28 Juni 2016

Mengintip Budget MEF Tahap 2 (2015-2019)

28 Juni 2016


Pesawat tempur TNI AU (photo : Indonesian Military)

Kabinet kerja pimpinan Presiden Joko Widodo sudah berlangsung hampir 2 tahun. Selama itu pula para antusias pertahanan harap harap cemas akan kelanjutan program Minimum Essensial Forces tahap 2. Hingga kini belum ada informasi sahih mengenai pengadaan alutsista baru. Namun ARCinc mendapatkan data resmi dari Pemerintah terkait kelanjutan MEF tahap 2.

Data itu berupa dana atau budget yang akan disediakan untuk pembangunan pertahanan tahun 2015-2019, bersumber dari Bappenas. Sebagaimana biasanya, sumber dana berasal dari pinjaman dalam negeri serta luar negeri.

Pinjaman Luar Negeri

 
Dari dana pinjaman luar negeri, total Kemenhan mendapat alokasi US $ 7,7 miliar, dengan porsi terbesar untuk TNI AU yairu senilai lebih dari 3 miliar dollar. Dilihat dari besaran dana, tampaknya TNI AU akan membeli fighter senilai 1,2 miliar dolar serta pesawat transport senilai 1 miliar dollar. Sementara TNI AL juga menitik beratkan pengadaan peralatan striking dengan membeli kapal selam senilai 1,2 miliar serta kapal perang senilai sekitar 1 miliar dolar. Sementara TNI AD juga mengedepankan pengadaan helikopter dan disusul artileri medan. Untuk jelasnya, simak bagan dibawah ini.

Pinjaman Dalam Negeri
 

Lalu untuk pendanaan dari pinjaman dalam negeri juaranya adalah TNI AL dengan alokasi dana hampir Rp 7 trilyun. Hampir setengahnya dialokasikan untuk pengadaan KCR-60. Disusul pengadaan kapal OPV senilai 2 trilyun rupiah. TNI AD menjadi urutan kedua dengan alokasi dana pinjaman untuk kendaraan tempur.
 
Sementara TNI AU dengan alokasi sekitar 3 trilyun rupiah, hampir setengahnya akan dibelikan NC-212 versi terbaru. Simak data dibawah ini untuk lengkapnya. Bisa pula disimpulkan pengadaan dari pinjaman dalam negeri lebih banyak diperuntukan untuk industri pertahanan dalam negeri.

Data data yang dikeluarkan Bappenas ini tidak semuanya menyebutkan merk dan jenis alutsista tertentu. Utamanya untuk dana yang berasal dari pinjaman luar negeri. Namun dengan alokasi yang ada, bolehlah kita sedikit berharap pembangunan kekuatan TNI masih terus berlanjut.


(ARC)

7 komentar:

  1. Aku berdoa saja semoga semua terealisasi dengan cepat dan selamat.
    Tul gak brooo...

    BalasHapus
  2. Pak jakowi ayo buruan didealkan, masak kalah sama pak beye yang sudah pada berdatangan

    BalasHapus
  3. Kapal silem nya dengan duit 10M an gitu dapet apa ya kira2..

    BalasHapus
  4. Kapal silem nya dengan duit 10M an gitu dapet apa ya kira2..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tambahin nolnya tiga biji...

      Hapus
  5. Katanya indonesia mau di jadikan negara maritim berclas dunia tapi senjata yg mau di belli masih berclass tempe alias berclass pistol .dana hibah dari rakyat milyaran dolar $$$$ hanya buat proyek proyek perahu kcr kcr berlebel buatan dalam negeri .

    BalasHapus