28 Oktober 2026

Menhan RI Tinjau Progres Produksi dan Modernisasi Alutsista di PTDI

28 Oktober 2026

Kunjungan kerja Menhan RI ke PT DI di Bandung (photos: PT DI)

Bandung  – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan & Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Letjen TNI Gabriel Lema, serta Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI, Laksda TNI Sri Yanto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan beserta jajaran Direksi, Wakil Komisaris Utama PTDI, Marsdya TNI (Purn.) Bagus Puruhito, Komisaris PTDI, Yusron Ihza, serta jajaran manajemen PTDI di Hanggar Final Assembly Line (FAL) Fixed Wing PTDI, Bandung.

Pada kesempatan ini, Menhan RI meninjau langsung perkembangan sejumlah program Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang tengah dikerjakan PTDI, meliputi program produksi, peningkatan sistem misi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat. Menhan RI dan rombongan mengawali kunjungannya dengan peninjauan pekerjaan upgrade mission system terhadap pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI AL. Selanjutnya, Menhan RI juga meninjau proses produksi pesawat CN235-220 Military Transport (serial number N71) untuk end user TNI AL yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2027.

Agenda peninjauan berlanjut ke program modernisasi pesawat C-130 TNI Angkatan Udara (AU), serta pekerjaan rekondisi struktur dan pemeliharaan & perawatan (Harwat) 2 unit pesawat NC212-200 milik TNI AL. Dalam kesempatan yang sama, Menhan RI juga meninjau pekerjaan Service Life Extension Program (SLEP) dan avionics upgrade terhadap 3 unit pesawat CN235-100 milik Uni Emirat Arab (UAE Air Force) yang ditargetkan seluruhnya selesai pada akhir tahun 2027. Pekerjaan ini mencerminkan kapabilitas PTDI dalam memperpanjang usia pakai pesawat sekaligus meningkatkan kemampuan sistem avioniknya melalui program peningkatan dan modernisasi pesawat. Rangkaian peninjauan diakhiri di Hanggar FAL N219.

Kunjungan ini menegaskan peran strategis PTDI dalam mendukung pelaksanaan program Kemhan RI melalui pengembangan kapabilitas produksi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat militer. Berbagai program yang tengah berjalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri kedirgantaraan nasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista Indonesia, sekaligus mewujudkan kemandirian pertahanan nasional. 

(PT DI)

283 komentar:

  1. Lanjuttt..no sewa haha!πŸ€₯πŸŒπŸ˜‹

    BalasHapus
  2. πŸ›️ Konter Makro & Konseptual
    1. Skala Populasi & Geografi
    o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
    o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
    2. PDB Total vs Per Kapita
    o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
    o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
    ________________________________________
    πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
    • Poin 2: Megahub Bandara OAG
    o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
    o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
    • Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
    o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
    o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
    • Poin 13: Industri Semikonduktor
    o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
    o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
    • Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
    o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
    o Konter:
     Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
     Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.

    BalasHapus
    Balasan
    1. destinasi komodo masyuk new 7 wonder om, seblah mana punyak masa mao pamerin tenyom gombak sich haha!πŸ€£πŸ‘ŽπŸŒ

      Hapus
  3. Gas cuman Dipotong 2%...PanikπŸ₯Ά
    dek singa langsung kirim menteri datang sungkem aa terima lapang dada haha!πŸ‘πŸ€­πŸ€—
    gimana kalo 100% yakkk haha!πŸ€«πŸ‘ŒπŸ˜±

    eittt ditunggu semenanjung kirim apaan haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ˜

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Menlu Singapura Kunjungi Indonesia Hari Ini Usai Pasokan Gas Dipangkas
    https://youtube.com/watch?v=B5yNLNU96Hs&pp=ygUcbWVubHUgc2luZ2FwdXJhIGtlIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D

    BalasHapus
  4. Mau KETAWA melihat negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHAHA

    siap siap ya aset negara disita oleh Singapura..... HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Otak kau kosong .. katak dalam tempurung kau ni !!!

      Hapus
    2. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    3. HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
      -
      KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
      menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
      -
      UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
      mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
      -
      JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
      mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
      -
      INVESTING.COM INDONESIA:
      Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
      -
      OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
      Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
      -
      Fitch Ratings:
      Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
      -
      Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.

      =========================================
      =========================================
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      ------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.

      Hapus
    4. PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
  5. Mau KETAWA melihat negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHAHA

    siap siap ya aset negara disita oleh Singapura..... HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. MALONYET (2026–1998)
      (The safety threshold of 65%)
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821
      =============
      =============
      INDONESIA
      (The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Govt Debt-to-GDP : 40,46%
      2026 Household Debt-to-GDP : 15,70%

      Hapus
  6. ini baruw namanya bertetangga,
    kalo ada selisih...duduk bareng musyawarahπŸ‘Œ
    menlu Sing bicara pake Bahasa Kita gaesz, Salut✌️

    wah kahsiyan secara gak langsung bahasanya tupe m gak dianggap mantan propinsinya haha!πŸ˜‰✌️😎

    maklom warganyet kl cuman brani kandang, kandang tenyom haha!πŸ‘ŽπŸ€£πŸŒ

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    BAHAS ASAP KARHUTLA! Menlu Singapura Mendadak Bicara Bahasa Indonesia di Depan Menlu RI
    https://m.youtube.com/watch?v=yukXq-49_GQ&pp=ygUcbWVubHUgc2luZ2FwdXJhIGtlIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D

    BalasHapus
  7. Bukan apa kalau menteri luar negeri singapura tidak bercakap bahasa ingris takut yang sebelah tu TAK FAHAM.... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
  8. Bukan apa kalau menteri luar negeri singapura tidak bercakap bahasa ingris takut yang sebelah tu TAK FAHAM.... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
  9. apanya disita, kita yg pegang PAWER🦾

    buktinya menteri sing dateng, bicara pake bahasa indonesia..halus haha!πŸ˜‰πŸ‘Œ✌️

    kahsiyan warganyet kl, tak dianggap serumpun sama mantan propinsinya haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ˜‚

    BalasHapus
  10. Eitttt Faktanya Kita STπŸ“›P IMPOR BBM dr si Upil, ganti ke Ruski & Amrik...aman haha!πŸ‘ŒπŸ₯³πŸ‘

    kalo tetangga kesayangan kl,
    kahsiyan masi aja NGEMIS minyak BBM mantan propinsinya yg lebih kaya haha!πŸ˜‚πŸŒπŸ˜‹

    BalasHapus
  11. BYE...BYE....Negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHHA



    Rupiah Kian Tertekan, Imbas Harga Minyak Naik dan Dana Asing Kabur

    https://money.kompas.com/read/2026/10/26/095523126/rupiah-kian-tertekan-imbas-harga-minyak-naik-dan-dana-asing-kabur

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ›️ Konter Makro & Konseptual
      1. Skala Populasi & Geografi
      o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
      o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
      2. PDB Total vs Per Kapita
      o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
      o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
      ________________________________________
      πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
      • Poin 2: Megahub Bandara OAG
      o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
      o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
      • Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
      o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
      o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
      • Poin 13: Industri Semikonduktor
      o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
      o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
      • Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
      o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
      o Konter:
       Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
       Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.

      Hapus
  12. BYE...BYE....Negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHHA



    Rupiah Kian Tertekan, Imbas Harga Minyak Naik dan Dana Asing Kabur

    https://money.kompas.com/read/2026/10/26/095523126/rupiah-kian-tertekan-imbas-harga-minyak-naik-dan-dana-asing-kabur

    BalasHapus
    Balasan
    1. FARMING MALINGSIAL = HOAX
      -
      MALINGSIAL 22 Oktober 2026 pukul 12.56
      Negara sekelas ZIMBABWE Lagi KRISIS guys.....Lagi GORILLA MAU MEMBUAL... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
      KRISIS KEBAKARAN HUTAN
      KRISIS ASAP JEREBU
      KRISIS BBM
      KRISIS ELETRIK
      KRISIS BURSA SAHAM TERBURUK DI DUNIA
      KRISIS KEJATUHAN MATAWANG
      KRISIS DEMO BESAR BESARAN
      =========================
      =========================
      FAKTA =
      1. Klaim: Bursa Saham RI Terburuk di Dunia & Setara Zimbabwe
      ➡️ Fakta: Indonesia tidak mengalami kebangkrutan ekonomi. Istilah "setara Zimbabwe" hanya merujuk pada aspek teknis klasifikasi indeks pasar modal oleh lembaga global MSCI (menjadi Standalone Market karena masalah porsi saham publik/free float dan transparansi kepemilikan). Kapitalisasi pasar saham Indonesia (BEI) tetap 100 kali lipat lebih besar dibanding Zimbabwe.
      -
      Sumber Berita:
      CNBC Indonesia - Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI
      BBC News Indonesia - Pasar saham Indonesia terancam turun kelas setara Zimbabwe
      --------------------------------------------
      2. Klaim: Krisis Kebakaran Hutan & Asap Jerebu Melumpuhkan Negara
      ➡️ Fakta: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta asap jerebu merupakan tantangan lingkungan musiman, bukan tanda kehancuran sistemik negara. Pemerintah bersama satelit pemantau (seperti NASA) terus melakukan mitigasi lapangan, penegakan hukum pada korporasi nakal, dan penanganan kesehatan warga yang terdampak ISPA.
      -
      Sumber Berita:
      Kompas.com - Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Cek perkembangan terkini penanganan Karhutla di BNPB dan KLHK).
      --------------------------------------------
      3. Klaim: Krisis BBM & Krisis Elektrik (Listrik) Total
      ➡️ Fakta: Tidak ada kelumpuhan pasokan energi. Kendala distribusi BBM di beberapa daerah terjadi akibat penyesuaian harga minyak dan geopolitik global, namun stok BBM subsidi dan pasokan listrik PLN secara nasional dipastikan tetap aman dan terjaga.
      -
      Sumber Berita:
      IDN Financials - Fitch Ungkap Dampak jika MSCI Ubah Kasta Indonesia (Ulasan ketahanan ekonomi makro dan respons kebijakan energi RI).
      --------------------------------------------
      4. Klaim: Krisis Kejatuhan Mata Uang Ekstrem (Seperti Dolar Zimbabwe)
      ➡️ Fakta: Nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif akibat tekanan suku bunga global, tetapi sangat jauh dari kondisi hiperinflasi Zimbabwe yang mata uangnya kehilangan nilai sama sekali. Fondasi ekonomi Indonesia masih dikategorikan stabil oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings.
      -
      Sumber Berita:
      Kontan - Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS (Memantau data harian kurs BI yang tetap dalam batas wajar).
      --------------------------------------------
      5. Klaim: Krisis Demo Besar-besaran Melumpuhkan Pemerintahan
      ➡️ Fakta: Narasi ini melebih-lebihkan situasi. Aksi penyampaian pendapat (demo) adalah dinamika normal dalam negara demokrasi. Seluruh fungsi pemerintahan, pelayanan publik, bisnis, dan roda ekonomi di Indonesia tetap berjalan dengan normal.
      -
      Sumber Berita:
      Antara News - Situasi Keamanan dan Pelayanan Publik Nasional (Konfirmasi aktivitas operasional harian kota-kota besar yang tetap kondusif).

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------

      Hapus
  13. FAKTA terungkap, banana🍌repablik kl adalah negara kurang minyak BBM, makanya IMPOR BBM dari mantan propinsinya si singa mungil✌️

    kl BIKIN MALYU BRITIS AJA haha!😢‍🌫️🍌πŸ€₯

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    PM Malaysia Ungkap Petronas Telah Jadi Importir Minyak, Bukan Lagi Eksportir

    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1325424226416246&id=BernamaTV&seo_visit=1

    BalasHapus
  14. Nggak lihat divisi rotary wing? Penasaran yg lewat PT DI apa saja.😁

    Overall, kayaknya hanya lihat kemampuan bikin pesawat jadi. Kebetulan saja pekerjaan Hercules dilakukan sama divisi yg sama.πŸ˜…

    BalasHapus
  15. Wowww...... ada bau bau pengumuman pengganti NSM dalam masa terdekat guys....HOREYYYYYYYYY



    FA-50Ms this Friday, NSM Replacement Announcement, Next Month

    https://www.malaysiandefence.com/fa-50ms-this-friday-nsm-replacement-announcement-next-month/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      KATA KUNCI : TIADA KEPUTUSAN BRAHMOS NG
      KATA KUNCI : KEMUNGKINAN
      -
      NEW DELHI: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengesahkan Malonsia sedang meneroka kemungkinan untuk memperoleh sistem peluru berpandu udara ke permukaan BrahMos India.
      Beliau menekankan perbincangan itu masih dijalankan walaupun tiada keputusan muktamad yang dibuat setakat ini.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/09/malonsia-pertimbang-peroleh-peluru.html
      --------------------------------------------
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      --------------------------------------------
      🀣GUNBOAT= TLDM NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE : KLAIM PROTOTIPE🀣

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      MALONYET (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.

      Hapus
  16. Wowww...... ada bau bau pengumuman pengganti NSM dalam masa terdekat guys....HOREYYYYYYYYY



    FA-50Ms this Friday, NSM Replacement Announcement, Next Month

    https://www.malaysiandefence.com/fa-50ms-this-friday-nsm-replacement-announcement-next-month/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      -
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today

      Hapus
  17. KESIAN negara ZIMBABWE ASEAN guys....HAHAHAHAHAH



    Depresiasi Rupiah Berujung Pada Net Sell hingga Kejatuhan IHSG

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125967/depresiasi-rupiah-berujung-pada-net-sell-hingga-kejatuhan-ihsg

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 = ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat Δ°kinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. Δ°kinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
      ------
      CONTRACT 45 ATMACA
      This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
      ------
      2024 KONTRAK RUDAL Γ‡AKIR SUNGUR
      MRO RCWS
      Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Γ‡akir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk GΓΆrgΓΌn
      Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal Γ‡AKIR, ATMACA, dan HISAR
      ---------
      2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      2025 = JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  18. KESIAN negara ZIMBABWE ASEAN guys....HAHAHAHAHAH



    Depresiasi Rupiah Berujung Pada Net Sell hingga Kejatuhan IHSG

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125967/depresiasi-rupiah-berujung-pada-net-sell-hingga-kejatuhan-ihsg

    BalasHapus
    Balasan
    1. PMX : NET IMPORTIR = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
  19. Sudah senilai Rp18.200 per 1 Dollar....??? WOWW HEBAT !!!!!....HAHAHAHAHAH



    Arah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125817/arah-rupiah-saat-di-luar-negeri-sempat-sentuh-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
  20. Sudah senilai Rp18.200 per 1 Dollar....??? WOWW HEBAT !!!!!....HAHAHAHAHAH



    Arah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125817/arah-rupiah-saat-di-luar-negeri-sempat-sentuh-rp18-200-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      MALONYET (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      MALONYET (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
      ---------------------------------
      Daftar Kegagalan & "Prank" Militer MALONYET
      Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
      Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
      Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
      Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

      Hapus
  21. negri singa bakal rugi berat kita SHOPPING BBM ke Ruski haha!πŸ‘ŽπŸ˜‚❌️

    Apgred Oil Refinery/Kilang Terbaruw kita segra Operasional Full hore haha!πŸ˜‰πŸ‘ŒπŸ˜Ž
    ✅️apgred kilang Kalimantan
    ✅️apgred kilang Cilacap &
    ✅️brand new kilang Tuban selesai
    uda deh, gak butuh sing lagi selamanya haha!πŸ˜‚πŸ“›πŸ¦Ύ
    ✅️minyak Diesel kita skarang punTanpa impor haha!✌️πŸ€—πŸ˜Ž
    kalo negri🎰kasino genting non stop IMPOR minyak terus dari singa mungil haha!🀣🍌πŸ€₯
    ⬇️⬇️⬇️
    Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Siap Penuhi 25 Persen Kebutuhan BBM Nasional
    Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. ✅️Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.
    https://www.ogindonesia.com/2026/10/kilang-balikpapan-sudah-99-persen-siap.html?m=1

    BalasHapus
  22. sebentar lagi masyuk genk NUKLIR☢️PAWER kita haha!🦾⚡️😎
    bukan 1 tempat tapi banyaaaakkk...
    si warganyet negri🎰kasino genting si pengemis minyak bbm, uda gak ada gunanya lagi haha!πŸ‘ŽπŸ€£πŸ₯Ά
    ⬇️⬇️
    Indonesia dan Rusia dilaporkan menyepakati proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung berkapasitas 200 megawatt (MW) untuk memasok listrik ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.
    https://youtube.com/watch?v=rDmCljplxg0&pp=ugUEEgJpZA%3D%3D

    BalasHapus
  23. Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
    yang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ›️ Konter Makro & Konseptual
      1. Skala Populasi & Geografi
      o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
      o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
      2. PDB Total vs Per Kapita
      o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
      o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
      ________________________________________
      πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
      • Poin 2: Megahub Bandara OAG
      o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
      o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
      • Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
      o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
      o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
      • Poin 13: Industri Semikonduktor
      o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
      o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
      • Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
      o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
      o Konter:
       Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
       Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.

      Hapus
  24. Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
    yang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.

      Hapus
  25. Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
    yang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      KATA KUNCI : TIADA KEPUTUSAN BRAHMOS NG
      KATA KUNCI : KEMUNGKINAN
      -
      NEW DELHI: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengesahkan Malonsia sedang meneroka kemungkinan untuk memperoleh sistem peluru berpandu udara ke permukaan BrahMos India.
      Beliau menekankan perbincangan itu masih dijalankan walaupun tiada keputusan muktamad yang dibuat setakat ini.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/09/malonsia-pertimbang-peroleh-peluru.html
      --------------------------------------------
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF

      Hapus
  26. apanye yg mao disita singa mungil???
    Faktanya belum ada pelanggaran kontrak kok haha!πŸ˜πŸ˜‹πŸ˜†
    Di dalam kontrak Gas ada batas minimum & maks yang harus di suplay/kirim...
    lha minimum aja gak lewat...kenapa banana🍌repablik kl sewot haha!πŸ€₯🍌πŸ€ͺ
    kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGIIII....πŸ‘Ž

    ☢️PLT NUKLIR kita taro di Batam..OM SUKA..OM SUKA haha!πŸ‘πŸ˜ŽπŸ˜‰
    Wah pantesan PANIKπŸ₯Ά langsung kirim menteri datang..lebih DANGER☠️ DARI ASAP😢‍🌫️ ini mah haha!🀣✌️😱

    ditunggu bikin dekat semenanjung, biar kejang disko skalian haha!πŸ‘»πŸ˜‚πŸŒ

    ⬇️⬇️⬇️
    Respons Bahlil Ditanya Wartawan Terkait Isu Nuklir Dekat Singapura: Kau Punya Statement, Om Suka!
    https://youtube.com/watch?v=L2xtMn_JHT4

    BalasHapus
  27. apa ganti NSM bulan depan???
    ah lagu lama tetangga kesayangan ini mah

    klo November uda di Ujung Taon..LAST LAST KENSEL haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ€₯

    ❌️maren ituw katanya Juli...pastiπŸ€₯
    ❌️Juli lewat Ogos.
    ❌️November..ujung taon

    mirip PRENK gowing lcs..konon desember bakal diserahkan..
    Last Last 2027 April..April FOOLS haha!πŸ˜‹πŸ€₯πŸ€ͺ

    BalasHapus
  28. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.

      Hapus
  29. ❌️NSM GAGAL apa gunanya lagi gowing lcs..mao pake apapun=makin LEMAH woiii..haha!πŸ‘ŽπŸ€£πŸ˜‚

    BalasHapus
  30. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONSIA terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONSIA kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.

      Hapus
  31. Ada GORILLA level ZIMBABWE kepanasan guys......HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.

      Hapus
  32. Ada GORILLA level ZIMBABWE kepanasan guys......HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
  33. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
    MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
    SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
    -
    Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
    • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
    • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
    • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
    -
    Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
    • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
    • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
    ----------------------------------
    HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
    -
    Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
    -
    JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
    -
    UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
    -
    DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
    -
    BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
    -
    Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
    -
    IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
    -
    Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
    -
    Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
    -
    UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
    -
    Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
    -
    IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

    BalasHapus
  34. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.

      Hapus
  35. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
      -
      KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
      menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
      -
      UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
      mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
      -
      JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
      mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
      -
      INVESTING.COM INDONESIA:
      Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
      -
      OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
      Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
      -
      Fitch Ratings:
      Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
      -
      Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.

      =========================================
      =========================================
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      ------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.


      Hapus
  36. semoga EXOCET 3C yang dipilih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.

      Hapus
  37. semoga EXOCET 3C yang dipilih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      --
      Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.

      Hapus
  38. KAHSIYAN warganyet kl makin PANIKπŸ₯Ά
    ❌️maren ituw katanya Juli...pastiπŸ€₯
    ❌️Juli lewat Ogos.
    ❌️November..ujung taon, ini mah LAST LAST KENSEL...PERCAYALAH haha!✌️❌️🍌

    kahsiyan warganyet kl, mudah di gondolin haha!πŸ€₯🀣🍌

    BalasHapus
  39. Kalau dilihat dari data baru 2 negara pengguna EXOCET BLOCK 3C versi termaju........

    BalasHapus
  40. Kalau dilihat dari data baru 2 negara pengguna EXOCET BLOCK 3C versi termaju........

    BalasHapus
  41. guys ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys......

    BalasHapus
  42. guys ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys......

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
      -------------------------------------------
      SURAT UTANG MALONYET (1998–2026) 28 TAHUN DEFISIT
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      =============
      =============
      INDONESIA
      Govt Debt-to-GDP : 40,46%
      -
      Household Debt-to-GDP : 15,70%

      Hapus
  43. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
    MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
    SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
    -
    Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
    • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
    • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
    • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
    -
    Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
    • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
    • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
    ----------------------------------
    HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
    -
    Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
    -
    JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
    -
    UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
    -
    DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
    -
    BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
    -
    Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
    -
    IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
    -
    Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
    -
    Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
    -
    UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
    -
    Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
    -
    IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

    BalasHapus
  44. kahsiyan warganyet kl PANIKπŸ₯Ά
    NSM kita Lancar Jaya haha!πŸ₯³✌️😎

    kahsiyan semenanjung kl, tak dianggap Norwegia...gegara gowing lcs kapal cacat produksi super delay, uda tuw tes tak tembus 28 knots ..alamak Letoy haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ˜†

    BalasHapus
  45. Guys DUTA PERANCIS ke MALAYSIA siap datang ke LUNAS lihat LCS guys.....ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys...... HOREYYYYY



    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
  46. Guys DUTA PERANCIS ke MALAYSIA siap datang ke LUNAS lihat LCS guys.....ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys...... HOREYYYYY



    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      --
      The 127mm VULCANO ammunition family, is composed by Ballistic Extended Range (BER) and Guided Long Range (GLR) ammunition with different multifunctional fuses, sensor and final guidance that extend the range of the gun up to 100km
      ------------------
      BUKTI FULL TEMPUR
      ASTER 15/30
      TESEO
      -
      Berdasarkan laporan Fincantieri dan Janes Defence, kapal yang dialihkan ke Indonesia memang merupakan unit Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) atau kapal patroli lepas pantai multiguna yang awalnya diproduksi untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
      Berikut adalah poin-poin kunci terkait pengalihan kapal tersebut:
      Jenis Kapal: Kapal yang dialihkan adalah PPA kelas Thaon di Revel yang memiliki spesifikasi tinggi, sering dikategorikan sebagai fregat ringan karena kapabilitas multimisi dan tempurnya.
      Spesifikasi dan Fitur: Kapal ini memiliki panjang 143 meter dan dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS) DCNS Sylver A43 untuk pertahanan udara.
      Persenjataan: Kapal ini dipersenjatai dengan sistem sensor dan senjata terintegrasi dari Leonardo, termasuk meriam utama Oto Melara 127 mm/64 Vulcano, meriam 76 mm/62 Strales, dan peluncur rudal anti-kapal Teseo MK2E
      ------------------
      INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
      🦧GORILA KETAR KETIR πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
      -
      EXOCET
      (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
      ----------
      TNI AL =
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️EXO B3 = 250 KM
      ✅️ATMACA = 250 KM
      ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
      ✅️C802 = 180 KM
      ✅️C705 = 150 KM
      ==========
      ==========
      TLDM =
      ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
      ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB

      Hapus
  47. Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  48. Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      TNI AL =
      ✅️C802
      ✅️C705
      ✅️EXO B3
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️MICA
      ✅️MISTRAL
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  49. KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    -
    BADUT MALONYET 1 Februari 2026 pukul 14.36
    Key Missile-Capable RMN Vessels:

    1. Kedah-class (NGPV) (6 ships) - Atmaca.

    2. Maharaja Lela-class (LCS) (5 ships) - Naval Strike Missiles (NSM).

    3. Lekiu-class Frigates (2 ships): KD Jebat and KD Lekiu - Naval Strike Missiles (NSM).

    4. Kasturi-class Corvettes (2 ships): KD Kasturi and KD Lekir - Exocet MM40 Block 2 missiles.

    5. Scorpene Submarines (2 ships): KD Tunku Abdul Rahman and KD Tun Razak (Scorpène-class) - Exocet SM39 missiles.

    6. LMS Batch 2 (3 ships) - Atmaca.
    -
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
    ==========
    ==========
    KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    -----------------
    Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
    4. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
    5. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
    6. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
    -----------------
    DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
    MENIT 3:25 =
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    -
    MENIT 24:39 =
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
    -------------
    INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
    MALONYET NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
    🦧GORILA KETAR KETIR πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    -
    EXOCET
    (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
    ----------
    TNI AL =
    ✅️TESEO = 350 KM
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    ----------------
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED

    BalasHapus
  50. GORILLA tak tahu ke SU30 MKM dan F18 HORNET MALAYSIA membawa misil anti kapal ....??? HAHAHAHAH


    F18 TUDM - misil HARPOON
    Su30 MKM - misil KH31A

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
      (Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
      -
      BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
      (Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
      -
      TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
      (Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
      -
      DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
      (Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
      -
      BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
      (Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
      -
      G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
      (Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).

      Hapus
  51. GORILLA tak tahu ke SU30 MKM dan F18 HORNET MALAYSIA membawa misil anti kapal ....??? HAHAHAHAH


    F18 TUDM - misil HARPOON
    Su30 MKM - misil KH31A

    BalasHapus
    Balasan
    1. Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      -----
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
      Challenges
      • Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
      • Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
      • Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
      • Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
      • Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
      Impact
      • The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
      • The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
      • Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
      ==========
      1. DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. SEWA 12 AW149 TUDM
      62. SEWA 4 AW139 TUDM
      63. SEWA 5 EC120B TUDM
      64. SEWA 2 AW159 TLDM
      65. SEWA 4 UH-60A TDM
      67. SEWA 12 AW149 TDM
      68. SEWA 4 AW139 BOMBA
      69. SEWA 2 AW159 MMEA
      70. SEWA 7 BELL429 POLIS
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
      MALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
      ----------------------------------
      US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
      1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
      2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
      Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
      ----------------------------------
      SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
      ----------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      BEBAN SUBSIDI
      Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.

      Hapus
  52. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      TNI AL =
      ✅️C802
      ✅️C705
      ✅️EXO B3
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️MICA
      ✅️MISTRAL
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
  53. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  54. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
    Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    Radius Tempur & Dominasi Geografis:
    Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
    Kesehatan Fiskal (Pruden):
    Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
    Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
    ________________________________________
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
    Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
    F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
    MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
    Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

    BalasHapus
  55. KASHIYAN negri🎰kasino semenanjung kl,
    Satu2nya negara di Duniya di Batalkan NSM oleh Norwegia haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ˜†

    Paraaahhh tak dianggap...dah tuw si pembual dibuang haha!😝πŸ€₯🀣

    BalasHapus
  56. Exo B 3 = 80 UNIT
    MALONYET NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = 25 UNIT
    HAAAAAA.......KASIANNNNN
    ----------
    KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
    MISKIN = GDP MALONYET 444,984
    -----
    KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
    MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
    -----
    KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
    MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
    -----
    KAYA = 25 RADAR
    MISKIN = 2 RADAR
    -----
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
    Challenges
    • Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
    • Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
    • Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
    • Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
    • Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
    Impact
    • The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
    • The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
    • Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
    ==========
    1. DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. SEWA 12 AW149 TUDM
    62. SEWA 4 AW139 TUDM
    63. SEWA 5 EC120B TUDM
    64. SEWA 2 AW159 TLDM
    65. SEWA 4 UH-60A TDM
    67. SEWA 12 AW149 TDM
    68. SEWA 4 AW139 BOMBA
    69. SEWA 2 AW159 MMEA
    70. SEWA 7 BELL429 POLIS
    😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

    BalasHapus
  57. GORILLA jangan nak reka reka cerita ya....HAHAHAHAH



    EXOCET BLOCK 3 - 200KM

    EXOCET BLOCK 3C - 250KM

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
  58. GORILLA jangan nak reka reka cerita ya....HAHAHAHAH



    EXOCET BLOCK 3 - 200KM

    EXOCET BLOCK 3C - 250KM

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      --------------------------------------------
      🀣GUNBOAT= TLDM NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE : KLAIM PROTOTIPE🀣

      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
  59. 2025 = ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat Δ°kinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. Δ°kinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
    ------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ------
    2024 KONTRAK RUDAL Γ‡AKIR SUNGUR
    MRO RCWS
    Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Γ‡akir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk GΓΆrgΓΌn
    Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal Γ‡AKIR, ATMACA, dan HISAR
    ---------
    2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    2025 = JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  60. jika MALAYSIA memilih EXOCET BLOCK 3C ertinya kapal MALAYSIA boleh menghancurkan kapal lawan lebih jauh....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 = ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat Δ°kinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. Δ°kinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
      ------
      CONTRACT 45 ATMACA
      This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
      ------
      2024 KONTRAK RUDAL Γ‡AKIR SUNGUR
      MRO RCWS
      Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Γ‡akir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk GΓΆrgΓΌn
      Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal Γ‡AKIR, ATMACA, dan HISAR
      ---------
      2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      2025 = JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. DEBT TRAP BRI PROJECTS = MANGKRAK
      MALAYDESH has several Chinese Belt and Road Initiative projects under construction, including the East Coast Rail Line, Kuantan Port Expansion, Green TechNOLogy Park in Pahang, Forest City, Robotic Future City, and Samalaju Industrial Park Steel Complex
      --------------------------------
      US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
      1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
      2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
      Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
      --------------------------------
      SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
  61. jika MALAYSIA memilih EXOCET BLOCK 3C ertinya kapal MALAYSIA boleh menghancurkan kapal lawan lebih jauh....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      TNI AL =
      ✅️C802
      ✅️C705
      ✅️EXO B3
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️MICA
      ✅️MISTRAL
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. 1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
      2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50MURAH BLOKIR AMRAAM
      3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LeMeS B2 NO ASW
      4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE DEFACT KILL PREGNANT
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
      7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530GROUNDED VERSI TRAINING
      8. UCAV ANKA vs UAV ANKA ISR NOT ARMED
      9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
      ----------------------------------
      1 RAFALE = 4 FA50Murah BLOKIR AMRAAM
      -
      Pesawat Tempur (Omnirole vs Ringan)
      Dassault Rafale (Indonesia): ~USD USD 192,8 juta. Pesawat berat, angkut senjata 9,5 ton, multi-misi kompleks dalam satu terbang.
      FA-50M (Malaydesh): ~USD 50 Juta. Pesawat ringan supersonik, varian tercanggih (Block 20), namun kapasitas senjata dan jarak jangkau terbatas.
      --------------------------------------------------
      1 ISTIF = 3 LeMeS B2 NO ASW
      -
      Istif Class (Turki/Indonesia): ~USD 500-550 Juta. Fregat tempur utama, 3.100 ton, senjata lengkap (VLS, Anti-Kapal, Sonar, Torpedo).
      LMS Batch 2 (Malaydesh): ~USD 150-200 Juta. Kapal patroli permukaan, 2.400 ton, lebih murah karena tanpa sistem sonar dan torpedo.
      --------------------------------------------------
      MD530G : USD US1 APACHE = 11 MD530GROUNDED VERSI TRAINING
      -
      Helikopter Serbu (Berat vs Ringan)
      AH-64E Apache (AS): ~ USD 126 Juta. "Benteng terbang" berlapis baja, sistem radar Longbow canggih untuk perang intensitas tinggi.
      MD530G : USD USD 11 Juta light scout-attack helicopter berbasis helikopter sipil komersial (MD 530F).
      --------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      --------------------------------Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam ScorpΓ¨ne, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: Malaydesh (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALAYDESH (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      Malaydesh – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).

      Hapus
    3. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
  62. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------
    BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    -
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today

    BalasHapus
  63. Pengguna EXOCET BLOCK 3C pihak perancis dan GREECE saja ya buat masa ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
  64. Pengguna EXOCET BLOCK 3C pihak perancis dan GREECE saja ya buat masa ini....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      -----
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
      Challenges
      • Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
      • Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
      • Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
      • Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
      • Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
      Impact
      • The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
      • The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
      • Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
      ==========
      1. DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. SEWA 12 AW149 TUDM
      62. SEWA 4 AW139 TUDM
      63. SEWA 5 EC120B TUDM
      64. SEWA 2 AW159 TLDM
      65. SEWA 4 UH-60A TDM
      67. SEWA 12 AW149 TDM
      68. SEWA 4 AW139 BOMBA
      69. SEWA 2 AW159 MMEA
      70. SEWA 7 BELL429 POLIS
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
  65. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA-INDIA = BRAHMOS
      INDONESIA-TURKI = JV MISSILE (Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, DAN SUNGUR)
      INDONESIA-CHINA = JD MISSILE
      --------------------------------------------
      1. Kerja Sama RI - China (Rudal & Amunisi)
      Disepakati 21 Agustus 2026 untuk mengejar kemandirian produksi senjata massal pada 2027 lewat transfer teknologi.
      • Proyek: Produksi bersama rudal, roket, dan amunisi melibatkan PT Pindad dan PT Len Industri.
      • Sumber Berita: Kumparan (alih teknologi & keterlibatan BUMN) dan Indonesia Defense (aspek teknis peluru kendali).
      -
      2. Kerja Sama RI - Turki (Sistem Rudal & Pabrik)
      Kolaborasi dengan Roketsan yang mencakup pembelian langsung dan lokalisasi manufaktur.
      • Rudal KHAN: Indonesia jadi pengguna pertama di ASEAN untuk rudal balistik jarak pendek ini (jarak 80-280 km, kecepatan Mach 5). Tiba Agustus 2025 di Kaltim untuk melindungi IKN.
      • Pabrik Bersama: Pembentukan PT Republik Roketsan Indonesia (patungan dengan Republikorp) pada Agustus 2026 untuk memproduksi rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, DAN SUNGUR via transfer teknologi penuh.
      • Sumber Berita: Kompas (kontrak & spesifikasi KHAN), Kompas ID (analisis taktis & kedatangan unit), dan Republika (pembangunan pabrik rudal maritim/udara).
      --------------------------------------------
      RI-INDIA =
      KONTRAK BRAHMOS DAN ASTRA
      KONTRAK BRAHMOS DAN ASTRA
      KONTRAK BRAHMOS DAN ASTRA
      -
      RI Teken Kontrak Rudal Supersonik BrahMos dan Rudal Astra
      07 Juli 2026
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/07/prabowo-modi-sepakat-ri-teken-kontrak.html?m=1
      --------------------------------------------
      2026 BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      2026 BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      2026 BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      2026 BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      2026 BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG (Per September 2026)
      • Belum Masuk Layanan: BrahMos-NG belum aktif digunakan oleh militer India. Varian yang saat ini beroperasi massal adalah BrahMos standar seberat 3 ton.
      • Jadwal Uji Coba Perdana: Ditargetkan untuk uji terbang pada akhir 2026 atau awal 2027. Jadwal ini bergeser karena adanya proses desain ulang (redesign) pada pertengahan 2026 untuk mengintegrasikan radar pemandu (AESA) domestik atas permintaan Angkatan Udara India.
      • Target Operasional: Jika uji coba sukses, produksi massal dan masuk layanan militer diproyeksikan antara tahun 2028 hingga 2029.
      • Keunggulan: Berbobot jauh lebih ringan (~1,5 ton), berkecepatan Mach 3.5 hingga Mach 5, serta bisa dibawa oleh jet tempur ringan seperti HAL Tejas (2 rudal) maupun Su-30MKI (hingga 4 rudal).
      ========================
      ========================
      >>> TUH GARILBADI = LON MANA BRAHMOS NG (TIADA KEPASTIAN)?
      -
      KATA KUNCI : TIADA KEPUTUSAN BRAHMOS NG
      KATA KUNCI : KEMUNGKINAN
      -
      NEW DELHI: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengesahkan Malonsia sedang meneroka kemungkinan untuk memperoleh sistem peluru berpandu udara ke permukaan BrahMos India.
      Beliau menekankan perbincangan itu masih dijalankan walaupun tiada keputusan muktamad yang dibuat setakat ini.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/09/malonsia-pertimbang-peroleh-peluru.html
      ---------------------------------------------
      🀣BRAHMOS NG = PROTOTIPE GUYS🀣

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      PENGADAAN MILITER MALONYET
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer MALONYET, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi MALONYET (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja MALONYET (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik MALONYET, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS MALONYET: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer MALONYET hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya


      Hapus
  66. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  67. NSM DI TOLAKπŸ“›
    apalagi exocet...menteri Prancis pun Tolak tengok gowing lcs, ini fakta haha!✌️❌️🀣
    malah Menteri Angkatan Bersenjata Paris datang ke kita...tipe m kena skip haha!πŸ‘ŽπŸ˜‹πŸŒ
    https://id.diplomatie.gouv.fr/id/kunjungan-resmi-menteri-angkatan-bersenjata-dan-veteran-prancis-ke-indonesia

    semua karna gowing ciptaan mreka Rusakkk😭
    ❌️SALAH FOTONG
    ❌️SALAH PASANG PIPA
    ❌️SALAH PASANG KABELWIRE
    ❌️SALAH BIKIN RHIB..
    bikin Malyu perahu kecil aja keberatan, bner2 iq jongkok haha!πŸ˜±πŸ‘ŽπŸ€₯

    BalasHapus
  68. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar

    BalasHapus
  69. PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
    ------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    --------------------------------
    Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
    Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
    Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
    Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
    -
    Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
    Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
    Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
    Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    -
    Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
    Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
    Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

    BalasHapus
  70. Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
  71. Balasan
    1. Poin Counter Balik Makro dan Konseptual
      1. Perbandingan Populasi dan Skala Geografis (Hukum Skala Ekonomi)
      • Klaim Gambar 2: Menyoroti peringkat per kapita Indonesia yang lebih rendah (seperti HDI, GDP per kapita, dan inovasi).
      • Poin Konter: Malaysia memiliki populasi sekitar 34 juta jiwa, sedangkan Indonesia mengelola lebih dari 280 juta jiwa yang tersebar di belasan ribu pulau. Mengangkat kesejahteraan secara merata pada populasi jumbo jauh lebih menantang dibandingkan mengelola negara dengan populasi setara satu provinsi di Indonesia (misalnya, populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total populasi Malaysia).
      -
      2. Skala Ekonomi Total (Absolute GDP) vs Per Capita
      • Klaim Gambar 2: "PDB Per Kapita (PPP): Malaysia No. 8, Indonesia No. 22 di dunia Muslim" (Poin 19).
      • Poin Konter: PDB per kapita murni merupakan hasil pembagian dengan jumlah penduduk yang sedikit. Namun secara absolut, PDB total Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (menembus USD 1,4 triliun), menjadikannya satu-satunya anggota G20 dari kawasan ini. Skala pasar raksasa inilah yang membuat raksasa global bertaruh pada Indonesia, bukan sekadar nilai per kepala.
      ________________________________________
      πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Data Berjalan Oktober 2026)
      Poin 2: Konektivitas Bandara Megahub OAG 2026
      • Narasi Lawan: KLIA Peringkat ke-4 di Dunia, mengalahkan Changi. Bandara Indonesia tidak masuk.
      • Poin Konter: Indeks ini mengukur konektivitas penerbangan internasional (transit berjadwal internasional). Karena wilayah udara domestik Malaysia sangat kecil, fokus penerbangan mereka wajib bertumpu pada transit internasional. Sebaliknya, maskapai di Indonesia berfokus penuh melayani konektivitas domestik raksasa yang krusial bagi konektivitas ribuan pulau Indonesia—sebuah metrik yang tidak dihitung dalam indeks transit internasional OAG ini.
      -
      Poin 5: Kelayakan Sirkuit Formula 1 (Sepang vs Mandalika)
      • Narasi Lawan: "Mandalika di Indonesia tidak layak untuk menyelenggarakan balapan Formula 1"
      • Poin Konter: Sirkuit Mandalika dirancang spesifik dengan standar FIM Grade A untuk MotoGP, salah satu ajang balap paling bergengsi di dunia. Mandalika sengaja tidak mengambil lisensi FIA Grade 1 (syarat F1) karena tingginya biaya hak penyelenggaraan (hosting fee) F1 yang belum tentu memberikan keuntungan bagi pariwisata lokal. Ini adalah masalah segmentasi pasar dan pilihan bisnis strategis, bukan ketidaklayakan sirkuit.
      -
      Poin 13: Industri Semikonduktor Global
      • Narasi Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk ranking.
      • Poin Konter: Malaysia memang sukses menjadi pusat packaging & testing (tahap akhir) semikonduktor global sejak dekade 1970-an di Penang. Namun, industri hilirisasi Indonesia sengaja difokuskan pada sektor yang berbeda, yakni hilirisasi nikel dan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) global, di mana Indonesia memegang kendali pasokan terbesar di dunia—sebuah sektor masa depan yang tidak dimiliki Malaysia.
      -
      Poin 17 & 18: Pariwisata dan Maskapai (Malaysia Airlines vs Bali)
      • Narasi Lawan: Malaysia Airlines meraih World's Best MICE Airline 2026 dan Penang mengalahkan Bali di daftar National Geographic 2027.
      • Poin Konter:
      o Meskipun Malaysia Airlines unggul di segmen MICE (perjalanan bisnis/konferensi) tahun ini, dari segi ketepatan waktu rute global, Garuda Indonesia berkali-kali menyabet predikat maskapai paling tepat waktu di dunia (Most Punctual Airline) berdasarkan data performa OAG.
      o Terkait daftar National Geographic 2027, Penang terpilih karena promosi masif ekowisata baru dan kereta gantung Penang Hill. Namun secara volume riil, Bali tetap menjadi ikon pariwisata global utama dengan penghargaan TripAdvisor Travelers' Choice Awards yang konsisten menempatkannya di papan atas destinasi liburan terbaik dunia, jauh melampaui statistik kunjungan liburan murni ke Malaysia.

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
  72. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
  73. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
    MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
    SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
    -
    Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
    • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
    • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
    • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
    -
    Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
    • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
    • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
    ----------------------------------
    HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
    -
    Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
    -
    JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
    -
    UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
    -
    DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
    -
    BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
    -
    Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
    -
    IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
    -
    Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
    -
    Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
    -
    UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
    -
    Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
    -
    IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

    BalasHapus
  74. baruw kali ini, ada negara diperMalyukan langsung....oleh Prancis🀭

    Menteri Angkatan Bersenjata Paris datang ke kita...
    semenanjung kuala lumpo malah kena skip haha!πŸ‘ŽπŸ˜‹πŸŒ
    tanda2 Exo Batal jugak..makin PanikπŸ₯ΆKoyakπŸ”₯ haha!😭😱🍌
    https://id.diplomatie.gouv.fr/id/kunjungan-resmi-menteri-angkatan-bersenjata-dan-veteran-prancis-ke-indonesia

    BalasHapus
  75. HOREYYYYYY........................



    Sama ada Perancis, Itali Turkiye? Misil ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/nasional/2026/10/sama-ada-perancis-itali-turkiye-misil-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
  76. HOREYYYYYY........................



    Sama ada Perancis, Itali Turkiye? Misil ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/nasional/2026/10/sama-ada-perancis-itali-turkiye-misil-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      --------------------------------------------
      🀣GUNBOAT= TLDM NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE : KLAIM PROTOTIPE🀣

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
  77. HOREYYYYYY........................



    Sama ada Perancis, Itali Turkiye? Misil ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/nasional/2026/10/sama-ada-perancis-itali-turkiye-misil-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      KATA KUNCI : TIADA KEPUTUSAN BRAHMOS NG
      KATA KUNCI : KEMUNGKINAN
      -
      NEW DELHI: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengesahkan Malonsia sedang meneroka kemungkinan untuk memperoleh sistem peluru berpandu udara ke permukaan BrahMos India.
      Beliau menekankan perbincangan itu masih dijalankan walaupun tiada keputusan muktamad yang dibuat setakat ini.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/09/malonsia-pertimbang-peroleh-peluru.html
      --------------------------------------------
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      --------------------------------------------
      🀣GUNBOAT= TLDM NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE : KLAIM PROTOTIPE🀣

      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
  78. HOREYYYYYY........................



    Sama ada Perancis, Itali Turkiye? Misil ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/nasional/2026/10/sama-ada-perancis-itali-turkiye-misil-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      -
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today

      Hapus
    2. US DEPARTEMENT OF JUSTICE =
      1. ONE OF THE WORLD'S GREATEST FINANCIAL SCANDALS
      2. LARGEST KLEPTOCRACY CASE TO DATE
      Although it began in MALAYDESH , the scandal's global scope implicated institutions and individuals in politics, banking, and entertainment, and led to criminal investigations in a number of nations. The 1MDB scandal has been described as "one of the world's greatest financial scandals" and declared by the United States Department of Justice as the "largest kleptocracy case to date"
      ----------------------------------
      SCANDALS = NOw and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera MALAYDESH Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional NOrm.
      ----------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  79. FARMING MALINGSIAL = HOAX
    -
    MALINGSIAL 22 Oktober 2026 pukul 12.56
    Negara sekelas ZIMBABWE Lagi KRISIS guys.....Lagi GORILLA MAU MEMBUAL... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
    KRISIS KEBAKARAN HUTAN
    KRISIS ASAP JEREBU
    KRISIS BBM
    KRISIS ELETRIK
    KRISIS BURSA SAHAM TERBURUK DI DUNIA
    KRISIS KEJATUHAN MATAWANG
    KRISIS DEMO BESAR BESARAN
    =========================
    =========================
    FAKTA =
    1. Klaim: Bursa Saham RI Terburuk di Dunia & Setara Zimbabwe
    ➡️ Fakta: Indonesia tidak mengalami kebangkrutan ekonomi. Istilah "setara Zimbabwe" hanya merujuk pada aspek teknis klasifikasi indeks pasar modal oleh lembaga global MSCI (menjadi Standalone Market karena masalah porsi saham publik/free float dan transparansi kepemilikan). Kapitalisasi pasar saham Indonesia (BEI) tetap 100 kali lipat lebih besar dibanding Zimbabwe.
    -
    Sumber Berita:
    CNBC Indonesia - Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI
    BBC News Indonesia - Pasar saham Indonesia terancam turun kelas setara Zimbabwe
    --------------------------------------------
    2. Klaim: Krisis Kebakaran Hutan & Asap Jerebu Melumpuhkan Negara
    ➡️ Fakta: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta asap jerebu merupakan tantangan lingkungan musiman, bukan tanda kehancuran sistemik negara. Pemerintah bersama satelit pemantau (seperti NASA) terus melakukan mitigasi lapangan, penegakan hukum pada korporasi nakal, dan penanganan kesehatan warga yang terdampak ISPA.
    -
    Sumber Berita:
    Kompas.com - Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Cek perkembangan terkini penanganan Karhutla di BNPB dan KLHK).
    --------------------------------------------
    3. Klaim: Krisis BBM & Krisis Elektrik (Listrik) Total
    ➡️ Fakta: Tidak ada kelumpuhan pasokan energi. Kendala distribusi BBM di beberapa daerah terjadi akibat penyesuaian harga minyak dan geopolitik global, namun stok BBM subsidi dan pasokan listrik PLN secara nasional dipastikan tetap aman dan terjaga.
    -
    Sumber Berita:
    IDN Financials - Fitch Ungkap Dampak jika MSCI Ubah Kasta Indonesia (Ulasan ketahanan ekonomi makro dan respons kebijakan energi RI).
    --------------------------------------------
    4. Klaim: Krisis Kejatuhan Mata Uang Ekstrem (Seperti Dolar Zimbabwe)
    ➡️ Fakta: Nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif akibat tekanan suku bunga global, tetapi sangat jauh dari kondisi hiperinflasi Zimbabwe yang mata uangnya kehilangan nilai sama sekali. Fondasi ekonomi Indonesia masih dikategorikan stabil oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings.
    -
    Sumber Berita:
    Kontan - Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS (Memantau data harian kurs BI yang tetap dalam batas wajar).
    --------------------------------------------
    5. Klaim: Krisis Demo Besar-besaran Melumpuhkan Pemerintahan
    ➡️ Fakta: Narasi ini melebih-lebihkan situasi. Aksi penyampaian pendapat (demo) adalah dinamika normal dalam negara demokrasi. Seluruh fungsi pemerintahan, pelayanan publik, bisnis, dan roda ekonomi di Indonesia tetap berjalan dengan normal.
    -
    Sumber Berita:
    Antara News - Situasi Keamanan dan Pelayanan Publik Nasional (Konfirmasi aktivitas operasional harian kota-kota besar yang tetap kondusif).

    BalasHapus
  80. 2025 = ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
    Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat Δ°kinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. Δ°kinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
    ------
    CONTRACT 45 ATMACA
    This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
    ------
    2024 KONTRAK RUDAL Γ‡AKIR SUNGUR
    MRO RCWS
    Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Γ‡akir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk GΓΆrgΓΌn
    Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal Γ‡AKIR, ATMACA, dan HISAR
    ---------
    2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
    ---------
    2025 = JV INDONESIA TURKEY
    ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
    SARP
    CENK
    FCS
    DATA LINK
    SUNGUR
    CAKIR
    MAM-L
    UAV
    TANK
    Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
    Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
    In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
    Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  81. masa akan beli rudal exocet tetapi menterinya, malah Langsung ke JakartaπŸ‘

    kl, kena skip...tak dianggap haha!❌️πŸ€₯😝

    ⬇️⬇️⬇️
    Menteri Angkatan Bersenjata Paris datang ke kita...
    semenanjung kuala lumpo malah kena skip haha!πŸ‘ŽπŸ˜‹πŸŒ
    tanda2 Exo Batal jugak..makin PanikπŸ₯ΆKoyakπŸ”₯ haha!😭😱🍌
    https://id.diplomatie.gouv.fr/id/kunjungan-resmi-menteri-angkatan-bersenjata-dan-veteran-prancis-ke-indonesia

    BalasHapus
  82. DUTA PERANCIS KE MALAYSIA datang lawat LUNAS lihat LCS guys..... ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys.....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.


      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.


      Hapus
    3. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      TNI AL =
      ✅️C802
      ✅️C705
      ✅️EXO B3
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️MICA
      ✅️MISTRAL
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  83. DUTA PERANCIS KE MALAYSIA datang lawat LUNAS lihat LCS guys..... ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys.....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      MALONYET LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ---------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer MALONYET pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan MALONYET, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS MALONYET (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan MALONYET, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      ---------------------------------

      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    3. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  84. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
    Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
    Total: Produksi 350.000 barel per hari.
    Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
    Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    --------------------------------
    1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
    2. Jagung: 240.000 ton.
    3. Beras: 200.000 ton.
    4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
    5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
    6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
    7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
    8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
    9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
    10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
    11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
    12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
    13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    -
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
    --------------------------------
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    --------------------------------
    1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
    Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
    MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
    ---------------------------------
    2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
    Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
    MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
    ---------------------------------
    3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
    Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
    Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
    Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.

    BalasHapus
  85. NSM DI TOLAKπŸ“›
    apalagi exocet...menteri Prancis pun Tolak tengok gowing lcs, ini fakta haha!✌️❌️🀣
    malah Menteri Angkatan Bersenjata Paris datang ke kita...tipe m kena skip haha!πŸ‘ŽπŸ˜‹πŸŒ
    https://id.diplomatie.gouv.fr/id/kunjungan-resmi-menteri-angkatan-bersenjata-dan-veteran-prancis-ke-indonesia

    semua karna gowing ciptaan mreka Rusakkk😭
    ❌️SALAH FOTONG
    ❌️SALAH PASANG PIPA
    ❌️SALAH PASANG KABELWIRE
    ❌️SALAH BIKIN RHIB..
    bikin Malyu perahu kecil aja keberatan, bner2 iq jongkok haha!πŸ˜±πŸ‘ŽπŸ€₯

    BalasHapus
  86. Exo B 3 = 80 UNIT
    MALONYET NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = 25 UNIT
    HAAAAAA.......KASIANNNNN
    ----------
    KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
    MISKIN = GDP MALONYET 444,984
    -----
    KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
    MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
    -----
    KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
    MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
    -----
    KAYA = 25 RADAR
    MISKIN = 2 RADAR
    -----
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
    Challenges
    • Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
    • Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
    • Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
    • Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
    • Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
    Impact
    • The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
    • The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
    • Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
    ==========
    1. DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. SEWA 12 AW149 TUDM
    62. SEWA 4 AW139 TUDM
    63. SEWA 5 EC120B TUDM
    64. SEWA 2 AW159 TLDM
    65. SEWA 4 UH-60A TDM
    67. SEWA 12 AW149 TDM
    68. SEWA 4 AW139 BOMBA
    69. SEWA 2 AW159 MMEA
    70. SEWA 7 BELL429 POLIS
    😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

    BalasHapus
  87. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
    MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
    SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
    -
    Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
    • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
    • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
    • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
    -
    Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
    • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
    • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
    ----------------------------------
    HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
    -
    Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
    -
    JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
    -
    UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
    -
    DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
    -
    BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
    -
    Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
    -
    IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
    -
    Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
    -
    Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
    -
    UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
    -
    Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
    -
    IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

    BalasHapus
  88. πŸ›‘️ Poin Counter Balik Makro dan Konseptual
    1. Perbandingan Populasi dan Skala Geografis (Hukum Skala Ekonomi)
    • Klaim Gambar 2: Menyoroti peringkat per kapita Indonesia yang lebih rendah (seperti HDI, GDP per kapita, dan inovasi).
    • Poin Konter: Malaysia memiliki populasi sekitar 34 juta jiwa, sedangkan Indonesia mengelola lebih dari 280 juta jiwa yang tersebar di belasan ribu pulau. Mengangkat kesejahteraan secara merata pada populasi jumbo jauh lebih menantang dibandingkan mengelola negara dengan populasi setara satu provinsi di Indonesia (misalnya, populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total populasi Malaysia).
    -
    2. Skala Ekonomi Total (Absolute GDP) vs Per Capita
    • Klaim Gambar 2: "PDB Per Kapita (PPP): Malaysia No. 8, Indonesia No. 22 di dunia Muslim" (Poin 19).
    • Poin Konter: PDB per kapita murni merupakan hasil pembagian dengan jumlah penduduk yang sedikit. Namun secara absolut, PDB total Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (menembus USD 1,4 triliun), menjadikannya satu-satunya anggota G20 dari kawasan ini. Skala pasar raksasa inilah yang membuat raksasa global bertaruh pada Indonesia, bukan sekadar nilai per kepala.
    ________________________________________
    πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Data Berjalan Oktober 2026)
    Poin 2: Konektivitas Bandara Megahub OAG 2026
    • Narasi Lawan: KLIA Peringkat ke-4 di Dunia, mengalahkan Changi. Bandara Indonesia tidak masuk.
    • Poin Konter: Indeks ini mengukur konektivitas penerbangan internasional (transit berjadwal internasional). Karena wilayah udara domestik Malaysia sangat kecil, fokus penerbangan mereka wajib bertumpu pada transit internasional. Sebaliknya, maskapai di Indonesia berfokus penuh melayani konektivitas domestik raksasa yang krusial bagi konektivitas ribuan pulau Indonesia—sebuah metrik yang tidak dihitung dalam indeks transit internasional OAG ini.
    -
    Poin 5: Kelayakan Sirkuit Formula 1 (Sepang vs Mandalika)
    • Narasi Lawan: "Mandalika di Indonesia tidak layak untuk menyelenggarakan balapan Formula 1"
    • Poin Konter: Sirkuit Mandalika dirancang spesifik dengan standar FIM Grade A untuk MotoGP, salah satu ajang balap paling bergengsi di dunia. Mandalika sengaja tidak mengambil lisensi FIA Grade 1 (syarat F1) karena tingginya biaya hak penyelenggaraan (hosting fee) F1 yang belum tentu memberikan keuntungan bagi pariwisata lokal. Ini adalah masalah segmentasi pasar dan pilihan bisnis strategis, bukan ketidaklayakan sirkuit.
    -
    Poin 13: Industri Semikonduktor Global
    • Narasi Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk ranking.
    • Poin Konter: Malaysia memang sukses menjadi pusat packaging & testing (tahap akhir) semikonduktor global sejak dekade 1970-an di Penang. Namun, industri hilirisasi Indonesia sengaja difokuskan pada sektor yang berbeda, yakni hilirisasi nikel dan rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) global, di mana Indonesia memegang kendali pasokan terbesar di dunia—sebuah sektor masa depan yang tidak dimiliki Malaysia.
    -
    Poin 17 & 18: Pariwisata dan Maskapai (Malaysia Airlines vs Bali)
    • Narasi Lawan: Malaysia Airlines meraih World's Best MICE Airline 2026 dan Penang mengalahkan Bali di daftar National Geographic 2027.
    • Poin Konter:
    o Meskipun Malaysia Airlines unggul di segmen MICE (perjalanan bisnis/konferensi) tahun ini, dari segi ketepatan waktu rute global, Garuda Indonesia berkali-kali menyabet predikat maskapai paling tepat waktu di dunia (Most Punctual Airline) berdasarkan data performa OAG.
    o Terkait daftar National Geographic 2027, Penang terpilih karena promosi masif ekowisata baru dan kereta gantung Penang Hill. Namun secara volume riil, Bali tetap menjadi ikon pariwisata global utama dengan penghargaan TripAdvisor Travelers' Choice Awards yang konsisten menempatkannya di papan atas destinasi liburan terbaik dunia, jauh melampaui statistik kunjungan liburan murni ke Malaysia.

    BalasHapus
  89. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF

      Hapus
  90. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      KATA KUNCI : TIADA KEPUTUSAN BRAHMOS NG
      KATA KUNCI : KEMUNGKINAN
      -
      NEW DELHI: Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim mengesahkan Malonsia sedang meneroka kemungkinan untuk memperoleh sistem peluru berpandu udara ke permukaan BrahMos India.
      Beliau menekankan perbincangan itu masih dijalankan walaupun tiada keputusan muktamad yang dibuat setakat ini.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/09/malonsia-pertimbang-peroleh-peluru.html
      --------------------------------------------
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      BRAHMOS NG = PROTOTIPE
      -
      πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
      • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
      • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
      • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
      -
      Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
      CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
      --------------------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
  91. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys....HOREYYYYYY



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 = ROKETSAN WILL CO-PRODUCE THE ATMACA ANTI-SHIP MISSILE IN INDONESIA
      Turkey’s defence firm Roketsan will co-produce the ATMACA anti-ship missile in Indonesia under a new agreement announced at the 2025 Antalya Diplomacy Forum. The deal, signed between Roketsan and several Indonesian defence companies, covers joint production of not only the ATMACA missile but also cruise missiles and a wide range of smart munitions. Speaking at the forum, Roketsan CEO Murat Δ°kinci said the agreement marks a strategic shift, aimed at long-term collaboration. “Under the scope of the agreement we signed with Indonesia-based defence industry companies, we will jointly produce the ATMACA anti-ship missile, cruise missiles, and a wide range of smart ammunition systems,” he said. Δ°kinci added that the partnership includes structured technology transfer and training for Indonesian engineers.“Our priority goals include technology transfer, strengthening Indonesia’s defence industry infrastructure, and implementing comprehensive training programmes.”
      ------
      CONTRACT 45 ATMACA
      This contract, which covers the procurement of 45 missile rounds and associated launcher units and user terminals, paves the way for the Indonesian Navy to be the first export customer of the Turkish-developed guided weapon.
      ------
      2024 KONTRAK RUDAL Γ‡AKIR SUNGUR
      MRO RCWS
      Kementerian Pertahanan menandatangani kontrak kerja sama pengadaan Rudal Permukaan ke Permukaan Γ‡akir dan Rudal Pertahanan Udara Sungur dengan Republikorp Indonesia. Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA, penandatanganan itu dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan, Marsdya TNI Yusuf Jauhari dan Founder Republikorp, Norman Joesoef di depan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk GΓΆrgΓΌn
      Norman Joesoef, mewakili Republikorp, menandatangani perjanjian dengan ASELSAN untuk produksi Sistem Senjata Kendali Jarak Jauh (RCWS), serta dengan ROKETSAN untuk mendirikan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan produksi rudal Γ‡AKIR, ATMACA, dan HISAR
      ---------
      2025 = JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      2025 = JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of TΓΌrkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between TΓΌrkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. The MALONYET Armed Forces (MAF) face many challenges, including:
      Personnel: The MAF has difficulty recruiting and retaining high-quality personnel, partly due to poor service conditions.
      Equipment: The MAF needs to modernize its equipment, including replacing its fleet of Nuri helicopters.
      Infrastructure: The MAF needs to improve its defense infrastructure, including living quarters.
      Ethnic composition: The MAF needs to rebalance the ethnic composition of its forces.
      Local content: The MAF needs to increase the local content of its equipment.
      Research and development: The MAF needs to increase its research and development activities.
      Logistic management: The MAF needs to improve its logistic management, including planning, operation implementation, and supply pre-budgeting.
      Non-traditional security challenges: The MAF needs to increase its authority to tackle non-traditional security challenges.
      ------------------
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has a lack of modern military assets due to a small defense budget and aging equipment. This has left the MAF vulnerable to internal and external threats.
      Causes
      • Small defense budget: The MAF has had small procurement budgets for the past quarter-century.
      • Aging equipment: Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Foreign dependence: The MAF relies on foreign Original Equipment Manufacturers (OEMs) for its military hardware and software.
      Effects
      • Vulnerability to threats
      The MAF is vulnerable to internal and external threats due to its lack of modern military assets.
      • Challenges with air force
      The MAF's air force has been challenged by the withdrawal of its MiG-29 Fulcrum fighter aircraft in 2017.
      • Challenges with naval assets
      The MAF's naval assets are aging, as evidenced by the KD Rahman submarine issue in 2010.

      Hapus
  92. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys....HOREYYYYYY



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
      --------------------------------
      MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
      Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
      Total: Produksi 350.000 barel per hari.
      Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
      Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
      MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
      -
      Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
      Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
      --------------------------------
      PETRONAS BERHUTANG KE PGN
      -
      Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
      --------------------------------
      Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
      Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
      MALONYET (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer MALONYET hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
      ---------------------------------
      Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
      Rasio Utang: MALONYET terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
      External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
      ---------------------------------
      Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
      Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
      Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
      Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
      ---------------------------------
      Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
      Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
      Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

      Hapus
  93. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
    LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
    KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
    -----------------------------------
    READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
    READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
    READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
    This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
    ------------------------------------
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = MANGKRAK 15 years
    LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
    LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = EXO B2 EXPIRED
    LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
    KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
    PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
    HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
    JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
    ------------------------------------
    THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
    • Delayed delivery
    The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
    • Design issues
    The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
    • Financial issues
    Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
    • Corruption
    A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
    • Aging fleet
    The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
    ===================
    THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
    • Logistics
    A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
    • Budgeting
    MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
    • Personnel
    The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
    • Procurement
    The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
    • Political interference
    Political interference and corruption are undermining combat readiness.
    • Territorial disputes
    MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
    • Transboundary haze
    Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
    • Fleet sustainment
    The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
    • Nological obsolescence
    Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
    • Modernization
    The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
    =============================
    Exo B 3 = 80 UNIT
    MALONYET NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = 25 UNIT
    HAAAAAA.......KASIANNNNN
    ----------
    TNI AL =
    ✅️C802
    ✅️C705
    ✅️EXO B3
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️MICA
    ✅️MISTRAL
    😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

    BalasHapus
  94. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------
    BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    -
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today

    BalasHapus
  95. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys....HOREYYYYYY



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. PMX : NET IMPORTIR = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
  96. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys....HOREYYYYYY



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
  97. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys....HOREYYYYYY



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JV-JD MISSILE INDONESIA
      RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
      RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
      RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
      -
      CSG KRI SRIWIJAYA
      Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
      • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
      • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
      • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
      • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
      • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
      --------------------------------------------
      KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
      • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
      • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
      • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
      ========================
      ========================
      NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
      -
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = BANNED NSM
      LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus
  98. DUTA PERANCIS melawat LUNAS guys......ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys....HOREYYYYYY



    Exocet Perancis jadi alternatif NSM untuk LCS?

    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
  99. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------BRAHMOS NG = PROTOTIPE
    BRAHMOS NG = PROTOTIPE
    BRAHMOS NG = PROTOTIPE
    -
    πŸ“Œ Ringkasan Status BrahMos-NG
    • Status: Belum aktif. Militer India saat ini masih memakai versi standar (3 ton).
    • Uji Terbang: Akhir 2026 / awal 2027 (tertunda 1 tahun karena desain ulang radar AESA domestik).
    • Masuk Layanan: Target produksi massal antara 2028–2029.
    -
    Meta-Defense (2026): Info penundaan uji terbang, desain ulang radar AESA, dan target operasional 2028–2029.
    CNN-News18: Wawancara direksi mengenai lini masa produksi 2027–2028.
    --------------------------------------------
    KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
    INDONESIA = SIPRI SHOPPING
    6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF

    BalasHapus
  100. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

    BalasHapus
  101. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
    2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
    ________________________________________
    ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
    Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
    Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
    Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
    Ledakan Biaya (Financial Overrun):
    Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
    Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
    Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
    Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
    ________________________________________
    MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
    Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
    Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
    Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
    Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
    Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
    Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

    BalasHapus
  102. PMX : NET IMPORTIR = ENERGI BERAS JAGUNG LNG MILITER UANG PASPOR
    --------------------------------
    MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
    Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
    Total: Produksi 350.000 barel per hari.
    Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
    Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
    --------------------------------
    1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
    2. Jagung: 240.000 ton.
    3. Beras: 200.000 ton.
    4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
    5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
    6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
    7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
    8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
    9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
    10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
    11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
    12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
    13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
    --------------------------------
    INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
    MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
    -
    Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
    Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
    --------------------------------
    PETRONAS BERHUTANG KE PGN
    -
    Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
    --------------------------------
    1. Performa Belanja: "Shopping" vs "Empty"
    Indonesia (Agresif): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista kelas berat dan teknologi tinggi (Rafale F-4, A400M, kapal perang PPA, peluru kendali Bora/Khan, hingga mesin jet LM-2500). Ini menunjukkan daya beli yang kuat dan kepercayaan diri fiskal.
    MALONYET (Stagnan): Laporan SIPRI yang kosong selama 2 tahun mengonfirmasi status "No Shopping". Ketidakhadiran kontrak baru menunjukkan kelumpuhan modernisasi akibat keterbatasan anggaran.
    ---------------------------------
    2. Kesehatan Fiskal & Beban Utang
    Data utang terhadap GDP menjadi kunci mengapa kedua negara berada di jalur berbeda:
    Indonesia (Zona Aman): Total utang (80-95%) dan utang pemerintah (41,1%) berada di level yang sehat secara regional. Rasio ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjamin pendanaan alutsista jangka panjang.
    MALONYET (Zona Merah): Dengan total utang mencapai 224% dan utang pemerintah 70,5% terhadap GDP, negara ini terjebak dalam beban bunga utang. Tingginya utang membatasi kemampuan negara untuk mengalokasikan dana ke sektor pertahanan yang bersifat non-productive spending.
    ---------------------------------
    3. Penyakit Sistemik Pengadaan
    Analisa laporan 2025 menunjukkan bahwa kelemahan MALONYET bukan hanya soal uang, tapi juga manajemen:
    Anggaran Terkunci: 60-70% anggaran habis hanya untuk gaji dan perawatan barang tua, menyisakan sedikit ruang untuk inovasi.
    Skandal & Inefisiensi: Kasus korupsi baru di akhir 2025, kegagalan proyek LCS (hanya 73% selesai), dan intervensi "orang tengah" (broker) membuat biaya pengadaan membengkak tanpa menghasilkan aset nyata.
    Ketergantungan Asing: Berbeda dengan Indonesia yang mulai mengunci kontrak Transfer of Technology (ToT), MALONYET masih terjebak pada ketergantungan impor yang rentan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.

    BalasHapus
  103. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  104. FARMING MALINGSIAL = HOAX
    -
    MALINGSIAL 22 Oktober 2026 pukul 12.56
    Negara sekelas ZIMBABWE Lagi KRISIS guys.....Lagi GORILLA MAU MEMBUAL... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
    KRISIS KEBAKARAN HUTAN
    KRISIS ASAP JEREBU
    KRISIS BBM
    KRISIS ELETRIK
    KRISIS BURSA SAHAM TERBURUK DI DUNIA
    KRISIS KEJATUHAN MATAWANG
    KRISIS DEMO BESAR BESARAN
    =========================
    =========================
    FAKTA =
    1. Klaim: Bursa Saham RI Terburuk di Dunia & Setara Zimbabwe
    ➡️ Fakta: Indonesia tidak mengalami kebangkrutan ekonomi. Istilah "setara Zimbabwe" hanya merujuk pada aspek teknis klasifikasi indeks pasar modal oleh lembaga global MSCI (menjadi Standalone Market karena masalah porsi saham publik/free float dan transparansi kepemilikan). Kapitalisasi pasar saham Indonesia (BEI) tetap 100 kali lipat lebih besar dibanding Zimbabwe.
    -
    Sumber Berita:
    CNBC Indonesia - Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI
    BBC News Indonesia - Pasar saham Indonesia terancam turun kelas setara Zimbabwe
    --------------------------------------------
    2. Klaim: Krisis Kebakaran Hutan & Asap Jerebu Melumpuhkan Negara
    ➡️ Fakta: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta asap jerebu merupakan tantangan lingkungan musiman, bukan tanda kehancuran sistemik negara. Pemerintah bersama satelit pemantau (seperti NASA) terus melakukan mitigasi lapangan, penegakan hukum pada korporasi nakal, dan penanganan kesehatan warga yang terdampak ISPA.
    -
    Sumber Berita:
    Kompas.com - Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Cek perkembangan terkini penanganan Karhutla di BNPB dan KLHK).
    --------------------------------------------
    3. Klaim: Krisis BBM & Krisis Elektrik (Listrik) Total
    ➡️ Fakta: Tidak ada kelumpuhan pasokan energi. Kendala distribusi BBM di beberapa daerah terjadi akibat penyesuaian harga minyak dan geopolitik global, namun stok BBM subsidi dan pasokan listrik PLN secara nasional dipastikan tetap aman dan terjaga.
    -
    Sumber Berita:
    IDN Financials - Fitch Ungkap Dampak jika MSCI Ubah Kasta Indonesia (Ulasan ketahanan ekonomi makro dan respons kebijakan energi RI).
    --------------------------------------------
    4. Klaim: Krisis Kejatuhan Mata Uang Ekstrem (Seperti Dolar Zimbabwe)
    ➡️ Fakta: Nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif akibat tekanan suku bunga global, tetapi sangat jauh dari kondisi hiperinflasi Zimbabwe yang mata uangnya kehilangan nilai sama sekali. Fondasi ekonomi Indonesia masih dikategorikan stabil oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings.
    -
    Sumber Berita:
    Kontan - Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS (Memantau data harian kurs BI yang tetap dalam batas wajar).
    --------------------------------------------
    5. Klaim: Krisis Demo Besar-besaran Melumpuhkan Pemerintahan
    ➡️ Fakta: Narasi ini melebih-lebihkan situasi. Aksi penyampaian pendapat (demo) adalah dinamika normal dalam negara demokrasi. Seluruh fungsi pemerintahan, pelayanan publik, bisnis, dan roda ekonomi di Indonesia tetap berjalan dengan normal.
    -
    Sumber Berita:
    Antara News - Situasi Keamanan dan Pelayanan Publik Nasional (Konfirmasi aktivitas operasional harian kota-kota besar yang tetap kondusif).

    BalasHapus
  105. FARMING MALINGSIAL = HOAX
    -
    MALINGSIAL 22 Oktober 2026 pukul 12.56
    Negara sekelas ZIMBABWE Lagi KRISIS guys.....Lagi GORILLA MAU MEMBUAL... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
    KRISIS KEBAKARAN HUTAN
    KRISIS ASAP JEREBU
    KRISIS BBM
    KRISIS ELETRIK
    KRISIS BURSA SAHAM TERBURUK DI DUNIA
    KRISIS KEJATUHAN MATAWANG
    KRISIS DEMO BESAR BESARAN
    =========================
    =========================
    FAKTA =
    1. Klaim: Bursa Saham RI Terburuk di Dunia & Setara Zimbabwe
    ➡️ Fakta: Indonesia tidak mengalami kebangkrutan ekonomi. Istilah "setara Zimbabwe" hanya merujuk pada aspek teknis klasifikasi indeks pasar modal oleh lembaga global MSCI (menjadi Standalone Market karena masalah porsi saham publik/free float dan transparansi kepemilikan). Kapitalisasi pasar saham Indonesia (BEI) tetap 100 kali lipat lebih besar dibanding Zimbabwe.
    -
    Sumber Berita:
    CNBC Indonesia - Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas Setara Zimbabwe, Ini Alasan MSCI
    BBC News Indonesia - Pasar saham Indonesia terancam turun kelas setara Zimbabwe
    --------------------------------------------
    2. Klaim: Krisis Kebakaran Hutan & Asap Jerebu Melumpuhkan Negara
    ➡️ Fakta: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta asap jerebu merupakan tantangan lingkungan musiman, bukan tanda kehancuran sistemik negara. Pemerintah bersama satelit pemantau (seperti NASA) terus melakukan mitigasi lapangan, penegakan hukum pada korporasi nakal, dan penanganan kesehatan warga yang terdampak ISPA.
    -
    Sumber Berita:
    Kompas.com - Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Cek perkembangan terkini penanganan Karhutla di BNPB dan KLHK).
    --------------------------------------------
    3. Klaim: Krisis BBM & Krisis Elektrik (Listrik) Total
    ➡️ Fakta: Tidak ada kelumpuhan pasokan energi. Kendala distribusi BBM di beberapa daerah terjadi akibat penyesuaian harga minyak dan geopolitik global, namun stok BBM subsidi dan pasokan listrik PLN secara nasional dipastikan tetap aman dan terjaga.
    -
    Sumber Berita:
    IDN Financials - Fitch Ungkap Dampak jika MSCI Ubah Kasta Indonesia (Ulasan ketahanan ekonomi makro dan respons kebijakan energi RI).
    --------------------------------------------
    4. Klaim: Krisis Kejatuhan Mata Uang Ekstrem (Seperti Dolar Zimbabwe)
    ➡️ Fakta: Nilai tukar Rupiah bergerak fluktuatif akibat tekanan suku bunga global, tetapi sangat jauh dari kondisi hiperinflasi Zimbabwe yang mata uangnya kehilangan nilai sama sekali. Fondasi ekonomi Indonesia masih dikategorikan stabil oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Fitch Ratings.
    -
    Sumber Berita:
    Kontan - Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS (Memantau data harian kurs BI yang tetap dalam batas wajar).
    --------------------------------------------
    5. Klaim: Krisis Demo Besar-besaran Melumpuhkan Pemerintahan
    ➡️ Fakta: Narasi ini melebih-lebihkan situasi. Aksi penyampaian pendapat (demo) adalah dinamika normal dalam negara demokrasi. Seluruh fungsi pemerintahan, pelayanan publik, bisnis, dan roda ekonomi di Indonesia tetap berjalan dengan normal.
    -
    Sumber Berita:
    Antara News - Situasi Keamanan dan Pelayanan Publik Nasional (Konfirmasi aktivitas operasional harian kota-kota besar yang tetap kondusif).

    BalasHapus
  106. BAK KATA PEPATAH....KELEDAI PUN TAK AKAN JATUH DI LUBANG YANG SAMA... LHA INI BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH MALAH JATUH SAMPAI 3X LEBIH BODOH DARI KELEDAI πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ«£πŸ«£πŸ«£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ’©πŸ’©πŸ’©πŸ’©

    KALO INI BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH APA BANGLA....πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ’©πŸ’©πŸ’©

    Seorang copilot Malaydesh Airlines bernama Mohd Saufi bin Othman (39 tahun) ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Juli 2026 karena menyelundupkan narkoba.

    Detail Kasus Utama

    • Barang Bukti: Petugas menyita sekitar 26 kg narkotika yang terdiri dari 14 bungkus pil ekstasi (sekitar 70.114 butir) dan sabu-sabu (metamfetamin) dari dalam bagasinya.
    • Modus Operandi: Mohd Saufi membawa barang haram tersebut dari Kuala Lumpur ke Jakarta melalui penerbangan Malaysia Airlines MH727. Ia juga kedapatan membawa botol berisi urine untuk mengelabui tes narkoba, meski hasil tes menyatakan ia positif mengonsumsi narkotika.
    • Upah: Tersangka mengaku diupah sebesar RM50.000 untuk menjalankan aksinya dan sudah melakukannya sebanyak tiga kali.

    BalasHapus
  107. JV-JD MISSILE INDONESIA
    RI - INDIA : BRAHMOS ASTRA
    RI – TURKI : JV Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR
    RI – CHINA : JOINT DEVELOPMENT MISSILE
    -
    CSG KRI SRIWIJAYA
    Ekosistem tempur KRI Giuseppe Garibaldi terdiri dari 5 komponen utama:
    • 1. Flagship: KRI Giuseppe Garibaldi sebagai pusat komando dan pangkalan terapung drone.
    • 2. Pengawal Permukaan: Fregat & Korvet (Merah Putih & Martadinata) sebagai perisai anti-rudal, udara, dan permukaan.
    • 3. Bawah Air: Kapal Selam (ScorpΓ¨ne/Nagapasa) sebagai pemburu ancaman bawah laut.
    • 4. Air Wing: Drone KΔ±zΔ±lelma (serang/udara), Drone TB3 (maritim/intip), dan Heli AKS Panther.
    • 5. Logistik: Kapal BCM (Bontang/Tarakan) sebagai penyuplai BBM dan amunisi di laut lepas.
    --------------------------------------------
    KERJA SAMA RUDAL STRATEGIS RI
    • RI - INDIA: Kontrak Rudal BrahMos (jelajah supersonik pantai) dan Rudal Astra (udara-ke-udara BVR Sukhoi).
    • RI - TURKI: Rudal KHAN (balistik taktis IKN) dan Joint Venture Pabrik Lokal untuk produksi/MRO massal rudal Γ‡AKIR, ATMACA, HISAR, dan SUNGUR via ToT penuh.
    • RI - CHINA: Proyek Joint Development Missile untuk alih teknologi (ToT) rudal, roket, dan amunisi massal melibatkan PT Pindad & PT Len.
    ========================
    ========================
    NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    TLDM : TENTARA LAUT DIPERSENJATAI MERIAM
    -
    PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    LCS = BANNED NSM
    LMS B1 = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LMS B2 = NO SONAR NO TORPEDO
    LEKIU = EXO B2 EXPIRED
    KASTURI = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    LAKSAMANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    KEDAH = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    PERDANA = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    HANDALAN = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    JERUNG = = NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
    --------------------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar


    BalasHapus