22 Mei 2009

Dephan Niat BUMNIS-kan PT Texmaco Engineering

30 Oktober 2007

Pabrik Texmaco Perkasa Engineering di Subang (photo : Gatra)

JAKARTA,-Pemerintah menginginkan keberadaan divisi permesinan PT Texmaco Engineering dapat diselamatkan dan dipertahankan. Hal itu mengingat keberadaannya selama ini dinilai telah menjadi aset berharga terkait upaya pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (30/10), usai mendampingi Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyerahterimakan jabatan Direktur Jenderal Sarana Pertahanan dan Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan.

”Industri itu sudah punya kemampuan memproduksi mesin sendiri, yang dapat mendukung industri pertahanan dalam negeri lain. Produk-produknya (PT Texmaco Engineering) banyak dipakai PT Pindad atau PT DI terlepas dari kondisinya saat ini,” ujar Sjafrie.

Selain diselamatkan, Sjafrie menyatakan pihak Dephan berharap keberadaan perusahaan itu juga bisa diadopsi ke dalam atau bahkan dijadikan badan-badan usaha milik negara industri (BUMNIS) strategis seperti yang ada saat ini.

”Usulan tentang itu sudah kami sampaikan ke Presiden dan departemen terkait lain. Seandainya itu dijual, paling-paling yang dijual cuma barang loak atau aset tanahnya. Akan tetapi kalau dipertahankan, dia akan memberikan kontribusi jangka panjang. Terlepas dari masalah yang ada, potensi yang dimilikinya harus diselamatkan,” ujar Sjafrie.

Mengutip kantor berita Antara, divisi engineering Texmaco berada di tiga lokasi seperti Subang dan Kerawang di Jawa Barat, serta di Kali Ungu, Semarang, Jawa Tengah dengan total luas aset lahan 1.175 hektar.

Namun, sebagian besar pabrik itu berhenti beroperasi pada 2004 akibat krisis ekonomi dan hanya sebagian kecil saja yang masih beroperasi dengan 20% kapasitas. Terkait pengembangan industri senjata, PT Texmaco Engineering bekerjasama dengan PT DI dan PT Pindad mampu memproduksi panser dan kendaraan tempur lain.

Lebih lanjut saat dihubungi per telepon di Bandung, Kepala Humas PT Pindad Timbul Sitompul mengaku justru menyambut baik jika rencana dan keinginan pemerintah seperti itu bisa terealisasi. Keberadaan PT Texmaco Engineering dalam institusinya diyakini akan memperkuat kemampuan produksi PT Pindad.

Panser dengan versi chasis dan mesin truk Texmaco (photo : Kaskus Militer)

”Selama ini kami sudah bekerjasama dalam pembuatan kendaraan tempur Angkut Personel Sedang (APS) 6x6, yang juga sudah dipesan oleh Mabes TNI sebanyak 100 unit. Mudah-mudahan hal itu bisa terealisasi, yang artinya kemampuan PT Pindad akan semakin bertambah dan jauh lebih maju,” ujar Timbul.

Lebih lanjut Timbul menambahkan, produksi bersama yang selama ini dilakukan antara kedua belah pihak telah berhasil memproduksi lima unit APS 6x6 dalam dua tahun terakhir, dari total jumlah kendaraan tempur yang dipesan oleh TNI.

(Kompas)


Baca Juga :

Texmaco Mampu Produksi 3.500 Truk Setahun

28 Juni 2000

Bengkulu, - PT Texmaco yang mulai melebarkan sayap bisnisnya ke sektor otomotif, telah mampu memproduksi 3.500 truk dengan merk Perkasa per tahun.

Hal itu dikemukakan Direktur Komunikasi Texmaco, Nina L Raihapu, di Bengkulu, Rabu (28/6). Dikatakannya, truk Perkasa yang sudah dipasarkan secara luas, disambut baik oleh pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Bahkan pesanan masih terus berdatangan. "Mobil yang kita gunakan membawa bantuan untuk korban bencana gempa bumi Bengkulu, selanjutnya akan ke Padang memenuhi permintaan pembeli," ujarnya.

Sebagai kelompok usaha yang selesai melakukan restrukturisasi, diakui Nina, kegiatan produksi dari beberapa produk Texmaco agak seret, tapi operasional tetap jalan.

Sektor otomotif, sebagai salah satu bagian dari divisi engineering Texmaco, sektor otomotif akan terus dikembangkan dalam memproduksi kendaraan multivan niaga dan multi purpose yang terjangkau rakyat.

Saat ini divisi engineering Texmaco juga sudah memproduksi bus, traktor tangan dan traktor roda empat serta mesin nelayan dengan pasar sampai ke luar negeri. Divisi ini juga sudah mampu memproduksi mesin perkakas, mesin tekstil, fabrikasi dan membangun pabrik.

"Kendaraan produksi Texmaco, diarahkan untuk seluruh strata masyarakat. Nantinya produk otomotif perusahaan bisa dibeli masyarakat menengah ke bawah seperti petani, nelayan dan pemilik kebun," tuturnya.

Ditambahkannya, pasar untuk produk otomotif dinilai cukup besar sehingga siapa pun pemain di sektor ini tidaklah terlalu menjadi masalah. "Produksi otomotif Texmaco terus berjalan selama kebutuhan akan kendaraan masih besar. Pesanan dari pembeli terus berdatangan, mereka tidak hanya dari dalam negeri tapi juga negeri asing," lanjutnya.

Pada divisi tekstil, Nina menjelaskan, Texmaco, sudah mulai bergerak dari hulu ke hilir. Bahan baku seperti benang, fiber, bahan kimia, kain sampai garment menjadi bagian dari divisi ini.

Sebagai perusahaan yang berorientasi ekspor, kontribusi Texmaco menghasilkan devisa cukup besar. Tapi dengan adanya pembatasan ataupun kuota yang diterapkan negara maju terhadap eksportir secara tidak langsung bisa mengurangi pemasaran produk tekstil Texmaco. (Ant/ima)

(Kompas)

1 komentar:

  1. Salut deh buat PT. Texmaco. Saya kira produk Truck dan Bus PERKASA sudah tidak berproduksi lagi, setelah vakum pd tahun 2004. Smoga smakin maju dan tetap jadi produk kebanggaan bangsa Indonesia.

    BalasHapus