22 Mei 2009

Korps Penerbangan AD Tambah Satu Skadron

30 November 2007

Angkatan Darat masih membutuhkan helikopter dalam jumlah banyak (photo : Media Indonesia)

KORPS Penerbangan TNI AD (Penerbad) bakal menambah satu skadron di Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel). Menurut Komandan Pusat Penerbad Brigjen Arifin Seman, rencana ini sudah disetujui pimpinan TNI AD.

Pangkalannya sudah disiapkan, bangunannya pun sudah dalam proses penyelesaian. "Tinggal menunggu peresmian Kepala Staf TNI AD (KSAD). Kalau sudah siap kami akan laporkan secepatnya," katanya seusai upacara serah terima jabatan Komandan Skadron-11/Serbu di Semarang, Rabu (28/11).

Dia menjelaskan, saat ini Penerbad baru punya tiga skadron. Yaitu dua di Semarang (Skadron-11 dan Skadron-31), dan Skadron-2/Bantuan Umum di Pondok Cabe, Tangerang.

Dalam waktu lima tahun, Penerbad cuma mengupayakan pengembangan dua satuan operasional. Minimnya pengembangan satuan itu terkait masalah klasik yakni keterbatasan anggaran, penyiapan alat utamanya, dan penyiapan awak pesawat.

Penyiapan awak pesawat terkait kemampuan melaksanakan pendidikan baik di lingkungan Penerbad maupun dari Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI. "Kami tidak bisa memaksakan Sekbang TNI menghasilkan penerbang 100 orang setiap tahun. Semua disesuaikan dengan rencana besarnya organisasi yang akan dibentuk," katanya seperti dikutip Antara.

Sehingga, dalam rencana strategis 2005-2010 hanya dua skadron yang dibentuk, yaitu Skadron-31 (2005) dan Skadron di Way Tuba, Baturaja, Sumsel pada pertengahan 2008.

"Sembari kami membenahi organisasi yang ada, memvalidasi organisasi, menyempurnakan, memperbaiki struktur yang ada. Setelah 2010, baru direncanakan untuk membentuk skadron berikutnya," ucapnya.

Dia menyerahkan dukungan alat utama sistem senjata (alutsista) pada anggaran yang tersedia. Penambahan pesawat direncanakan dari Rusia, PT Dirgantara Indonesia, dan heli latih dari Prancis untuk mengganti heli latih yang ada. "Setiap tahun kami programkan sesuai dengan anggaran yang diberikan."

Arifin mengungkapkan, tahun 2008, direncanakan penambahan beberapa heli latih dan heli MI-17 untuk mengisi Skadron-31, serta beberapa heli jenis Bell dan Bolcow dari PT Dirgantara Indonesia untuk memperkuat Skadron-11.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar