17 Juni 2026

Kapal MPCP Gantikan Pangkalan Laut Tun Sharifah Rodziah di Perairan Semporna

17 Juni 2026

Pengadaan kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) TLDM oleh MKN akan berjalan sesuai rencana dengan anggaran sebesar RM486 Juta di bawah RMK13 (2026-2030) (photo: US Navy)

KUALA LUMPUR: Majlis Keselamatan Negara (MKN) akan melaksanakan perolehan sebuah kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) untuk menggantikan Pangkalan Laut Tun Sharifah Rodziah (PL TSR) bagi memperkukuh kawalan keselamatan di perairan negara di Sabah Timur.

MKN dalam kenyataan memaklumkan keputusan itu dibuat berdasarkan kedudukan geostrategik Sabah yang penting dan memastikan kawalan maritim sentiasa berada pada tahap tertinggi.

"Mengambil kira landskap keselamatan semasa dan kos penyelenggaraan PL TSR yang tinggi, Sidang MKN bersetuju menggantikan pangkalan tersebut dengan kapal MPCP yang mempunyai mobiliti lebih jauh, teknologi lebih maju serta mampu beroperasi dengan lebih cekap dan berkesan berbanding pelantar statik sebelum ini.

"Projek perolehan MPCP itu diluluskan di bawah Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13) dan menjadi antara projek utama MKN bagi memperkukuh instrumen pertahanan serta kawalan keselamatan negara di kawasan berisiko," menurut kenyataan itu.

MKN turut memaklumkan kerajaan bersetuju memeterai memorandum persefahaman (MoU) antara kerajaan Malaysia yang diwakili Ketua Pengarah Keselamatan Negara, Raja Datuk Nushirwan Zainal Abidin dengan kerajaan Turkiye yang diwakili Naib Presiden Sistem dan Platform Sekretariat Industri Pertahanan (SSB), Mustafa M Şeker, bagi merealisasikan projek berkenaan.

"MoU ini menjadi titik permulaan kepada perolehan MPCP yang akan dilaksanakan menerusi kerjasama kerajaan dengan kerajaan (G2G) antara Malaysia dengan Turkiye," menurut kenyataan itu.

Fungsi kapal MPCP (infographic: TLDM)

MKN memaklumkan pemilihan Turkiye sebagai rakan strategik dibuat berdasarkan kemajuan industri pertahanannya, selain membuka ruang kepada pemindahan teknologi, pelaburan fasiliti di Malaysia serta pertukaran kepakaran antara kedua-dua negara.

MPCP baharu itu akan berfungsi sebagai pangkalan hadapan serba boleh yang dilengkapi dengan radar pengawasan jarak jauh serta platform tanpa pemandu melibatkan pesawat tanpa pemandu (UAV) dan kenderaan permukaan tanpa pemandu (USV).

"Kapal ini akan mempunyai keupayaan dinamik untuk mengendalikan pelbagai operasi penguatkuasaan maritim dan boleh digerakkan secara fleksibel ke kawasan hotspot, sekali gus membantu mengurangkan ancaman keselamatan di Sabah Timur secara signifikan," menurut MKN.

Konsep pengoperasian secara `Whole of Government and Whole of Society' (WOGOS) akan dilaksanakan menerusi kerjasama pelbagai agensi termasuk Eastern Sabah Security Command(ESSCOM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Pasukan Polis Marin, Jabatan Imigresen Malaysia dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia.

"Kehadiran MPCP dijangka memantapkan lagi kesiapsiagaan, pemantauan dan tindak balas pantas terhadap ancaman seperti pencerobohan, penyeludupan dan jenayah rentas sempadan," menurut kenyataan itu.

MKN memaklumkan bahawa Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM) akan menerajui operasi kapal MPCP berkenaan berdasarkan pengalaman luasnya beroperasi di perairan Sabah.

Sebelum ini, Bernama melaporkan PL TSR yang terletak di perairan Semporna, Sabah secara rasminya dibubarkan pada Rabu lepas setelah sedekad beroperasi menjadi benteng hadapan dalam menjaga keselamatan serta kedaulatan perairan negara di Sabah Timur.

TLDM melalui Markas Wilayah Laut 2 dalam kenyataan memaklumkan majlis pembubaran penuh istiadat itu dilakukan oleh Panglima Armada Timur Laksamana, Madya Datuk Khir Junaidi Idris sebagai simbolik penamatan perkhidmatan pangkalan yang beroperasi sejak 31 Julai 2015.

275 komentar:

  1. MRSS delay
    MPCP alamat Sepi haha!😋🍌🤥

    BalasHapus
  2. Kita konversi ke US Dollar yuuuukkk:
    Pengadaan kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) TLDM oleh MKN akan berjalan sesuai rencana dengan anggaran sebesar RM486 Juta di bawah RMK13 (2026-2030)

    Hasil Konversi =
    US $ 119.554.299 atau singkatnya US $ 119,5 Juta per unit


    Konklusi:

    Kapal Murahan Plat Tipis status Fitted for but not with.... artinya Kosongan jadi Kapal Pancing Ikan Tongkol


    BalasHapus
  3. Sébastien Lecornu
    @SebLecornu

    Indonesia reaffirms its confidence in the excellence of the French defense industry! During the state visit of @EmmanuelMacron , I signed a letter of intent with my counterpart regarding the future acquisition of:
    ➡️ additional Rafale fighter jets from @Dassault_OnAir and additional Scorpène submarines from @navalgroup
    ➡️ additional CAESAR self-propelled howitzers and their ammunition from @KNDS_France .
    We thank our Indonesian partner for this confidence.
    It demonstrates both the excellence of French equipment and our commitment to forging lasting partnerships that benefit the local defense industry.

    https://x.com/SebLecornu/status/1927644927514579291
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️


    segra nambah rafale, skorpeng EVO & SPH Caesar

    Harap para warganyet kl, jangan kaget yaa..Caesar Mk2 duluan kami lagiiii haha!👍😎🤣

    Makloum BAJET KAMI BESAR, SHOPPING KAMI BANYAKhaha!🤑🤗💰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Catat ini cuitan menteri, boss mindef prancis yg bilang,
      uda loi
      kita segra nambah RAFALE, EVO dan Caesar MK2 NG

      kalo yg sign bukan mindef paris =kontrak kosonk kayak di seblah haha!🤥😋🍌

      Hapus
  4. Bahasa hiperbola apa malaydesh:

    Konsep pengoperasian secara `Whole of Government and Whole of Society' (WOGOS) akan dilaksanakan menerusi kerjasama pelbagai agensi termasuk Eastern Sabah Security Command(ESSCOM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, Pasukan Polis Marin, Jabatan Imigresen Malaysia dan Jabatan Kastam Diraja Malaysia.


    Konklusi:
    Malaydesh itu MISKIN or LOW BUDGET

    BalasHapus
  5. ADS PRANK SPH = BERUK KLAIM SHOPPING
    2026 : KNDS – ADS
    2016 : NEXTER – ADS
    -----------
    2025-2016 = 10 TAHUN PRANK SPH
    PRANK NEXTER :Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the Malaydesh n Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016.
    -----------
    BUKAN MINDEF = MIDDLEMAN (UANG KOPI)
    Representatives of KNDS and its local industrial partner Advanced Defense System (ADS Sdn Bhd) formalized an order for 18 CAESAR artillery systems on Tuesday, 16 June 2026, during the 2026 edition of Eurosatory.
    --------------------------------
    SURAT UTANG (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun)
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII)
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% .
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55%.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  6. MAMPUS BERUK = KASTA SUBSIDI....
    CUT BUDGET = SUBSIDI BBM MEMBENGKAK RM 58,4 MILLIAR
    -
    • Pemicu: Krisis energi akibat konflik Timur Tengah (Perang Iran).
    • Target: Hemat RM10 miliar untuk menutup subsidi yang membengkak (RM58,4 miliar).
    Sumber Utama: Channel News Asia, Free Malondesh Today, The Edge Malondesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  7. Kapal ini cocok buat jadi sasaran salvo rudal KRI Balaputra Dewa

    BalasHapus
  8. Kayaknya pake bom ikan bolong nih kapal. Maklum platnya tipiiiiis

    BalasHapus
  9. SHOPING lagiiii...... HOREYYYYY....

    GORILLA MISKIN MAKIN TERTEKAN... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
      --------------------------------------------
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  10. SHOPING..... SHOPING... SHOPING... SHOPING.... HOREYYYYY

    BalasHapus
    Balasan
    1. 171 USANG =
      TDM 108 UNIT
      TLDM 34 KAPAL
      TUDM 29 PESAWAT
      -
      Angkatan Tentera Malaydesh (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
      -
      Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
      -
      Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
      -
      Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
      -
      Sumber = Astro Awani, Malaysiakini, DagangNews, dan Airtimes Malaysia.
      ----------------------------------
      TENTERA LAUT DIRAJA MALAYSIA (TLDM) — 34 UNIT
      Dari 34 unit kapal tua tersebut, sebanyak 28 kapal bahkan telah melampaui usia 40 tahun. Contoh aset maritim yang masuk dalam rentang usia ini meliputi:
      -
      KD Pendekar (Kapal Serang Laju): Berusia 45 tahun dan telah tenggelam di perairan Johor akibat menabrak objek bawah air. Laporan publik mengonfirmasi kondisi kapal yang sudah usang ikut memengaruhi insiden ini.
      -
      Kapal Serang Laju (Fast Attack Craft) Kelas Perdana & Handalan: Kapal-kapal seperti KD Perdana dan KD Handalan yang dibeli sejak era 1970-an.
      -
      KORVET Kelas Kasturi: Kapal perang seperti KD Kasturi dan KD Lekir yang telah beroperasi sejak awal tahun 1980-an (berusia sekitar 40 tahun).
      ----------------------------------
      TENTERA UDARA DIRAJA MALAYSIA (TUDM) — 29 UNIT
      Aset udara komparatif yang dibeli pada era akhir 1970-an hingga awal 1990-an dan masih dipertahankan meliputi:
      -
      Pesawat Angkut Lockheed C-130 Hercules: Pesawat angkut taktis andalan Malaysia yang mayoritas variannya telah digunakan sejak tahun 1976 hingga 1980-an (berusia lebih dari 40 tahun).
      -
      Helikopter Sikorsky S-61A-4 Nuri: Meskipun sebagian besar sudah dipensiunkan secara bertahap, helikopter ini merupakan contoh transisi alutsista udara usang karena telah digunakan sejak tahun 1968.
      -
      Jet Tempur Hawk 108/208: Jet latih dan tempur ringan milik Malaysia yang mulai dikirim sejak tahun 1993 hingga 1995 (mencapai batas usia 30 tahun).
      ----------------------------------
      TENTERA DARAT MALAYSIA (TDM) — 108 UNIT
      Untuk matra darat, unit yang dimaksud didominasi oleh kendaraan taktis dan kendaraan lapis baja ringan era Perang Dingin:
      -
      Kendaraan Lapis Baja Condor 4x4 (APC): Kendaraan pengangkut personel buatan Jerman yang dibeli oleh Malaysia dalam jumlah besar pada awal tahun 1980-an (berusia di atas 40 tahun).
      -
      Tank Ringan Alvis Scorpion: Tank ringan pengintai beroda rantai yang dioperasikan sejak tahun 1981.
      -
      Kendaraan Lapis Baja Sibmas 6x6: Kendaraan pendukung tembakan beroda ban yang juga diakuisisi pada era awal 1980-an.

      Hapus
    2. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
      -------------------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
  11. BERITA PERTAHANAN MALAYSIA... SHOPING... SHOPING... SHOPING... 😎😎🇲🇾🇲🇾

    Berita pertahanan INDIANESIA... AKAN... AKAN... AKAN... AKAN.. AKAN... 👎👎🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MİLGEM =
      INDONESIA : PREMIUM UPGRADE
      PAKISTAN : PREMIUM UPGRADE
      MALAYDESH : MURAH DOWNGRADE
      -
      FULL RADAR AESA......
      48 KAAN MURAD
      42 RAFALE RBE2
      2 PPA KRONOS AESA
      4 AH140 FMP CENK 350, 400 AESA
      2 ISTIF CENK 400, CENK 200
      3 OPV 98 HENSOLDT TRS 4D AESA
      4 KCR V PALINDO CENK 200 AESA
      1+3=4 KCR 60 TESCO CENK 200 AESA
      -
      Kategori Kapal
      Indonesia (Kelas Istif): USD 1 Milliar / USD 500 Million Per Unit
      Pakistan (Kelas Babur): USD 1,5 Miliar / USD 375 Million Per Unit
      Malondesh (Kelas Ada): USD 726 Juta / USD 242 Million Per Unit
      -
      Kategori Kapal
      Indonesia (Kelas Istif): Fregat Multiperan (Multi-role Frigate)
      Pakistan (Kelas Babur): Korvet Berat / Fregat Ringan
      Malondesh (Kelas Ada): Korvet
      -
      Penyedia Kontrak
      Indonesia (Kelas Istif): TAIS Shipyards
      Pakistan (Kelas Babur): ASFAT
      Malondesh (Kelas Ada): STM
      -
      Jumlah Unit
      Indonesia (Kelas Istif): AAW, ASuW, EW. ASW
      Pakistan (Kelas Babur): AAW, ASuW, STW. ASW
      Malondesh (Kelas Ada): ASuW, AAW, EW
      -
      Bobot (Displacement)
      Indonesia (Kelas Istif): ± 3.000 - 3.100 ton
      Pakistan (Kelas Babur): ± 2.900 ton
      Malondesh (Kelas Ada): ± 2.400 ton
      -
      Panjang Kapal
      Indonesia (Kelas Istif): 113,2 meter
      Pakistan (Kelas Babur): 108,2 meter
      Malondesh (Kelas Ada): 99,5 meter
      -
      Sistem VLS (Peluncur Vertikal)
      Indonesia (Kelas Istif): 16 Sel VLS (MIDLAS / Unyal)
      Pakistan (Kelas Babur): 16 Sel VLS (GWS-26 / Albatros NG)
      Malondesh (Kelas Ada): Tidak ada / Opsional kecil
      -
      Rudal Anti-Kapal (SSM)
      Indonesia (Kelas Istif): 4 s.d 16 x ATMACA
      Pakistan (Kelas Babur): 6 x Harbah (Rudal Jelajah)
      Malondesh (Kelas Ada): 8 x Atmaca / NSM
      -
      Pertahanan Udara (SAM)
      Indonesia (Kelas Istif): Hisar-O / Rudal Jarak Menengah
      Pakistan (Kelas Babur): CAMM-ER
      Malondesh (Kelas Ada): MICA VL / Jarak Pendek
      -
      Fokus Operasional
      Indonesia (Kelas Istif): Peperangan Multiperan Zona Terbuka
      Pakistan (Kelas Babur): Peperangan Anti-Kapal & Serangan Darat
      Malondesh (Kelas Ada): Patroli Pantai & Peperangan Anti-Kapal
      --------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    2. 1998 - 2026 = 28 TAHUN
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  12. Parah...... SHOPING TERUSSSS...... HOREYYYYY

    GORILLA MISKIN KETAR KETIR.... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  13. Gila CANGGIH Guys.... 😎😎😎



    MPCP baharu itu akan berfungsi sebagai pangkalan hadapan serba boleh yang dilengkapi dengan radar pengawasan jarak jauh serta platform tanpa pemandu melibatkan pesawat tanpa pemandu (UAV) dan kenderaan permukaan tanpa pemandu (USV).

    BalasHapus
  14. SHOPING lagi Guys.... ORANG KAYA... 😎😎😎

    BalasHapus
  15. MANTAP.... ASET BARU lagi.., 👍👍

    BalasHapus
  16. Buset kapal apa ni
    Jgn 2 sewa 😭😭

    BalasHapus
  17. Ckcck kapal angkut pisamg wkkw

    BalasHapus
  18. Akan pemgadaan wkwkkw
    Apanya shoping lon
    Last2 cancel gagal 😭🤤🤣🤣🤣🤣
    Spt LPD gagal

    BalasHapus
  19. GORILLA MISKIN MAKIN TERSAKITI HATI NYA Guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  20. Sudah di LULUS kan ya.... 😎😎🇲🇾🇲🇾



    "Projek perolehan MPCP itu diluluskan di bawah Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13) dan menjadi antara projek utama MKN bagi memperkukuh instrumen pertahanan serta kawalan keselamatan negara di kawasan berisiko," menurut kenyataan itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAMPUS KASTA SUBSIDI....
      CUT BUDGET = SUBSIDI BBM MEMBENGKAK RM 58,4 MILLIAR
      -
      • Pemicu: Krisis energi akibat konflik Timur Tengah (Perang Iran).
      • Target: Hemat RM10 miliar untuk menutup subsidi yang membengkak (RM58,4 miliar).
      Sumber Utama: Channel News Asia, Free Malondesh Today, The Edge Malondesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
  21. SHOPING... SHOPING... SHOPING... SHOPING... HOREYYYYY..... 🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      aset tua & tidak memadai =
      platform udara, laut, & darat mayoritas berusia di atas 30 tahun
      upgrade sangat terbatas, akibatkan sering mogok & biaya mro selangit
      ketersediaan aset (availability rate) rendah untuk misi tempur
      masih operasikan mig-29 & f-5 uzur yang kalah kelas di kawasan
      --------------------------------
      masalah alokasi anggaran =
      belanja pertahanan rm15–18 miliar per tahun habis dikonsumsi
      60–70% dana terserap untuk gaji, pensiun, & operasional dasar
      ruang untuk modernisasi, pembelian senjata, & latihan canggih sangat sempit
      skandal lcs: miliaran ringgit habis tanpa satu pun kapal terkirim (2025)
      --------------------------------
      sistem logistik & dukungan lemah =
      absennya sistem integrated logistics support (ils) yang tangguh
      perencanaan logistik buruk akibatkan rantai pasok tidak efisien
      perbaikan tertunda & kesiapan aset (readiness) berada di titik nadir
      unit tempur sulit jaga tempo operasional tanpa dukungan logistik kuat
      --------------------------------
      celah pelatihan & doktrin =
      cakupan & frekuensi latihan militer terbatas (low intensity)
      gagal simulasi skenario pertempuran modern yang nyata
      kurang penekanan pada operasi gabungan (joint operations) matra
      doktrin tidak selaras dengan ancaman siber & perang hibrida (grey-zone)
      --------------------------------
      tantangan sumber daya manusia =
      rekrutmen tidak merata & krisis ahli siber, ai, serta perang elektronik
      personel spesialis banyak keluar demi gaji sipil yang lebih tinggi (retention)
      kekurangan tenaga ahli untuk operasikan alutsista teknologi tinggi
      --------------------------------
      ketertinggalan strategis & geopolitik =
      postur pertahanan terlalu andalkan diplomasi non-provokatif
      pendekatan lunak tidak lagi efektif hadapi agresivitas china di zee
      risiko kalah saing dari vietnam & filipina yang asertif perkuat aliansi
      malondesh tertinggal dalam perlombaan senjata & kekuatan hard power
      --------------------------------
      chronic allocation problem =
      70% gaji & pensiun (personel)
      20-25% operasi & pemeliharaan (o&m)
      <10% pembangunan (procurement)
      baked-in structural failure
      --------------------------------
      why so skewed? =
      manpower-heavy force (tdm dominate)
      political welfare priority (pensions)
      rigid locked-in financial system
      weak multi-year planning
      --------------------------------
      effects on rmaf (air force) =
      insufficient flying hours (below nato)
      multi-fleet maintenance struggle
      mrca replacement hoaxes (decades delay)
      mig-29 capability gap
      --------------------------------
      effects on rmn (navy) =
      stalled modernization (lcs/mrss)
      limited fuel allocation (fewer sea days)
      high scorpene operational costs
      obsolete patrol fleet
      --------------------------------
      effects on tdm (army) =
      salary budget consumption (bloated)
      delayed armored & ad modernization
      outdated jungle-only training
      spares procurement backlog
      --------------------------------
      macro-level consequences =
      modernization paralysis
      prestige project failure (no sustainment)
      readiness erosion (grounded assets)
      widening gap with neighbors (sg/id)
      low return on investment (billions wasted)

      Hapus
  22. Shoping kami bukan bual lon tak spt bualan mu bla bla bla zonk cancel wkkwkw negara shoping kumpul brosur
    PT PaL mulai buat scorpene evo ,LPd UEA ,Lpd Pinoy
    Protptype K21 boromae siap dikirim
    Pesta shoping dan pesta bangun senjta dlm negeri

    Malondesh ...krik krik krik

    BalasHapus
  23. Dimana yang minyak subsidi INDIANESIA tu murah dari MALAYSIA....? kualiti MINYAK subsidi saja KALAH...🔥🔥🤣🤣🤣


    MALAYSIA
    RON 95 subsidi - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter.

    INDIANESIA
    RON 90 subsidi - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. SOLAR MALAYDESH MASIH MAHAL PADAHAL DAH KENA SUBSIDI....DASAR KASTA SUBSIDI JANGANKAN MINYAK, TELOR SAJA KENA JUGA MEMANG SANGAT MENYEDIHKAN JADI WARGA BERUK HIDUP CUMA MENGHARAPKAN SUBSIDI NEGARA YANG DIAMBIL DARI CUKAI CASINO 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      kurangnya transparansi & pengawasan =
      kurang dari 30% kontrak utama dilakukan melalui tender terbuka
      didominasi tender terbatas & penunjukan langsung (single-source)
      struktur kontrak tertutup tanpa pengumuman harga atau target pengiriman
      sulit melacak kemajuan proyek atau mendeteksi keganjilan dana
      --------------------------------
      peran broker & agen politik =
      pengadaan sering dimediasi pensiunan militer atau perantara politik
      bertindak sebagai "salesman" di dalam kementerian pertahanan
      gelembungkan harga & arahkan kontrak ke vendor favorit
      raja kecam praktik "peti mati terbang" akibat komisi broker yang rakus
      --------------------------------
      studi kasus skandal besar =
      a. skandal lcs: rm9 miliar raib untuk 6 kapal, nol unit terkirim hingga 2025
      melibatkan tokoh skandal scorpene & dugaan komisi ilegal lewat ltat
      b. skandal scorpene: pengadilan prancis ungkap suap pembelian kapal selam 2002
      melibatkan mantan menhan/pm najib razak dalam skema kickback
      c. skandal helikopter md530g: bayar 35% di muka sejak 2015, barang nihil hingga 2018
      kasus dilaporkan ke badan antikorupsi akibat penyimpangan prosedur
      --------------------------------
      kelemahan sistemik pemicu skandal =
      otoritas terpecah: pengambilan keputusan fragmen, pengawasan lemah
      intervensi politik: kontrak diberikan atas dasar koneksi, bukan prestasi
      audit macan kertas: temuan ditekan atau terlambat, akuntabilitas rendah
      anggaran buram: sulit melacak pembayaran serta deteksi aset fiktif
      --------------------------------
      dampak strategis =
      dana pertahanan habis untuk komisi, bukan senjata berkualitas
      kesiapan tempur militer (readiness) berada di titik nadir
      prajurit dipaksa gunakan alat standar rendah (substandard)
      kredibilitas pertahanan malondesh jatuh di mata internasional
      --------------------------------
      apa itu pembayaran progresif multi-tahun? =
      pengadaan besar (kapal, pesawat, panser) tidak dibayar tunai di muka
      pemerintah mencicil pembayaran selama 5–10 tahun
      anggaran tahunan terserap untuk cicilan lama, batasi proyek baru
      struktur ini niatnya ringankan fiskal, tapi jadi sumbat jangka panjang
      --------------------------------
      bagaimana ini hambat pengiriman platform? =
      a. kendala arus kas: dana terkunci untuk cicilan lcs atau jet fa-50, program baru ditunda
      b. fragmentasi kontrak: oem tuntut bayaran per tahap (milestone) untuk lanjut produksi
      c. volatilitas anggaran: jika bayaran per tahap telat, produksi berhenti & jadwal meleset
      transisi politik & pelemahan ringgit picu pemotongan jadwal bayar
      --------------------------------
      contoh nyata penundaan alutsista =
      program lcs: target 2019, status 2025 nol unit (penyebab: telat bayar & salah urus)
      jet fa-50: target batch awal 2024, meleset ke 2026+ (penyebab: pentahapan anggaran)
      av8 gempita: target armada penuh 2020, belum lengkap (penyebab: bayaran tersendat)
      --------------------------------
      dampak sistemik =
      celah kemampuan: pasukan terpaksa pakai besi tua sambil tunggu cicilan lunas
      risiko operasional: penundaan aset al & au jatuhkan daya gentar (deterrence)
      kehilangan kredibilitas: oem asing anggap malondesh klien berisiko tinggi
      produsen tuntut syarat bayar yang lebih ketat & mahal


      Hapus
    3. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ---------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDEANCE
      PLATFORM AGING
      ----------------
      🤣😝😀😁🤣😝😀😁

      Hapus
  24. Akan berjalan sesuai rencana RMK 13 karena tidak ada kontrak shopping


    Konklusi:

    Malaydesh belum shopping Kapal ini.

    Wkwkwk

    BalasHapus
  25. Majlis Keselamatan Negara (MKN) akan melaksanakan perolehan sebuah kapal Multi Purpose Command Platform (MPCP) untuk menggantikan Pangkalan Laut Tun Sharifah Rodziah (PL TSR)
    =============
    KATA KUNCI AKAN DAN CUMA 1....🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  26. Sakit hati smaa negara bujet ciput heli maseh sewa wkkwkw
    No level lon

    Bujet kita gede di Asean,malondesh shooing hibur diri🤣🤣🤣😄

    BalasHapus
  27. Sabah dan Sarawak harus Merdeka!

    BalasHapus
  28. Lulus ya kontrak belum wkwkwkw

    BalasHapus
  29. CONTOH J10 VERSI MEMBUAL..ternyata BOOONG..... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣



    Kemhan Bantah Kontrak Pembelian 42 Pesawat Tempur J-10C Asal China

    https://www.pojokpapua.id/kemhan-bantah-pembelian-jet-china

    BalasHapus
    Balasan

    1. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      kendala anggaran kronis =
      anggaran stagnan & tidak mencukupi kebutuhan strategis
      pemerintah enggan alihkan dana dari sektor lain untuk modernisasi
      pengadaan 136 unit hmav terhenti di kementerian kewangan
      rencana pembelian ditunda atau dipangkas habis
      besi tua dipaksa bertugas melampaui usia pakai
      --------------------------------
      salah urus pengadaan & penundaan =
      laporan audit 2025: kontrak panser rm7.8 miliar bermasalah
      68 unit gempita terlambat dikirim tanpa tindakan tegas
      pembayaran penuh tetap dilakukan meski vendor melanggar kontrak
      denda rm162.75 juta baru ditagih setelah terlambat dua tahun
      servis adnan & pendekar terbengkalai akibat krisis suku cadang
      --------------------------------
      broker & struktur kontrak tertutup =
      kurang dari sepertiga kontrak melalui tender terbuka
      didominasi "single-source" yang menguntungkan kroni politik
      pensiunan militer jadi broker untuk gelembungkan harga
      sultan kecam salesman mindef & broker "peti mati terbang" (black hawk)
      korupsi & harga selangit hancurkan kepercayaan publik
      --------------------------------
      inventaris tua & strategi nihil =
      171 aset militer berusia di atas 30 tahun (akhir 2024)
      tidak ada roadmap jelas untuk penggantian bertahap
      pembelian bersifat ad hoc & reaktif tanpa visi jangka panjang
      kesiapan operasional jatuh & celah kemampuan melebar luas
      --------------------------------
      tabel ringkasan hambatan akuisisi malondesh =
      limit anggaran: rendahnya prioritas belanja pertahanan (akuisisi batal/tunda)
      salah urus: pengawasan kontrak lemah & kiriman telat (pemborosan dana & readiness jatuh)
      --------------------------------
      laporan audit tertunda & disensor =
      laporan audit negara sering terlambat atau hanya disajikan sebagian di parlemen
      temuan sering disensor (redacted) jika libatkan kontrak sensitif & pejabat tinggi
      audit 2025 ungkap denda rm162.75 juta (gempita) tidak pernah ditagih
      denda keterlambatan rm1.42 juta menguap tanpa penjelasan
      masalah dibiarkan membusuk tanpa koreksi publik
      --------------------------------
      lemahnya penegakan rekomendasi audit =
      kementerian sering gagal jalankan instruksi perbaikan dari audit negara
      hanya sebagian kecil rekomendasi dijalankan meski mencakup dana rm48.87 miliar
      mindef pecah kontrak servis jadi kecil untuk hindari kontrol pengadaan
      tidak ada tindakan disiplin bagi pejabat yang langgar aturan
      audit hanya jadi simbol formalitas, bukan alat perbaikan
      --------------------------------
      kelemahan struktural pengawasan =
      tidak punya badan pengawas pengadaan pertahanan yang independen
      pengawasan terpecah antara kementerian kewangan, jpm, & mindef
      konflik kepentingan tinggi dalam struktur pengawasan internal
      unit audit internal militer kekurangan sumber daya & wibawa
      tidak ada kewajiban hukum untuk pelacakan kontrak secara real-time
      --------------------------------
      budaya impunitas & perlindungan politik =
      skandal besar (lcs & scorpene) jarang berujung pada vonis atau pemulihan aset
      broker & vendor dengan koneksi politik kebal terhadap hukum
      transparency international malondesh sebut adanya "budaya impunitas"
      kegagalan sistemik dianggap normal dalam ekosistem pertahanan
      akuntabilitas hancur & risiko korupsi terus mengakar
      --------------------------------
      tabel ringkasan kelemahan audit & konsekuensi =
      laporan tertunda/sensor: publik buta terhadap salah urus anggaran
      rekomendasi tak jalan: tidak ada tindakan korektif (masalah berulang)
      akuntabilitas pecah: celah bagi intervensi politik & penggelembungan biaya
      budaya impunitas: korupsi tersistematis & hilangnya wibawa lembaga

      Hapus
    2. HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ----------------------------------
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura

      Hapus
  30. Heyy. ..shoping akan kontrak kosong wkwkkw hahhahahaha

    BalasHapus
  31. FAKTA TAK TERBANTAH OLEH GORILLA... Saya mau tanya siapa MAHAL...?🔥🔥🤣🤣🤣


    MALAYSIA 🇲🇾😎
    RON 95 subsidi (MINYAK BERKUALITI TINGGI) - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter


    INDIANESIA 🇵🇱🤣
    RON 90 Subsidi (MINYAK KUALITI RENDAH) - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      sistem dan platform tua =
      171 aset militer (ad, al, au) berusia di atas 30 tahun (data 2024)
      kapal serang cepat (fac) tldm berusia di atas 40 tahun
      tidak kompatibel dengan sensor, senjata, & komunikasi modern
      biaya upgrade sangat mahal atau mustahil karena struktur usang
      --------------------------------
      ketergantungan suku cadang asing =
      inventaris gado-gado (as, inggris, prancis, rusia, dll)
      logistik rumit: suku cadang harus diimpor dari berbagai negara
      oem berhenti produksi suku cadang (discontinued)
      apc condor & tank scorpion andalkan supplier yang sudah tutup
      --------------------------------
      kerusakan berulang & siklus perbaikan =
      tingkat kegagalan tinggi akibat usia & iklim tropis
      teknisi terpaksa lakukan perbaikan "tambal sulam" (patchwork)
      28 dari 34 kapal perang tldm berusia di atas 40 tahun
      kesiapan armada jatuh & misi sering gagal (low mission success)
      --------------------------------
      kuras anggaran & biaya peluang =
      60-70% anggaran habis untuk gaji & perawatan besi tua
      dana terserap untuk servis aset usang, bukan beli alutsista baru
      investasi tinggi tapi tidak ada peningkatan kekuatan (stagnasi)
      kegagalan membangun kemandirian mro domestik
      --------------------------------
      tabel ringkasan beban biaya tinggi =
      sistem usang: platform >30-40 tahun (incompatible & mahal)
      dependensi asing: supplier beragam & risiko politik (biaya inflasi)
      sering mogok: aus tropis & kegagalan komponen (downtime lama)
      impas anggaran: dana habis untuk perawatan (stagnasi strategis)
      --------------------------------
      skala inventaris besi tua =
      171 aset militer atm berusia di atas 30 tahun (data akhir 2024)
      angkatan darat: 108 unit usang
      tudm: 29 pesawat uzur
      tldm: 34 kapal tua
      kapal serang cepat (fac) tldm mendekati usia setengah abad
      --------------------------------
      ketiadaan rencana penggantian terstruktur =
      tidak punya roadmap modernisasi multi-tahun yang jelas
      pengadaan bersifat ad hoc, reaktif, & disetir kepentingan politik
      proses anggaran tidak transparan terkait jadwal penggantian aset
      apc condor uzur belum diganti meskipun butuh 136 unit hmav segera
      --------------------------------
      beban perawatan & pembusukan kapabilitas =
      aset tua butuh servis berkala dengan suku cadang yang sudah punah
      ketinggalan zaman: platform tua tidak bisa integrasi dengan sistem baru
      gagal penuhi standar interoperabilitas dengan sekutu modern
      sensor & senjata kapal tua tldm sudah tidak relevan dengan standar laut modern
      --------------------------------
      konsekuensi strategis =
      kemampuan proyeksi kekuatan & jaga wilayah maritim merosot tajam
      lemah dalam merespons ancaman keamanan regional
      kalah saing dari indonesia, vietnam, & singapura yang punya jalur modernisasi jelas
      risiko kehilangan daya gentar (deterrence) di asia tenggara
      --------------------------------
      tabel ringkasan inventaris tua vs strategi nihil =
      platform tua: 171 aset >30 tahun (efektivitas tempur jatuh)
      roadmap nihil: tidak ada rencana jangka panjang (celah kemampuan melebar)
      biaya mro tinggi: sistem usang & dependensi asing (anggaran bocor)
      kerugian regional: tetangga lebih cepat modern (stagnasi strategis malondesh)

      Hapus
    2. 5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENHAN = AKAN
      MALONDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      =========
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      2026 = F18 BATAL-NSM BANNED-AMRAAM BLOKIR-UH60A BATAL = CUT BUDGET
      ------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
  32. Pesawat tempur sidah deal 42 Rafale sama 48 Gen 5 kAAn
    Klo deal J10 makin koyak hati kwkwkkww
    Byee byte Hornet

    BalasHapus
  33. INDONESIA hanya perlu kirim 1 unit KSOT dengan 8 Light Torpedo Piranha ke Laut Sabah untuk tenggelamkan kapal MPCP.


    WKWKWK

    Hahaha



    BalasHapus
  34. Wooow
    42 Rafale
    48 KAAn gen 5

    Ini saja bikin malondesh panas jom wkkwwkw
    Belum KF21 boromae

    BalasHapus
  35. F15 versi MEMBUAL..... TERNYATA SIGN KONTRAK KOSONG guys... MALUNYA... 🤣🤣🤣🤣



    SEMASA MEMBUAL.. 🤡🤡

    Menhan Prabowo Resmi Beli 24 Unit Jet F-15 EX Eagle

    https://news.republika.co.id/berita/rzrrdq484/menhan-prabowo-resmi-beli-24-unit-jet-f15-ex-eagle

    ==================

    SELEPAS MEMBUAL.. 🤣🤣🤣

    Boeing resmi menghentikan kampanye penjualan F-15EX ke Indonesia, Kemhan: Harganya kemahalan

    https://www.airspace-review.com/2026/02/05/boeing-resmi-menghentikan-kampanye-penjualan-f-15ex-ke-indonesia-kemhan-harganya-kemahalan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      CUTTING SUBSIDIES FOR =
      FUEL
      ELECTRICITY
      WATER
      EDUCATION
      HEALTH SERVICES.
      the MALAYDESH government is raising taxes to narrow the budget deficit and improve tax collections. The government is also cutting subsidies for certain items.
      Explanation
      • The government is introducing new taxes, such as a carbon tax, inheritance tax, and a tax on unhealthy food.
      • The government is raising excise duties on sugary drinks.
      • The government is expanding the scope of the sales and service tax (SST).
      • The government is raising the minimum wage.
      • The government is cutting subsidies for fuel, electricity, water, education, and health services.
      • The government is targeting subsidies for those most in need.
      The government's goal is to reduce dependency on oil and gas revenues. The government also wants to build a more sustainable economy.
      Budget deficit
      The government's fiscal deficit is expected to narrow to 3.8% of GDP in 2025 from an estimated 4.3% in 2024. The government's medium-term goal is to cut the fiscal deficit to 3% of GDP.
      ---------------------------------
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      MALAYDESH has experienced a number of SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000, including high public DEBT, household DEBT, and a fiscal deficit.
      Public DEBT
      • Fiscal deficit: The fiscal deficit was high during the pandemic, exceeding 6% of GDP.
      • Public DEBT to GDP ratio: In 2023, public DEBT was almost 70% of GDP, which is higher than the average of 55% in the 2010s.
      • Statutory DEBT limit: The statutory DEBT limit has been revised several times over the last three decades.
      Household DEBT
      • Household DEBT to GDP ratio: In 2007, the household DEBT to GDP ratio was 67%, up from 47% in 2000.
      • DEBT to income ratio: The ratio of DEBT to income for MALAYDESH households has been increasing since 2000.
      • Household DEBT crisis: In 2023, household DEBT reached RM1.53 trillion, with a household DEBT-to-GDP ratio of 84.3%.
      Other factors
      • External DEBT: MALAYDESH 's external DEBT is also a concern.
      Export vulnerability: MALAYDESH 's manufacturing sector is vulnerable to drops in external demand


      Hapus
    2. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      armada tua melampaui usia pakai =
      lebih dari separuh dari 49 kapal beroperasi di atas 40–45 tahun
      kd pendekar (1979) tenggelam tahun 2024 akibat keausan struktur
      usia ideal kapal 20–25 tahun, tldm memaksakan dua kali lipatnya
      risiko tinggi kegagalan mekanis & ancaman nyawa personel
      --------------------------------
      penundaan penggantian & kegagalan kontrak =
      target 18 kapal baru, hanya 4 unit yang terkirim hingga pertengahan 2025
      proyek lcs dihancurkan oleh korupsi, salah urus, & penundaan kronis
      laporan audit negara: tldm dipaksa andalkan "besi tua" karena pengganti nihil
      celah strategis dalam cakupan patroli wilayah laut
      --------------------------------
      sistem usang & krisis suku cadang =
      kerugian rm384.5 juta akibat 1.62 juta suku cadang tidak kompatibel
      sistem gado-gado (prancis, inggris, italia, jerman) menyulitkan integrasi
      logistik tidak efisien & siklus perbaikan sangat lama
      biaya perawatan membengkak untuk hasil tempur minimal
      --------------------------------
      daya gentar terbatas & jangkauan lemah =
      wilayah laut 500.000 km² tidak mampu dipatroli secara efektif
      sensor & daya tahan kapal tua tidak mampu imbangi teknologi modern
      gagal membendung kehadiran coast guard & angkatan laut china
      vulnerabilitas tinggi di wilayah sengketa (laut china selatan)
      --------------------------------
      ringkasan kelemahan kapal tldm =
      platform tua: >50% armada usia >40 tahun (risiko karam tinggi)
      delay kontrak: baru 4 dari 18 kapal selesai (daya patroli jatuh)
      sistem usang: teknologi lama & suku cadang mubazir (mro rumit)
      gentar terbatas: gagal amankan wilayah luas (strategi defensif lumpuh)
      --------------------------------
      peran perantara (middlemen) yang mengakar =
      kontrak pertahanan sering ditengahi agen atau broker politik
      pensiunan perwira militer bertindak sebagai penjaga pintu (gatekeepers)
      biaya membengkak akibat lapisan komisi perantara yang rumit
      "open secret" dalam ekosistem pertahanan yang merusak transparansi
      --------------------------------
      tender tertutup & kompetisi terbatas =
      kurang dari sepertiga kontrak utama diberikan melalui tender terbuka
      didominasi "single-source" yang menguntungkan kroni politik
      pemilihan vendor berdasarkan lobi, bukan pertimbangan teknis
      efektivitas biaya (cost-effectiveness) dikorbankan demi patronase
      --------------------------------
      dominasi perusahaan koneksi politik =
      perusahaan diisi tokoh militer untuk akses istimewa ke pengambil kebijakan
      vendor menang meski tawarkan barang standar rendah atau bekas
      kasus black hawk sewaan dicap sebagai "peti mati terbang" oleh sultan
      sultan mengecam agen/salesman yang memeras anggaran negara
      --------------------------------
      dampak sistemik =
      dana publik habis untuk komisi broker, bukan senjata berkualitas
      anggaran pertahanan selalu tidak cukup akibat harga yang digelembungkan
      angkatan bersenjata menerima peralatan usang atau tidak sesuai kebutuhan
      kredibilitas kementerian pertahanan (mindef) jatuh di mata rakyat & raja


      Hapus
  36. Bye byee Hormet bualan mimpi basah

    BalasHapus
  37. Dan akhrinya
    42 Rafale
    48 Kaan gen 5

    Reall hahhaha
    Kf21 otw to papa

    BalasHapus
  38. Hormet wet dream
    Bla vla bla bla wkwkwkw

    Welcome Rafale
    Welcome Gen 5 Kaan

    Makin panas

    BalasHapus
  39. Lulus ya lon..tapi kontrak kosong
    Hahahahha...hahahaha

    BalasHapus
  40. BENER BENER BOTOL BERUK MALAYDESH SATU INI, KEMHAN ITU ADA MENTRINYA YA.

    MENTRI PERTAHANAN BILANG SENDIRI KALO J10 AKAN SEGERA TERBANG DI JAKARTA, KALO CUMA SEKJEN KEMHAN YANG BILANG ARTINYA APA LON.....🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  41. Move on lon berita basi wkwkww
    We have Rafale
    2030 we got Gen 5 KAan

    And malysial got NOTHING BULLS SIT🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  42. Prototypte Kf21 on the way lon
    Awas panas panas wkwkwkw
    Jom terbakar

    BalasHapus
  43. TAK PUNYA UANG KOK SHOPPING TIADA HENTI LON.....PUNYA OTAK ITU BUAT BERPIKIR JANGAN CUMA BUAT MENGHARAPKAN SUBSIDI DARI CUKAI CASINO 🤡🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  44. Where MrCa from malon..krik krik krikk
    Hornet bla bla bla
    Wet Dream

    BalasHapus
  45. MISKIN BUAT CARA MISKIN... NGUTANG SAJA TAHUNYA..... 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      MALAYDESH DEFICIT =
      SALES AND SERVICE TAX EXPANSION
      SUBSIDY RATIONALISATION
      A budget deficit in MALAYDESH can lead to economic instability, financial difficulties, and increased government DEBT.
      Economic impact
      • Economic growth: Prolonged budget deficits can hinder economic growth.
      • Financial instability: Budget deficits can expose MALAYDESH to financial instability.
      Government DEBT
      • DEBT increase: Budget deficits increase government DEBT over time.
      • Interest costs: Higher interest costs dampen economic growth.
      • Creditors: Creditors may become concerned about the government's ability to repay its DEBT.
      Fiscal consolidation
      • Subsidy rationalisation
      Rationalizing subsidies, particularly for fuel, can help reduce the fiscal deficit.
      • Sales and Service Tax (SST) expansion
      Expanding the Sales and Service Tax (SST) can help reduce the fiscal deficit.
      Budget deficit targets
      • 2025: The government targets a budget deficit of 3.8% of GDP in 2025.
      • 2026: The government aims to reduce the fiscal deficit to around 3% of GDP by 2026.
      Budget deficit and DEBT
      Budget deficits and federal government DEBT are interrelated and affect each other
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH ,

      Hapus
    2. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      infrastruktur mro terfragmentasi =
      sektor mro dangkal secara teknis
      fokus pada komersial, bukan standar militer
      dari 200 perusahaan, hanya sedikit yang mampu menangani jet tempur
      absennya fasilitas overhaul mesin su-30mkm & hawk
      --------------------------------
      lokalisasi lambat & ketergantungan asing =
      servis kelas tinggi masih butuh teknisi asing
      tidak ada roadmap mro nasional yang selaras dengan modernisasi
      tidak punya akses ke skema rahasia & software sistem tempur
      gagal mandiri saat krisis atau embargo
      --------------------------------
      lemahnya pengawasan & tata kelola vendor =
      laporan audit 2025: denda rm162.75 juta tidak ditagih
      denda keterlambatan rm1.42 juta menguap begitu saja
      kontrak diberikan ke kroni tanpa uji kompetensi teknis
      akuntabilitas terpecah antara mindef & kementerian keuangan
      --------------------------------
      aset usang & krisis suku cadang =
      171 platform berusia di atas 30 tahun
      suku cadang sudah tidak diproduksi (discontinued)
      kerugian rm384.5 juta akibat 1.62 juta suku cadang mubazir
      pemeliharaan reaktif, tidak efisien, & biaya bengkak
      --------------------------------
      dampak sistemik =
      kesiapan tempur armada (readiness) merosot tajam
      biaya perawatan meningkat untuk hasil yang minim
      risiko sabotase atau kegagalan sistem tempur saat konflik
      anggaran negara bocor ke vendor yang tidak kompeten
      --------------------------------
      inventaris rudal terbatas & jarak pendek =
      hanya memiliki sistem pertahanan udara jarak pendek (vshorad)
      andalkan starstreak & rapier tua (jarak 5–7 km)
      zero perlindungan terhadap jet modern & drone canggih
      infrastruktur kritis & pangkalan depan sangat rentan
      --------------------------------
      modernisasi tertunda & krisis dana =
      kebutuhan gbad (ground-based air defence) hanya di atas kertas
      usulan sistem mica vl ng & emads (camm) tanpa alokasi dana
      rudal vl mica terkunci di proyek lcs yang mangkrak bertahun-tahun
      kesiapan operasional lumpuh akibat keterlambatan kontrak
      --------------------------------
      ekosistem rudal terfragmentasi =
      sumber sistem gado-gado (inggris, prancis, rusia)
      masalah interoperabilitas & integrasi antar platform
      beban logistik, perawatan, & pelatihan yang rumit
      zero produksi rudal domestik & rantai pasok lokal
      --------------------------------
      absennya serangan strategis & pencegahan =
      tidak punya rudal balistik, jelajah, atau standoff pgm
      tudm tidak mampu melakukan serangan balik jarak jauh
      lemah dalam mencegah agresi karena tidak bisa membalas (retaliation)
      hanya aktor defensif pasif, tidak mampu membentuk dinamika kawasan
      --------------------------------
      Ringkasan kelemahan rudal =
      inventaris pendek: hanya starstreak/rapier (rentan ancaman udara)
      penundaan kontrak: dana gbad nihil & lcs tertunda (readiness jatuh)
      ekosistem pecah: banyak supplier, nol produksi lokal (sustainment rendah)
      tiada daya serang: tanpa rudal jelajah/balistik (leverage strategis nol)


      Hapus
  46. Bujet kita naik lagi lon hahaha
    Bye malon
    Salam sewa

    BalasHapus
  47. Salam sewa pake hutamg lon
    Tak usah bual bla bla bla🤣🤣🤣

    BalasHapus
  48. Tunggu kejutan ya lon masih byk kita shoping hahhah yuhuu

    BalasHapus
  49. Nak tanya je..mana tuh MRCA HORNET

    BalasHapus
  50. RAFALE tu saja INDIANESIA terpaksa HUTANG LENDER.. 🔥🔥🤣🤣🤣



    Kemenkeu Setujui Pinjaman Asing Rp 60,65 Triliun untuk Pembelian Jet Rafale

    https://news.republika.co.id/berita/rlewmo484/kemenkeu-setujui-pinjaman-asing-rp-6065-triliun-untuk-pembelian-jet-rafale

    BalasHapus
  51. Bye malondesh..kami tak level dengamu
    Negara tukang Klaim

    BalasHapus
  52. Yahh.katanya byk uang
    Hormet bekas pun tak samggup beli
    Macam sampah pula negara M 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  53. kahsiyan negri🎰kasino genting gak punyak SPH apalagi, ITBM haha!😂🍌😝
    ❌️CAESAR SPH KENSEL 30 TAHUN PRENK
    ❌️YAVUZ SPH KENSEL
    ❌️M109 SPH KENSEL
    ❌️BLEKHOK SEWA KENSEL
    ❌️HORNET RONGSOK KUWAIT KENSEL

    apa kabar
    ❌️MRCA RAFALE PRENK
    ❌️MRCA TAIFUN PRENK

    ❌️DAMEN OPV KENSEL 2
    ❌️GOWING lcs KENSEL 1

    last last NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES haha!👍😭🍌

    BalasHapus
  54. Sejak bila MALAYSIA dan INDIANESIA sama level.. 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs Malaydesh)
      Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
      Malaydesh (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
      -
      Degradasi Administrasi & Reputasi Internasional
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai 48 pesawat Skyhawk yang hilang dan 2 mesin jet tempur yang raib dari gudang.
      Sanksi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan kehilangan tiket Piala Asia 2027 yang diambil alih oleh Vietnam.
      Tekanan AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang mengincar sektor manufaktur utama.
      -
      Krisis Ketahanan Nasional
      Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
      Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.

      Hapus
    2. DOKUMEN REKAPITULASI FISKAL PERTAHANAN KAWASAN ASEAN (2020–2026)
      MATRIKS TRANSFORMASTIF ALUTSISTA VS DEGRADASI KEUANGAN STRATEGIS
      ________________________________________
      KONTRAS PENGADAAN SIPRI 2025: EXPANSIVE SHOPPING VS LEAN VACANCY
      • Indonesia (Halaman 1 SIPRI — Status Aktif / Belanja Masif):
      o Nilai Kontrak Terkonfirmasi: Investasi pertahanan menembus ~USD 10,47 Miliar + EUR 1,2 Miliar.
      o Paket Jet Tempur Rafale F-4 (42 Unit): Alokasi anggaran efektif senilai USD 8,1 Miliar (Confirmed).
      o Fregat PPA-L-Plus / Brawijaya Class (2 Unit): Alokasi modal maritim senilai EUR 1,2 Miliar (Confirmed).
      o Armada Drone Bersenjata Anka-S (12 Unit): Nilai kontrak taktis terkonfirmasi USD 300 Juta (Confirmed).
      o Pesawat Angkut Strategis A400M Atlas (2 Unit): Estimasi paket penuh beserta pelatihan senilai ~USD 700 Juta.
      o Rudal & Peluncur Khan / Bora (40 Rudal + 4 Peluncur): Estimasi pengadaan artileri taktis ~USD 100 Juta.
      o Sistem Penggerak Inti (6 Unit Turbin LM-2500 & Mesin MTU): Estimasi penguatan propulsi maritim ~USD 150 Juta.
      o Mesin Udara TP400-D6 & Air Refuel System: Terintegrasi penuh di dalam kontrak pembelian pesawat A400M.
      o Status Global: Mengukuhkan diri di peringkat ke-18 importir senjata terbesar dunia.
      • Malondesh (Halaman 1 SIPRI — Status Kosong / Salam Lembar Kosong):
      o Nilai Kontrak Baru: NOL (KOSONG) sepanjang periode tahun anggaran 2024 hingga 2025.
      o Aktivitas Transaksi: Mengalami stempel KOSONG enam tahun beruntun (2020–2025) tanpa adanya rilis order baru.
      o Moratorium Belanja 2026: PM Anwar Ibrahim membekukan total seluruh pengadaan militer akibat gurita kasus korupsi, suap, dan kartel internal yang dibongkar MACC.
      o Status Global: Resmi dinyatakan Out List atau terdepak dari Daftar 40 Besar Importir Senjata Dunia SIPRI.
      ________________________________________
      KONTRASTING FISKAL MAKRO: INDONESIA VS JEBAKAN UTANG MALONDESH
      • Indonesia (The Giant — Fondasi Kuat):
      o Skala Ekonomi: PDB Nominal kokoh US$ 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah sangat sehat di kisaran 40% (jauh di bawah batas limit hukum 60%).
      o Kapasitas Finansial: Ruang fiskal longgar memfasilitasi skema pembayaran tunai maupun kredit ekspor jangka panjang secara stabil.
      • Malondesh (The Stagnant — Kelumpuhan Fiskal):
      o Skala Ekonomi: PDB Nominal tertahan di angka US$ 416,90 Miliar dengan rasio utang pemerintah menyentuh 69% (melewati batas aman konstitusi 65%).
      o Alokasi Militer Makro: Total anggaran tahun 2025 senilai RM 5,8 Miliar (~USD 1,34 Miliar) habis dibagi untuk 3 angkatan (USD 440 Juta per matra).
      o Dampak Likuiditas: Kas pertahanan terserap habis sepenuhnya hanya untuk pemeliharaan rutin (maintenance) tanpa menyisakan ruang bagi penambahan aset baru.
      • --------------------------------
      • 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      • 2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      • 2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      • 2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      • 2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT

      Hapus
  55. Klaim cash kalis hutang
    Eaalahh beli gak samggup malah sewa

    Negara mana tuh🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  56. Membual itu free lon..go head
    Bla bla bla..zonk goib

    Wkwkkw

    BalasHapus
  57. KFX tu saja GORILLA miskin NUNGGAK BAYARAN... 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------Peringkat Militer ASEAN (Global Firepower 2026)
      Terjadi pergeseran peta kekuatan di Asia Tenggara:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41 (Resmi menyalip Malaydesh).
      Malaydesh: Peringkat 42 (Posisi terendah dalam sejarah persaingan dengan Filipina).
      -
      Perbandingan Kekuatan Ekonomi (PDB 2026)
      Jurang pemisah (Gap) ekonomi yang melebar tajam:
      PDB PPP (Daya Beli): Indonesia ($5,69 T) vs Malaydesh ($1,34 T). Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal: Indonesia ($1,69 T) vs Malaydesh ($0,46 T). Indonesia 3,67x lebih besar.
      Status: Indonesia mengukuhkan posisi sebagai The Giant (Raksasa), sementara Malaydesh terkunci dalam status The Stagnant (Statis).
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Evolusi Utang: Meningkat dari RM 407 Miliar (2010) menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Cicilan: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Mencapai 84,3% dari GDP (Sangat berisiko bagi stabilitas domestik).
      Model "Negara Penyewa": Akibat krisis kas, militer terpaksa menggunakan skema Leasing (Sewa) untuk helikopter, pesawat latihan, hingga kendaraan polisi.
      -
      Risiko Administrasi & Geopolitik
      Skandal Aset: Catatan buruk mengenai hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      Reputasi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat pemain naturalisasi ilegal dan kalah WO 0-3 yang membatalkan tiket Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
      Tekanan Internasional: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) yang mengancam sektor manufaktur dan ekspor.


      Hapus
    2. DOKUMEN REKAPITULASI FISKAL PERTAHANAN ASEAN (2020–2026)
      ANALISIS KONTRASTIF AKUISISI AKTIF VS STAGNASI TOTAL MALONDESH
      ________________________________________
      1. SEKTOR PERTAHANAN & SIPRI 2025: REALISASI KONTRAK VS ABSENSI MUTLAK
      • Indonesia (Status: Shopping / Peringkat 18 Dunia):
      o Nilai Finansial Nyata: Eksekusi kontrak pertahanan masif mencapai ~USD 10,47 Miliar + EUR 1,2 Miliar.
      o Rincian Nilai Per Komoditas:
       Pesawat Tempur Rafale F-4 (42 Unit): USD 8,1 Miliar (Confirmed).
       Kapal Perang Fregat PPA-L-Plus / Brawijaya Class (2 Unit): EUR 1,2 Miliar (Confirmed).
       Pesawat Angkut Strategis A400M Atlas (2 Unit): ~USD 700 Juta (Estimated paket lengkap).
       Drone Bersenjata Anka-S (12 Unit): USD 300 Million (Confirmed).
       Sistem Rudal Taktis Khan / Bora (40 Rudal + 4 Peluncur): ~USD 100 Juta (Estimated).
       Sistem Propulsi Maritim (6 Unit Turbin LM-2500 & Mesin MTU): ~USD 150 Juta (Estimated USD 25 Juta per unit).
       Mesin Dirgantara TP400-D6 & Air Refuel System: Terintegrasi langsung dalam kontrak pembelian pesawat A400M.
      • Malondesh (Status: Out List / Salam Kosong):
      o Nilai Transaksi Baru: NOL (KOSONG) selama periode dua tahun anggaran berturut-turut (2024–2025).
      o Jeratan Fiskal Militer: Pernyataan PM Datuk Seri Anwar Ibrahim mengonfirmasi total anggaran RM 5,8 Miliar (~USD 1,34 Miliar) dialokasikan penuh.
      o Alokasi Riil Per Matra: Nilai USD 1,34 Miliar jika dibagi rata untuk 3 angkatan tempur hanya menyisakan USD 440 Juta per angkatan.
      o Dampak Operasional: Seluruh dana habis terkuras hanya untuk biaya pemeliharaan (maintenance), perbaikan rutin, dan servis berjalan tanpa ada sisa untuk akuisisi aset baru.
      o Status Global: Resmi terdepak keluar dari daftar 40 Besar Importir Senjata Dunia SIPRI.
      ________________________________________
      2. PERINGKAT KEKUATAN MILITER KAWASAN ASEAN (GFP 2026)
      • Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia — Pemegang Hegemon Mutlak Regional).
      • Peringkat 2: Vietnam (Peringkat 23 Dunia).
      • Peringkat 3: Thailand (Peringkat 24 Dunia).
      • Peringkat 4: Singapura (Peringkat 29 Dunia).
      • Peringkat 5: Myanmar (Peringkat 35 Dunia).
      • Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia).
      • Peringkat 7: Malondesh (Peringkat 42 Dunia — Mengalami Demiliterisasi De Facto).
      ________________________________________
      3. KRONOLOGI HISTORIS REKOR "PRANK" ALUTSISTA MALONDESH (2005–2026)
      • 2005: Pembelian sistem rudal pertahanan udara KS-1A China bersama skema transfer teknologi berakhir zonk.
      • 2014: Rencana pengadaan 18 unit jet Dassault Rafale Prancis senilai USD 2 Miliar mangkrak total karena kendala defisit kas negara.
      • 2016: Dokumen Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit sistem artileri medan Nexter Caesar Prancis resmi dibatalkan sepihak.
      • 2017: Penjajakan minat jet tempur JF-17 Thunder Pakistan hanya menguap menjadi wacana media tanpa kontrak nyata.
      • 2018: Komitmen penandatanganan dokumen kapal logistik MRSS dengan galangan PT PAL Indonesia batal terlaksana.
      • 2022: Negosiasi panjang jet HAL Tejas India gugur, dialihkan ke unit FA-50 Korsel yang kini diblokade komponen taktisnya oleh Amerika Serikat.
      • 2022: Wacana akuisisi artileri taktis MKE Yavuz Turki dan sistem modular EVA 155mm Slovakia dinyatakan batal serta mangkrak.
      • 2023: Pengiriman kendaraan taktis IAG Guardian ditolak resmi oleh PBB untuk misi UNIFIL karena gagal spesifikasi teknis operasional.
      • 2024–2025: Program sewa (leasing) 4 helikopter UH-60A Black Hawk macet total di jalur birokrasi tanpa kedatangan fisik pesawat.
      • 2026: Proyek pengadaan armada pesawat tempur bekas F/A-18 Hornet Kuwait dibatalkan resmi akibat kendala logistik dan teknis.
      --------------------------------
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG

      Hapus
  58. apapun yg kita mau PASTI JADIIII NYATA haha!👌✌️👍

    sedangkan warganyet negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo, selaluw kena PRENK..JIMAT KOS halah bilang bilang aja Takde wang haha!🤪🍌🤥

    BalasHapus
  59. Beli tak mampu malah sewa gagal

    Jommmm negara mlondesh bodoh🤣🥒🥒🥒

    BalasHapus
  60. MALU LAH BILA GAGAL BAYAR HUTANG.KFX...MALAH NGEMIS MINTA DISKAUN HUTANG...... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Status SIPRI & Realisasi Alutsista (2020–2026)
      Indonesia (Dominasi Mutlak - Peringkat 18 Importir Dunia):
      Daftar Belanja Penuh: Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA-L-Plus, Rudal BORA & KHAN, Drone ANKA-S, hingga mesin LM-2500.
      Status: Kontrak efektif dan dalam proses pengiriman (Realistis).
      Malaydesh (Vakum Total - "Lembar Kosong"):
      2020–2025: Status SIPRI KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Peringkat: Absen dari daftar 40 importir senjata terbesar dunia (Setara Laos & Kamboja).
      Status 2026: Pembekuan Total (Freeze) seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi.
      -
      Timeline "Prank" & Kegagalan Kontrak Malaydesh
      Daftar panjang janji pengadaan yang berakhir tanpa realisasi (Zonk):
      2005-2017: Kegagalan rencana Rudal KS-1A (China), Rafale (Prancis), Nexter Caesar, dan JF-17 (Pakistan).
      2018-2023: Kapal MRSS (PT PAL) tidak terwujud, HAL Tejas gagal, Artileri Yavuz & EVA mangkrak, serta Ranpur IAG Guardian gagal spek PBB.
      2024-2026: Helikopter Blackhawk mangkrak (proses sewa berbelit) dan F/A-18 Hornet Kuwait RESMI BATAL (Masalah logistik/teknis).

      Hapus
    2. REKAPITULASI FISKAL DAN PERTAHANAN ASEAN (2020–2026)
      MERESPONS NARATIF "KONTRA-SELEMBAR" DI KAWASAN REGIONAL
      ________________________________________
      1. KLASIFIKASI KINERJA BELANJA MILITER SIPRI DI KAWASAN ASEAN
      • Kelompok Aktif (Realisasi Shopping Masif):
      o Indonesia (1 Lembar Penuh Paket Kelas Berat): Menandatangani dan merealisasikan kontrak efektif untuk alutsista mutakhir seperti Rafale F-4, TP400-D6, Ship Engine, PPA-L-Plus, A400M Atlas, rudal taktis Bora dan Khan, drone taktis Anka-S, Air Refuel System, serta mesin LM-2500.
      o Vietnam: Aktif melakukan modernisasi pertahanan matra laut dan udara untuk menjaga stabilitas kedaulatan laut internal.
      o Myanmar: Melanjutkan akuisisi operasional alutsista taktis guna memenuhi kebutuhan operasional domestik.
      o Thailand: Merealisasikan pengadaan paket persenjataan baru dan memperbarui armada tempur lini depan.
      o Filipina: Memperkuat postur maritim melalui kontrak pengadaan kapal perang serta rudal jelajah pesisir.
      o Singapura: Mengisi lembar belanja secara konsisten lewat akuisisi platform teknologi pertahanan generasi kelima.
      • Kelompok Pasif (Salam Lembar Kosong 2024–2025):
      o Malondesh, Timor Leste, Kamboja, Laos, dan Brunei mencatatkan status nihil dalam dinamika transfer senjata strategis global.
      ________________________________________
      2. KONTRA-NARATIF DOKUMEN 1 LEMBAR: KUALITAS KONTRAK VS ABSENSI TOTAL
      • Analisis Ruang Fiskal: Kepemilikan laporan 1 lembar milik Indonesia mencerminkan konversi nyata dari rencana pertahanan menjadi transaksi riil, didukung oleh rasio utang pemerintah yang aman di kisaran 40% dari PDB nominal sebesar US$ 1,69 Triliun.
      • Fakta Finansial Kontra: Narasi ejekan mengenai dokumen "hanya sehelai lembar" berbanding terbalik dengan kondisi Malondesh yang mencatatkan lembar KOSONG akibat tidak adanya daya beli belanja militer baru.
      • Alokasi Defisit Anggaran: Anggaran pertahanan Malondesh sebesar RM 5,8 Miliar habis terserap sepenuhnya untuk pemeliharaan rutin, bukan investasi armada operasional baru.
      ________________________________________
      3. KRONOLOGI HISTORIS STATUS LEMBAR SIPRI MALONDESH (2020–2025)
      • SIPRI 2020: Berstatus Planned (Dijangka) — Berhenti pada tahap perencanaan tanpa dokumen kontrak mengikat.
      • SIPRI 2021: Berstatus Planned (Dijangka) — Mengalami kebuntuan eksekusi anggaran akibat keterbatasan dana pembangunan domestik.
      • SIPRI 2022: Berstatus Selected Not Yet Ordered — Platform alutsista telah dipilih namun gagal menerbitkan surat order pembelian.
      • SIPRI 2023: Berstatus Not Yet Ordered — Absen dari pendaftaran pengadaan baru karena prioritas anggaran dialihkan.
      • SIPRI 2024: Berstatus KOSONG — Berlangsungnya fase pembatasan belanja secara masif akibat beban fiskal negara.
      • SIPRI 2025: Berstatus KOSONG — Lembar transfer alutsista nihil total seiring pembekuan pengadaan pertahanan secara menyeluruh.
      --------------------------------
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG

      Hapus
    3. NO MONEY: DOKUMEN REKAPITULASI KRISIS MILITER DAN FISKAL MALONDESH (2020–2026)
      ________________________________________
      1. SEKTOR PERTAHANAN & SIPRI 2025: HEGEMONI VS DEMILITERISASI
      • Indonesia (Status: Shopping / Peringkat 18 Dunia):
      o Inventaris Strategis: Mengamankan armada Rafale F-4, TP400-D6, Ship Engine, PPA-L-Plus, A400M Atlas, rudal taktis Bora dan Khan, drone Anka-S, Air Refuel System, serta mesin LM-2500.
      o Nilai Finansial: Eksekusi kontrak efektif senilai USD 10,47 Miliar ditambah EUR 1,2 Miliar secara tunai atau melalui skema kredit resmi.
      o Peringkat Regional: Kokoh di Peringkat 13 Dunia (Posisi 1 ASEAN) dalam rilis global kekuatan militer GFP 2026.
      • Malondesh (Status: Out List / Salam Kosong):
      o Krisis Pengadaan: Lembar inventaris berstatus KOSONG dua tahun berturut-turut (2024–2025) dan terdepak dari daftar 40 importir senjata global.
      o Batas Fiskal: Alokasi anggaran militer RM 5,8 Miliar hanya habis terkuras untuk biaya pemeliharaan (maintenance) rutin tanpa ada aset baru.
      o Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan seluruh belanja militer akibat investigasi masif MACC terhadap skandal korupsi dan kartel internal.
      o Degradasi GFP: Terperosok jatuh ke peringkat 42 Dunia (Posisi 7 ASEAN), berada di bawah Filipina dan Myanmar.
      ________________________________________
      2. REKAM JEJAK "PRANK" ALUTSISTA MALONDESH (2005–2026)
      • Kegagalan Matra Udara: Pembatalan jet Dassault Rafale (2014), JF-17 Thunder (2017), HAL Tejas (2022), serta pembatalan resmi akuisisi pesawat bekas F/A-18 Hornet Kuwait (Februari 2026) karena beban biaya logistik.
      • Hambatan Komponen: Pengadaan armada FA-50 mengalami pembekuan operasi akibat blokade komponen taktis dari pihak Amerika Serikat.
      • Kegagalan Maritim & Darat: Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL Indonesia sejak 2018 berakhir zonk, disusul pembatalan sepihak sistem rudal KS-1A China, Nexter Caesar Prancis, artileri MKE Yavuz Turki, dan Slovakia EVA 155mm.
      • Paradigma "Sewa-Desh": Tidak mampu membeli aset memaksa militer beralih ke skema sewa (leasing) helikopter AW139, truk logistik, hingga program sewa helikopter UH-60A Black Hawk yang berakhir mangkrak.
      • Sanksi Internasional: Pengiriman kendaraan taktis IAG Guardian ditolak resmi oleh PBB untuk misi UNIFIL karena gagal memenuhi spesifikasi teknis dan dikenai penalti biaya.
      ________________________________________
      3. KRISIS KETAHANAN ENERGI & PANGAN: KETERGANTUNGAN PADA INDONESIA
      • Krisis Energi (Listrik): Pasokan listrik nasional sangat rapuh karena bergantung pada impor 23,97 Juta MT Batubara asal Indonesia untuk menggerakkan 80% bahan bakar PLTU domestik.
      • Krisis Pangan (Beras): Mengalami kondisi Food Insecurity akut yang memaksa dilakukannya impor darurat 500.000 Ton beras dari BULOG Indonesia demi menjaga stok pangan.
      • Keruntuhan Agrikultur: Mengalami lonjakan harga pangan tajam pasca-penghapusan subsidi komoditas telur senilai RM 1,2 Miliar serta mengalami degradasi status menjadi negara Net Importer ayam.
      • Sengketa Finansial: Likuiditas BUMN Petronas terguncang yang berbuntut pada kegagalan membayar denda sengketa arbitrase gas senilai US$ 32,2 Juta kepada PGN Indonesia.
      ________________________________________
      4. ANALISIS FISKAL & JEBAKAN UTANG KRONIS (2010–2026)
      • Peta Akumulasi Utang Federal:
      o Periode 2010–2014: 2010: RM 407,1 M | 2011: RM 456,1 M | 2012: RM 501,6 M | 2013: RM 547,7 M | 2014: RM 582,8 M.
      o Periode 2015–2017: 2015: RM 630,5 M | 2016: RM 648,5 M | 2017: RM 686,8 M.
      o Integrasi Liabilitas Mega Skandal: 2018: RM 1,19 T | 2019: RM 1,25 T (Inklusi beban liabilitas kasus korupsi 1MDB).
      o Dana Stimulus Pandemi: 2020: RM 1,32 T | 2021: RM 1,38 T | 2022: RM 1,45 T (Penerbitan obligasi Kumpulan Wang COVID-19).
      o Krisis Fiskal Makro: 2023: RM 1,53 T | 2024: RM 1,63 T | 2025: RM 1,71 T | 2026: RM 1,79 Triliun (Proyeksi Kritis Dokumen Belanjawan MOF).

      Hapus
  61. Rafale udah datang lon bukan wet dream lagi

    Mau apa loh wkwkw

    BalasHapus
  62. Ohhhhh.. Rafale versi NGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Kemenkeu Setujui Pinjaman Asing Rp 60,65 Triliun untuk Pembelian Jet Rafale

    https://news.republika.co.id/berita/rlewmo484/kemenkeu-setujui-pinjaman-asing-rp-6065-triliun-untuk-pembelian-jet-rafale

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50Malon hutang plus barter sawit , 😂😂😂😂

      Hapus
    2. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
      Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
      Malaydesh: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
      Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
      Pesawat latihan L-39.
      Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
      Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang Malaydesh
      Evolusi Utang & Liabilitas:
      2010: RM 407 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
      Kesehatan Fiskal:
      Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
      Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
      Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
      Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
      Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
      Degradasi Reputasi:
      Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
      Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
      Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).
      -
      Profil Risiko Negara (Head-to-Head)
      Indonesia: Utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), belanja militer agresif dan terealisasi.
      Malaydesh: Utang pemerintah kritis (69% GDP), utang rumah tangga sangat tinggi (84,3% GDP), belanja militer membeku dan bergantung pada sewa.

      Hapus
  63. Sébastien Lecornu
    @SebLecornu

    Indonesia reaffirms its confidence in the excellence of the French defense industry! During the state visit of @EmmanuelMacron , I signed a letter of intent with my counterpart regarding the future acquisition of:
    ➡️ additional Rafale fighter jets from @Dassault_OnAir and additional Scorpène submarines from @navalgroup
    ➡️ additional CAESAR self-propelled howitzers and their ammunition from @KNDS_France .
    We thank our Indonesian partner for this confidence.
    It demonstrates both the excellence of French equipment and our commitment to forging lasting partnerships that benefit the local defense industry.

    https://x.com/SebLecornu/status/1927644927514579291
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    Catat yak semuanya kita punyak, SEMAKIN BANYAK karna SHOPPING LAGIII..🤑

    segra nambah rafale, skorpeng EVO & SPH Caesar

    Harap para warganyet kl, jangan kaget yaa..Caesar Mk2 duluan kami lagiiii haha!👍😎🤣

    Makloum BAJET KAMI BESAR, SHOPPING KAMI BANYAKhaha!🤑🤗💰

    BalasHapus
  64. NGUTANG LENDER SUDAH MAMPU BUAT GORILLA GEMBIRA... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      ---------------------------------
      DATA UTANG MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
      Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
      -
      PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
      Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
      Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
      ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
      ---------------------------------
      Perbandingan Status SIPRI (Transfer Senjata Berat)
      Indonesia (Dominan - "Lembar Belanja Penuh"):
      Udara: Akuisisi Rafale F4 (Prancis), pesawat angkut A400M Atlas, dan Air Refueling System.
      Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
      Laut: Kapal PPA-L-Plus, mesin LM-2500, dan mesin kapal perang canggih.
      Teknologi: Drone ANKA-S dan mesin TP400-D6.
      Malaydesh (Stagnan - "Lembar Kosong"):
      2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
      2022: Terpilih tanpa kontrak (Selected Not Yet Ordered).
      2023–2025: Vakum total (KOSONG) di laporan SIPRI, setara dengan Laos, Kamboja, dan Timor Leste.
      2026: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait (Batal 4 kali).
      -
      Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
      Global Firepower (GFP):
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
      Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
      Malaydesh: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Skala Ekonomi (PDB PPP):
      Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari Malaydesh ($5,69 T vs $1,34 T).
      Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).

      Hapus
    2. NO MONEY: INDEKS REKAPITULASI KRISIS MULTIDIMENSI MALONDESH (2020–2026)
      ________________________________________
      1. INDIKATOR REKONSILIASI DATA STRATEGIS NASIONAL
      (Sumber: SIPRI / GFP / BULOG / MOF / Petronas / IEA)
      • Energi (Listrik): Ketergantungan 23,97 Juta MT Batubara Indonesia memasok 80% PLTU nasional demi cegah blackout total.
      • Pangan (Beras): Eksekusi impor darurat 500.000 Ton dari BULOG Indonesia akibat jeratan Food Insecurity akut.
      • Protein Hewani: Degradasi status menjadi Net Importer ayam pasca-penghapusan subsidi komoditas telur senilai RM 1,2 Miliar.
      • Sengketa Gas: Defisit likuiditas memicu kegagalan Petronas membayar denda arbitrase US$ 32,2 Juta kepada PGN Indonesia.
      • Fiskal & Utang: Proyeksi total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio PDB kritis 70,4%.
      • Militer (Pertahanan): Kebijakan Pembekuan Total pengadaan alutsista 2026 akibat gurita kartel korupsi dan kegagalan jet tempur.
      • Peringkat Global: Merosot ke posisi 7 di ASEAN (Peringkat 42 Dunia) dalam rilis data kekuatan militer GFP 2026.
      ________________________________________
      2. TIMELINE HISTORIS REKOR "PRANK" PERTAHANAN (2005–2026)
      (Sumber: SIPRI / FlightGlobal / Janes / Kemenhan / Bernama)
      • 2005 (Prank China): Wacana pembelian sistem rudal KS-1A dan janji transfer teknologi berakhir zonk.
      • 2014 (Prank Prancis): Rencana pengadaan 18 unit jet Dassault Rafale (USD 2 Miliar) mangkrak permanen akibat krisis kas negara.
      • 2016 (Prank Prancis): Pembatalan sepihak dokumen Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit sistem artileri Nexter Caesar.
      • 2017 (Prank Pakistan): Negosiasi jet tempur JF-17 Thunder menguap sebagai wacana publikasi media tanpa ada realisasi kontrak.
      • 2018 (Prank Indonesia): Komitmen penandatanganan kontrak kapal MRSS dengan PT PAL Indonesia batal total.
      • 2022 (Prank India): Jet HAL Tejas tersingkir pasca-evaluasi panjang, beralih memilih unit FA-50 Korsel yang berujung blokade komponen.
      • 2022 (Prank Turki & Slovakia): Pengadaan sistem artileri Yavuz dan EVA 155mm dinyatakan batal serta mangkrak total.
      • 2023 (Prank PBB): Pengiriman unit taktis IAG Guardian ditolak PBB karena gagal spesifikasi teknis dan dijatuhi sanksi finansial.
      • 2024–2025 (Prank Black Hawk): Program sewa 4 unit helikopter UH-60A terhambat birokrasi berbelit tanpa ada kedatangan fisik unit.
      • 2026 (Prank Kuwait): Pembelian armada bekas F/A-18 Hornet dibatalkan resmi kabinet karena lonjakan biaya logistik.
      • 2026 (Pembekuan Total): Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyetop seluruh proyek modernisasi akibat penyelidikan skandal korupsi internal.
      ________________________________________
      3. MATRIKS AKUMULASI UTANG DAN LIABILITAS FEDERAL (2010–2026)
      (Sumber: Bloomberg / Reuters / CNA / The Star / The Edge / MOF / Bernama)
      • Fase Krisis Awal (2010-2014): 2010: RM 407,1 M | 2011: RM 456,1 M | 2012: RM 501,6 M | 2013: RM 547,7 M | 2014: RM 582,8 M.
      • Fase Pra-Konsolidasi (2015-2017): 2015: RM 630,5 M | 2016: RM 648,5 M | 2017: RM 686,8 M.
      • Fase Inklusi Liabilitas 1MDB (2018-2019): 2018: RM 1,19 T | 2019: RM 1,25 T (Bloomberg & Reuters: Integrasi utang mega skandal).
      • Fase Wang COVID-19 & Stimulus (2020-2022): 2020: RM 1,32 T | 2021: RM 1,38 T | 2022: RM 1,45 T (The Star & The Edge: Dampak pendanaan pandemi).
      • Fase Batas Kritis Belanjawan (2023-2026): 2023: RM 1,53 T | 2024: RM 1,63 T | 2025: RM 1,71 T | 2026: RM 1,79 Triliun (Proyeksi Dokumen Resmi MOF).
      ________________________________________
      4. REKAM JEJAK HISTORIS STATUS LEMBAR KOSONG SIPRI (2020–2025)
      • SIPRI 2020: Berstatus Planned / Dijangka tanpa realisasi (Sorce Kontrak 2020).
      • SIPRI 2021: Berstatus Planned / Agenda rencana pertahanan (Source Kontrak 2021).
      • SIPRI 2022: Berstatus Selected Not Yet Ordered / Dipilih tanpa penandatanganan dokumen (Source Kontrak 2022).
      • SIPRI 2023: Berstatus Not Yet Ordered / Absen pemesanan efektif (Source Kontrak 2023).
      • SIPRI 2024: Berstatus KOSONG / Defisit finansial pengadaan (Source Kontrak 2024).
      • SIPRI 2025: Berstatus KOSONG / Transaksi nihil total (Source Kontrak 2025).

      Hapus
  65. Apa pun itu mau hutang mau cash
    Rafale sudah teerbang di ataa SABAH HAHHAA

    BalasHapus
  66. Aduhaiiiii...M346FA, beserta iris t, mk v delta paten, haha!👍🦾😎
    ada lagiiiii
    KODE SURABAYA
    KODE JULIET
    PL15 ...Super Stronk haha!🚀🔥🧞‍♂️

    kahsiyan warganyet kl, KTINGGALAN LAGIII...50 tahun dibelakang kita gaesz haha!🤣😋🍌

    BalasHapus
  67. SHOPING... SHOPING... SHOPING.... HOREYYYYY

    BalasHapus
  68. Lon...Rafale sudah teerbang si atas Sabah serawak
    ITbM Khan sudah standby di kalimantan batch 2 otw to papa

    Kaboommm 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  69. Gila... Kapal baru siap dengan UAV dan USV Guys..... Jaga jaga PATI INDIANESIA..... Jangan berani masuk laut MALAYSIA... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾



    MPCP baharu itu akan berfungsi sebagai pangkalan hadapan serba boleh yang dilengkapi dengan radar pengawasan jarak jauh serta platform tanpa pemandu melibatkan pesawat tanpa pemandu (UAV) dan kenderaan permukaan tanpa pemandu (USV).

    BalasHapus
  70. Shoping kontrak kosng itu real negara M
    Malondesh
    Byk bual bla bla bla🤣🤣🤣🤣🤣💦🥒

    BalasHapus
  71. Last Last mao SEWA, jimat kos haha!😝🤥🍌
    paraaaahhhh Raja Sewaaaaaa....🤣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    BAE Systems Says Malaysia Seeking Fighter Jet Leasing Bids
    21 Februari 2014
    Reuters) - BAE Systems expects to submit a ✅️leasing proposal for the Eurofighter Typhoon jet to Malaysia next month, as its cash-strapped government mulls over renting, rather than buying fighter aircraft.

    "The Malaysian government is openly saying they have some issues on finance, and while they're ending subsidies and bringing in new value added tax, it's unlikely there's an appetite to buy Typhoon at this point," BAE's Group Business Development Director Alan Garwood told analysts on Thursday.
    https://defense-studies.blogspot.com/2014/02/bae-systems-says-malaysia-seeking.html?m=1

    BalasHapus
  72. Manakala berita pertahanan INDIANESIA....

    AKAN... AKAN.. AKAN... AKAN... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  73. Kapal angkut pisang ya lon 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  74. warganyet negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo jangan Salahkan Viking Norwegia⛔️

    masa 8 tahun NGUTANG NSM, PARAAHHHH haha!😋🤥🍌

    Wajar kena BLOKIR🔥

    BalasHapus
  75. Rafale akan
    KAaN gen 5 akan ya lon

    Woow..panass panass

    BalasHapus
  76. BERITA PERTAHANAN MALAYSIA...

    SHOPING CAESAR NG.... SHOPING KAPAL..... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾

    BalasHapus
  77. Kesian keadaan INDIANESIA.... 🔥🔥🤣🤣🤣

    Akibat krisis matawang dan ekonomi... 🤣🤣

    BalasHapus
  78. ItBM batch 2 siap dikirim
    Siap arahkan sabah serawak
    🤣🤣🤣

    BalasHapus
  79. Kita dapat DESTROYER BESAR GRATIS👌

    ASAGIRI buat kita FREE🥳

    Mana Tahan...warganyet kl, KEFANASAAN LAGIIII..haha!🔥😤🍌

    Link RESMI MOD Nippon yakk..

    sementara negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo tak dianggap Jepang Puteh, karna Ngutang kebanyakan tapi gak shopping haha!🤣😵‍💫🍌

    Taking into account these discussions, Minister Sjafrie expressed his intention to materialize defense equipment and technology cooperation, including the transfer of ✅️Asagiri-class destroyers and other equipment

    https://www.mod.go.jp/en/article/2026/06/48494034a34136914ea4cf3d4aca2ef21e9a675e.html?fbclid=IwY2xjawSPskFleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA80MDk5NjI2MjMwODU2MDkAAR6TQ0pOa_Q64wGyeMorvbUip2PHQaZYsCokokA8EaWtWcex-vNuqbFOvXnXUA_aem_k6hEgC4vP2pzFSG33S9XEg

    BalasHapus
  80. Jangan panas ya lon bujet kami mkin naik

    Malon versi timor lest

    BalasHapus
  81. ITBM yang jumlahnya boleh dikira dengan jari tu.. ? KHAN Tu pun INDIANESIA HUTANG....ITU FAKTA...🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. FA-50M versi hutang plus barter sawit, 😂

      Hapus
  82. Kasihan malondesh..mau beli malah sewa tpi gagal juga

    Jiahhhhhh 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  83. Batch 2 hadir on the waay
    Kabooommm jomm 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  84. Pssttttt.... Lawan pejuang OPM saja KALAH lagi GORILLA mau MEMBUAL... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  85. heli ATAK mana 30 tahun pembual,

    last last heli kecik mdg530 uda GRONDID 5 tahun haha!🍌😆🤣
    wahhh rusaakk, mana NGUTANG pulakkk haha!🤥🍌😝

    BalasHapus
  86. Aset kita makin byk
    Malon level dibawah indo
    Kelas timor leste sewa sewa sewa🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  87. Tipikal negara M
    Sewa versi mgutang

    Wkwkwkwkwkk

    BalasHapus
  88. Pssttt sabah serawak di kepumg ITBM

    BalasHapus
  89. Kapal LCS ke 5 ON THE WAY GUYS... HOREYYYYY...😎😎🇲🇾🇲🇾

    https://m.youtube.com/shorts/8KTMQMKJKg8

    BalasHapus
  90. warganyet masa kalah ama PATI haha!✌️🤣🍌
    kahsiyan Rohingya jadi raja baru di kl,
    Tipe M kalah lagiiiii..takde telor...uda jadi dadar gulung haha!😆🤣🍌

    BalasHapus
  91. Manakala INDIANESIA NGEMIS kerja ke MALAYSIA.... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  92. bulan ini datang
    ✅️MI17
    ✅️KA32
    ✅️BLEKHOK
    ✅️ITBM KHAN Batch 2..uhuyyy haha!👍🤑😎

    negri🎰kasino genting, KOSONK LAGIII haha!👻🍌🤪

    BalasHapus
  93. Asagiriiiii SEMAKIN HAMPIRRRRR😎

    Gowing MAKIN OMFONG, TAKDE NSM..LeMaH haha!🥶👻😁

    BalasHapus
  94. 2018 pembual kata gowing lcs siyap
    2026 MANGKRAK TOTAL haha!🤥🍌😭

    NSM LAST LAST KENSEL haha!✌️😋🤥
    Batal sudah biasaaaaaa

    BalasHapus
  95. LCS 4 & LCS 5.......JALAN TERUSSSS.... GORILLA MISKIN KETAR KETIR...😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾🇲🇾



    LCS KE 4 oN THE WAY... 😎😎🇲🇾

    https://x.com/LUNAS_MY/status/2064218920320647174

    ----------------------------------

    Kapal LCS ke 5 ON THE WAY GUYS.....😎😎🇲🇾🇲🇾

    https://m.youtube.com/shorts/8KTMQMKJKg8

    BalasHapus
    Balasan
    1. Balaputeradewa batch dua jalan terus...LCS 15 tahun ga kelar2, 😂

      Hapus
  96. GORILLA MISKIN MAKIN TAK BOLEH TIDUR.... LCS 4&5 sudah mulai kelihatan...... 🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  97. Kita mau Senjata MERAD🚀
    GOSOK2 TANGAN...
    ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    ✅️NASAM

    sementara para warganyet kl, dari 2001 membuaaalll haha!🤥😋🍌

    BalasHapus
  98. Belum habis berita MALAYSIA SHOPING CAESAR NG..... Berita SHOPING kapal besar lagi..... ORANG KAYA 💲💲💲 💵💵💵💵

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kaya hutang 70% dari GDP Malon.... 😂

      Hapus
  99. Indo shoping sekalian dpt offset transfer teknologi nya.
    Turki - italia -prancis

    BalasHapus
  100. Caesar 18 bji 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  101. Kita mau LPD
    GOSOK2 TANGAN...
    ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    ✅️5 LPD
    ✅️3 BRS

    sementara para warganyet kl, dari 2001 membuaaalll nak lpd mrss, delay 25 thn haha!🤥😋🍌

    BalasHapus
  102. Kita mau Senjata MERAD🚀
    GOSOK2 TANGAN...
    ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    ✅️BUK GEDEBUK MK2 🚀

    sementara para warganyet kl, dari 2001 membuaaalll merad No shopping haha!🤥😋🍌

    BalasHapus
  103. .makanya kita gak level sama malon
    Level kita peringkat 13 dunia huhuuu

    Malon kelaa timor keste

    BalasHapus
  104. Makin panassss GORILLA.... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  105. Miskin mana sewa aja ngutang gagal

    Hahhahahahaha...

    BalasHapus
  106. Peringkat 13.....masa...? Lawan pejuang OPM SAJA KALAH... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  107. Kita mau Senjata LORAD MERAD🚀
    GOSOK2 TANGAN...
    ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    ✅️ADS 400...🚀

    sementara para warganyet kl, dari 2001 membual merad sambil bawa poster haha!🤥😋🍌

    BalasHapus
  108. Pnas sama negara sekelas timor leste🤣🙏🙏🙏

    BalasHapus
  109. FAKTA TAK TERBANTAH OLEH GORILLA... Saya mau tanya inyak subsidi siapa MAHAL...?🔥🔥🤣🤣🤣


    MALAYSIA 🇲🇾😎
    RON 95 subsidi (MINYAK BERKUALITI TINGGI) - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter


    INDIANESIA 🇵🇱🤣
    RON 90 Subsidi (MINYAK KUALITI RENDAH) - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter

    BalasHapus
  110. FAKTA TAK TERBANTAH OLEH GORILLA... Saya mau tanya minyak subsidi siapa MAHAL...?🔥🔥🤣🤣🤣


    MALAYSIA 🇲🇾😎
    RON 95 subsidi (MINYAK BERKUALITI TINGGI) - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter


    INDIANESIA 🇵🇱🤣
    RON 90 Subsidi (MINYAK KUALITI RENDAH) - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miskin ngemis beras ke indo, 😂😂😂

      Hapus
  111. Buat 1 kapal aja 15 tahun lebih

    BalasHapus
  112. Fakta
    Bual bual kaya tapi mau beli aset tak mampu malah SEWA NGUTANG

    WTF🤣🤣🤣🤣🤣😀🤣🤣🤣🤣🤣🤣😀😀😀😀😀🤣😀

    BalasHapus
  113. Malondesh lawak terus wkwkkwk

    BalasHapus
  114. Kita mau RAFALE 🚀
    GOSOK2 TANGAN...
    ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    ✅️42 BIJIK RAFALE KOMPLIT METEOR & HAMMER🔥

    sementara para warganyet kl, dari 2015 web=rafalemalyasia.com
    last last GOIB LENYAP haha!🤥😋🍌

    https://www.instagram.com/p/CuBOOozJsk7/

    BalasHapus
  115. Efek GORILLA MISKIN TAK SHOPING... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon ga pernah shoping, 😂
      Indo
      Rafael
      Balaputradewa
      PPA
      Khan
      Dll banyak banget,Malon miskin hornet aja di tolak, 😂😂😂😂

      Hapus
  116. NSM GAGAL
    HORNET GAGAL
    SEKEJAP LAGI APA LON 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    SEWA HELI GAGAL LAGI🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  117. Berita pertahanan INDIANESIA....

    AKAN.. AKAN... AKAN.... AKAN.... KESIAN Guys.... 🤪🤪🤣🤣

    BalasHapus
  118. Kita sudah SHOPING RAFALE,KAANGEN 5,ITBM BATCH 2
    GARIBALDI ETC
    BANYAK LON 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  119. F15 versi MEMBUAL..... TERNYATA SIGN KONTRAK KOSONG guys... MALUNYA... 🤣🤣🤣🤣



    SEMASA MEMBUAL.. 🤡🤡

    Menhan Prabowo Resmi Beli 24 Unit Jet F-15 EX Eagle

    https://news.republika.co.id/berita/rzrrdq484/menhan-prabowo-resmi-beli-24-unit-jet-f15-ex-eagle

    ===============

    SELEPAS MEMBUAL.. 🤣🤣🤣

    Boeing resmi menghentikan kampanye penjualan F-15EX ke Indonesia, Kemhan: Harganya kemahalan

    https://www.airspace-review.com/2026/02/05/boeing-resmi-menghentikan-kampanye-penjualan-f-15ex-ke-indonesia-kemhan-harganya-kemahalan/

    BalasHapus
  120. PENGEN ARROWHEAD 140🚀
    GOSOK2 TANGAN...ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗

    ✅️AH140 2+2=4 Banyaaakkk🤗

    sedangkan
    warganyet kl, dari 2011 GOWUNG MANGKRAK TAK BERGUNA haha!🍌🤥😁

    BalasHapus
  121. GARIBALDI...? kapal RONGSOK yang BOROS MINYAK tu.... ? Bakal jadi BEBAN TNI...🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  122. Jangan koyak ya klo bathc 2 rafale F4 datang hahhhaha
    2030 KAAN OTW KE INDO

    JOMMM PANASS

    BalasHapus


  123. Apa ituw AKAN?
    bulan ini jadi nyataaaaa
    ✅️MI17
    ✅️KA32
    ✅️BLEKHOK
    ✅️ITBM KHAN Batch 2..uhuyyy haha!👍🤑😎

    negri🎰kasino genting, KOSONK LAGIII haha!👻🍌🤪

    BalasHapus
  124. PAL makin JAYA
    sudah potong baja
    kapal selam EvO
    Kapal heavy frigate
    Kapal SELAM MIDGET
    LPD 136M

    jauhhhh malondeah

    BalasHapus
  125. GARIBALDI RONGSOK tu saja INDIANESIA HUTANG... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Pengadaan Kapal Induk Eks ITS Giuseppe Garibaldi, Pemerintah Indonesia Beri Lampu Hijau Pinjaman Luar Negeri Senilai US$450 Juta

    https://www.indomiliter.com/pengadaan-kapal-induk-eks-its-giuseppe-garibaldi-pemerintah-indonesia-beri-lampu-hijau-pinjaman-luar-negeri-senilai-us450-juta/

    BalasHapus
  126. PARAH kapal RONGSOK saja HUTANG.... HUTANG... HUTANG... HUTANG.... 🤣🤣🤣🤣



    BAPPENAS setujui rencana pinjaman luar negeri 450 juta USD untuk pengadaan kapal induk Giuseppe Garibaldi bekas Angkatan Laut Italia

    https://www.airspace-review.com/2025/09/21/bappenas-setujui-rencana-pinjaman-luar-negeri-450-juta-usd-untuk-pengadaan-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-bekas-angkatan-laut-italia/

    BalasHapus
  127. NGUTANG LENDER MALAH BANGGA.... ANEH IQ GORILLA... 🤣🤣🤣



    RI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan

    https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan

    BalasHapus
  128. PENGEN PPA 143 meter🦾
    GOSOK2 TANGAN...ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗

    PPA 2 bijik dan BONUS GARIBALDI haha!👍🤗😎

    sedangkan
    warganyet kl, dari 2011 Ngarep Gowing last last MANGKRAK TAK BERGUNA, KENSEL 1 PULAK , MRSS jangan tanya..SEPII👻haha!😝😂🍌

    BalasHapus
  129. “Garibaldi “ Kapal yang Lebih Banyak Membakar Uang daripada Bahan Bakar

    https://www.delikasia.com/headline-news/garibaldi-kapal-yang-lebih-banyak-membakar-uang-daripada-bahan-bakar

    BalasHapus
  130. ✅️GARIBALDI FREE FROM ITALY
    ✅️ASAGIRI FREE FROM NIPPONG
    ✅️LARGE PATROL CRAFT, BARUW.. FREE FROM NIPPONG

    lahh negri🎰kasino Putrajaya impikan Hornet Rongsok, Last Last Kensel haha!🤥🍌🤣

    BalasHapus
  131. HUTANG....... KESIAN....SERIUS MISKIN....🤣🤣🤣



    RI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan

    https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan

    BalasHapus
  132. Gowing lcs lebih banyak MANGKRAK DI DARAT daripada di laut..

    Last Last NORWAY NSM=N⛔️T SENDING MISSSILES haha!😁🤪😝

    BalasHapus
  133. Kapal RONGSOK ASAGIRI tu pun INDIANESIA MAU bayar pakai HUTANG.... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  134. Apa nak jadilah...... Semua dia HUTANG.... yang bakal di peras buat bayar HUTANG... ya rakyat.... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  135. PENGEN RUDAL BALISTIK🚀
    GOSOK2 TANGAN...ABRA KADABRA...🔥
    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗

    ✅️ITBM KHAN 280KM🚀

    sedangkan
    warganyet kl, SPH dari 30 tahun laluw tak punyak haha!😋🍌😁

    BalasHapus
  136. Dimana yang minyak subsidi INDIANESIA tu murah dari MALAYSIA....? kualiti MINYAK saja KALAH...🔥🔥🤣🤣🤣


    MALAYSIA 🇲🇾
    RON 95 subsidi - RM1.99 SEN / Rp8,673 per liter.

    INDIANESIA 🇵🇱
    RON 90 subsidi - RM2.29 SEN / Rp10,000 per liter.

    BalasHapus
  137. Minat J10
    tinggal GOSOK2 TANGAN...ABRA KADABRAH..🔥

    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    https://sirup.inaproc.id/sirup/home/detailPaketPenyediaPublic2017/66843686?fbclid=IwY2xjawR-BNlleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA80MDk5NjI2MjMwODU2MDkAAR6hJh8eHUkLLZTO0fiFI2DWn9Gfq55R9k5H-8i0XkOpYqlZACQLz3WcKphAHA_aem_RGoH9QE_kG22vLX-aSZDaw

    ✅️J10, JITENCI+PL15

    sementara putrajaya, minat rafale+taifun, last last senyap👻haha!🍌🤥😆

    BalasHapus
  138. BOTOL BUAT CARA BOTOL ITULAH MALAYDESH CUMA BISA MENGHARAPKAN SUBSIDI CUKAI CASINO 💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡

    BalasHapus
  139. SOLAR SUDAH SUBSIDI MASIH SAJA KALAH LON BOTOL 💩💩💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡🤡🤡

    BalasHapus
  140. Minat ESYU 35
    tinggal GOSOK2 TANGAN...ABRA KADABRAH..🔥

    IMPIAN JADIIII KENYATAAN haha!🧞‍♂️🤑🤗
    https://sirup.inaproc.id/sirup/home/detailPaketPenyediaPublic2017/66843682?fbclid=IwY2xjawSfpm9leHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA80MDk5NjI2MjMwODU2MDkAAR7P-vh04KPreuEqOrDax0F9ptSZvSc5S-tS0rBEnR7RgBTAkDN7b_4r0fAngg_aem_u6sR4nDMQbUcX9J3opHYmA

    ✅️MRCA SURABAYA 35🦾

    sementara putrajaya, minat rafale+taifun, last last senyap👻haha!🍌🤥😆

    BalasHapus
  141. Kelakuan macam apa ini!!! PEMBUAL tukang Prenk haha!🍌😤🤥

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Malaysia Batalkan Rencana Akuisisi Pesawat Tempur F/A-18 Hornet Bekas dari Kuwait
    28 Februari 2026
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaysia-batalkan-rencana-akuisisi.html?m=1

    BalasHapus
  142. 2030 tinggal 4 taon lagiii...gak ada tanda2 ptm haha!🤣🍌🤥


    setlah baca dibawah yg mao nimpuk Fisank, di harap jangan ragu haha!😵‍💫🍌🤣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Malaysia Expected to Have Own Fighter Aircraft by 2030: Academician
    KUALA LUMPUR: Malaysia is expected to have its very own combat aircraft by 2030, said Universiti Putra Malaysia (UPM) Mechanical Engineering and Manufacturing Faculty senior lecturer Dr Mohd Roshdi Hassan.
    20 April 2018
    https://defense-studies.blogspot.com/2018/04/malaysia-expected-to-have-own-fighter.html?m=1

    BalasHapus
  143. Panglima Armada Barat, Laksamana Madya Datuk Abu Bakar Md. Ajis berkata, semakan mendapati 75 peratus daripada 44 kapal milik pasukan tersebut ketika ini sudah berusia lebih 40 tahun dengan ada antaranya melebihi 50 tahun.
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/09/75-kapal-tldm-usia-lebih-40-tahun-perlu.html?m=1
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    75 % ASET TLDM MALAYDESH RONGSOKKKKK SEMUA RESMI DARI YA 🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  144. Panglima Armada Barat, Laksamana Madya Datuk Abu Bakar Md. Ajis berkata, semakan mendapati 75 peratus daripada 44 kapal milik pasukan tersebut ketika ini sudah berusia lebih 40 tahun dengan ada antaranya melebihi 50 tahun.
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/09/75-kapal-tldm-usia-lebih-40-tahun-perlu.html?m=1
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    75 % ASET TLDM MALAYDESH RONGSOKKKKK SEMUA RESMI DAN SAH DARI PANGLIMA BERUK YA 🤡🤡🤡🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  145. hari ini SHOPPING
    ✅️36 M346FA
    ✅️2 AH140 NO.3 & 4
    ✅️2 Kapal Riset Pirou, ORV & CRV

    sedangkan negri🎰kasino genting, tak shopping apapun kahsiyan haha!😭🍌😂

    BalasHapus
  146. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    --------------------------------------------
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
    Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  147. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
    -
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
    -------------------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  148. 171 USANG =
    TDM 108 UNIT
    TLDM 34 KAPAL
    TUDM 29 PESAWAT
    -
    Angkatan Tentera Malaydesh (ATM) mencatat ada 171 unit aset strategis yang telah berusia lebih dari 30 tahun (tiga dekade), dengan rincian unit usang per cabang dinas sebagai berikut:
    -
    Tentera Darat Malaysdesh (TDM): Memiliki jumlah tertinggi dengan 108 unit kendaraan dan aset taktis yang berusia di atas 30 tahun.
    -
    Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM): Memiliki 34 unit kapal/aset yang berusia di atas 30 tahun (bahkan 28 di antaranya telah melepasi usia 40 tahun).
    -
    Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM): Memiliki 29 unit pesawat dan aset udara tempur/angkut yang telah berusia di atas 30 tahun.
    -
    Sumber = Astro Awani, Malaysiakini, DagangNews, dan Airtimes Malaysia.
    ----------------------------------
    PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALAYDESH
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    --------------------------------------------
    BEBAN SUBSIDI
    Pemerintah Malaydesh harus mengalokasikan sekitar 23,3% hingga 23,9% dari total seluruh pendapatan negaranya hanya untuk membayar rekor anggaran subsidi yang menyentuh RM80 miliar. Jika dihitung berdasarkan struktur pengeluaran, dana subsidi ini memakan porsi sekitar 17% hingga 19% dari total seluruh belanja negara, atau setara dengan 23,6% dari khusus anggaran operasional (Belanja Mengurus).
    --------------------------------------------
    PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
    RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah Malaydesh.
    -
    75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
    -
    24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
    -
    RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
    --------------------------------------------
    TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
    RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah Malaydesh.
    -
    RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
    -
    RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
    --------------------------------------------
    MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALAYDESH BERUTANG?
    BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
    Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
    Hal ini membuat pemerintah Malaydesh sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
    -
    Defisit Anggaran Kronis
    Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
    Satu-satunya jalan bagi pemerintah Malaydesh untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.

    BalasHapus
  149. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    BEBAN SUBSIDI 23,9%
    PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9
    -
    171 USANG =
    TDM 108 UNIT
    TLDM 34 KAPAL
    TUDM 29 PESAWAT
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  150. MİLGEM =
    INDONESIA : PREMIUM UPGRADE
    PAKISTAN : PREMIUM UPGRADE
    MALAYDESH : MURAH DOWNGRADE
    -
    FULL RADAR AESA......
    48 KAAN MURAD
    42 RAFALE RBE2
    2 PPA KRONOS AESA
    4 AH140 FMP CENK 350, 400 AESA
    2 ISTIF CENK 400, CENK 200
    3 OPV 98 HENSOLDT TRS 4D AESA
    4 KCR V PALINDO CENK 200 AESA
    1+3=4 KCR 60 TESCO CENK 200 AESA
    -
    Kategori Kapal
    Indonesia (Kelas Istif): USD 1 Milliar / USD 500 Million Per Unit
    Pakistan (Kelas Babur): USD 1,5 Miliar / USD 375 Million Per Unit
    Malondesh (Kelas Ada): USD 726 Juta / USD 242 Million Per Unit
    -
    Kategori Kapal
    Indonesia (Kelas Istif): Fregat Multiperan (Multi-role Frigate)
    Pakistan (Kelas Babur): Korvet Berat / Fregat Ringan
    Malondesh (Kelas Ada): Korvet
    -
    Penyedia Kontrak
    Indonesia (Kelas Istif): TAIS Shipyards
    Pakistan (Kelas Babur): ASFAT
    Malondesh (Kelas Ada): STM
    -
    Jumlah Unit
    Indonesia (Kelas Istif): AAW, ASuW, EW. ASW
    Pakistan (Kelas Babur): AAW, ASuW, STW. ASW
    Malondesh (Kelas Ada): ASuW, AAW, EW
    -
    Bobot (Displacement)
    Indonesia (Kelas Istif): ± 3.000 - 3.100 ton
    Pakistan (Kelas Babur): ± 2.900 ton
    Malondesh (Kelas Ada): ± 2.400 ton
    -
    Panjang Kapal
    Indonesia (Kelas Istif): 113,2 meter
    Pakistan (Kelas Babur): 108,2 meter
    Malondesh (Kelas Ada): 99,5 meter
    -
    Sistem VLS (Peluncur Vertikal)
    Indonesia (Kelas Istif): 16 Sel VLS (MIDLAS / Unyal)
    Pakistan (Kelas Babur): 16 Sel VLS (GWS-26 / Albatros NG)
    Malondesh (Kelas Ada): Tidak ada / Opsional kecil
    -
    Rudal Anti-Kapal (SSM)
    Indonesia (Kelas Istif): 4 s.d 16 x ATMACA
    Pakistan (Kelas Babur): 6 x Harbah (Rudal Jelajah)
    Malondesh (Kelas Ada): 8 x Atmaca / NSM
    -
    Pertahanan Udara (SAM)
    Indonesia (Kelas Istif): Hisar-O / Rudal Jarak Menengah
    Pakistan (Kelas Babur): CAMM-ER
    Malondesh (Kelas Ada): MICA VL / Jarak Pendek
    -
    Fokus Operasional
    Indonesia (Kelas Istif): Peperangan Multiperan Zona Terbuka
    Pakistan (Kelas Babur): Peperangan Anti-Kapal & Serangan Darat
    Malondesh (Kelas Ada): Patroli Pantai & Peperangan Anti-Kapal
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING



    BalasHapus
  151. 1998 - 2026 = 28 TAHUN
    PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9
    -
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  152. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    aset tua di seluruh cabang militer =
    171 aset militer (tank, pesawat, kapal) berusia di atas 30 tahun
    butuh servis berkala dengan suku cadang yang sudah punah (obsolete)
    28 kapal tldm beroperasi di atas 40 tahun (lewat usia optimal)
    sistem lama sering mogok & kurangi ketersediaan operasional
    peningkatan waktu mati aset (downtime) secara drastis
    --------------------------------
    outsourcing mro dengan masalah tata kelola =
    andalkan kontraktor swasta untuk kurangi biaya & tingkatkan efisiensi
    pengawasan buruk & kontrak terfragmentasi picu layanan tidak konsisten
    keterlambatan servis & penggelembungan biaya (inflasi harga)
    nol kontrol terpusat akibatkan standar perawatan berbeda-beda
    perbaikan bersifat reaktif, bukan pencegahan (preventif)
    --------------------------------
    kendala anggaran & prioritas belanja =
    porsi besar anggaran habis untuk gaji & pensiun personel
    dana perawatan aset terbatas akibat pembagian capex & opex yang timpang
    opex tidak mencukupi untuk jaga "besi tua" tetap layak jalan
    rencana modernisasi sering ditunda demi prioritas nasional lain
    dana suku cadang & dukungan teknis minim, performa jatuh
    --------------------------------
    keusangan teknologi & digital =
    platform lama tidak mampu integrasi dengan sistem modern
    tidak kompatibel dengan alat perang digital masa kini (network-centric)
    biaya upgrade aset lama lebih mahal daripada beli baru
    penggantian lambat akibat penundaan kontrak pengadaan
    aset tidak penuhi syarat misi & gagal interoperabilitas dengan sekutu
    --------------------------------
    lemahnya penerapan integrated logistics support (ils) =
    ils tidak diterapkan secara konsisten di seluruh cabang atm
    analisis dukungan logistik (lsa) untuk ramal kebutuhan servis sangat minim
    kegagalan eksekusi lsa pada kendaraan lapis baja (panser/tank)
    pemeliharaan aset tidak efisien & sulit dideploy saat mendesak
    --------------------------------
    perencanaan logistik terfragmentasi antar matra =
    ad, al, & au operasikan sistem logistik sendiri tanpa integrasi
    koordinasi pusat nihil: jadwal servis & stok suku cadang sering meleset
    duplikasi kerja & keterlambatan distribusi antar matra
    perlambat mobilisasi pasukan saat operasi gabungan atau bencana
    --------------------------------
    keterbatasan pembelajaran organisasi & kapabilitas =
    tentara darat sulit adaptasi logistik di lingkungan operasional dinamis
    kurangnya investasi pelatihan personel logistik yang handal
    sistem kaku & tidak mampu respons kondisi medan perang yang cepat
    absennya budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement)
    --------------------------------
    infrastruktur usang & hambatan rantai pasok =
    gudang, armada angkut, & sistem it logistik sudah ketinggalan zaman
    regulasi tidak konsisten & ekonomi tidak stabil ganggu arus logistik
    kemacetan distribusi kurangi kecepatan perbaikan & pengisian stok
    bottleneck sistem kurangi reliabilitas pengiriman aset ke pangkalan depan
    --------------------------------
    minimnya aliansi logistik strategis =
    kemitraan dengan penyedia logistik swasta papan atas sangat terbatas
    kurang kerja sama internasional untuk akses teknologi rantai pasok
    absennya akses ke alat pemeliharaan prediktif (predictive maintenance)
    terisolasi dari praktik terbaik (best practices) logistik militer global

    BalasHapus
  153. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    struktur anggaran pengadaan terfragmentasi =
    anggaran tidak terpusat & tidak berurutan secara strategis
    pembayaran progresif fa-50 & lcs kuras dana tahunan tanpa hasil instan
    tidak ada roadmap pengadaan jangka panjang yang jelas
    dana belanja modal (capital) kalah bersaing dengan biaya operasional
    modernisasi antar platform menjadi tidak koheren
    --------------------------------
    penundaan program modernisasi =
    skandal lcs: target 6 kapal mulai 2019, nol unit terkirim hingga 2025
    salah urus finansial & sengketa kontrak hambat pengiriman kapal
    penggantian panser ad: apc condor uzur belum diganti hmav baru
    tunggu persetujuan dana meski kebutuhan operasional mendesak
    celah udara tudm: transisi mig-29 ke fa-50 berjalan sangat lambat
    dana hanya cair sebagian, jadwal pengiriman ditarik ulur
    --------------------------------
    depresiasi mata uang & dependensi impor =
    tergantung penuh pada oem asing untuk sistem senjata utama
    lemahnya ringgit hancurkan daya beli alutsista secara riil
    kenaikan anggaran nominal tidak menambah jumlah senjata yang dibeli
    industri domestik lumpuh, tetap butuh komponen impor yang mahal
    --------------------------------
    minimnya tata kelola pengadaan strategis =
    tidak ada otoritas tunggal untuk pengawasan jangka panjang
    keputusan tersebar di berbagai kementerian & lembaga (eg: mindef & mof)
    transisi politik ubah prioritas, picu pembatalan proyek di tengah jalan
    program sering ditinggalkan (abandoned) sebelum mencapai siklus penuh
    celah kapabilitas militer semakin melebar luas
    --------------------------------
    prioritas anggaran timpang ke gaji & pensiun =
    rm19.73 miliar alokasi pertahanan 2024 (usd 4.16 miliar)
    di atas 40% habis hanya untuk gaji & tunjangan personel
    porsi belanja modal (capex) untuk senjata & upgrade sangat kecil
    besi tua dipaksa bertugas tanpa pembaruan (refurbishment) layak
    kesiapan tempur (readiness) jatuh akibat kerusakan aset
    --------------------------------
    pendanaan pengadaan terfragmentasi & reaktif =
    dana capex terkunci untuk cicilan fa-50, a400m, & lcs mangkrak
    pembayaran sudah terikat kontrak lama (pre-committed)
    nol fleksibilitas untuk upgrade baru atau perbaikan darurat
    modernisasi skala besar dicicil bertahun-tahun (lambat)
    tidak mampu merespons kebutuhan mendesak di lapangan
    --------------------------------
    depresiasi ringgit hancurkan daya beli =
    tergantung pada supplier asing (oem) untuk senjata & suku cadang
    ringgit yang lemah gerus nilai riil alokasi anggaran militer
    anggaran naik secara nominal, tapi daya beli alutsista stagnan
    biaya suku cadang internasional melambung tinggi
    --------------------------------
    enggan alihkan belanja sektor lain =
    pemerintah enggan pangkas jumlah personel untuk modernisasi
    pertahanan sering dikalahkan oleh program sosial & infrastruktur
    militer dipaksa bekerja ekstra dengan platform usang
    siklus upgrade sangat terbatas karena dana terserap subsidi
    --------------------------------
    konsekuensi nyata: kegagalan peralatan fatal =
    kapal tldm kd pendekar (usia 45 tahun) tenggelam tahun 2024
    penyebab: kegagalan lambung akibat pemeliharaan kurang dana
    setengah dari 49 kapal tldm operasi di luar usia pakai (audit negara)
    nyawa personel dipertaruhkan demi menjaga "besi tua" tetap jalan
    --------------------------------
    tabel ringkasan krisis anggaran malondesh =
    gaji vs senjata: dana habis untuk orang, bukan mesin (stagnasi teknologi)
    cicilan macet: dana terkunci hutang lama (modernisasi terhenti)
    ringgit lemah: bayar lebih mahal untuk barang yang sama (inflasi alutsista)
    risiko karam: aset uzur makan korban jiwa (krisis kedaulatan maritim)

    BalasHapus
  154. 2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    akselerasi modernisasi tetangga =
    singapura: dominasi f-15sg, kapal selam canggih, & air defense terintegrasi
    indonesia: belanja besar-besaran jet rafale, fregat, & drone serang
    vietnam: fokus asimetris lewat kapal selam kilo & rudal pesisir
    filipina: perkuat aliansi global & akuisisi rudal brahmos
    malondesh berisiko kalah dalam perang konvensional maupun hibrida
    --------------------------------
    hambatan anggaran & kebocoran dana =
    anggaran stagnan di rm15–18 miliar per tahun
    60–70% habis untuk gaji & perawatan barang antik
    skandal lcs hancurkan kepercayaan publik & kesiapan tempur
    tetangga investasi masa depan, malondesh terjebak masa lalu
    --------------------------------
    eksposur strategis di laut china selatan =
    coast guard & milisi maritim china bebas masuk zee malondesh
    kedaulatan maritim terus diuji tanpa perlawanan berarti
    28 dari 34 kapal perang berusia di atas 40 tahun (besi tua)
    daya gentar (deterrence) lumpuh di wilayah sengketa
    --------------------------------
    pendekatan diplomasi vs hard power =
    tradisi diplomasi sunyi asean mulai tidak relevan
    tetangga (filipina & vietnam) beralih ke sikap lebih asertif
    geopolitik bergeser ke arah adu kekuatan (hard power)
    pendekatan lunak malondesh tertinggal oleh kekuatan militer tetangga
    --------------------------------
    dampak regional =
    leverage diplomatik malondesh di asean merosot tajam
    risiko menjadi mata rantai terlemah dalam keamanan regional
    ketergantungan pada perlindungan asing meningkat
    kehilangan autonomi strategis dalam menjaga wilayah sendiri
    --------------------------------
    komponen tua melampaui usia pakai =
    171 aset militer (ad, al, au) berusia di atas 30 tahun (data 2024)
    kapal serang cepat (fac) tldm mendekati usia 50 tahun
    sistem mekanis rentan terhadap kelelahan logam & korosi
    operasi rutin membawa risiko tinggi malfungsi sistem
    --------------------------------
    iklim tropis percepat kerusakan =
    lingkungan panas & salinitas tinggi merusak perangkat keras
    korosi dipercepat pada kapal perang & badan pesawat tempur
    elektronik & hidrolik rusak lebih cepat akibat kelembapan
    kapal tidak lagi penuhi standar modern akibat degradasi lingkungan
    --------------------------------
    sistem usang & kelangkaan suku cadang =
    oem asing telah hentikan produksi & dukungan teknis
    harga suku cadang internasional melambung dengan waktu tunggu lama
    praktik kanibalisasi aset & modifikasi lokal yang tidak terjamin
    penurunan ketersediaan armada & keselamatan yang dikorbankan
    --------------------------------
    insiden operasional & risiko nyawa =
    kematian komando (juli 2025) akibat kegagalan peralatan selam tua
    ksad konfirmasi peralatan sudah "terlalu lama" & butuh audit total
    sistem warisan (legacy) menjadi ancaman langsung bagi nyawa personel
    kesiapan tempur jatuh di bawah bayang-bayang kecelakaan kerja
    --------------------------------
    ringkasan faktor kerusakan militer malondesh =
    komponen tua: platform usia 30-50 tahun (keandalan rendah)
    aus tropis: panas & garam percepat degradasi (biaya mro naik)
    sistem usang: nol dukungan oem (krisis suku cadang kronis)
    insiden fatal: kegagalan alat picu kecelakaan (risiko personel tinggi)

    BalasHapus
  155. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
    RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
    RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
    MALAYDESH is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
    New taxes
    • Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
    • Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
    • Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
    • Carbon tax: A new tax on carbon emissions
    • Sugar duties: Higher duties on sugar
    • Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
    • Inheritance tax: A tax on inheritance
    • High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
    • Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
    Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.
    ---------------------------------
    CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
    IRBM GAMBLING = HALAL
    IRBM GAMBLING = HALAL
    Per the IRBM, any form of gambling winnings, whether from land-based casinos or online platforms, is deemed income and should be declared for tax purposes.


    BalasHapus
  156. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    35 MILLION/4 PEOPLE = 8.750.000 DEPRESION
    35 MILLION/10 PEOPLE = 3.500.000 ATTEMPTED SUICIDE
    the 2022 National Health Morbidity Survey (NHMS) in MALAYDESH found that one in four adolescents had depression and one in ten had attempted suicide. The survey also found that suicidal thoughts and attempted suicide rates were higher among girls than boys.
    Key findings
    • 1 in 4 adolescents had depression
    • 1 in 10 adolescents had attempted suicide
    • 18.5% of girls had suicidal thoughts, compared to 13.4% of boys who had attempted suicide
    Implications
    These findings highlight the need for targeted mental health interventions.
    ---------------------------------
    SEPERTIGA (1/3) = MENTAL DISORDER = GANGGUAN JIWA ....
    1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER
    35 MILLION / 3 PEOPLE = 11 MILLION PEOPLE MENTAL DISORDER
    According to Prudential, one in three people in MALAYDESH have a mental disorder, but half of them haven't been diagnosed. This is a serious issue that requires targeted interventions.
    Prevalence of mental illness in MALAYDESH
    • The 2022 National Health Morbidity Survey found that one in four adolescents have depression, and one in ten have attempted suicide.
    • The prevalence of mental health problems is highest among people aged 16–19 and those from low-income families.
    • Mental health problems can affect people throughout their lives.
    Impact of untreated mental illness
    • People who don't get mental health treatment may develop serious complications and even be hospitalized.
    • Mental illness stigma is still widespread in many cultures and nations.
    ---------------------------------
    1 IN 3 = MENTAL DISORDER
    1 IN 3 = MENTAL DISORDER
    1 IN 3 = MENTAL DISORDER
    1 in 3 people in MALAYDESH suffers from a mental disorder of some sort. But, unfortunately, half of those individuals have not been diagnosed. To aggravate things, most people who do not get mental health treatment may develop serious complications and even get hospitalised.



    BalasHapus
  157. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Status Kelumpuhan Alutsista (SIPRI 2020–2026)
    Vakum Total (2024–2025): Status KOSONG dalam laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
    Tren Janji Palsu (Prank): Riwayat panjang kegagalan kontrak mulai dari Rafale (2014), JF-17 (2017), hingga pembatalan resmi F/A-18 Hornet Kuwait (2026) yang gagal total setelah 4 kali upaya.
    Pembekuan Total (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk Procurement Freeze (pembekuan pengadaan) akibat skandal suap dan kartel proyek di angkatan darat.
    -
    Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
    Beban Utang Per Kapita (2025):
    Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
    Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
    Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
    Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
    -
    Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
    Kehilangan Dominasi: Malaydesh merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
    Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur Malaydesh.
    Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).

    BalasHapus
  158. DATA RECIPIENTS IMPOR SENJATA UTAMA GLOBAL (SIPRI OUT LIST)
    (Catatan: Malondesh Resmi Keluar dari Daftar 40 Importir Terbesar Dunia)
    • Peringkat 1–20: 1. Ukraina | 2. India | 3. Arab Saudi | 4. Qatar | 5. Pakistan | 6. Jepang | 7. Polandia | 8. AS | 9. Kuwait | 10. Australia | 11. UEA | 12. Mesir | 13. Inggris | 14. Israel | 15. Belanda | 16. Korsel | 17. Jerman | 18. INDONESIA | 19. Yunani | 20. Norwegia.
    • Peringkat 21–40: 21. China | 22. Italia | 23. FILIPINA | 24. Türkiye | 25. Brasil | 26. SINGAPURA | 27. Bahrain | 28. Maroko | 29. Denmark | 30. Rumania | 31. Belgia | 32. Belarusia | 33. Aljazair | 34. Taiwan | 35. Hungaria | 36. Kazakhstan | 37. Serbia | 38. Kanada | 39. Spanyol | 40. THAILAND.
    • Analisis Data: Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand mendominasi, sedangkan Malondesh dinyatakan Out List (Daftar Lengkap SIPRI).
    ________________________________________
    KRONOLOGI ENAM TAHUN REKOR LEMBAR KOSONG SIPRI MALONDESH
    • SIPRI 2020: Status Planned (Dijangka) — Proyek alutsista hanya tertahan sebagai rencana awal tanpa ada penandatanganan kesepakatan finansial.
    • SIPRI 2021: Status Planned (Dijangka) — Pembatasan anggaran domestik menghentikan kelanjutan negosiasi pengadaan platform baru.
    • SIPRI 2022: Status Selected Not Yet Ordered — Jenis pesawat dan sistem persenjataan dipilih namun gagal menerbitkan nota kontrak order resmi.
    • SIPRI 2023: Status Not Yet Ordered — Penurunan likuiditas keuangan memaksa militer absen penuh dari aktivitas pemesanan baru global.
    • SIPRI 2024: Status KOSONG — Lembar transaksi impor nihil seiring membubungnya beban utang federal dan liabilitas berjalan.
    • SIPRI 2025: Status KOSONG — Mengalami kemandekan total setelah dilaksanakannya moratorium belanja modal militer oleh kabinet.
    ________________________________________
    INDEKS KEKUATAN TEMPUR REALISTIS REGIONAL (GFP 2026 ASEAN)
    • Peringkat 1: Indonesia (Skor: 0,2582 — Dunia: 13 | Hegemon Kekuatan Kawasan).
    • Peringkat 2: Vietnam (Skor: 0,4066 — Dunia: 23).
    • Peringkat 3: Thailand (Skor: 0,4458 — Dunia: 24).
    • Peringkat 4: Singapura (Skor: 0,5272 — Dunia: 29).
    • Peringkat 5: Myanmar (Skor: 0,6265 — Dunia: 35).
    • Peringkat 6: Filipina (Skor: 0,6993 — Dunia: 41).
    • Peringkat 7: Malondesh (Skor: 0,7379 — Dunia: 42 | Terlempar dari Papan Atas ASEAN).
    • Peringkat 8: Kamboja (Skor: 1,6591 — Dunia: 83).
    • Peringkat 9: Laos (Skor: 2,7411 — Dunia: 125).
    --------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT

    BalasHapus
  159. INDEKS KINERJA PERTAHANAN ASEAN DAN REKAPITULASI FISKAL GLOBAL (2020–2026)
    ________________________________________
    DOKUMEN TRANSFER SENJATA SIPRI 2025: EKSPANSI VS REKOR KOSONG
    • Indonesia (1 Lembar Penuh — Nilai Kontrak ~USD 10,47 Miliar + EUR 1,2 Miliar):
    o Jet Tempur Rafale F-4 (42 Unit): Kontrak efektif terkonfirmasi senilai USD 8,1 Miliar.
    o Fregat PPA-L-Plus / Brawijaya Class (2 Unit): Kontrak efektif terkonfirmasi senilai EUR 1,2 Miliar.
    o Drone Bersenjata Anka-S (12 Unit): Kontrak efektif terkonfirmasi senilai USD 300 Juta.
    o Pesawat Angkut Strategis A400M Atlas (2 Unit): Estimasi paket logistik dan pelatihan senilai ~USD 700 Juta.
    o Rudal Taktis Khan / Bora: Estimasi paket 40 misil dan 4 unit sistem peluncur senilai ~USD 100 Juta.
    o Sistem Propulsi Maritim: Estimasi 6 unit Turbin LM-2500 dan Mesin Kapal MTU senilai ~USD 150 Juta.
    o Sistem Dukungan Terintegrasi: Mesin TP400-D6 serta Air Refuel System langsung menyatu dalam paket A400M.
    • Malondesh (1 Lembar Kosong — Nilai Kontrak BARU: NOL):
    o Realisasi Belanja: Anggaran total tahun 2025 tercatat kritis sebesar RM 5,8 Miliar (~USD 1,34 Miliar).
    o Pembagian Matra: Angka USD 1,34 Miliar jika dibagi rata untuk 3 angkatan hanya menyisakan USD 440 Juta per matra.
    o Keterbatasan Fiskal: Penegasan PM Datuk Seri Anwar Ibrahim mengonfirmasi dana habis untuk servis, pemeliharaan, dan perbaikan rutin.
    ________________________________________
    KLASIFIKASI STRATEGIS STATUS BELANJA SIPRI KAWASAN ASEAN
    • Kelompok Aktif (ASEAN SIPRI 2025 Shopping List):
    o Indonesia: Memimpin pengadaan platform tempur kelas berat dengan ruang fiskal paling ekspansif di kawasan.
    o Vietnam: Menjalankan program modernisasi maritim secara aktif guna mengamankan kedaulatan perairan.
    o Myanmar: Melanjutkan transaksi pasokan alutsista taktis operasional untuk kebutuhan domestik.
    o Thailand: Mengamankan kontrak pembelian jet tempur baru beserta amunisi bom berpemandu pintar.
    o Filipina: Memperkuat pertahanan pesisir pantai lewat pengadaan kapal fregat dan sistem rudal BrahMos.
    o Singapura: Mengisi daftar belanja lewat penambahan armada pesawat tempur siluman generasi kelima F-35B.
    • Kelompok Pasif (ASEAN SIPRI 2025 Salam Lembar Kosong):
    o Kolektif negara Malondesh, Timor Leste, Kamboja, Laos, dan Brunei mencatatkan transaksi nihil akibat keterbatasan modal belanja modal alutsista baru.
    --------------------------------
    2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONDESH = PHK MASSAL
    2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG

    BalasHapus
  160. SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    ---------------------------------
    DATA UTANG MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
    Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
    -
    PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
    Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
    Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
    ➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
    ---------------------------------
    Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
    Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
    2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
    2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
    2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
    2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
    Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara Malaydesh hanya 0,3%.
    -
    Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
    Terjadi pergeseran drastis di mana Malaydesh kehilangan daya gentar di ASEAN:
    Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
    Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
    Peringkat 7: Malaydesh (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
    Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, Malaydesh resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
    -
    Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
    Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
    Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
    Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
    Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
    Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.

    BalasHapus