04 Desember 2015

Kemhan Uji Coba Kapal Selam Tanpa Awak di Merak

04 Desember 2015


Kapal selam tanpa awak di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (3/12), setelah diuji kestabilan, manuver, sensor, komunikasi data, dan video. Kementerian Pertahanan membuat surat kontrak kerja pembuatan prototipe wahana bawah air atau kapal selam tanpa awak dengan PT Robo Marine Indonesia. (photo : Kompas)

Di Merak, Kapal Selam Tanpa Awak di Uji Coba

IBC, Cilegon — Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia menggelar uji coba Prototipe kapal selam tanpa awak di Dermaga Satu Pelabuhan Indah Kiat Merak, Kota Cilegon pada Kamis, 3 Desember 2015. Kapal tersebut dikembangkan dari hasil kerjasama dengan perusahaan pengembang teknologi perusahaan dalam negeri PT. Robo Marine Indonesia (RMI).

Kepala Bagian Data dan Informasi Balitbang Kemenhan RI, Ernalem Bangun mengatakan, bahwa uji coba ini dilakukan guna mengetahui secara pasti fungsi kegunaan dari hasil terobosan yang dikembangkan. Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan kepentingan sipil maupun militer, dalam misi pencarian pada wahana bawah air yang bersinggungan dengan lingkungan kelautan.

“Kapal selam tanpa awak ini berukuran lebar 790 mili meter, panjang 2.570 mili meter dan tinggi 510 mili meter, berat 150 kilogram, dengan kecepatan 3 knot. Sementara  untuk kemampuan menyelam kapal bisa menembus hingga jarak 150 meter,”ungkapnya kepada IBC dilokasi .


Kapal Selam Tanpa Awak diujiciba di Dermaga Pelabuhan Merak, Cilegon, Kamis (3/12). Uji coba ini bagian dari prototype Balitbang Kemenhan untuk memenuhi alutsista yang difungsikan untuk sarana mendeteksi wahana bawah air dan misi pengintaian. (photo : JPNN)

Dijelaskan Ernalem, kapal selam tanpa awak yang dikerjasamakan dengan pusat pengembangan tehnologi PT. Robo Marine Indonesia ini  bisa diandalkan dalam menyerap informasi bawah laut secara langsung. Sehingga diklaim sebagai kapal multifungsi, yang mempunyai keunggulan termasuk guna kepentingan deteksi pencarian jika diperlukan.

“Jadi nanti kapal ini bisa menyerap data dibawah laut secara real time, makanya akan kita coba kembangkan dan evaluasi kembali tentang apa saja yang harus diperbaiki dan ditambah. Sehingga nanti bisa benar-benar bisa multifungsi,” terangnya.



Ditempat yang sama Staff Balitbang Kemenhan RI, Wisnu Broto menambahkan, adanya pengembangan kapal oleh balitbang dan pihak RMI nantinya diharapkan  dapat membantu kepentingan sipi. Kemudian, juga memenuhi kebutuhan militer untuk mendeteksi obyek-obyek bawah air strategis, dan misi  pengintaian.

“Kita cukup mengapresiasi hasil pengembangan tekhnologi ini yah, karena ini nanti bisa dikembangkan sesuai kebutuhan, baik untuk alat pemetaan, deteksi, pengintaian atau wisata alam bawah laut,” kata Wisnu.

Rencananya kapal selam tanpa awak ini akan dirancang memiliki karakteristik berukuran medium, agar mampu membawa  beban  berukuran besar hingga 50 kg. Sehingga mampu bertindak sebagai platform survey  yang mampu memberikan data berkualitas tinggi dalam setiap operasi kapal.

(Inilah Banten)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar