27 Mei 2016

Sukhoi Kembali Pulang Setelah Menjalani Perawatan Berat

27 Mei 2016


Pesawat Su-30MK2 tiba kembali di Makassar (photo : TNI AU)

Satu unit jet tempur Sukhoi kursi ganda, Su-30 MK2 nomor ekor TS-3006,  tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar setelah diangkut menggunakan pesawat Antonov An-124-100 Ruslan dari Belarusia, Kamis (26/5/2016). Pesawat ini bukan pembelian baru, melainkan dibawa kembali pulang ke Indonesia setelah menjalani perawatan berat.

Jet tempur Beruang Merah ini tiba berikut puluhan peti material dan belasan awak pesawat. Peti-peti ini berisi komponen pesawat yang akan dirakit ulang di Skadron Teknik 044 Lanud Sultan Hasanuddin. Sebagaimana diketahui, untuk bisa diangkut ke dalam pesawat An-124 jet tempur Sukhoi harus dicopot beberapa bagiannya, seperti sayap tengah, sayap ekor, dan ekor tegaknya. Kemudian komponen-komponen tersebut dirakit kembali dan setelah itu pesawat menjalani uji terbang oleh pilot uji untuk memastikan semua sistem bekerja dengan sempurna.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Nanang Santoso didampingi para pejabat lanud menyaksikan langsung kedatangan penempur bertubuh bongsor itu yang dikeluarkan melalui “mulut” pesawat An-124-100 Ruslan di bagian depan.

TNI Angkatan Udara mengoperasikan 16 pesawat Su-27/30 yang dibeli dari Rusia sejak tahun 2003 dan dioperasikan oleh Skadron Udara 11. Sepuluh tahun setelah dioperasikan, armada Sukhoi TNI AU baru dilengkapi persenjataan. Dan saat ini, pesawat Su-27/30 menjadi jet tempur yang paling mematikan di TNI AU karena beragam persenjataannya yang sudah dimiliki. Mulai dari peluru internal, roket, bom, hingga rudal udara ke udara jarak menengah, maupun rudal penghancur sasaran di darat dan lautan.

Sementara itu, rencana pembelian jet tempur Su-35 yang merupakan varian termutakhir keluarga Flanker hingga saat ini masih berada di tataran ketidakpastian. Penyebabnya, kontrak pembelian yang disebut-sebut akan ditandatangani bulan ini belum juga dilaksanakan. Bahkan, dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia beberapa hari lalu, Menlu Retno Marsudi mengatakan tidak ada pembicaraan mengenai pembelian pesawat Sukhoi.

(Angkasa)

11 komentar:

  1. waduh..... perawatan nya harus disana ya...
    ngapa engak rawat dihangar negeri aja

    BalasHapus
  2. Pesawat umurnya pendek...ini sukhoi rasanya baru dibeli udah perawatan berat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jam terbangnya lumayan tinggi sepertinya om.

      Hapus
    2. Batas umur Sukhoi hanya 3000 - 4000 jam, dan tidak seperti F-16, tidak akan bisa diperpanjang lagi.

      Hapus
  3. Yang pernah diberitakan 2 sukhoi 27 tni melakukan perawatan berat, tp yang kembali kok sukhoi 30 mk2 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2 dari SU-30MK2 juga sudah rusak sejak tahun lalu.

      2 Su-30MK dari tahun 2003; juga sudah tidak lama kelihatan, dan kemungkinan sudah ngantri untuk balik ke Russia lagi utk perbaikan "berat"

      Hapus
  4. Sepertinya pembelian jaman bu mega kayanya. Kalo salah mohon maaf.

    BalasHapus
  5. Mas .mas sukhoi terkennal angkuh dan kuat di medan pertempuran ahirnya harus rawat inap di rusia broo ... sudah hanpir 10 tahun lamanya sukhoi megapdi mejaga ke utuhan luas nusantara tampa jatuh atau pun jatuh di tembak musuh .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari 13 tahun beroperasi, 9 tahunnya "menjaga wilayah udara nusantara" tanpa mempunyai satupun juga missile.

      Dan dari 16 pesawat yg "katanya" BELI BARU -- 4 sudah rusak berat sampai harus dikirim balik, sedangkan 2 lagi sudah lama tidak pernah terlihat.

      Kelihatannya sang penjaga utama wilayah nusantara tidak pernah berubah sejak tahun 1989 --- F-16.

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Dari mulai ngusir pesawat capung sampe militer asing semua pake sukhoi, pesawat lainnya phobia terbang sepertinya
    Wajar rawat inap d rusia...go go su-35

    BalasHapus