07 Juni 2026

Sukses Kembangkan Bom BNT-250, Dislibangau Lanjutkan BNL-1000

07 Juni 2026

Delapan perwira Dislitbangau mendapatkan penghargaan dari PT Dahana (photo: Dislibangau)

Bandung, Dislitbangau -- PT Dahana memberikan penghargaan kepada Perwira Dislitbangau atas keberhasilan dalam pengembangan bom BNT-250, sebagai bentuk apresiasi terhadap sinergi penelitian dan inovasi pengembangan bom udara high explosion 250 Kg. 

Penghargaan diserahkan langsung oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan kepada Kadislitbangau dan Perwira Dislitbangau yg terlibat dalam pengembangan tersebut. Hal ini menandai pencapaian penting dalam kemampuan teknologi bom udara high explosive 250 Kg. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lobi Gedung Utama R.J. Salatun Dislitbangau, Senin (11/5/2026).

Program BNL-1000 diungkapkan sebagai kelanjutan dari program BNT-250 (photo: Dislitbangau)

Keberhasilan pengembangan BNT-250 menunjukkan komitmen bersama antara Dislitbangau dan PT Dahana serta PT Sari Bahari dalam rangka memperkuat kemandirian pertahanan. Program pengembangan ini dimulai sejak tahun 2022 dan berhasil dilaksanakan uji coba operasional pada tahun 2025 menggunakan pesawat F-16 Skadron Udara 3 dengan hasil memenuhi syarat secara operasional.

Direktur Utama PT Dahana menyatakan penghargaan ini sebagai wujud apresiasi atas profesionalisme, integritas, dan dedikasi tim Dislitbangau dalam pengembangan BNT-250. Sementara itu, Dislitbangau menegaskan bahwa capaian ini diharapkan dapat mendorong Perwira Dislitbangau untuk meningkatkan inovasi dalam mendukung kemandirian pertahanan.

Menilik dari namanya, jika BNT-250 serupa dengan Mk-82 bom tanpa pemandu seberat 500 pon (sekitar 227 kg) maka BNL-1000 akan serupa dengan Mk-84 bom tanpa pembandu seberat 2.000 pon (sekitar 907 kg) (photo: Dislitbangau)

Pemberian sertifikat penghargaan oleh Dirut PT Dahana Bapak Hary Irmawan ini diberikan kepada delapan perwira Dislitbangau.

Acara pemberian penghargaan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol penguatan kerja sama untuk pengembangan teknologi bom udara yg selanjutnya. 

(Dislitbangau)

75 komentar:

  1. Ya ampun.... INDIANESIA PROMOSI HUTANG...? Gilanya....🔥🔥🤣🤣🤣



    Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris

    https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT =
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    2. SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
      DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821


      Hapus
    4. DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  2. NGEMIS HUTANG BRITISH DAN CHINA Guys..... 🤣🤣🤣🤣



    Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris

    https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    4. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

      Hapus
    5. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  3. Apa PROMOSI HUTANG... ? 🤣🤣🤣🤣



    Purbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI

    https://money.kompas.com/read/2026/06/06/070700526/purbaya-bakal-ke-china-dan-inggris-untuk-promosikan-surat-utang-ri

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT =
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    2. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

      Hapus
  4. Mantap Indonesia manakala engginer malaydesh takde kepakaran , Melayu Malon bangsa pemalas

    BalasHapus
  5. Malaydesh hanya smart bina kondom unisex sangat menggerunkan🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. CUMA BISA BINA KONDOM UNISEX KARENA OTAK MESUM BERUK MALONDESH... PANTAS NO.1 DI ASIA DAN NO.4 DUNIA SOALAN TA SENONOH MALONDESH 💩💩💩💩🤡🤡🤡🤡

      Hapus
  6. Wow...ini memang tak boleh di lawan......PAKAR NGUTANG... Guys.....🤣🤣🤣🤣



    Purbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI

    https://money.kompas.com/read/2026/06/06/070700526/purbaya-bakal-ke-china-dan-inggris-untuk-promosikan-surat-utang-ri

    BalasHapus
    Balasan
    1. SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  7. Wow...ini memang tak boleh di lawan......PAKAR NGUTANG... Guys.....🤣🤣🤣🤣



    Purbaya Bakal ke China dan Inggris untuk Promosikan Surat Utang RI

    https://money.kompas.com/read/2026/06/06/070700526/purbaya-bakal-ke-china-dan-inggris-untuk-promosikan-surat-utang-ri

    BalasHapus
    Balasan
    1. SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. Pur utang warga malaydesh 89% dari gdp lho. Kok gak ngaca ya, kayak gak punya malu

      Hapus
  8. PROMOSI HUTANG........ 👎👎🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT =
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
  9. KESIAN....NGEMIS HUTANG BRITISH DAN CHINA Guys..... 🤣🤣🤣🤣



    Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris

    https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT =
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    2. KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN =
      PEMALAS (MAHATHIR MOHAMAD)
      MISKIN (ANWAR IBRAHIM)
      MALAYDESH EKSODUS 97,000 ORANG
      -
      FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
      TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
      Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
      -
      PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
      Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
      --------------------------------
      1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      --------------------------------
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      --------------------------------
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura

      Hapus
  10. Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣



    Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026

    https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT =
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malondesh saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malondesh yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malondesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALONDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malondesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malondesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    2. SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. KATA KUNCI IMPOR TENAGA KESEHATAN =
      PEMALAS (MAHATHIR MOHAMAD)
      MISKIN (ANWAR IBRAHIM)
      MALAYDESH EKSODUS 97,000 ORANG
      -
      FAKTOR UTAMA IMPOR TENAGA KESEHATAN DI MALAYDESH
      TINGGINYA ANGKA BRAIN DRAIN:
      Banyak dokter kontrak dan perawat berpengalaman asal Malaydesh memilih mengundurkan diri dan bermigrasi ke luar negeri (seperti ke Singapura, Australia, atau Timur Tengah) karena beban kerja yang ekstrem, jam kerja yang panjang, dan kompensasi yang dirasa kurang kompetitif.
      -
      PENYUSUTAN JUMLAH TENAGA MEDIS BARU:
      Terjadi penurunan drastis pada jumlah house officers (dokter magang) di Malaydesh, dari yang semula mencapai lebih dari 5.000–6,000 orang per tahun menjadi hanya sekitar 3.000-an orang. Akibatnya, terjadi kekosongan posisi yang besar di rumah sakit publik.
      --------------------------------
      1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      --------------------------------
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.
      --------------------------------
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura

      Hapus
  11. Malaydesh hutang cecah 70% PDB , indo 40%, malaydesh kerajaan bangkrap

    BalasHapus
  12. SALAM SAMURAI BONDS
    The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
    ---------------
    SALAM PANDA BONDS
    The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  13. Gempur tolol cakap hutang padahal malaydesh juga tambah hutang pula, masih lebih baik indo 40%pdb, malaydesh 72%PDB

    BalasHapus
  14. Gempur si keledai Malaya makin tolol aja 😄😄😄

    BalasHapus
  15. PROF NYA SAJA ODGJ GIMANA WARGA BERUKNYA 🤡🤡🤡🤡🤡

    PANTAS OTAK BERUK MALONDESH DIDIKAN PROF DR SOLEHAH YAACOB JADI BOTOL BIN BLOON CUMA BISA MEMBUAL, MISTIS DAN MESUM SAJA YANG DIBANGGAKAN 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  16. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malondesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  17. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
    Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
    Detailed Annual Breakdown =
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    --------------------------------
    1️⃣ 2026 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.79 trillion
    Household Debt: RM 1.65 trillion
    Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
    Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
    Total Population: 36,385,115
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 49,196
    Household Debt: RM 45,348
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

    BalasHapus
  18. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  19. Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣



    Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026

    https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  20. Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣



    Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026

    https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    2. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  21. Satu satunya negara ASEAN yang NGEMIS HUTANG ke luar negaranya....

    PROMOSI HUTANG katanya...... HAHAHAHAHHA



    Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris

    https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

      Hapus
    2. DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  22. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  23. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malondesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  24. TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
    DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
    Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821


    BalasHapus
  25. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  26. masa negara yang klaim konon ahli G20 ngemis HUTANG ke negara lain.....HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. TERNYATA KING OF DEBT ASEAN .....
      DATA UTANG & BEBAN PER KAPITA (2026–1998):
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821


      Hapus
    2. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
      -
      5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  27. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  28. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  29. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malondesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  30. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
    Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
    Detailed Annual Breakdown =
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    --------------------------------
    1️⃣ 2026 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.79 trillion
    Household Debt: RM 1.65 trillion
    Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
    Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
    Total Population: 36,385,115
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 49,196
    Household Debt: RM 45,348
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

    BalasHapus
  31. Bukti surat hutang INDIANESIA TAK LAKU........... hingga memaksa Prubaya ke China dan British untuk mencari LENDER...HAHAHAHH



    Purbaya Akan Promosi Surat Utang RI ke China dan Inggris

    https://m.batamtoday.com/berita229436-Purbaya-Akan-Promosi-Surat-Utang-RI-ke-China-dan-Inggris.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  32. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    -
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  33. Gilanya...... HUTANG lagi.....🤣🤣🤣🤣



    Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 386 Triliun hingga Mei 2026

    https://money.kompas.com/read/2026/06/05/152744126/pemerintah-tarik-utang-baru-rp-386-triliun-hingga-mei-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
    2. SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
      -
      1998:
      Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
      -
      1999:
      Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
      -
      2002:
      Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
      -
      2004:
      Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
      -
      2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
      -
      2011:
      Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
      -
      2015:
      Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
      -
      2016:
      Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
      -
      2019:
      Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
      -
      2021:
      Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
      -
      2022:
      Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
      -
      2023:
      Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
      -
      2024:
      Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
      -
      2025:
      Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
      -
      2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
      ----------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

      Hapus
  34. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malondesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    -
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)

    BalasHapus
  35. SALAM SAMURAI BONDS
    The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
    ---------------
    SALAM PANDA BONDS
    The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances.
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  36. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
    Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
    Detailed Annual Breakdown =
    --------------------------------
    2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
    (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
    -
    2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
    (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
    --------------------------------
    1️⃣ 2026 DEBT DATA
    Government Debt: RM 1.79 trillion
    Household Debt: RM 1.65 trillion
    Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
    Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
    Total Population: 36,385,115
    Per Capita Debt Calculation:
    Govt Debt: RM 49,196
    Household Debt: RM 45,348
    ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544

    BalasHapus
  37. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    --------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malondesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malondesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malondesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malondesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  38. 1998 - 2026 = 28 TAHUN = NGEMIS BERAS KELAPARAN
    -
    Su-30MKM & MiG-29N: barter sawit.
    Airbus A400M: cicilan berperingkat.
    FA-50M: barter minyak sawit.
    Scorpene: barter minyak sawit.
    PT-91: barter minyak sawit dan karet
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  39. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

    BalasHapus
  40. DATA PENERBITAN DAN PROMOSI SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH(1998–2026):
    -
    1998:
    Fokus restrukturisasi internal (Danaharta/Danamodal); absen di pasar global akibat pembatasan modal (capital controls).
    -
    1999:
    Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar (tenor 10 tahun) ke pasar AS dan Eropa sebagai bukti pemulihan pasca-krisis.
    -
    2002:
    Mencetak sejarah dengan merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama di dunia senilai USD 600 juta di London dan Timur Tengah.
    -
    2004:
    Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional untuk pendanaan korporasi negara.
    -
    2006: Khazanah Nasional menerbitkan Exchangeable Sukuk berdenominasi USD senilai USD 750 juta di pasar Asia dan Eropa.
    -
    2011:
    Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar yang kebanjiran permintaan (oversubscribed) hingga 4,5 kali lipat.
    -
    2015:
    Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk mendanai pembangunan dan membayar utang jatuh tempo.
    -
    2016:
    Menerbitkan Sukuk Global Berdaulat USD 1,5 miliar dengan kombinasi tenor 10 dan 30 tahun untuk efisiensi biaya dana.
    -
    2019:
    Diversifikasi mata uang melalui penerbitan Samurai Bond JPY 200 miliar (jaminan JBIC) untuk investor Jepang.
    -
    2021:
    Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk (ESG) USD 1,3 miliar pertama di dunia dengan kelebihan permintaan 6,4 kali lipat.
    -
    2022:
    Absen menerbitkan valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik arus modal asing masuk.
    -
    2023:
    Melanjutkan promosi pasar obligasi domestik di tengah penguatan indikator makroekonomi lokal.
    -
    2024:
    Mempertahankan strategi pembiayaan domestik dan menjaga stabilitas kepemilikan asing pada utang negara.
    -
    2025:
    Persiapan dokumen dan penunjukan bank sindikasi internasional untuk kembali ke pasar utang valuta asing.
    -
    2026: Menunjuk bank global untuk mempromosikan rencana penerbitan obligasi global USD 1 miliar, memanfaatkan pertumbuhan ekonomi domestik yang kuat (6,3%).
    ----------------------------------
    5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
    5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    6x Ganti Mindef = PRANK MRCA SPH LCS NSM
    -
    2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
    2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
    2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
    2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
    2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
    2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin

    BalasHapus