10 Oktober 2026

BRP Conrado Yap dan BRP Emilio Jacinto Kembali Bertugas

10 Oktober 2026

Korvet BRP Conrado Yap (PS-30) (photo: MetroCDODev)

BRP Conrado Yap kembali bertugas di Cagayan de Oro
Setelah menjalani perawatan dan perbaikan intensif selama dua tahun, BRP Conrado Yap (PS-30) -- satu-satunya kapal korvet kelas Pohang yang dibeli dari Korea Selatan -- terlihat sedang bersandar di Pelabuhan Macabalan, Cagayan de Oro.

Hal ini mengindikasikan bahwa kapal tersebut kembali beroperasi setelah dua tahun tidak aktif, serta kini siap memperkuat armada *Offshore Combat Force* (Pasukan Tempur Lepas Pantai) Angkatan Laut Filipina.

Meskipun belum ada rincian mengenai wilayah tanggung jawab patrolinya, fakta bahwa kapal ini kembali beroperasi meningkatkan ketersediaan kapal yang siap untuk dikerahkan. (PitzDefense)

Korvet BRP Emilio Jacinto (PS-35) (photo: Philippine Navy)

BRP Emilio Jacinto Kembali Operasional untuk Penugasan di Mindanao Barat
Sangley Point, Cavite City -- BRP Emilio Jacinto (PS-35) kembali menjalankan tugas operasional setelah Armada Filipina/Philippine Fleet (PF) melalui *Offshore Combat Force* (OCF) Angkatan Laut Filipina melepas kapal tersebut untuk penugasan di Naval Command Western Mindanao (NCWM), menyusul upacara pelepasan di Dermaga Captain Salvo, Pangkalan Angkatan Laut Heracleo Alano, pada 2 Oktober 2026.

Komandan *Offshore Combat Force*, Komodor Lorenzo H. Bolor Jr. PN, memimpin upacara pelepasan yang menandai kembalinya PS-35 ke status operasional setelah rampungnya perbaikan dan pembaruan selama tujuh bulan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Golden Arrow Trading dengan dukungan dari Naval Shipyard, Sea Systems Command, Philippine Navy, serta personel kapal itu sendiri. (The Philippine Fleet)

215 komentar:

  1. NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    ------------------------------
    DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  2. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  3. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    ----------------------------------
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    ----------------------------------
    EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

    BalasHapus
  4. Korvet BRP Conrado Yap ini pohang klas hibah koryo, uda lebih dari 6 taon kok cuman 1, bukannya kpop kasi 2/3 bijik pohang klas...
    ato jangan2 sisanya batal di tolak ph navi, pilih gratisan dr nippong haha!🤭😉🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena mereka sudah punya kapal perang baru2...jadi kalau dibandingkan korvet ini sudah seperti gunboat ketinggalan teknologi + biaya refurbish cukup mahal karena harus di refurbish di galangan kapal korea.

      Hapus
  5. https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/


    Gempur Budget Ciput berharap dapat Barang Premium..kaya mimpi basah ngewe dg bintang Hollywood gk taunya pas melek ngewe dg cwe bangla🩲🇲🇾🩲🤣🤣🤣

    BalasHapus
  6. Airiel berkata:
    9 Oktober 2026 pukul 17.24
    Kita tidak akan pernah mampu mencapai tujuan-tujuan dalam Buku Putih Pertahanan dengan tingkat alokasi peningkatan anggaran seperti ini.

    Luqman berkata:
    9 Oktober 2026 pukul 17.36
    Kenaikan tersebut kurang lebih sedikit menutupi inflasi.

    Akmal berkata:
    10 Oktober 2026 pukul 7:13 pagi
    Oke, aset apa saja dari 7,58 miliar yang bisa kita dapatkan untuk angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara?


    Teruk sangatlah tuh🩲🇲🇾🤡🩲🤣🤣🤣

    BalasHapus
  7. 2x LIPAT LON ......
    Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

    BalasHapus
  8. Manakala kapal LCS kembali mangkrak

    BalasHapus
  9. 2,4x LIPAT LON ......
    Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
    • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

    BalasHapus
  10. Lcs versi akan..di serahkan 2035..🤣🤣🤣😁😁😁😁😁😝😝😜🤪🙈🙊🙉🙈🙊🙉🙈🙊🙉🙈🙊🙈🙉

    BalasHapus
  11. Kapal RONGSOK ni Lagi bersenjata dari Kapal PPA OMPONG... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    3. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      LCS 2024-2011 = 15 TAHUN
      15 TAHUN MANGKRAK
      15 TAHUN MANGKRAK
      LCS DIPAY 6 RM 12.4 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      -----
      NGPVs PAY DEBT LCS = seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALONYET semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) BHD.
      ===================
      MALONYET 's armed forces procurement faces several weaknesses, including:
      1. Corruption
      The defense sector is at high risk of corruption, and procurement is vulnerable to powerful interests. The MALONYET Anti-Corruption Commission (MACC) received the highest number of corruption complaints for procurement activities in 2013 and 2018.
      2. Political influence
      Decisions are often driven by vendors and against strategic interests. For example, MALONYET has sometimes exchanged hardware for palm oil, which exposes the procurement process to political influence.
      Weak parliamentary oversight
      Parliamentary oversight is weak, and audit bodies can only provide ex-post scrutiny.
      3. Limited financial scrutiny
      Financial scrutiny is limited by excessive secrecy.
      4. Violation of procedures
      Procedures are regularly circumvented through political influence. For example, the purchase of military helicopters in 2015 violated the Ministry of Finance's procedures

      Hapus
    4. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.

      Hapus
    5. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
      -
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).

      Hapus
    6. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    7. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat

      Hapus
    9. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

      Hapus
    12. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONSIA terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONSIA kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.

      Hapus
  12. Kapal RONGSOK ni Lagi bersenjata dari Kapal PPA OMPONG... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    3. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.
      ===================
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      ---------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
    4. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.
      ===================
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      READINESS AIR FORCE = 43%
      On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
      ---------------
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      READINESS NAVY = 58,6%
      Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
      Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan.
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
    5. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
      Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
      MALAYSEWA (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
      -
      Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
      Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
      MALAYSEWA (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
      Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      -
      Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
      Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
      MALAYSEWA: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
      MALAYSEWA: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.

      Hapus
    6. OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    7. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, MALONYET, atau Thailand.
      Singapura & MALONYET (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, MALONYET (MALONYET) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".
      ---------------------------------
      4. Analisis Tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET
      Data yang Anda paparkan mengenai MALONYET dari 2018-2025 mengungkap masalah struktural serius:
      Inefisiensi Pinjaman: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru MALONYET hanya digunakan untuk membayar pokok utang lama, bukan untuk investasi produktif atau pembangunan infrastruktur baru.
      Keterbatasan Anggaran: Dengan 58% pinjaman dialokasikan untuk bayar utang pada 2025, ruang gerak pemerintah MALONYET untuk memberikan stimulus ekonomi

      Hapus
    9. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
  13. Ha ha ha ada kapal usia 13 tahun masih kopong. Ha ha ha ha sementara KRI REM sudah keliling dunia. Memalukan

    BalasHapus
  14. KD maharajatipu sebaiknya digunakan utk selundupkan sabu

    BalasHapus
  15. 13 thn belum selesai dan kopong. Fix itu yg buat kera

    BalasHapus
  16. eittt....
    Sore gini di Langit Jakarta
    kok ada 2 ESYU Lewat haha!🚀🦾😎

    ada apa gerangan? jangan2 SURABAYA NO.35 haha!🤫🤗🤭

    BalasHapus
  17. PPA kita AESA DOBEL radar MAHAL & MEWAH haha!🦾😎✌️

    lha seblah radar lama, bukan aesa haha!👎🤥👎

    BalasHapus
  18. Manakala Kapal PPA OMPONG dan FRIGAT PUTING MERAH OMPONG hanya lah sebatas GUN BOAT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    LEMAH... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      ----------------------------------
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      ----------------------------------
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      -
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      -
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      ----------------------------------
      EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

      Hapus
    3. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
      --------------------------------
      2025-2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      -
      2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      2023 = NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      2021 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
      -
      2020 = PLANNED
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html

      Hapus
    4. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP MALONYET (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      --------------------------------
      5️⃣DATA UTANG MALONYET 2022
      Utang Pemerintah: RM 1,08 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,38 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 60,1%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 80,9%
      Jumlah Penduduk: 34.695.493 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2022
      Utang Pemerintah: RM 1.080.000.000.000 / 34.695.493 = RM 31.127
      Utang Rumah Tangga: RM 1.380.000.000.000 / 34.695.493 = RM 39.774
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 70.901
      --------------------------------
      6️⃣DATA UTANG MALONYET 2021
      Utang Pemerintah: RM 979,81 miliar
      Utang Rumah Tangga: RM 1,34 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 63,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 89,1% (Puncak pandemi)
      Jumlah Penduduk: 34.282.399 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2021
      Utang Pemerintah: RM 979.810.000.000 / 34.282.399 = RM 28.580
      Utang Rumah Tangga: RM 1.340.000.000.000 / 34.282.399 = RM 39.087
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 67.667
      ------------------------------
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL

      Hapus
    5. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
      -
      Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat MALAYSEWA rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
      -
      Ringkasan Perbandingan 2026
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.

      Hapus
    6. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    7. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      MALONYET (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
      ---------------------------------
      Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
      Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
      Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
      Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
      Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
      Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

      Hapus
    9. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONSIA.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja MALONSIA membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.

      Hapus
  19. Manakala Kapal PPA OMPONG dan FRIGAT PUTING MERAH OMPONG hanya lah sebatas GUN BOAT... 🔥🔥🤣🤣🤣

    LEMAH... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,4x LIPAT LON ......
      Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
    3. 5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      --------------------------------
      1️⃣ DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------
      2️⃣ DATA YANG MALONYET 2025
      Utang Pemerintah akhir 2025: RM 1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Utang rumah tangga 2025 : RM 1.65 triliun = 1,650,000,000,000
      Jumlah penduduk MALONYET 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2025
      Utang Pemerintah : 1,300,000,000,000/35,977,838 = RM 36,139
      Utang Rumah Tangga : 1,650,000,000,000/35,977,838 = RM 45,859
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga MALONYET : RM 36,139 + RM 45,859 = RM 81.998
      --------------------------------
      3️⃣DATA UTANG MALONYET 2024
      Utang Pemerintah: RM 1,22 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,53 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,6%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,2%
      Jumlah Penduduk: 34.671.895 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2024
      Utang Pemerintah: RM 1.220.000.000.000 / 34.671.895 = RM 35.187
      Utang Rumah Tangga: RM 1.530.000.000.000 / 34.671.895 = RM 44.128
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 79.315
      --------------------------------
      4️⃣DATA UTANG MALONYET 2023
      Utang Pemerintah: RM 1,17 triliun
      Utang Rumah Tangga: RM 1,45 triliun
      Rasio Utang Pemerintah/PDB: 64,3%
      Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 81,2%
      Jumlah Penduduk: 35.126.298 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK 2023
      Utang Pemerintah: RM 1.170.000.000.000 / 35.126.298 = RM 33.308
      Utang Rumah Tangga: RM 1.450.000.000.000 / 35.126.298 = RM 41.279
      ➡️Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 74.587
      ------------------------------
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL

      Hapus
    4. ANWAR :
      MALONDESH : BANANA REPUBLIC
      -
      "They treat us like some banana republic, with utter ignorance and clear arrogance," said Malondesh PM Anwar Ibrahim [malaymail.com]
      -
      ZONK MRCA SPH LCS NSM =
      5x Ganti RAJA
      5x Ganti PM
      6x Ganti Menteri Pertahanan
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI 1998–2026 :
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII)
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026.
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    5. ANWAR :
      MALONDESH : BANANA REPUBLIC
      -
      "They treat us like some banana republic, with utter ignorance and clear arrogance," said Malondesh PM Anwar Ibrahim [malaymail.com]
      -
      ZONK MRCA SPH LCS NSM =
      5x Ganti RAJA
      5x Ganti PM
      6x Ganti Menteri Pertahanan
      -
      2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
      2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
      2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
      2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
      2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
      2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI 1998–2026 :
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII)
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026.
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    6. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -

      Hapus
    7. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    8. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
    9. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      🛩️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      1. Performa Belanja: "Shopping" vs "Empty"
      Indonesia (Agresif): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista kelas berat dan teknologi tinggi (Rafale F-4, A400M, kapal perang PPA, peluru kendali Bora/Khan, hingga mesin jet LM-2500). Ini menunjukkan daya beli yang kuat dan kepercayaan diri fiskal.
      MALONYET (Stagnan): Laporan SIPRI yang kosong selama 2 tahun mengonfirmasi status "No Shopping". Ketidakhadiran kontrak baru menunjukkan kelumpuhan modernisasi akibat keterbatasan anggaran.
      ---------------------------------
      2. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
      Data utang terhadap GDP menjadi kunci mengapa kedua negara berada di jalur berbeda:
      Indonesia (Zona Aman): Total utang (80-95%) dan utang pemerintah (41,1%) berada di level yang sehat secara regional. Rasio ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjamin pendanaan alutsista jangka panjang.
      MALONYET (Zona Merah): Dengan total utang mencapai 224% dan utang pemerintah 70,5% terhadap GDP, negara ini terjebak dalam beban bunga utang. Tingginya utang membatasi kemampuan negara untuk mengalokasikan dana ke sektor pertahanan yang bersifat non-productive spending.
      ---------------------------------
      3. Penyakit Sistemik Pengadaan
      Analisa laporan 2025 menunjukkan bahwa kelemahan MALONYET bukan hanya soal uang, tapi juga manajemen:
      Anggaran Terkunci: 60-70% anggaran habis hanya untuk gaji dan perawatan barang tua, menyisakan sedikit ruang untuk inovasi.
      Skandal & Inefisiensi: Kasus korupsi baru di akhir 2025, kegagalan proyek LCS (hanya 73% selesai), dan intervensi "orang tengah" (broker) membuat biaya pengadaan membengkak tanpa menghasilkan aset nyata.
      Ketergantungan Asing: Berbeda dengan Indonesia yang mulai mengunci kontrak Transfer of Technology (ToT), MALONYET masih terjebak pada ketergantungan impor yang rentan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.

      Hapus
    10. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    11. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      ---------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    12. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL MAKELAR & KRONISME (PROCUREMENT CORRUPTION):
      Dominasi Makelar (Middlemen): Pengadaan alutsista dikendalikan oleh "agen" yang mayoritas adalah pensiunan perwira militer untuk menggelembungkan harga.
      Kecaman Raja (Sultan Ibrahim): Pada 2025, Raja mengecam praktik makelar di Kemenhan dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "Peti Mati Terbang".
      Favoritisme Politik: Hanya 20–30% kontrak yang melalui tender terbuka; sisanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik atau eks-militer.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Kasus suap masif yang melibatkan penyelidik Prancis (2018), mengungkap risiko kebocoran rahasia negara akibat pengaruh kontraktor asing.
      Lemahnya Pengawasan: Tidak ada komite parlemen independen yang mengaudit kontrak, sehingga konflik kepentingan terus berlanjut tanpa konsekuensi hukum.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF LIMITATIONS):
      Armada Tua & Terbatas: Su-30MKM, F/A-18D, dan Hawk 208/108 sudah berusia di atas 20 tahun dengan biaya perawatan yang mencekik kas negara.
      Gap Superioritas Udara: Armada MiG-29N dipensiunkan (2015) tanpa pengganti sepadan, menciptakan kekosongan kekuatan tempur udara.
      Tanpa Jangkauan Strategis: Tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (Air Refueling) dan tidak ada sistem peringatan dini (AEW&C).
      Logistik Campur Aduk: Bergantung pada campuran platform Barat (AS/Eropa) dan Rusia, mempersulit manajemen suku cadang dan mengurangi interoperabilitas.
      Opsi "Murah" FA-50: Karena miskin, pemerintah terpaksa memilih jet ringan FA-50 Korea Selatan yang kapabilitasnya terbatas dibanding pesawat multirole murni seperti Rafale.
      Krisis ISR & Drone: Kemampuan intelijen dan pengawasan sangat minimal; ketergantungan pada drone Turki masih dalam tahap awal dan belum terintegrasi penuh.


      Hapus
  20. Soriii yeee Trio AH140, PPA, ISTIF ini
    Aset PREMIUM & MODEREN haha!🔫🚀🦾

    ✅️FULL AESA RADAR
    ✅️FULL SYLVER
    ✅️FULL MIDLAS

    apa ituw gowing lcs, kapal darat teknologi USANG...husss jau jau dah minggir📛 haha!😋👎🍌

    BEDA LEVEL, BEDA KASTA 🔥

    BalasHapus
  21. Faktanya proyek lcs gowing dari 2011,
    ❌️Fitted For BUT NOT PAID haha!👎🤪❌️

    ❌️Fitted For BUT NOT PAID haha!👎🤪❌️

    ❌️Fitted For BUT NOT PAID haha!👎🤪❌️

    NOT PAID = belum bayar...pantesan NSM Kensel haha!❌️👎😂
    vl-mika, torpedo, sonar semua GHOIB..KOSONK kata jabatan audit sampe 2035 haha!👻😶‍🌫️🤣

    BalasHapus
  22. Itali sengaja mampir ke port kelang
    mao PAMER PPA ke seblah haha!😝✌️😉

    kita uda beli CA💰H

    negri🎰kasino banana🍌repablik kl Dmiskinos mana sanggup haha!🤪👎🍌

    ngiler khan 😋
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/1112963764718166/

    BalasHapus
  23. Lumut/Lunas sdn.bhd VS PT.PAL...bagai langit ( PT.PAL ) & Saluran Pembuangan TAE ( Lumut/Lunas )...Najib pun tertawa...Hail Najib🩲🇲🇾🤡🩲

    BalasHapus
  24. 2,4x LIPAT LON ......
    Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    INDONESIA = Rp189 TRILIUN
    Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
    ====================
    ====================
    MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
    Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
    https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
    • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
    • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

    BalasHapus
  25. Najib Razak Agent yg kita susupkan ke Goment diPutra Jaya...Terima Kasih Najib Razak...Hail Najib bhuahahahaaa🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  26. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    ----------------------------------
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    -
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    ----------------------------------
    EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    LCS FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
    REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
    (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
    RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
    (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
    RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
    -
    ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
    RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
    Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

    BalasHapus
  27. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    --------------------------------
    2027 = 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
    Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
    Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
    Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
    Skala Ekonomi (PDB 2026):
    PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
    PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
    Peringkat Militer (GFP 2026):
    Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
    Ketahanan Fiskal:
    Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
    ________________________________________
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
    Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
    Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
    2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    Peringkat Militer (GFP 2026):
    Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
    KESIMPULAN:
    INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

    BalasHapus
  28. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
    DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    -
    2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
    ________________________________________
    PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
    Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
    Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
    Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
    Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
    Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
    Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
    ________________________________________
    MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
    Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
    Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
    Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
    Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
    Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
    ________________________________________
    MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
    Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
    No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.

    BalasHapus
  29. JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂


    KD MAHARAJALELA 🇲🇾

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ✅
    TORPEDO ✅

    ___________________________________
    KAPAL PPA -FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌
    _________________________________

    FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYSEWA 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      --------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge MALAYSEWA (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) MALAYSEWA (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, MALAYSEWA tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
    3. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, MALAYSEWA tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
    4. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
      Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
      Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
      Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
      Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
      Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
      ________________________________________
      KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
      Kecaman Raja: Raja MALONSIA mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
      Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
      Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
      Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
      Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
      Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.

      Hapus
  30. JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂


    KD MAHARAJALELA 🇲🇾

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ✅
    TORPEDO ✅

    ___________________________________
    KAPAL PPA -FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌
    _________________________________

    FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.

      Hapus
    2. BACOT PENGEMIS BERAS : BANNED NSM AMRAAM F18 UH60A : ART USD 240 MILLIAR
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP .........
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      F18 MALONYET NGEMIS = F15 INDONESIA RILIS
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

      Hapus
  31. PADAM KEBAKARAN HUTAN saja INDIANESIA TAK MAMPU guys....HAHAHAHAHA



    Status Darurat Karhutla Diperpanjang Hingga Pertengahan Oktober

    https://faktakalimantan.co.id/headline/status-darurat-karhutla-diperpanjang-hingga-pertengahan-oktober/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -

      Hapus
    2. BOTOL = LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN DELAY
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).
      -
      Spiral Hutang & Krisis Fiskal (DSR)
      Jebakan Hutang (Debt-Pay-Debt): 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit aman 65%) dan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (salah satu yang tertinggi di ASEAN).
      -
      Model Ekonomi "Negara Penyewa"
      Aset Sewaan (32+ Item): Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk helikopter (Blackhawk, AW139), pesawat latihan, hingga kendaraan operasional.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa mata uang asing.
      -

      Hapus
    3. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.
      -
      Jebakan Utang & Krisis Fiskal MALAYSEWA
      Penyebab utama stagnasi pertahanan adalah beban finansial yang ekstrem:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Inklusi liabilitas 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang).
      Rasio Utang: 70,4% dari PDB (Melewati limit 65%).
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Mengukuhkan diri sebagai Raksasa Ekonomi (Top 6 PPP Dunia) dan kekuatan militer elit global.
      MALAYSEWA: Mengalami Demiliterisasi De Facto dan penurunan kelas akibat krisis utang sistemik, korupsi, dan kegagalan kontrak berulang.


      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).

      Hapus
  32. KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MAKIN PARAH....MULAI MEMBAKAR RUMAH WARGA guys.....



    Karhutla Barito Kuala Bakar Dua Rumah dan Ancam Kampus Uniska

    https://suaragarut.id/karhutla-barito-kuala-bakar-rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).
      -
      Daftar Alutsista Indonesia "On Progress"
      Indonesia sedang membangun kekuatan pemukul masif:
      Udara: 42 Rafale, 48 KAAN (Turki), 48 KF-21 Boramae, 2 A400M, 22 Black Hawk.
      Laut: 2 Fregat Brawijaya, 2 Fregat Merah Putih, 2 Fregat Istif, 2 Kapal Selam Scorpène Evolved, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      Darat/Rudal: 3 Baterai Rudal KHAN, 3 Baterai Rudal Trisula, 12 Drone Anka, 60 Drone TB3.
      -
      Timeline "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
      Rentetan kegagalan kontrak dan wacana yang berakhir "Zonk":
      2014: Jet Rafale (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk/Batal).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak, unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim terhadap seluruh pengadaan militer akibat korupsi.
      -
      Analisa "Salam Kosong" SIPRI (2020–2025)
      Status pengadaan MALAYSEWA yang terjebak dalam retorika:
      2020–2021: Planned (Dijangka/Rencana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Amnesia belanja).

      Hapus
    2. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB
      Indonesia (Pruden): ~40% — Berada dalam kategori sangat sehat, jauh di bawah batas aman undang-undang (60%).
      MALAYSEWA (Zona Merah): ~69–70% — Sudah melewati limit plafon utang mereka (65%).
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga
      Indonesia (Aman): 16% — Rendah, memberikan ketahanan tinggi terhadap konsumsi domestik.
      MALAYSEWA (Ekstrem): 84,3% — Sangat tinggi (mencekik), sebagian besar pendapatan rakyat habis untuk membayar cicilan.
      -
      Defisit Fiskal (Tahun Anggaran 2025)
      Indonesia (Terkendali): Di bawah 3% — Menunjukkan disiplin fiskal yang ketat dan manajemen anggaran yang stabil.
      MALAYSEWA (Tinggi): 3,8% — Masih cukup tinggi, menambah beban akumulasi utang baru setiap tahun.
      -
      Kapasitas Belanja Negara
      Indonesia (Tinggi): Fokus pada modernisasi alutsista strategis (Rafale, Scorpène) dan pembangunan infrastruktur karena fiscal space yang luas.
      MALAYSEWA (Rendah): Fokus pada pembayaran bunga utang yang membengkak, mengakibatkan pembekuan pengadaan militer.

      Hapus
    3. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.


      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.

      Hapus
    6. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.

      Hapus
  33. KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MAKIN PARAH....MULAI MEMBAKAR RUMAH WARGA guys.....



    Karhutla Barito Kuala Bakar Dua Rumah dan Ancam Kampus Uniska

    https://suaragarut.id/karhutla-barito-kuala-bakar-rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    2. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).


      Hapus
    3. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
    4. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar


      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KELUMPUHAN KEBIJAKAN & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.

      Hapus
    6. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      CHANGE SKIN = CHANGE NAME = MANGKRAK DELATED 15 YEARS .....
      PSC = 1995 = TRAWLERS
      PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
      BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
      PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
      ===================
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      LCS 2024-2011 = 15 TAHUN
      15 TAHUN MANGKRAK
      15 TAHUN MANGKRAK
      LCS DIPAY 6 RM 12.4 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      -----
      NGPVs PAY DEBT LCS = seperti didedahkan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC) dan CEO LTAT, syarikat BNS menggunakan RM400 juta daripada PAYan pendahuluan bagi projek LCS untuk menjelaskan DEBT lapuk bagi projek NGPV," syarikat PSC-Naval Dockyard pada Disember 2005 sebelum dijenaMALONYET semula menjadi syarikat Boustead Naval Dockyard Sdn Bhd
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) BHD.
      ===================
      MALONYET 's armed forces procurement faces several weaknesses, including:
      1. Corruption
      The defense sector is at high risk of corruption, and procurement is vulnerable to powerful interests. The MALONYET Anti-Corruption Commission (MACC) received the highest number of corruption complaints for procurement activities in 2013 and 2018.
      2. Political influence
      Decisions are often driven by vendors and against strategic interests. For example, MALONYET has sometimes exchanged hardware for palm oil, which exposes the procurement process to political influence.
      Weak parliamentary oversight
      Parliamentary oversight is weak, and audit bodies can only provide ex-post scrutiny.
      3. Limited financial scrutiny
      Financial scrutiny is limited by excessive secrecy.
      4. Violation of procedures
      Procedures are regularly circumvented through political influence. For example, the purchase of military helicopters in 2015 violated the Ministry of Finance's procedures

      Hapus
  34. Ayuh mana TEPUNG UBI nya...katanya mampu padam kebakaran.............HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar


      Hapus
    2. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,4% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
    3. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------ntras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
      Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
      Indonesia (Pruden & Sehat):
      Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
      Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
      MALAYSEWA (Zona Merah Fiskal):
      Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,4% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
      Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.
      -
      Trajektori Utang MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan akumulasi utang yang tidak terkendali:
      Era Transparansi (2018): Lonjakan drastis dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun terjadi karena inklusi liabilitas tersembunyi (kasus 1MDB & proyek PPP).
      Beban Pandemi & Pasca-Pandemi: Utang terus mendaki dari RM 1,32 T (2020) hingga diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Defisit Fiskal: Meskipun menyusut ke 3,8% (2025), nominal defisit tetap tinggi (± USD 17,8 Miliar), memaksa penambahan utang baru setiap tahun.
      -
      Implikasi Geopolitik & Pertahanan
      Kesenjangan ekonomi ini berdampak langsung pada postur militer:
      Indonesia: Memiliki Fiscal Space luas untuk modernisasi alutsista (Rafale, Scorpene) karena beban bunga utang yang rendah.
      MALAYSEWA: Terjebak dalam siklus "Hutang Bayar Hutang". Beban bunga utang yang masif memaksa pemerintah melakukan pembekuan total pengadaan militer dan beralih ke skema sewa (leasing) karena ketidaksediaan dana tunai.
      -
      Kesimpulan Utama: Indonesia kini berada di liga elit ekonomi global (G20 Top 6 PPP), sementara MALAYSEWA menghadapi risiko sistemik akibat beban utang pemerintah dan rumah tangga yang ekstrem, yang berujung pada stagnasi nasional.

      Hapus
    4. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALAYSEWA:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
      -
      Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
      Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
      Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALAYSEWA kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
      Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
      -
      Fenomena Demiliterisasi De Facto MALAYSEWA
      Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
      Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
      Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
      Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
      -
      Kesimpulan Strategis 2026
      Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
      MALAYSEWA: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

      Hapus
    5. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    6. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
      Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
      Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
      ________________________________________
      KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
      Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
      Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
      Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
      Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
      Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.

      Hapus
    7. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030. Learning is one thing, tolerating “still learning” after 20 plus years is not good enough. Not recognising learning is not possible because of limited pipeline is another. Local shipyards have proven capable of building certain type of ships because of good pipeline, so good for them that they win those contract – they can learn over time to build bigger ships. But for now, no need to be a cheerleader for local shipyards pitching to win big ships for RMN and MMEA.
      ===================
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALONYET household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALONYET (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALONYET , among other things......
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
  35. Ayuh mana TEPUNG UBI nya...katanya mampu padam kebakaran.............HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    3. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
      Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
      Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
      Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
      Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
      -
      Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
      Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
      Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
      Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
      -
      Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
      Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
      Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
      Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.


      Hapus
    4. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
      Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
      MALAYSEWA (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
      Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
      -
      Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
      Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
      MALAYSEWA (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
      -
      Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
      Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
      MALAYSEWA (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
      Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
      Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
      Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip MALAYSEWA melalui modernisasi aktif.
      Peringkat 7: MALAYSEWA (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
      -
      Krisis Administrasi & Degradasi Aset
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA JAM LATIHAN YANG RENDAH (LOW TRAINING HOURS):
      Udara (RMAF): Standar NATO adalah 150–180 jam terbang per tahun. Pilot MALONSIA hanya mendapatkan 60–80 jam per tahun akibat kurangnya anggaran bahan bakar dan kelangkaan suku cadang pesawat (Su-30 sering grounded).
      Laut (RMN): Kapal perang seharusnya berada di laut 90–120 hari per tahun. Kapal MALONSIA rata-rata hanya 30–50 hari di laut karena pemotongan anggaran logistik dan usia kapal yang sudah di atas 40 tahun.
      Darat (TDM): Latihan skala besar (Combined Arms) jarang dilakukan; fokus hanya pada latihan hutan skala kecil berbiaya rendah. Anggaran amunisi dan bahan bakar sering dibatasi.
      Risiko Keamanan: Jam latihan rendah mengakibatkan degradasi skill tempur, koordinasi matra yang lemah, dan tingginya angka kecelakaan (Kasus jatuhnya helikopter Nuri & jet Hawk).
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL (LOW ABSOLUTE BUDGET):
      Terendah di ASEAN: Dengan belanja pertahanan hanya ~USD 4 Miliar (RM 19,7 Miliar), MALONSIA memiliki pengeluaran absolut terendah dibanding negara menengah ASEAN lainnya (Singapura ~USD 12,5 Miliar, Indonesia ~USD 9,5 Miliar).
      Daya Beli Hancur: Sebagian besar senjata modern dihargai dalam USD/EUR. Depresiasi Ringgit (RM 4.7–4.8 per USD) membuat anggaran RM 19,7 Miliar tersebut semakin tidak bernilai di pasar global.
      Kanibalisme Anggaran Gaji: Dari total anggaran pertahanan, ~70% habis hanya untuk gaji dan pensiun. Sisanya kurang dari RM 4-5 Miliar per tahun untuk modernisasi (CAPEX).
      Siklus Macet: Satu program besar (seperti LCS RM 9 Miliar+) mampu menyerap seluruh anggaran pembangunan selama bertahun-tahun, menghentikan program pengadaan lainnya secara total.

      Hapus
    6. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft.
      ===================
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
      Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030. Learning is one thing, tolerating “still learning” after 20 plus years is not good enough. Not recognising learning is not possible because of limited pipeline is another. Local shipyards have proven capable of building certain type of ships because of good pipeline, so good for them that they win those contract – they can learn over time to build bigger ships. But for now, no need to be a cheerleader for local shipyards pitching to win big ships for RMN and MMEA.
      ===================
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)

      Hapus
  36. JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂


    KD MAHARAJALELA 🇲🇾

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ✅
    TORPEDO ✅

    ___________________________________
    KAPAL PPA -FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌
    _________________________________

    FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
      Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
      Vietnam (Peringkat 23)
      Thailand (Peringkat 24)
      Singapura (Peringkat 29)
      Myanmar (Peringkat 35)
      Filipina (Peringkat 41)
      MALAYSEWA (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
      -
      Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
      Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
      Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
      Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALAYSEWA.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALAYSEWA kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
      Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
      MALAYSEWA (Demiliterisasi De Facto):
      Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
      Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

      Hapus
    2. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42
      -
      Kronologi Kegagalan Kontrak MALAYSEWA (Timeline "Prank")
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
      2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
      2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
      -
      Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
      Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
      PDB PPP (Daya Beli Riil):
      Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
      MALAYSEWA: US$ 1,34 Triliun
      Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
      PDB Nominal (Nilai Pasar):
      Indonesia: US$ 1,69 Triliun
      MALAYSEWA: US$ 0,46 Triliun
      Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.

      Hapus
    3. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
      -
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALAYSEWA (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALAYSEWA: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
    4. BANGSA BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
    5. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      LCS 2025-2011 = 15 TAHUN OMPONG
      LCS 2024-2011 = RM 12.4 BILLION
      NO MERIAM
      NO RADAR
      NO MACHINE
      NO MISSILE
      LCS DIPAY 6 RM 12.4 BILLION NOT YET DELIVERED = The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
      -----
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      -----
      HIGH COURT =
      CRIMINAL BREACH LCS RM 21 MILLION
      CRIMINAL BREACH LCS RM 21 MILLION
      CRIMINAL BREACH LCS RM 21 MILLION
      Former Royal MALONYET Navy (RMN) chief Tan Sri Ahmad Ramli Mohd Nor failed to quash his three counts of criminal breach of trust totalling RM21 million over the Littoral Combat Ship (LCS) project scandal.
      High Court judge Datuk Azhar Abdul Hamid made the decision today on grounds that the issue of the 80-year-old accused's mental fitness to stand trial should be investigated by the trial judge.
      The High Court also ordered the case to be remitted back to the Sessions Court before judge Suzana Hussain.
      =========
      PMX SEWA 15 YEARS
      PMX SEWA 15 YEARS
      PMX SEWA 15 YEARS
      RMAF
      RMN
      MMEA
      POLICE
      FIRE
      RESCUE DEPARTEMENT
      PM DEPARTEMENT
      PMX has defended the decision to SEWA the helicopters for the military and other government agencies – RM16.5 billion for 15 years – during the Parliament session on Thursday. Among others he said the government adopted the leasing model to reduce maintenance costs and at the same time improved the operational readiness of the fleet.
      DS Anwar Ibrahim did not address the fact that the government will be paying some RM1 billion a year for 15 years for the helicopters. He also said the helicopters selected were based on the specifications and requirements of the agencies themselves.
      He also confirmed that the Army will also be part of the leasing programme apart from RMAF,RMN, MMEA, police, Fire and Rescue Department, and the Prime Minister Department. Apart from RMAF 12 and police’s seven helicopters, he did not give the breakdown for the other services and agencies.
      =========
      MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
      • Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
      • Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
      • Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
      • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
      • Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
      Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness
      ==============
      NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

      Hapus
    6. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
      Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
      Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
      Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
      Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
      Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
      Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
      ________________________________________
      SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
      Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
      Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang

      Hapus
    7. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
      Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
      Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
      Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
      Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
      Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
      Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
      ________________________________________
      SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
      Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
      Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang memiliki koneksi politik tanpa keahlian teknis.

      Hapus
    8. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      BUKTI LCS OMPONG MELOMPONG ......
      LOI NSM = LCS OMPONG
      LOI NSM = LCS OMPONG
      LOI TARANTULA = GOIB
      Mindef hari ini menandatangani surat hasrat (LOI) bernilai RM1.8 bilion kepada Mildef International Technologies Sdn. Bhd. (MILDEF).
      Selain Tarantula, Mindef turut menganugerahkan LOI bernilai RM800 juta kepada Lumut Naval Shipyard (Lunas) bagi perolehan kelengkapan logistik untuk kapal tempur pesisir (LCS). Seterusnya membekal 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
      ----
      BUKTI OPV GAGAL
      BUKTI OPV GAGAL
      BUKTI OPV GAGAL
      Bagaimana pun kapal kedua dan ketiga (OPV 2, OPV 3) gagal disiapkan dengan kedua-duanya telah mencapai status pembinaan sebanyak 76% dan 57%.
      Kerajaan memeterai perjanjian dengan THHE Destiny pada 2017 untuk membekalkan tiga unit OPV pada kos RM740 juta untuk APMM dan kapal peronda itu dijadual diserahkan pada 2022
      ----
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MALONYET has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MALONYET Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MALONYET Navy, the Royal MALONYET Air Force, and the MALONYET Army.
      ----
      A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MALONYET membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MALONYET in the future. MALONYET announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MALONYET palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      ----
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)


      Hapus
  37. Maharajalelet sudah 13 thn masih jadi gunboat 😁😁😁😁😁 dibandingkan dg PPA yg blm 1 thn 😁😁😁😁😁

    BalasHapus
  38. Itupun maharajalelet sampai 2035 blm akan dipersenjatai. Ha ha ha ha ha warganyet ternyata hanya mampu buat kapal tangkap sotong

    BalasHapus
  39. • Penyerahan Tanpa Senjata Lengkap: LCS 1 dijadwalkan diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) pada April 2027 (setelah sebelumnya diundur dari Agustus/Desember 2026), namun diserahkan tanpa sistem persenjataan lengkap seperti Naval Strike Missile (NSM) akibat kendala izin ekspor pemasok.
    • Kesiapsiagaan Penuh (2035): Kontrak pelengkap untuk sistem senjata, integrasi sistem, dan pelatihan kru baru diprediksi rampung pada Desember 2035.
    • Sikap Kementerian Pertahanan: Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamed Khaled Nordin, menyatakan unjuran audit hingga 2035 tersebut terlalu lama dan kementerian sedang mencari alternatif pemasok misil dengan waktu pengiriman yang lebih cepat

    BalasHapus
  40. FACT = LCS KARATAN
    BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
    PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
    ---------------------------------
    RENAME = COPY PASTE = MANGKRAK DELAYED 15 YEARS .....
    PSC = 1995 = TRAWLERS
    PSC > BNS = 2005 = NGPVs (PAY 27 UNIT REAL 6 UNIT)
    BNS > LUNAS = 2024 = LCS PAY 6 UNIT DELAYED 15 YEARS
    PSC-Naval Dockyard founded 1995. In 2005, Public Accounts Committee (PAC) unveiled serious corruption in the PCS-ND and caused solemn concern from the public. Under pressure of the public, MALONYET government enforced a reorganize result the PCS-ND to be taken over by Boustead Heavy Industries Corporation and renamed as Boustead Naval Shipyard Sdn Bhd. Boustead Heavy Industries Corporation (BHIC) was listed on Bursa MALONYET in 2007 and the parent company is Boustead Holdings. BHIC was known for its subsidiary Boustead Naval Shipyard (BNS) which is specialised in naval shipbuilding and ship repair.[5] BNS now had taken over by Government and renamed as Lumut Naval Shipyard (LUNAS) 2024
    ===================
    PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
    PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
    PROBLEMS SHIPYARD = LCS OPV NGPVs FAILED
    Local shipyards have poor record building big ships. LCS is one, Kedah is the first. The MMEA OPV is the other one. No need to be a cheerleader about it and trying to play it safe. It’s bad then it’s bad. Can blame the system, blame the politicians, blame the lack of controls, blame the people, the fact remains the local shipyards failed to deliver, and it has cost RMN. Less we forget, BNS (from the days of PSC-ND) had more than 20+ years to learn building complex ships. Also, the shipbuilding pipeline is too limited to support a local industry, meaning there is no learning possible – BNS (and its predecessor PSC-ND) only had contract to build 12 warships in its existence. In fact, come 2030, after 30 years, if we’re lucky the shipyard would still only have built 11 ships. In contrast ST Engineering had more than 40 ships over 28 years and have confirmed 6 new ships out to 2030.
    ===================
    READINESS AIR FORCE = 43%
    READINESS AIR FORCE = 43%
    READINESS AIR FORCE = 43%
    On readiness levels, Azalina cited a 2017 Universiti TekNOLogi MALONYET study titled Aircraft Acquisition Conceptual Framework, which found that the Royal MALONYET Air Force's (RMAF) aircraft readiness was at just 43 per cent between 2011 and 2015 compared to the minimum 70 per cent mark.
    ---------------
    READINESS NAVY = 58,6%
    READINESS NAVY = 58,6%
    READINESS NAVY = 58,6%
    Panglima Tentera Laut, Laksamana Tan Sri Abdul Rahman Ayob hari ini menyatakan tahap kesiagaan armada Tentera Laut Diraja MALONYET (TLDM) adalah di bawah sasaran.
    Perkara tersebut dinyatakan oleh beliau semasa menyampaikan Perutusan Tahun Baharu 2024 dan Setahun Pemerintahan Panglima Tentera Laut di Wisma Pertahanan.
    ==============
    NGPVs > LCS > OPV > LMS= EXCLUDING AMMO = FITTED FOR BUT NOT PAID

    BalasHapus
  41. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
    DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    -
    2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
    GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
    ________________________________________
    KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
    Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONSIA tidak memiliki ketiganya.
    Alutsista Usang (Obsolete):
    Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
    Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
    Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
    Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONSIA karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
    Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
    ________________________________________
    DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
    Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
    Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
    Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
    Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.


    BalasHapus
  42. JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂


    KD MAHARAJALELA 🇲🇾

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ✅
    TORPEDO ✅
    ___________________________________

    KAPAL PPA -FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌
    _________________________________

    FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
  43. BILA AYAM MERASA DIRINYA HELANG......

    PADAM KEBAKARAN HUTAN saja TAK BERDAYA.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
  44. BILA AYAM MERASA DIRINYA HELANG......

    PADAM KEBAKARAN HUTAN saja TAK BERDAYA.....HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. MAMPUS SAJA MELAYU TOLOL MALAYDESH, COS PERUSAHAN SAWIT MALAYDESH SENDIRI YANG MEMBUAT KEBAKARAN 🤣🤣🤣🤣🤡🤡🤡🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩

      Hapus
    3. MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  45. BILA NEGARA BODOH DAN HOBBY BUAT MALU MERASA DIRINYA PINTAR ITULAH MELAYU TOLOL MALAYDESH 🤣🤣🤡🤡🇲🇾🇲🇾💩💩💩

    BalasHapus
  46. BUKTI......KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MAKIN PARAH....MULAI MEMBAKAR RUMAH WARGA guys.....



    Karhutla Barito Kuala Bakar Dua Rumah dan Ancam Kampus Uniska

    https://suaragarut.id/karhutla-barito-kuala-bakar-rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar

      Hapus
    2. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN DOKTRIN & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DOKTRIN PERTAHANAN (DOCTRINAL FAILURE):
      Warisan COIN yang Terpaku: Doktrin militer masih terjebak pada era pemberontakan komunis (1948–1989). Fokus pada perang hutan dan infanteri ringan, bukan kekuatan pemukul berat modern.
      Gagal Transisi ke Perang Konvensional: Saat tetangga (Indonesia, Singapura, Vietnam) beralih ke combined arms (tank + artileri + drone), MALONSIA tetap pada postur statis. Hanya punya 48 tank PT-91M tanpa bantuan tembakan artileri jarak jauh yang memadai.
      Abaikan Operasi Gabungan (Joint Ops): Matra berjalan sendiri-sendiri (siloed). AU kekurangan pesawat pendukung udara dekat, dan AL tidak punya kapasitas angkut amfibi untuk mengerahkan AD secara cepat.
      Doktrin Reaktif & Defensif: Kebijakan (Kertas Putih 2019) terlalu fokus pada ancaman non-tradisional (bajak laut, bencana) sehingga meremehkan ancaman eksternal nyata seperti klaim China di Laut Cina Selatan.
      Buta Teknologi Modern: Tidak ada penekanan pada perang drone, perang elektronik, siber, atau network-centric warfare. Masih mengandalkan operasi manual berbasis infanteri (Contoh kegagalan: Respon lambat saat krisis Lahad Datu 2013).
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL ANGKATAN LAUT (TLDM):
      Armada Kecil & Menua: Hanya memiliki kurang dari 10 kapal perang "serius". Frigat kelas Lekiu (1999) usang; kelas Kasturi (1980-an) sudah renta; korvet kelas Kedah hanya dipersenjatai ringan setingkat kapal patroli.
      Kekuatan Kapal Selam Lumpuh: Hanya 2 unit Scorpene dengan biaya operasional sangat mahal. Tidak mampu menjaga kehadiran konstan di laut jika dibandingkan Vietnam (6 Kilo) atau Singapura (4 kapal selam canggih).
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek tulang punggung modernisasi AL sejak 2011 hancur akibat korupsi. Satu dekade hilang tanpa satu pun kapal baru terkirim. Biaya membengkak dari RM 6 Miliar menjadi >RM 11 Miliar.

      Hapus
  47. BUKTI......KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MAKIN PARAH....MULAI MEMBAKAR RUMAH WARGA guys.....



    Karhutla Barito Kuala Bakar Dua Rumah dan Ancam Kampus Uniska

    https://suaragarut.id/karhutla-barito-kuala-bakar-rumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      1 PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
      -
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALAYSEWA (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALAYSEWA: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
  48. MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    KLAIM HUJAN = 1 PESAWAT DIPERBATASAN
    PESAWAT DIPERBATASAN SERAWAK versus 11 PESAWAT
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  49. MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    MALONYET UP TO =
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
    • Baseline projections:
    The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
    • Stress test results:
    In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
    • Risks:
    This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  50. BILA NEGARA BODOH DAN HOBBY BUAT MALU MERASA DIRINYA PINTAR ITULAH MELAYU TOLOL MALAYDESH 🤣🤣🤡🤡🇲🇾🇲🇾💩💩💩

    CUMA JADI BAHAN LAWAKAN DUNIA MELAYU TOLOL MALAYDESH 🤣🤣🤣🤡🤡🤡🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩

    BalasHapus
  51. INDIANESIA makin LAWAK....padam KEBAKARAN HUTAN saja GAGAL guys...... Ayohhhhh mana TEPUNG UBInya......



    Karhutla Makin Ganas! Api Dekati Kampus UNISKA Hingga Kuliah Terpaksa Daring

    https://www.youtube.com/watch?v=J5ZI9zDALmQ

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      16. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      17. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      18. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      19. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      20. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    2. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.



      Hapus
  52. INDIANESIA makin LAWAK....padam KEBAKARAN HUTAN saja GAGAL guys...... Ayohhhhh mana TEPUNG UBInya......



    Karhutla Makin Ganas! Api Dekati Kampus UNISKA Hingga Kuliah Terpaksa Daring

    https://www.youtube.com/watch?v=J5ZI9zDALmQ

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      --
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.
      -
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALAYSEWA sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
      DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      -
      2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
      Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
      Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
      -
      🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
      Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
      Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
      Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
      --------------------------------
      MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
      GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ---------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
      2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
      2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
      2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
      TUDM (Udara) - Armada Tua:
      F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
      Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
      MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
      C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
      TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
      Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
      Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
      Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
      Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
      Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
      Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
      Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
      Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.

      Hapus
  53. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
    MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
    1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
    1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
    2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
    2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
    2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
    2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
    2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
    2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
    2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
    2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
    2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
    2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
    2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
    2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
    2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
    2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
    2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
    2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
    2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
    2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
    2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
    2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
    2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
    2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
    2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
    2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
    2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
    2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  54. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
    MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  55. Biar BUKTI BERBICARA......HAHAHAHAH



    Karhutla Kepung Perumahan di Batola Hingga Dini Hari, Tiga Rumah Terdampak dan Warga Sempat Panik ​

    https://www.riliskalimantan.com/2026/10/karhutla-kepung-perumahan-di-batola.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      --
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      16. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      17. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      18. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      19. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      20. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    3. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
  56. Biar BUKTI BERBICARA......HAHAHAHAH



    Karhutla Kepung Perumahan di Batola Hingga Dini Hari, Tiga Rumah Terdampak dan Warga Sempat Panik ​

    https://www.riliskalimantan.com/2026/10/karhutla-kepung-perumahan-di-batola.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      ---------------------------------
      Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
      Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
      Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
      Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
      Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
      -
      Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
      Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
      Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
      Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
      -
      Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
      Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
      Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
      Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.

      Hapus
  57. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
    DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    -
    2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
    GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN UDARA & MISKIN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi konflik global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF / TUDM):
    Krisis Jet Tempur (2025):
    F/A-18D Hornet (1997): Menua, butuh peningkatan tengah umur (MLU), jangkauan serang terbatas.
    Su-30MKM (2007): Sering grounded akibat kelangkaan suku cadang dan pemeliharaan tertunda. Kesiapan sering di bawah 50%.
    Kegagalan MiG-29: Dipensiunkan dini (2015) karena biaya operasional tinggi. Program pengganti (MRCA) tertunda lebih dari satu dekade. Hasil: "Air Power Gap" fatal.
    Kelemahan Maritim & Transportasi: Bergantung pada King Air B200T yang usang untuk monitor Laut Cina Selatan; tidak mampu beli P-8 Poseidon karena miskin.
    Krisis Helikopter: Nuri pensiun (2019) setelah banyak kecelakaan maut. Pengganti sangat minim (hanya AW139/EC725 terbatas), melumpuhkan SAR dan mobilitas pasukan.
    Hanud Nihil: TANPA sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak jauh. Hanya mengandalkan MANPADS jarak pendek; wilayah udara sangat rentan ditembus.
    ________________________________________
    KRISIS ANGGARAN & MISMANAJEMEN KRONIS:
    Alokasi Terendah ASEAN: Belanja pertahanan hanya ~1% PDB (2024), jauh di bawah Singapura (3%) atau Vietnam. MALONSIA tidak mampu membiayai militer modern.
    Kanibalisme Gaji: 50-55% anggaran habis untuk gaji dan pensiun; modernisasi (procurement) hanya dapat sisa 15-20%. Pasukan banyak tapi under-equipped.
    Skandal LCS & Alutsista: Korupsi dan campur tangan politik membuat miliaran ringgit terbuang (Skandal LCS sejak 2011 nol kapal). Kepercayaan perwira ATM terhadap sistem pengadaan hancur.
    Kebijakan Jangka Pendek: Setiap ganti pemerintah, prioritas diatur ulang (reset). Kertas Putih Pertahanan 2019 diabaikan total karena krisis fiskal.

    BalasHapus
  58. Mana tentera yang KONON nya tu ke 13 terkuat di BUMI.....HAHAHAHAHA



    Karhutla Palangka Raya Meluas, Titik Api Kepung Perumahan

    https://www.metrotvnews.com/play/KXyCW26y-karhutla-palangka-raya-meluas-titik-api-kepung-perumahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M)

      Hapus
    2. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
  59. Mana tentera yang KONON nya tu ke 13 terkuat di BUMI.....HAHAHAHAHA



    Karhutla Palangka Raya Meluas, Titik Api Kepung Perumahan

    https://www.metrotvnews.com/play/KXyCW26y-karhutla-palangka-raya-meluas-titik-api-kepung-perumahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.

      Hapus
    2. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
  60. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
    -
    Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
    Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
    Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
    -
    Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
    Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
    Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
    Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
    F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
    Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
    MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
    -
    Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
    Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
    Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
    KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
    -
    Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
    Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
    Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
    MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
    Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
    Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).

    BalasHapus
  61. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
    -
    Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
    Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
    Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
    -
    Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
    Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
    -
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  62. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
    MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    -
    16. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    17. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    18. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    19. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    20. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    ----------------------------------
    ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
    • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  63. Video...KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MULAI MEMBAKAR RUMAH RUMAH WARGA......

    https://vt.tiktok.com/ZSbgMcnVx/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft
      -------------
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) BHD.

      Hapus
  64. Video...KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MULAI MEMBAKAR RUMAH RUMAH WARGA......

    https://vt.tiktok.com/ZSbgMcnVx/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.


      Hapus
    2. FACT = LCS KARATAN
      BLASTING = MENGHILANGKAN KARAT LCS
      PAINTING = MENUTUP BEKAS KARAT LCS
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/01/lcs-2-completed-blasting-and-first.html
      ---------------------------------
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -------------
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      -------------
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      NEVER BUILT ANYTHING BUT = TRAWLERS OR POLICE BOATS
      Despite the auditor-general stating that PSC-Naval Dockyard had never built anything but trawlers or police boats before being given the contract, the company was contracted to deliver six patrol boats for the MALONYET Navy in 2004 and complete the delivery in 2007.
      Those were supposed to be the first of 27 offshore vessels ultimately cost RM24 billion plus the right to maintain and repair all of the country’s naval craft
      -------------
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALONYET Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALONYET Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALONYET Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALONYET Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALONYET ) BHD.

      Hapus
  65. Video...KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MULAI MEMBAKAR RUMAH RUMAH WARGA......

    https://vt.tiktok.com/ZSbgMcnVx/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      --
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.


      Hapus
    2. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  66. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
    DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
    -
    2027 = BUDGET 2,4x LIPAT LON ......
    2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
    -
    🇮🇩 Indonesia (Kemenhan RI): Rp189 Triliun
    Anggaran melesat naik untuk kesiapan tempur dan belanja alutsista tiga matra TNI [Kompas].
    Sumber: Laporan persetujuan pagu anggaran DPR RI di Kompas dan Detiknews.
    -
    🇲🇾 Malaydesh (MINDEF): RM22,1 Miliar (Sekitar Rp79–80 Triliun)
    Belanja Operasional: Rp63,57 Triliun (Mayoritas habis untuk gaji & tunjangan tentara).
    Belanja Pengadaan Aset: Rp23,37 Triliun (Bagian dari belanja pembangunan).
    Sumber: Nota resmi Anggaran Belanja Negara (Budget 2027) di Malaysian Defence.
    --------------------------------
    MALONSIA CLAIMS TO BE RICH =
    GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ---------------------------------
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET
    2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
    2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
    2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
    2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
    2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: PEMBENGKAKAN BIAYA & MISKIN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    ANALISA PEMBENGKAKAN BIAYA & SKANDAL (COST OVERRUNS):
    Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 6 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi >RM 11 Miliar namun jumlah kapal dipangkas menjadi 5. Laporan PAC mengungkap RM 400 Juta dana LCS dipakai bayar hutang proyek lama; 15% peralatan yang dibeli jadi rongsokan/usang di gudang.
    Program NGPV (Patrol Vessel): Rencana awal 27 kapal, biaya melonjak dari RM 5,35 Miliar ke RM 6,75 Miliar. Proyek dibatalkan setelah hanya beberapa unit selesai karena masalah kualitas dan teknis yang parah.
    Skandal Kapal Selam Scorpene: Kontrak awal RM 4,3 Miliar membengkak drastis akibat mismanajemen dan keterlambatan masif; dibarengi dengan dugaan korupsi internasional.
    Pembatalan Black Hawk: Kesepakatan helikopter dibatalkan setelah intervensi Raja yang mengkritik pembelian alutsista usang dengan harga selangit pasca insiden tabrakan maut helikopter angkatan laut.
    ________________________________________
    INEFISIENSI ANGGARAN & DISTRIBUSI (BUDGET MISMATCH):
    Dominasi Biaya Personel: Lebih dari setengah anggaran tahunan habis untuk gaji dan pensiun, menyisakan dana sangat minim untuk modernisasi atau latihan tempur tingkat lanjut.
    Ketimpangan Prioritas: Angkatan Darat terus menerima porsi terbesar, meskipun ancaman keamanan utama berada di wilayah maritim (Laut Cina Selatan & Selat Malaka).
    Belanja Reaktif: Anggaran habis untuk kebutuhan jangka pendek (pirasi, bantuan bencana) daripada modernisasi strategis jangka panjang, mengakibatkan proyek jet tempur/kapal perang selalu tertunda.
    Ketergantungan Impor Mahal: Membeli alutsista dalam jumlah kecil dari berbagai negara (patchwork) menciptakan mimpi buruk logistik dan biaya pemeliharaan yang menghancurkan kas negara.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 11 MILIAR + BELANJA REAKTIF = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

    BalasHapus
  67. BILA AYAM MERASA DIRINYA HELANG......

    PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA TAK BERDAYA guys.....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
  68. BILA AYAM MERASA DIRINYA HELANG......

    PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA TAK BERDAYA guys.....HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      --
      11. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      12. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      13. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      14. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      15. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  69. Video...KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MULAI MEMBAKAR RUMAH RUMAH WARGA......

    https://vt.tiktok.com/ZSbgMcnVx/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026

      Hapus
    2. LEVEL BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      --------------------------------
      LKAN 2/2026 (5 Okt 2026) terkait Proyek LCS Malaysia:
      • LCS-1 Terhambat: Kapal LCS-1 KD Maharaja Lela terlambat fisik 7,55% dan berisiko diserahkan tanpa senjata lengkap serta latihan tuntas.
      • Operasional Mundur: Kesiapsiagaan tempur penuh mundur ke Desember 2035 karena integrasi senjata molor melewati April 2030.
      • Efek Domino: Keterlambatan LCS-1 otomatis menunda penyelesaian LCS-2 hingga LCS-5.
      (Sumber: Berita Harian, Utusan Malaysia, Sinar Harian)
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world” (Sumber: Malaysian Defence)
      --------------------------------
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALAYSEWA sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).

      Hapus
  70. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
    SEWA HELI : 119 HELI BARU
    LMS B2 : TERMURAH
    FA50M : TERMURAH
    -
    ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
    Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
    KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
    Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
    LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
    --------------------------------
    🚁 SEWA VS BELI AW149
    Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
    Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
    Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
    --------------------------------
    🚢 LMS B2 Korvet (Ada Class)
    Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
    Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
    Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
    ---------------------------------
    🛩️ JET TEMPUR FA-50
    FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
    FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
    FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
    FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
    --------------------------------
    Analisa Fiskal: "Spiral Utang & Overlimit"
    Data menunjukkan MALONYET telah melewati ambang batas aman finansial:
    Beban Utang Ganda: Utang Pemerintah mencapai 70,5% (Melebihi limit aman 65%) dan utang Rumah Tangga menembus 85,8% dari GDP. Total utang nasional (publik + swasta) mencapai 224%, menempatkan MALONYET sebagai salah satu negara dengan beban utang terberat di Asia Tenggara.
    ---------------------------------
    Strategi Pertahanan: "Shopping" vs "Barter & Sewa"
    Perbedaan cara perolehan senjata menunjukkan tingkat likuiditas negara:
    Indonesia (Direct Purchase & ToT): Membeli aset mutakhir (Rafale, KAAN, PPA, A400M) dengan kepemilikan penuh dan transfer teknologi tinggi (mesin LM-2500, mesin kapal, dll).
    MALONYET (Survival Mode):
    Barter Minyak Sawit (Palm Oil): Hampir semua aset utama (Su-30MKM, MiG-29, Scorpene, PT-91, FA-50) dibayar menggunakan komoditas sawit. Ini menunjukkan keterbatasan cadangan devisa (Cash).
    Cicilan (Debt Acquisition): Pembelian A400M dilakukan secara berperingkat (hutang), kontras dengan Indonesia yang melakukan percepatan pengadaan.
    ---------------------------------
    Fenomena "Leasing Defence" (Negara Penyewa)
    MALONYET tercatat melakukan penyewaan masif pada hampir seluruh lini operasional, yang merupakan indikasi kebangkrutan aset:
    Sewa Jangka Panjang (30 Tahun): Truk dan sistem VSHORAD dari China disewa selama 3 dekade.
    Sewa Helikopter & Pesawat: Blackhawk bekas, AW139, EC120B, hingga pesawat latih L-39 disewa dari penyedia swasta karena tidak mampu membeli unit baru.
    Sewa Logistik Dasar: Bahkan motor patroli (BMW), mobil 4x4 (Tarantula), kapal hidrografi (MV Aishah), hingga bot interseptor semuanya berstatus SEWA.
    Sewa Simulator: Simulator jet tempur (MKM) dikontrakkan ke pihak swasta (HeiTech Padu), bukan aset organik militer.
    ---------------------------------
    Dampak Operasional: "2 Tahun SIPRI Kosong"
    Status "No Shopping" di laporan SIPRI selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025) membuktikan bahwa:
    Daya Beli Nol: Tidak ada kontrak baru alutsista strategis yang mampu ditandatangani.
    Mangkrak & Karat: Proyek yang ada (LCS) terhenti, sementara kebutuhan baru hanya dipenuhi dengan skema sewa untuk menutupi celah kapabilitas (capability gap).
    Ketergantungan Swasta: Militer tidak lagi memiliki aset secara mandiri, melainkan bergantung pada kontrak sewa bulanan/tahunan yang membebani APBN jangka panjang.

    BalasHapus
  71. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
    MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    -
    PERBANDINGAN ARMADA UDARA
    Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  72. Video...KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MULAI MEMBAKAR RUMAH RUMAH WARGA......

    https://vt.tiktok.com/ZSbgMcnVx/

    BalasHapus
  73. Video...KEBAKARAN HUTAN KALIMANTAN MULAI MEMBAKAR RUMAH RUMAH WARGA......

    https://vt.tiktok.com/ZSbgMcnVx/

    BalasHapus
  74. LEBIH BODOH DAN BAHLUL ADA PERUSAHAAN MELAYU TOLOL MALAYDESH INVESTASI DI KING INDO RUGI TERIAK TERIAK MINTA GANTI RUGI SAMPAI PRESIDEN SAMPAI DIBANTU PMX AHLI LGBT KIRIM SURAT....WHAT A JOKE LON 🤣🤣🤣🤣🤡🤡🤡🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩

    BalasHapus