12 Juli 2026

Dirjen Pothan Tinjau Progres Pembangunan Frigate Merah Putih

12 Juli 2026

Kunjungan Dirjen Pothan ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) yang membuat bridge Fregat Merah Putih (photos: Ditjen Pothan)

Surabaya, - Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Muda TNI Sri Yanto, S.T., melaksanakan kunjungan kerja ke PT Teknik Tadakara Sumber Karya (TTS) dan galangan kapal PT PAL Indonesia di Surabaya, dalam rangka meninjau progres pembangunan Kapal Frigate Merah Putih TNI-AL yang merupakan salah satu program strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.


Dalam kunjungan tersebut, Laksda TNI Sri Yanto, S.T., menegaskan pentingnya implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mekanisme self assessment sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas industri pertahanan nasional. 


Setiap alutsista yang berhasil diselesaikan dan diserahkan kepada pengguna akan menjadi bagian dari realisasi pembangunan kekuatan pertahanan Republik Indonesia.


Melalui sinergi pemerintah dan industri pertahanan, pembangunan Frigate Merah Putih diharapkan mampu memperkuat kemandirian teknologi, meningkatkan daya saing industri nasional, serta mendukung terwujudnya postur pertahanan Indonesia yang tangguh.

34 komentar:

  1. SALAM FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)
    1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
    • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
    • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
    • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
    • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
    • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
    ----------------------------------
    2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
    • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
    • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
    • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
    • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
    • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
    • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
    ----------------------------------
    3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
    • Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
    • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
    • Rasio Beban Warga:
    o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
    o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
    ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    --------------------------------
    Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
    Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
    Malondesh (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
    Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
    -
    Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
    Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
    Malondesh (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
    -
    Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
    Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
    Malondesh (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
    Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
    -
    Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
    Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
    Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malondesh melalui modernisasi aktif.
    Peringkat 7: Malondesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
    -
    Krisis Administrasi & Degradasi Aset
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
    Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
    Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
    -
    Reputasi & Tekanan Internasional
    Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.


    BalasHapus
  2. FAKTA MISKIN = BUDGET MINUS
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS
    Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
    Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
    Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
    Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
    Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malaydesh setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
    -
    Kegagalan Aset Strategis & Operasional
    Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
    Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
    Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
    Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.

    BalasHapus
  3. INDONESIA sudah dapat ToK dan ToT dari Project Frigat Merah Putih....

    Lanjutkan Batch-2!

    BalasHapus
  4. Ya ampun ternyata dalam kapalnya masih terlalu banyak yang belum siap..... HAHAHAHAH

    guys... MALAYSIA bina 5 kapal LCS SERENTAK ya manakala INDIANESIA baru bina sebuah kapal..... itu pun ketahuan MIDLAS FAKE DUMMY....HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bina 5 LCS serentak??.....tak ada yang jadi sama sekali gempur keledai Malaya 😂😂😂

      Hapus
    2. Serentak 😄😄🤣🤣
      1 kapal aja 15 tahun itupun human eror salah potong
      WTF 🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    3. SALAM FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara Malondesh setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.
      -
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat Malondesh rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      Malondesh: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    4. SALAM FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Analisa SIPRI: 6 Tahun Tanpa Realisasi (2020–2025)
      Data menunjukkan tren penurunan dari ekspektasi menuju kevakuman total:
      Fase Janji (2020–2021): Status hanya Planned (Dijangka), tidak ada eksekusi kontrak.
      Fase Ketidakpastian (2022–2023): Status Selected Not Yet Ordered. Alutsista dipilih tapi tidak dibayar/dipesan karena kendala anggaran.
      Fase Kelumpuhan (2024–2025): Lembar SIPRI KOSONG TOTAL. Malondesh resmi absen dari aktivitas transfer senjata berat global, setara dengan negara-negara ekonomi kecil di ASEAN.
      Kontras Regional: Indonesia menunjukkan "Lembar Belanja Penuh" dengan pengadaan strategis (Rafale, A400M, Rudal Khan) yang mengonfirmasi kekuatan fiskal dan visi modernisasi yang jelas.
      -
      Kelemahan Struktural: Absennya Korps Marinir
      Berbeda dengan Indonesia (KORMAR), Filipina (PMC), dan Thailand (RTMC), Malondesh tidak memiliki Korps Marinir yang berdedikasi, yang berdampak pada:
      Fragmentasi Kekuatan: Kemampuan amfibi terpecah antara AD (Briged 10 Para) dan AL (PASKAL). Hal ini memicu masalah koordinasi dan absennya komando tunggal dalam operasi pendaratan.
      Ketertinggalan Doktrin: Masih terjebak pada doktrin land-centric (berbasis darat), padahal tantangan utama adalah kedaulatan maritim.
      Kekosongan Aset Amfibi: Tanpa korps khusus, pengadaan aset seperti kapal pendarat dan kendaraan amfibi bersifat sepotong-sepotong (piecemeal) dan tidak terintegrasi.
      -
      Kerentanan di Laut China Selatan
      Daya Gentar Lemah: Kapal-kapal RMN (Royal Malondesh Navy) seringkali lebih kecil dan kurang bertenaga dibanding kapal Coast Guard China yang merambah EEZ mereka.
      Kesulitan Logistik Island-Hopping: Tanpa kekuatan Marinir yang terintegrasi, memperkuat pertahanan di pos-pos terpencil (terumbu karang/pulau sengketa) menjadi lambat dan berisiko tinggi.
      -
      Akar Masalah: Fiskal dan Administrasi
      Hambatan Anggaran: Anggaran pertahanan yang fluktuatif dan beban utang negara membuat pembentukan cabang militer baru (Marinir) selalu dibatalkan.
      Jebakan Birokrasi: Kompleksitas administrasi menyebabkan modernisasi berjalan di tempat, sementara negara tetangga (Indonesia & Filipina) terus melesat dengan penguatan pertahanan kepulauan.
      -
      Kesimpulan:
      Status "SIPRI KOSONG" selama 2 tahun terakhir bukan sekadar masalah teknis, melainkan sinyal kebangkrutan pertahanan. Tanpa alutsista baru dan tanpa Korps Marinir yang kuat, Malondesh kehilangan daya tawar (deterrence) secara signifikan di kawasan ASEAN.

      Hapus
    5. 17 KREDITUR LCS
      Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
      --------------------------------
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)

      Hapus
    6. LCS BAYAR NGPVs
      -
      LCS (Littoral Combat Ship)
      Anggaran Awal: RM9,12 Miliar
      Estimasi Biaya Akhir: RM11,22 Miliar
      Besaran Hutang: RM1,75 Miliar (Terdiri dari hutang bank RM956 juta dan hutang kepada vendor/OEM RM801 juta).
      Status Pengiriman: Belum ada (Target kapal pertama tahun 2026).
      -
      NGPV (New Generation Patrol Vessel)
      Anggaran Awal: RM5,35 Miliar
      Estimasi Biaya Akhir: RM6,75 Miliar
      Besaran Hutang: RM400 Juta (Liabilitas sisa yang sempat dibayar menggunakan dana pengalihan dari proyek LCS).
      Status Pengiriman: Selesai (6 Unit Kapal).
      -
      OPV (Offshore Patrol Vessel)
      Anggaran Awal: RM740 Juta
      Estimasi Biaya Akhir: RM940 Juta
      Besaran Hutang: RM152,6 Juta (Berupa pinjaman dana penyelamatan/pinjaman mudah dari pemerintah kepada kontraktor untuk menyelesaikan proyek).
      Status Pengiriman: 1 Selesai, 2 Unit dalam proses.
      -
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALAYDESH in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      ---------------------------------
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)

      Hapus
    7. HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
      -
      😝RONGSOK1967, 1968😝

      Hapus
    8. SALAM FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)
      1. REKOR CRASH ALUTSISTA & MODERNISASI MANDEK
      • MRCA (2017–2025): Ganti MiG-29N usang ➡️ ZONK (Beralih ke LCA FA-50).
      • LCS (2011–2025): Proyek Gowind RM9-11B ➡️ ZONK (Korupsi Lumut/Boustead, 0 kapal siap).
      • SPH (2016–2025): Artileri CAESAR/K9 ➡️ ZONK (Penundaan anggaran lintas rezim).
      • MRSS (2016–2025): Logistik amfibi 15-to-5 ➡️ ZONK (Konstruksi mundur ke RMKe-13 2026).
      • Penyebab: Politik labil (5x Ganti PM, 6x Menteri Pertahanan sejak 2011).
      ----------------------------------
      2. REFORMASI EKONOMI 2023–2026 = MISKIN
      • 2026: Kemenkeu perintahkan pangkas budget operasi kementerian akibat konflik eksternal.
      • 2026: Pembekuan pengadaan militer/polisi per Januari pasca-skandal suap eks petinggi.
      • 2026: Gelombang PHK massal mencapai puncaknya (24.100 pekerja SOCSO + 5.000 internal Petronas).
      • 2025: Laporan SIPRI kosong melompong (0 transaksi/ekspor senjata besar).
      • 2024: Dokumen tahunan SIPRI nihil (Zonk, hanya mencatat sewa aset luar).
      • 2023: Kemenhan batalkan sepihak 5 tender suplai logistik dan infrastruktur pertahanan.
      ----------------------------------
      3. BEBAN UTANG PER KAPITA 2026
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — Lewat batas aman 65%).
      • Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — Kategori kritis ASEAN).
      • Populasi Total: 36.385.115 Jiwa.
      • Rasio Beban Warga:
      o Utang Publik/Penduduk: RM 49.196
      o Utang Domestik/Penduduk: RM 45.348
      ➡️ TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      --------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, Scorpène, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: Malondesh (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      Malondesh (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      Malondesh — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan Malondesh (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.
      -
      Jebakan Utang & Krisis Fiskal Malondesh
      Penyebab utama stagnasi pertahanan adalah beban finansial yang ekstrem:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Inklusi liabilitas 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang).
      Rasio Utang: 70,4% dari PDB (Melewati limit 65%).
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Mengukuhkan diri sebagai Raksasa Ekonomi (Top 6 PPP Dunia) dan kekuatan militer elit global.
      Malondesh: Mengalami Demiliterisasi De Facto dan penurunan kelas akibat krisis utang sistemik, korupsi, dan kegagalan kontrak berulang.

      Hapus
    9. FAKTA MISKIN = BUDGET MINUS
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      Malaydesh terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Global
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 (pembekuan pengadaan) guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA mempersempit ruang gerak fiskal negara.
      Reputasi Regional: Kekalahan WO 0-3 (sanksi AFC/CAS) dan kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 mencerminkan keruntuhan sistemik di level administrasi nasional.
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).

      Hapus
    10. Orang gila dr sebrang meracau🤣🤣🤣

      Hapus
    11. Sifat asli you orang Malaydesh ya begini.

      Hapus
  5. Ada malaysdesh yang LOW IQ Grade berkomentar:

    GEMPURWIRA12 Juli 2026 pukul 16.41
    Ya ampun ternyata dalam kapalnya masih terlalu banyak yang belum siap..... HAHAHAHAH

    guys... MALAYSIA bina 5 kapal LCS SERENTAK ya manakala INDIANESIA baru bina sebuah kapal..... itu pun ketahuan MIDLAS FAKE DUMMY....HAHAHAHAH

    Netizen INDONESIA tertawa lepas terhadap malaydesh MISKIN LOW IQ Grade

    15 tahun first steel cutting langsung 6 unit LCS Gowind class malaydesh di BELANDA sampai hari ini pun tidak ada yang selesai 100% dan aktif operasional . Justru jadi FFBNP /Fitted For But Not Paid


    WKWKWK ....

    BalasHapus
  6. Yang kita buat heavy frigate ya lon beda kelas hahha
    Mamg malondesh buat kapal 15 tahun
    Human ERORRRRR SALAH POTOMG🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  7. LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    ----
    NGEMIS LPD
    NGEMIS AH1Z
    Initially, the MALAYDESH marine corps will lack an amphibious naval platform as the RMN’s only amphibious ship, It is currently in discussions with both France and South Korea over acquiring a landing platform deck (LPD). The U.S. has also offered MALAYDESH the LPD USS Denver after it decommissions it in 2014. U.S.-based defense companies are also discussing selling MALAYDESH the AH-1Z
    ----
    NGEMIS POHANG
    NGEMIS POHANG
    NGEMIS POHANG
    Asrizal Rusli Beli LCA F/A-50 18 buah, percuma Pohang-class 2 buah..kalau jadi kenyataan aku janji akan meminati K-Pop termasuk drama dan band-nya..aku juga akan sertai army BTS untuk melengkapkan lagi sokongan aku kepada produk Korea Selatan.
    ----
    NGEMIS KAPAL 1967
    NGEMIS KAPAL 1967
    NGEMIS KAPAL 1967
    The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -----
    NGEMIS KAPAL 1968
    NGEMIS KAPAL 1968
    NGEMIS KAPAL 1968
    USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    ===================
    • LCS USD 4,74 BILLION/5 UNIT = USD 948 MILLION/UNIT.
    • USD 948 JUTA (EXCLUDING AMMO) = FFBNW = MANGKRAK DELAYED
    -NO NSM.
    -NO VL MICA.
    -NO TORPEDO RINGAN.
    -NO SECONDARY GUNS.
    -NO BOFORS MK3.
    https://en.wikipedia.org/wiki/Maharaja_Lela-class_frigate
    -------------
    PRICE DESTROYER DAN FREGAT =
    -KDX 3 CLASS/SEJONG USD 900 JUTA/UNIT
    -TYPE 052D CLASS USD 500-600 JUTA.
    -TYPE 055 CLASS USD 920 JUTA.
    -OPV PPA USD 1,3 BILLION/2 UNIT = USD 650/UNIT
    -------------
    MALAYDESH 's military equipment is old due to a number of factors, including:
    • Outdated equipment
    The majority of the MALAYDESH Armed Forces' (MAF) equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
    • Low and erratic allocations
    The Royal MALAYDESH Navy (RMN) has many ships that are older than the HTMS Sukhothai, which sank in 2022.
    • Government's inability to provide modern equipment
    The government is unable to provide the MAF with modern defense assets.
    • Defense industry issues
    The defense industry is controlled by the government, but some say it lacks accountability and determination. Some issues include the import of critical components, local companies acting as intermediaries for foreign companies, and a lack of research and development.
    ==============
    NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)

    BalasHapus
  8. Indonesia sudah SIGNED Kontrak Efektif 48 unit Full Combat Ready Made in Turkiye KAAN Gen 5

    This signature is not merely an export milestone – it marks the beginning of a new era in engineering, production, and technology sharing,” Türkiye’s Secretariat of Defense Industries (SSB) said in a statement quoted by Aviation Week.

    The KAAN deal, which has been valued by one publication at around $10 billion, marks an extension of Jakarta’s promiscuous approach to the modernization of the Indonesian Air Force, which currently includes a mix of ageing U.S.-made F-16 and Russian Sukhoi Su-27 and Su-30 jets.

    https://thediplomat.com/2025/07/indonesia-signs-contract-with-turkiye-to-buy-48-kaan-fighter-jets/

    BalasHapus
  9. Artinya:

    Dengan kesepakatan Indonesia - Turkiye KAAN Gen 5 maka:
    Di Indonesia hadir Manufaktur:
    1. Manufacturing Line KAAN Gen 5 Jet Fighter seperti FACO / Final Assembly and Check Out pada F-35A/B di ITALY
    2. Global Supply Chain KAAN Gen 5 Jet Fighter

    Dikerjakan di Indonesia oleh:
    TAI Turkiye
    PT DI Bandung
    PT Republik Armorindo Defense

    Dimana Indonesia itu memiliki peningkatan kapasitas dan kapabilitas manufacturing:
    1. FACO
    2. Struktural Airframe/Wing production
    3. Global Supply Chain
    4. Hub wilayah Asia Pasifik untuk Sales dan MRO


    Kalo malaysdesh yang LOW IQ Grade itu hanya bisa BUAL BESAR di forum DS ini

    BalasHapus
  10. FAKTA MISKIN = BUDGET MINUS
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA:
    Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
    -
    TOTAL PENGELUARAN:
    Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
    -
    ALOKASI BELANJA:
    Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
    -
    ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
    PENDAPATAN HABIS TOTAL: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
    -
    DEFISIT ANGGARAN KRONIS
    Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
    Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
    Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
    Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malaydesh melalui modernisasi aktif.
    Peringkat 7: Malaydesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
    -
    Krisis Administrasi & Degradasi Aset
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
    Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
    Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
    -
    Reputasi & Tekanan Internasional
    Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.

    BalasHapus
  11. LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------
    HIBAH KAPAL 1967 = The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -----
    HIBAH KAPAL 1968 = USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    -----
    HIBAH KAPAL 1980 = KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
    -----
    PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG = Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
    -----
    HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991 = Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
    -----
    HIBAH KAPAL1990–1991 = KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALAYDESH in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
    -----
    HIBAH KAPAL 1989 = KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
    -----
    KAPAL BUATAN 1960 =
    BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
    -----
    KAPAL BEKAS BEKAS MMEA = RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
    -----
    SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT
    SEWA UTILITY BOAT
    SEWA RIGID HULL FENDER BOAT
    SEWA ROVER FIBER GLASS
    SEWA EC120B
    SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE
    Mungkin ada yang tertanya-tanya, namun kaedah penyewaan ini bukanlah kali pertama dilakukan. Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM.
    Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator dan SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
    Melalui kaedah SEWAan ini, tempoh masa untuk melaksanakan proses perolehan termasuk berkaitan tender serta pembinaan aset dapat dikurangkan.
    -----
    SEWA KAPAL HIDROLOGI
    SEWA KAPAL HIDROLOGI
    SEWA KAPAL HIDROLOGI
    “Sehubungan itu, TLDM telah mengambil pendekatan di luar kotak dengan mendapatkan Aishah Aims 4 melalui konsep SEWAan yang mana kos operasinya jauh lebih rendah tetapi mampu keluarkan input lebih cepat dan berkesan,” katanya kepada pemberita selepas menyempurnakan majlis penerimaan kapal itu di Jeti Pusat Hidrografi Nasional (PHN) di sini.
    ==============
    NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP)

    BalasHapus
  12. Ya ampun kapal maharajatipu 15 thn masih belum selesai. Masih ompong. Nsm pun tak mau dipasang di kapal usang tsb 😁😁😁😁

    BalasHapus
  13. Warganyet bina 5 kapal sekaligus. Hasilnya setelah 15 thn tak ada satupun yg selesai. Ha ha ha ha ha

    BalasHapus
  14. Bina 5 kapal utk tangkap sotonggggg

    BalasHapus
  15. No NSM No CMS kongsberg makin lama itu kapal...Rudal masih Kajian2... Beli belum tentu bayar cash dan gak langsung diproduksi masih ada antrian dan prioritas pabrik ..makin Karan dan kedinginan itu kapal ...kalau mangkrak bagusnya jadi kapal nelayan tangkap Sotong..

    BalasHapus
  16. Nasib Si M 😁
    No Shopping si M 🤓

    BalasHapus
  17. Ngasih liat Si M 😁

    Rafale F4 😘

    https://x.com/i/status/2075536278255505785

    https://x.com/i/status/2075539093531119621

    Dalam video terlihat pilot Rafale TNI AU menggunakan MSA LA100 dan Masker Oksigen ULMER UA21S

    https://x.com/i/status/2075612457121554887

    BalasHapus
  18. KAPAL MAHARATIPUTIPU MALAYDESH SESUAI IQ WONDALEAF BERUK BOTOL 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  19. Otak mereka memang hanya 1cc,dan itu pun di dengkul om 😅

    BalasHapus
  20. Xaxaxaxaxaxa serentak bina 6 kapal d kurangi 5 kapal, 15 th tak satupon yg jadi padahal cuma kapal kecik nan comel, ompong pula xaxaxaxaxaaxaxaxa SEDAPNYE UANG KOPI, JOM SONGLAP!!!!! xaxaxaxaxaxaxax nih lon🍌🍌🍌🍌🍌🍌🍌😁😁😁😁😁🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪

    BalasHapus
  21. faktanya pengerjaan konstruksi FMP lebih rapih & cepat daripada kapal mangkrak seblah haha!✌️👍😉

    BalasHapus
  22. kapal darat seblah
    Waduu kabel bergelantungan
    Masa pake 2 ac split..katanya kapal mahal haha!😝🍌🤣

    Naval Grup aja komplen, hasil audit malah ketauan 4000 pcs Salah Pasang haha!😆😝🍌


    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNR18vCJLPT3_OrFsBOUtEvww45HsJTBKpudaTHFxCs4OcYHVj7YfBUPLPHSZsuwJr3-mmKcTbQWuL7Jl2s8Qxo0ikkEaTYx9wNas7LuCjKSSLmAiVRFYSU_q_qPhXaQS0SID1aAUfcmP1qJAhWqnKUZwbKJ2oTxgS_kScN_2weM03WzEhyPUFs4RFivys/s2048/508119924_1296001788548052_4699490409577093236_n.jpg

    BalasHapus
  23. Si gempur tengok defense blog Indonesia karena jelous,,kampung dia tak mampu shoping aset hanya sebatas tertarik dan ambil brosur dan kaji berkepanjangan,,tengok je case LCS Maharajalama,,belasan tahun belum siap2,,rasuah tak ada yg masuk jail,,lembab kasian 3x !🥴

    BalasHapus