13 Juli 2026

Menhan Filipina Mengupayakan Peningkatan Anggaran Pertahanan Menjadi 4% dari PDB

13 Juli 2026

Jose Rizal class fregat Angkatan Laut Filipina (photo: PN)

Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. pada hari Jumat mengatakan pemerintah harus mengalihkan sebagian pendanaannya untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan hingga 4% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Filipina Barat.

Teodoro mengatakan hal ini dalam wawancara dadakan di sela-sela forum yang diselenggarakan oleh Stratbase Institute untuk memperingati ulang tahun ke-10 Putusan Arbitrase Laut Cina Selatan tahun 2016 yang bersejarah.

“Kita pasti perlu mengalihkan anggaran. Ini bukan ‘mungkin.’ Kita perlu melakukannya karena anggaran adalah pos yang terbatas, bukan? Jadi, lebih banyak untuk satu pihak berarti lebih sedikit untuk pihak lain,” katanya.

“Yang saya katakan adalah kita perlu meningkatkannya. Dan ada beberapa cara. Kita perlu meningkatkannya setidaknya menjadi 2 hingga 3 hingga 4 persen dari PDB,” tambahnya.

Menurut Menteri Pertahanan, negara-negara tetangga Filipina telah meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka masing-masing hingga hampir 5%.

“Indonesia, yang bukan negara penuntut dan tanpa ancaman apa pun, baru-baru ini telah memperoleh 47 pesawat tempur Rafale, varian terbaru dari pesawat tempur Rafale,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa upaya pencegahan negara harus mencakup pengeluaran nyata untuk mendukung militer.

“Pencegahan berarti lebih dari sekadar komitmen. Itu berarti pengeluaran nyata, dan itu berarti mengurangi hak publik dan mengalokasikan hak-hak ini untuk membangun kekuatan yang kredibel dan tangguh,” jelas Teodoro.

“Itulah mengapa jika kita gagal untuk menyebarkan nilai dari sikap membela diri dalam hal yang paling rinci dan kesadaran publik tentang elemen-elemen yang diperlukan untuk membangun pencegahan yang kredibel tanpa masalah penumpang gelap seperti yang ingin dinyatakan oleh para ekonom, masalah penumpang gelap di sini yang diambil secara ekstrem mungkin adalah musuh terburuk yang kita miliki dalam perjalanan kita untuk membangun postur pencegahan yang kredibel. Dan mungkin itulah yang harus diartikulasikan oleh strategi,” lanjutnya.

Tanpa komitmen tersebut, kata Teodoro, negara itu “tidak dapat membangun postur pencegahan yang kredibel yang pada akhirnya diperlukan bagi kita untuk menegakkan hak-hak kita.”

Pemerintah Filipina menggugat Tiongkok di hadapan pengadilan arbitrase internasional di Den Haag pada tahun 2013. Pengadilan tersebut memutuskan mendukung Filipina pada Juli 2016 ketika menolak klaim sembilan titik Tiongkok atas Laut Cina Selatan.

Namun, Tiongkok menolak seruan Filipina untuk mematuhi putusan arbitrase tahun 2016, menyebut keputusan tersebut "ilegal dan tidak sah." 

(GMANetwork)

18 komentar:

  1. HAHAHAHAHHAHA.......................


    Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Kini Parkir di Rp18.100

    https://www.cnbcindonesia.com/market/20260713143831-17-750419/rupiah-ditutup-loyo-dolar-as-kini-parkir-di-rp18100

    BalasHapus
    Balasan
    1. LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------
      HIBAH KAPAL 1967 = The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -----
      HIBAH KAPAL 1968 = USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -----
      HIBAH KAPAL 1980 = KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -----
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG = Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -----
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991 = Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -----
      HIBAH KAPAL1990–1991 = KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALAYDESH in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -----
      HIBAH KAPAL 1989 = KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      -----
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -----
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA = RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
      -----
      SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT
      SEWA UTILITY BOAT
      SEWA RIGID HULL FENDER BOAT
      SEWA ROVER FIBER GLASS
      SEWA EC120B
      SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE
      Mungkin ada yang tertanya-tanya, namun kaedah penyewaan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM.
      Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator dan SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      Melalui kaedah SEWAan ini, tempoh masa untuk melaksanakan proses perolehan termasuk berkaitan tender serta pembinaan aset dapat dikurangkan.
      -----
      SEWA KAPAL HIDROLOGI
      SEWA KAPAL HIDROLOGI
      SEWA KAPAL HIDROLOGI
      “Sehubungan itu, TLDM telah mengambil pendekatan di luar kotak dengan mendapatkan Aishah Aims 4 melalui konsep SEWAan yang mana kos operasinya jauh lebih rendah tetapi mampu keluarkan input lebih cepat dan berkesan,” katanya kepada pemberita selepas menyempurnakan majlis penerimaan kapal itu di Jeti Pusat Hidrografi Nasional (PHN) di sini.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)

      Hapus
    2. NGERI = NEGERI MALINGSIAL....
      HILANG 48 PESAWAT = LUAR BIASA BERUKDESH
      ----------------------------------
      • Pembelian Awal: Malaydesh membeli 88 jet tempur bekas A-4 Skyhawk dari Amerika Serikat seharga RM640 juta.
      • Hanya 40 Dikirim: Hanya 40 unit yang dimodifikasi menjadi varian A-4PTM dan dikirim ke Malaydesh.
      • 48 Unit Tertinggal: Sisa 48 unit pesawat ditinggalkan di gurun Arizona, Amerika Serikat.
      • Hilang Bukti Bayar: Pada 2003, sisa pesawat gagal dijual kembali karena Malaydesh kehilangan resit (bukti pembayaran).
      • Rugi & Skandal: Puluhan pesawat tersebut akhirnya hangus, memicu tuduhan korupsi (songlap) atas kerugian negara.
      • Sumber Kronologi: Detik-detik hilangnya jet ini di AS diulas oleh Hobby Militer.
      • Sumber Investigasi: Analisis hilangnya bukti bayar dibahas dalam laporan SeaDemon Says.
      • Sumber Sejarah: Catatan pengiriman armada ini didokumentasikan oleh komunitas Malaydeshn Jet Fighter.
      ----------------------------------
      F18 BATAL
      Malaydesh batalkan pembelian F/A-18 bekas Kuwait karena risiko teknis, logistik rumit, dan penundaan kiriman. (Sumber: Air Times, New Straits Times)
      -
      NSM GAGAL
      Norwegia cabut izin ekspor rudal anti-kapal NSM ke Malaydesh karena aturan baru khusus sekutu NATO. (Sumber: CNA Indonesia, Kosmo, FMT)
      ----------------------------------
      REAL FAKE/DUMMY
      PSIM FAKE/DUMMY
      PSIM FAKE/DUMMY
      PSIM FAKE/DUMMY
      Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
      Sumber : Laporan Sidang Komite Akun Publik (Public Accounts Committee - PAC) Parlemen Malaydesh
      -------------------------------
      MISKIN = CUT BUDGET
      F18 KUWAIT BATAL
      BLACKHAWK BATAL
      NSM BATAL
      F18 LACK SOURCE CODE
      MKM LACK SPARE PART
      MIG GROUNDED
      HAWK USANG
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      =======================
      =======================
      BUKTI FSO RAFALE F4 TNI
      https://www.facebook.com/photo?fbid=1375491074428929&set=pcb.1073389981691654
      -
      https://www.facebook.com/photo?fbid=1375491124428924&set=pcb.1073389981691654
      -
      1. Rafale F4 TNI-AU sudah sepaket dengan OSF. Pada Gambar 1 terlihat T-0301 dengan OSF komponen lensa TV & rangefinder sedang ditutup dengan cover merah. Gambar 2 menunjukkan bahwa bagian yang sama terekspos karena tidak bisa diputar ke dalam sepenuhnya seperti modul IIR nya.
      -
      2. IRST generasi lawas di Su-30 dan MiG-29 pun tidak akan menjadikan pesawat tersebut lebih baik dari Rafale F4. Rafale F4 masih punya RADAR AESA RBE-2AA yang bisa mendeteksi keberadaan kedua pesawat tanpa masalah di kondisi apapun dengan resiko deteksi balik yang relatif rendah (baca mengenai TWS lock), sehingga percakapan seperti ini sudah tidak relevan dibahas.
      https://www.facebook.com/groups/411058114591514/posts/1073389981691654/
      --------------------------------------------------
      RAFALE F4 TNI ANGKATAN UDARA INDONESIA BESERTA RUJUKAN SUMBER RESMINYA:
      -
      SENSOR & DETEKSI
      OSF: Sensor optik hidung untuk memburu target stealth secara senyap.
      (Sumber Teknis: Dassault Aviation)
      Radar AESA RBE2: Radar utama jangkauan 200+ km untuk lacak banyak target dan pemetaan 3D.
      (Sumber Teknis: Thales Group)
      -
      PERTAHANAN & PENARGETAN
      SPECTRA: Sistem proteksi internal 360° otomatis untuk mendeteksi dan mengacak radar/rudal musuh.
      (Sumber Teknis: MBDA Systems)
      Pod TALIOS: Pod sensor eksternal berteknologi AI untuk intai dan pandu bom pintar ke target darat/maritim.
      (Sumber Teknis: Thales Group)
      -
      AVIONIK & KONEKTIVITAS
      Helm Scorpion® (HMDS): Layar taktis terintegrasi di helm untuk mengunci musuh cukup dengan menoleh.
      (Sumber Teknis: Thales Group)
      IMA: Otak komputer utama penyatu data (data fusion) ke satu layar kokpit tunggal.
      (Sumber Teknis: Dassault Aviation)
      Secure Cloud Connectivity: Jaringan radio dan data terenkripsi untuk tukar info medan tempur secara real-time.
      (Sumber Teknis: Dassault Aviation)

      Hapus
    3. NGERI = NEGERI MALINGSIAL....
      HILANG 48 PESAWAT = LUAR BIASA BERUKDESH
      ----------------------------------
      • Pembelian Awal: Malaydesh membeli 88 jet tempur bekas A-4 Skyhawk dari Amerika Serikat seharga RM640 juta.
      • Hanya 40 Dikirim: Hanya 40 unit yang dimodifikasi menjadi varian A-4PTM dan dikirim ke Malaydesh.
      • 48 Unit Tertinggal: Sisa 48 unit pesawat ditinggalkan di gurun Arizona, Amerika Serikat.
      • Hilang Bukti Bayar: Pada 2003, sisa pesawat gagal dijual kembali karena Malaydesh kehilangan resit (bukti pembayaran).
      • Rugi & Skandal: Puluhan pesawat tersebut akhirnya hangus, memicu tuduhan korupsi (songlap) atas kerugian negara.
      • Sumber Kronologi: Detik-detik hilangnya jet ini di AS diulas oleh Hobby Militer.
      • Sumber Investigasi: Analisis hilangnya bukti bayar dibahas dalam laporan SeaDemon Says.
      • Sumber Sejarah: Catatan pengiriman armada ini didokumentasikan oleh komunitas Malaydeshn Jet Fighter.
      ----------------------------------
      F18 BATAL
      Malaydesh batalkan pembelian F/A-18 bekas Kuwait karena risiko teknis, logistik rumit, dan penundaan kiriman. (Sumber: Air Times, New Straits Times)
      -
      NSM GAGAL
      Norwegia cabut izin ekspor rudal anti-kapal NSM ke Malaydesh karena aturan baru khusus sekutu NATO. (Sumber: CNA Indonesia, Kosmo, FMT)
      ----------------------------------
      REAL FAKE/DUMMY
      PSIM FAKE/DUMMY
      PSIM FAKE/DUMMY
      PSIM FAKE/DUMMY
      Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
      Sumber : Laporan Sidang Komite Akun Publik (Public Accounts Committee - PAC) Parlemen Malaydesh
      -------------------------------
      MISKIN = CUT BUDGET
      F18 KUWAIT BATAL
      BLACKHAWK BATAL
      NSM BATAL
      F18 LACK SOURCE CODE
      MKM LACK SPARE PART
      MIG GROUNDED
      HAWK USANG
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      =======================
      =======================
      BUKTI FSO RAFALE F4 TNI
      https://www.facebook.com/photo?fbid=1375491074428929&set=pcb.1073389981691654
      -
      https://www.facebook.com/photo?fbid=1375491124428924&set=pcb.1073389981691654
      -
      1. Rafale F4 TNI-AU sudah sepaket dengan OSF. Pada Gambar 1 terlihat T-0301 dengan OSF komponen lensa TV & rangefinder sedang ditutup dengan cover merah. Gambar 2 menunjukkan bahwa bagian yang sama terekspos karena tidak bisa diputar ke dalam sepenuhnya seperti modul IIR nya.
      -
      2. IRST generasi lawas di Su-30 dan MiG-29 pun tidak akan menjadikan pesawat tersebut lebih baik dari Rafale F4. Rafale F4 masih punya RADAR AESA RBE-2AA yang bisa mendeteksi keberadaan kedua pesawat tanpa masalah di kondisi apapun dengan resiko deteksi balik yang relatif rendah (baca mengenai TWS lock), sehingga percakapan seperti ini sudah tidak relevan dibahas.
      https://www.facebook.com/groups/411058114591514/posts/1073389981691654/
      --------------------------------------------------
      RAFALE F4 TNI ANGKATAN UDARA INDONESIA BESERTA RUJUKAN SUMBER RESMINYA:
      -
      SENSOR & DETEKSI
      OSF: Sensor optik hidung untuk memburu target stealth secara senyap.
      (Sumber Teknis: Dassault Aviation)
      Radar AESA RBE2: Radar utama jangkauan 200+ km untuk lacak banyak target dan pemetaan 3D.
      (Sumber Teknis: Thales Group)
      -
      PERTAHANAN & PENARGETAN
      SPECTRA: Sistem proteksi internal 360° otomatis untuk mendeteksi dan mengacak radar/rudal musuh.
      (Sumber Teknis: MBDA Systems)
      Pod TALIOS: Pod sensor eksternal berteknologi AI untuk intai dan pandu bom pintar ke target darat/maritim.
      (Sumber Teknis: Thales Group)
      -
      AVIONIK & KONEKTIVITAS
      Helm Scorpion® (HMDS): Layar taktis terintegrasi di helm untuk mengunci musuh cukup dengan menoleh.
      (Sumber Teknis: Thales Group)
      IMA: Otak komputer utama penyatu data (data fusion) ke satu layar kokpit tunggal.
      (Sumber Teknis: Dassault Aviation)
      Secure Cloud Connectivity: Jaringan radio dan data terenkripsi untuk tukar info medan tempur secara real-time.
      (Sumber Teknis: Dassault Aviation)

      Hapus
    4. INDONESIA = REAL RAFALE F4
      MALAYDESH = RAFAKE (www.rafalemalaydesh.com) – RAFALE VERSI EDITAN https://www.instagram.com/p/DUxJTPoEbzx/
      --------------------------------------------------
      1 RAFALE = 4 FA50Murah BLOKIR AMRAAM
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Indonesia): ~USD USD 192,8 juta. Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2 NO ASW
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      1 APACHE = 3 MD530GROUNDED VERSI TRAINING
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      --------------------------------
      Total Akumulasi PHK Nasional
      38.953 Orang: Total jumlah pekerja di Malaydesh yang terkena PHK dalam lima bulan pertama (Januari hingga Mei).
      -
      Tren Angka PHK Bulanan
      Data bulanan menunjukkan dinamika pergerakan angka PHK yang fluktuatif sejak awal tahun:
      Januari: 10.658 hingga 10.700 orang terkena PHK (puncak tertinggi akibat restrukturisasi awal tahun).
      Februari: 7.512 orang kehilangan pekerjaan.
      Maret: 5.855 orang kehilangan pekerjaan (titik terendah di awal tahun).
      April: 7.057 orang terkena PHK (mengalami lonjakan sebesar 21% dibanding bulan Maret)
      --------------------------------------------
      Pendapatan vs Pengeluaran Malaydesh
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      Pendapatan Negara:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      Total Pengeluaran:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      Alokasi Belanja:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      Alasan Utama Harus Berutang
      Pendapatan Habis Total: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      Defisit Anggaran Kronis: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      Penerbitan Utang Baru: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      ----------------------------------
      MISKIN = CUT BUDGET
      F18 KUWAIT BATAL
      BLACKHAWK BATAL
      NSM BATAL
      F18 LACK SOURCE CODE
      MKM LACK SPARE PART
      MIG GROUNDED
      HAWK USANG
      LCS MANGKRAK
      OPV GAGAL
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      ----------------------------------
      NO PAID (TIDAK BAYAR) = FITTED FOR BUT NOT PAID
      🤣🤣😂😭😭😭
      https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/

      Hapus
    5. INDONESIA = REAL RAFALE F4
      MALAYDESH = RAFAKE (www.rafalemalaydesh.com) – RAFALE VERSI EDITAN https://www.instagram.com/p/DUxJTPoEbzx/
      --------------------------------------------------
      1 RAFALE = 4 FA50Murah BLOKIR AMRAAM
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Indonesia): ~USD USD 192,8 juta. Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2 NO ASW
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      1 APACHE = 3 MD530GROUNDED VERSI TRAINING
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~USD 41-50 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      --------------------------------------------
      2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALONDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------
      SIPRI MALONDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALONDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALONDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALONDESH 2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALONDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      --------------------------------
      BUKTI TRANSFER SENJATA 2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG ..
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALONDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      --------------------------------
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALONDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan

      Hapus
    6. BUDGET MINUS (HUTANG BAYAR HUTANG)
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      --------------------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer Malaydesh di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
    7. BUDGET MINUS (HUTANG BAYAR HUTANG)
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      FAKTA BANANA REPUBLIC : RM334,1 – RM470 = - RM135,9 (MINUS)
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    8. BUDGET MINUS (HUTANG BAYAR HUTANG)
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      FAKTA BANANA REPUBLIC : RM334,1 – RM470 = - RM135,9 (MINUS)
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    9. BUDGET MINUS (HUTANG BAYAR HUTANG)
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      FAKTA BANANA REPUBLIC : RM334,1 – RM470 = - RM135,9 (MINUS)
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    10. 2026 = CUT DEFENSE BUDGET
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      📌 1. Fighter Fleet Problems
      Current Fighters (as of 2025):
      • 8 F/A-18D Hornets (bought in 1997)
      o Aging, need mid-life upgrades, limited strike range.
      • 18 Su-30MKM Flankers (delivered 2007–2009)
      o Powerful but plagued by maintenance and spare parts issues.
      o Many often grounded → at times less than 50% readiness.
      • MB-339CM trainers/light attack jets (old, limited combat role).
      👉 Compared to neighbors:
      • Singapore → >60 F-15SGs & upgraded F-16Vs, buying F-35s.
      • Indonesia → >30 Su-27/30s, buying Rafales & KAAN.
      • Vietnam → 36+ Su-30MK2Vs.
      👉 Malaydesh ’s fighter fleet is tiny and partially unserviceable, limiting air superiority.
      ________________________________________
      📌 2. The MiG-29 Failure
      • Malaydesh bought 18 MiG-29Ns in the 1990s.
      • Retired early (2015) due to:
      o High operating cost.
      o Reliability issues.
      o Poor logistics support from Russia.
      • Replacement program (“MRCA”) delayed for over a decade because of budget constraints and political indecision.
      👉 Result: Fighter numbers dropped sharply → “air power gap” still not fixed.
      ________________________________________
      📌 3. Transport & Airlift
      • C-130 Hercules fleet (14 units) → old but reliable, used for logistics & disaster relief.
      • A400M Atlas (4 units, delivered 2015–2017)
      • Gap: Malaydesh lacks enough airlift to rapidly reinforce East Malaydesh (Sabah & Sarawak).
      ________________________________________
      📌 4. Maritime Patrol Aircraft (MPA) Weakness
      • Currently uses Beechcraft King Air B200Ts → outdated and limited range.
      • Malaydesh faces constant Chinese Coast Guard intrusion in South China Sea, but has no dedicated long-range MPA fleet.
      • Boeing P-8 Poseidon (used by US, Australia, India) is far beyond Malaydesh ’s budget.
      👉 Weak maritime domain awareness → navy operations suffer too.
      ________________________________________
      📌 5. Helicopter Fleet
      • Nuri helicopters (Sikorsky S-61) retired in 2019 due to age.
      • Replacement delayed — Army and Air Force face lift helicopter shortage.
      • Only a few AW139 and EC725 Cougar are available, limiting troop transport and search & rescue (SAR).
      ________________________________________
      📌 6. Air Defense & Radar
      • Malaydesh has no long-range surface-to-air missile (SAM) systems.
      • Relies only on short-range man-portable systems (MANPADS) and some older gun-based defenses.
      • Radar coverage is patchy, especially over the South China Sea.
      👉 Meaning: Malaydesh n airspace is vulnerable to intrusion by modern air forces.

      Hapus
    11. 2026 = CUT DEFENSE BUDGET
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      📌 1. Chronic Budget Constraints
      • Defense spending is only ~1% of GDP (2024), among the lowest in ASEAN.
      • Most regional peers spend closer to 1.5–3% of GDP (Singapore, Vietnam, Thailand, Indonesia).
      • This means:
      o Little money for modernization.
      o Old equipment kept in service far too long.
      o Programs constantly delayed or cancelled.
      👉 Core issue: Malaydesh cannot fund a modern military with such a small envelope.
      ________________________________________
      📌 2. Poor Budget Distribution
      • 50–55% of the defense budget goes to salaries, pensions, and allowances.
      • Operations & maintenance (O&M): chronically underfunded.
      • Procurement/modernization: gets only 15–20% of the budget (too low).
      👉 Result: Malaydesh pays for people, not capability. Troops are numerous but poorly equipped.
      ________________________________________
      📌 3. Aging & Obsolete Equipment
      • Army (TDM): still relies on 1980s armored vehicles, limited artillery, no modern air defense.
      • Navy (TLDM): fewer than 10 serious warships, only 2 old submarines, Littoral Combat Ship (LCS) scandal left modernization frozen for a decade.
      • Air Force (RMAF/TUDM): small fighter fleet, many grounded, lacks long-range SAMs or modern drones.
      👉 Malaydesh platforms are outdated compared to Singapore, Indonesia, Vietnam.
      ________________________________________
      📌 4. Procurement Delays & Scandals
      • LCS scandal (6 Gowind-class ships, none delivered since 2011).
      • MiG-29 replacement delayed for over 10 years, only FA-50s ordered in 2023.
      • Army modernization programs constantly shifted or downsized.
      • Corruption, political interference, and lack of accountability = wasted billions.
      👉 Loss of trust: Even inside ATM, officers see procurement as politically driven.
      ________________________________________
      📌 5. Political Interference & Short-Termism
      • Every change of government resets priorities.
      • Projects canceled or reshaped based on politics, not strategy.
      • Defense White Paper (2019) promised long-term stability, but ignored due to COVID and fiscal crisis.
      👉 ATM never gets consistent 10–20 year planning like Singapore’s MINDEF.
      ________________________________________
      📌 6. Weak Operations & Maintenance (O&M)
      • Not enough funds for spare parts, fuel, and maintenance.
      • Submarines sometimes not operational due to lack of upkeep.
      • Fighter aircraft often grounded.
      • Army vehicles and artillery poorly maintained.
      👉 Readiness is much lower than it looks on paper.

      Hapus
    12. 2026 = CUT DEFENSE BUDGET
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      1. Keterbatasan Anggaran dan Alokasi Belanja
      • Anggaran pertahanan Malaydesh stagnan di kisaran RM15–18 miliar per tahun, namun mayoritas digunakan untuk operasi harian—alih-alih modernisasi atau peningkatan kapasitas.
      • Anggaran 2024 hanya sebesar USD 4,16 miliar, dan lebih dari 40% digunakan untuk gaji dan tunjangan personel
      • DPR mendesak pemerintah untuk meningkatkan pagu hingga 1,5% dari PDB, bahkan beberapa pihak menganjurkan 4% PDB agar Militer Mampu menjalankan misi pertahanan yang optimal.
      ________________________________________
      2. Aset & Peralatan Usang
      • Terdapat 171 aset militer yang telah berusia lebih dari 30 tahun, mencakup:
      o 108 milik TDM
      o 29 milik TUDM
      o 34 milik TLDM
      • Contohnya:
      o KD Pendekar, kapal lama (~45 tahun), tenggelam setelah tertabrak objek bawah laut
      o Sepertiga armada kapal keamanan (misalnya dari Agensi Maritim Malaydesh ) rusak atau tidak berfungsi.
      ________________________________________
      3. Proyek Besar Tertunda dan Skandal Pengadaan
      • Proyek Littoral Combat Ship (LCS)—senilai RM9 miliar—berasal dari rencana 6 kapal:
      o Pengiriman pertama, Maharaja Lela, seharusnya 2019, tapi tertunda.
      o Proyek dihentikan dan dilanjutkan kembali, dengan estimasi pengiriman baru: satu kapal selesai 2026, sisanya 2029.
      • Skandal pengadaan LCS menunjukkan korupsi dan mismanagement—termasuk soal desain yang tidak dipilih RMN dan pembayaran besar sebelum penyelesaian desain.
      ________________________________________
      4. Korupsi, Perencanaan Buruk, dan Interferensi Politik
      • Militer Malaydesh berada dalam “band D, kategori risiko tinggi untuk korupsi di sektor pertahanan.”
      • Terdapat banyak intervensi politik dalam pengadaan dan kontrak militer, yang menurunkan efektivitas dan memunculkan biaya transaksional tak perlu.
      • Perencanaan yang buruk sering menyebabkan pengadaan disetujui tanpa kebutuhan pengguna yang jelas—contoh kasus jet tempur LCA.
      ________________________________________
      5. Masalah Operasional dan Sumber Daya Personel
      • Personel militer dilaporkan menghadapi masalah keterampilan berpikir, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah selama operasi
      • RMAF sendiri bermasalah dalam pemeliharaan pesawat dan pasokan suku cadang, untuk jenis lawas seperti Su-30MKM maupun Hornet bekas Kuwait.

      Hapus
  2. Hahhaahha...malaysial makin twrtinggal

    BalasHapus
  3. Sebaiknya jangan ambil contoh Indonesia. Kita hanya 0.8% dari PDB. Kalau mau yg keren ambil Mynamar (>6%), Brunei (3,8%) dan Singapura (2,8%).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bang IRS 0,8% aja sudah bisa beli banyak Alutsista Baru nah Malaysia yang katanya Ringgit berjaya tapi Alutsista sewa dan cancel semua hahaha....

      Hapus
  4. Ringgit berjaya tapi kok Alutsista sewa dan cancel semua ya itu Malaysia punya hahaha...

    BalasHapus