18 Mei 2009

Sodoran BAE System Bagi TNI

23 November 2006


RG-31 kendaraan MRAP (photo : Army)

Nama BAE System baru bisa berkibar dalam INDODEFENCE 2006. Dalam pameran sejenis dimasa lalu, industri pertahanan dan dirgantara lintas negara yang berbasis di Inggris ini sempat absen. Oleh karena itu tidaklah heran bila event kali ini baru dijadikan poin awal untuk memasyarakatkan brand image sekaligus juga memperkenalkan sejumlah produk mesin perangnya.

Tentu saja langkah tadi tak hanya dilakukan sembarangan. Dalam temu media Kamis kemarin (23/11) di lokasi pameran, BAE System memang punya sejumlah produk mesin unggulan yang dianggap pas buat memenuhi kebutuhan TNI. Berikut sodoran dimulai dari arsenal darat.

M-777 howitzer 155mm dengan bobot ringan (photo : Global Security)


Dalam lingkup ini disodorkan dua tipe meriam lapangan yaitu Light Gun kaliber 105 mm dan M777 kaliber 155 mm. Selanjutnya masih ada lagi ranpur antiranjau RG 31 dan 32 yang oleh pihak pabrikan disebut-sebut cocok bagi keperluan misi PBB bagi TNI.

ACV-300 buatan FNSS, FNSS dimiliki bersama oleh BAe System and Armaments dan Nurol Group Turki (photo : Army Technology)

Sodoran terakhir pada mesin perang darat adalah ranpur angkut personil beroda rantai varian ACV 300. Kabarnya ranpur ini merupakan jawaban atas rencana TNI AD untuk mengganti satu batalion infanteri mekanis yang sebelumnya memakai AMX-13 VCI buatan Perancis.

Radar pertahanan udara AR-327 (photo : Deagel)

Beralih ke udara di sini setidaknya ada dua tipe yang jadi favorit. Pertama adalah radar pertahanan udara (air defence radar) Commander AR 327. Untuk yang satu ini TNI AU sebenarnya sudah pernah mengoperasikan varian pendahulunya yaitu Commander AR 325. Sedikitnya sebanyak tiga unit diterima pada pertengahan era 90. Salah satu keunggulan yang ditawarkan, sistem radar ini ditanggung mampu berintegrasi dengan sistem pertahanan udara yang telah dibangun sebelumnya. Masih dilingkup arsenal udara, disini BAE System juga mempromosikan varian Hawk AJT (Advanced Jet Trainer).

Posisi yang diincar adalah untuk mengganti posisi jet latih generasi Hawk Mk.53. Dalam wawancara eksklusif Angkasa disela-sela event, pihak BAE System menjanjikan fleksibilitas. "Kami bisa memasang avionik maupun perangkat elektronik pada Hawk AJT agar kompatibel dengan armada jet Sukhoi anda", tutur sumber BAE System itu. (Dody aviantara)

(Angkasa)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar