24 Mei 2009

Boeing 707 dan Boeing 737 Skuadron 17 "Kereta Kencana"

10 Maret 2008

Boeing B707


Boeing 707 TNI Angatan Udara (photo : Jetphotos)

Merupakan satu-satunya pesawat terbesar yang pernah dimiliki Skuadron 17 sekaligus satu-satunya memiliki kemampuan terbang langsung jarak jauh antar negara. Pesawat ini resmi telah menjadi milik TNI-AU awal 1990 lewat proses hibah tapi sebelumnya Skuadron 17 telah mengoperasikannya sejak 1980-an walaupun dalam kapasitas menyewa (atas nama pemerintah Indonesia) dari pemilik pesawat yaitu Pelita Air Service (PK-PJQ).

Sama dengan C-130 V/VIP harusnya sesuai prosedur diberi nomor A-7001, tapi diberi angka A-7002. A-7002 memiliki kapasitas 104 kursi untuk penerbangan VVIP atau 164 kursi untuk penerbangan VIP atau 188 kursi untuk standar ekonomi. Yang terakhir ini dikhususkan untuk tugas bakti negara seperti mengantar atlit Sea Games 1999 dan pemulangan TKI/TKW dari Arab Saudi saat Perang Teluk 1991. Selain itu A-7002 juga pernah mengantarkan bantuan makanan dan obat-obatan untuk misi kemanusiaan. Tidak masalah karena Boeing B707 ini merupakan series 3M1C, dengan huruf "C" terakhir berarti Convertible yang mampu diubah sewaktu-waktu menjadi pesawat kargo/angkut barang.

Meskipun dengan prosedur kerja Skuadron 17 yang matang toh pernah ada kejadian tidak mengenakan pula. Bulan Juni 2001 saat menerbangkan rombongan Presiden Gus Dur ke Australia, B707 mengalami trouble kebocoran oli di salah satu mesin. Pesawat lalu di-divert ke Melbourne dan rombongan melanjutkan terbang terus ke Sydney dengan pesawat Australian Air Force. Sebenarnya penerbangan dengan tiga mesin ke Sydney masih mampu dilakukan tapi karena mengangkut orang nomor satu maka tindakan prosedur preventif dilakukan. Berbeda dengan pendapat media nasional yang menganggap tidak profesional, malah Skudron 17 mendapat penghargaan khusus dari presiden karena telah mengambil keputusan yang tepat. Tahun 2003, B707-3M1C A-7002 mengakhiri tugas, tidak diterbangkan lagi sebelum dipensiunkan dua tahun kemudian dan dijual ke Omega Air, Irlandia untuk di-scrap.

Boeing B737

Boeing 737 TNI Angkatan Udara (photo : Airliners)

Seharusnya Skuadron 17 menerima pesawat baru Boeing B737-800 BBJ (Boeing Business Jet) senilai 50-60 juta dollar sebagai pengganti B707 atas permintaan Presiden Gus Dur September 2000, tapi gagal karena ditolak DPR. Sebagai gantinya tahun 2003, TNI-AU membeli B-737 dari series -2QB Advanced yang merupakan pesawat eks Bayu Indonesian Airlines (PK-BYD). Sesuai prosedur, pesawat ini beregistrasi berakhiran "02" sesuai dengan pesawat yang digantikan tetapi karena bisa dianggap rancu dengan Boeing B737 sejenis (AI-7302) yang dioperasikan Skuadron Intai 5 maka diberi registrasi A-7304. (Sudiro Sumbodo)

(Indoflyer)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar