10 Oktober 2026

BRP Conrado Yap dan BRP Emilio Jacinto Kembali Bertugas

10 Oktober 2026

Korvet BRP Conrado Yap (PS-30) (photo: MetroCDODev)

BRP Conrado Yap kembali bertugas di Cagayan de Oro
Setelah menjalani perawatan dan perbaikan intensif selama dua tahun, BRP Conrado Yap (PS-30) -- satu-satunya kapal korvet kelas Pohang yang dibeli dari Korea Selatan -- terlihat sedang bersandar di Pelabuhan Macabalan, Cagayan de Oro.

Hal ini mengindikasikan bahwa kapal tersebut kembali beroperasi setelah dua tahun tidak aktif, serta kini siap memperkuat armada *Offshore Combat Force* (Pasukan Tempur Lepas Pantai) Angkatan Laut Filipina.

Meskipun belum ada rincian mengenai wilayah tanggung jawab patrolinya, fakta bahwa kapal ini kembali beroperasi meningkatkan ketersediaan kapal yang siap untuk dikerahkan. (PitzDefense)

Korvet BRP Emilio Jacinto (PS-35) (photo: Philippine Navy)

BRP Emilio Jacinto Kembali Operasional untuk Penugasan di Mindanao Barat
Sangley Point, Cavite City -- BRP Emilio Jacinto (PS-35) kembali menjalankan tugas operasional setelah Armada Filipina/Philippine Fleet (PF) melalui *Offshore Combat Force* (OCF) Angkatan Laut Filipina melepas kapal tersebut untuk penugasan di Naval Command Western Mindanao (NCWM), menyusul upacara pelepasan di Dermaga Captain Salvo, Pangkalan Angkatan Laut Heracleo Alano, pada 2 Oktober 2026.

Komandan *Offshore Combat Force*, Komodor Lorenzo H. Bolor Jr. PN, memimpin upacara pelepasan yang menandai kembalinya PS-35 ke status operasional setelah rampungnya perbaikan dan pembaruan selama tujuh bulan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Golden Arrow Trading dengan dukungan dari Naval Shipyard, Sea Systems Command, Philippine Navy, serta personel kapal itu sendiri. (The Philippine Fleet)

73 komentar:

  1. NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    ------------------------------
    DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  2. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  3. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    ----------------------------------
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    ----------------------------------
    EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

    BalasHapus
  4. Korvet BRP Conrado Yap ini pohang klas hibah koryo, uda lebih dari 6 taon kok cuman 1, bukannya kpop kasi 2/3 bijik pohang klas...
    ato jangan2 sisanya batal di tolak ph navi, pilih gratisan dr nippong haha!🤭😉🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena mereka sudah punya kapal perang baru2...jadi kalau dibandingkan korvet ini sudah seperti gunboat ketinggalan teknologi + biaya refurbish cukup mahal karena harus di refurbish di galangan kapal korea.

      Hapus
  5. https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/


    Gempur Budget Ciput berharap dapat Barang Premium..kaya mimpi basah ngewe dg bintang Hollywood gk taunya pas melek ngewe dg cwe bangla🩲🇲🇾🩲🤣🤣🤣

    BalasHapus
  6. Airiel berkata:
    9 Oktober 2026 pukul 17.24
    Kita tidak akan pernah mampu mencapai tujuan-tujuan dalam Buku Putih Pertahanan dengan tingkat alokasi peningkatan anggaran seperti ini.

    Luqman berkata:
    9 Oktober 2026 pukul 17.36
    Kenaikan tersebut kurang lebih sedikit menutupi inflasi.

    Akmal berkata:
    10 Oktober 2026 pukul 7:13 pagi
    Oke, aset apa saja dari 7,58 miliar yang bisa kita dapatkan untuk angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara?


    Teruk sangatlah tuh🩲🇲🇾🤡🩲🤣🤣🤣

    BalasHapus
  7. 2x LIPAT LON ......
    Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  8. Manakala kapal LCS kembali mangkrak

    BalasHapus
  9. 2,4x LIPAT LON ......
    Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
    • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

    BalasHapus
  10. Lcs versi akan..di serahkan 2035..🤣🤣🤣😁😁😁😁😁😝😝😜🤪🙈🙊🙉🙈🙊🙉🙈🙊🙉🙈🙊🙈🙉

    BalasHapus
  11. Kapal RONGSOK ni Lagi bersenjata dari Kapal PPA OMPONG... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    3. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      LCS 2024-2011 = 15 TAHUN
      15 TAHUN MANGKRAK
      15 TAHUN MANGKRAK
      LCS DIPAY 6 RM 12.4 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      -----
      NGPVs PAY DEBT LCS = seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALONYET semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) BHD.
      ===================
      MALONYET 's armed forces procurement faces several weaknesses, including:
      1. Corruption
      The defense sector is at high risk of corruption, and procurement is vulnerable to powerful interests. The MALONYET Anti-Corruption Commission (MACC) received the highest number of corruption complaints for procurement activities in 2013 and 2018.
      2. Political influence
      Decisions are often driven by vendors and against strategic interests. For example, MALONYET has sometimes exchanged hardware for palm oil, which exposes the procurement process to political influence.
      Weak parliamentary oversight
      Parliamentary oversight is weak, and audit bodies can only provide ex-post scrutiny.
      3. Limited financial scrutiny
      Financial scrutiny is limited by excessive secrecy.
      4. Violation of procedures
      Procedures are regularly circumvented through political influence. For example, the purchase of military helicopters in 2015 violated the Ministry of Finance's procedures

      Hapus
    4. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.

      Hapus
    5. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
      -
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).

      Hapus
    6. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    7. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat

      Hapus
    9. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

      Hapus
    12. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONSIA terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONSIA kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.

      Hapus
  12. Kapal RONGSOK ni Lagi bersenjata dari Kapal PPA OMPONG... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    3. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.
      ===================
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      ---------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
    4. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.
      ===================
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      ---------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
    5. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      MALAYSEWA (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      MALAYSEWA (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      -
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      MALAYSEWA: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      MALAYSEWA: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.

      Hapus
    6. OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    7. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
      Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
      Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi

      Hapus
    9. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
  13. Ha ha ha ada kapal usia 13 tahun masih kopong. Ha ha ha ha sementara KRI REM sudah keliling dunia. Memalukan

    BalasHapus
  14. KD maharajatipu sebaiknya digunakan utk selundupkan sabu

    BalasHapus
  15. 13 thn belum selesai dan kopong. Fix itu yg buat kera

    BalasHapus
  16. eittt....
    Sore gini di Langit Jakarta
    kok ada 2 ESYU Lewat haha!🚀🦾😎

    ada apa gerangan? jangan2 SURABAYA NO.35 haha!🤫🤗🤭

    BalasHapus
  17. PPA kita AESA DOBEL radar MAHAL & MEWAH haha!🦾😎✌️

    lha seblah radar lama, bukan aesa haha!👎🤥👎

    BalasHapus
  18. Manakala Kapal PPA OMPONG dan FRIGAT PUTING MERAH OMPONG hanya lah sebatas GUN BOAT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    LEMAH... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      ----------------------------------
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      ----------------------------------
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      -
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      -
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      ----------------------------------
      EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

      Hapus
    3. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
      --------------------------------
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html

      Hapus
    4. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
      ------------------------------
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL

      Hapus
    5. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat MALAYSEWA rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    6. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    7. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      MALONYET (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
      ---------------------------------
      Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
      Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
      Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
      Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
      Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
      Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

      Hapus
    9. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONSIA.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
  19. Manakala Kapal PPA OMPONG dan FRIGAT PUTING MERAH OMPONG hanya lah sebatas GUN BOAT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    LEMAH... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    3. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      ------------------------------
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL

      Hapus
    4. ANWAR :
      MALONDESH : BANANA REPUBLIC
      -
      "They treat us like some banana republic, with utter ignorance and clear arrogance," said Malondesh PM Anwar Ibrahim [malaymail.com]
      -
      ZONK MRCA SPH LCS NSM =
      5x Ganti RAJA
      5x Ganti PM
      6x Ganti Menteri Pertahanan
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI 1998–2026 :
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII)
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026.
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    5. ANWAR :
      MALONDESH : BANANA REPUBLIC
      -
      "They treat us like some banana republic, with utter ignorance and clear arrogance," said Malondesh PM Anwar Ibrahim [malaymail.com]
      -
      ZONK MRCA SPH LCS NSM =
      5x Ganti RAJA
      5x Ganti PM
      6x Ganti Menteri Pertahanan
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI 1998–2026 :
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII)
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026.
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    6. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -

      Hapus
    7. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
    9. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Performa Belanja: "Shopping" vs "Empty"
      Indonesia (Agresif): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista kelas berat dan teknologi tinggi (Rafale F-4, A400M, kapal perang PPA, peluru kendali Bora/Khan, hingga mesin jet LM-2500). Ini menunjukkan daya beli yang kuat dan kepercayaan diri fiskal.
      MALONYET (Stagnan): Laporan SIPRI yang kosong selama 2 tahun mengonfirmasi status "No Shopping". Ketidakhadiran kontrak baru menunjukkan kelumpuhan modernisasi akibat keterbatasan anggaran.
      ---------------------------------
      2. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
      Data utang terhadap GDP menjadi kunci mengapa kedua negara berada di jalur berbeda:
      Indonesia (Zona Aman): Total utang (80-95%) dan utang pemerintah (41,1%) berada di level yang sehat secara regional. Rasio ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjamin pendanaan alutsista jangka panjang.
      MALONYET (Zona Merah): Dengan total utang mencapai 224% dan utang pemerintah 70,5% terhadap GDP, negara ini terjebak dalam beban bunga utang. Tingginya utang membatasi kemampuan negara untuk mengalokasikan dana ke sektor pertahanan yang bersifat non-productive spending.
      ---------------------------------
      3. Penyakit Sistemik Pengadaan
      Analisa laporan 2025 menunjukkan bahwa kelemahan MALONYET bukan hanya soal uang, tapi juga manajemen:
      Anggaran Terkunci: 60-70% anggaran habis hanya untuk gaji dan perawatan barang tua, menyisakan sedikit ruang untuk inovasi.
      Skandal & Inefisiensi: Kasus korupsi baru di akhir 2025, kegagalan proyek LCS (hanya 73% selesai), dan intervensi "orang tengah" (broker) membuat biaya pengadaan membengkak tanpa menghasilkan aset nyata.
      Ketergantungan Asing: Berbeda dengan Indonesia yang mulai mengunci kontrak Transfer of Technology (ToT), MALONYET masih terjebak pada ketergantungan impor yang rentan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
  20. Soriii yeee Trio AH140, PPA, ISTIF ini
    Aset PREMIUM & MODEREN haha!🔫🚀🦾

    ✅️FULL AESA RADAR
    ✅️FULL SYLVER
    ✅️FULL MIDLAS

    apa ituw gowing lcs, kapal darat teknologi USANG...husss jau jau dah minggir📛 haha!😋👎🍌

    BEDA LEVEL, BEDA KASTA 🔥

    BalasHapus
  21. Faktanya proyek lcs gowing dari 2011,
    ❌️Fitted For BUT NOT PAID haha!👎🤪❌️

    ❌️Fitted For BUT NOT PAID haha!👎🤪❌️

    ❌️Fitted For BUT NOT PAID haha!👎🤪❌️

    NOT PAID = belum bayar...pantesan NSM Kensel haha!❌️👎😂
    vl-mika, torpedo, sonar semua GHOIB..KOSONK kata jabatan audit sampe 2035 haha!👻😶‍🌫️🤣

    BalasHapus
  22. Itali sengaja mampir ke port kelang
    mao PAMER PPA ke seblah haha!😝✌️😉

    kita uda beli CA💰H

    negri🎰kasino banana🍌repablik kl Dmiskinos mana sanggup haha!🤪👎🍌

    ngiler khan 😋
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/1112963764718166/

    BalasHapus
  23. Lumut/Lunas sdn.bhd VS PT.PAL...bagai langit ( PT.PAL ) & Saluran Pembuangan TAE ( Lumut/Lunas )...Najib pun tertawa...Hail Najib🩲🇲🇾🤡🩲

    BalasHapus
  24. 2,4x LIPAT LON ......
    Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
    • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

    BalasHapus
  25. Najib Razak Agent yg kita susupkan ke Goment diPutra Jaya...Terima Kasih Najib Razak...Hail Najib bhuahahahaaa🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  26. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    ----------------------------------
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    ----------------------------------
    EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

    BalasHapus
  27. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    --------------------------------
    2027 = 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
    Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
    Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
    Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
    Skala Ekonomi (PDB 2026):
    PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
    PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
    Peringkat Militer (GFP 2026):
    Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
    Ketahanan Fiskal:
    Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
    ________________________________________
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
    Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
    Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
    2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    Peringkat Militer (GFP 2026):
    Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
    KESIMPULAN:
    INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

    BalasHapus
  28. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
    DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    -
    2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
    ________________________________________
    PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
    Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
    Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
    Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
    Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
    Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
    Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
    ________________________________________
    MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
    Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
    Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
    Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
    Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
    Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
    ________________________________________
    MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
    Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
    No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.

    BalasHapus