19 September 2026

KSAL Sebut PT. PAL dan Fincantieri akan Memodernisasi Kapal Induk

19 September 2026


Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan PT. PAL dan perusahaan kapal asal Italia Fincantieri akan bertanggungjawab memodernisasi atau retrofit kapal induk Giuseppe Garibaldi.

"Kita akan kerja sama antara PT PAL dengan Fincantieri ya," kata Ali saat jumpa pers usai meninjau kapal induk Giuseppe Garibaldi yang sedang bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat.

Menurut dia, kapal tersebut harus dimodernisasi agar mesin dan teknologi kapal sesuai dengan kebutuhan dan doktrin operasi TNI AL.

Ali melanjutkan, kerja sama itu akan menjadi ajang bagi ke dua industri pertahanan (indhan) untuk bertukar informasi teknologi atau transfer of technology (ToT).

Dengan adanya ToT ini, Ali meyakini PT. PAL selaku indhan dalam negeri akan mendapatkan keuntungan berupa peningkatan kualitas produk pertahanan.

Saat ditanya berapa biaya retrofit yang dikeluarkan pemerintah dan kapan prosesnya akan berjalan, Ali tidak menjelaskan hal tersebut secara rinci.


"Sudah disiapkan (anggaran) oleh Kementerian Pertahanan. Kalau jumlahnya saya kurang tahu silakan tanyakan ke Kementerian Pertahanan," kata Ali.

Sebelumnya, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan (Karo Humas Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Indonesia mendapatkan kapal induk pertama yakni Giuseppe Garibaldi secara hibah dari pemerintah Italia.

Kapal buatan galangan asal Italia, Fincantieri itu sebelumnya telah dipakai untuk mendukung kekuatan angkatan laut Italia.

Rico melanjutkan, penerimaan secara hibah itu tidak berarti membuat Kementerian Pertahanan tidak mengeluarkan uang sepeserpun.

"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia. Anggaran yang disiapkan pemerintah Indonesia dialokasikan untuk kebutuhan retrofit atau penyesuaian agar sesuai kebutuhan operasi TNI AL," kata Rico saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat (13/2).

(AntaraNews)

Raytheon Mengonfirmasi Kompatibilitas Rudal AMRAAM-ER dengan NASAMS Australia

19 September 2026

Rudal AMRAAM-ER kompatibel dengan sistem NASAMS Australia (photo: Raytheon)

Raytheon Australia, anak perusahaan RTX, telah menyatakan bahwa rudal AIM-120 *Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile* varian jarak jauh (*extended range* atau AMRAAM-ER) kompatibel dengan sistem *National Advanced Surface-to-Air Missile System* (NASAMS) milik Australia.

Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 16 September untuk mengumumkan pencapaian kemampuan operasional penuh (*Final Operational Capability* atau FOC) NASAMS, Raytheon menyatakan, "Konfigurasi Australia ini dikembangkan berdasarkan sistem dasar dengan penyesuaian untuk lingkungan operasi dan kebutuhan misi setempat, serta mengintegrasikan teknologi radar rancangan Australia."

Raytheon menyebutkan bahwa varian NASAMS Australia mencakup rangkaian efektor yang terdiri dari AIM-9X Sidewinder, AIM-120 *Advanced Medium-Range Air-to-Air Missile* (AMRAAM), dan AMRAAM-ER.

Angkatan Darat Australia pertama kali menembakkan AIM-120 AMRAAM dari NASAMS pada November 2023 dan kemudian melakukan uji tembak langsung AIM-9X Sidewinder dalam kegiatan sertifikasi di Woomera Test Range pada Mei 2025. Siaran pers Raytheon tanggal 16 September tersebut merupakan pengumuman publik pertama yang mengidentifikasi AMRAAM-ER sebagai bagian dari rangkaian efektor dalam konfigurasi NASAMS Australia.

Menurut Raytheon, konfigurasi NASAMS Australia mencakup radar buatan dalam negeri dari CEA Technologies, *Fire Distribution Centre* (FDC) dari Kongsberg, peluncur *High Mobility Launcher* buatan Raytheon yang dipasang pada kendaraan Hawkei, serta sistem darat multispektral buatan Raytheon Australia.

Pengumuman Raytheon ini menyusul pengumuman terpisah dari Departemen Pertahanan (DoD) Australia pada 9 September 2026. DoD menyatakan bahwa NASAMS telah mencapai FOC, memenuhi "seluruh persyaratan untuk layanan operasional", dan siap mendukung operasi Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

NASAMS diadakan melalui program Pertahanan Udara Berbasis Darat Jarak Pendek (*Short-Range Ground-Based Air Defence* atau SRGBAD) Australia dan menjadi lapisan terdalam dalam jaringan pertahanan udara dan rudal terintegrasi ADF. 

PT DI Dapatkan Kontrak Harwat Pesawat Terbang/Helikopter TNI AU

19 September 2026

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Koharrmatau dan PT DI (photo: PT DI)

Bandung (17/09) – PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) dan Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Koharmatau) memperkuat kolaborasi dalam mendukung keberlanjutan pemeliharaan pesawat terbang dan helikopter milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pendayagunaan Sumber Daya dan Pemanfaatan Fasilitas Pemeliharaan Pesawat Terbang/Helikopter.

PKS ini ditandatangani oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan, dan Komandan Koharmatau, Rudolf P. Buulolo di Ruang Rapat Basir Surya, Koharmatau, Kamis (17/09). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan kapabilitas industri PTDI dengan sumber daya dan fasilitas yang dimiliki TNI AU untuk memperkuat dukungan terhadap pemeliharaan armada udara TNI AU.

Pada kesempatan ini, kedua pihak juga menandatangani dokumen perjanjian Side Letter sebagai tindak lanjut terhadap kerja sama pemeliharaan pesawat terbang/helikopter, serta kerja sama pengadaan suku cadang dan Harwat pesawat CN235 milik TNI AU. Dalam hal ini, Koharmatau akan memberikan dukungan berupa penyediaan personel, peralatan, fasilitas, dan Ground Support Equipment (GSE). Sementara itu, PTDI akan menyediakan personel yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan, termasuk dukungan teknis dan pemeliharaan guna menjaga kesiapan operasional pesawat milik TNI AU.

Armada pesawat CN-235 TNI AU (photo: TNI AU)

Kolaborasi ini  mencerminkan komitmen PTDI sebagai industri pertahanan untuk memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pesawat yang telah diproduksi dan dioptimalkan pemanfaatannya bagi pengguna (end-user), dalam hal ini, TNI AU. ”Kerja sama ini menjadi hal penting untuk memastikan kemampuan armada tetap terjaga dan memenuhi Optimum Essential Force TNI AU. Bagi kami, kerja sama ini juga merupakan bentuk komitmen untuk terus mendukung kebutuhan pemeliharaan alutsista TNI AU, melalui kemampuan teknis sumber daya manusia, serta fasilitas yang dimiliki masing-masing pihak, diharapkan kegiatan pemeliharaan dapat dilaksanakan secara lebih terkoordinasi sesuai dengan kebutuhan,” ujar Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI. 

Sementara itu, Komandan Koharmatau, Rudolf P. Buulolo, mengatakan, ”Saya memandang bahwa kerja sama ini memiliki arti penting, bukan hanya dalam mendukung pelaksanaan pemeliharaan, tetapi juga dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat transfer pengetahuan dan pengalaman, serta membangun kemampuan pemeliharaan yang semakin mandiri dan berkelanjutan.”

18 September 2026

The 74th SEAEX THAMAL Joint Maritime Exercise between Thai and Malaysian Maritime Security Agencies

18 September 2026

The 74th SEAEX THAMAL Joint Maritime Exercise (photos: Royal Thai Navy)

On September 15, 2026, the Second Naval Area Command—through the Thai-Malaysian joint maritime exercise task group—conducted exercises in the waters spanning from Songkhla Province, Thailand, to Kuantan, Pahang, Malaysia.


A total of eight naval vessels and 133 personnel from both nations participated. The Thai contingent included HTMS Thayan Chon, Patrol Boat T.995, Patrol Boat T.111 (from the Second Naval Area Command), and Marine Police Boat RN.817.


The Malaysian contingent included KD Handalan and KD Sri Sabah (Royal Malaysian Navy), KM Amanah (Malaysian Maritime Enforcement Agency), and Marine Police Boat PA6. Exercise activities included screen maneuvering, parallel sailing, formation maneuvering, and visual signaling (using international signal lamps).


Earlier, on September 11, 2026, Rear Admiral Pisit Jaturatkornpat, Deputy Commander of the Second Naval Area Command (representing the Commander of the Second Naval Area Command), and Rear Admiral Dato’ Azman bin Rabani, Commander of Naval Area 1 (Royal Malaysian Navy), presided over the closing ceremony of the 74th SEAEX THAMAL exercise at Kuantan Naval Base, Naval Area 1 Command, Kuantan, Pahang, Malaysia.

Indonesia Menargetkan Produksi Massal Torpedo Piranha Mulai Tahun 2027

18 September 2026

Torpedo Piranha yang akan diproduksi PT PAL (image: PT PAL)

Perusahaan galangan kapal milik negara Indonesia, PT PAL Indonesia, telah memaparkan rencana untuk memulai produksi massal torpedo ringan Piranha—produk dalam negeri—pada bulan Januari 2027.

PT PAL memaparkan rencana tersebut pada tanggal 9 September dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh asosiasi awak kapal selam TNI Angkatan Laut dan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal).

Materi presentasi dari seminar tersebut diperoleh Janes dari seorang sumber yang menghadiri acara itu.

Baik PT PAL maupun Kementerian Pertahanan RI belum mengumumkan secara resmi adanya kontrak produksi untuk senjata tersebut.

Dalam slide presentasi, PT PAL mendeskripsikan Piranha sebagai torpedo ringan untuk peperangan anti-kapal selam (ASW) dengan jarak jangkau lebih dari 15 km, kecepatan maksimum 40 knot, dan hulu ledak seberat 50 kg.

Torpedo Piranha disebutkan memiliki kecepatan maksimal 40 not, sebagai perbandingan kecepatan torpedo ringan TNI AL A244/S Mod 3 mempunyai kecepatan maks 38 knot, sedangkan torpedo kelas berat SUT mempunyai kecepatan maks 35 knot dan torpedo Black Shark mencapai kecepatan maks 50 knot (photo: Lintas Pikiran)

Senjata ini ditampilkan sebagai upaya pengembangan mandiri yang bertujuan mendukung ambisi Indonesia untuk mencapai kemandirian lebih besar dalam teknologi peperangan bawah air.

Menanggapi pertanyaan dari Janes, PT PAL menyebut partisipasinya dalam seminar tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan pergeseran arah perusahaan yang sedang berlangsung, dari pengembangan platform menuju kemampuan sistem terintegrasi.

"Sejalan dengan arah pengembangan ini, PT PAL Indonesia terus mendorong kemajuan teknologi pertahanan maritim melalui wahana permukaan tanpa awak (USV), wahana bawah air otonom (AUV), dan torpedo Piranha," ujar pihak PT PAL.

"Pengembangan ketiga sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional dengan memanfaatkan teknologi tanpa awak dan otonom, serta integrasi sistem yang disesuaikan dengan kebutuhan misi," tambah perusahaan tersebut.

Pada bulan Oktober 2025, PT PAL melakukan uji coba penembakan torpedo Piranha dari prototipe kapal selam otonom (KSOT) miliknya.

Uji coba tersebut dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyebut penembakan itu sebagai tonggak pencapaian penting bagi negara.

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 Kawal Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi di Perairan Indonesia

18 September 2026

KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 mengawal ITS Giuseppe Garibaldi (photos: TNI AL, AntaraNews)

TNI AL. Koarmada II -- KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, unsur Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II, melaksanakan penyambutan dan pengawalan kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi saat memasuki Perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, Kamis (17/9). Pengawalan dilaksanakan dalam rangka kedatangan kapal induk tersebut ke Indonesia setelah sebelumnya berlayar dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan saat ini tengah menuju Jakarta.

ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026 yang rencananya akan disambut oleh Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), serta sejumlah pejabat pemerintah lainnya.


Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi ke Tanah Air menjadi bagian penting dalam upaya penguatan Alutsista TNI AL, khususnya dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk penanggulangan bencana dan pelaksanaan misi kemanusiaan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Pengawalan oleh KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian penyambutan kedatangan kapal tersebut hingga menuju Jakarta. (Koarmada 2)

Melihat formasi kapal induk RI dikawal dua KRI dan pesawat TNI AL
Jakarta (ANTARA) - Kapal induk atau ITS Giuseppe Garibaldi telah memasuki perairan Bangka, Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dengan dikawal oleh dua kapal perang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).


Dari pantauan foto ANTARA yang diambil di laut Bangka, Kamis, terlihat Garibaldi berada di posisi tengah, diapit oleh KRI Brawijaya-320 di sisi kiri dan KRI Prabu Siliwangi-321 di sisi kanan.

Dua kapal pengawal Giuseppe Garibaldi itu memasang bendera Merah Putih di bagian atasnya. Sedangkan untuk kapal Giuseppe Garibaldi masih memasang bendera Italia.


Hal tersebut dikarenakan kapal itu memang buatan perusahaan kapal asal Italia, Fincantieri. Kapal tersebut juga telah dipakai AL Italia selama puluhan tahun.

Di atas kapal induk bagian landasan pacu, terlihat banyak personel berbaris TNI AL dan AL Italia berbaris.


Tidak hanya dikawal kapal perang, kapal induk pertama milik RI itu juga dikawal oleh dua pesawat dari Korps Pusat Penerbang AL (Puspenerbal), yakni CN-235 dan NC-212.

Kapal induk tersebut direncanakan akan tiba di dermaga Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9) dan akan diterima langsung oleh jajaran pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan RI. (AntaraNews)

17 September 2026

PAF Accepts Second Batch of Bell 412EPX Aircraft

17 September 2026

PAF accepts two newly acquired Bell 412EPX helicopter (photos: PAF)

The Philippine Air Force (PAF) continues to advance its modernization efforts with the formal acceptance and blessing of two newly acquired Bell 412EPX aircraft on September 15, 2026. The ceremony, held at Colonel Jesus Villamor Air Bashe, marks te formal acceptance of the second batch of aircraft under the PAF’s Additional Utility Helicopter Project.


The event was organized by the Systems Engineering and Modernization Office (SEMO, PAF) and presided over by Lieutenant General Arthur M Cordura PAF, Commanding General of the Philippine Air Force, who served as the Guest of Honor.


These newly acquired assets are expected to significantly enhance the PAF’s operational capabilities, specifically in the areas of air mobility and Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR) operations.


During his address, LtGen Cordura stressed the necessity of diligent care and strategic employment of the helicopters. He urged all personnel involved in the operation and maintenance of the aircraft to embody professionalism, competence, and accountability, ensuring that these assets are maximized to fulfill the PAF’s organizational mandate.

(PAF)