21 Mei 2009

Akhir 2008 Realisasi Lantamal Kalbar

10 September 2007

Lokasi Mempawah (photo : GoogleMaps)

TNI Angkatan Laut (AL) saat ini tengah menata kembali lokasi pangkalan-pangkalannya. termasuk merelokasi atau mengembangkan pangkalan yang ada.

Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berharap pemindahan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Tanjungpinang ke Mempawah, Kalimantan Barat dapat terealisasi akhir tahun 2008. "Paling telat 2009. Saat ini pembangunan dermaga sudah dilakukan," ujar Panglima Armabar Laksda Agus Suhartono menjawab pertanyaan Jurnal Nasional saat meninjau latihan terpadu Koarmabar di Indramayu, belum lama ini.

Untuk kawasan barat, selain Lantamal IV, Mabes TNI AL juga merencanakan pemindahan Lantamal III Jakarta ke Teluk Ratai, Lampung. Saat ini di Lampung sudah ada pasukan marinir. Pengembangan pangkalannya juga terus mengalami peningkatan secara bertahap.

"Pergeseran pangkalan ini diharapkan setelah pemindahan Lantamal IV, Tapi kembali pada kemampuan anggaran negara." Menurutnya, pemindahan telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk potensi dan perkembangan, serta aspek keamanan laut.

Saat ini, TNI AL memiliki 11 Lantamal, termasuk Lanal di Kupang dan Padang yang pada tahun 2005 dan 2006 telah dikembangkan menjadi Lantamal. Lantamal biasanya membawahi 3-4 Lanal, maupun unsur keamanan dan unsur tempur laut.

Pengembangan tidak hanya dilakukan di kawasan barat. Untuk kawasan timur, Lantamal V di Surabaya yang akan dipindahkan ke selatan Yogyakarta, Lantamal VI di Makasar akan dipindahkan ke Tarakan, Kalimantan Timur,Pangarmabar mengatakan, pengembangan pangkalan menjadi salah satu cara memaksimalkan kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki.

KRI yang dimiliki TNI AL saat ini sebanyak 116 unit. Jumlah ini masih belum mencukupi mengingat 2/3 wilayah Indonesia berupa lautan. Hingga tahun 2024 direncanakan TNI AL memiliki 272 kapal. Ini tentu jika kemampuan keuangan negara memungkinkan membiayainya.

"Dengan KRI yang dimiliki saat ini, peningkatan jangkauan pengawasan wilayah dapat dilakukan lewat penataan pangkalan," ucap lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1978 itu.

Tidak hanya itu, TNI AL juga berencana untuk memiliki tiga armada laut, sertamengembangkan Marinir yang berkekuatan hampir tiga divisi. TNI AL sekarang memiliki dua armada, yakni Koarmabar yang berpangkalan di Jakarta, dan Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang bermarkas di Surabaya. Jika komando tiga wilayah (Kowila) ini terwujud maka Kowila I bertempat di Tanjung Pinang, Kowila II bermarkas di Surabaya, dan Kowila II di Makassar.

Untuk Korps Marinir yang memiliki dua pasukan Marinir (sekitar 15 ribu personil)dikembangkan menjadi tiga pasukan Marinir. "Ini untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan perairan laut Indonesia," ujar Pangarmabar.

(Jurnal Nasional)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar