antara Indonesia dan Malaydesh dalam bentuk daftar poin untuk kemudahan pembacaan:
    1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
    Indonesia (Zona Aman):
    Rasio utang pemerintah sangat terkendali di angka 40% dari GDP.
    Masih memiliki selisih 20% sebelum menyentuh batas limit undang-undang (60%).
    Utang rumah tangga sangat rendah (16%), menandakan daya beli masyarakat masih berbasis pendapatan, bukan kredit.
    Malaydesh (Zona Merah/Overlimit):
    Rasio utang pemerintah mencapai 69% - 70,4%, melampaui batas aman yang ditetapkan (65%).
    Utang rumah tangga sangat ekstrem mencapai 84,3% dari GDP.
    Total beban utang (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari GDP, menciptakan risiko kebangkrutan sistemik.
    ________________________________________
    2. Beban Rakyat Malaydesh (Per Kapita)
    Beban Utang Negara: Setiap individu di Malaydesh menanggung beban sebesar RM 36.139.
    Beban Utang Pribadi: Setiap individu rata-rata memiliki utang rumah tangga sebesar RM 45.859.
    Total Beban Individu: Setiap kepala di Malaydesh "berhutang" sebanyak RM 81.998. Ini menjelaskan mengapa terjadi eksodus besar-besaran (97.000 orang) karena tekanan biaya hidup yang tinggi.
    ________________________________________
    3. Tren Gali Lubang Tutup Lubang (2010 - 2025)
    Pertumbuhan Utang: Dalam 15 tahun, nominal utang melonjak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar (naik 150%).
    Siklus Gagal Bayar: Data menunjukkan utang baru digunakan hanya untuk menutupi bunga dan pokok utang lama, bukan untuk pembangunan produktif.
    Kegagalan Target: Janji pelunasan utang pada tahun 2053 diprediksi gagal total karena jumlah utang nominal terus bertambah setiap tahunnya.
    ________________________________________
    4. Dampak Kelumpuhan Militer (Zonk Procurement)
    Akibat keuangan yang "sekarat" karena cicilan utang, modernisasi militer Malaydesh mengalami kegagalan total:
    Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5 kali Perdana Menteri dan 6 kali Menteri Pertahanan menghancurkan konsistensi kebijakan pertahanan.
    Proyek Mangkrak (LCS): Proyek kapal perang yang berjalan sejak 2011 tetap berstatus ZONK (tidak kunjung selesai) meskipun uang negara terus mengalir.
    Pembatalan Massal: Program MRCA (pesawat tempur), SPH (meriam), dan MRSS (kapal angkut) semuanya berstatus NO PROCUREMENT atau dibekukan karena "kekangan kewangan" (anggaran membeku hingga 2026).
    Ketimpangan: Saat negara tetangga (seperti Indonesia) aktif belanja alutsista baru, Malaydesh hanya bisa melakukan "Bual" (klaim tanpa realisasi).
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  78. DPR MALONDESH ribut besar Ringgit tak guna Ujung-ujungnya minta bantuan Indonesia untuk ekspor!
    https://youtu.be/8u_edX1MpDA?si=GKYbPEzg4UUpJRgH

    RINGGIT TA BERGUNO 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  79. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
    -
    APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
    THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
    THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
    -
    The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
    (1) Military modernization and capacity building;
    (2) Training and professional military education; and
    (3) Exercises and operational cooperation.
    https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
    -
    ENERGI (BRICS/RUSIA):
    Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
    -
    KEDAULATAN DATA:
    Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
    -
    SAHAM FREEPORT:
    Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
    -
    KEDAULATAN UDARA:
    Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
    --------------------------------
    MALAYDESH LEMAH =
    ANGGARAN MILITER TERBATAS
    ANGGARAN MILITER TERBATAS
    ANGGARAN MILITER TERBATAS
    ---------------------------------
    Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer Malaydesh pada akhir 2024 hingga 2025 =
    1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
    Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan Malaydesh, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
    The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
    Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
    Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
    --------------
    2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
    ISIS Malaydesh (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
    IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
    Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan Malaydesh, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
    ---------------------------------
    3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
    Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
    Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

    BalasHapus
  80. NO IZIN TERBANG BEBAS = NO BLANKET OVERFLIGHT ACCESS
    -
    APRIL 13, 2026-RELEASE : US GOVERMENT
    THE U.S. DEPARTMENT OF WAR
    THE MINISTRY OF DEFENCE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
    -
    The MDCP features three foundational pillars implemented based on mutual respect and national sovereignty:
    (1) Military modernization and capacity building;
    (2) Training and professional military education; and
    (3) Exercises and operational cooperation.
    https://media.defense.gov/2026/Apr/13/2003911810/-1/-1/1/READOUT-OF-SECRETARY-OF-WAR-PETE-HEGSETH-MEETING-WITH-INDONESIA-MINISTER-OF-DEFENSE-SJAFRIE-SJAMSOEDDIN.PDF
    -
    ENERGI (BRICS/RUSIA):
    Suplai minyak mentah dan LPG hasil tindak lanjut pertemuan Prabowo-Putin (Juli 2024) serta transfer teknologi energi.
    -
    KEDAULATAN DATA:
    Transfer data lintas batas hanya untuk kepentingan komersial dan wajib patuh pada UU PDP (No. 27/2022).
    -
    SAHAM FREEPORT:
    Kepemilikan Indonesia naik dari 51,23% menjadi 63,23% (tambahan 12%).
    -
    KEDAULATAN UDARA:
    Pesawat militer asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan sesuai PP No. 4 Tahun 2018; tidak ada perlakuan khusus.
    --------------------------------
    Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
    Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
    Malaydesh (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
    ---------------------------------
    Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
    Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
    Malaydesh (Critical):
    Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
    Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
    ---------------------------------
    Daftar Kegagalan & "Prank" Militer Malaydesh
    Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
    Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
    Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
    Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

    BalasHapus