15 Desember 2015

TNI Mulai Intensif Gunakan Military Skydiving Tunnel

15 Desember 2015


Tampak seorang Prajurit TNI bermanuver di udara saat Penataran Pelatihan Terjun Payung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta. (photo : JPNN)

Ini Yang Membuat Prajurit TNI Bisa Bermanuver di Udara

JAKARTA – Asisten Operasi Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Fransen G. Siahaan mengatakan Military Skydiving Tunnel merupakan sebuah terowongan angin vertical dengan sebuah mesin yang menggerakkan udara secara vertical dalam beberapa mode untuk latihan teknik terjun payung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pada prakteknya Military Skydiving Tunnel  digunakan untuk latihan teknik melayang dengan berbagai manuver yang sangat efektif bagi peterjun pemula maupun professional.

Teknik ini dapat difungsikan sebagai simulator terjun payung dengan melaksanakan latihan yang intensif serta memberikan kesempatan kepada peterjun untuk melaksanakan kegiatan ini secara berulang ulang.

“Saat ini, tenaga pelatih terjun payung dengan menggunakan Skydiving Tunnel relatif terbatas, sehingga perlu diselenggarakan penataran untuk melahirkan pelatih baru yang handal, yang nantinya akan dijadikan sebagai tenaga pelatih di masing-masing satuan untuk dapat meningkatkan kemampuan terjun payung TNI,” ujar Mayjen TNI Fransen dalam amanat tertulisnya dibacakan Wakil Asisten Personalia Panglima TNI Brigjen TNI Achmad Yuliarto pada Penataran Pelatihan Terjun Payung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

Penataran Pelatihan Terjung Payung ini diselenggarakan oleh Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) tanggal 7 Desember 2015 sampai 8 Januari 2016. Penataran ini diikuti 27 peserta terdiri dari 8 personel TNI AD, 8 Personel TNI AL, 7 personel TNI AU dan 4 personel KOMI dengan Komandan Latihan Letkol Psk. Ahmad S.S Qodri yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Batalyon Komando 461 Paskhas TNI AU.

Menurut Fransen, penataran ini bertujuan untuk membentuk kader pelatih terjun payung yang profesional dengan harapan masing-masing satuan TNI memiliki pelatih handal dan dapat berlatih lebih leluasa dan optimal. Penatara ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dan ketrampilan terjun, baik dalam hal teknik terjun secara individual maupun kerja sama tim di udara.

(JPNN)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar