30 Agustus 2025

Airborne Operations: Prajurit TNI dan Pasukan Multinasional Kuasai Langit Baturaja

30 Agustus 2025

Airborne Operations dengan pesawat C-130 Hercules dan CN-295 dalam Latgabma Super Garuda Shield 2025 (photos: TNI AD, TNI AU, DVIDS)

(Puspen TNI). Langit Baturaja pagi ini menjadi saksi ketangguhan prajurit TNI bersama pasukan multinasional dalam melaksanakan Airborne Operations atau operasi lintas udara, salah satu atraksi utama dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield 2025.


Dari ketinggian 400 meter, prajurit TNI bersama pasukan lintas udara Amerika Serikat, dan Jepang, terjun dari pesawat angkut militer menggunakan parasut, mendarat dengan presisi tinggi di zona pendaratan, bertempat di Drop Zone, Puslatpur TNI AD Baturaja, Sumater Selatan. Rabu. (27/8/2025)


Sebanyak 129 peterjun beraksi menunjukkan profesionalisme, keberanian, dan kemampuan interoperabilitas dalam operasi lintas udara. Mereka terdiri dari prajurit Yonif Para Raider 330 Kostrad sebanyak 34 personel, Denmatra 1 Korpasgat TNI AU 16 personel, dan Brigrif 17 Kostrad 6 personel.


Sedangkan peterjun internasional terdiri dari Amerika Serikat yang menerjunkan 50 personel dari 1st Special Force dan 4th Quartermaster, sementara Jepang menerjunkan 40 personel dari 3rd Infantry Battalion dan 14 personel dari 1st Airborne Brigade.


Dalam latihan ini, berbagai aset militer udara dilibatkan dari negara peserta, di antaranya pesawat angkut C-130 dan CN-295 milik TNI Angkatan Udara, CN-235 dari Angkatan Udara Prancis, serta C-130 dari Amerika Serikat dan Jepang.


Latihan Airborne Operations bertujuan untuk melatih kemampuan penyusupan pasukan secara cepat ke wilayah operasi, baik untuk merebut sasaran strategis maupun memperkuat posisi pertahanan. Selain itu, latihan ini juga memperkuat kerja sama militer antar negara dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan Indo-Pasifik.


Adapun skenario latihan meliputi penerjunan massal secara serentak, perebutan lapangan udara strategis melalui serbuan udara, misi lanjutan berupa pengamanan dan konsolidasi pasukan darat, hingga integrasi komando gabungan multinasional.


Bagi prajurit TNI, operasi lintas udara ini memberikan pengalaman berharga dalam taktik modern sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk beroperasi bersama pasukan multinasional. Latihan ini juga menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi tantangan kawasan, dengan tetap menjunjung tinggi kerja sama dan solidaritas antar negara.

(TNI)

29 Agustus 2025

Australia Delivered New Landing Craft to Tonga

29 Desember 2025


VOEA Late, a new landing craft vessel for Tonga (photos: Australia in Tonga)

Australia has successfully delivered a new landing craft vessel to Tonga today, with an official handover ceremony taking place at the Masefield Naval Base. 

The ceremony was attended by His Royal Highness Crown Prince Tupouto‘a ‘Ulukalala, Tonga's Minister for Foreign Affairs and Minister for His Majesty's Armed Forces, who received the vessel on behalf of Tonga.

The VOEA Late, provided under the Pacific Maritime Security Program (PMSP), will enhance Tonga’s humanitarian assistance and disaster relief capabilities, as well as their ability to deter, detect and disrupt illegal maritime activities in the region.

Australia will provide a comprehensive package of through-life maintenance and sustainment for the vessel, alongside training for Tonga Royal Navy crew members. 

Defence’s First Assistant Secretary Pacific Division, Susan Bodell, said the delivery highlighted Australia’s commitment to supporting our Pacific partners’ maritime security.

“Australia and Tonga share a trusted and enduring security partnership,” Ms Bodell said.

“The delivery of the new landing craft builds on decades of partnership, and upholds our shared commitment to sovereignty, security and prosperity in the Pacific.”

The delivery follows the completion of comprehensive training undertaken by Tonga Royal Navy personnel at the Australian Maritime College in Tasmania. The training equipped the crew with the necessary skills to safely operate the vessel.

The PMSP is Australia’s 30 year commitment to increase national and regional maritime security throughout the Pacific, and builds on the three decades of success in the original Pacific Patrol Boat Program.

(Aus DoD)

Kapal SSV Pesanan Filipina Diperkirakan Terlambat Diserahkan

29 Agustus 2025

BRP Tarlac, LPD 601 Angkatan Laut Filipina (photo: PAL)

Program untuk melengkapi Angkatan Laut Filipina dengan dua strategic sealift vessels (SSV) serupa landing platform dock (LPD) tertunda jadwalnya setelah perusahaan pembuat kapal Indonesia, PT PAL, terlambat memenuhi empat tonggak penting yang ditetapkan dalam kontrak yang telah ditandatangani dengan Manila.

Dokumen kontrak yang diberikan kepada Janes oleh sumber industri mengonfirmasi bahwa tonggak tersebut adalah tanggal peluncuran dan pengiriman untuk SSV ketiga dan keempat.

Filipina menandatangani kontrak lanjutan untuk dua SSV lagi dengan PT PAL pada Juni 2022. Kontrak ini merupakan pesanan berulang setelah PT PAL menerima kontrak senilai USD92 juta pada Juni 2014 untuk kapal-kapal serupa, yang kemudian telah dioperasikan oleh Angkatan Laut Filipina sebagai kelas Tarlac.

BRP Tarlac, kapal pertama di kelasnya, diresmikan pada Juni 2016, sementara kapal kedua, BRP Davao del Sur, diresmikan pada Mei 2017.

SSV ini mendapatkan faktor bentuk utamanya dari kapal multiperan sepanjang 122–125 m yang beroperasi di Angkatan Laut Indonesia, yang didasarkan pada desain dari perusahaan Korea Selatan, Dae Sun Shipbuilding.

Untuk kontrak lanjutan, masing-masing SSV akan memiliki panjang keseluruhan yang sedikit lebih panjang, yaitu 124 m, dibandingkan dengan kapal pendahulunya yang memiliki panjang 123 m.

Keel laying untuk varian modifikasi pertama SSV, yang merupakan kapal ketiga di kelasnya secara keseluruhan, telah dilakukan oleh PT PAL pada Januari 2024, sementara keel laying untuk kapal kedua dalam kontrak ini telah dilakukan pada bulan Mei.

The Royal Thai Air Force Tests a New Kamikaze Drone to Support Ground Forces

30 Agustus 2025

KB-2E/M Striker short-range suicide attack drone (photos: RTAF)

The Director of the RTAF's Aerospace Science and Technology Research and Development Center (ASST) Joins a Delegation Visiting the Kamikaze Drone Research and Development Project Air Chief Marshal Boonlert Andara, Director of the RTAF Aerospace Science and Technology Research and Development Center, visited the Kamikaze Drone Research and Development Project to support tactical operations for the Royal Thai Armed Forces Headquarters.


Presenting by General Manas Chandi, Chief of Staff, Royal Thai Armed Forces Headquarters, the Royal Thai Air Force, through the Navamindra Ksatriya Air Force Academy and the Royal Thai Air Force Ordnance Department, brought the KB-2E/M Striker short-range suicide attack drone research to the shooting range at the Artillery Center in Mueang District, Lopburi Province, on August 20-21, 2025.


The KB-2E/M Striker Kamikaze Drone represents a significant step forward in Thai research, reinforcing the readiness of the Royal Thai Air Force/Army to develop modern weapons and equipment through Thai craftsmanship. And ready to stand alongside warriors on every battlefield for national security.

28 Agustus 2025

Dogfight F-16 TNI AU dan F-35 RAAF Warnai Latihan Elang Ausindo 2025

28 Agustus 2025

Latihan F-16C/D TNI AU dan F-35A RAAF (photos: TNI AU)

TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Royal Australian Air Force (RAAF) melaksanakan latihan tempur udara (dogfight) antara F-16 Fighting Falcon dan F-35 Lightning II dalam rangkaian Latihan Bersama Elang Ausindo 2025 di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (25/8/2025). Latihan ini menjadi ajang penguatan interoperabilitas sekaligus uji kemampuan dua angkatan udara dalam skenario pertempuran modern.


Perbedaan karakteristik kedua pesawat membuat jalannya latihan semakin menantang. F-16 TNI AU yang dikenal lincah di udara berhadapan dengan F-35 RAAF, pesawat generasi kelima yang memiliki keunggulan avionik dan sistem sensor canggih.


Direktur Latma Elang Ausindo dari TNI AU, Kolonel Pnb Adhi Safarul Akbar, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi penerbang TNI AU untuk meningkatkan kemampuan tempur sekaligus mempelajari karakteristik pesawat generasi terbaru. “Melalui latihan ini, para penerbang kami dapat mengevaluasi kekuatan dan kelemahan lawan secara langsung,” ujarnya.


Latihan ini juga mencerminkan TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis) sebagaimana ditekankan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M. sekaligus implementasi program prioritas TNI AU, khususnya dalam peningkatan kualitas SDM agar siap menghadapi tantangan operasi udara masa depan.

MINDEF Buka Tender Baharu Sewaan 4 Helikopter Untuk TUDM, Ambil Kira Titah Agong

28 Agustus 2025

Saat ini PUTD mengoperasikan 10 helikopter ringan AW109 (photo: André Klöckner)

KOTA TINGGI (Bernama) -- Kementerian Pertahanan membuka tender baharu bagi penyewaan empat buah helikopter untuk kegunaan Pasukan Udara Tentera Darat Malaysia, selepas pembatalan penganugerahan terdahulu kepada sebuah syarikat yang gagal menunaikan penghantaran empat helikopter Black Hawk berkenaan.

Menteri Pertahanan Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berkata tender baharu yang akan ditutup pada September itu, akan mengambil kira pelbagai aspek termasuk jenis helikopter, usia aset, harga sewaan, jangka hayat operasi serta tahap keselamatan penerbangan sebelum sebarang keputusan dibuat.

“Tender untuk penyewaan empat buah helikopter bagi penggunaan Tentera Darat sudah dibuka dan kita akan tengok masa penilaian, supaya kita ambil kira pandangan-pandangan yang telah dititahkan oleh Yang di-Pertuan Agong,” katanya kepada pemberita di sini hari ini.

November tahun lepas, Kementerian Pertahanan menyatakan notis pembatalan kontrak sewaan empat helikopter Black Hawk kepada syarikat yang sebelum ini telah memenangi tender berkenaan setelah gagal memenuhi tarikh akhir ditetapkan, walaupun sudah dilanjutkan hingga akhir Oktober tahun lepas.

PUTD juga mengoperasikan 6 helikopter serang ringan MD530G (photo: Young Li)

Mohamed Khaled berkata kementerian telah mengambil tindakan tegas dengan mengenakan penalti serta menarik balik wang jaminan yang telah diserahkan daripada syarikat berkenaan.

Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim sebelum ini bertitah supaya cadangan pembelian helikopter Black Hawk berusia lebih 30 tahun dibatalkan, mengambil kira faktor usia dan tahap keselamatan pesawat terbabit yang dikhuatiri boleh mengancam nyawa juruterbang.

Sementara itu, mengenai insiden  pesawat pejuang Tentera Udara Diraja Malaysia F/A-18D Hornet yang musnah sepenuhnya akibat insiden di Pangkalan Udara Kuantan baru-baru ini, beliau memaklumkan sebuah lembaga siasatan khas telah ditubuhkan bagi mengenal pasti punca sebenar kejadian berkenaan.

Beliau berkata pesawat jenis sama digantung operasi buat sementara waktu sehingga hasil siasatan diperoleh, bagi memastikan insiden seumpama itu tidak berulang.

“Daripada lapan pesawat Hornet, kini hanya tujuh beroperasi. Kita mahu pastikan aspek keselamatan diberi perhatian sepenuhnya,” katanya.

Beliau turut menzahirkan rasa syukur kerana juruterbang dan kru terselamat dalam insiden berkenaan, serta menyeru semua pihak memberi ruang kepada pasukan penyiasat untuk menjalankan kerja mereka dengan teliti.

Angkatan Laut Filipina Ingin Memiliki LHD

28 Agustus 2025

Foto sampul Sealift Amphibious Force Angkatan Laut Filipina (infographic: SAF)

Filipina negara kepulauan dengan 7.107 pulau dan sekitar 4.000 pulaunya berpenghuni, bandingkan dengan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau, keduanya sama-sama negara di Asia Tenggara. Sebagai negara kepulauan yang berdekatan tidak dipungkiri bahwa keduanya memiliki struktur komando Angkatan Laut yang mirip.

Sealift Amphibious Force (SAF) Angkatan Laut Filipina baru-baru ini memperbarui foto sampulnya, komando Angkatan Laut yang serupa dengan KOLINLAMIL di TNI AL ini mengungkapkan daftar keinginan masa depannya (whish list) seperti kapal tanker, kapal riset, kapal pengangkut pasukan dan apa yang muncul sebagai kapal pengangkut helikopter (Landing Helicopter Dock).

Kita tinjau dulu bahwa Angkatan Laut Filipina mempunyai 3 Komando yaitu Philippine Fleet (PHILFLEET atau  PF), Philippine Marine Corps (PMC) dan Naval Special Operations Command (NAVSOCOM).

Jenis-jenis kapal wish list Sealift Amphibious Force (infographic: SAF) 

Philippine Fleet (PF) atau Komando Armada mempunyai 8 (delapan) sub-unit yaitu: Offshore Combat Force (OCF), Littoral Combat Force (LCF), Sealift Amphibious Force (SAF), Naval Meteorological and Oceanographic Center (NMOC or NAVMETOC), Fleet Support Group (FSG), Naval Air Wing (NAW), Submarine Group (SG), dan Fleet Training and Doctrines Center (FTDC).

Sealift Amphibious Force (SAF) sebagai sub-unit dari Philippine Fleet berdiri pada 29 Juni  1946, kita lihat bahwa dalam rencana armada ke depan kesatuan auxilary fleet ini akan mengoperasikan 10 jenis kapal sebagaimana foto sampulnya. Kita tinjau satu per-satu, kelas kapal seperti apa yang ingin dioperasikannya.  

Fleet tanker USNS Tippecanoe T-AO-199 (image: Turbosquid)

1.Replenishment Oiler
Angkatan Laut Filipina sebelumnya telah mempunyai kapal tanker BRP Lake Caliraya (AF-81) dengan panjang 98,95m dan bobot mati (dead weight 4.750 ton), kapal ini telah dipensiunkan pada Desember 2020.

Gambar asli dalam sampul SAF tersebut adalah USNS Tippecanoe (T-AO-199) kapal fleet tanker dari Henry J. Kaiser-class. Kapal tanker ini mempunyai panjang 206m dan bobot benaman 31.200 ton jauh melebihi kapal tanker terbesar Indonesia KRI Arun dengan panjang 140m dan bobot benaman (displacement) 11.500 ton dan juga melebihi Supply class AOR Angkatan Laut Australia dengan panjang 173,9m dan bobot benaman 19,500 ton.

BRP Davao del Sur LD-602, LPD buatan PT PAL Surabaya (photo: Wade Armstrong)

2.LPD/SSV
Angkatan Laut Filipina kini memiliki 2 LPD/SSV buatan PT PAL Surabaya masing-masing BRP Tarlac 601 dan BRP Davao del Sur 602 dan tengah bersiap menerima 2 LPD lagi sehingga akan mengoperasikan 4 LPD/SSV. Setiap LPD buatan PT PAL tersebut memiliki 2 Landing Craft Utility, dengan demikian SAF akan mengoperasikan 8 LCU.

Kapal Strategic Sealift Vessel ini mempunyai panjang 123m dan bobot penuh benaman  11.583 ton dan kecepatan maksimal 16 knot dan mempunyai kapasitas kargo 2.800 ton, dapat membawa 500 pasukan, 2 landing craft, 2 RHIB serta 3 helikopter.

Hovercraft (photo: US European Command)

3.LCAC/Landing Craft Air Cushion
Filipina saat ini belum memiliki hovercraft (landing craft air cushion) ini, namun sering mengikuti latihan pendaratan dengan hovercraft ini bersama dengan US Navy dalam Balikatan Exercise atau Philippine Amphibious Landing Exercise (PHIBEX).
 
Gambar aslinya dalam sampul SAF tersebut diambil dari US European Command, hovercraft buatan Textron Marine and Land Systems ini mempunyai panjang 28 m, bobot benaman 176,9 ton serta kecepatan tertinggi 40+ knot, dan payload maksimal 75 ton. Jika Filipina memiliki LCAC ini maka akan menjadi negara pertama di kawasan yang mengoperasikan hovercraft besar.

BRP Ivatan kapal berjenis Landing Craft Heavy (photo: Philippine Navy)

4.Landing Craft Heavy (LCH)
Gambar asli dalam sampul SAF tersebut adalah BRP Ivatan LC-298 jenis Landing Craft Heavy, Angkatan Laut Filipina menerima hibah 5 LCH ex Angkatan Laut Australia yang masing-masing diberi nama BRP Ivatan 298, BRP Batak 299, BRP Waray 288, BRP Iwak 289, BRP Agla 290.

Kapal pendarat ini mempunyai panjang 44,5 m dan bobot benaman 316 ton dan kecepatan 9 knot dengan payload 180 ton muatan kendaraan atau 400 tentara.

BRP Bacolod City kapal berjenis Logistic Support Vessel (photo: Philippine Navy)

5.Logistic Support Vessel
Gambar asli dalam sampul SAF tersebut adalah BRP Bacolod City LS-550, Filipina mempunyai 2 kapal kelas ini, yang satu lagi adalah BRP Dagupan City LS-551.

Kapal buatan galangan Halter/Moss Point Marine of Escatawpa, Mississippi ini dibeli brand-new melalui FMS dan dilakukan komisioning pada tahun 1993. Kapal ini mempunyai panjang 83 m dan bobot benaman 4.265 ton serta kecepatan maksimal 12 knot dengan payload 2,280 ton kendaraan/general cargo, atau 900 ton untuk Logistics Over The Shore (LOTS).

HMAS Canberra, LHD turunan Juan Carlos class (image: Turbosquid)

6.Landing Helicopter Dock
Gambar aslinya dalam sampul SAF adalah LHD Canberra class milik Angkatan Laut Australia. Wish list ini mengejutkan namun dapat dipahami juga lantaran Indonesia sebagai negara kepulaun juga ingin secepatnya memiliki kapal LHD dari jenis yang berbeda.

LHD Canberra buatan galangan Navantia memiliki panjang 230 m dan bobot benaman 27.500 ton, kapal ini mempunyai kecepatan maksimal 20+ knot. Kapasitas payloadnya mampu membawa 110 kendaraan, 1.046 pasukan, punya kapasitas hanggar untuk  membawa helikopter sebanyak 18 unit serta flight deck dengan ski jump.

Kapal JHSV/Joint High Speed Vessel atau Expeditionary Fast Transport/EFT atau Kapal Angkut Cepat Pasukan Militer (image: Squir 3D)

7.Expeditionary Fast Transport 
Gambar aslinya dalam sampul SAF adalah USNS Spearhead, kapal transportasi cepat ekspedisi (expeditionary fast transport) untuk misi non-tempur, seperti pengangkutan pasukan atau peralatan. Kemampuan angkut pasukan meliputi akomodasi tidur hingga 150 orang dan tambahan 312 kursi untuk transportasi pasukan.

Kapal katamaran buatan Austal ini mempunyai panjang 103 m dan bobot benaman maksimal 2.500 ton dengan kecepatan maksimal 43+ knot dan dilengkapi helipad di buritan. Untuk di kawasan, Australia pernah mengoperasikan HMAS Jervis Bay kapal katamaran dengan bobot benaman 1.250 ton dan kecepatan 48 knot. Sementara Malaysia mempunyai KD Sri Sri Gaya class kapal fast troop vessel lambung tunggal dengan bobot benaman 116,5 ton dan kecepatan 28 knot.

Kapal baru RV Belgica (2020) untuk oseanografi dan riset (image: Kongsberg Maritime)

8.Oceanographic and Research Vessel
Gambar asli dalam sampul SAF adalah RV Belgica (2020) Oceanographic Research Vessel buatan Freire Shipyard di Vigo, Spanyol. Kapal oseanografi dan riset ini memiliki panjang 71,4m serta bobot benaman 3.870 ton serta kecepatan jelajah 11 knot. Sebagai kapal oseanografi dan riset kapal ini mampu menyebarkan berbagai peralatan canggih hingga kedalaman air 5.000 m. 

Sebelumnya Angkatan Laut Filipina telah mengoperasikan kapal oseanografi dan riset BRP Gregorio Velasquez (AGR-702) (ex USNS Melville T-AGOR-14) serta BRP Fort San Antonio (AM-700) dan BRP Fort Abad (AM-701). Rupanya sekarang mempunyai wish list kapal yang lebih canggih. 

Light Ship Medium (image: USNI)

9.Light Ship Medium (LSM)
Gambar asli dalam sampul SAF adalah Light Amphibious Warship (LAW) yang sudah berganti nama menjadi Light Ship Medium, dirancang untuk memungkinkan operasi maritim terdistribusi serta operasi pangkalan lanjutan ekspedisi, usulan kapal US Navy dan USMC ini adalah untuk palagan Indo Pasific. 

Desain kapal ini mempunyai panjang 60-120m, bobot benaman hingga 4.000 ton, sanggup membawa 75 marinir dengan kecepatan 15 knot dan payload maksimal 600 ton serta disediakan heli dek. Belum ada kapal kelas ini yang selesai dibuat, rupanya Angkatan Laut Filipina ingin jadi first export customer.

Kapal rumah sakit BRP Ang Pangulo (photo: Mc Gutib)

10.Hospital Ship/Floating Hospital (ex Presidential Yacht)
Gambar asli dalam sampul SAF adalah BRP Ang Pangulo, kapal yacht kepresidenan yang diubah menjadi Kapal Rumah Sakit di masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte. Kapal dengan panjang 77 m dan bobot benaman 2.200 ton ini dibuat oleh galangan Ishikawajima-Harima Heavy Industries, Jepang ini mempunyai kecepatan jelajah 15 knot dan memiliki helipad di deknya.

Layanan medis kapal rumah sakit ini terlihat saat pandemi covid-19 dimana kapal ini dijadikan sarana isolasi bagi pasien covid-19. Selain itu dalam misi kemanusiaan kapal ini juga berperan memberikan bantuan medis bagi 2.450 pasien di Siargao dan Kepulauan Dinagat.

Dari wish list Sealift Amphibious Force (SAF) Angkatan Laut Filipina tersebut terlihat ada beberapa kapal dengan kategori baru di kawasan yaitu: LCAC, LHD, Expeditionary Fast Transport, serta Light Ship Medium.Terlepas dari gambar dan spesifikasi atas gambar di atas, kategori kapal kemungkinan benar merupakan wish list.

Apakah Angkatan Laut Filipina dapat memiliki semuanya? Waktulah juga yang akan berbicara, kita tunggu saja.