18 Juli 2026

KAI Selesaikan Pengiriman 6 Pesawat Latih T-50i ke Indonesia

18 Juli 2026

6 pesawat T-50i tambahqn telah diterima TNI AU (photo: TNI AU)

SEOUL, (Yonhap) -- Perusahaan pertahanan Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd., mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyelesaikan pengiriman enam pesawat latih canggih T-50i tambahan ke Indonesia.

KAI menandatangani kontrak untuk memasok pesawat T-50i ke Angkatan Udara Indonesia pada tahun 2021 dan memulai pengiriman pada bulan Februari.

Produsen pesawat ini pertama kali menandatangani kesepakatan untuk memasok 16 pesawat latih T-50 ke Indonesia pada tahun 2011, dan sekarang telah mengirimkan 22 pesawat.

6 pesawat T-50i tambahan sudah tidak lagi menggunakan camo hijau (photo: KAI)

Indonesia adalah pelanggan luar negeri pertama untuk T-50i, varian ekspor dari pesawat latih jet supersonik buatan Korea Selatan pertama.

Negara Asia Tenggara ini telah mengakuisisi 42 pesawat buatan Korea Selatan, termasuk 20 pesawat latih KT-1.

Kedua negara telah memperluas kerja sama di sektor pertahanan, dengan Indonesia mengambil bagian dalam proyek pengembangan bersama jet tempur KF-21 buatan Korea Selatan.

149 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Lunassss yaaaa haha!👍😎✌️

    BalasHapus
  3. Apa T50I PALING BASIC OMPONG RADAR versi NGUTANG tu.....??? HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. OMPONG RADAR KOK BISA IKUTAN PITCH BLACK DI OSI, DASAR BERUK BOTOL IQ WONDAKEAF......PITCH BLACK ITU PUNYA STANDART TINGGI BUAT ASET YG DIKIRIM BUAT LATIHAN.....MALAYDESB KIRIM APA KE PITCH BLACK....IPSSS SORRY NEGARA MISKIN MACAM MALAYDESH MANA MAMPU KIRIM ASET ¹ KE OSI 🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Emang repot menghadapi makhluk yg otaknya di dengkul.😆. 6 T-50i itu diproduksi dengan standar FA-50. Sdh ada radar Elta EL/M 2032 dan RWR sehingga bisa membawa semua senjata dan radar yg dibawa varian FA-50. T-50i TNi AU yg sdh operasional pun sdh dilengkapi radar EL/M-2032.l sejak 2018. Sama dg radar FA-50 Pinoy.

      Tuh lihat, nomenklatur T-50i baru T-50xx. Bukan lagi TT-50xx spt bacth 1 yg dikirim 2014 lalu. Kelebihan FA-50 asli ada pada struktur sayap yg lebih kuat sehingga bisa membawa muatan lebih banyak dan drop tank lebih besar.

      Ngerti nggak kamu aspek teknis begini? Atau terlalu berat bagi IQ mu yg hanya 1 cc.

      Hapus
    3. MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
      https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
      --------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
      --------------------------------
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
  4. Bulan Juli 2026 Aser Baruw
    ✅️T50I
    ✅️Mi 17
    ✅️BRAHMOS
    ✅️ASTRA

    Tiap Taun, Tiap Bulan, Tiap Minggu.NON STOP SHOPPING TERUSZ haha!👍🤑😎

    sementara negri🎰kasino genting tukang klaim,
    ❌️Batal Hornet Kuwait
    ❌️Batal NSM
    ❌️Batal pulak Pitch Black haha!😂🍌🤥

    FFBNP(NOT PAID) haha!🤣😋🍌

    BalasHapus
  5. YA AMPUn SI MISKIN NGUTANG saja KERJANYA ya....HAHAHAHHAHA



    Pemerintah Indonesia (melalui Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara) menggunakan skema Pinjaman Luar Negeri (PLN) untuk pengadaan alutsista, termasuk 6 unit jet latih tempur canggih T-50i dari Korea Selatan (KAI). Pinjaman ini mendukung kontrak pengadaan yang telah disepakati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
  6. tak hanya NSM BATAL❌️
    ehh Pitch Black pun negri🎰kasino genting.. Batal kirim jet❌️ haha!🤣🍌🤫
    negri para pembual lagi Jimat Kos Mode alias bokek haha!🍌🤥🤪

    BalasHapus
  7. FAKTA MALON BELASAN TAHUN TIADA SHOPING PESAWAT TEMPUR

    KASIHAN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  8. 2026 tetangga sebelah Batal terusssszzz haha!✌️😁🍌😋
    ❌️MRCA HORNET KUWAIT BATAL
    ❌️NSM BATAL
    ❌️PITCH BLACK BATAL

    ehh ketauan FITTED FOR BUT NOT PAID.. penipu paraahhh haha!🍌🤥😵‍💫

    BalasHapus
  9. FAKTA - KASTA PENGUTANG memang LAWAK....semua NGUTANG LENDER guys.............HAHAHAHAH

    T50 BASIC - HUTANG
    RAFAKE BASIC - HUTANG
    KAAN versi MEMBUAL- HUTANG
    KFX versi GAGAL- NUNGGAK HUTANG
    C130J- HUTANG
    A400M- HUTANG

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menghibur diri 🤣🤪😁

      Hapus
    2. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      ---------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.

      Hapus
    3. NOT PAID MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
      https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the Malaydesh government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYDESH DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      Malaydesh Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYDESH 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
  10. Aset kita Bertamba Banyak
    Tambah Moderen & Muda Perkasa haha!🦾✌️🚀

    lha BANANA🍌REPABLIK kuala lumpo..Aset Menua tanpa ganti kahsiyan dech haha!🤪🥶🍌

    BalasHapus
  11. Fakta malaydesh shopping F/A 50 dibayar pakai Minyak Sawit/Palm Oil

    https://www.kemalak.com.my/malaysia-pays-18-kai-fa-50-light-combat-aircraft-with-palm-oil/


    Netizen INDONESIA tertawa lepas terhadap malaydesh

    WKWKWK

    BalasHapus
  12. Klaim SHOPPING komplit & lunas...
    Tau Tau Gowing lcs...NGUTANG
    EMIR KUWAIT
    mana kegep FFB NOT PAID haha!🤥😁🍌

    BalasHapus
  13. Fakta malaydesh shopping LCA F/A 50 dibayar pakai Minyak Sawit/Palm Oil

    https://www.kemalak.com.my/malaysia-pays-18-kai-fa-50-light-combat-aircraft-with-palm-oil/


    Netizen INDONESIA tertawa lepas terhadap malaydesh

    WKWKWK

    BalasHapus
  14. ‎Nih Si M kang utang 😁

    Government Debt to GDP by Country in 2025
    ‎
    ‎🇯🇵 Japan: 230%
    ‎🇸🇩 Sudan: 222%
    ‎🇸🇬 Singapore: 176%
    ‎🇻🇪 Venezuela: 164%
    ‎🇱🇧 Lebanon: 164%
    ‎🇬🇷 Greece: 147%
    ‎🇧🇭 Bahrain: 143%
    ‎🇮🇹 Italy: 137%
    ‎🇲🇻 Maldives: 132%
    ‎🇲🇿 Mozambique: 131%
    ‎🇺🇸 United States: 125%
    ‎🇸🇳 Senegal: 123%
    ‎🇫🇷 France: 117%
    ‎🇨🇦 Canada: 114%
    ‎🇺🇦 Ukraine: 109%
    ‎🇧🇪 Belgium: 108%
    ‎🇧🇹 Bhutan: 106%
    ‎🇬🇧 United Kingdom: 103%
    ‎🇱🇰 Sri Lanka: 101%
    ‎🇪🇸 Spain: 100%
    ‎🇨🇳 China: 96%
    ‎🇧🇷 Brazil: 91%
    ‎🇵🇹 Portugal: 91%
    ‎🇸🇻 El Salvador: 88%
    ‎🇪🇬 Egypt: 87%
    ‎🇫🇮 Finland: 87%
    ‎🇦🇹 Austria: 82%
    ‎🇮🇳 India: 81%
    ‎🇹🇳 Tunisia: 81%
    ‎🇦🇷 Argentina: 79%
    ‎🇿🇦 South Africa: 77%
    ‎🇭🇺 Hungary: 75%
    ‎🇵🇰 Pakistan: 72%
    ‎🇾🇪 Yemen: 71%
    ‎🇲🇾 Malaysia: 70%
    ‎🇮🇱 Israel: 69%
    ‎🇰🇪 Kenya: 68%
    ‎🇲🇦 Morocco: 67%
    ‎🇸🇮 Slovenia: 67%
    ‎🇺🇾 Uruguay: 67%
    ‎🇸🇸 South Sudan: 66%
    ‎🇹🇭 Thailand: 65%
    ‎🇩🇪 Germany: 64%
    ‎🇳🇦 Namibia: 64%
    ‎🇲🇲 Myanmar: 64%
    ‎🇵🇼 Palau: 63%
    ‎🇦🇴 Angola: 62%
    ‎🇷🇴 Romania: 61%
    ‎🇲🇪 Montenegro: 61%
    ‎🇩🇴 Dominican Republic: 60%
    ‎🇵🇱 Poland: 60%
    ‎🇨🇷 Costa Rica: 60%
    ‎🇵🇦 Panama: 60%
    ‎🇸🇰 Slovak Republic: 60%
    ‎🇯🇲 Jamaica: 59%
    ‎🇬🇭 Ghana: 59%
    ‎🇨🇴 Colombia: 59%
    ‎🇲🇽 Mexico: 59%
    ‎🇵🇭 Philippines: 58%
    ‎🇨🇾 Cyprus: 58%
    ‎🇨🇫 Central African Republic: 57%
    ‎🇱🇸 Lesotho: 57%
    ‎🇭🇷 Croatia: 57%
    ‎🇸🇨 Seychelles: 57%
    ‎🇱🇷 Liberia: 56%
    ‎🇨🇮 Côte d'Ivoire: 56%
    ‎🇦🇱 Albania: 54%
    ‎🇩🇿 Algeria: 54%
    ‎🇪🇨 Ecuador: 54%
    ‎🇦🇲 Armenia: 53%
    ‎🇰🇷 South Korea: 53%
    ‎🇧🇫 Burkina Faso: 53%
    ‎🇳🇿 New Zealand: 53%
    ‎🇮🇶 Iraq: 53%
    ‎🇲🇰 North Macedonia: 53%
    ‎🇺🇬 Uganda: 52%
    ‎🇦🇺 Australia: 51%
    ‎🇳🇵 Nepal: 49%
    ‎🇮🇸 Iceland: 47%
    ‎🇱🇻 Latvia: 47%
    ‎🇲🇹 Malta: 47%
    ‎🇪🇹 Ethiopia: 47%
    ‎🇲🇳 Mongolia: 47%
    ‎🇭🇳 Honduras: 45%
    ‎🇿🇼 Zimbabwe: 45
    ‎🇨🇿 Czechia: 44%
    ‎🇳🇱 Netherlands: 44%
    ‎🇷🇸 Serbia: 44%
    ‎🇨🇱 Chile: 43%
    ‎🇳🇴 Norway: 43%
    ‎🇬🇳 Guinea: 42%
    ‎🇳🇪 Niger: 42%
    ‎🇱🇹 Lithuania: 42%
    ‎🇵🇾 Paraguay: 42%
    ‎🇮🇩 Indonesia: 41%
    ‎🇶🇦 Qatar: 41%
    ‎🇧🇩 Bangladesh: 40%
    ‎🇰🇬 Kyrgyz Republic: 38%
    ‎🇲🇩 Moldova: 38%
    ‎🇨🇭 Switzerland: 37%
    ‎🇳🇬 Nigeria: 36%
    ‎🇧🇾 Belarus: 36%
    ‎🇮🇷 Iran: 36%
    ‎🇴🇲 Oman: 35%
    ‎🇬🇪 Georgia: 34%
    ‎🇸🇪 Sweden: 34%
    ‎🇦🇪 United Arab Emirates: 34%
    ‎🇮🇪 Ireland: 33%
    ‎🇵🇪 Peru: 32%
    ‎🇻🇳 Vietnam: 32%
    ‎🇦🇩 Andorra: 32%
    ‎🇺🇿 Uzbekistan: 31%
    ‎🇧🇦 Bosnia and Herzegovina: 31%
    ‎🇩🇰 Denmark: 30%
    ‎🇸🇦 Saudi Arabia: 29%
    ‎🇧🇬 Bulgaria: 28%
    ‎🇰🇭 Cambodia: 28%
    ‎🇱🇺 Luxembourg: 27%
    ‎🇬🇹 Guatemala: 27%
    ‎🇰🇿 Kazakhstan: 25%
    ‎🇪🇪 Estonia: 24%
    ‎🇹🇷 Türkiye: 24%
    ‎🇹🇼 Taiwan: 23%
    ‎🇷🇺 Russian Federation: 23%
    ‎🇦🇿 Azerbaijan: 22%
    ‎🇹🇯 Tajikistan: 22%
    ‎🇨🇩 Democratic Republic of the Congo: 19%
    ‎🇵🇷 Puerto Rico: 18%
    ‎🇭🇰 Hong Kong: 12%
    ‎🇹🇲 Turkmenistan: 4%
    ‎🇧🇳 Brunei Darussalam: 2%
    ‎🇱🇮 Liechtenstein: 1%
    ‎🇲🇴 Macao: 0%
    ‎
    ‎Source: International Monetary Fund (IMF), World Economic Outlook as of October 2025
    ‎
    ‎https://x.com/i/status/1982836734149746732
    ‎
    ‎
    ‎Top 35 countries by household debt as % of GDP:
    ‎
    ‎https://x.com/i/status/2018217957692985408

    BalasHapus
  15. dalam rakyatnya lebih 60 persen HIDUP DALAM KEMISKINAN pemerintahnya dengan terus menerus MENAMBAH HUTANG....HAHAHHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kau hanya banggakan pojok blok Kuala lumpooorr..yg penuh kepunyaan orang asing tesbt..sementara tempat lain malaydes udah negara kecil penuh dgn kemiskinan!terutama orang Melayu!😝😜😝😝😜😝

      Hapus
    2. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    3. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara Malaydesh terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Malaydesh (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      Malaydesh (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, Malaydesh berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", Malaydesh KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    4. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      ------------------
      2026 PM says =
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
      https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
      -
      2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
      https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
      ------------------
      2023 PM says =
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
      “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
      ------------------
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      TUDM SEWA =
      12 AW149
      4 AW139
      5 EC120B
      TLDM SEWA =
      2 AW159
      TDM SEWA =
      4 UH-60A
      12 AW149
      BOMBA SEWA =
      4 AW139
      POLIS SEWA =
      7 BELL429
      JABATAN PM SEWA =
      1 AW139
      MMEA SEWA =
      2 AW159.
      ==========
      5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
      https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/

      Hapus
  16. Ternyata RAHASIA BESAR ditutupi dari 2011
    Gowing lcs FITTED FOR BUT NOT PAID ituw penipuan paling Parah seduniya haha!🤥🍌😝
    Pelakunya siapa lagi tuada bukan negri🎰kasino genting Songlap Jaya tipe M haha!🤥🍌🤣

    BalasHapus
  17. Sangka hanya kapalnya saja FFBNW.... ternyata RAFAKEnya juga FFBNW....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. NOT PAID MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
      https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
      -------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the Malaydesh government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYDESH DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      Malaydesh Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYDESH 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
    2. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      CUTTING SUBSIDIES FOR =
      FUEL
      ELECTRICITY
      WATER
      EDUCATION
      HEALTH SERVICES.
      the MALAYDESH government is raising taxes to narrow the budget deficit and improve tax collections. The government is also cutting subsidies for certain items.
      Explanation
      • The government is introducing new taxes, such as a carbon tax, inheritance tax, and a tax on unhealthy food.
      • The government is raising excise duties on sugary drinks.
      • The government is expanding the scope of the sales and service tax (SST).
      • The government is raising the minimum wage.
      • The government is cutting subsidies for fuel, electricity, water, education, and health services.
      • The government is targeting subsidies for those most in need.
      The government's goal is to reduce dependency on oil and gas revenues. The government also wants to build a more sustainable economy.
      Budget deficit
      The government's fiscal deficit is expected to narrow to 3.8% of GDP in 2025 from an estimated 4.3% in 2024. The government's medium-term goal is to cut the fiscal deficit to 3% of GDP.
      ---------------------------------
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      MALAYDESH has experienced a number of SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000, including high public DEBT, household DEBT, and a fiscal deficit.
      Public DEBT
      • Fiscal deficit: The fiscal deficit was high during the pandemic, exceeding 6% of GDP.
      • Public DEBT to GDP ratio: In 2023, public DEBT was almost 70% of GDP, which is higher than the average of 55% in the 2010s.
      • Statutory DEBT limit: The statutory DEBT limit has been revised several times over the last three decades.
      Household DEBT
      • Household DEBT to GDP ratio: In 2007, the household DEBT to GDP ratio was 67%, up from 47% in 2000.
      • DEBT to income ratio: The ratio of DEBT to income for MALAYDESH households has been increasing since 2000.
      • Household DEBT crisis: In 2023, household DEBT reached RM1.53 trillion, with a household DEBT-to-GDP ratio of 84.3%.
      Other factors
      • External DEBT: MALAYDESH 's external DEBT is also a concern.
      Export vulnerability: MALAYDESH 's manufacturing sector is vulnerable to drops in external demand

      Hapus
  18. Tiba2 Datang HELI tanpa omon omon😉
    ✅️KA 32
    ✅️MI 8
    ✅️MI 17

    PASTI CA$H KERAS, makloum Bajet kita Besar hahah!🤑💰👌

    Beda ama seblah Pembual kena tipu Gomen...Gowibg lcs FFB NOT PAID (TAK BAYAR) haha!😝🍌🤥

    BalasHapus
  19. T50 BASIC OMPONG RADAR pun hingga NGEMIS ke LENDER guys.....SERIUS MISKIN....HAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      MALAYDESH is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
      New taxes
      • Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
      • Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
      • Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
      • Carbon tax: A new tax on carbon emissions
      • Sugar duties: Higher duties on sugar
      • Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
      • Inheritance tax: A tax on inheritance
      • High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
      • Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
      Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.
      ---------------------------------
      CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
      IRBM GAMBLING = HALAL
      IRBM GAMBLING = HALAL
      Per the IRBM, any form of gambling winnings, whether from land-based casinos or online platforms, is deemed income and should be declared for tax purposes.


      Hapus
  20. Kita CASH..YA CASHH...
    seblah klaim dari 2011 tau tau FFB NOT PAID...
    LAST LAST NORWAY NSM= N⛔️T SEND MISSILE
    lcs MANGKRAK, TAK SATUPUN KIRIM haha!🤪🍌🤥

    BalasHapus
  21. Jenis pesawat latih🤣🤪😁 bangganya minta ampun🤭😌🤭

    BalasHapus
  22. T50i kita FULL KOMPLIT RADAR haha!👍😎✌️

    sedangkan fa50Murah banana repablik kuala lumpo
    ❌️NO panthomstrike(delay)
    ❌️NO AMRAAM

    kahsiyan lca varian termurah haha!🤣😄😋
    kalah sama Polandia & PH beda 8-15 juta 🔥

    BalasHapus
  23. gowing lcs kontrak 6
    masa tinggal 5...haha!😭😆🍌
    Berkurang, bayar lebih banyak

    Last Last NSM BATAL haha!⛔️🤣🤥

    BalasHapus
  24. Mampus ko gempurwaria Keledai Malaya🤭🤭

    BalasHapus
  25. Nangis ko gempurwaria Keledai Malaya di jamban 😄😄😄

    BalasHapus
  26. Catat...
    FMP 1..SEPTEMBER KIRIM
    FMP 2 2027 Peluncuran

    ✅️2027 ISTAMBUL KLAS DATANG haha!👍😉🦾
    Horeeeeee🥳
    warganyet kl, KALAH LAGIIIII..PANIK🥶KOYAK🔥

    eittt Destroyer ASAGIRI Persiyapan Kirim..Makin NSM= NGAMUK SI MISSQUEEN haha!🍌😄😤

    BalasHapus
  27. FA 50 dijadikan jet tempur andalan , jom gelaaaakkkkk😂😂😂

    BalasHapus
  28. INDONESIA T-50i jadikan sebagai Jet Trainer dan Light Combat Aircraft


    malaydesh jadikan F/A 50 dipaksa menjadi MRCA.



    Ngerti kan kenapa bedanya?

    BalasHapus
  29. Kita SHOPPING T50I, negri🎰kasino genting ikutan FOMO,

    Eittttt kita Belok ganti
    ✨️SHOPPING M346FA...
    JET TEMPUR PREMIUM EROPA FULL AESA🔥
    MAHAL & MEWAH

    Ibarat FERARRI masa dibandingin ama proton haha!🤣🍌😝

    kahsiyan warganyet Kecele gaesz, Kalah Gengsi haha!🤪🍌😋

    BalasHapus
  30. Kapal Perang Malaysia Menua, "Tak Berdaya" Tanpa Rudal Norwegia

    Sumber: https://video.kompas.com/watch/1942871/kapal-perang-malaysia-menua-tak-berdaya-tanpa-rudal-norwegia?position=detail_inline_player_1&accountid=9262bf2590d558736cac4fff7978fcb1&domain_referral=kompascom&source=KOMPASCOM&site=global§ion=global.


    Membership: https://kmp.im/plus6
    Download aplikasi: https://kmp.im/app6

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fakta kapal tua rongsokan 🤣🤣🔥🔥

      Hapus
  31. Iya dong... INDONESIA gitu Loch....

    INDONESIA memilih procurement:

    LCA / LIFT M-346 Premium Quality Made in Italy untuk INDONESIA yang bisa terbang bersama LOYAL WINGMAN UCAV HALE Kizilelma....


    BalasHapus
  32. Kapal salah teknis..tunggu tenggelam je🫢😚🫢😝😜😝

    BalasHapus
  33. Aset baharu lagi, manakala malaydesh takde reality

    BalasHapus
  34. T50 versi paling lemah pun INDIANESIA TERPAKSA NGUTANG guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      35 MILLION/4 PEOPLE = 8.750.000 DEPRESION
      35 MILLION/10 PEOPLE = 3.500.000 ATTEMPTED SUICIDE
      the 2022 National Health Morbidity Survey (NHMS) in MALAYDESH found that one in four adolescents had depression and one in ten had attempted suicide. The survey also found that suicidal thoughts and attempted suicide rates were higher among girls than boys.
      Key findings
      • 1 in 4 adolescents had depression
      • 1 in 10 adolescents had attempted suicide
      • 18.5% of girls had suicidal thoughts, compared to 13.4% of boys who had attempted suicide
      Implications
      These findings highlight the need for targeted mental health interventions.
      ---------------------------------
      SEPERTIGA (1/3) = MENTAL DISORDER = GANGGUAN JIWA ....
      1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER
      35 MILLION / 3 PEOPLE = 11 MILLION PEOPLE MENTAL DISORDER
      According to Prudential, one in three people in MALAYDESH have a mental disorder, but half of them haven't been diagnosed. This is a serious issue that requires targeted interventions.
      Prevalence of mental illness in MALAYDESH
      • The 2022 National Health Morbidity Survey found that one in four adolescents have depression, and one in ten have attempted suicide.
      • The prevalence of mental health problems is highest among people aged 16–19 and those from low-income families.
      • Mental health problems can affect people throughout their lives.
      Impact of untreated mental illness
      • People who don't get mental health treatment may develop serious complications and even be hospitalized.
      • Mental illness stigma is still widespread in many cultures and nations.
      ---------------------------------
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 IN 3 = MENTAL DISORDER
      1 in 3 people in MALAYDESH suffers from a mental disorder of some sort. But, unfortunately, half of those individuals have not been diagnosed. To aggravate things, most people who do not get mental health treatment may develop serious complications and even get hospitalised.

      Hapus
  35. Super Kahsiyan negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo tak dianggap NATO, malah dianggap BANANA REPABLIK haha!🍌🤣😂
    ❌️NSM BATAL
    ❌️HELI BLEKHOK SEWA BATAL
    ❌️HORNET KUWAIT BATAL

    =======

    Kita donk Beda
    ✅️GARIBALDI FREE haha!🦾😉🤗

    warganyet kl, IRI BILANG donk
    Dipersilakan NGAMUK🔥 sampe botak haha!😝🍌😄

    BalasHapus
  36. Fakta tua rongsokan 🤣🤣🤣
    ___

    Kapal Perang Malaysia Menua, "Tak Berdaya" Tanpa Rudal Norwegia

    Sumber: https://video.kompas.com/watch/1942871/kapal-perang-malaysia-menua-tak-berdaya-tanpa-rudal-norwegia?position=detail_inline_player_1&accountid=9262bf2590d558736cac4fff7978fcb1&domain_referral=kompascom&source=KOMPASCOM&site=global§ion=global.


    Membership: https://kmp.im/plus6
    Download aplikasi: https://kmp.im/app6

    BalasHapus
  37. Lucu Malaydesh... FA50 masih akan sudah kencang kemana ..dibalas Indonesia sudah datang Rafale dan TA50 ejek2 yg inilah itulah... Terakhir kedesak Posting LCS...sudahlah kalau Warship Malaydesh sudah kalah jauh juga sama dengan Fighter...gak usah jual kecap dan hibur diri...kalau bercermin diri Instropeksi dan kurangi ejek2 dan Sembang...Kita Lebih respect...kalau keterlaluan kaya kamu malah lebih memalukan....tak sadar diri ..

    BalasHapus
  38. Fa 50 barter sawit itu puuur datang entah bila

    BalasHapus
  39. Fa 50 mau buat hadapan Elder brother China, lawaaak

    BalasHapus
  40. Malaydesh hanya akan akan akan reality zero

    BalasHapus
  41. RAFAKE BASIC MURAH mau disuruh jumpa dengan China ke tu.... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  42. Phantom strike level dibawah radar RBE refale

    BalasHapus
  43. Fa 50 tak boleh guna amraam , refale sudah guna meteor

    BalasHapus
  44. Fa 50 malaydesh di ayam ayam pesawat pejuang china

    BalasHapus
  45. Horeeeee warganyet AKAN terima pesawat murahan

    BalasHapus
  46. Cukuplah warganyet pakai pesawat murahan. Jgn yg lebih baik dari milik TNI AU ya

    BalasHapus
  47. Siap tapi murahan level dibawah refale f4 , radar phanthom strike hanya AESA versi lite

    BalasHapus
  48. Ha ha h aha ha kesiyan lihat warganyet senang dg pesawat murahan versi AKAN. Ha ha ha ha ha

    BalasHapus
  49. Aset Heli MI 17 BARUW kita donk haha!🤑🦾😎
    https://www.instagram.com/reel/Da0MPd1S-3-/?l=1


    masa ringgit berjaya tapi Heli SEWA...mana BEKAS PULAK haha!🤪🍌🤥
    Kahsiyan warganyet kl, KTIPU LAGIIII haha!😋🍌🤥

    BalasHapus
  50. Malaydesh pun tak sanggup Hanyar pesawat pejuang ke pitch black, semua pesawat tak mampu terbang lama

    BalasHapus
  51. Warganyet AKAN punya pesawat tanpa BVR ha ha ha ha ha ha

    BalasHapus
  52. Pesawat murahan sesuai utk negara miskin. Bangla saja beli j10c. Ha ha ha ha ha

    BalasHapus
  53. T 50 memang untuk pesawat latih tempur , Koryo pun tak mau guna buat main battle pesawat pejuang mereka,

    BalasHapus
  54. Warganyet pura2 bahagia akan dapat LCA. Dalam hatinya sebenernya malu dan menangis dapat pesawat murahan tsb. Ha ha ha ha

    BalasHapus
  55. Hutang ya buat beli aset , malaydesh tak mampu hutang malah di rasuah

    BalasHapus
  56. Heli AWEWE101 kita donk
    ASET PREMIUM MAHAL & MEWAH haha!🤑🤗✌️
    CA$H KERAASSS
    https://www.instagram.com/reel/DaXv-IgxUO9/?l=1

    masa sekpah HELI SEWA mana BEKAS PULAK...kocak nipu warganyet mudah saja haha!😋😁🤥

    BalasHapus
  57. FAKTA - KASTA PENGUTANG memang LAWAK....semua NGUTANG LENDER guys.............🔥🔥🤣🤣🤣

    T50 BASIC - HUTANG
    RAFAKE BASIC - HUTANG
    KAAN versi MEMBUAL- HUTANG
    KFX versi GAGAL- NUNGGAK HUTANG
    C130J- HUTANG
    A400M- HUTANG

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
      Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
      F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
      Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
      Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
      Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan & Sosial
      Negara terjebak dalam ketergantungan impor dasar:
      Pangan: Ketergantungan tinggi impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah (<15% mandiri).
      Subsidi: Pencabutan total subsidi telur (Agustus 2025) memperparah inflasi.
      Reputasi: Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 yang memalukan.
      -
      Perbandingan Ekonomi (PDB 2026)
      PDB PPP: Indonesia ($5,69 T) vs Malaydesh ($1,34 T). Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar.
      Status Regional: Indonesia menjadi satu-satunya raksasa (The Giant) ASEAN, sementara Malaydesh masuk kategori negara statis (The Stagnant).

      Hapus
  58. Ngomong hutang emang hutang malaydesh sudah berapa per ratus dari PDB puuur?? Miskin

    BalasHapus
  59. Lucu ya. Jaman sekarang masih ada ya yg beli pesawat tempur tapi TDK bisa BVR ha ha ha ha ha. Bangla pasti tertawa 😁😁😁😁

    BalasHapus
  60. Ternyata RAHASIA BESAR ditutupi dari 2011
    Gowing lcs FITTED FOR BUT NOT PAID ituw penipuan paling Parah seduniya haha!🤥🍌😝
    Pelakunya siapa lagi tiada bukan negri🎰kasino genting Songlap Jaya tipe M haha!🤥🍌🤣

    BalasHapus
  61. Kirim pesawat sahaja malaydesh tak sanggup , cari hutang lender dulu puur

    BalasHapus
  62. Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂

    BalasHapus
  63. T50 BASIC saja GORILA HUTANG guys..... Serius MISKIN... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
      Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
      2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
      2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
      2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
      2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
      Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara Malaydesh hanya 0,3%.
      -
      Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
      Terjadi pergeseran drastis di mana Malaydesh kehilangan daya gentar di ASEAN:
      Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
      Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
      Peringkat 7: Malaydesh (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
      Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, Malaydesh resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
      Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
      Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.

      Hapus
  64. ✅️AMRAAM
    ✅️METEOR

    bentar lagi PL15 uhuuyy Canggh Paten bangetttt haha!😝✌️🤣

    BalasHapus
  65. Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂

    BalasHapus
  66. Aset military sahaja banyak yang ompong tak de duit beli senjata

    BalasHapus
  67. Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂

    BalasHapus
  68. Ada Fakta bahwa malaydesh sudah punya Dassault Rafale F4?


    Ohhhh...cuman brosur Dassault Rafale F4 doang yang dipunyai malaydesh....pantas aja MISKIN.

    BalasHapus
  69. Kalau senjata boleh sewa, malaydesh pasti sewa senjata

    BalasHapus
  70. FA 50 ? Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂

    BalasHapus
  71. Tanah kerajaan sahaja malaydesh sewaaa brithis

    BalasHapus
  72. Fa 50 versi barter sawit , cash is fake

    BalasHapus
  73. T50 HUTANG YANG OMPONG RADAR... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  74. Fa50Murah pembual kl klaim cash
    Satu Duniya tau Barter Sawit 50:50 haha!🤥🍌😁

    BalasHapus
  75. FA 50 ?? Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂

    BalasHapus
  76. FAKTA TAK TERBANTAH - KASTA PENGUTANG memang LAWAK....semua NGUTANG LENDER guys.............🔥🔥🤣🤣🤣

    T50 BASIC - HUTANG
    RAFAKE BASIC - HUTANG
    KAAN versi MEMBUAL- HUTANG
    KFX versi GAGAL- NUNGGAK HUTANG
    C130J- HUTANG
    A400M- HUTANG

    BalasHapus
  77. FA 50??? Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂

    BalasHapus
  78. CA$H tu macam ini
    Tiba2 Datang HELI tanpa omon omon😉
    ✅️KA 32
    ✅️MI 8
    ✅️MI 17

    PASTI CA$H KERAS, makloum Bajet kita Besar hahah!🤑💰👌

    Beda ama seblah Pembual kena tipu Gomen...Gowibg lcs FFB NOT PAID (TAK BAYAR) haha!😝🍌🤥
    Helibsewa italia pun Ngutang mana bekassss

    BalasHapus
  79. Otak ko juga ngutang 😄😄😄

    BalasHapus
  80. Kesian.......NGUTANG RAFAKE pula ketahuan versi BASIC... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA 50 ????? Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂😂 😂

      Hapus
  81. FA 50????.....Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂😂

    BalasHapus
  82. Kita NGUTANG JADI ASET
    negri🎰kasino NGUTANG JADI BEBAN,
    DRAMA NSM BATAL, apalagi Gowing Potong no.6 alamat SONGLAP JAYA haha!🤪✌️🤥🍌

    BalasHapus
  83. Kacian malaydesh MISKIN TIDAK BISA SHOPPING MRCA Dassault Rafale F4 seperti INDONESIA shopping 42 unit.


    WKWKWK


    Lon Malon.... MISKIN nih yeeee....

    BalasHapus
  84. FA 50 ????? Jom gelaaaakkkkk 😂😂 😂😂 😂😂😂

    BalasHapus
  85. FA 50 ?????? Jom gelaaaakkkkk 😂😂😂😂 😂😂 i

    BalasHapus
  86. FA 50???...... Philipina sudah pakai duluan 👍

    BalasHapus
  87. Malaysewa bangga pake FA50 Guysss😅😅😅

    BalasHapus
  88. NSM BATAL❌️
    ehh Pitch Black pun negri🎰kasino genting.. Batal kirim jet❌️ haha!🤣🍌🤫

    negri para pembual lagi Jimat Kos Mode, pembual MeWeK dikata BANANA REPABLIK haha!🤥😭🍌

    BalasHapus
  89. FA 50 ????? Jom gelaaaakkkkk guysss 😄😂😂

    BalasHapus
  90. Masih ada ya negara yg beli pesawat tempur tanpa bvr ?

    BalasHapus
  91. NSM batal.....malaysewa ngamuk lompat2 kayak beruk 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  92. Namanya juga Keledai Malaya om Pal 😄😄

    BalasHapus
  93. Vamos GARIBALDI DATANG,
    SELAT SUMATRA BERGEMA haha!🦾🚀☠️😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gue pernah dpt kesempatan kunjungan ke kapal waktu garibaldi sandar di pelabuhan Sicily dikawasn meditetania.....kondisi dalam kapal sih bersih, terawat walo interor berstandra militer yg cenderung kaku, tdk spt standar kapal komersial.

      Tapi yg palinv bikin kaget afalah waktu melongok kebagian bawahnya....wow penuh dg terapang & teritip warna merah muda & coklat kehijaunan....ga kebayang gimama nanti saat dioerasikan di kawasan tropis...apa ga makin rimbun tuh terapang & teritipnya 👇👇👇

      https://www.facebook.com/share/r/1DQ7u35rw7/

      Hapus
    2. haddaahh ranjaauuu kicau mania haha!😎☠️🔥

      Hapus
  94. T50i kita finish
    ehhh tetang seblah baruw mulai
    kita tinggalin KPOP ganti EROPA DONK..M346FA PREMIUM ELIT haha!😎👍😋

    BalasHapus
  95. Apa RAFAKE BASIC.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  96. Apa FA 50 versi ngutang ??? 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  97. Apa FA 50 VERSI NGUTANG ???😂😂😂😂

    BalasHapus
  98. Pssstttt...... RAFAKE BASIC VERSI FSO & IRST DUMMY guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    Patutlah MURAH... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pssstttt FA 50 VERSI NGUTANG 😅😅😅😅

      Hapus
  99. Otak gempur versi BASIC.....😂😂😂😂

    BalasHapus
  100. Ya ampun......FA 50 VERSI NGUTANG 😅😅😂😂😂

    BalasHapus
  101. Ya ampun......FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  102. Ya ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  103. Ya ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG 😅😂😂😂😂

    BalasHapus
  104. Ya ampun......FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  105. Ya ampun......FA 50 VERSI NGUTANG 😅😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  106. T50 PUN GORILA HUTANG... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  107. Fa 50 muraaah versi barter , takde missile amraam 😁

    BalasHapus
  108. Malaydesh hutang terooos aset tiada

    BalasHapus
  109. Ya ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  110. Ya ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂 😂😂😂😂

    BalasHapus
  111. Ya ampun.......FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  112. Ya ampun......FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  113. Meski Hutang kami masih diberi hutangan. Dari pada Malaydesh, utk berhutang pun sdh gak ada yg percaya. Malaydesh sewa aja gak mampu apalagi beli. Bahkan yg sdh beli pun orang gak percaya dan Malaydesh gak dianggep. NSM dgn seenaknya Norwegia cancel. Menandakan Malaydesh tidak punya harga diri
    Pur... Kapasitas otakmu masih 0,0078cc ya dan IQ mu cm 0,0078 serta otakmu terbuat dari Tokai/Taik ya...
    Semoga kau jadi bahan bakar api Neraka ya Pur 🤲🤲🤲🤲 Amin 🤲🤲🤲🤲

    BalasHapus
  114. Ya ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG 😂😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  115. Ngutang nya Si M 😁
    Udah kelilit utang dan defisit gede jadinya no shopping2, sewa aje tapi bekas, basic, murce, kopongan takde pelor 🤓

    ‎Government Debt to GDP by Country in 2025
    ‎
    ‎🇯🇵 Japan: 230%
    ‎🇸🇩 Sudan: 222%
    ‎🇸🇬 Singapore: 176%
    ‎🇻🇪 Venezuela: 164%
    ‎🇱🇧 Lebanon: 164%
    ‎🇬🇷 Greece: 147%
    ‎🇧🇭 Bahrain: 143%
    ‎🇮🇹 Italy: 137%
    ‎🇲🇻 Maldives: 132%
    ‎🇲🇿 Mozambique: 131%
    ‎🇺🇸 United States: 125%
    ‎🇸🇳 Senegal: 123%
    ‎🇫🇷 France: 117%
    ‎🇨🇦 Canada: 114%
    ‎🇺🇦 Ukraine: 109%
    ‎🇧🇪 Belgium: 108%
    ‎🇧🇹 Bhutan: 106%
    ‎🇬🇧 United Kingdom: 103%
    ‎🇱🇰 Sri Lanka: 101%
    ‎🇪🇸 Spain: 100%
    ‎🇨🇳 China: 96%
    ‎🇧🇷 Brazil: 91%
    ‎🇵🇹 Portugal: 91%
    ‎🇸🇻 El Salvador: 88%
    ‎🇪🇬 Egypt: 87%
    ‎🇫🇮 Finland: 87%
    ‎🇦🇹 Austria: 82%
    ‎🇮🇳 India: 81%
    ‎🇹🇳 Tunisia: 81%
    ‎🇦🇷 Argentina: 79%
    ‎🇿🇦 South Africa: 77%
    ‎🇭🇺 Hungary: 75%
    ‎🇵🇰 Pakistan: 72%
    ‎🇾🇪 Yemen: 71%
    ‎🇲🇾 Malaysia: 70%
    ‎🇮🇱 Israel: 69%
    ‎🇰🇪 Kenya: 68%
    ‎🇲🇦 Morocco: 67%
    ‎🇸🇮 Slovenia: 67%
    ‎🇺🇾 Uruguay: 67%
    ‎🇸🇸 South Sudan: 66%
    ‎🇹🇭 Thailand: 65%
    ‎🇩🇪 Germany: 64%
    ‎🇳🇦 Namibia: 64%
    ‎🇲🇲 Myanmar: 64%
    ‎🇵🇼 Palau: 63%
    ‎🇦🇴 Angola: 62%
    ‎🇷🇴 Romania: 61%
    ‎🇲🇪 Montenegro: 61%
    ‎🇩🇴 Dominican Republic: 60%
    ‎🇵🇱 Poland: 60%
    ‎🇨🇷 Costa Rica: 60%
    ‎🇵🇦 Panama: 60%
    ‎🇸🇰 Slovak Republic: 60%
    ‎🇯🇲 Jamaica: 59%
    ‎🇬🇭 Ghana: 59%
    ‎🇨🇴 Colombia: 59%
    ‎🇲🇽 Mexico: 59%
    ‎🇵🇭 Philippines: 58%
    ‎🇨🇾 Cyprus: 58%
    ‎🇨🇫 Central African Republic: 57%
    ‎🇱🇸 Lesotho: 57%
    ‎🇭🇷 Croatia: 57%
    ‎🇸🇨 Seychelles: 57%
    ‎🇱🇷 Liberia: 56%
    ‎🇨🇮 Côte d'Ivoire: 56%
    ‎🇦🇱 Albania: 54%
    ‎🇩🇿 Algeria: 54%
    ‎🇪🇨 Ecuador: 54%
    ‎🇦🇲 Armenia: 53%
    ‎🇰🇷 South Korea: 53%
    ‎🇧🇫 Burkina Faso: 53%
    ‎🇳🇿 New Zealand: 53%
    ‎🇮🇶 Iraq: 53%
    ‎🇲🇰 North Macedonia: 53%
    ‎🇺🇬 Uganda: 52%
    ‎🇦🇺 Australia: 51%
    ‎🇳🇵 Nepal: 49%
    ‎🇮🇸 Iceland: 47%
    ‎🇱🇻 Latvia: 47%
    ‎🇲🇹 Malta: 47%
    ‎🇪🇹 Ethiopia: 47%
    ‎🇲🇳 Mongolia: 47%
    ‎🇭🇳 Honduras: 45%
    ‎🇿🇼 Zimbabwe: 45
    ‎🇨🇿 Czechia: 44%
    ‎🇳🇱 Netherlands: 44%
    ‎🇷🇸 Serbia: 44%
    ‎🇨🇱 Chile: 43%
    ‎🇳🇴 Norway: 43%
    ‎🇬🇳 Guinea: 42%
    ‎🇳🇪 Niger: 42%
    ‎🇱🇹 Lithuania: 42%
    ‎🇵🇾 Paraguay: 42%
    ‎🇮🇩 Indonesia: 41%
    ‎🇶🇦 Qatar: 41%
    ‎🇧🇩 Bangladesh: 40%
    ‎🇰🇬 Kyrgyz Republic: 38%
    ‎🇲🇩 Moldova: 38%
    ‎🇨🇭 Switzerland: 37%
    ‎🇳🇬 Nigeria: 36%
    ‎🇧🇾 Belarus: 36%
    ‎🇮🇷 Iran: 36%
    ‎🇴🇲 Oman: 35%
    ‎🇬🇪 Georgia: 34%
    ‎🇸🇪 Sweden: 34%
    ‎🇦🇪 United Arab Emirates: 34%
    ‎🇮🇪 Ireland: 33%
    ‎🇵🇪 Peru: 32%
    ‎🇻🇳 Vietnam: 32%
    ‎🇦🇩 Andorra: 32%
    ‎🇺🇿 Uzbekistan: 31%
    ‎🇧🇦 Bosnia and Herzegovina: 31%
    ‎🇩🇰 Denmark: 30%
    ‎🇸🇦 Saudi Arabia: 29%
    ‎🇧🇬 Bulgaria: 28%
    ‎🇰🇭 Cambodia: 28%
    ‎🇱🇺 Luxembourg: 27%
    ‎🇬🇹 Guatemala: 27%
    ‎🇰🇿 Kazakhstan: 25%
    ‎🇪🇪 Estonia: 24%
    ‎🇹🇷 Türkiye: 24%
    ‎🇹🇼 Taiwan: 23%
    ‎🇷🇺 Russian Federation: 23%
    ‎🇦🇿 Azerbaijan: 22%
    ‎🇹🇯 Tajikistan: 22%
    ‎🇨🇩 Democratic Republic of the Congo: 19%
    ‎🇵🇷 Puerto Rico: 18%
    ‎🇭🇰 Hong Kong: 12%
    ‎🇹🇲 Turkmenistan: 4%
    ‎🇧🇳 Brunei Darussalam: 2%
    ‎🇱🇮 Liechtenstein: 1%
    ‎🇲🇴 Macao: 0%
    ‎
    ‎Source: International Monetary Fund (IMF), World Economic Outlook as of October 2025
    ‎
    ‎https://x.com/i/status/1982836734149746732
    ‎
    ‎
    ‎Top 35 countries by household debt as % of GDP:
    ‎
    ‎https://x.com/i/status/2018217957692985408

    BalasHapus
  116. INDONESIA=
    MRCA✔️
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALONDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    2026
    POPULASI: 36.38 JUTA
    DEBT GOVT: RM 1.79 TRILIUN (70.5%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.65 TRILIUN (84.3%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 94,544
    -
    2025
    POPULASI: 35.97 JUTA
    DEBT GOVT: RM 1.30 TRILIUN (-%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.65 TRILIUN (-%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 81,998
    -
    2024
    POPULASI: 34.67 JUTA
    DEBT GOVT: RM 1.22 TRILIUN (64.6%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.53 TRILIUN (84.2%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 79,315
    -
    2023
    POPULASI: 35.12 JUTA
    DEBT GOVT: RM 1.17 TRILIUN (64.3%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.45 TRILIUN (81.2%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 74,587
    -
    2022
    POPULASI: 34.69 JUTA
    DEBT GOVT: RM 1.08 TRILIUN (60.1%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.38 TRILIUN (80.9%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 70,901
    -
    2021
    POPULASI: 34.28 JUTA
    DEBT GOVT: RM 979.81 MILIAR (63.3%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.34 TRILIUN (89.1%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 67,667
    -
    2020
    POPULASI: 33.87 JUTA
    DEBT GOVT: RM 879.56 MILIAR (62.0%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.27 TRILIUN (87.5%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 63,464
    -
    2019
    POPULASI: 33.45 JUTA
    DEBT GOVT: RM 793.00 MILIAR (52.4%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.22 TRILIUN (82.5%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 60,179
    -
    2018
    POPULASI: 33.00 JUTA
    DEBT GOVT: RM 741.00 MILIAR (52.5%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.16 TRILIUN (82.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 57,605
    -
    2017
    POPULASI: 32.54 JUTA
    DEBT GOVT: RM 686.80 MILIAR (51.9%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.10 TRILIUN (83.2%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 54,910
    -
    2016
    POPULASI: 32.04 JUTA
    DEBT GOVT: RM 648.50 MILIAR (52.7%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 1.04 TRILIUN (86.1%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 52,699
    -
    2015
    POPULASI: 31.52 JUTA
    DEBT GOVT: RM 630.50 MILIAR (55.1%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 985.00 MILIAR (86.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 51,253
    -
    2014
    POPULASI: 30.98 JUTA
    DEBT GOVT: RM 582.80 MILIAR (55.0%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 902.00 MILIAR (85.1%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 47,927
    -
    2013
    POPULASI: 30.42 JUTA
    DEBT GOVT: RM 547.70 MILIAR (54.7%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 821.00 MILIAR (82.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 44,992
    -
    2012
    POPULASI: 29.85 JUTA
    DEBT GOVT: RM 501.60 MILIAR (53.3%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 732.00 MILIAR (77.8%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 41,326
    -
    2011
    POPULASI: 29.26 JUTA
    DEBT GOVT: RM 456.10 MILIAR (51.8%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 653.00 MILIAR (74.2%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 37,904
    -
    2010
    POPULASI: 28.65 JUTA
    DEBT GOVT: RM 407.10 MILIAR (52.4%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 581.00 MILIAR (74.8%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 34,488
    -
    2009
    POPULASI: 28.04 JUTA
    DEBT GOVT: RM 362.40 MILIAR (51.1%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 516.00 MILIAR (72.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 31,326
    -
    2008
    POPULASI: 27.45 JUTA
    DEBT GOVT: RM 258.00 MILIAR (41.3%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 460.00 MILIAR (73.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 26,155
    -
    2007
    POPULASI: 26.86 JUTA
    DEBT GOVT: RM 266.00 MILIAR (41.1%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 414.00 MILIAR (64.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 25,316
    -
    2006
    POPULASI: 26.26 JUTA
    DEBT GOVT: RM 242.00 MILIAR (41.5%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 372.00 MILIAR (63.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 23,381
    -
    2005
    POPULASI: 25.66 JUTA
    DEBT GOVT: RM 228.00 MILIAR (43.8%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 335.00 MILIAR (64.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 21,940
    -
    2004
    POPULASI: 25.06 JUTA
    DEBT GOVT: RM 217.00 MILIAR (45.1%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 298.00 MILIAR (62.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 20,550
    -
    2003
    POPULASI: 24.46 JUTA
    DEBT GOVT: RM 189.00 MILIAR (45.9%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 265.00 MILIAR (64.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 18,560
    -
    2002
    POPULASI: 23.87 JUTA
    DEBT GOVT: RM 165.00 MILIAR (44.9%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 236.00 MILIAR (64.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 16,798
    -
    2001
    POPULASI: 23.28 JUTA
    DEBT GOVT: RM 146.00 MILIAR (42.5%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 207.00 MILIAR (60.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 15,162
    -
    2000
    POPULASI: 22.69 JUTA
    DEBT GOVT: RM 126.00 MILIAR (36.1%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 182.00 MILIAR (52.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 13,574
    -
    1999
    POPULASI: 22.11 JUTA
    DEBT GOVT: RM 113.00 MILIAR (40.4%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 157.00 MILIAR (56.0%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 12,210
    -
    1998
    POPULASI: 21.53 JUTA
    DEBT GOVT: RM 98.00 MILIAR (35.8%)
    DEBT HOUSEHOLD: RM 135.00 MILIAR (49.3%)
    BEBAN PER KAPITA: RM 10,821

    BalasHapus
  117. GORILA KLAIM CASH =
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
    --------------------
    Berikut adalah daftar strategi pembiayaan pertahanan dalam format poin-poin:
    Littoral Mission Ship (LMS) Batch 2
    Penyedia: Turk Eximbank (Turki)
    Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) (G-to-G) dengan pembayaran bertahap mengikuti progres konstruksi fisik.
    -
    Jet Tempur Ringan KAI FA-50
    Penyedia: Korea Aerospace Industries (KAI) (Korea Selatan)
    Skema: Deferred Payment (Bayar Tunda) selama 10–15 tahun yang diintegrasikan ke dalam anggaran Rancangan Malaydesh Lima Tahun (RMLT).
    -
    Helikopter Leonardo AW139
    Penyedia: Leonardo S.p.A. (Italia)
    Skema: Leasing (Sewa), yaitu mengubah beban biaya modal (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) melalui pembayaran sewa bulanan.
    -
    Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
    Penyedia: Produsen Strategis (Turki/Global)
    Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan jaminan penuh antar-pemerintah guna mendapatkan suku bunga kompetitif (kisaran 4%-6%).
    -
    Alutsista Strategis Umum
    Penyedia: Berbagai Vendor Internasional
    Skema: Barter / Offset (Imbal Dagang)
    ----------------
    KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
    INDONESIA = SIPRI SHOPPING
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    DEFISIT : 2,9%
    GDP = USD 1,44 TRILIUN
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
    DEFISIT : 3,8%
    GDP = USD 416,90 MILIAR
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  118. GORILA KLAIM CASH =
    KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    KREDIT EKSPOR (HUTANG)
    ---------------
    Kesimpulan Strategi Pembiayaan Pertahanan Malaydesh
    Ketergantungan pada KREDIT EKSPOR (HUTANG) (G-to-G): Malaydesh secara masif menggunakan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor negara asal (seperti Turk Eximbank) untuk proyek strategis seperti kapal LMS Batch 2 dan MPMS. Skema ini dipilih karena bunga kompetitif (kisaran 4%-6% dalam USD/Euro) dan jaminan penuh antar-pemerintah yang menurunkan risiko finansial.
    -
    Skema Deferred Payment (Bayar Tunda): Untuk mengatasi keterbatasan anggaran tahunan (fiskal), pembayaran ditangguhkan selama 10–15 tahun dengan masa tenggang (grace period) selama masa konstruksi. Pelunasan diintegrasikan ke dalam alokasi jangka panjang Rancangan Malaydesh Lima Tahun (RMLT).
    -
    Inovasi Skema Sewa (Leasing): Malaydesh memelopori pengalihan pengeluaran modal (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) melalui penyewaan aset pendukung (contoh: Helikopter Leonardo AW139) guna menjaga kesiapan operasional tanpa beban pembelian utuh di awal.
    -
    Imbal Dagang & Barter: Tetap mengupayakan elemen counter-trade dan offset dalam kontrak untuk memastikan adanya manfaat ekonomi balik bagi industri domestik, meskipun tidak lagi murni menggunakan komoditas mentah.
    --------------------------------
    KAYA MAHAL ELIT vs MISKIN MURAHAN SULIT

    BalasHapus
  119. Malaysia hutang banyak tapi tidak bisa beli apa apa, sekalinya beli dikorupsi pula... Keledai tolol

    BalasHapus
  120. PEKANBARU - KL : 291 KM
    PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
    ---------
    1. RAFALE ± 1852 KM
    2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
    3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
    4. KAAN ± 1.100–1.400 km
    ---------
    IDN ROK =
    48 KF21 BLOCK II
    48 KF21 BLOCK II
    48 KF21 BLOCK II
    -
    An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
    ----------
    2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
    -----------
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    6 RAFALE SEPTEMBER 2022
    18 RAFALE AGUSTUS 2023
    18 RAFALE JANUARI 2024
    DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
    (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
    ==============
    ==============
    🦧GORILA KLAIM =
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
    -
    GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
    Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
    Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
    -
    MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
    Dulu kan saya dah kata.
    Kontrak kami ada isi (ada wang).
    Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
    Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
    RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
    -
    MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
    Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
    Kalau ada gambar, post le.
    Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
    -
    MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
    Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
    Kalau ada gambar, post le.
    Admin sila bantu! 😅😅😅😅

    BalasHapus
  121. Fa50 cocok pengganti hawk100/200 kapan belinya

    BalasHapus
  122. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs Malaydesh)
    Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
    Malaydesh (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
    -
    Degradasi Administrasi & Reputasi Internasional
    Skandal Aset: Catatan buruk mengenai 48 pesawat Skyhawk yang hilang dan 2 mesin jet tempur yang raib dari gudang.
    Sanksi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan kehilangan tiket Piala Asia 2027 yang diambil alih oleh Vietnam.
    Tekanan AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang mengincar sektor manufaktur utama.
    -
    Krisis Ketahanan Nasional
    Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
    Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.


    BalasHapus
  123. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Status Kelumpuhan Alutsista (SIPRI 2020–2026)
    Vakum Total (2024–2025): Status KOSONG dalam laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
    Tren Janji Palsu (Prank): Riwayat panjang kegagalan kontrak mulai dari Rafale (2014), JF-17 (2017), hingga pembatalan resmi F/A-18 Hornet Kuwait (2026) yang gagal total setelah 4 kali upaya.
    Pembekuan Total (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk Procurement Freeze (pembekuan pengadaan) akibat skandal suap dan kartel proyek di angkatan darat.
    -
    Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
    Beban Utang Per Kapita (2025):
    Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
    Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
    Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
    Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
    -
    Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
    Kehilangan Dominasi: Malaydesh merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
    Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur Malaydesh.
    Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).

    BalasHapus