30 Mei 2016

Project 23420 : Penerus Korvet Parchim

30 Mei 2016


Project 23420 Small Anti Submarine Warfare Ship (images : Almaz)

Biro rancang Almaz baru-baru ini memperkenalkan Project 23420, kapal kecil dengan kategori "small ASW ship" ini siap mengantikan korvet Project 133 Parchim class yang sudah sejak tahun 1980-an bertugas. Kapal dengan bobot 1300 ton ini lebih berat dari pendahulunya yang cuma 950 ton walaupun dengan ukuran panjang yang sama yaitu 75m dan lebar 13m.




Almaz adalah Biro Desain yang didirikan pada tahun 1949, Almaz adalah desainer Rusia terkemuka untuk kapal cepat (FAC), kombatan permukaan ukuran kecil dan menengah, kapal pendarat berbantalan udara, dan kapal khusus lainnya serta dok terapung.

Menurut Almaz, kapal ASW kecil ini dirancang untuk melakukan operasi tempur melawan musuh bawah air, permukaan dan udara, untuk menjaga pangkalan angkatan laut, untuk operasi pendaratan di pantai musuh dengan lindungan tembakan artileri, untuk berpatroli di perbatasan laut negara dan ZEE. 


Perbedaan utama yang mencolok dibandingkan Parchim adalah desainnya yang futuristik, dan adanya dek di bagian belakang yang digunakan untuk menampung UAV berjenis VTOL.



Perbedaan lainnya peluncur roket anti kapal selam dari semula dua dikurangi menjadi satu unit. Perkuatan dilakukan untuk mengatasi serangan udara, adapun peluncur torpedo dan bom laut tetap. Sama seperti Parchim, kapal ini juga tidak dilengkapi peluncur rudal anti kapal karena memang tidak didesain untuk beroperasi secara mandiri. 



Kapal ini mempunyai kanon utama 1 x 76-mm dan kanon sekunder 1 x 30 mm, kapal dapat menempuh jarak 2.500 mil laut, mempunyai ketahanan berlayar 15 hari di laut dengan jumlah kru sekitar 60 pelaut.




Untuk mengatasi serangan udara, rudal Igla menjadi andalannya, namun kapal ini telah dilengkapi dengan peluncur modern tipe Gibka 3M-47 turret berpeluncur otomatis. 



Untuk UAV, Rusia akan mengoperasikan Gorizont (Horizon) Air S-100, versi Rusia dari Camcopter S-100 yang telah dibuat di Rusia di bawah lisensi, UAV ini telah sukses dalam uji coba.



Korvet ASW kelas Parchim saat ini masih dioperasikan oleh Armada Baltik Rusia (8 unit) dan TNI Angkatan Laut yang mengakuisisi korvet jenis ini dari Jerman Timur (16 unit).

(Defense Studies)

3 komentar:

  1. Wah bisa dicontoh nih oleh TNI AL hmmm... asal anggarannya ada..

    BalasHapus
  2. Kabar baik kalo kapal ini diakuisisi indo...kapal rusia selain murah,simple perawatan n gahar persenjataannya.
    Harganya kalo ditaksir sekitar 100jt$/unit...murah meriah
    Ayo bungkus indo....

    BalasHapus
  3. mari dukung TNI AL untuk modernisasi armada parchim menjadi armada john lie class atau project 23240
    Jalesveva Jayamahe

    BalasHapus