ADV Guidance dalam RIMPAC 2026 (photos: dvids)
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memajukan kemampuan peperangan bawah laut gabungan di bawah Pilar 2 kemitraan AUKUS yang melibatkan Australia, Inggris, dan AS, demikian disampaikan oleh Departemen Pertahanan (DoD) Australia pada 13 Agustus.
Australia dan Amerika Serikat bersama-sama menguji wahana maritim nirawak serta teknologi terkait—termasuk sistem komunikasi akustik—selama Latihan 'Rim of the Pacific' ('RIMPAC') 2026 yang berlangsung dari 24 Juni hingga 31 Juli di wilayah Kepulauan Hawaii dan sekitarnya.
DoD menyatakan bahwa personel dari Defence Science and Technology Group (DSTG), Angkatan Laut Kerajaan Australia (RAN), dan Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) bersama-sama mendemonstrasikan operasi wahana maritim nirawak dari kapal Australian Defence Vessel (ADV) Guidance.
Menurut DoD, kapal Guidance yang memiliki panjang 107 meter ini mendukung pengerahan dan pengujian platform bawah laut robotik dan otonom serta sistem pengawasan bawah laut. Kapal ini memiliki lebar 22 meter dan bobot benaman (displacement) sebesar 7.400 ton.
Sistem milik Australia yang diuji coba selama latihan tersebut meliputi wahana bawah laut nirawak (UUV) Kongsberg Hugin Superior, remotely operated vehicle (ROV) kelas kerja Schilling, wahana permukaan nirawak (USV) Seasats Lightfish, serta sistem relai komunikasi akustik bawah laut yang dapat dikerahkan, Rock Lobster.
DoD menyebutkan bahwa Hugin Superior dan ROV Schilling dikerahkan secara bersamaan untuk melaksanakan misi navigasi dan pencarian bawah laut yang kompleks di dalam area latihan. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana mitra AUKUS meningkatkan kemampuan mereka dalam mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman maritim.
(Jane's)

.webp)




FAKTA MALAYDESH SANGAT PARAH DAN MEMALUKAN GUYS....AKIBAT PERJUDIAN DAN LGBT DILEGALKAN JUGA DISOKONG KERAJAAN TAK ADA AKHLAK 🔥🔥🔥🔥🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣
BalasHapusSebanyak 14 warga negara Malaydesh ditangkap karena mencoba menyelundupkan narkoba di luar negeri sepanjang 2026, dengan beberapa kasus menonjol terjadi di Indonesia melibatkan modus kurir badan hingga kru pesawat. Berita terbaru ini dilaporkan oleh media CNN Indonesia.
Kasus Penyelundupan Narkoba WN Malaydesh di Indonesia
- 14 Orang Ditangkap Global: Sepanjang tahun 2026, tercatat ada 14 WN Malaysia yang ditangkap di berbagai negara karena kasus narkoba dengan total barang bukti mencapai puluhan kilogram.
- Kasus Pilot Malaysia Airlines: Seorang pilot berinisial MSO ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta karena membawa ribuan pil ekstasi dan sabu dengan berat total mencapai sekitar 25 kg di dalam koper.
- Kurir di Bandara Juanda: Seorang pemuda WN Malaysia berinisial DI (22) ditangkap di Bandara Juanda, Sidoarjo, karena melilitkan 990 gram sabu dan 1.089 pil ekstasi di balik korset tubuhnya.
https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260812125136-113-1391414/14-warga-malaysia-ditangkap-karena-narkoba-di-luar-negeri-pada-2026&ved=2ahUKEwj7qdmghZ-WAxWFcGwGHRBhJYwQFnoECCsQAQ&usg=AOvVaw24ZsmTXqLHx8Q9oqhst1-
MALAYDESH SUDAH HANCUR EKONOMINYA, PARA BERUK BOTOL LEBIH MEMILIH JADI PENGEDAR DAN SELUNDUP DADAH AKA BARANG HARAM .....TANIAH MALAYDESH 🔥🔥🔥🔥🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣
BalasHapusKASTA FFBNP (NOT PAID) = 2025-2024 SIPRI KOSONG = MADANI (MALONYET DADAH NEGERI)
BalasHapus-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
2023 = NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
2021 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
-
2020 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
---------------------------------
Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
MALONYET (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
2020–2021: Planned (Hanya wacana).
2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
-
Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALONYET:
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
-
Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALONYET kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
-
Fenomena Demiliterisasi De Facto MALONYET
Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
-
Kesimpulan Strategis 2026
Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
MALONYET: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").
KASTA NOT PAID -FFBNP = BARTER LEASING
BalasHapus-
INDONESIA
a. 48 KAAN Gen 5
b. 42 RAFALE Gen 4.5
c. 16 Sukhoi 27/30
d. 33 F16
e. 12 M346FA
f. 20 T50i
g. 24 HAWK
=============================
=============================
MALONYET
a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
--------------------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
--------------------------------------------
Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
Kesimpulan Strategis
Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.
BEDA KASTA
BalasHapusREAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
-
INDONESIA
AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
a. 140 M
b. 6.626 TON
c. Meriam 76mm Otmel
d. CIWS 35mm Millenium
e. 12.7mm Lionfish RCWS
f. 64 Midlas VLS
g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
i. SONAR HMS Fersah
j. Torpedo B515
k. SSM
l. SAM
=============================
=============================
MALONYET
GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
a. 111 M
b. 3.100 TON
c. Meriam 57mm
d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
e. 30mm RCWS
f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
h. SONAR = NOT PAID
i. NO TORPEDO = NOT PAID
j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
k. SAM FFBNP = NOT PAID
--------------------------------
FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
LAUGHING STOCK TO THE WORLD
Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
--------------------------------
FACT NOT YET DELIVERED :
LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
--------------------------------
Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
-
Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
-
Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
Indonesia (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
-
Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Analisa Sosial-Reputasi: Krisis Identitas & Administrasi
Kritik Pemimpin: Pernyataan Mahathir tentang "Melayu Malas/Miskin" dan Anwar Ibrahim tentang korupsi proyek banjir mempertegas masalah struktural ekonomi.
5X KING 5X PM 6X MINDEF : NOT PAID-FFBNP = NO SHOPPING JUST LEASING
BalasHapusSEWA 53 HELI BEKAS
SEWA 53 HELI BEKAS
TUDM SEWA =
12 AW149
4 AW139
5 EC120B
TLDM SEWA =
2 AW159
TDM SEWA =
4 UH-60A
12 AW149
BOMBA SEWA =
4 AW139
POLIS SEWA =
7 BELL429
JABATAN PM SEWA =
1 AW139
MMEA SEWA =
2 AW159
===================
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. MKM BARTER PALM OIL
62. MIG29N BARTER PALM OIL
63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
64. SCORPENE BARTER PALM OIL
65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
67. FA50M BARTER PALM OIL
===================
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
negri🎰kasino semenanjung GAGAL dapet NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES,
BalasHapusNSM=NGAMUK🔥 SI MISQUEEN🍌
yg kocak sodara sepupunya dr negri kangguru, Ostralia kok dapet NSM, padahal bukan NATO haha!😝😄🤣
kahsiyan tak dianggap...
FFBNP om Pal a.k.a kagak bayar xaxaxaxaxaxaxaxa aje gile 15th g d bayar, lha yg katanya sdh bayar RM 6B dari RM 9B itu bayar kemana coba????....SEDAPNYE UANG KOPI, JOM SONGLAP!!!!!!...xaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxxaa
HapusWITHOUT MALONYET =
BalasHapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
INDIANESIA GEMPA guys......
BalasHapusWITHOUT MALONYET =
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
WITHOUT MALONYET =
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
WITHOUT MALONYET =
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.
KASTA FFBNP (NOT PAID) = 2025-2024 SIPRI KOSONG = MADANI (MALONYET DADAH NEGERI)
Hapus-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALONYET 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
-
1. INDONESIA – PERINGKAT 13
-
2. VIETNAM – PERINGKAT 23
-
3. THAILAND – PERINGKAT 24
-
4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
-
5. MYANMAR – PERINGKAT 35
-
6. FILIPINA – PERINGKAT 41
-
7. MALONYET – PERINGKAT 42
-
8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
-
9. LAOS – PERINGKAT 125
---------------------------------
2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
2023 = NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
2021 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
-
2020 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
---------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALONYET kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
-
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
KASTA FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
HapusKASTA FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
---------------------------------
MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONYET BADUT FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONYET BADUT FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONYET BADUT FFBNP = MASS LAYOFFS
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
2024 MALONYET BADUT FFBNP = SIPRI EMPTY
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
“Caste FFBNP-Not Paid = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
HapusYear-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
Detailed Annual Breakdown
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
“Caste FFBNP-Not Paid = MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen”
HapusYear-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
2021: RM 67,667 (Pandemic peak; household debt ratio hit a record 89.1%).
2022: RM 70,901 (Up by RM 3,234).
2023: RM 74,587 (Up by RM 3,686).
2024: RM 79,315 (Up by RM 4,728).
2025: RM 81,998 (Up by RM 2,683).
2026: RM 94,544 (A massive surge of RM 12,546; government debt has breached the safety limit at 70.5% of GDP).
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
Detailed Annual Breakdown
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
----------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
5X KING 5X PM 6X MINDEF : NOT PAID-FFBNP = NO SHOPPING JUST LEASING
HapusSEWA 53 HELI BEKAS
SEWA 53 HELI BEKAS
TUDM SEWA =
12 AW149
4 AW139
5 EC120B
TLDM SEWA =
2 AW159
TDM SEWA =
4 UH-60A
12 AW149
BOMBA SEWA =
4 AW139
POLIS SEWA =
7 BELL429
JABATAN PM SEWA =
1 AW139
MMEA SEWA =
2 AW159
---------------------------------
FACT 5x KING MALONYRT
FACT 5x PM MALONYRT
FACT 6x MINDEF MALONYRT
KASTA FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
KASTA FFBNP : NO SHOPPING JUST LEASING
---------------------------------
MALONYET shipyards face several key problems including: intense competition from neighboring countries like Singapore with more advanced infrastructure, limited techNOLogical capabilities, supply chain disruptions due to global factors like COVID-19, a shortage of skilled labor, inconsistent demand for shipbuilding, and sometimes issues with project management and cost overruns, particularly when building complex vessels; all of which can hinder their competitiveness in the international market.
Specific challenges:
• Infrastructure limitations:
MALONYET ports might not be as modern or well-equipped as those in Singapore, leading to inefficiencies and higher costs.
• Skill gap:
A lack of highly skilled workers in shipbuilding can impact quality and production timelines.
• Nological limitations:
MALONYET shipyards may not have access to the latest shipbuilding techNOLogies, hindering their ability to build complex vessels.
• Market volatility:
Depending heavily on the oil and gas industry for demand, fluctuations in the market can significantly impact orders for offshore vessels.
• Cost competitiveness:
Facing pressure to compete on price with other regional shipyards, which can sometimes lead to compromising quality.
• Project management issues:
Past instances of delays and cost overruns in major shipbuilding projects have raised concerns about project management capabilities.
Recent developments:
• Focus on green nology:
MALONYET shipyards are increasingly looking to build more environmentally friendly vessels like LNG-powered ships to stay competitive.
• Collaboration with international partners:
Some MALONYET shipyards are collaborating with foreign companies to access advanced techNOLogy and expertise.
• Government initiatives:
The MALONYET government is providing incentives to boost the shipbuilding industry and address some of these challenges
---------------------------------
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced problems with its equipment, including outdated assets, technical issues, and budget constraints.
Outdated assets
Aircraft
The MAF has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain. The RMAF's BAE Systems Hawk fleet and Aermacchi MB-339CMs have been grounded.
Ships
The RMN's vessels are approaching or have reached their age limit. The KD Rahman submarine had technical issues that prevented it from submerging.
Weapons
The MAF has advanced weapon systems from different countries, which can lead to technical and logistical problems.
Technical issues
Submarines
The KD Rahman submarine had technical issues that prevented it from submerging.
Weapon systems
The MAF's weapon systems have differing technical standards and specifications, which can lead to inefficiencies.
Budget constraints
Defense budget: The MAF's defense budget has been stagnant for several years.
Procurement system: The MAF's procurement system has been criticized for being inefficient and susceptible to external interference
WITHOUT MALONYET =
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
Status Darurat Pertahanan & Anggaran 2026 –
• CUT DEFENSE BUDGET: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah.
• NSM BANNED (Mei 2026): Norwegia memblokir pengiriman rudal NSM karena MALONYET dilarang menerima senjata canggih non-NATO.
• FREEZE PROCUREMENT: Sejak 16 Januari 2026, seluruh kontrak militer/polisi dibekukan akibat skandal suap mantan panglima.
• F/A-18 BATAL: Akuisisi Hornet bekas Kuwait resmi gugur setelah 4 kali pengiriman surat berakhir tanpa hasil.
• REWORK LCS: Naval Group dipaksa melakukan audit dan pengerjaan ulang (re-work) pada 4.000 instalasi pipa dan kabel yang cacat.
Rekor "Salam Kosong" SIPRI (2020–2025) –
• 2025 - 2024: Status KOSONG (Nol transfer persenjataan baru).
• 2023: Status Tanpa Order (Not Yet Ordered).
• 2022: Status Dipilih Tanpa Order (Selected Not Yet Ordered).
• 2021 - 2020: Status Hanya Rencana (Planned/Dijangka).
• Pembatalan Tender: Pada 2023, MINDEF membatalkan 5 tender infrastruktur utama demi mencegah kebocoran anggaran.
Erosi Kedaulatan & Diplomasi "Babu" –
• Babu Panda Mat Puteh: Terjebak pengaruh China dan Inggris; tentara RAMD justru disibukkan menjaga Istana Buckingham (2024).
• Laut Hilang: Kapal Coast Guard China kuasai Beting Patinggi Ali selama 359 hari (2024) dan 257 hari (2025).
• Udara Jebol: Tercatat 43 kasus pencerobohan udara asing, termasuk formasi masif 16 pesawat tempur asing.
• Klaim Non-Blok Palsu: Kontradiksi kehadiran militer Australia secara permanen di Pangkalan Butterworth.
Isolasi Global & Kegagalan Kepemimpinan –
• DITOLAK DUNIA: Gagal masuk anggota penuh BRICS & G20; hanya jadi "negara mitra" sementara tetangga resmi jadi anggota penuh.
• Diplomasi Memalukan: Gagal bertemu Raja Salman (2023) dan insiden tanpa sambutan resmi di UEA (2022).
• Ekonomi Lumpuh: Puncak 24.100 PHK pada Januari 2026 menurut data SOCSO seiring memburuknya iklim investasi.
Data Beban Kumulatif Rakyat 2026 –
• Total Hutang: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
• Beban Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban RM 94.544; terjepit hutang pemerintah dan utang rumah tangga.
DAFTAR PERBANDINGAN STRATEGIS 2026
HapusI. SEKTOR PERTAHANAN & MILITER
• Status Indonesia (Moderenisasi Agresif):
o Anggaran: USD 20 Miliar (4,3x lipat lebih besar).
o Fokus: Pengadaan ofensif strategis (Rafale, Scorpene, Frigate, Rudal Balistik).
o Strategi: Diversifikasi mitra (Prancis, Italia, Turki, AS) & Kemandirian Industri (PT PAL).
o Dampak: Penguatan posisi sebagai "Big Brother" di ASEAN.
• Status "MALONYET" (Stagnasi & Krisis):
o Anggaran: USD 4,7 Miliar (Terbatas akibat utang).
o Kondisi Jet: SU-30MKM (Embargo suku cadang), Hornet (Rangka tua), Hawk (Sering jatuh).
o Status Proyek: Canary Project (Delay), Hornet Kuwait (Gagal), LCS (Cacat produksi).
o Ketergantungan: Beralih ke skema sewa (leasing) & jet ringan (FA-50M) tanpa senjata berat.
II. INDIKATOR EKONOMI & FISKAL
• Skala Ekonomi (GDP):
o PDB Nominal RI: USD 1,69 Triliun (3,67x lipat MALONYET).
o PDB PPP RI: USD 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia).
• Kesehatan Utang (Debt Ratio):
o Utang Pemerintah RI: 41,1% (Aman, limit 60%).
o Utang Pemerintah "MALONYET": 70,5% (Overlimit, limit 65%).
o Utang Rumah Tangga "MALONYET": 84,3% (Krisis finansial keluarga).
• Beban Rakyat (Estimasi 2026):
o "MALONYET" menanggung beban total RM 94.544 per warga.
o Defisit anggaran "MALONYET" mencapai 3,8%.
III. KETAHANAN STRATEGIS & KOMODITAS
• Energi: Indonesia Eksportir Batubara vs "MALONYET" Importir (Tergantung RI).
• Pangan: Indonesia Surplus Beras vs "MALONYET" Krisis Beras, Daging, & Telur.
• Finansial: Indonesia posisi Kreditur vs "MALONYET" posisi Debitur (Beban denda).
• Politik: Indonesia stabil vs "MALONYET" 5x Ganti PM & 6x Menhan (Program membeku).
IV. KESIMPULAN PERBANDINGAN RIIL
• Skala PPP: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari "MALONYET".
• Daya Saing: Indonesia melesat ke Top 6 Global, "MALONYET" terancam tertinggal oleh Vietnam & Filipina.
• Isolasi: "MALONYET" berisiko ditolak oleh EU, UN, FIFA, hingga G20 periode 2018-2026
--------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
Hapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALONYET setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
Hapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
Indonesia (Aktif):
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
Mesin: TP400-D6.
MALONYET (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
-
Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
-
Tantangan Operasional & Internal
Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
-
Sorotan Skandal & Opini Publik
Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
-
Kesimpulan Perbandingan
Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
MALONYET: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.
------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
Hapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
Peringkat 23: Filipina.
Peringkat 26: Singapura.
Peringkat 40: Thailand.
Status MALONYET: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
-
Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
-
Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
Vietnam – Peringkat 23
Thailand – Peringkat 24
Singapura – Peringkat 29
Myanmar – Peringkat 35
Filipina – Peringkat 41
MALONYET – Peringkat 42
-
Kronologi Kegagalan Kontrak MALONYET (Timeline "Prank")
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
-
Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
PDB PPP (Daya Beli Riil):
Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
MALONYET: US$ 1,34 Triliun
Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
PDB Nominal (Nilai Pasar):
Indonesia: US$ 1,69 Triliun
MALONYET: US$ 0,46 Triliun
Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.
------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
Hapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
--------------------------------
📄 1. Ambitious Policy Documents with Limited Follow-Through
• MALONYET ’s first Defence White Paper (DWP), launched in 2019, laid out a 10-year roadmap for force modernization, defense industry reform, and multi-domain readiness.
• It proposed initiatives like:
o A revised National Military Strategy
o A Defence Capacity Plan
o A National Defence Industry Policy
• However, by 2021–2025, many of these remained in draft form or unimplemented, with only partial progress on cyber and air surveillance capabilities.
Impact: Strategic clarity exists, but execution lags, creating a credibility gap between policy and reality.
🕰️ 2. Stalled Programs and Missed Timelines
• The Littoral Combat Ship (LCS) program is the most glaring example:
o RM9 billion allocated for six ships
o None delivered as of 2025
o Delays linked to mismanagement, redacted audits, and political interference
• Other programs like the Ground-Based Air Defence (GBAD) system and High Mobility Armoured Vehicles (HMAV) remain unfunded or stuck in approval stages.
Impact: Operational capability suffers, and the military continues to rely on aging platforms.
🏛️ 3. Political Instability and Policy Discontinuity
• MALONYET experienced multiple changes in government between 2020 and 2022, disrupting defense planning cycles.
• Each administration brought new priorities, causing re-scoping, delays, or abandonment of existing programs.
• Even when policies are reaffirmed, bureaucratic inertia and fragmented oversight slow implementation.
Impact: Defense reform lacks continuity, and long-term planning is undermined.
------------------------------
FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
Hapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
--------------------------------
Analisa Fenomena "BORROWING TO REPAY DEBT" (2018–2026)
MALONYET terjebak dalam Debt-Servicing Cycle kronis, di mana pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan pokok utang lama:
Titik Nadir (2023): Rekor tertinggi 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) lari ke pembayaran utang lama.
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58% - 58,9%. Artinya, lebih dari separuh uang yang dipinjam negara tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti nyata keputusasaan fiskal melalui metode open donation rakyat untuk membantu utang negara yang menembus RM1 Triliun.
-
Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
-
Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
-
Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALONYET.
------------------------------
KASTA NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
KASTA NOT PAID FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
WITHOUT MALONYET =
BalasHapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
________________________________________
INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
KESIMPULAN:
5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
Nasib Si M 😁
BalasHapus
Terlilit utang semua, pemerintah korporat dan rumah tangganya, hidup dari gali lobang tutup lobang, rakyatnya jadi kurir dadah, defisit gede, subsidi besar, sda minim, jadi penampung timah dll selundupan, militer lemah takde shopping hanya sewa receh, sipri zonk ber tahun2, takde latihan jimat kos budget ciput, beras impor, jagung impor, makan nasi lemak pun tergantung kita, kelapa ngemis tak hanya pesawat rongsokan tua versi basic, mana ditolak juga, bina boat cacat 15 tahun, takde misil, peluru amunisi kecil takde pulak, tukang prenk, akan akan diujungnya kensel, etc etc hehe
Kementan 80 persen kebutuhan kelapa Malaysia dipasok dari Indonesia - ANTARA News Jambi https://share.google/yCoKy7alyLg2NH5en
Jakarta (ANTARA) -
Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Malaysia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap pasokan buah kelapa dari Indonesia, dengan sekitar 80 persen kebutuhan negara tersebut dipenuhi dari Indonesia.
Delegasi Malaysia Sempat Datangi Kantor Amran, Mohon-mohon Ini ke RI https://share.google/7APr2eyKykSfSHwCP
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan, Malaysia sempat mendatangi kantor Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. Kedatangan tersebut dipicu kekhawatiran Negeri Jiran terhadap pasokan kelapa dari Indonesia yang menjadi penopang utama kebutuhan industri mereka.
Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Agus Rosyid Wasingun mengatakan, permintaan global terhadap kelapa Indonesia terus meningkat. Bahkan, Malaysia saat ini sangat bergantung pada pasokan kelapa dari Indonesia.
Hilirisasi Produk Pertanian Beri Nilai Tambah hingga Rp35 Kuadriliun https://share.google/2KvnEbvGfsKxAEi5e
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim hilirisasi komoditas unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit atau CPO, kelapa, hingga gambir berpotensi menghasilkan nilai tambah hingga Rp35 kuadriliun, atau setara sekitar 10 tahun APBN.
Ini baru dari 1 sektor Pertanian saja, belum dari sda Pertambangan, proyek2 strategis besar hilirisasi/industrialisasi sudah dan sedang berjalan, DSI ekspor 1 pintu, gebuk genk garong Si upil dan Si M, plus program swasembada yang luas, pangan, energi dll, stop impor hemat devisa, surplus takde lagi defisit, penerimaan negara dan devisa naik tajam, 2-4 tahun an lagi fiskal kita akan meningkat signifikan, budget besar, shopping pertahanan sekarang belum seberapa 🤗😘😎
Prabowo Ungkap PT DSI Kelola US$ 10,5 Miliar dalam 2 Pekan Beroperasi https://share.google/mhuH0Rffh3py90nPs
Kebijakan ekspor 1 pintu akan diperluas terhadap komoditas2 lain dan juga akan didirikan BMKS (bursa mineral dan komoditas strategis) Indonesia. Ini akan menutup income haram Si M dari manipulasi transaksi, harga, perdagangan, penyelundupan dll, makin teruk Si M 🤓
“Ini saya mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis,” ucap Prabowo saat pidato RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8).
Beberapa komoditas yang disebut antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet.
Prabowo Targetkan Operasional Bursa Mineral dan Komoditas Mulai 1 Januari 2027 | kumparan.com https://share.google/tCbphQyim6t1ytlD3
Sebentar lagi semua kran ekspor komoditas mentah ditutup termasuk kelapa, semua akan di hilirisasi di dalam negeri, pabrik pengolahan sedang dibangun kerjasama dg investor dari koh iping, Si M kalau mau bikin nasi lemak dll kudu beli produk santan kemasan kita, no more kelapa murah lagi, inflasi akan naik, idup warga Si M akan makin sengsara.
HapusNO MONEY: INDEKS REKAPITULASI KRISIS MULTIDIMENSI MALONYET (2020–2026)
BalasHapus________________________________________
1. INDIKATOR REKONSILIASI DATA STRATEGIS NASIONAL
(Sumber: SIPRI / GFP / BULOG / MOF / Petronas / IEA)
• Energi (Listrik): Ketergantungan 23,97 Juta MT Batubara Indonesia memasok 80% PLTU nasional demi cegah blackout total.
• Pangan (Beras): Eksekusi impor darurat 500.000 Ton dari BULOG Indonesia akibat jeratan Food Insecurity akut.
• Protein Hewani: Degradasi status menjadi Net Importer ayam pasca-penghapusan subsidi komoditas telur senilai RM 1,2 Miliar.
• Sengketa Gas: Defisit likuiditas memicu kegagalan Petronas membayar denda arbitrase US$ 32,2 Juta kepada PGN Indonesia.
• Fiskal & Utang: Proyeksi total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio PDB kritis 70,4%.
• Militer (Pertahanan): Kebijakan Pembekuan Total pengadaan alutsista 2026 akibat gurita kartel korupsi dan kegagalan jet tempur.
• Peringkat Global: Merosot ke posisi 7 di ASEAN (Peringkat 42 Dunia) dalam rilis data kekuatan militer GFP 2026.
________________________________________
2. TIMELINE HISTORIS REKOR "PRANK" PERTAHANAN (2005–2026)
(Sumber: SIPRI / FlightGlobal / Janes / Kemenhan / Bernama)
• 2005 (Prank China): Wacana pembelian sistem rudal KS-1A dan janji transfer teknologi berakhir zonk.
• 2014 (Prank Prancis): Rencana pengadaan 18 unit jet Dassault Rafale (USD 2 Miliar) mangkrak permanen akibat krisis kas negara.
• 2016 (Prank Prancis): Pembatalan sepihak dokumen Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit sistem artileri Nexter Caesar.
• 2017 (Prank Pakistan): Negosiasi jet tempur JF-17 Thunder menguap sebagai wacana publikasi media tanpa ada realisasi kontrak.
• 2018 (Prank Indonesia): Komitmen penandatanganan kontrak kapal MRSS dengan PT PAL Indonesia batal total.
• 2022 (Prank India): Jet HAL Tejas tersingkir pasca-evaluasi panjang, beralih memilih unit FA-50 Korsel yang berujung blokade komponen.
• 2022 (Prank Turki & Slovakia): Pengadaan sistem artileri Yavuz dan EVA 155mm dinyatakan batal serta mangkrak total.
• 2023 (Prank PBB): Pengiriman unit taktis IAG Guardian ditolak PBB karena gagal spesifikasi teknis dan dijatuhi sanksi finansial.
• 2024–2025 (Prank Black Hawk): Program sewa 4 unit helikopter UH-60A terhambat birokrasi berbelit tanpa ada kedatangan fisik unit.
• 2026 (Prank Kuwait): Pembelian armada bekas F/A-18 Hornet dibatalkan resmi kabinet karena lonjakan biaya logistik.
• 2026 (Pembekuan Total): Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyetop seluruh proyek modernisasi akibat penyelidikan skandal korupsi internal.
________________________________________
3. MATRIKS AKUMULASI UTANG DAN LIABILITAS FEDERAL (2010–2026)
(Sumber: Bloomberg / Reuters / CNA / The Star / The Edge / MOF / Bernama)
• Fase Krisis Awal (2010-2014): 2010: RM 407,1 M | 2011: RM 456,1 M | 2012: RM 501,6 M | 2013: RM 547,7 M | 2014: RM 582,8 M.
• Fase Pra-Konsolidasi (2015-2017): 2015: RM 630,5 M | 2016: RM 648,5 M | 2017: RM 686,8 M.
• Fase Inklusi Liabilitas 1MDB (2018-2019): 2018: RM 1,19 T | 2019: RM 1,25 T (Bloomberg & Reuters: Integrasi utang mega skandal).
• Fase Wang COVID-19 & Stimulus (2020-2022): 2020: RM 1,32 T | 2021: RM 1,38 T | 2022: RM 1,45 T (The Star & The Edge: Dampak pendanaan pandemi).
• Fase Batas Kritis Belanjawan (2023-2026): 2023: RM 1,53 T | 2024: RM 1,63 T | 2025: RM 1,71 T | 2026: RM 1,79 Triliun (Proyeksi Dokumen Resmi MOF).
------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
Nah udah dirangkum nih, ketergantungan energi, pangan dll Si M ke kita 😊
Hapus15 Tahun menunggu Gowing lcs ternyata,
BalasHapusNSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES...
akibat FITTED FOR BUT NOT PAID (FFBNP) haha!🤥❌️😝
Pesen tp cuma bual tanpa DP, emang buat barang g pake duit kali ya om Pal xaxaxaxaxaxaxa buang air kecil saja bayar 2rb xaxaxaxaxaxaxaxaxaxa
HapusCSG Parade Oktober kita haha!🚀🥳🦾
BalasHapus✨️kasel Cakra & Nagapasa klas
✨️Garibaldi/Gajah Mada klas
✨️FMP- Balaputradewa Klaa
✨️PPA- Brawijaya Klas
✨️PKR- REM Klas
✨️LPD/LST
✨️Tanker
seblah pasti NGAMUK🔥
Sebelah negara vassal yang terjebak dengan sistem kapitalisasi neoliberal dari majikan2nya, dibangun dengan tingkat utang tinggi dari level negara korporat serta rumah tangganya dan memprioritaskan perusahaan2 besar asing menguasai perekonomiannya di sektor manufaktur, tanpa menjaga sektor pertanian kerakyatannya, minim sda, populasi/pasar domestik kecil, bergantung dengan ekspor produk manufaktur yang bermarjin tipis, rapuh rentan terhadap kompetisi dari negara lain, dan gejolak global.
HapusSekarang situasinya rumit om, APBN nya stack, bayar utang gede, defisit gede, subsidi gede, no moni, no shopping, lemah tapi masih gede bual, iri dan pengganggu tetangga2 nya 🤓
BKN ngamuk..tp lutut lemes..sama menggigil..britisss..help me..hold me..don't loss me..🤣🤣🤣😁😁😁😜😜😜
HapusASET TERBARUW BULAN AGUSTUS hore haha!👍🥳🤑
BalasHapus✅️KSR NEW
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122307929504218737&id=61556562131504
✅️TRG 122mm GUIDED ROCKET🚀
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122320589174196909&id=61555907296700
pasti makin cemburu iri dengki para warganyet kl, yg sepi shopping haha!😆🤥😭
yg ini hasil Shopping amunisi mlrs bulan laluw....tes tembak uhuy haha!🚀☠️🦾
sumber amunisi beda2 sengaja kali yak biar gak kelacak jumlahnye haha!✌️🚀🤭
✅️⬇️✅️⬇️
TNI AL Uji Fungsi Roket 122 MM Serbia untuk Marinir
https://indonesiadefense.com/tni-al-uji-fungsi-roket-122-mm-serbia-untuk-marinir/#google_vignette
Welkam il78 Super Tanker😎
BalasHapustak ada bantahan, jadiiiiì...
Midas otewe hore haha!🥳🤑✌️
warganyet kl, KALAH LAAGIIIII..👎
✅️⬇️✅️⬇️
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono memberi respons atas kabar TNI AU bakal diperkuat pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A asal Rusia. Dia tidak membantah rencana akuisisi tersebut. "Kita masih menunggu," kata Tonny kepada Republika di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026).
https://news.republika.co.id/berita/tjn5n7484/kabar-tni-au-bakal-diperkuat-pesawat-ilyushin-ksau-kita-masih-menunggu-part2
Tak hanya bawa Mi17 Brand New...
BalasHapusSi Midas yg angkut kita bungkus jugakkkk haha!🤑👌😉
warganyet kl, PANIK🥶KOYAK🔥
✅️⬇️✅️⬇️
Detik Il-76 landing Semarang
https://www.instagram.com/reel/DTuNGPAgQVc/
DATA RECIPIENTS IMPOR SENJATA UTAMA GLOBAL (SIPRI OUT LIST)
BalasHapus(Catatan: MALONYET Resmi Keluar dari Daftar 40 Importir Terbesar Dunia)
• Peringkat 1–20: 1. Ukraina | 2. India | 3. Arab Saudi | 4. Qatar | 5. Pakistan | 6. Jepang | 7. Polandia | 8. AS | 9. Kuwait | 10. Australia | 11. UEA | 12. Mesir | 13. Inggris | 14. Israel | 15. Belanda | 16. Korsel | 17. Jerman | 18. INDONESIA | 19. Yunani | 20. Norwegia.
• Peringkat 21–40: 21. China | 22. Italia | 23. FILIPINA | 24. Türkiye | 25. Brasil | 26. SINGAPURA | 27. Bahrain | 28. Maroko | 29. Denmark | 30. Rumania | 31. Belgia | 32. Belarusia | 33. Aljazair | 34. Taiwan | 35. Hungaria | 36. Kazakhstan | 37. Serbia | 38. Kanada | 39. Spanyol | 40. THAILAND.
• Analisis Data: Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand mendominasi, sedangkan MALONYET dinyatakan Out List (Daftar Lengkap SIPRI).
________________________________________
KRONOLOGI ENAM TAHUN REKOR LEMBAR KOSONG SIPRI MALONYET
• SIPRI 2020: Status Planned (Dijangka) — Proyek alutsista hanya tertahan sebagai rencana awal tanpa ada penandatanganan kesepakatan finansial.
• SIPRI 2021: Status Planned (Dijangka) — Pembatasan anggaran domestik menghentikan kelanjutan negosiasi pengadaan platform baru.
• SIPRI 2022: Status Selected Not Yet Ordered — Jenis pesawat dan sistem persenjataan dipilih namun gagal menerbitkan nota kontrak order resmi.
• SIPRI 2023: Status Not Yet Ordered — Penurunan likuiditas keuangan memaksa militer absen penuh dari aktivitas pemesanan baru global.
• SIPRI 2024: Status KOSONG — Lembar transaksi impor nihil seiring membubungnya beban utang federal dan liabilitas berjalan.
• SIPRI 2025: Status KOSONG — Mengalami kemandekan total setelah dilaksanakannya moratorium belanja modal militer oleh kabinet.
________________________________________
INDEKS KEKUATAN TEMPUR REALISTIS REGIONAL (GFP 2026 ASEAN)
• Peringkat 1: Indonesia (Skor: 0,2582 — Dunia: 13 | Hegemon Kekuatan Kawasan).
• Peringkat 2: Vietnam (Skor: 0,4066 — Dunia: 23).
• Peringkat 3: Thailand (Skor: 0,4458 — Dunia: 24).
• Peringkat 4: Singapura (Skor: 0,5272 — Dunia: 29).
• Peringkat 5: Myanmar (Skor: 0,6265 — Dunia: 35).
• Peringkat 6: Filipina (Skor: 0,6993 — Dunia: 41).
• Peringkat 7: MALONYET (Skor: 0,7379 — Dunia: 42 | Terlempar dari Papan Atas ASEAN).
• Peringkat 8: Kamboja (Skor: 1,6591 — Dunia: 83).
• Peringkat 9: Laos (Skor: 2,7411 — Dunia: 125).
--------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
SISTEM DAN PLATFORM TUA =
BalasHapus171 aset militer (ad, al, au) berusia di atas 30 tahun (data 2024)
kapal serang cepat (fac) tldm berusia di atas 40 tahun
tidak kompatibel dengan sensor, senjata, & komunikasi modern
biaya upgrade sangat mahal atau mustahil karena struktur usang
--------------------------------
ketergantungan suku cadang asing =
inventaris gado-gado (as, inggris, prancis, rusia, dll)
logistik rumit: suku cadang harus diimpor dari berbagai negara
oem berhenti produksi suku cadang (discontinued)
apc condor & tank scorpion andalkan supplier yang sudah tutup
--------------------------------
kerusakan berulang & siklus perbaikan =
tingkat kegagalan tinggi akibat usia & iklim tropis
teknisi terpaksa lakukan perbaikan "tambal sulam" (patchwork)
28 dari 34 kapal perang tldm berusia di atas 40 tahun
kesiapan armada jatuh & misi sering gagal (low mission success)
--------------------------------
kuras anggaran & biaya peluang =
60-70% anggaran habis untuk gaji & perawatan besi tua
dana terserap untuk servis aset usang, bukan beli alutsista baru
investasi tinggi tapi tidak ada peningkatan kekuatan (stagnasi)
kegagalan membangun kemandirian mro domestik
--------------------------------
tabel ringkasan beban biaya tinggi =
sistem usang: platform >30-40 tahun (incompatible & mahal)
dependensi asing: supplier beragam & risiko politik (biaya inflasi)
sering mogok: aus tropis & kegagalan komponen (downtime lama)
impas anggaran: dana habis untuk perawatan (stagnasi strategis)
--------------------------------
skala inventaris besi tua =
171 aset militer atm berusia di atas 30 tahun (data akhir 2024)
angkatan darat: 108 unit usang
tudm: 29 pesawat uzur
tldm: 34 kapal tua
kapal serang cepat (fac) tldm mendekati usia setengah abad
--------------------------------
ketiadaan rencana penggantian terstruktur =
tidak punya roadmap modernisasi multi-tahun yang jelas
pengadaan bersifat ad hoc, reaktif, & disetir kepentingan politik
proses anggaran tidak transparan terkait jadwal penggantian aset
apc condor uzur belum diganti meskipun butuh 136 unit hmav segera
--------------------------------
beban perawatan & pembusukan kapabilitas =
aset tua butuh servis berkala dengan suku cadang yang sudah punah
ketinggalan zaman: platform tua tidak bisa integrasi dengan sistem baru
gagal penuhi standar interoperabilitas dengan sekutu modern
sensor & senjata kapal tua tldm sudah tidak relevan dengan standar laut modern
--------------------------------
konsekuensi strategis =
kemampuan proyeksi kekuatan & jaga wilayah maritim merosot tajam
lemah dalam merespons ancaman keamanan regional
kalah saing dari indonesia, vietnam, & singapura yang punya jalur modernisasi jelas
risiko kehilangan daya gentar (deterrence) di asia tenggara
--------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
2026 DEFENSE COLLAPSE =
BalasHapuscut defense budget (miskin)
nsm missile banned (norway)
f/18 hornet kuwait batal
freeze procurement (bribery scandal)
phk massal (socso data)
--------------------------------
sipri & contract performance =
id: full shopping tier-1 (rafale/kaan)
id: turkey contract $13 billion
my: sipri kosong 2024-2025 (zonk)
my: turkey contract only $1.17b (9%)
--------------------------------
ownership vs leasing =
id: absolute owner (cash/credit)
id: massive tot & local production
my: renter nation (barter sawit)
my: leasing heli/training jets/bikes
--------------------------------
fiscal health & debt (2026) =
id: govt debt safe (41.1% gdp)
my: govt debt overlimit (70.5% gdp)
my: total debt 224% gdp (bankrupt)
my: debt-to-debt payment cycle
--------------------------------
people's burden (2025-2026) =
my: rm 82,000 debt per capita
my: 300,000+ new unemployment
my: 1 in 3 mental health crisis
my: unpaid military camp utilities
--------------------------------
lcs project final status =
rework 4000 pipes & cables
rm 11.2b cost balloon
15 years mangkrak project
failed naval deterrence
--------------------------------
strategic conclusion =
indonesia: regional hegemony (kaan stealth)
MALONYET: defense paralysis (renter military)
my: loss of sovereignty credibility
my: budget spent on salaries not weapons
--------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
BalasHapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
1. STATUS INVENTARIS SIPRI 2025
Indonesia (Aktif/Masif):
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Mesin TP400-D6, Air Refuel System.
Darat: Rudal Bora, Rudal Khan, Drone Anka-S.
Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine, LM-2500.
MALONYET (Kosong/Stagnan):
Status: "Salam Kosong" (2020–2025). Tidak ada kontrak efektif, hanya rencana (planned) atau pesanan yang belum dieksekusi.
--------------------------------
2. PERINGKAT GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN
Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN).
Vietnam: Peringkat 23.
Thailand: Peringkat 24.
Singapura: Peringkat 29.
Myanmar: Peringkat 35.
Filipina: Peringkat 41.
MALONYET: Peringkat 42 (Turun ke posisi 7 di ASEAN).
--------------------------------
3. ANALISA KONTRAS FISKAL & EKONOMI
INDONESIA (SEHAT):
GDP: USD 1,44 Triliun.
Debt-to-GDP: 40% (Di bawah batas aman 60%).
Kemampuan: Belanja tunai dan kredit ekspor resmi untuk modernisasi.
MALONYET (Kritis):
GDP: USD 416,90 Miliar.
Debt-to-GDP: 69% (Melampaui limit 65%).
Beban: Hutang negara RM 1,65 Triliun; 84% warga tidak memiliki tabungan bulanan.
--------------------------------
4. PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA & LAUT
INDONESIA (TRANSFORMASI GEN 4.5/5):
Akuisisi 42 Rafale, 24 F-15IDN, dan pengembangan KF-21 Boramae.
MALONYET (Kelistrikan & "Prank"):
Aset Grounded: MiG-29N, MB339CM, Heli Nuri.
Skandal: Kehilangan 48 unit Skyhawk dan 2 mesin jet.
Proyek Mangkrak: Kapal LCS (karatan) dan OPV.
--------------------------------
5. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING)
AKIBAT KETERBATASAN ANGGARAN, MALONYET BERALIH DARI KEPEMILIKAN MENJADI PENYEWA ASET:
Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan simulator.
Darat: Sewa truk 3 ton, motor polisi (BMW R1250RT), dan kendaraan 4x4.
Laut: Sewa kapal hidro-oseanografi dan berbagai jenis boat (FIB, RHFB).
------------------------------
WITHOUT MALONYET =
THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
KASTA NOT PAID -FFBNP = BARTER LEASING
BalasHapus-
INDONESIA
a. 48 KAAN Gen 5
b. 42 RAFALE Gen 4.5
c. 16 Sukhoi 27/30
d. 33 F16
e. 12 M346FA
f. 20 T50i
g. 24 HAWK
=============================
=============================
MALONYET
a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
--------------------------------------------
KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
--------------------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
---------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
MALAYDESH KASTA NOT PAID -FFBNP DAN NEGERI SARANG BARANG HARAM BIKIN MALU KAWASAN SAJA 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapus