17 Desember 2015

Badak Akan Menggantikan Panser Saladin

17 Desember 2015


Panser Badak buatan PT Pindad (image : detik)

Presiden Jokowi Dukung 'Badak' Perkuat Alutsista TNI

Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi atas kehadiran Panser Badak dalam jajaran alutsista Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jokowi berharap alutsista buatan anak negeri ini dapat semakin memperkuat TNI.

"Panglima TNI dan KSAD tentu akan dukung kehadiran alutsista buatan anak-anak negeri," ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya ke booth PT PINDAD di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2015 yang berlangsung di Markas Besar TNI, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

KSAD TNI Jenderal Mulyono yang turut mendampingi kunjungan Presiden Jokowi dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyambut baik dukungan Jokowi untuk kehadiran panser Badak di jajaran alutsista TNI Angkatan Darat. Panser Badak ini akan menggantikan tugas tank yang sudah harus segera dikandangkan.

"Kami ada rencana menggantikan jajaran tank Saladin yang sudah tua dengan Badak buatan Pindad," ujar Mulyono.

Hal senada juga dikatakan Direktur Komersial PT Pindad, Widjajanto, yang menjadi 'sales person' untuk menjelaskan sosok Badak kepada Presiden dan para petinggi TNI itu. WIdjajanto menjelaskan keunggulan anggota baru alutsista TNI AD tersebut.


Panser FV-601 Saladin (photo : Kikavser2)

"Perkenankan kami sampaikan pada pekan lalu, Badak dengan dukungan Dislitbang TNI AD telah sukses jalani uji tembak di Cipatat. Akurasi tinggi dan kondisi kendaraan tercatat stabil dalam berbagi posisi penembakan sebagaimana bisa dilihat dalam video presentasi kami," ujar Widjajanto.

Panser Badak merupakan produk kendaraan tempur terbaru buatan PT Pindad. Panser 6x6 ini memiliki turret 90 mm hasil kerjasama PT Pindad dengan CMI Defense dari Belgia.

Dalam paparannya Widjajanto menjelaskan kini staf PT Pindad telah menyelesaikan program Transfer of Technology dan telah mampu melakukan proses manufaktur turret 90 mm. "Tinggal laras senjata 90 mm yang kami import dari Belgia selebihnya dikerjakan oleh anak-anak negeri di pabrik kendaraan tempur PINDAD di Bandung," tambahnya. Pindad siap memproduksi Badak untuk tahun anggaran 2016. 

(Detik)

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Tapi sayangnya Badak belum bisa amfibi, Panser Tarantula buatan Korsel yg dimiliki TNI AD sudah bisa amfibi. Dan Tarantula itu dibeli sebagai basis pengembangan Badak. Sungguh disayangkan ternyata Badak lebih inferior dari Tarantula.

      Hapus
    2. Tenang aja, ini kan baru generasi pertama. Nanti di Generasi berikutnya akan lebih hebat.

      Hapus
  2. kita ikut bangga pindad dulu nya hanya tukang tempel sekarang mendingan bisa bikin panser badak conon 90 mm . walau sejujur nya pnser serba manual tàmpa peralatan moderent temeng peledak hanya pindad bisa produksi .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muarif bayhaki kamu asal komentar aja, ayo buktikan klau panser badak serba manual tanpa peralatan modern!!

      Hapus
    2. Temeng peledak? Whats that? Era? Nera? Hard kill? Soft kill? Kamu sepatutnya faham akan kegunaan platform "badak" ini dahulu bro.. Jgn terlalu mengagungkan sistem yg kamu lihat di internet tanpa memahami kesesuaian dan fungsi aset tersebut.

      Hapus
    3. Aaah masaa... mana minta sini link websitenya. Katanya cinta produk dalam negeri kok malah memuji2 barang korea... payah ah ga konsisten, ketauan tititnya kecil ga pede kl debat yg bener

      Hapus
  3. Itu Anoa amfibi udah uji coba,tinggal kasih canon 90 mm jadi badak kan

    BalasHapus
  4. Good job pindad tinggal uji bom pintar / jdam buatan pindad katay sich secepaty mau segera uji coba smart bom ini,,, good luck pindad

    BalasHapus