27 Mei 2009

Lanud Tarakan Beroperasi Awal 2009

29 Februari 2008

Hawk 209 TNI Angkatan Udara (photo : TNI-AU)

Pesawat-pesawat tempur TNI AU yang selama ini berada di Lanud Balikpapan akan digeser.

TNI Angkatan Udara tengah membangun Pangkalan Udara (Lanud) di Tarakan, Kalimantan Timur. Menurut Kepala Staf Komando Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II Marsma Benyamin Dandel, bila pembangunan berjalan lancar direncanakan awal 2009 lanud tersebut sudah dapat beroperasi.

Nantinya, lanud tersebut dikomandani perwira berpangkat letkol serta diawaki kurang lebih 200 personel. Menurutnya, penyiapan lanud untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang bakal terjadi. "Khususnya menyangkut isu sengketa perbatasan Indonesia dan Malaysia di wilayah Kalimantan Utara," ujar Dandel dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis (28/2).

Sebelumnya, satuan TNI AU di Tarakan masih berupa pos AU. Di luar itu, unsur udara yang bertugas meng-cover wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia selama ini adalah Satuan Radar (Satrad ) 225. Dengan beroperasinya Lanud Tarakan, nantinya kehadiran pesawat-pesawat tempur yang selama ini berada di Lanud Balikpapan akan digeser ke pangkalan tipe C itu.

Pasalnya, perbatasan dengan Malaysia di sekitar Tarakan merupakan daerah strategis yang merupakan penghasil minyak terbesar di Indonesia. "Harus ada langkah antisipasi, termasuk dengan menghadirkan pesawat tempur," kata alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1977 itu.

Dia belum bisa memastikan berapa banyaknya pesawat yang akan dihadirkan. Semua kembali pada kebijakan pimpinan yang tentunya disesuaikan dengan kesiapan pesawat dan eskalasi ancaman.

Mengenai kesiapan landasan, Dandel optimis Lanud Tarakan akan mampu didarati pesawat tempur yang ada saat ini, seperti Sukhoi, F-16, F-5, maupun Hawk 100/200. Pasalnya, kini tengah dilaksanakan proyek memperpanjang runway menjadi 2240 m. Dia berharap, Pemda Kota Tarakan dan Provinsi Kalimantan Timur dapat mendukung terwujudnya Lanud Tarakan.

Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Tarakan Tamrin AD menyatakan dukungan penuh atas prakarsa matra udara membangun lanud di wilayahnya. Menurutnya, di Tarakan memang perlu dihadirkan kekuatan-kekuatan TNI, termasuk unsur Angkatan Udara, untuk mengimbangi kekuatan negara tetangga Malaysia yang seringkali membuat manuver dan provokasi.

"Kedaulatan merupakan harga mati. Kami sangat dukung setiap upaya menghadirkan kekuatan TNI - Polri di Tarakan," katanya. Dia menambahkan, pihaknya kini telah menyiapkan lahan seluas 168 hektar milik Pemda, yang berada di sebelah Bandara Juwata, Tarakan.


Sementara untuk pembangunannya, tahun anggaran 2007 Pemda Kaltim telah mensubsidi dana Rp10 miliar dan Pemkot Tarakan Rp2,5 miliar. Pembangunan sudah dilaksanakan sejak 2005. Saat ini sedang berjalan pembangunan landasan, fasilitas lanud seperti komplek perkantoran, dan infrastruktur lainnya.

(Jurnal Nasional)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar