28 Agustus 2025
Foto sampul Sealift Amphibious Force Angkatan Laut Filipina (infographic: SAF)
Filipina negara kepulauan dengan 7.107 pulau dan sekitar 4.000 pulaunya berpenghuni, bandingkan dengan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau, keduanya sama-sama negara di Asia Tenggara. Sebagai negara kepulauan yang berdekatan tidak dipungkiri bahwa keduanya memiliki struktur komando Angkatan Laut yang mirip.
Sealift Amphibious Force (SAF) Angkatan Laut Filipina baru-baru ini memperbarui foto sampulnya, komando Angkatan Laut yang serupa dengan KOLINLAMIL di TNI AL ini mengungkapkan daftar keinginan masa depannya (whish list) seperti kapal tanker, kapal riset, kapal pengangkut pasukan dan apa yang muncul sebagai kapal pengangkut helikopter (Landing Helicopter Dock).
Kita tinjau dulu bahwa Angkatan Laut Filipina mempunyai 3 Komando yaitu Philippine Fleet (PHILFLEET atau PF), Philippine Marine Corps (PMC) dan Naval Special Operations Command (NAVSOCOM).
Jenis-jenis kapal wish list Sealift Amphibious Force (infographic: SAF)
Philippine Fleet (PF) atau Komando Armada mempunyai 8 (delapan) sub-unit yaitu: Offshore Combat Force (OCF), Littoral Combat Force (LCF), Sealift Amphibious Force (SAF), Naval Meteorological and Oceanographic Center (NMOC or NAVMETOC), Fleet Support Group (FSG), Naval Air Wing (NAW), Submarine Group (SG), dan Fleet Training and Doctrines Center (FTDC).
Sealift Amphibious Force (SAF) sebagai sub-unit dari Philippine Fleet berdiri pada 29 Juni 1946, kita lihat bahwa dalam rencana armada ke depan kesatuan auxilary fleet ini akan mengoperasikan 10 jenis kapal sebagaimana foto sampulnya. Kita tinjau satu per-satu, kelas kapal seperti apa yang ingin dioperasikannya.
Fleet tanker USNS Tippecanoe T-AO-199 (image: Turbosquid)
1.Replenishment Oiler
Angkatan Laut Filipina sebelumnya telah mempunyai kapal tanker BRP Lake Caliraya (AF-81) dengan panjang 98,95m dan bobot mati (dead weight 4.750 ton), kapal ini telah dipensiunkan pada Desember 2020.
Gambar asli dalam sampul SAF tersebut adalah USNS Tippecanoe (T-AO-199) kapal fleet tanker dari Henry J. Kaiser-class. Kapal tanker ini mempunyai panjang 206m dan bobot benaman 31.200 ton jauh melebihi kapal tanker terbesar Indonesia KRI Arun dengan panjang 140m dan bobot benaman (displacement) 11.500 ton dan juga melebihi Supply class AOR Angkatan Laut Australia dengan panjang 173,9m dan bobot benaman 19,500 ton.
BRP Davao del Sur LD-602, LPD buatan PT PAL Surabaya (photo: Wade Armstrong)
2.LPD/SSV
Angkatan Laut Filipina kini memiliki 2 LPD/SSV buatan PT PAL Surabaya masing-masing BRP Tarlac 601 dan BRP Davao del Sur 602 dan tengah bersiap menerima 2 LPD lagi sehingga akan mengoperasikan 4 LPD/SSV. Setiap LPD buatan PT PAL tersebut memiliki 2 Landing Craft Utility, dengan demikian SAF akan mengoperasikan 8 LCU.
Kapal Strategic Sealift Vessel ini mempunyai panjang 123m dan bobot penuh benaman 11.583 ton dan kecepatan maksimal 16 knot dan mempunyai kapasitas kargo 2.800 ton, dapat membawa 500 pasukan, 2 landing craft, 2 RHIB serta 3 helikopter.
Hovercraft (photo: US European Command)
3.LCAC/Landing Craft Air Cushion
Filipina saat ini belum memiliki hovercraft (landing craft air cushion) ini, namun sering mengikuti latihan pendaratan dengan hovercraft ini bersama dengan US Navy dalam Balikatan Exercise atau Philippine Amphibious Landing Exercise (PHIBEX).
Gambar aslinya dalam sampul SAF tersebut diambil dari US European Command, hovercraft buatan Textron Marine and Land Systems ini mempunyai panjang 28 m, bobot benaman 176,9 ton serta kecepatan tertinggi 40+ knot, dan payload maksimal 75 ton. Jika Filipina memiliki LCAC ini maka akan menjadi negara pertama di kawasan yang mengoperasikan hovercraft besar.
BRP Ivatan kapal berjenis Landing Craft Heavy (photo: Philippine Navy)
4.Landing Craft Heavy (LCH)
Gambar asli dalam sampul SAF tersebut adalah BRP Ivatan LC-298 jenis Landing Craft Heavy, Angkatan Laut Filipina menerima hibah 5 LCH ex Angkatan Laut Australia yang masing-masing diberi nama BRP Ivatan 298, BRP Batak 299, BRP Waray 288, BRP Iwak 289, BRP Agla 290.
Kapal pendarat ini mempunyai panjang 44,5 m dan bobot benaman 316 ton dan kecepatan 9 knot dengan payload 180 ton muatan kendaraan atau 400 tentara.
BRP Bacolod City kapal berjenis Logistic Support Vessel (photo: Philippine Navy)
5.Logistic Support Vessel
Gambar asli dalam sampul SAF tersebut adalah BRP Bacolod City LS-550, Filipina mempunyai 2 kapal kelas ini, yang satu lagi adalah BRP Dagupan City LS-551.
Kapal buatan galangan Halter/Moss Point Marine of Escatawpa, Mississippi ini dibeli brand-new melalui FMS dan dilakukan komisioning pada tahun 1993. Kapal ini mempunyai panjang 83 m dan bobot benaman 4.265 ton serta kecepatan maksimal 12 knot dengan payload 2,280 ton kendaraan/general cargo, atau 900 ton untuk Logistics Over The Shore (LOTS).
HMAS Canberra, LHD turunan Juan Carlos class (image: Turbosquid)
6.Landing Helicopter Dock
Gambar aslinya dalam sampul SAF adalah LHD Canberra class milik Angkatan Laut Australia. Wish list ini mengejutkan namun dapat dipahami juga lantaran Indonesia sebagai negara kepulaun juga ingin secepatnya memiliki kapal LHD dari jenis yang berbeda.
LHD Canberra buatan galangan Navantia memiliki panjang 230 m dan bobot benaman 27.500 ton, kapal ini mempunyai kecepatan maksimal 20+ knot. Kapasitas payloadnya mampu membawa 110 kendaraan, 1.046 pasukan, punya kapasitas hanggar untuk membawa helikopter sebanyak 18 unit serta flight deck dengan ski jump.

Kapal JHSV/Joint High Speed Vessel atau Expeditionary Fast Transport/EFT atau Kapal Angkut Cepat Pasukan Militer (image: Squir 3D)
7.Expeditionary Fast Transport
Gambar aslinya dalam sampul SAF adalah USNS Spearhead, kapal transportasi cepat ekspedisi (expeditionary fast transport) untuk misi non-tempur, seperti pengangkutan pasukan atau peralatan. Kemampuan angkut pasukan meliputi akomodasi tidur hingga 150 orang dan tambahan 312 kursi untuk transportasi pasukan.
Kapal katamaran buatan Austal ini mempunyai panjang 103 m dan bobot benaman maksimal 2.500 ton dengan kecepatan maksimal 43+ knot dan dilengkapi helipad di buritan. Untuk di kawasan, Australia pernah mengoperasikan HMAS Jervis Bay kapal katamaran dengan bobot benaman 1.250 ton dan kecepatan 48 knot. Sementara Malaysia mempunyai KD Sri Sri Gaya class kapal fast troop vessel lambung tunggal dengan bobot benaman 116,5 ton dan kecepatan 28 knot.
Kapal baru RV Belgica (2020) untuk oseanografi dan riset (image: Kongsberg Maritime)
8.Oceanographic and Research Vessel
Gambar asli dalam sampul SAF adalah RV Belgica (2020) Oceanographic Research Vessel buatan Freire Shipyard di Vigo, Spanyol. Kapal oseanografi dan riset ini memiliki panjang 71,4m serta bobot benaman 3.870 ton serta kecepatan jelajah 11 knot. Sebagai kapal oseanografi dan riset kapal ini mampu menyebarkan berbagai peralatan canggih hingga kedalaman air 5.000 m.
Sebelumnya Angkatan Laut Filipina telah mengoperasikan kapal oseanografi dan riset BRP Gregorio Velasquez (AGR-702) (ex USNS Melville T-AGOR-14) serta BRP Fort San Antonio (AM-700) dan BRP Fort Abad (AM-701). Rupanya sekarang mempunyai wish list kapal yang lebih canggih.
Light Ship Medium (image: USNI)
9.Light Ship Medium (LSM)
Gambar asli dalam sampul SAF adalah Light Amphibious Warship (LAW) yang sudah berganti nama menjadi Light Ship Medium, dirancang untuk memungkinkan operasi maritim terdistribusi serta operasi pangkalan lanjutan ekspedisi, usulan kapal US Navy dan USMC ini adalah untuk palagan Indo Pasific.
Desain kapal ini mempunyai panjang 60-120m, bobot benaman hingga 4.000 ton, sanggup membawa 75 marinir dengan kecepatan 15 knot dan payload maksimal 600 ton serta disediakan heli dek. Belum ada kapal kelas ini yang selesai dibuat, rupanya Angkatan Laut Filipina ingin jadi first export customer.
Kapal rumah sakit BRP Ang Pangulo (photo: Mc Gutib)
10.Hospital Ship/Floating Hospital (ex Presidential Yacht)
Gambar asli dalam sampul SAF adalah BRP Ang Pangulo, kapal yacht kepresidenan yang diubah menjadi Kapal Rumah Sakit di masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte. Kapal dengan panjang 77 m dan bobot benaman 2.200 ton ini dibuat oleh galangan Ishikawajima-Harima Heavy Industries, Jepang ini mempunyai kecepatan jelajah 15 knot dan memiliki helipad di deknya.
Layanan medis kapal rumah sakit ini terlihat saat pandemi covid-19 dimana kapal ini dijadikan sarana isolasi bagi pasien covid-19. Selain itu dalam misi kemanusiaan kapal ini juga berperan memberikan bantuan medis bagi 2.450 pasien di Siargao dan Kepulauan Dinagat.
Dari wish list Sealift Amphibious Force (SAF) Angkatan Laut Filipina tersebut terlihat ada beberapa kapal dengan kategori baru di kawasan yaitu: LCAC, LHD, Expeditionary Fast Transport, serta Light Ship Medium.Terlepas dari gambar dan spesifikasi atas gambar di atas, kategori kapal kemungkinan benar merupakan wish list.
Apakah Angkatan Laut Filipina dapat memiliki semuanya? Waktulah juga yang akan berbicara, kita tunggu saja.