24 Oktober 2026

CSG Unveils Meander, a New and Unique Amphibious Vehicle for Military Use

24 Oktober 2026

CSG Meander is a max 33 tonnes amphibious military vehicle with 13 tonnes payload (photos: CSG)

Today at the Future Forces Forum 2026 exhibition in Prague, CSG group unveiled Meander, a new tracked amphibious vehicle. Meander was developed jointly by Excalibur Army, part of CSG, and New Space Technologies (NST), a member of the Krill Business Partners (KBP) group. Meander adds a unique vehicle with a wide range of applications to CSG’s land military vehicles portfolio. These range from transporting personnel and materiel and carrying military vehicles to specialised and combat variants.


Meander is designed to operate on land and water, including in difficult terrain such as swamps, rivers and wetlands. At Future Forces Forum 2026 it was presented in its basic transport variant, which carries materiel, vehicles, ground equipment or personnel. The design also allows further variants and configurations, including combat versions carrying weapon systems. Meander is one of the most modern and capable vehicles in its category. It also has strong commercial potential, because very few vehicles are available in the versatile amphibious vehicle segment.


“In many situations, armed forces need vehicles that can carry troops, materiel or smaller vehicles across watercourses or marshy terrain without having to build pontoon or engineer bridges. That is why we designed Meander from the outset around the real requirements of military users. For CSG, Meander is a significant expansion of our land military equipment offering in a segment where choice is very limited and where equipment that is decades old is still in service. Meander’s design also allows us to offer specialised versions or variants capable of carrying weapon systems,” said Adam Liลกka, CEO of Excalibur Army.


Meander is based on the KALAN vehicle, which NST unveiled earlier and which Czech firefighters are currently testing. Excalibur Army and NST formalised their cooperation on Meander with a memorandum signed at Eurosatory 2026. 


Just a few months later, the first prototype was presented at Future Forces Forum 2026. Excalibur Army is responsible for the military, operational and user requirements. NST handles the technical, design and production development, including the first prototype.


“In designing Meander, we drew on our experience from developing the KALAN vehicle, which Czech firefighters are now trialling. As a result, Meander has a different propulsion system for movement on water, among other improvements suited to military use. Combining our design capabilities with Excalibur Army’s experience shows that Czech industry can offer a vehicle with world-class performance for demanding military operations. Moreover, it has virtually no competition in its category,” said Vรกclav Zajรญc, executive director of NST.

Kalan vehicle during swim test (photo: NST)

The vehicle is more than eleven metres long and has a gross weight of up to 33 tonnes, of which 13 tonnes is payload. It is powered by a twelve-cylinder air-cooled Tatra engine rated at 440 kW. The engine gives Meander a top road speed of 48 kilometres per hour and a speed of around 12 kilometres per hour on water. Its flat cargo deck can take up to 70 standing troops, 12 stretchers, a medium-sized military truck or a standard twenty-foot container. Loading is made easier by an electrically operated rear ramp, which can also carry 13 tonnes.

CSG Meander amphibious vehicle is bit bigger than Soviet's PTSM with max 28 tonnes with 10 tonnes payload (infographic: Avioen Defense Watch)

The crew consists of a driver and an operator, with a third crew member if required. Meander runs on tracks and uses propellers to move through water. Interestingly, the driver still controls it on land and on water with a steering wheel and pedals, much like an ordinary car. The steering is an electronic steer-by-wire system, which makes the vehicle very precise and comfortable to handle. The crew also has a touchscreen display showing vehicle data and a camera system that gives a very good view of the vehicle’s surroundings.

(CSG)

234 komentar:

  1. CSG ADS 400 ama Patriot kita donk haha!๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Ž⚡️

    BalasHapus
    Balasan
    1. sosok meander kayak perna liat,

      aset baruw cucok buat marinir kita nich haha!✌️๐Ÿค‘๐Ÿ˜Ž

      Hapus
  2. SHOPPING kita memang Selaluw MAHAL & MEWAH kok...๐Ÿ˜Ž

    ini buktinya PPA Jet laut Superior 143 meter bisa diatas 33 knots haha!⚡️๐Ÿฆพ๐Ÿ˜‰

    sedangkan kapal Murah Gowing, belum pake uda Usang & OMFONG sampe 2035 haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿ˜†๐ŸŒ

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/shorts/oUWQ8q-h57

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om @Pal ada video lucu nie

      https://youtu.be/fvKjJliZQ8g?si=unMFhv5jlDCruiHP

      Hapus
    2. bujet aset relik WW2...kapal taon 50an masi aja dipake,
      jimat kos=bokek beda tipis om haha!๐Ÿคฃ๐Ÿคฅ๐ŸŒ

      Hapus
  3. KD Zombie jaman era worldWar 2..Tua Bangka


    https://youtu.be/fvKjJliZQ8g?si=unMFhv5jlDCruiHP

    BalasHapus
  4. Catat yaaa...
    SHOPPING kita selaluw Mahal & Mewah dari seblah haha!๐Ÿค‘๐Ÿฆพ๐Ÿ’ฐ

    kita skaligus PPA & AH140 SUPER LARGE FRIGAT
    level diatas gowing lcs Maha Mangkrak๐Ÿคช

    kita ISTIF Frigat Premium
    level diatas semenanjung ADA korvet Murah๐Ÿ˜‹

    kita ANKA + CH4B UCAV
    level diatas semenanjung kl ANKA Surveilance๐ŸŒ

    kita M346FA DOBEL ENGINE Premium Eropa
    level diatas fa50Murah Single engine๐Ÿ‘Ž

    kita punyak SPH, kl Nol
    kita punyak ITBM KHAN, kl Nol
    kita punyak NASAM, kl NSM BATAL❌️
    kita punyak RAFALE, kl pegang poster doank haha!๐Ÿ˜๐ŸŒ๐Ÿคฃ

    makloum
    BEDA LEVEL, BEDA KASTA

    Last Last kita SHOPPING FDI,
    pasti NGAMUK๐Ÿ”ฅ lagi Si MisQueen warganyet kl haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿ˜๐Ÿคฃ

    BalasHapus
  5. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. MISKIN = TIAP TAHUN : ASET MILITER SEWA
      2. MELARAT = TIAP TAHUN : HUTANG GOVT BERTAMBAH
      3. KERE = TIAP TAHUN : HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TERUK = TIAP TAHUN : DEFISIT
      5. FAKIR = TIAP TAHUN : HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    3. BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
      (Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
      -
      BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
      (Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
      -
      TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
      (Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
      -
      DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
      (Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
      -
      BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
      (Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
      -
      G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
      (Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), MALONYET menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.

      Hapus
  6. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    3. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
  7. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  8. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  9. CATAT ya 2 buah kapal PPA OMPONG setara GUN BOAT hasil NGUTANG LENDER....HAHAHAHAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  10. CATAT ya 2 buah kapal PPA OMPONG setara GUN BOAT hasil NGUTANG LENDER....HAHAHAHAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  11. GEMPURWIRA24 Oktober 2026 pukul 12.06
    Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut


    Kami ngutang buat beli aset premium, Kera'Jaan Banana ngutang lender buat bayar Sewa & bayar hutang..Tak masuk Logica...Maklumlah warga Kera'Jaan Banana IQ nya 0.1

    BalasHapus
  12. CATAT ya 2 buah kapal PPA OMPONG setara GUN BOAT hasil NGUTANG LENDER....HAHAHAHAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  13. CATAT ya 2 buah kapal PPA OMPONG setara GUN BOAT hasil NGUTANG LENDER....HAHAHAHAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  14. Kami ngutang buat beli aset premium, Kera'Jaan Banana ngutang lender buat bayar Sewa & bayar hutang..Tak masuk Logica...Maklumlah warga Kera'Jaan Banana IQ nya 0.1.

    BalasHapus
  15. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  16. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. OMPONG LCS = HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      ๐Ÿš SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      ๐Ÿšข LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      ๐Ÿ›ฉ️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
    2. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
      -
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).

      Hapus
    3. MISKIN = HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
      --------------------------------------------
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  17. Kami ngutang buat beli aset premium, Kera'Jaan Banana ngutang lender buat bayar Sewa & bayar hutang..Tak masuk Logica...Maklumlah warga Kera'Jaan Banana IQ nya 0.1.

    BalasHapus
  18. Judulnya Full Pawer Trial,
    tapi...yaaa ampyunnn gowing lcs kapal cacat produksi terbukti tak mampu mencapai standar kecepatan Maksimal 28 knots..LeMaH haha!๐Ÿ‘Ž๐ŸŒ๐Ÿ˜
    ❌️๐Ÿ“›❌️๐Ÿ“›
    https://youtube.com/shorts/psTTZV3RbCw

    =====

    Kalah Jauhhh dibanding PKR apalagi

    Si PPA 35-45 knots Raja Tercepat sekawasan haha!⚡️✌️๐Ÿ˜‰
    https://youtube.com/shorts/2lcBIWmi0qU?si=BZoS1R9BwBvfIA4c

    BalasHapus
  19. GORILLA pun MEMBUAL kami shoping aset MAHAL..... KAH...KAH.....KAH..... NGUTANG LENDER woiiiiii................HAHAHAHAHHA



    Loan agreement untuk 2 kapal PPA sudah ditandatangani.

    https://defensemirror.com/news/38106

    BalasHapus
  20. GORILLA pun MEMBUAL kami shoping aset MAHAL..... KAH...KAH.....KAH..... NGUTANG LENDER woiiiiii................HAHAHAHAHHA



    Loan agreement untuk 2 kapal PPA sudah ditandatangani.

    https://defensemirror.com/news/38106

    BalasHapus
  21. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
  22. BILA AYAM TERIAK TERIAK KONON HELANG....HAHAHAHAH

    PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA BERBULAN BULAN TAK SELESAI..... LEMAH woiiii....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
  23. BILA AYAM TERIAK TERIAK KONON HELANG....HAHAHAHAH

    PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA BERBULAN BULAN TAK SELESAI..... LEMAH woiiii....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
  24. Negara level ZIMBABWE lagi KRISIS BBM guys.....HAHAHAHAHAH



    Rentetan Daerah yang Dihantam Kelangkaan BBM di RI

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125625/rentetan-daerah-yang-dihantam-kelangkaan-bbm-di-ri

    BalasHapus
  25. Negara level ZIMBABWE lagi KRISIS BBM guys.....HAHAHAHAHAH



    Rentetan Daerah yang Dihantam Kelangkaan BBM di RI

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125625/rentetan-daerah-yang-dihantam-kelangkaan-bbm-di-ri

    BalasHapus
  26. Bungkus mang.....cucok ini buat main main air di rawa papua

    BalasHapus
  27. Negara level ZIMBABWE lagi KRISIS BBM guys.....HAHAHAHAHAH



    Rentetan Daerah yang Dihantam Kelangkaan BBM di RI

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125625/rentetan-daerah-yang-dihantam-kelangkaan-bbm-di-ri

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    3. KD LCS = KOPONG - DELAY - LARI CIPUT SIPUT
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
  28. Gunboat Malaydesh kopong maksimal 27 knot, padahal dirancang 28 knot, FIX terbukti GAGAL..

    HAHAHAHAHAHAHHAHA...๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿคช๐Ÿ˜›

    BalasHapus
  29. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    3. 1. MISKIN = TIAP TAHUN : ASET MILITER SEWA
      2. MELARAT = TIAP TAHUN : HUTANG GOVT BERTAMBAH
      3. KERE = TIAP TAHUN : HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TERUK = TIAP TAHUN : DEFISIT
      5. FAKIR = TIAP TAHUN : HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALAYSEWA (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALAYSEWA: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
  30. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      -
      Sebagai negara dengan pangsa pasar re-ekspor (reloading) LNG terbesar di dunia, Indonesia melalui Terminal Arun memfasilitasi berbagai pelaku usaha internasional, termasuk Malaysia.
      Berikut rincian keterkaitan Malaysia dengan aktivitas re-ekspor LNG di Indonesia:
      • Eksplorasi Kerja Sama Petronas: Manajemen Petronas LNG Sdn. Bhd. (Malaysia) telah melakukan pertemuan bisnis, due diligence, serta kunjungan lapangan langsung ke Terminal Arun. Kerja sama strategis ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan Terminal Arun guna mendukung rantai pasok LNG mereka di kawasan Asia Tenggara.
      • Peran Terminal Arun sebagai LNG Hub Asia: Berkat statusnya sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, perusahaan dari luar negeri (seperti Malaysia) dapat mengirimkan kargo LNG mereka untuk disimpan sementara di tangki Arun. Setelah itu, LNG tersebut di-reload (dimuat kembali) ke kapal pemuat untuk diekspor ke negara tujuan akhir di Asia Tenggara maupun Asia Selatan
      -
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ====================
      ====================
      INDONESIA : NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    3. 1. MISKIN = TIAP TAHUN : ASET MILITER SEWA
      2. MELARAT = TIAP TAHUN : HUTANG GOVT BERTAMBAH
      3. KERE = TIAP TAHUN : HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TERUK = TIAP TAHUN : DEFISIT
      5. FAKIR = TIAP TAHUN : HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
      Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
      Peringkat 23: Filipina.
      Peringkat 26: Singapura.
      Peringkat 40: Thailand.
      Status MALAYSEWA: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
      -
      Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
      Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42

      Hapus
  31. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  32. Ada lah GORILLA level ZIMBABWE klaim konon mereka shoping aset mahal....yang ternyata NGUTANG LENDER guys.........HAHAHAHAAH



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    3. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malondesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malondesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
  33. KD LCS = KOPONG - DELAY - LARI CIPUT SIPUT
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    -------------------------------
    MALONSIA.......
    KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
    ________________________________________
    DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
    PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
    PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
    PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
    PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
    PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
    PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
    PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
    PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
    PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
    2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
    2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    ANALISA SUMBER DATA:
    Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
    The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
    MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
    ________________________________________
    INDONESIA .....
    MODERNISASI TUNAI & STABIL:
    KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
    STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
    FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

    BalasHapus
  34. BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
    (Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
    -
    BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
    (Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
    -
    TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
    (Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
    -
    DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
    (Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
    -
    BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
    (Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
    -
    G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
    (Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
    --------------------------------
    Krisis Finansial & Defisit Anggaran –
    • Anggaran pengadaan alutsista tetap kecil sebagai persentase PDB.
    • Pemerintah enggan memotong pengeluaran di sektor lain demi pertahanan.
    • Krisis keuangan global memaksa penundaan pembelian aset skala besar.
    • Dana operasional tersedot untuk subsidi akibat beban utang yang melambung.
    Inventaris Usang & Penarikan Aset –
    • Alutsista menua akibat kurangnya investasi pemeliharaan dan perbaikan.
    • Jet tempur MiG-29 Fulcrum terpaksa ditarik (2017) tanpa pengganti sepadan.
    • Kesulitan menjaga operasional Su-30MKM Flanker karena kendala suku cadang.
    • Ketergantungan tinggi pada OEM asing yang enggan berbagi teknologi.
    Kegagalan Sistemik & Korupsi –
    • Sistem pengadaan butuh reformasi total akibat keterlambatan pengiriman kronis.
    • Lemahnya standar anti-korupsi; koneksi politik mempengaruhi promosi dan kontrak.
    • Kurangnya pengawasan efektif terhadap sektor pertahanan dan aliran dana.
    • Kualitas keputusan militer terhambat oleh kontrol sipil yang terlalu dominan.
    Lumpuhnya Riset & Pengembangan (R&D) –
    • Ketiadaan dana untuk memicu inovasi dalam industri pertahanan lokal.
    • Perusahaan lokal tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi barang militer mandiri.
    • Ketidakjelasan panduan strategis pemerintah untuk arah industri masa depan.
    • Hubungan strategis dengan mitra teknologi asing berada di titik terendah.
    Kerentanan Armada Angkatan Laut (AL) –
    • Kapal perang dioperasikan jauh melampaui batas usia ekonomisnya.
    • Audit pemerintah menemukan mismanajemen parah yang membuat proyek penggantian mangkrak.
    • Kemampuan patroli di Laut China Selatan sangat terbatas dan berisiko tinggi.
    • Meningkatnya risiko kecelakaan fatal akibat kondisi fisik kapal yang keropos.
    Masalah Personel & Logistik –
    • Personel militer kesulitan dalam pengambilan keputusan akibat kurangnya literasi taktis.
    • Kesiapan logistik gagal memenuhi standar minimum untuk memulai operasi tempur.
    • Respon dukungan logistik sering terlambat, tidak tepat tempat, dan tidak tepat waktu.
    • Moral prajurit tertekan oleh kondisi layanan yang buruk dan alutsista yang tidak andal.
    Beban Utang Per Warga 2026 –
    • Total Beban Kumulatif Per Warga: RM 94.544.
    • Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB: 70,5% (Melewati batas aman 65%).
    • Rasio Utang Rumah Tangga terhadap PDB: 84,3% (Lampu merah finansial).

    BalasHapus
  35. MALAYSIA STOP eksport Eletrik.... bergelap negara yang level ZIMBABWE.....HAHAHAHAHA



    PLN Blak-blakan soal Alasan Indonesia Masih Impor Listrik dari Malaysia

    https://m.kumparan.com/amp/kumparanbisnis/pln-blak-blakan-soal-alasan-indonesia-masih-impor-listrik-dari-malaysia-22y07GXGihA

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
    2. MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      -
      Sebagai negara dengan pangsa pasar re-ekspor (reloading) LNG terbesar di dunia, Indonesia melalui Terminal Arun memfasilitasi berbagai pelaku usaha internasional, termasuk Malaysia.
      Berikut rincian keterkaitan Malaysia dengan aktivitas re-ekspor LNG di Indonesia:
      • Eksplorasi Kerja Sama Petronas: Manajemen Petronas LNG Sdn. Bhd. (Malaysia) telah melakukan pertemuan bisnis, due diligence, serta kunjungan lapangan langsung ke Terminal Arun. Kerja sama strategis ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan Terminal Arun guna mendukung rantai pasok LNG mereka di kawasan Asia Tenggara.
      • Peran Terminal Arun sebagai LNG Hub Asia: Berkat statusnya sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, perusahaan dari luar negeri (seperti Malaysia) dapat mengirimkan kargo LNG mereka untuk disimpan sementara di tangki Arun. Setelah itu, LNG tersebut di-reload (dimuat kembali) ke kapal pemuat untuk diekspor ke negara tujuan akhir di Asia Tenggara maupun Asia Selatan
      -
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ====================
      ====================
      INDONESIA : NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit

      Hapus
    3. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
  36. MALAYSIA STOP eksport Eletrik.... bergelap negara yang level ZIMBABWE.....HAHAHAHAHA



    PLN Blak-blakan soal Alasan Indonesia Masih Impor Listrik dari Malaysia

    https://m.kumparan.com/amp/kumparanbisnis/pln-blak-blakan-soal-alasan-indonesia-masih-impor-listrik-dari-malaysia-22y07GXGihA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    2. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    3. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      KELEMAHAN BBM MALONYET
      KELEMAHAN BBM MALONYET
      KELEMAHAN BBM MALONYET
      Berita dan lembaga riset versi bahasa Inggris yang sering mengulas kelemahan atau isu strategis terkait militer MALONYET, termasuk aspek logistik dan operasional pada tahun 2025:
      Global Firepower (GFP): Situs ini menyediakan data komprehensif mengenai kekuatan militer MALONYET yang berada di peringkat 42 dari 145 negara pada tahun 2025 dengan skor PwrIndx 0,7429. Data mereka mencakup statistik ketersediaan bahan bakar dan sumber daya alam sebagai faktor pendukung daya tahan tempur.
      Lowy Institute (Asia Power Index): Lembaga riset ini mencatat bahwa kemampuan militer adalah poin terlemah MALONYET (peringkat ke-17 di Asia), yang turun satu peringkat pada 2025 setelah disalip oleh Filipina.
      New Straits Times (NST) - MALONYET: Media lokal berbahasa Inggris yang sering memuat opini atau laporan terkait perlunya pemberantasan korupsi endemik di sektor militer dan isu subsidi bahan bakar yang berisiko pada stabilitas ekonomi militer.
      The Sun MALONYET: Memberitakan evaluasi tahun 2025 yang menyoroti kerentanan institusional dan perlunya akuntabilitas lebih tinggi di berbagai sektor negara, termasuk pertahanan.
      The Diplomat: Majalah berita internasional yang secara rutin menganalisis tren keamanan dan tantangan logistik militer di kawasan Asia-Pasifik, termasuk di MALONYET.
      Isu spesifik mengenai kualitas atau kontaminasi bahan bakar militer biasanya dibahas dalam konteks kesiapan operasional (operational readiness) dalam laporan-laporan strategis dari sumber di atas.
      ---------------------------------
      HUTANG ELEKTRIK
      HUTANG INTERNET
      HUTANG SEWAGE
      HUTANG MINYAK BBM
      ==========
      1. Bil Utilitas – RM115 juta
      Dana ini digunakan untuk membayar keperluan asas operasi kem tentera dan fasiliti pertahanan:
      • Elektrik: Menyokong operasi pangkalan dan kem tentera yang memerlukan bekalan tenaga berterusan.
      • Internet: Menjamin komunikasi dan sistem maklumat ATM berfungsi dengan lancar, termasuk sistem pemantauan dan kawalan.
      • Kumbahan (Sewage): Menjaga kebersihan dan kesihatan fasiliti tentera melalui sistem kumbahan yang berfungsi baik.

      Hapus
  37. MALAYDESH selevel Timbuktu lagi betul, karena terbukti GAGAL membuat kapal..

    AHAHAHAHAHAHAHAHA...
    ๐Ÿ˜‚๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿ˜ญ๐Ÿคช๐Ÿ˜›

    BalasHapus
  38. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
    -
    1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    MALONSIA.......
    KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
    6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
    ________________________________________
    DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
    PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
    PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
    PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
    PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
    PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
    PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
    PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
    PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
    PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
    2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
    2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    ANALISA SUMBER DATA:
    Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
    The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
    MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
    ________________________________________
    INDONESIA .....
    MODERNISASI TUNAI & STABIL:
    KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
    STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
    FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

    BalasHapus
  39. Emir Kuwait takkan lupa tagih Utang gowing lcs....
    KUWAIT FINANCE HOUSE tetap tagih Utang...

    BAYAR..BAYARRRR..BBAYAARR WOIIIII haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฅ๐Ÿ˜ฑ

    BalasHapus
  40. Yang saya lihat kalau STOP EKSPORT yang BERGELAP tu INDIANESIA bukan MALAYSIA ya guys.....HAHAHAHAHA



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      1. STATUS PENGADAAN MILITER
      Indonesia (Aktif/Agresif):
      Daftar belanja terealisasi: Rafale F-4, Pesawat A400M Atlas, Rudal Bora & Khan, Drone Anka-S, Mesin Kapal PPA-L-Plus, Air Refuel System, dan Mesin LM-2500.
      MALONYET (Stagnan/Kosong):
      2020-2021: Berstatus Planned (Direncanakan).
      2022: Berstatus Selected Not Yet Ordered (Dipilih tanpa pesanan).
      2023-2025: Berstatus Not Yet Ordered hingga lembar laporan kosong.
      2026: Pembatalan total rencana akuisisi F/A-18 Hornet bekas Kuwait.
      --------------------------------
      2. PERINGKAT KEKUATAN MILITER ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN)
      Vietnam: Peringkat 23
      Thailand: Peringkat 24
      Singapura: Peringkat 29
      Myanmar: Peringkat 35
      Filipina: Peringkat 41
      MALONYET: Peringkat 42 (Berada di bawah Filipina)

      Hapus
    2. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      I. STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2020–2026)
      INDONESIA (Agresif & Realisasi Tinggi):
      Udara: Rafale F-4 (Prancis), A400M Atlas (Transport & Air Refuel System).
      Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
      Laut: Mesin Kapal PPA-L-Plus & LM-2500 (Italia/AS).
      Teknologi: Drone ANKA-S (Turki), TP400-D6 Engine.
      -
      MALONYET (Stagnan & Pembatalan):
      2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
      2022: Terpilih tapi tidak ada kontrak (Selected Not Yet Ordered).
      2023–2025: Status kosong/tanpa pesanan (Not Yet Ordered).
      2026: BATAL TOTAL akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait karena kendala teknis/logistik.
      --------------------------------
      II. PERINGKAT MILITER & EKONOMI (ASEAN 2026)
      Peringkat Global Firepower (GFP):
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      MALONYET: Peringkat 42 (Di bawah Filipina yang ada di posisi 41).
      Skala Ekonomi (PDB PPP):
      Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALONYET ($5,69 T vs $1,34 T).
      Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
      --------------------------------
      III. ANALISIS KRISIS FISKAL & KORUPSI MALONYET
      Januari 2026: PM membekukan seluruh pengadaan militer (Freezes Procurement) akibat skandal suap proyek angkatan darat yang diselidiki MACC.
      Februari 2026: Pembatalan resmi F-18 Hornet Kuwait melalui sidang Dewan Rakyat.
      Warisan Hutang: Sejak 2023, pemerintah membatalkan 5 tender besar guna mencegah kebocoran anggaran.
      --------------------------------
      IV. DATA HUTANG & LIABILITAS MALONYET (2010–2026)
      Fase Awal (2010–2017): Tumbuh dari RM 407 Miliar ke RM 686 Miliar.
      Fase Transparansi (2018–2019): Melonjak ke RM 1,25 Triliun (Termasuk hutang 1MDB).
      Fase Pandemi (2020–2022): Meningkat ke RM 1,45 Triliun akibat stimulus COVID-19.
      Proyeksi Krisis (2023–2026):
      2023: RM 1,53 Triliun.
      2025: RM 1,71 Triliun.
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen hutang kritis).
      --------------------------------
      V. PROFIL RISIKO NEGARA
      Indonesia: Rasio hutang pemerintah sehat (40%), hutang rumah tangga rendah (16%).
      -
      MALONYET: Rasio hutang pemerintah melewati limit (69% vs limit 65%), hutang rumah tangga sangat tinggi (84,3%).

      Hapus
  41. Yang saya lihat kalau STOP EKSPORT yang BERGELAP tu INDIANESIA bukan MALAYSIA ya guys.....HAHAHAHAHA



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Dominasi vs Kelumpuhan Alutsista (SIPRI Status)
      Indonesia (Power House): Daftar belanja "Satu Lembar Penuh" menunjukkan kedaulatan finansial. Akuisisi mesin LM-2500, jet Rafale, hingga sistem rudal KHAN membuktikan Indonesia membeli aset sebagai "pemilik" dengan dukungan APBN yang sehat.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah bukti nyata negara sedang Miskin No Shopping. Tidak ada kontrak baru alutsista strategis yang mampu ditandatangani karena anggaran habis untuk membayar bunga utang.
      ---------------------------------
      Metode Pembayaran: "Cash/Kredit Sehat" vs "Barter Sawit"
      Ketidakmampuan finansial MALONYET terlihat dari cara mereka memperoleh senjata:
      Barter Komoditas: Hampir semua aset utama (Su-30MKM, MiG-29, Scorpene, PT-91, FA-50) dibayar menggunakan minyak sawit dan karet. Ini adalah metode "ekonomi darurat" karena menipisnya cadangan devisa tunai.
      Debt Acquisition: Pembelian A400M dilakukan secara berperingkat (cicilan), menunjukkan ketidakmampuan bayar tunai (cash) yang kontras dengan Indonesia.
      ---------------------------------
      Analisa Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 menunjukkan kondisi "Gali Lubang Tutup Lubang" di MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap penduduk MALONYET menanggung beban utang gabungan (Pemerintah + Rumah Tangga) sebesar RM 82.000 per kapita.
      Penyedot Anggaran: Utang Pemerintah (70,5% dari GDP) menyebabkan pendapatan negara tersedot hanya untuk membayar bunga (servis utang), sehingga anggaran pertahanan, pendidikan, dan kesehatan terpaksa dipotong.
      Daya Beli Runtuh: Utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari GDP membuat masyarakat kehilangan daya beli, yang berdampak pada pelambatan ekonomi nasional secara masif.
      ---------------------------------
      Risiko Sistemik & "Game Over"
      Kerentanan Makro: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan global.
      Stabilitas Perbankan: Tingginya beban RM 45.859 per orang untuk utang rumah tangga meningkatkan risiko Kredit Macet (NPL) yang dapat meruntuhkan sektor perbankan MALONYET.
      Indonesia (Safe Zone): Dengan utang pemerintah hanya 41,1%, Indonesia memiliki ruang fiskal yang luas untuk terus melakukan modernisasi militer tanpa membebani rakyat dengan pajak berlebih di masa depan.

      Hapus
  42. yaaa ampyunnn, 75% kapal seblah rongsok tua diatas 40 tahunnn๐ŸŒ

    kd perantau ternyata kapal yg pernah menyelam blup..blup๐Ÿฅถ haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฃ๐ŸŒ

    kahsiyan...kapal karat usang๐Ÿ˜ถ‍๐ŸŒซ️

    ❌️๐Ÿ“›❌️๐Ÿ“›
    LUMUT: A Royal Malaysian Navy ship which was docked at the Bousted Naval Shipyard (BNS) here for refit work sank partially when water flooded the lower point of the vessel.
    KD Perantau lists after taking in water
    By Jaspal Singh
    November 19, 2014 @ 4:37pm
    https://www.nst.com.my/amp/news/nation/2014/11/54418/KD%20Perantau%20lists%20after%20taking%20in%20water

    BalasHapus
  43. Yang saya lihat kalau STOP EKSPORT yang BERGELAP tu INDIANESIA bukan MALAYSIA ya guys.....HAHAHAHAHA



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      1. Performa Belanja (SIPRI & Kontrak)
      Indonesia (Full Shopping): Lembar pengadaan penuh alutsista Tier-1 (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan). Nilai kontrak dengan Turki saja mencapai USD 12–13 Miliar.
      MALONYET (Zonk): Status 2 Tahun SIPRI Kosong. Tidak ada kontrak strategis baru. Nilai belanja dengan Turki hanya USD 1,17 Miliar (hanya 9% dari nilai Indonesia).
      ---------------------------------
      2. Status Kepemilikan & Pembayaran
      Indonesia (Owner): Membeli tunai/kredit sehat dengan Transfer Teknologi (ToT) dan produksi lokal (PT Pindad, PT DI).
      MALONYET (Renter & Barter): Terjebak skema Barter Sawit (MKM, FA-50, Scorpene) dan Sewa (Leasing) masif pada helikopter, pesawat latih, hingga motor patroli karena tidak mampu membayar DP.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
      Indonesia (Safe): Utang pemerintah rendah (41,1% GDP), memberikan ruang fiskal luas untuk modernisasi militer.
      MALONYET (Overlimit): Utang pemerintah menembus 70,5% GDP (melewati limit aman 65%). Total utang gabungan (Publik + Rumah Tangga) mencapai 224% GDP.
      ---------------------------------
      4. Beban Rakyat (Per Kapita 2025)
      Beban Utang: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang gabungan rata-rata RM 82.000 per orang.
      Dampak Sosial: Tekanan ekonomi memicu krisis mental (1 dari 3 orang gangguan jiwa) dan badai PHK massal (300.000+ pengangguran baru).
      ---------------------------------
      5. Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Membangun Hegemoni Regional dengan kepemilikan aset absolut dan teknologi siluman (KAAN).
      MALONYET: Mengalami Kelumpuhan Pertahanan; militer berubah fungsi dari "pelindung kedaulatan" menjadi "penyewa aset swasta" akibat kebangkrutan fiskal

      Hapus
  44. Emir Kuwait takkan lupa tagih Utang gowing lcs....
    KUWAIT FINANCE HOUSE tetap tagih Utang...

    BAYAR..BAYARRRR..BBAYAARR WOIIIII haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฅ๐Ÿ˜ฑ

    BalasHapus
  45. Yang saya lihat kalau STOP EKSPORT yang BERGELAP tu INDIANESIA bukan MALAYSIA ya guys.....HAHAHAHAHA



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Kontras Belanja Pertahanan: Agresif vs Lumpuh
      Indonesia (Status: Shopping Kaya):
      Nilai Fantastis: Investasi pertahanan hanya dengan Turki saja mencapai USD 12–13 miliar (±Rp200 Triliun).
      Loncatan Teknologi: Mengakuisisi jet tempur generasi ke-5 KAAN, rudal balistik KHAN, drone tempur canggih (ANKA, AKINCI, TB3), dan kapal perang modern (I-Class, PPA).
      Kemandirian: Fokus pada skema Joint Venture dan produksi lokal melalui PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia.
      MALONYET (Status: Miskin No Shopping):
      ---------------------------------
      Tahun SIPRI Kosong: Tidak ada kontrak pengadaan alutsista utama yang tercatat di SIPRI selama 2024–2025.
      Anggaran Terjepit: Belanja militer hanya sekitar 0,93% dari PDB Statista, jauh di bawah standar keamanan regional.
      Belanja "Mini": Total belanja dengan Turki hanya USD 1,17 miliar (hanya ~9% dari nilai belanja Indonesia).
      Analisa Beban Utang & Kelumpuhan Fiskal
      Kesehatan Fiskal Indonesia:
      Utang pemerintah yang rendah (41,1% terhadap PDB) memberikan ruang bagi Kementerian Pertahanan RI untuk melakukan pengadaan melalui kredit ekspor yang terencana.
      Krisis Utang MALONYET:
      Beban Utang Menggunung: Proyeksi utang mencapai RM 1,79 triliun pada 2026.
      Hutang Bayar Hutang: Fenomena eksodus modal dan beban liabilitas (seperti 1MDB) memaksa negara terjebak dalam siklus pelunasan bunga utang yang tidak berujung.
      Utang Rumah Tangga: Tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di ASEAN menurut Bank Negara MALONYET, menekan daya beli nasional secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      Kegagalan Proyek Strategis (Era "Game Over")
      Kelemahan MALONYET bukan hanya soal dana, tetapi manajemen pengadaan yang kronis:
      Mangkrak & PHP: Proyek LCS yang tidak kunjung selesai sejak 2011 dan pembatalan berbagai rencana (MRCA, SPH, MRSS) menciptakan "celah kapabilitas" yang membahayakan kedaulatan.
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5x Perdana Menteri dan 6x Menteri Pertahanan dalam waktu singkat mengakibatkan ketidakpastian kebijakan pertahanan.
      Hutang Utilitas: Fakta adanya tunggakan tagihan dasar (listrik, internet, air) di kamp militer menunjukkan bahwa anggaran operasional harian pun sudah sangat tertekan.

      Hapus
  46. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
    -
    1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
    2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
    2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
    ________________________________________
    LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
    Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
    Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
    Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
    Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
    Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
    ________________________________________
    KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
    Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
    Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
    Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
    Daftar Aset Usang (Legacy List):
    MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
    F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
    C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
    Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
    Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
    ________________________________________
    RISIKO STRATEGIS:
    Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
    Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
    Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

    BalasHapus
  47. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    1. Kontras Belanja Pertahanan (Shopping vs Stagnan)
    Indonesia (Global Player): Memasuki era "Golden Age" militer dengan daftar belanja yang masif dan bervariasi dari berbagai negara produsen utama. Fokus pada deterrence (penangkalan) jarak jauh (Rafale, KAAN, Rudal KHAN).
    MALONYET (Survival Mode): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" menandakan kegagalan dalam mengamankan kontrak baru yang signifikan. Aktivitas militer hanya berfokus pada mempertahankan apa yang ada (sustainability) daripada modernisasi.
    ---------------------------------
    2. Analisa Kemitraan Strategis dengan Turki
    Perbandingan nilai kontrak dengan Turki menunjukkan jurang kemampuan finansial yang sangat lebar:
    Indonesia (USD 12-13 Miliar): Mendominasi dengan akuisisi jet siluman KAAN (48 unit), kapal perang kelas berat, hingga sistem rudal balistik. Ini menunjukkan kepercayaan Turki terhadap kemampuan bayar Indonesia.
    MALONYET (USD 1,17 Miliar): Nilai kontrak hanya sekitar 9% dari nilai belanja Indonesia. Fokus terbatas pada kapal patroli (LMS) dan drone ringan, mencerminkan anggaran yang sangat terbatas.
    ---------------------------------
    3. Kesehatan Fiskal & Beban Utang (GDP Ratio)
    Data utang menjelaskan mengapa MALONYET kesulitan belanja alutsista:
    Indonesia (Low Risk): Dengan utang pemerintah hanya 41,1%, Indonesia memiliki "napas" panjang untuk mengambil pinjaman luar negeri guna membiayai MEP (Minimum Essential Force).

    BalasHapus
  48. Apa INDIANESIA mau STOP eksport gas...??? Silakan ...MALAYSIA siap EKSPORT lebih banyak GAS ke Singapura menggantikan INDIANESIA..... MALAYSIA lagi UNTUNG guys....HAHAHAHHA



    Malaysia kekal pengeksport LNG kelima terbesar dunia

    https://www.bharian.com.my/amp/bisnes/lain-lain/2024/06/1264549/malaysia-kekal-pengeksport-lng-kelima-terbesar-dunia

    BalasHapus
  49. Apa INDIANESIA mau STOP eksport gas...??? Silakan ...MALAYSIA siap EKSPORT lebih banyak GAS ke Singapura menggantikan INDIANESIA..... MALAYSIA lagi UNTUNG guys....HAHAHAHHA



    Malaysia kekal pengeksport LNG kelima terbesar dunia

    https://www.bharian.com.my/amp/bisnes/lain-lain/2024/06/1264549/malaysia-kekal-pengeksport-lng-kelima-terbesar-dunia

    BalasHapus
  50. Apa INDIANESIA mau STOP eksport gas...??? Silakan ...MALAYSIA siap EKSPORT lebih banyak GAS ke Singapura menggantikan INDIANESIA..... MALAYSIA lagi UNTUNG guys....HAHAHAHHA



    Malaysia kekal pengeksport LNG kelima terbesar dunia

    https://www.bharian.com.my/amp/bisnes/lain-lain/2024/06/1264549/malaysia-kekal-pengeksport-lng-kelima-terbesar-dunia

    BalasHapus
  51. negara gagal total ituw macam semenanjung kl,

    ❌️Utang lcs ke Kuwait Finance House belum lunaaaasss woii
    ❌️kl NSM DITOLAK NORWAY
    ❌️kl BRICS DITOLAK
    ❌️G20....yaaa ampyun makin gak dianggap haha!๐Ÿ‘Ž๐ŸŒ๐Ÿคฃ

    FIFA ASEAN CUP, kita donk Jawara๐Ÿ†
    hamiwow kalah lagiii haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿ‘Ž๐Ÿคช

    BalasHapus
  52. Yang saya lihat kalau STOP EKSPORT yang BERGELAP tu INDIANESIA bukan MALAYSIA ya guys.....HAHAHAHAHA



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
  53. Yang saya lihat kalau STOP EKSPORT yang BERGELAP tu INDIANESIA bukan MALAYSIA ya guys.....HAHAHAHAHA



    Indonesia Perpanjang Impor Listrik dari Malaysia, Kuota 200 MW

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/87486/indonesia-perpanjang-impor-listrik-dari-malaysia-kuota-200-mw

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      1. ANALISIS KRISIS PENGADAAN MALONYET
      Pembatalan F-18 Hornet: Kabinet resmi membatalkan akuisisi pada 6 Februari 2026 karena risiko logistik dan usia pesawat yang lebih tua dari armada yang ada.
      Pembekuan Tender (Freezes Procurement): Per 16 Januari 2026, PM menghentikan pengadaan militer akibat investigasi suap dan korupsi oleh MACC (lembaga anti-korupsi).
      Efisiensi Anggaran: Sejak 2023, dilakukan pembatalan 5 proyek besar untuk menghindari kebocoran pengeluaran negara.
      --------------------------------
      2. PERBANDINGAN BELANJA SIPRI 2025-2026
      Negara Belanja Aktif: Indonesia, Vietnam, Myanmar, Thailand, Filipina, Singapura.
      Negara "Lembar Kosong" (Tanpa Aset Baru): MALONYET, Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.

      Hapus
  54. eittttt Canggih Sundulan EL OTONG ๐Ÿš€๐ŸŒ
    bikin 7 Hamiwow tipe m hilang muka haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐Ÿ˜†
    ⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/1754058545829677/#

    BalasHapus
  55. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
    EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    -
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
    CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
    RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
    Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
    MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
    Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
    Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
    --------------------------------
    ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

    BalasHapus
  56. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
    EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    -
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
    CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
    RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
    Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
    MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
    Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
    Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
    --------------------------------
    ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

    BalasHapus
  57. Untuk makluman GORILLA ...MALAYSIA negara ke 5 pengeksport GAS ke-5 TERBESAR DIDUNIA.....negara level ZIMBABWE saja KALAH.... Apa mau STOP GAS....??? HAHAHAHAHAHA



    Malaysia Kekal Jadi Pengeksport LNG Ke-5 Terbesar Dunia

    https://rnggt.com/202541203/

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
    2. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      1. STATUS INVENTARIS SIPRI 2025
      Indonesia (Aktif/Masif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Mesin TP400-D6, Air Refuel System.
      Darat: Rudal Bora, Rudal Khan, Drone Anka-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine, LM-2500.
      MALONYET (Kosong/Stagnan):
      Status: "Salam Kosong" (2020–2025). Tidak ada kontrak efektif, hanya rencana (planned) atau pesanan yang belum dieksekusi.
      --------------------------------
      2. PERINGKAT GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41.
      MALONYET: Peringkat 42 (Turun ke posisi 7 di ASEAN).
      --------------------------------
      3. ANALISA KONTRAS FISKAL & EKONOMI
      INDONESIA (SEHAT):
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Debt-to-GDP: 40% (Di bawah batas aman 60%).
      Kemampuan: Belanja tunai dan kredit ekspor resmi untuk modernisasi.
      MALONYET (Kritis):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Debt-to-GDP: 69% (Melampaui limit 65%).
      Beban: Hutang negara RM 1,65 Triliun; 84% warga tidak memiliki tabungan bulanan.
      --------------------------------
      4. PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA & LAUT
      INDONESIA (TRANSFORMASI GEN 4.5/5):
      Akuisisi 42 Rafale, 24 F-15IDN, dan pengembangan KF-21 Boramae.
      MALONYET (Kelistrikan & "Prank"):
      Aset Grounded: MiG-29N, MB339CM, Heli Nuri.
      Skandal: Kehilangan 48 unit Skyhawk dan 2 mesin jet.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS (karatan) dan OPV.
      --------------------------------
      5. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING)
      AKIBAT KETERBATASAN ANGGARAN, MALONYET BERALIH DARI KEPEMILIKAN MENJADI PENYEWA ASET:
      Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan simulator.
      Darat: Sewa truk 3 ton, motor polisi (BMW R1250RT), dan kendaraan 4x4.
      Laut: Sewa kapal hidro-oseanografi dan berbagai jenis boat (FIB, RHFB).
      --------------------------------
      6. TIMELINE KEGAGALAN PENGADAAN (2005–2026)
      BATAL/MANGKRAK:
      Rafale (2014), Artileri Caesar (2016), JF-17 (2017), Tejas (2022).
      Blokade/Isu Teknis: Komponen FA-50 (USA), F/A-18 Hornet Kuwait (2026 - Batal biaya logistik).
      Kebijakan Terbaru: PM Anwar Ibrahim melakukan Pembekuan Total (Freeze) pengadaan militer 2026 karena investigasi korupsi.

      Hapus
    3. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      1. STATUS INVENTARIS SIPRI 2025
      Indonesia (Aktif/Masif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Mesin TP400-D6, Air Refuel System.
      Darat: Rudal Bora, Rudal Khan, Drone Anka-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine, LM-2500.
      MALONYET (Kosong/Stagnan):
      Status: "Salam Kosong" (2020–2025). Tidak ada kontrak efektif, hanya rencana (planned) atau pesanan yang belum dieksekusi.
      --------------------------------
      2. PERINGKAT GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Hegemon ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41.
      MALONYET: Peringkat 42 (Turun ke posisi 7 di ASEAN).
      --------------------------------
      3. ANALISA KONTRAS FISKAL & EKONOMI
      INDONESIA (SEHAT):
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Debt-to-GDP: 40% (Di bawah batas aman 60%).
      Kemampuan: Belanja tunai dan kredit ekspor resmi untuk modernisasi.
      MALONYET (Kritis):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Debt-to-GDP: 69% (Melampaui limit 65%).
      Beban: Hutang negara RM 1,65 Triliun; 84% warga tidak memiliki tabungan bulanan.
      --------------------------------
      4. PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA & LAUT
      INDONESIA (TRANSFORMASI GEN 4.5/5):
      Akuisisi 42 Rafale, 24 F-15IDN, dan pengembangan KF-21 Boramae.
      MALONYET (Kelistrikan & "Prank"):
      Aset Grounded: MiG-29N, MB339CM, Heli Nuri.
      Skandal: Kehilangan 48 unit Skyhawk dan 2 mesin jet.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS (karatan) dan OPV.
      --------------------------------
      5. FENOMENA "NEGARA TUKANG SEWA" (LEASING)
      AKIBAT KETERBATASAN ANGGARAN, MALONYET BERALIH DARI KEPEMILIKAN MENJADI PENYEWA ASET:
      Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan simulator.
      Darat: Sewa truk 3 ton, motor polisi (BMW R1250RT), dan kendaraan 4x4.
      Laut: Sewa kapal hidro-oseanografi dan berbagai jenis boat (FIB, RHFB).
      --------------------------------
      6. TIMELINE KEGAGALAN PENGADAAN (2005–2026)
      BATAL/MANGKRAK:
      Rafale (2014), Artileri Caesar (2016), JF-17 (2017), Tejas (2022).
      Blokade/Isu Teknis: Komponen FA-50 (USA), F/A-18 Hornet Kuwait (2026 - Batal biaya logistik).
      Kebijakan Terbaru: PM Anwar Ibrahim melakukan Pembekuan Total (Freeze) pengadaan militer 2026 karena investigasi korupsi.

      Hapus
  58. Untuk makluman GORILLA ...MALAYSIA negara ke 5 pengeksport GAS ke-5 TERBESAR DIDUNIA.....negara level ZIMBABWE saja KALAH.... Apa mau STOP GAS....??? HAHAHAHAHAHA



    Malaysia Kekal Jadi Pengeksport LNG Ke-5 Terbesar Dunia

    https://rnggt.com/202541203/

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
    2. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALONYET setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALONYET.

      Hapus
    3. EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALONYET terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALONYET kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALONYET (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).

      Hapus
  59. Senarai top 5 negara pengeksport gas asli cecair (LNG) di dunia berdasarkan data terkini (seperti laporan IGU World LNG Report):

    1. Amerika Syarikat (AS) — Menduduki tempat pertama sebagai pengeksport LNG terbesar dunia dengan rekod penghantaran kira-kira 98 juta tan metrik (MT) atau lebih kurang 11.9 Bcf/d.

    2. Australia — Antara peneraju utama perdagangan LNG global dengan eksport konsisten sekitar 79.6 hingga 81 juta tan metrik setahun.

    3. Qatar — Negara adikuasa tenaga yang mengekalkan kedudukan kukuh di tangga ketiga dengan kapasiti dan kontrak bekalan jangka panjang yang besar.

    4. Rusia — Berada di kedudukan keempat dengan purata eksport sekitar 4.4 Bcf/d.

    5. Malaysia — Kekal di tangga ke-5 terbesar dunia (dengan penguasaan pasaran sekitar 6.6%–6.7% dan eksport melebihi 27.7 juta tan metrik), disokong oleh kemudahan pengeluaran utama seperti di Bintulu dan teknologi loji terapung (FLNG).

    BalasHapus
    Balasan
    1. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
      • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
      ====================
      ====================
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

      Hapus
    2. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
  60. MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    -
    Sebagai negara dengan pangsa pasar re-ekspor (reloading) LNG terbesar di dunia, Indonesia melalui Terminal Arun memfasilitasi berbagai pelaku usaha internasional, termasuk Malaysia.
    Berikut rincian keterkaitan Malaysia dengan aktivitas re-ekspor LNG di Indonesia:
    • Eksplorasi Kerja Sama Petronas: Manajemen Petronas LNG Sdn. Bhd. (Malaysia) telah melakukan pertemuan bisnis, due diligence, serta kunjungan lapangan langsung ke Terminal Arun. Kerja sama strategis ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan Terminal Arun guna mendukung rantai pasok LNG mereka di kawasan Asia Tenggara.
    • Peran Terminal Arun sebagai LNG Hub Asia: Berkat statusnya sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, perusahaan dari luar negeri (seperti Malaysia) dapat mengirimkan kargo LNG mereka untuk disimpan sementara di tangki Arun. Setelah itu, LNG tersebut di-reload (dimuat kembali) ke kapal pemuat untuk diekspor ke negara tujuan akhir di Asia Tenggara maupun Asia Selatan
    -
    NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
    ====================
    ====================
    INDONESIA : NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    -
    Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
    Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
    • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
    • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
    • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit

    BalasHapus
  61. Senarai top 5 negara pengeksport gas asli cecair (LNG) di dunia berdasarkan data terkini (seperti laporan IGU World LNG Report):

    1. Amerika Syarikat (AS) — Menduduki tempat pertama sebagai pengeksport LNG terbesar dunia dengan rekod penghantaran kira-kira 98 juta tan metrik (MT) atau lebih kurang 11.9 Bcf/d.

    2. Australia — Antara peneraju utama perdagangan LNG global dengan eksport konsisten sekitar 79.6 hingga 81 juta tan metrik setahun.

    3. Qatar — Negara adikuasa tenaga yang mengekalkan kedudukan kukuh di tangga ketiga dengan kapasiti dan kontrak bekalan jangka panjang yang besar.

    4. Rusia — Berada di kedudukan keempat dengan purata eksport sekitar 4.4 Bcf/d.

    5. Malaysia — Kekal di tangga ke-5 terbesar dunia (dengan penguasaan pasaran sekitar 6.6%–6.7% dan eksport melebihi 27.7 juta tan metrik), disokong oleh kemudahan pengeluaran utama seperti di Bintulu dan teknologi loji terapung (FLNG).

    BalasHapus
    Balasan
    1. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.

      Hapus
  62. Senarai top 5 negara pengeksport gas asli cecair (LNG) di dunia berdasarkan data terkini (seperti laporan IGU World LNG Report):

    1. Amerika Syarikat (AS) — Menduduki tempat pertama sebagai pengeksport LNG terbesar dunia dengan rekod penghantaran kira-kira 98 juta tan metrik (MT) atau lebih kurang 11.9 Bcf/d.

    2. Australia — Antara peneraju utama perdagangan LNG global dengan eksport konsisten sekitar 79.6 hingga 81 juta tan metrik setahun.

    3. Qatar — Negara adikuasa tenaga yang mengekalkan kedudukan kukuh di tangga ketiga dengan kapasiti dan kontrak bekalan jangka panjang yang besar.

    4. Rusia — Berada di kedudukan keempat dengan purata eksport sekitar 4.4 Bcf/d.

    5. Malaysia — Kekal di tangga ke-5 terbesar dunia (dengan penguasaan pasaran sekitar 6.6%–6.7% dan eksport melebihi 27.7 juta tan metrik), disokong oleh kemudahan pengeluaran utama seperti di Bintulu dan teknologi loji terapung (FLNG).

    BalasHapus
  63. Senarai top 5 negara pengeksport gas asli cecair (LNG) di dunia berdasarkan data terkini (seperti laporan IGU World LNG Report):

    1. Amerika Syarikat (AS) — Menduduki tempat pertama sebagai pengeksport LNG terbesar dunia dengan rekod penghantaran kira-kira 98 juta tan metrik (MT) atau lebih kurang 11.9 Bcf/d.

    2. Australia — Antara peneraju utama perdagangan LNG global dengan eksport konsisten sekitar 79.6 hingga 81 juta tan metrik setahun.

    3. Qatar — Negara adikuasa tenaga yang mengekalkan kedudukan kukuh di tangga ketiga dengan kapasiti dan kontrak bekalan jangka panjang yang besar.

    4. Rusia — Berada di kedudukan keempat dengan purata eksport sekitar 4.4 Bcf/d.

    5. Malaysia — Kekal di tangga ke-5 terbesar dunia (dengan penguasaan pasaran sekitar 6.6%–6.7% dan eksport melebihi 27.7 juta tan metrik), disokong oleh kemudahan pengeluaran utama seperti di Bintulu dan teknologi loji terapung (FLNG).

    BalasHapus
    Balasan
    1. MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
      -
      1. ๐Ÿ‡น๐Ÿ‡ท Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. ๐Ÿ‡ฐ๐Ÿ‡ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. ๐Ÿ‡ฌ๐Ÿ‡ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. ๐Ÿ‡จ๐Ÿ‡ณ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ฑ Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ‡ช Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.

      Hapus
    2. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
      • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
      ====================
      ====================
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

      Hapus
  64. eittttt Canggih Sundulan EL OTONG ๐Ÿš€๐ŸŒ
    bikin 7 Hamiwow tipe m hilang muka haha!๐Ÿ˜‹๐Ÿคฅ๐Ÿ˜†
    ⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/1754058545829677/#

    BalasHapus
  65. negara selevel ZIMBABWE lagi mau MEMBUAL konon kuat...HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALONYET terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALONYET (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALONYET (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALONYET berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALONYET KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    2. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALONYET (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    3. PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ==============
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  66. negara selevel ZIMBABWE lagi mau MEMBUAL konon kuat...HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ==============
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  67. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    -
    Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
    Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
    • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
    • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
    • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
    • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
    • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
    ====================
    ====================
    NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

    BalasHapus
  68. Emir Kuwait takkan lupa tagih Utang gowing lcs....
    KUWAIT FINANCE HOUSE tetap tagih Utang...

    BAYAR..BAYARRRR..BBAYAARR WOIIIII haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฅ๐Ÿ˜ฑ

    BalasHapus
  69. JOM mari lihat Kapal siapa yang RONGSOK DAN OMPONG guys.... ๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


    KD MAHARAJALELAH - FFBNP๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    MERIAM UTAMA ❌
    MERIAM BANTUAN ❌
    MISIL ANTI KAPAL ❌
    MISIL SAM ❌
    TORPEDO ❌
    KECEPATAN CIPUT ✅
    SALAH POTONG ✅
    MANGKRAK >15 TAHUN ✅


    KAPAL PPA ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ✅
    MISIL SAM ✅
    TORPEDO ✅


    FRIGAT MERAH PUTIH - ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

    MERIAM UTAMA ✅
    MERIAM BANTUAN ✅
    MISIL ANTI KAPAL ✅
    MISIL SAM ✅
    TORPEDO ✅

    BalasHapus
  70. MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    -
    Sebagai negara dengan pangsa pasar re-ekspor (reloading) LNG terbesar di dunia, Indonesia melalui Terminal Arun memfasilitasi berbagai pelaku usaha internasional, termasuk Malaysia.
    Berikut rincian keterkaitan Malaysia dengan aktivitas re-ekspor LNG di Indonesia:
    • Eksplorasi Kerja Sama Petronas: Manajemen Petronas LNG Sdn. Bhd. (Malaysia) telah melakukan pertemuan bisnis, due diligence, serta kunjungan lapangan langsung ke Terminal Arun. Kerja sama strategis ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan Terminal Arun guna mendukung rantai pasok LNG mereka di kawasan Asia Tenggara.
    • Peran Terminal Arun sebagai LNG Hub Asia: Berkat statusnya sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, perusahaan dari luar negeri (seperti Malaysia) dapat mengirimkan kargo LNG mereka untuk disimpan sementara di tangki Arun. Setelah itu, LNG tersebut di-reload (dimuat kembali) ke kapal pemuat untuk diekspor ke negara tujuan akhir di Asia Tenggara maupun Asia Selatan
    -
    NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
    ====================
    ====================
    INDONESIA : NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    -
    Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
    Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
    • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
    • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
    • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit

    BalasHapus
  71. Cepat sikit STOP GAS tu ya..... kita mau lihat siapa yang TERDUDUK......HAHAHAHAHHA

    1. MALAYSIA dan SINGAPURA PEPBEKAL TERBESAR BBM ke INDIANESIA

    2. MALAYSIA kuasa ke 5 DUNIA pengeksport gas LNG DUNIA (Boleh salurkan GAS ke Singapura.)

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      -
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
    2. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
      -
      EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      -
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      DATA UTANG MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
      CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
      RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
      Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
      MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
      Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
      Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
      --------------------------------
      ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

      Hapus
    3. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    4. EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      Thailand
      • Batubara: 21,84 juta ton untuk memasok 69% listrik regional [Kemendag / CNN / Liputan6].
      • LNG: 56.431,6 metrik ton [BPS / ESDM].
      • Beras: Impor pasokan pangan 200.000 ton [Kementan / Bulog / CNBC / Kumparan].
      • Jagung: Impor pakan 240.000 ton [Kementan / VIVA / Kompas].
      ----------------------------------
      Filipina
      • Batubara: ~37,71 juta ton/tahun [WITS World Bank].
      ----------------------------------
      Vietnam
      • Batubara: ~15 s.d. 18 juta ton/tahun [APBI].
      ----------------------------------
      India
      • Batubara: ~100,24 juta ton/tahun [WITS World Bank] (Mengalami penurunan musiman sekitar 8,8% akibat perlambatan industri) [APBI / IMA].
      • LNG: Tidak mengimpor dalam jumlah signifikan.
      ----------------------------------
      Tiongkok (China)
      • Batubara: ~69,69 s.d. 129 juta ton/tahun (Mencatat rekor impor bulanan tertinggi hingga 54,98 juta ton demi mengamankan stok musim dingin) [IDX / APBI].
      • LNG: ~4,02 juta ton/tahun [BPS].
      ----------------------------------
      Korea Selatan
      • Batubara: ~26,28 juta ton/tahun [IMA / Kompas].
      • LNG: ~2,92 juta ton/tahun [BPS].
      ----------------------------------
      Jepang
      • Batubara: ~22 s.d. 25 juta ton/tahun [Kontan / Facebook].
      • LNG: ~2,65 juta ton/tahun [BPS].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      • 69% adalah porsi pasokan batu bara Indonesia khusus untuk Tenaga Nasional Berhad (TNB), yaitu perusahaan listrik utama di Malaysia yang mengoperasikan pembangkit-pembangkit listrik di sana.
      • 67% adalah proporsi batu bara dari Indonesia dalam cakupan total kebutuhan atau pasokan impor batu bara nasional Malaysia secara keseluruhan (termasuk untuk industri non-TNB atau produsen listrik independen lainnya).
      Secara sederhana, Indonesia memenuhi 69% kebutuhan batu bara TNB dan 67% dari seluruh impor batu bara yang masuk ke negara Malaysia.

      Hapus
  72. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
    -
    EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    -
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
    CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
    RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
    Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
    MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
    Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
    Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
    --------------------------------
    ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

    BalasHapus
  73. NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
    1998 : RM 165,4 Miliar
    1999 : RM 178,3 Miliar
    2000 : RM 192,2 Miliar
    2001 : RM 207,2 Miliar
    2002 : RM 223,3 Miliar
    2003 : RM 240,7 Miliar
    2004 : RM 259,5 Miliar
    2005 : RM 279,7 Miliar
    2006 : RM 301,5 Miliar
    2007 : RM 325,0 Miliar
    2008 : RM 350,4 Miliar
    2009 : RM 377,7 Miliar
    2010 : RM 407,1 Miliar
    2011 : RM 456,1 Miliar
    2012 : RM 501,6 Miliar
    2013 : RM 547,7 Miliar
    2014 : RM 582,8 Miliar
    2015 : RM 630,5 Miliar
    2016 : RM 648,5 Miliar
    2017 : RM 686,8 Miliar
    2018 : RM 1,19 Triliun
    2019 : RM 1,25 Triliun
    2020 : RM 1,32 Triliun
    2021 : RM 1,38 Triliun
    2022 : RM 1,45 Triliun
    2023 : RM 1,53 Triliun
    2024 : RM 1,63 Triliun
    2025 : RM 1,71 Triliun
    2026 : RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
    1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
    1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
    2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
    2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
    2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
    2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
    2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
    2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
    2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
    2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
    2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
    2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
    2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
    2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
    2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
    2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
    2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
    2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
    2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
    2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
    2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
    2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
    2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
    2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
    2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
    2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
    2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
    2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.

    BalasHapus
  74. MALAYSIA dan SINGAPURA pembekal terbesar BBM ke INDIANESIA..... FAKTA....HAHAHAHAHA



    RI Banyak Impor Minyak dari Singapura dan Malaysia, Ini Data Barunya

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260701125131-4-747133/ri-banyak-impor-minyak-dari-singapura-dan-malaysia-ini-data-barunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      Thailand
      • Batubara: 21,84 juta ton untuk memasok 69% listrik regional [Kemendag / CNN / Liputan6].
      • LNG: 56.431,6 metrik ton [BPS / ESDM].
      • Beras: Impor pasokan pangan 200.000 ton [Kementan / Bulog / CNBC / Kumparan].
      • Jagung: Impor pakan 240.000 ton [Kementan / VIVA / Kompas].
      ----------------------------------
      Filipina
      • Batubara: ~37,71 juta ton/tahun [WITS World Bank].
      ----------------------------------
      Vietnam
      • Batubara: ~15 s.d. 18 juta ton/tahun [APBI].
      ----------------------------------
      India
      • Batubara: ~100,24 juta ton/tahun [WITS World Bank] (Mengalami penurunan musiman sekitar 8,8% akibat perlambatan industri) [APBI / IMA].
      • LNG: Tidak mengimpor dalam jumlah signifikan.
      ----------------------------------
      Tiongkok (China)
      • Batubara: ~69,69 s.d. 129 juta ton/tahun (Mencatat rekor impor bulanan tertinggi hingga 54,98 juta ton demi mengamankan stok musim dingin) [IDX / APBI].
      • LNG: ~4,02 juta ton/tahun [BPS].
      ----------------------------------
      Korea Selatan
      • Batubara: ~26,28 juta ton/tahun [IMA / Kompas].
      • LNG: ~2,92 juta ton/tahun [BPS].
      ----------------------------------
      Jepang
      • Batubara: ~22 s.d. 25 juta ton/tahun [Kontan / Facebook].
      • LNG: ~2,65 juta ton/tahun [BPS].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALONYET (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.
      -
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALONYET: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
  75. NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
    1998 : RM 165,4 Miliar
    1999 : RM 178,3 Miliar
    2000 : RM 192,2 Miliar
    2001 : RM 207,2 Miliar
    2002 : RM 223,3 Miliar
    2003 : RM 240,7 Miliar
    2004 : RM 259,5 Miliar
    2005 : RM 279,7 Miliar
    2006 : RM 301,5 Miliar
    2007 : RM 325,0 Miliar
    2008 : RM 350,4 Miliar
    2009 : RM 377,7 Miliar
    2010 : RM 407,1 Miliar
    2011 : RM 456,1 Miliar
    2012 : RM 501,6 Miliar
    2013 : RM 547,7 Miliar
    2014 : RM 582,8 Miliar
    2015 : RM 630,5 Miliar
    2016 : RM 648,5 Miliar
    2017 : RM 686,8 Miliar
    2018 : RM 1,19 Triliun
    2019 : RM 1,25 Triliun
    2020 : RM 1,32 Triliun
    2021 : RM 1,38 Triliun
    2022 : RM 1,45 Triliun
    2023 : RM 1,53 Triliun
    2024 : RM 1,63 Triliun
    2025 : RM 1,71 Triliun
    2026 : RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
    1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
    1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
    2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
    2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
    2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
    2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
    2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
    2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
    2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
    2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
    2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
    2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
    2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
    2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
    2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
    2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
    2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
    2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
    2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
    2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
    2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
    2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
    2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
    2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
    2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
    2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
    2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
    2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.

    BalasHapus
  76. klaim tak Utang,
    tau tau gowing lcs Utang Banyak ke Emir Kuwait haha!๐Ÿคฃ๐ŸŒ๐Ÿคฅ

    pembual, tak akui Utang,
    maka KARMA lcs Delay & Omfong Total sampai 2035...Parahhh haha!❌️๐Ÿ˜‚๐ŸŒ

    BalasHapus
  77. MALAYSIA dan SINGAPURA pembekal terbesar BBM ke INDIANESIA..... FAKTA....HAHAHAHAHA



    RI Banyak Impor Minyak dari Singapura dan Malaysia, Ini Data Barunya

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260701125131-4-747133/ri-banyak-impor-minyak-dari-singapura-dan-malaysia-ini-data-barunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALONYET (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALONYET
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.
      -
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALONYET terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
    2. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    3. BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
      (Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
      -
      BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
      (Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
      -
      TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
      (Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
      -
      DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
      (Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
      -
      BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
      (Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
      -
      G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
      (Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
      ----------------------------------------------------------------
      Sistem Dan Platform Tua –
      • 4,72 unit miliar (ad, al, au) berusia di atas 25 tahun (data 2024).
      • Kapal perang TLDM rata-rata berusia di atas 41 tahun.
      • Tidak kompatibel dengan sensor, senjata, & komunikasi modern.
      • Biaya operasional sangat mahal dan suku cadang sulit karena produsen tutup.
      Ketergantungan Suku Cadang Asing –
      • Inventaris militer campur aduk (AS, Inggris, Prancis, Rusia, dll).
      • Logistik rantai suku cadang harus diimpor dari berbagai negara.
      • Saat krisis, pasokan suku cadang rawan diembargo (discontinued).
      • Apa sumber di balik kerugian spesifikasi supplier yang sudah tutup?
      Kerusakan Inventaris & Siklus Perawatan –
      • Bagian logistik tinggi akibat siklus operasional di iklim tropis.
      • Teknisi terpaksa lakukan kanibalisme ("makan dalam") komponen.
      • 32 dari 34 kapal perang AL harusnya sudah masuk masa pensiun.
      • Kesiapan armada jatuh di titik paling gagal (low mission success).
      Beban Anggaran & Biaya Peluang –
      • 45-55% anggaran habis untuk gaji & perawatan aset tua.
      • Dana terserap untuk servis aset usang, bukan beli alutsista baru.
      • Ekonomi gagal akibat tidak ada pembangunan kemandirian (indigenous).
      • Kegagalan membangun kemandirian industri domestik.
      Saksi Ringkasan Hukum Biaya Tinggi –
      • Sistem usang (LCS/VB Berapi) bertahan 10-15 tahun (masalah di waktu).
      • Degradasi rantai supplier beragam di riwayat politik (biaya tinggi).
      • Sektor swasta non-strategis di kapasitas komponen (terbatas baru).
      • Banyak anggaran dana habis untuk perawatan (menjadi mubazir).
      Data Kerentanan Aset Laut –
      • 4,72 unit miliar rata-rata berusia di atas 40 tahun (data akhir 2024).
      • TLDM miliki unit usang.
      • Rasio: 23 personil per unit.
      • Beban: 12 kapal tua.
      • Kapal perang angkatan laut (AL) tidak menikmati usia setengah abad.
      Ketiadaan Rencana Penggantian Terstruktur –
      • Tidak punya rentang modernisasi multi-tahun yang jelas.
      • Pengadaan bersifat ad-hoc, reaktif, & ditarik kepentingan politik.
      • Proses anggaran tidak transparan untuk jadwal penggantian aset.
      • Apa sumber akar belum dijumpai meskipun beban utang naik terus?
      Status Pertahanan Di Perbatasan Kapabilitas –
      • Unit tua kalah cerdas berhadapan dengan sistem radar yang sudah punah.
      • Ketinggalan zaman: platform tua tidak bisa integrasi dengan sistem baru.
      • Gagal penuhi standar interoperabilitas dengan sekutu modern.
      • Radar di bagian kapal dan udara sudah tidak relevan di teater luar modern.
      Konsekuensi Strategis –
      • Kemampuan proyeksi kekuatan di daya wilayah maritim merosot tajam.
      • Lemah dalam menangani ancaman keamanan regional.
      • Kalah saing dari Indonesia, Vietnam, & Singapura yang punya jalur modernisasi jelas.
      • Risiko kehilangan daya tawar (deterrence) di Asia Tenggara.

      Hapus
  78. duo seblah kayak brasa negara paling bner ajah haha!๐Ÿ˜‹๐ŸŒ๐Ÿ”ซ
    ❌️yg satu nampung duit koruptor ama cuci duit
    ❌️yg tipe m ekspor telolis ama narkoboy
    ngajak sekawasan kucilkan kita...
    bner2 banana๐ŸŒrepablik haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฅ๐Ÿ˜


    sengaja lagi ASAP๐Ÿ˜ถ‍๐ŸŒซ️
    Tes roket berpandu 122mm dolo

    klo cerewet, ntar ITBM KHAN 600mm tes di sumatra arah kanan sebrang laut..target bebas asal 280km๐Ÿ”ฅ haha!✌️๐Ÿš€๐Ÿฆพ

    BalasHapus
  79. duo seblah kayak brasa negara paling bner ajah haha!๐Ÿ˜‹๐ŸŒ๐Ÿ”ซ
    ❌️yg satu nampung duit koruptor ama cuci duit
    ❌️yg tipe m ekspor telolis ama narkoboy
    ngajak sekawasan kucilkan kita...
    bner2 banana๐ŸŒrepablik haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฅ๐Ÿ˜


    sengaja lagi ASAP๐Ÿ˜ถ‍๐ŸŒซ️
    Tes roket berpandu 122mm dolo

    klo cerewet, ntar ITBM KHAN 600mm tes di sumatra arah kanan sebrang laut..target bebas asal 280km๐Ÿ”ฅ haha!✌️๐Ÿš€๐Ÿฆพ

    BalasHapus
  80. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
    Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
    Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
    MALONYET (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
    -
    Krisis Ketahanan Pangan MALONYET
    Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
    Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
    Krisis Protein:
    Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
    Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
    Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.
    -
    Krisis Hutang & Beban Rakyat MALONYET (2025)
    Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
    Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
    Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
    Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
    Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
    Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
    Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
    -
    Perbandingan Strategis
    Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
    MALONYET: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

    BalasHapus
  81. BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
    (Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
    -
    BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
    (Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
    -
    TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
    (Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
    -
    DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
    (Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
    -
    BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
    (Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
    -
    G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
    (Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
    ----------------------------------------------------------------
    Sistem Dan Platform Tua –
    • 4,72 unit miliar (ad, al, au) berusia di atas 25 tahun (data 2024).
    • Kapal perang TLDM rata-rata berusia di atas 41 tahun.
    • Tidak kompatibel dengan sensor, senjata, & komunikasi modern.
    • Biaya operasional sangat mahal dan suku cadang sulit karena produsen tutup.
    Ketergantungan Suku Cadang Asing –
    • Inventaris militer campur aduk (AS, Inggris, Prancis, Rusia, dll).
    • Logistik rantai suku cadang harus diimpor dari berbagai negara.
    • Saat krisis, pasokan suku cadang rawan diembargo (discontinued).
    • Apa sumber di balik kerugian spesifikasi supplier yang sudah tutup?
    Kerusakan Inventaris & Siklus Perawatan –
    • Bagian logistik tinggi akibat siklus operasional di iklim tropis.
    • Teknisi terpaksa lakukan kanibalisme ("makan dalam") komponen.
    • 32 dari 34 kapal perang AL harusnya sudah masuk masa pensiun.
    • Kesiapan armada jatuh di titik paling gagal (low mission success).
    Beban Anggaran & Biaya Peluang –
    • 45-55% anggaran habis untuk gaji & perawatan aset tua.
    • Dana terserap untuk servis aset usang, bukan beli alutsista baru.
    • Ekonomi gagal akibat tidak ada pembangunan kemandirian (indigenous).
    • Kegagalan membangun kemandirian industri domestik.
    Saksi Ringkasan Hukum Biaya Tinggi –
    • Sistem usang (LCS/VB Berapi) bertahan 10-15 tahun (masalah di waktu).
    • Degradasi rantai supplier beragam di riwayat politik (biaya tinggi).
    • Sektor swasta non-strategis di kapasitas komponen (terbatas baru).
    • Banyak anggaran dana habis untuk perawatan (menjadi mubazir).
    Data Kerentanan Aset Laut –
    • 4,72 unit miliar rata-rata berusia di atas 40 tahun (data akhir 2024).
    • TLDM miliki unit usang.
    • Rasio: 23 personil per unit.
    • Beban: 12 kapal tua.
    • Kapal perang angkatan laut (AL) tidak menikmati usia setengah abad.
    Ketiadaan Rencana Penggantian Terstruktur –
    • Tidak punya rentang modernisasi multi-tahun yang jelas.
    • Pengadaan bersifat ad-hoc, reaktif, & ditarik kepentingan politik.
    • Proses anggaran tidak transparan untuk jadwal penggantian aset.
    • Apa sumber akar belum dijumpai meskipun beban utang naik terus?
    Status Pertahanan Di Perbatasan Kapabilitas –
    • Unit tua kalah cerdas berhadapan dengan sistem radar yang sudah punah.
    • Ketinggalan zaman: platform tua tidak bisa integrasi dengan sistem baru.
    • Gagal penuhi standar interoperabilitas dengan sekutu modern.
    • Radar di bagian kapal dan udara sudah tidak relevan di teater luar modern.
    Konsekuensi Strategis –
    • Kemampuan proyeksi kekuatan di daya wilayah maritim merosot tajam.
    • Lemah dalam menangani ancaman keamanan regional.
    • Kalah saing dari Indonesia, Vietnam, & Singapura yang punya jalur modernisasi jelas.
    • Risiko kehilangan daya tawar (deterrence) di Asia Tenggara.

    BalasHapus
  82. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
    Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
    Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
    Peringkat 23: Filipina.
    Peringkat 26: Singapura.
    Peringkat 40: Thailand.
    Status MALONYET: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
    -
    Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
    Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
    Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
    Vietnam – Peringkat 23
    Thailand – Peringkat 24
    Singapura – Peringkat 29
    Myanmar – Peringkat 35
    Filipina – Peringkat 41
    MALONYET – Peringkat 42
    -
    Kronologi Kegagalan Kontrak MALONYET (Timeline "Prank")
    2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
    2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
    2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk).
    2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
    2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB).
    2024-2025: Sewa Black Hawk (Unit tidak kunjung tiba).
    2026: Jet F/A-18 Hornet Kuwait (RESMI BATAL).
    2026: Pembekuan Total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim.
    -
    Perbandingan Skala Ekonomi (PDB 2026)
    Kesenjangan finansial yang menghambat modernisasi militer:
    PDB PPP (Daya Beli Riil):
    Indonesia: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia)
    MALONYET: US$ 1,34 Triliun
    Rasio: Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar.
    PDB Nominal (Nilai Pasar):
    Indonesia: US$ 1,69 Triliun
    MALONYET: US$ 0,46 Triliun
    Rasio: Indonesia 3,67 kali lipat lebih besar.

    BalasHapus
  83. MALAYSIA dan Singapura belum lagi STOP eksport BBM ke INDIANESIA sudah KRISIS ya guys..... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
      • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
      ====================
      ====================
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

      Hapus
    2. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
      • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
      ====================
      ====================
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

      Hapus
  84. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
    Perbandingan realisasi transfer senjata internasional (2024–2025):
    INDONESIA (1 Lembar Penuh): Sukses mengamankan aset strategis:
    Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refuel System.
    Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin LM-2500.
    Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
    GRUP "SALAM KOSONG": Tidak mencatatkan aktivitas belanja/transfer senjata signifikan di SIPRI:
    MALONYET (Stagnasi total 6 tahun).
    Timor Leste, Kamboja, Laos, Brunei.
    -
    Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
    Dominasi Indonesia di puncak hirarki regional:
    Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Hegemon Mutlak
    Vietnam (Peringkat 23)
    Thailand (Peringkat 24)
    Singapura (Peringkat 29)
    Myanmar (Peringkat 35)
    Filipina (Peringkat 41)
    MALONYET (Peringkat 42) – Terlempar ke papan bawah
    -
    Analisa Ekonomi: "The Great Decoupling"
    Indonesia secara resmi keluar dari level persaingan regional menuju elit global:
    Kasta Elit Dunia: Indonesia Peringkat 6 Dunia (PDB PPP), melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
    Jurang Ekonomi: Ekonomi Indonesia secara riil (PPP) adalah 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia sehat (~40%), sementara MALONYET kritis (~69%) dengan proyeksi utang RM 1,79 Triliun pada 2026.
    -
    Status Pertahanan: Modernisasi vs Demiliterisasi
    Indonesia (Modernisasi Masif): Melakukan hilirisasi ekonomi untuk membiayai alutsista premium (Rafale, Scorpene, KF-21).
    MALONYET (Demiliterisasi De Facto):
    Siklus Prank: Kegagalan kontrak berulang (Rafale, Tejas, F-18 Kuwait).
    Negara Leasing: Bergantung pada sewa (Black Hawk, AW139) karena tidak mampu beli tunai.
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan pengadaan akibat skandal korupsi dan krisis utang.

    BalasHapus
  85. MALAYSIA dan Singapura belum lagi STOP eksport BBM ke INDIANESIA sudah KRISIS ya guys..... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII = PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ==============
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.


      Hapus
    2. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    3. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Realitas SIPRI 2025: Belanja Nyata vs Lembar Kosong
      Perbandingan aktivitas transfer senjata internasional berdasarkan laporan terbaru:
      INDONESIA (1 Lembar Penuh - Aktif): Berhasil mengamankan aset strategis:
      Matra Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Matra Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, Mesin Gas Turbin LM-2500.
      Rudal/Darat: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALONYET (Lembar Kosong - Lumpuh): Status pengadaan 6 tahun terakhir:
      2020–2021: Planned (Hanya wacana).
      2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
      2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
      2024–2025: KOSONG (Absen total dari radar SIPRI).
      -
      Hirarki Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Pergeseran peringkat yang menunjukkan penurunan drastis kredibilitas pertahanan MALONYET:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALONYET – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina & Myanmar).
      -
      Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
      Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
      Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan MALONYET kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
      Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
      -
      Fenomena Demiliterisasi De Facto MALONYET
      Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
      Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
      Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
      Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
      -
      Kesimpulan Strategis 2026
      Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
      MALONYET: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").

      Hapus
  86. MALAYSIA dan Singapura belum lagi STOP eksport BBM ke INDIANESIA sudah KRISIS ya guys..... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII = PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ==============
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.


      Hapus
  87. FAKTAnya ...INDIANESIA sangat BERGANTUNG BBM dari MALAYSIA dan Singapura.... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
  88. MELAYU TOLOL MALAYDESH NO.1 PENGEKSPORT DADAH AKA BARANG HARAM ........MEMANG KALO OTAK SAMPAH SUDAH PUNYA DNA DARI OROK TAK PUNYA MALU DAN HOBBY MUKA TEMBOK SUSAH BUAT JADI ORANG BAIK CUMA ADA DI MELAYU TOLOL MALAYDESH !!!!!

    TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

    Kapal Bawa 1,16 Ton Narkoba Terdata Milik Perusahaan Malaydesh Melayu Tolol | Breaking News

    https://youtu.be/UqZN-LybYjk?si=ZDuATMcrjbk5Q-Oo

    SALAM JARI TENGAH HOBBY LGBT MELAYU TOLOL ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

    BalasHapus
  89. FAKTAnya ...INDIANESIA sangat BERGANTUNG BBM dari MALAYSIA dan Singapura.... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
  90. FAKTAnya ...INDIANESIA sangat BERGANTUNG BBM dari MALAYSIA dan Singapura.... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.

      Hapus
  91. NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
    ----------------------------------
    MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    ----------------------------------
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    ----------------------------------
    Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.

    BalasHapus
  92. FAKTAnya ...INDIANESIA sangat BERGANTUNG BBM dari MALAYSIA dan Singapura.... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      ๐Ÿ“Œ 1. Small Defense Budget (Overall Envelope)
      MALONYET spends around RM15–18 billion per year on defense (≈ 1% of GDP).
      This is low compared to regional peers:
      Singapore: ~3% of GDP (RM70+ billion equivalent)
      Indonesia: ~0.8% of GDP, but larger economy → higher absolute spending (~RM60 billion)
      Thailand & Vietnam also outspend MALONYET in modernization.
      ๐Ÿ‘‰ MALONYET ’s small budget puts it at a disadvantage from the start.
      ________________________________________
      ๐Ÿ“Œ 2. Budget Distribution – Heavy on Salaries
      Typical MALONYET n defense budget split:
      60% → Salaries & pensions
      20–25% → Operations & maintenance (O&M)
      15–20% → Procurement / modernization
      ๐Ÿ”Ž In practice:
      Most of the money pays for personnel (over 100,000 active forces + veterans pensions).
      Very little left for buying new weapons or even maintaining old ones.
      ๐Ÿ‘‰ This creates a large but poorly equipped force.
      ________________________________________
      ๐Ÿ“Œ 3. Pensions Burden
      MALONYET has a generous pensions system for retired military personnel.
      As veterans population grows, pension spending keeps rising.
      Defense Ministry becomes a welfare ministry for ex-servicemen as much as a warfighting institution.
      This crowds out funds for modernization.
      ________________________________________
      ๐Ÿ“Œ 4. Operations & Maintenance (O&M) Shortfall
      The O&M budget (fuel, spare parts, training, repairs) is chronically underfunded.
      Impact:
      Aircraft often grounded due to lack of parts.
      Navy ships idle in dockyards.
      Troops train less (pilots fewer flight hours, sailors fewer sea days).
      ๐Ÿ‘‰ This lowers readiness, even before considering modernization gaps.
      ________________________________________
      ๐Ÿ“Œ 5. Procurement = Stop-Go Cycle
      With only 15–20% for procurement, MALONYET struggles to commit to big projects.
      Big-ticket items (frigates, fighter jets, armored vehicles) are so expensive that the government buys in small batches or delays purchases for years.
      Example:
      MRCA (fighter jet replacement) delayed since 2010.
      Littoral Combat Ship (LCS) consumed billions, but no ships delivered yet.
      Each time budgets tighten (economic slowdown, political crisis), procurement is the first to be cut.

      Hapus
  93. FAKTAnya ...INDIANESIA sangat BERGANTUNG BBM dari MALAYSIA dan Singapura.... HAHAHAHHA



    Ketergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia

    https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
  94. Negara selevel ZIMBABWE memang LUCU....HAHAHAHAHHA



    Indonesia Paling Banyak Impor Migas dari Singapura dan Malaysia pada 2025

    https://databoks.katadata.co.id/energi/statistik/69a7c94a2e865/indonesia-paling-banyak-impor-migas-dari-singapura-dan-malaysia-pada-2025

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALONYET yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALONYET berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALONYET resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALONYET merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.

      Hapus
  95. Negara selevel ZIMBABWE memang LUCU....HAHAHAHAHHA



    Indonesia Paling Banyak Impor Migas dari Singapura dan Malaysia pada 2025

    https://databoks.katadata.co.id/energi/statistik/69a7c94a2e865/indonesia-paling-banyak-impor-migas-dari-singapura-dan-malaysia-pada-2025

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALONYET dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALONYET ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALONYET (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALONYET yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALONYET membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,4% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALONYET:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALONYET habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALONYET yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.

      Hapus
  96. soriiii yee ituw berita Lamaaaa tak berlaku lagi haha!❌️๐Ÿคฃ๐Ÿ“›

    Kita uda SHOPPING BBM ke RUSKI haha!✌️๐Ÿค‘๐Ÿ˜Ž

    Minyak Rusia Masuk, Harga BBM Aman Hingga 2026!
    https://youtube.com/watch?v=kNy4LakUpvQ


    Gutbai warganeyt kl & upil ๐Ÿ‘Ž๐Ÿ˜‹

    BalasHapus
  97. yaaa ampyunnn, 75% kapal seblah rongsok tua diatas 40 tahunnn๐ŸŒ

    kd perantau ternyata kapal yg pernah menyelam blup..blup๐Ÿฅถ haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿคฃ๐ŸŒ

    kahsiyan...kapal karat usang๐Ÿ˜ถ‍๐ŸŒซ️

    ❌️๐Ÿ“›❌️๐Ÿ“›
    LUMUT: A Royal Malaysian Navy ship which was docked at the Bousted Naval Shipyard (BNS) here for refit work sank partially when water flooded the lower point of the vessel.
    KD Perantau lists after taking in water
    By Jaspal Singh
    November 19, 2014 @ 4:37pm
    https://www.nst.com.my/amp/news/nation/2014/11/54418/KD%20Perantau%20lists%20after%20taking%20in%20water

    BalasHapus
  98. SHOPPING kita memang Selaluw MAHAL & MEWAH kok...๐Ÿ˜Ž

    ini buktinya PPA Jet laut Superior 143 meter bisa diatas 33 knots haha!⚡️๐Ÿฆพ๐Ÿ˜‰

    sedangkan kapal Murah Gowing, belum pake uda Usang & OMFONG sampe 2035 haha!๐Ÿ‘Ž๐Ÿ˜†๐ŸŒ

    https://youtube.com/shorts/oUWQ8q-h57

    BalasHapus
  99. NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
    ----------------------------------
    MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    ----------------------------------
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    ----------------------------------
    Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.

    BalasHapus
  100. CUBA kita terbalikkan...INDIANESIA STOP GAS...manakala MALAYSIA dan SINGAPURA STOP BBM....siapa yang paling sengsara....??? HAHAHAHAHAH



    Ternyata, Bensin RI Banyak Impor dari Singapura dan Malaysia

    https://money.kompas.com/read/2026/04/08/211253126/ternyata-bensin-ri-banyak-impor-dari-singapura-dan-malaysia

    BalasHapus
  101. CUBA kita terbalikkan...INDIANESIA STOP GAS...manakala MALAYSIA dan SINGAPURA STOP BBM....siapa yang paling sengsara....??? HAHAHAHAHAH



    Ternyata, Bensin RI Banyak Impor dari Singapura dan Malaysia

    https://money.kompas.com/read/2026/04/08/211253126/ternyata-bensin-ri-banyak-impor-dari-singapura-dan-malaysia

    BalasHapus
  102. CUBA kita terbalikkan...INDIANESIA STOP GAS...manakala MALAYSIA dan SINGAPURA STOP BBM....siapa yang paling sengsara....??? HAHAHAHAHAH



    Ternyata, Bensin RI Banyak Impor dari Singapura dan Malaysia

    https://money.kompas.com/read/2026/04/08/211253126/ternyata-bensin-ri-banyak-impor-dari-singapura-dan-malaysia

    BalasHapus
  103. MELAYU TOLOL MALAYDESH NO.1 PENGEKSPORT DADAH AKA BARANG HARAM ........MEMANG KALO OTAK SAMPAH SUDAH PUNYA DNA DARI OROK TAK PUNYA MALU DAN HOBBY MUKA TEMBOK SUSAH BUAT JADI ORANG BAIK CUMA ADA DI MELAYU TOLOL MALAYDESH !!!!!

    TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

    Kapal Bawa 1,16 Ton Narkoba Terdata Milik Perusahaan Malaydesh Melayu Tolol | Breaking News

    https://youtu.be/UqZN-LybYjk?si=ZDuATMcrjbk5Q-Oo

    SALAM JARI TENGAH HOBBY LGBT MELAYU TOLOL ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

    BalasHapus
  104. Jangan risau singapura.......... MALAYSIA boleh bekalkan GAS ke negara kamu....



    Malaysia kekal pengeksport LNG kelima terbesar dunia

    https://www.bharian.com.my/amp/bisnes/lain-lain/2024/06/1264549/malaysia-kekal-pengeksport-lng-kelima-terbesar-dunia

    BalasHapus
  105. Jangan risau singapura.......... MALAYSIA boleh bekalkan GAS ke negara kamu....



    Malaysia kekal pengeksport LNG kelima terbesar dunia

    https://www.bharian.com.my/amp/bisnes/lain-lain/2024/06/1264549/malaysia-kekal-pengeksport-lng-kelima-terbesar-dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII = PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ==============
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
    2. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
      • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
      ====================
      ====================
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

      Hapus
    3. MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
      -
      Sebagai negara dengan pangsa pasar re-ekspor (reloading) LNG terbesar di dunia, Indonesia melalui Terminal Arun memfasilitasi berbagai pelaku usaha internasional, termasuk Malaysia.
      Berikut rincian keterkaitan Malaysia dengan aktivitas re-ekspor LNG di Indonesia:
      • Eksplorasi Kerja Sama Petronas: Manajemen Petronas LNG Sdn. Bhd. (Malaysia) telah melakukan pertemuan bisnis, due diligence, serta kunjungan lapangan langsung ke Terminal Arun. Kerja sama strategis ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan Terminal Arun guna mendukung rantai pasok LNG mereka di kawasan Asia Tenggara.
      • Peran Terminal Arun sebagai LNG Hub Asia: Berkat statusnya sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, perusahaan dari luar negeri (seperti Malaysia) dapat mengirimkan kargo LNG mereka untuk disimpan sementara di tangki Arun. Setelah itu, LNG tersebut di-reload (dimuat kembali) ke kapal pemuat untuk diekspor ke negara tujuan akhir di Asia Tenggara maupun Asia Selatan
      -
      NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ====================
      ====================
      INDONESIA : NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
      -
      Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
      Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
      • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
      • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
      • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit

      Hapus
  106. BAYAR WOIIII = PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
    ================
    NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
    ===========
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    IMPORT COAL INDONESIA
    Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
    ===========
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===========
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    IMPORT LNG INDONESIA
    Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
    ==============
    OVER LIMIT DEBT
    Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
    • 2021: 69.16%
    • 2022: 65.5%
    • 2023: 69.76%
    • 2024: 68.38%
    Explanation
    The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
    In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
    In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
    ================
    OVERLIMIT DEBT 66,3%
    OVERLIMIT DEBT 66,3%
    LIMIT DEBT 65%
    LIMIT DEBT 65%
    In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
    Explanation
    • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
    • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
    • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
    • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
    • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
    ================
    KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    BalasHapus
  107. CUBA kita terbalikkan...INDIANESIA STOP GAS...manakala MALAYSIA dan SINGAPURA STOP BBM....siapa yang paling sengsara....??? HAHAHAHAHAH



    Ternyata, Bensin RI Banyak Impor dari Singapura dan Malaysia

    https://money.kompas.com/read/2026/04/08/211253126/ternyata-bensin-ri-banyak-impor-dari-singapura-dan-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      ๐Ÿ”ง 1. MAINTENANCE BURDEN: AGING ASSETS, FRAGMENTED SUPPORT
      ⚙️ Structural Drivers
      • Asset Age: As of late 2024, 171 military platforms across the Army, Navy, and Air Force have exceeded 30 years of service life. This includes:
      o 108 Army vehicles and artillery systems
      o 29 RMAF aircraft (e.g., F-5E, Hawk 208)
      o 34 RMN vessels, including Fast Attack Craft over 40 years old
      • Obsolescence: Many platforms are no longer supported by OEMs (Original Equipment Manufacturers), making spare parts scarce and costly.
      ๐Ÿ’ธ Economic Strain
      • Maintenance consumes over 50% of the defense budget’s operational expenditure (OPEX), leaving limited room for modernization.
      • Even with recent efforts to localize MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) for fighter jets like the F/A-18, cost savings (~20%) are offset by the scale of aging fleets.
      ๐Ÿงฉ Outsourcing Challenges
      • MALONYET has long outsourced support functions to private firms to reduce costs.
      • However, lack of centralized oversight, inconsistent quality control, and limited technical depth in local vendors have led to delays and suboptimal readiness.
      ๐Ÿ“ก 2. Poor Interoperability: Platform Diversity, Command Silos
      ๐Ÿ› ️ Platform Fragmentation
      • MALONYET military operates a highly diverse inventory sourced from:
      o Western suppliers (US, UK, France)
      o Eastern bloc (Russia, China)
      o Regional partners (South Korea, Turkey)
      • This results in incompatible communication systems, data links, and logistics chains. For example:
      o Russian-made Su-30MKM fighters cannot seamlessly integrate with NATO-standard AWACS or datalink systems.
      o Naval platforms lack unified combat management systems across classes.
      ๐Ÿง  Command & Control Gaps
      • Joint operations are hindered by service-specific doctrines and siloed command structures.
      • The absence of a Joint Operations Command with real-time data fusion limits MALONYET ability to conduct multi-domain operations.
      ๐Ÿงช Training & Simulation Deficiencies
      • Lack of integrated simulation environments means personnel are trained on platform-specific systems, not joint mission profiles.
      • Exercises like MALBATT and CARAT show progress, but interoperability remains tactical, not strategic.

      Hapus
    2. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
  108. CUBA kita terbalikkan...INDIANESIA STOP GAS...manakala MALAYSIA dan SINGAPURA STOP BBM....siapa yang paling sengsara....??? HAHAHAHAHAH



    Ternyata, Bensin RI Banyak Impor dari Singapura dan Malaysia

    https://money.kompas.com/read/2026/04/08/211253126/ternyata-bensin-ri-banyak-impor-dari-singapura-dan-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.

      Hapus
    2. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Peringkat 1 Pasar Re-ekspor LNG Dunia (Terminal Arun) & Aktivitas Malaysia: Bersumber dari rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG), data kunjungan strategis Petronas LNG Sdn. Bhd., serta laporan riset energi global dari International Gas Union (IGU) dalam IGU World LNG Report. Lembaga riset IHS Markit juga sebelumnya mencatat fasilitas Arun sebagai terminal reloading teraktif di dunia yang dilewati negara lain termasuk Malaysia untuk ekspor mereka.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      ๐Ÿงฑ 1. Fragmented and Underdeveloped Defense Industry
      • MALONYET defense industry is overseen by the MALONYET n Defence Industry Council (MDIC), established in 1999 and later expanded into MIDES.
      • Despite having six strategic sectors (Aerospace, Maritime, Weaponry, Automotive, ICT, Common-user Equipment), the ecosystem lacks:
      o A clear, enforceable blueprint
      o Robust infrastructure
      o Skilled manpower
      • Many local firms are assemblers or subcontractors, not full-spectrum developers. For example, MALONYET still assembles M4 carbines under license, while Indonesia and Singapore produce their own rifles (SS1 and SAR-21 respectively).
      Impact: MALONYET cannot independently design, produce, or sustain core military systems.
      ๐Ÿง  2. Minimal R&D and Technology Investment
      • Indigenous R&D in areas like combat management systems (CMS), sensors, and autonomous platforms is nascent and underfunded.
      • Studies show that MALONYET lacks structured tendering policies and technology readiness frameworks to support local innovation.
      • AI, cyber warfare, and surveillance systems are still in early-stage development, with no operational deployment.
      Impact: MALONYET falls behind in emerging tech domains critical to modern warfare.
      ๐Ÿ”„ 3. Dependence on Foreign OEMs for Strategic Systems
      • MALONYET imports nearly all major platforms:
      o Aircraft: Su-30MKM (Russia), FA-50 (South Korea), Hawk (UK)
      o Naval systems: Scorpรจne submarines (France), LCS (French-German design)
      o Missiles: Starstreak (UK), MICA (France), Exocet (France)
      • There are no indigenous missile programs, no local radar production, and no domestic armored vehicle design.
      Impact: Strategic vulnerability in times of embargo, conflict, or supply chain disruption.
      ๐Ÿ“‰ 4. Policy Gaps and Execution Failures
      • MALONYET has published defense blueprints and industrial strategies, but implementation is weak due to:
      o Budget constraints
      o Lack of political continuity
      o Limited private-sector incentives
      • Even promising initiatives like the 15-to-5 naval transformation plan have stalled due to procurement scandals and delivery failures.
      Impact: Indigenous capability remains aspirational, not operational.

      Hapus
  109. NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    -
    Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
    Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
    • Puncak Pasar Global: Dengan volume pemuatan ulang mencapai 0,85 juta ton, Indonesia sukses menguasai 17,3% pangsa pasar dunia, yang menempatkannya di posisi teratas global mengalahkan negara-negara pesaing lainnya.
    • Satu-satunya Penopang Nasional: Prestasi peringkat 1 dunia ini sepenuhnya disumbang oleh operasional Terminal Arun di Lhokseumawe, Aceh. Fasilitas ini menjadi satu-satunya infrastruktur logistik di Indonesia yang menjalankan aktivitas pemuatan kembali (reloading/re-ekspor) LNG.
    • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
    • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
    • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit
    ====================
    ====================
    NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].

    BalasHapus
  110. MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT ARUN INDONESIA
    -
    Sebagai negara dengan pangsa pasar re-ekspor (reloading) LNG terbesar di dunia, Indonesia melalui Terminal Arun memfasilitasi berbagai pelaku usaha internasional, termasuk Malaysia.
    Berikut rincian keterkaitan Malaysia dengan aktivitas re-ekspor LNG di Indonesia:
    • Eksplorasi Kerja Sama Petronas: Manajemen Petronas LNG Sdn. Bhd. (Malaysia) telah melakukan pertemuan bisnis, due diligence, serta kunjungan lapangan langsung ke Terminal Arun. Kerja sama strategis ini dirancang untuk memanfaatkan fasilitas penyimpanan Terminal Arun guna mendukung rantai pasok LNG mereka di kawasan Asia Tenggara.
    • Peran Terminal Arun sebagai LNG Hub Asia: Berkat statusnya sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG, perusahaan dari luar negeri (seperti Malaysia) dapat mengirimkan kargo LNG mereka untuk disimpan sementara di tangki Arun. Setelah itu, LNG tersebut di-reload (dimuat kembali) ke kapal pemuat untuk diekspor ke negara tujuan akhir di Asia Tenggara maupun Asia Selatan
    -
    NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
    ====================
    ====================
    INDONESIA : NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG DUNIA
    -
    Indonesia menempati peringkat pertama di dunia sebagai pasar pemuatan ulang (re-ekspor) liquefied natural gas (LNG) terbesar global.
    Berikut adalah tambahan keterangan detail mengenai pencapaian peringkat 1 tersebut berdasarkan rilis resmi PT Perta Arun Gas (PAG) dan laporan International Gas Union (IGU):
    • Status Pusat Logistik Berikat (PLB): Terminal Arun merupakan PLB LNG pertama dan satu-satunya di Indonesia. Status hukum khusus ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pelaku usaha internasional untuk menyimpan LNG dari luar negeri sebelum diekspor kembali ke pasar regional.
    • Posisi Geografis Strategis: Keberhasilan memuncaki pasar global ini ditopang oleh lokasi Terminal Arun yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Posisi ini sangat dekat dengan jalur pelayaran utama menuju pasar LNG terbesar, yaitu Asia Tenggara dan Asia Selatan.
    • Rekam Jejak Internasional: Sebelum laporan IGU Report ini dirilis, fasilitas Terminal Arun juga pernah dinobatkan sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia oleh lembaga riset energi global IHS Markit

    BalasHapus
  111. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    ⚠️ CONSEQUENCES OF POLICY FLIP-FLOPS IN MALONYET ’S MILITARY
    1. Delayed Modernization
    • Procurement Paralysis: Repeated changes in aircraft or equipment acquisition plans (e.g., MRCA selection delays) stall modernization.
    • Outdated Capabilities: The RMAF and other branches continue operating aging platforms while waiting for decisions that keep shifting.
    2. Loss of Strategic Credibility
    • Regional Perception: Neighbors like Singapore and Indonesia view MALONYET as indecisive, weakening its deterrence posture.
    • Diplomatic Strain: Defense partners may hesitate to offer technology transfers or joint exercises due to uncertainty in MALONYET ’s commitments.
    3. Economic and Industrial Impact
    • Defense Industry Stagnation: Local companies struggle to grow when policies change midstream, affecting contracts and R&D investments.
    • Investor Hesitation: Foreign defense firms may avoid long-term partnerships due to unpredictable procurement behavior.
    4. Operational Inefficiency
    • Training Disruptions: Constant changes in equipment plans mean personnel training is inconsistent or mismatched with future platforms.
    • Logistics Complexity: A mixed fleet from different origins (Russian, American, European) becomes harder to maintain without a clear roadmap.
    5. Budget Waste
    • Sunk Costs: Funds spent on feasibility studies, negotiations, or partial upgrades are wasted when plans are scrapped.
    • Emergency Purchases: Flip-flops often lead to rushed acquisitions (e.g., used jets) that are less cost-effective and harder to integrate.
    ๐Ÿงญ Real-World Example: MRCA Procurement
    MALONYET ’s MRCA program has seen years of indecision:
    • Originally planned to replace MiG-29s in the early 2010s.
    • Considered Rafale, Typhoon, Gripen, and Super Hornet—but no final decision.
    • Now exploring used Kuwaiti Hornets as a stopgap.
    This indecision has left the RMAF with a capability gap and weakened its regional air power status.

    BalasHapus
  112. MELAYU TOLOL MALAYDESH DAN SINGAPORNO NGEMIS BBM DIBELI KING INDO FAKTANYA....CUMA NEGARA KECIL DAN MUNAFIK MAU JADI HELANG PADAHAL CUMA ANAK AYAM ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿคก๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ‡ฒ๐Ÿ‡พ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ๐Ÿ’ฉ

    KING INDO LEBIH SUKA BELI BBM DARI RUSIA SESAMA ANGOTA BRICS ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

    BalasHapus
  113. NET IMPORTIR Yaaaa ....
    -
    Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
    Berikut adalah poin-poin intinya:
    • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
    • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
    • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
    (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    ----------------------------------
    EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
    -
    1. Wilayah Asia Tenggara
    Malaysia
    • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
    • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
    • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
    • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
    1998 : RM 165,4 Miliar
    1999 : RM 178,3 Miliar
    2000 : RM 192,2 Miliar
    2001 : RM 207,2 Miliar
    2002 : RM 223,3 Miliar
    2003 : RM 240,7 Miliar
    2004 : RM 259,5 Miliar
    2005 : RM 279,7 Miliar
    2006 : RM 301,5 Miliar
    2007 : RM 325,0 Miliar
    2008 : RM 350,4 Miliar
    2009 : RM 377,7 Miliar
    2010 : RM 407,1 Miliar
    2011 : RM 456,1 Miliar
    2012 : RM 501,6 Miliar
    2013 : RM 547,7 Miliar
    2014 : RM 582,8 Miliar
    2015 : RM 630,5 Miliar
    2016 : RM 648,5 Miliar
    2017 : RM 686,8 Miliar
    2018 : RM 1,19 Triliun
    2019 : RM 1,25 Triliun
    2020 : RM 1,32 Triliun
    2021 : RM 1,38 Triliun
    2022 : RM 1,45 Triliun
    2023 : RM 1,53 Triliun
    2024 : RM 1,63 Triliun
    2025 : RM 1,71 Triliun
    2026 : RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
    1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
    1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
    2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
    2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
    2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
    2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
    2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
    2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
    2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
    2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
    2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
    2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
    2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
    2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
    2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
    2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
    2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
    2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
    2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
    2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
    2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
    2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
    2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
    2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
    2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
    2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
    2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
    2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.

    BalasHapus
  114. FAKTA,,,, INDIANESIA bergantung BBM sama MALAYSIA guys.....HAHAHAHHAHA



    Gak Cuma Singapura! RI Juga Impor BBM dari Malaysia, Segini Banyaknya

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20250528121033-4-636944/gak-cuma-singapura-ri-juga-impor-bbm-dari-malaysia-segini-banyaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. NET IMPORTIR Yaaaa ....
      -
      Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
      Berikut adalah poin-poin intinya:
      • Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
      • Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
      • Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
      (Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      ----------------------------------
      EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
      -
      1. Wilayah Asia Tenggara
      Malaysia
      • Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
      • Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
      • Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
      • Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      ----------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      ----------------------------------
      Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. MALON EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA = EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
      --------------------------------
      PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
      Total: USD 24,22 miliar
      Ekspor RI: USD 13,09 miliar
      Impor RI: USD 11,12 miliar
      Surplus RI: USD 1,97 miliar
      --------------------------------
      PASOKAN BATU BARA RI
      Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
      Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
      --------------------------------
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
      -
      Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
      --------------------------------
      ๐Ÿ“„ 1. Ambitious Policy Documents with Limited Follow-Through
      • MALONYET ’s first Defence White Paper (DWP), launched in 2019, laid out a 10-year roadmap for force modernization, defense industry reform, and multi-domain readiness.
      • It proposed initiatives like:
      o A revised National Military Strategy
      o A Defence Capacity Plan
      o A National Defence Industry Policy
      • However, by 2021–2025, many of these remained in draft form or unimplemented, with only partial progress on cyber and air surveillance capabilities.
      Impact: Strategic clarity exists, but execution lags, creating a credibility gap between policy and reality.
      ๐Ÿ•ฐ️ 2. Stalled Programs and Missed Timelines
      • The Littoral Combat Ship (LCS) program is the most glaring example:
      o RM9 billion allocated for six ships
      o None delivered as of 2025
      o Delays linked to mismanagement, redacted audits, and political interference
      • Other programs like the Ground-Based Air Defence (GBAD) system and High Mobility Armoured Vehicles (HMAV) remain unfunded or stuck in approval stages.
      Impact: Operational capability suffers, and the military continues to rely on aging platforms.
      ๐Ÿ›️ 3. Political Instability and Policy Discontinuity
      • MALONYET experienced multiple changes in government between 2020 and 2022, disrupting defense planning cycles.
      • Each administration brought new priorities, causing re-scoping, delays, or abandonment of existing programs.
      • Even when policies are reaffirmed, bureaucratic inertia and fragmented oversight slow implementation.
      Impact: Defense reform lacks continuity, and long-term planning is undermined.
      ๐Ÿงฑ 4. Weak Institutional Mechanisms for Execution
      • There’s no centralized authority to monitor and enforce defense policy implementation.
      • Oversight is split between MINDEF, the Ministry of Finance, and political leadership, leading to diffused accountability.
      • Audit findings are often delayed or redacted, and recommendations go unenforced.
      Impact: Programs stall without consequence, and systemic inefficiencies persist.
      ๐Ÿงญ Strategic Consequences
      • MALONYET ’s defense posture remains reactive and maintenance-heavy, not transformation-driven.
      • The credibility of future policy documents is weakened unless backed by institutional reform and budget discipline.

      Hapus
  115. FAKTA,,,, INDIANESIA bergantung BBM sama MALAYSIA guys.....HAHAHAHHAHA



    Gak Cuma Singapura! RI Juga Impor BBM dari Malaysia, Segini Banyaknya

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20250528121033-4-636944/gak-cuma-singapura-ri-juga-impor-bbm-dari-malaysia-segini-banyaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. BAYAR WOIIII = PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus memPAY kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).
      ================
      NO RICE INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO COAL INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      NO LNG INDONESIA = MALAYDESH GELAP
      ===========
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      IMPORT COAL INDONESIA
      Malaydesh mengimpor batubara dari Indonesia untuk pembangkit listrik. Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik utama Malaydesh, merupakan salah satu mitra strategis bagi para eksportir batu bara Indonesia. Dalam tahun 2021, TNB membeli 21,84 juta metrik ton batu bara dari Indonesia, yang merupakan 69% dari total batu bara yang digunakan dalam pembangkit listrik di seluruh Malaydesh
      ===========
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===========
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      IMPORT LNG INDONESIA
      Malaydesh imported $1.74B in Natural gas, liquefied, becoming the 23rd largest importer of Natural gas, liquefied in the world. At the same year, Natural gas, liquefied was the 15th most imported product in Malaydesh. Malaydesh imports Natural gas, liquefied primarily from: Australia ($1.13B), Brunei ($600M), Indonesia ($8.23M), United States ($4.84k), and France ($414).
      ==============
      OVER LIMIT DEBT
      Malaydesh's DEBT-to-GDP ratio from 2021 to 2024 was as follows:
      • 2021: 69.16%
      • 2022: 65.5%
      • 2023: 69.76%
      • 2024: 68.38%
      Explanation
      The DEBT-to-GDP ratio is the ratio of a country's DEBT to its gross domestic product.
      In 2022, Malaydesh's government DEBT ratio was almost double its lowest point of 31.9% in 1997. The DEBT grew faster than the nominal GDP during this period.
      In June 2024, Malaydesh's household DEBT was 83.8% of its GDP. This amount is increasing annually, and the government needs to intervene to control it.
      ================
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      OVERLIMIT DEBT 66,3%
      LIMIT DEBT 65%
      LIMIT DEBT 65%
      In 2024, Malaydesh's government DEBT was projected to increase to RM1.26 trillion, which is 66.3% of the country's GDP. This is close to the statutory DEBT limit of 65% of GDP.
      Explanation
      • In 2023, Malaydesh's government DEBT was 64.3% of its GDP, which was close to the statutory DEBT limit.
      • The government's DEBT has been increasing due to higher spending on pandemic relief.
      • The government's goal is to reduce the fiscal deficit from 4.3% of GDP in 2024 to 3% by 2026.
      • The government plans to achieve this by reducing subsidies, especially for fuel, and increasing the Sales and Service Tax (SST) in 2025.
      • The Ministry of Finance (MOF) projects that the government's DEBT growth will slow from 7.5% in 2024 to 6% in 2025.
      ================
      KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      Hapus
  116. INDONESIA NOMOR 1 RE EKSPOR LNG =
    -
    EMBARGO 69% BATUBARA : GELAP
    -
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    --------------------------------
    PERDAGANGAN RI–MALAYSIA
    Total: USD 24,22 miliar
    Ekspor RI: USD 13,09 miliar
    Impor RI: USD 11,12 miliar
    Surplus RI: USD 1,97 miliar
    --------------------------------
    PASOKAN BATU BARA RI
    Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
    Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
    --------------------------------
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTIR MINYAK
    -
    Malaysia Net Importir Minyak: Bersumber dari pernyataan resmi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang dilaporkan oleh media nasional Malaysia dan internasional seperti Bernama, The Star, New Straits Times (NST), CNBC Indonesia, Detikcom, dan Antara.
    --------------------------------
    DATA UTANG MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    ๐Ÿ“ฆ MALAYDESH IMPOR :
    CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
    RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaydesh (24); Brunei berminat (12).
    Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaydesh.
    MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaydesh.
    Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaydesh.
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaydesh dan Bangladesh.
    Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaydesh.
    --------------------------------
    ๐Ÿช™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada Kalimantan Jawa Gas (KJG).

    BalasHapus