12 September 2026

KSAL Sebut RI Ditawari Kapal Selam Interim (Sementara) oleh Negara-negara Lain

12 September 2026

Indonesia diketahui mendapatkan penawaran kapal selam interim dari China, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Turki, dan Spanyol (photo: Keris Reborn)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan bahwa Indonesia telah ditawari kapal selam interim oleh sejumlah negara. 

"Ada beberapa negara yang sudah menawarkan, dan bisa jadi kita akan membeli dari beberapa negara yang sudah menawarkan itu," kata Ali di Auditorium Yos Sudarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta, Rabu (9/9/2026). 

Kapal selam interim adalah kapal selam sementara sembari menunggu pengerjaan kapal selam selesai.

Namun demikian, Ali tidak menjelaskan lebih lanjut negara mana saja yang dimaksud.

JS Jingei (SS-515) kapal selam Jepang berteknologi Li Ion termasuk yang ditawarkan (photo: Foronaval)

Selain kapal selam konvensional, Ali mengungkapkan TNI AL bekerja sama dengan PT PAL juga akan membangun kapal selam tanpa awak atau kapal selam otonom (KSOT).

Menurutnya hal tersebut dinilai lebih efektif dan efisien. 

Selain itu, TNI AL juga berencana mengadakan kapal selam kecil atau midget submarine. 

"Mungkin juga kita akan mengadakan kapal selam jenis itu," ucapnya.

Ia menambahkan, berbagai upaya tersebut bisa dilakukan TNI untuk mengisi kekuatan laut. 

Kendati demikian, Ali menyerahkan keputusan tersebut kepada pemerintah. 

Type 212NFS kapal selam Italia yang akan diluncurkan pada pertengahan 2028 dan berteknologi Li Ion termasuk yang ditawarkan (photo: Fincantieri)

"Jadi hal-hal itu sangat memungkinkan, tapi keputusannya semua berada di Kementerian Pertahanan," tuturnya. 

Menunggu kapal selam Scorpene selesai 
Diketahui rencana TNI AL mengadakan kapal selam interim dilakukan sambil menunggu Scopene selesai dibangun. 

Pembangunan Scopene sendiri membutuhkan waktu 7-8 tahun. 

Di sisi lain Indonesia hanya memiliki 4 kapal selam. Berbeda dengan sejumlah negara di Asia Tenggara yang memiliki lebih dari 4 kapal selam. 

"Dan selama delapan tahun kekosongan ini, kita hanya memiliki empat kapal selam. Yaitu satu kelas Cakra, kemudian yang tiga kelas Nagapasa," kata Ali.

29 komentar:

  1. kenapa harus smentara(interim) klo bisa SHOPPING BRAND NEW U212 NFS..4 bijik lgs gpp, evribodi hepi🤗

    kcuali tetangga Banana🍌Repablik kl haha!🤣🤥🍌

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ingin yg cepat datang.😋
      Anggap kayak Falcon 7x TNI-AU. Atau mungkin lebih pas KS intern Singapura dan Malaysia.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. begal maksudnya om irs, dipasaran ada byk, malah ditawarin ala ppa😉
      naa klo bs brand new ngapaen jgk seken haha!🤭🤑😎

      kwatirnya skor evo delay dan dpt kendala dimasa yg akan datang..
      evo ini kasel sistem baruw, meniruw kata makelar paris, lagi2 jadi kelinci percobaan dagangan tp ironisnya kali ini junjungan mreka ndiri haha!😋🤫😄

      Hapus
    4. RI selalu legowo dan ikhlas lahir batin klo jadi kelinci percobaan om PG...sing penting WANI PIRO ???.....T-50, Scorpene Evo, otw KAAN, otw Destro TF2000, dll adalah sederet buktinya..... wkwkwkwkwkk.....

      Hapus
  2. 212 Kapak geni Sinto Gendeng yang diwarisi kepada Wiro Sableng.

    BalasHapus
  3. JS Jingei (SS-515) kapal selam Jepang berteknologi Li Ion termasuk yang ditawarkan
    ---------

    yg boneng min? ini kaan taigei klas masi baruw...apa bole di begal jugak kyk u212 haha!😎😝✌️
    stok di galangan MHI masi banyak, yg paling deket
    ✅️SS-519 tahun 2028 dan seterusnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. U212NFS lebih baru lagi. Itu kapal pertama bahkan belum diluncurkan.😅
      Hasil pengembangan dari U212A, saat ini Fincantieri kan pisah haluan dengan TKMS.

      Hapus
    2. nyoiihh nfs sama dengan SS-519..siap dibegal, tinggal kuat2an duwitnye haha!😝🤑😎

      Hapus
  4. 212 lebih sesuai utk indonesia belahan barat yg lautnya dangkal

    BalasHapus
  5. Kalau bisa dapat kelas Taigei, mending itu. Kelas Taigei telah mendapatkan perbaikan layout internal buat mengoptimilisasi perbedaan antara batrai konvensional dan baterai Li-ion. ToK yg didapat bisa lebih optimal buat KS Li-ion kita yg berikutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kasel nippong panjang2...oyashio aja 80an meter haha!🔥😆✌️
      cuco buat perairan dalem di timur

      Hapus
    2. betewe taon laluw menhan kunjungi oyashio klas, JS Nurushio,
      tapi menhan malah taigei klas,JS Jingei...
      jd nambah penasaran haha!🤭🤫😄


      Hapus
  6. Tokio nawarin
    ✅️Oyashio klas
    ✅️Taigei klas

    Paris nawarin
    ✅️Skorpeng Evo klas
    ✅️Baracuda Suffren klas☢️

    Roma nawarin
    ✅️U212NFS

    Beijing nawarin
    ✅️S26T
    ✅️Type 39

    antara kasel brand new ama seken,
    apa sikat semua, tiap klas 1...yg fenting punyak haha!🤑✌️😂

    mayan bikin genk🎰kasino genting, MeWeK😭 semua haha!🍌🤣😶‍🌫️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iciplah om Pal, satu2 kalau brasa enak tambah, duit mah tinggal kasih xaxaxaxaxaxaxaxa

      Hapus
    2. apalagi yg Nuke☢️ geger kawasan om haha!😱🍌😶‍🌫️

      Hapus
  7. NGACO & JELAS TINDAKAN KEMHAN RI & PEMERINTAH MENGGANGGU SERTA RUSAK PROYEK MEF NKRI DI PT PAL UNTUK PENUHI KEBUTUHAN MEF MELALUI PROYEK NAGAPASA ,
    MERUPAKAN PELANGGAN HUKUM BERAT & TINDAKAN MELAWAN NEGARA, PROYEK NAGAPASA HARUS DI LANJUTKAN TERLEBIH JIKA TIDAK DI HAMBAT PENDANAAN NYA DI 2024 NKRI MILIKI 12 UNIT SUB MARINE DARI PROYEK NAGAPASA DI PT PAL & BAHKAN NKRI SUDAH LUNASI UANG PROYEKNYA TAPI TIDAK DI BAYARKAN KEMHAN RI ;

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah diganti Scorpene. Mumpung DSME sampai bangkrut karena kita, jangan terlalu berharap Nagapasa diterusin.😶

      Hapus
    2. sales gingseng mabok kecubung = MERUPAKAN PELANGGAN HUKUM BERAT & TINDAKAN MELAWAN NEGARA,

      Hapus
    3. LAGI PMS KAYKANYA SALES KORYO NIH 🤣🤣🤣

      Hapus
  8. Dibungkus semua yang Made in Italy, France, Japan, China untuk TNI-AL

    BalasHapus
  9. Estimasi 7 hari lagi Garibaldi masuk wilayah Laut INDONESIA


    Bertambah lagi Asset Militer INDONESIA

    BalasHapus