08 Oktober 2026

MBDA Menawarkan SM39 Block 2 Mod 2 untuk Kapal Selam Scorpène Indonesia

08 Oktober 2026

Rudal SM-39 Exocet varian submarine-launched memiliki jangkauan 50 km (photo: MBDA)

Dalam rangkaian kegiatan Press Tour EURONAVAL 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Maritim Prancis (GICAN), MBDA mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut menawarkan rudal anti-kapal Exocet varian peluncuran kapal selam untuk kapal selam Scorpène Evolved milik Indonesia di masa depan.

Menanggapi pertanyaan dari Naval News, MBDA menyatakan pihaknya menawarkan SM39 Block 2 Mod 2, varian Exocet peluncuran kapal selam terbaru yang saat ini sedang dalam tahap produksi penuh. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa kontrak pengadaan dua kapal selam Scorpène Evolved yang sedang berjalan telah mencakup kemampuan peluncuran SM39, sebagaimana dilaporkan sebelumnya oleh Naval News.

MBDA menyatakan bahwa mereka menawarkan SM39 - dan bukan SM40 generasi berikutnya yang masih dalam tahap pengembangan - karena mempertimbangkan jadwal produksi kapal selam Indonesia.

Kapal selam Scorpène Evolved pertama dan kedua milik Indonesia dijadwalkan untuk diserahterimakan masing-masing pada tahun 2032 dan 2033. MBDA ingin memastikan bahwa TNI Angkatan Laut dapat melengkapi kapal-kapal tersebut dengan rudal anti-kapal peluncuran kapal selam pada saat serah terima atau segera setelahnya, jika diperlukan.

Sementara itu, SM40 yang masih dalam pengembangan mungkin tidak akan tersedia tepat waktu untuk memenuhi jadwal tersebut.

Namun, MBDA menegaskan bahwa Indonesia masih dapat mengakuisisi SM40 di masa mendatang. Perusahaan menyatakan hanya diperlukan penyesuaian minimal untuk menggunakan rudal yang lebih baru tersebut, karena SM39 dan SM40 menggunakan kapsul penyimpanan dan peluncuran yang sama, serta keduanya kompatibel dengan tabung torpedo kapal selam standar ukuran 533 mm. SM40 memiliki jangkauan 120 km dan dilengkapi dengan pencari (seeker) J-band generasi baru yang awalnya dirancang untuk MM40 B3c.

MBDA memperkirakan Indonesia akan melakukan pemesanan resmi untuk SM39 pada awal tahun 2027.


Tentang SM39 Block 2 Mod 2
SM39 diluncurkan dari tabung torpedo di dalam kapsul kedap air yang membawa rudal tersebut ke permukaan sebelum melepaskannya untuk terbang pada ketinggian rendah—menyusur permukaan laut (sea-skimming)—dengan kecepatan subsonik tinggi.

MBDA mencatat spesifikasi rudal ini memiliki berat 655 kilogram, panjang 4,69 meter, dan diameter 350 mm, dengan jangkauan operasional lebih dari 50 km. Rudal ini menggunakan navigasi inersia yang kemudian beralih ke pencari (seeker) RF aktif untuk pemandu fase terminal (terminal guidance).

Rudal ini membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi (high-explosive) yang dilengkapi dengan sekering benturan (impact fuse) dan sekering jarak dekat (proximity fuse).

Varian Block 2 Mod 2 merupakan standar produksi terkini dari SM39, yang mencakup pembaruan sistem elektronik, peningkatan kinerja pencari sasaran, serta kemampuan penanggulangan tindakan elektronik (electronic counter-countermeasure) yang lebih baik dibandingkan versi-versi sebelumnya.

Rudal ini telah digunakan pada kapal selam keluarga Scorpène sebelumnya, termasuk kelas Riachuelo milik Brasil, serta kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Prancis.

5 komentar:

  1. Kita pakai SM39 Block 2 Mod 2 terbaru, MALAYDESH ketinggalan lagi..

    HAHAHAHAAHAH

    🤣🤣😂😂😛😭

    BalasHapus
  2. Baca guys, ini bukti punya Malaydesh rudal tipe lama, usang..Malaydesh tak disebutkan disini

    hahahahahahahahh
    🤣🤣😂😂😛🤪😭

    "...Rudal ini telah digunakan pada kapal selam keluarga Scorpène sebelumnya, termasuk kelas Riachuelo milik Brasil, serta kapal selam bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Prancis.."

    BalasHapus
  3. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
    --------------------------------
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
    1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
    1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
    1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
    --------------------------------
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    --------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------
    Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
    MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
    NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
    -
    Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
    Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
    Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
    Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
    -
    Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
    Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
    Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
    Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
    -
    Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
    Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
    Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
    Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
    -
    Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
    Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (13).
    Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

    BalasHapus
  4. SCORPENE MELAYU TOLOL MALAYDESH TAK PERLU RUDAL KARENA HANYA DIPAKAI BUAT TRANSPORTASI BARANG HARAM AKA DADAH SAJA 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus