05 November 2022

ADVENT Contract from HAVELSAN in Indonesia

05 November 2022

ADVENT Combat Management System (image : SavunmaSanayiST)

The ADVENT Combat Management System (SYS), developed with national resources, will be made available to the Indonesian Navy. For this purpose, the contract was signed during Indo Defense 2022.

Turkey's national war management system, ADVENT, sails to new horizons. According to the information obtained by SavunmaSanayiST.com; HAVELSAN signed a contract for the export of ADVENT SYS to the Indonesian Navy during the Indo Defense 2022 Fair.

The contract in question includes ADVENT integration to 3 KCR-60 Class Ships and 2 Offshore Patrol Vessels. In this direction; Within the scope of the contract signed by PT TESCO and the Indonesian Ministry of Defense, ADVENT will be integrated into 3 KCR-60 Class Ships.

Again, within the scope of the contract signed by DRU Shipyard and the Indonesian Ministry of Defense, ADVENT will be integrated into 2 Offshore Patrol Vessels.

ADVENT SYS

ADVENT (Network Supported Data Integrated) SYS; It is a new generation command and control system that responds to the needs of a force-oriented, network-supported operational approach instead of a single ship.

Fully integrated tactical data links (Link 11, Link 16 and Link 22, SIMPLE, JREAP and VMF) functions will be accessible via all operator consoles with ADVENT SYS. With its Decision Support systems, ADVENT SYS has an architecture that facilitates the user to make fast and accurate decisions, and aims at a flexible structure in the use of new weapons and sensors.

111 komentar:

  1. Bukan akan akan dan akan......

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3 kcr yg dimaksud apakah kcr produksi pt tesco? Atau kcr produksi pt pal?

      Hapus
    2. Baru sign MOU aja udah koar koar...lah...

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Nak akan LMS 2 baru akan pun sudah koar koar, tak sadar proyek sakit cancer 6 kapal LCS masih jauh dari laut.

      Hapus
    5. Kata malon baru kontrak sudah koar2..Apa nggak lebih songong Malaysia baru minat Mindef Malaysia sudah sembang dan hina jiran.. .wkwkwkwkwk...dungu dipelihara

      Hapus
  2. Ga jelas dg pemikiran para punggawa kita yg menjadikan "rumahnya" sbg showroom alutsista dari negara asing.

    Walopun akan dipasang pada kcr dan opv non PAL sekalipun....kan usernya tetap sama yaitu ALRI 🤔

    Padahal Advent ini lisensian dari CMS buatan Thales....jadi apa spesialnya selain memperlebar keruwetan logistik

    Sementara PAL mengoperasikan 2 CMS yg berbeda utk kcr-60....buatan. cina dan terma dr Denmark

    Belum lagi CMS yg di 2 unit Fatahillah class juga pake CMS yg beda-beda

    Gething aku.......😤😤😤

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuwi arane pengamalan sila ke-5....keadilan sosial..

      Adil lan sosial ngge poro produsen...

      😢

      Hapus
    2. Kapal yang pakai CMS China sama Denmark mungkin bisa terganti ke CMS Thales kalau termasuk dalam project Mid Life Modernization di Indo Defence 2022. Tapi yang dimasukin program itu cuma 41 unit katanya.

      Hapus
    3. CMS yg bhineka kii yho mathuk marang falsafah bangsa tho massee...

      Pemikiran para punggawa jan gur ngamalke P-4

      😂😂😁😀😊

      Hapus
    4. Naaah ini alasan yg cukup masuk akal mase @BP.....selamat anda berhak ngintip nonok 🧐 dari belakang 😵‍💫

      https://youtu.be/CF0Da0-qUz8

      Hapus
    5. Lha trus ngapain di kcr 60 pake terma. ...toh Advent sudah ada produknya di milgem class @ mechanized

      Seragamin aja CMS nya, mau KCR nya dibuat di pak atau galangan lain

      Mosok buat anak kok coba-coba.....njur mengko sek arep nggragati sopo 🤷🏻

      Hapus
    6. Apa belum cukup aksi "coba-coba" CMS di Fatahillah class .....kemaruk sih para oknum ☝️

      Hapus
    7. Mungkin CMS terma hasil coba-coba pak menhan sebelumnya. Mana cuma 2 unit lagi yang jadi wajar kalau harus diganti aja. Nah untuk penggantinya jelas Thales, ada possible mungkin biar lebih seragam sama Diponegoro, Martdinata, Bungtomo dll sesama user Exo. Nah untuk generasi baru PC-60, OPV-90 (mungkin juga AH140) bakal adopsi Advent soalnya mau pakai missile Turki.

      Hapus
    8. Alibi anda kurang Kuat om mechanize.....🤷🏻

      Justru csm terma punya rekan jejak yg lebih baik dibanding Advent

      CMS terma jadi otak fregat Iver yg mengendalikan sistim AAW pada fregat tsb.

      Dan CMS terma yg dibenamkan pada KCR-60 adlah versi lite nya

      Aku sih ga antipati pada brand tertentu. ...tapi mulai sekarang mbok sederhanakankah sewaco itu biar ga bikin pusing dikemudian hari.

      Biar kebijakan pejabat lama kalo bagus ya dilanjut saja

      Hapus
    9. Padahal sistim CMS terma aja belum diserah terimakan ke user .....ini malah mau cari CMS yg lain lagi

      Bener -bener ......🐒

      Hapus
    10. Pengaruhnya Thales terlalu kuat,apalagi kalau kapalnya pakai Exocet, jadi wajar kalau upgradenya ke mereka. Nah untuk Advent mungkin juga coba-coba atau mungkin tidak. Kedepannya juga menentukan Advent sama Thales yang terpasang di next KCR dan PKR.

      Hapus
    11. Kalo gitu mah ga harus pake beli dulu.....cukup tanya saja sama havelsan....ni CMS mu bisa ga menghandle rudal, kanon, radar ini itu

      Trus tanya balik ke produsen senjatanya....elu ngais ijin enggak kalo havelsan ngonek, senjata buatan lu ke CMS mereka

      Hapus
    12. Nah itu, missile si OPV-90 sama PC-60 kan belum diketahui(harapannya sih NSM). Performanya CMS juga belum diketahui, mana user non-Turki aja baru pada mau beli. Kalaupun ada cacat pasti Turki bungkem. Jadi masuk akal kita testing dulu di kapal patroli, sebelum dipasang di kapal eskorta. Siapa tahu ya kan performanya bagus cuma di brosur doang.

      Hapus
    13. Nek carane nggono Yo bubar negarane....

      Kan bisa dilihat itu rekan jejaknya : CMS terma udah dipakai oleh berapa AL dan sistim apa saja yg bisa dihandle....sebaliknya begitu juga dg Advent

      Dan Advent inikan pendatang baru dg user yg masih sangat terbatas

      Hapus
    14. Oke saja mau pake lebih dari satu sistem CMS tapi dikelompokkan berdasar kompleksitas sistemnya....🤷🏻

      Misal untuk kapal Kombatan yg sistimnya kompleks (bisa menangani 4 tipe pertempuran: aaw, AShM, asw dan pernika), pake CMS Thales

      Lantas utk sistim yg lebih sederhana spt KCR dan OPV pake CMS yg gak branded yg lebih terjangkau harganya....mau Pake terma, Advent atau buatan LEN ga masalah ...tapi seragam gitu lho

      Hapus
    15. Kalau untuk CMS Frigate memang saat ini Thales masih kandidat kuat, type 31 UK juga mitranya kan Thales. Tapi yang lain itu belum jelas terutama batch yang bakal dibeli tahun-tahun berikutnya. Kalau memang CMS Thales kompatibel sama NSM, harusnya sih gak masalah pakai CMS Thales di KCR, PC atau OPV. Atau kalau CMs Mandala bisa,malahan lebih bagus.

      Hapus
  3. DI, PAL, Pindad sign semono okehe "kerjasama pengembangan", opo ra mumet.....?

    😅😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penting teken sek mumpung mangsine isih mboblor 😎

      Hapus
    2. Link'e ngendi...kok mblobor tok

      😅

      Hapus
    3. Kae nduwur kae ☝️ opo....Ning Ra oleh disogok nganggo uthik 😤

      Hapus
  4. ALHAMDULILLAH,,,PROGRESS NYA SELALU MENGGEMBIRAKAN RAKYAT YG MENDAMBAKAN TNI YANG KUAT DAN TANGGUH DI KAWASAN, 👍😎


    Yang CEPAT akan meninggalkan yang LAMBAT,,ITUU!

    BalasHapus
  5. Nak akan LMS 2 baru akan pun sudah koar koar, tak sadar proyek sakit cancer 6 kapal LCS masih jauh dari laut je.

    BalasHapus
  6. SEDANGKAN DI KERAJAAN DARUL BUAL:

    Malaysia Military Power
    August 3 ·

    Dulu kita ada berapa banyak FAC-M.
    Handalan class ada 4 buah. Dibina berdasarkan rekabentuk Spica-M dan mula masuk tauliah TLDM tahun 1979.

    Perdana class ada 4 buah. Dibina berdasarkan rekabentuk La Combattante II dan mula masuk tauliah TLDM tahun 1972.

    Kedua kelas kapal ni dulu setiap satu kapal boleh bawa 2 ke 4 butir peluru berpandu Exocet sekali jalan. 8 buah kapal kali 4 butir peluru berpandu dah berapa.
    Tapi lama kelamaan, usia dan keusangan datang. Satu demi satu kapal lucutkan pelancar yang ada bila menjelang millenium baru.

    Sepatutnya dalam tahun 2000 kapal2 NGPV yang ganti kapal2 FAC-M ni tapi projek NGPV yang asal rancang 27 kapal jadi 6 je. 6 tu pun sakit nak siapkan sebab ada org bawak lari duit. Tangguh lagi nak ganti, pakai dan kerah dulu sementara tunggu LCS dan kemudian LMS.

    Tahun 2018 dah bunyi LCS ada masalah. 2020 pun dok atas batu lagi. Kerja tergendala.
    Tahun 2018 LMS yang rancang 18 pun jadi 4 buah je.

    Jadi kena kerah lagilah kapal tahun 1970 yang ada.

    1972 dgn 1979 ko kiralah berapa tahun sekarang 2022 kapal masih ada lagi.

    Sekarang dah takde dah FAC-M. Semua dah jadi FAC-G.
    Tempat letak missile pun dah ganti dengan davit untuk turunkan bot. Exocet tu pun dah tamat riwayat.

    Gambar tak tipu. Korang tengok sendiri. Ni dari gogol je ni. Tak rahsia pun.

    Sekarang pikir, anak kapal Tentera Laut Diraja Malaysia bekerja dengan kapal yang lagi tua dari umur kebanyakan pegawai dan anggota TLDM yang ada sekarang. Kena redah laut, kena belayar jugak tengkujuh tak tengkujuh, kena keluar jugak hadap kapal asing yang jauh lagi besar, lagi canggih dari yang kita ada.

    Lepas tu menteri sembang negara maritim bagai, jialat la lu ulang.

    Negara maritim tapi ghetto navy.

    Guane kan?

    Sekain
    MMP

    PARAH...
    Negara maritim tapi ghetto navy...
    Negara maritim tapi ghetto navy...
    Negara maritim tapi ghetto navy...

    xixixixi....

    BalasHapus
  7. Wakakakak...TLDM Ghetto Navy..😅🤣

    BalasHapus
  8. BOLEH DONG , DENGAN ATMACA DIPASANG ? DI 3 KCRNYA SELAIN CMS.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepertinya 2 unit kapal OPV 95m yg lagi di buat di pt.dru akan menggunakan CMS Tukiye dan juga ASM Atmaca-nya.....semoga.😊

      Hapus
    2. Min bahas ini dunkz

      https://www.airspace-review.com/2022/11/05/indonesia-jajaki-kerja-sama-produksi-jet-latih-tempur-yak-130-dengan-rusia/

      Siapa tahu menarik

      Hapus
  9. Min bahas ini dunkz

    https://www.airspace-review.com/2022/11/05/indonesia-jajaki-kerja-sama-produksi-jet-latih-tempur-yak-130-dengan-rusia/

    Siapa tahu menarik

    BalasHapus
  10. Miiin.....supaya adil coba infokan juga SHOPING dari MALON walau itu RECEHAN.....karena ini khan ajang shoping Internasional, kelewatan aja negara yang SEMBANG termasuk negara kaya ngak shoping sama sekali selain ambil Brosur dan Foto gratisan di INDO DEFENCE 2022.....ini sudah hari terakhir lhoooo 🙂

    BalasHapus
  11. Di INDO DEFENCE 2022 sudah tidak ada lagi PEMBUALAAAN yaaa.....terlihat dari shopingnya, negara mana yang BANYAK UANG ( NKRI ) dan KURANG MAMPU ( MALON ).....bukti ini tidak bisa Bohong 🙂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh NUNGGAK BAYARAN atau NGUTANG beli aset pertahanan tu kalau geng INDON maksudnya kaya..? Wkwkwkkwwkwk

      Hapus
  12. Boeing is concern that Indonesia is unable to pay for the F-15EX


    Bloomberg reports that Boeing “is concerned about the ability of” Indonesia to finance the deal to buy F-15EX fighters.

    An F-15EX Eagle II from the 85th Test and Evaluation Squadron, 53rd Wing, takes flight for the first time out of Eglin Air Force Base, Fla., April 26, 2021, prior to departure for Northern Edge 2021. The F-15EX brings next-generation combat technology to a highly successful fighter airframe that is capable of projecting power across multiple domains for the Joint Force. (U.S Air Force photo by 1st Lt Savanah Bray)

    Earlier in February, the U.S. government cleared the sale of up to 36 F-15EX fighters to the South East Asia nation. The deal is worth $14 billion, figures given by the Defense Security Cooperation Agency show.

    Indonesia’s Defense Minister Prabowo Subianto had also said late last month during a visit to the United States that the country wants to pay for the F-15EX deal in installments.

    BalasHapus
  13. Bikin MALU Boeing saja risau sebelah tak mampu bayar F15... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  14. Baca guys..... Bila si miskin diragui kemampuan pembayarannya... Wkwkkwkwkwkw



    Boeing is concerned about the ability of Southeast Asia’s biggest economy to finance the jets, with Indonesia insisting on paying in installments, said the people. The meetings ended without a conclusive outcome, meaning plans to sign the deal before the end of this year will likely be delayed, they said.

    Geopolitically, the order is vital to US national interests in that it would reinforce one of its key partners in the region. The State Department approved the potential sale of the jets in February, with the aircraft valued at about $9.5 billion. There’s also approximately $4.4 billion in related equipment as part of the deal.

    BalasHapus
  15. Akibat tiada wang... Sebelah minta pembYRan F15 bayar sikit sikit.... Wkwkkwkwkwkw...

    Baca guys.... Wkwkkwkwkwkw



    Late last month, Indonesia’s Defense Minister Prabowo Subianto said that negotiations with Boeing are ongoing. He also hinted at challenges around financing.

    “We clearly asked that we must be able to buy in terms of paying in installments; we can’t do it all at once,” Prabowo said at a media briefing with local reporters at the time. “The government always prioritizes economic development and so on.”

    BalasHapus
  16. Mantap 42 Rafale + 36 Eagle EX ..
    Lihat..si Malon langsung jadi KERAsukan

    Wakakakkkakakakkkakaka

    BalasHapus
  17. Leonardo tak ada statemen apapun soalan ATR yang DIPILIH malon..

    Tapi si Malon ini KLAIM sudah beli..

    Wakakakakkkkak

    TOLOL

    BalasHapus
  18. Boeing's $14 billion Indonesia jet deal stalls over financing


    Boeing Co.'s proposed sale of 36 new F-15 fighter jets and equipment to Indonesia has hit a snag over financing, according to people familiar with the matter.

    Executives from the U.S. planemaker flew to Jakarta this week to discuss the transaction with Indonesian officials on the sidelines of an annual defense exhibition, the people said, asking not to be identified because the deliberations are confidential.

    Boeing is concerned about the ability of Southeast Asia's biggest economy to finance the jets, with Indonesia insisting on paying in installments, said the people. The meetings ended without a conclusive outcome, meaning plans to sign the deal before the end of this year will likely be delayed, they said.

    BalasHapus
  19. Konon beli ATR MPA yaah lon?

    Versi BUBAR!

    Wakakakakkkkak

    BalasHapus
  20. Wkwkwkwkkw.... Jangan bimbang sebelah akan cuba NGUTANG lagi...

    HUTANG... HUTANG... HUTANG... MEROKET... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  21. Kasihan si miskin mahu aset pertahanan mahal guys... Walaupun hakikatnya tiada wang... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  22. Ya jelas mantap laah...EX.
    Berbanding MALON shoping LCA masih mimpi.

    Wakakakakakakkkka

    BalasHapus
  23. Pecatan askar bersarong msh ga punya malu. Borkoar koar macam kentut

    BalasHapus
  24. Malah 6 Rafale tu pun bukan dibayar habis ya.... Baru dibayar wang muka..
    . Wang muka saja bingung mau dibayar pakai hutang. Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  25. KAI tak ada statemen apapun soal LCA malon..

    Tapi si MALON ini KLAIM sudah pilih FA-50.

    TOLOL

    Wakakakakkk

    BalasHapus
  26. Kesian si MISKIN.... Beli aset pertahanan sanggup NGUTANG... WKWKKWKWKWKW

    BalasHapus
  27. Ada yang koyak guys tak terima kenyataan indo shoping shopping , manakala Malon tetap miskiiiiin wkwkwk wkwkwkkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  28. Hebat 42 Rafale + 36 Eagle EX.

    Yaaa ampuuunnnn
    Banggakan LCA?
    Itu kan "Light" RINGAN

    Wakakakkkakakk

    BalasHapus
  29. Manakala negara Malon masih cari 2 lender wkwkwk wkwkwkkwkwk

    BalasHapus
  30. Malah pihak Boeing tak fikir sebelah tu mampu bayar F15.. Wkwkkwkwkwkw

    Kasihan masa dihina sebegitu... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  31. Tolong jelaskan apa yang bisa dibanggakan dari kelas LCA.

    Wakakakakkkkakakk

    BalasHapus
  32. Ternak CMS lagi, @KHOR'S Macan 🦁,kali ini dari Leonardo

    @DefenArt
    Membalas
    @Kusuriuri17

    Info dari both fincantieri sudah ada pertemuan, dengan seorang menteri dengan pihak fincantieri mengenai pembelian FREMM yakni 6 unit, 4 unit kabarnya sudah dianggarkan di tahun 2023

    8.36 PM · 4 Nov 2022·Twitter for Android

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk 2023, TNI AL jadi prioritas, jadi mungkin kasel juga bakal dibeli.

      Hapus
  33. Bausted dikasih Wang dari lender malahan buat bayar hutang wkwkwkwkwkwk wkwkwk

    BalasHapus
  34. Nah baca guys... Pihak Boeing sendiri kurang yakin dengan sebelah mampu bayar atau tidak.... Wkwkkwkwkwkw



    Boeing's $14 billion Indonesia jet deal stalls over financing


    Boeing Co.'s proposed sale of 36 new F-15 fighter jets and equipment to Indonesia has hit a snag over financing, according to people familiar with the matter.

    Executives from the U.S. planemaker flew to Jakarta this week to discuss the transaction with Indonesian officials on the sidelines of an annual defense exhibition, the people said, asking not to be identified because the deliberations are confidential.

    Boeing is concerned about the ability of Southeast Asia's biggest economy to finance the jets, with Indonesia insisting on paying in installments, said the people. The meetings ended without a conclusive outcome, meaning plans to sign the deal before the end of this year will likely be delayed, they said.

    BalasHapus
  35. Ya jelas ketar-ketir..tetangganya beli EX, berbanding negerinya kelas LCA.

    wakakakkkakakkkka

    BalasHapus
  36. JIAHAHAHAHAHA 😁😁😄😄......Buzzer RUSLI mulai FANAAAS 🔥🔥🔥🔥☄☄☄☄menerima kenyataan MALON ngak SHOPING yaaa 🙂

    BalasHapus
  37. Puuur apa yang di banggakan dari Malon yang miskiiin wkwkwkwkwkwk wkwkwk

    BalasHapus
  38. EX vs LCA
    Balistic Missile vs Mortar

    Jauuuhhh woeeiiyyy...

    Wakakakakakk

    BalasHapus
  39. Manakala kerajaan Malon hanya mampu bina akan, akan, akan wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
  40. Boeing prihatin dengan kemampuan ekonomi terbesar di Asia Tenggara untuk membiayai jet, dengan Indonesia bersikeras membayar dengan mencicil, kata orang-orang. Pertemuan berakhir tanpa hasil konklusif, yang berarti rencana untuk menandatangani kesepakatan sebelum akhir tahun ini kemungkinan akan tertunda, kata mereka.

    BalasHapus
  41. RUSLIIII.....elo kalau KERASUKAAN dan FANAAAS 🔥🔥🔥🔥☄☄ngamuknya sama pemerintah MALON sendiri kenapa ngak Shoping.....mestinya RUSLI bayarin dulu untuk Shoping 🙂

    BalasHapus
  42. Kasihan si MISKIN dihina sama Boeing... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jiahahaha.....BELANJA segitu banyak elo bilang Miskin.....ELO ORANG TOLOL....Dunia tertawaaa......HAHAHAHA 😆😆😂😂

      Hapus
    2. Kalau dihina Boeing yaa gak dibeli kok malon yang repot sih....mana malon mau beli apa....???? Gak ada wang yaa ??? Atau gak dapat leander ?????

      Hapus
  43. Tolong jelaskan, lebih LAMA mana berbanding DELAY kapal mangkrak si MALON.....

    Wakakakakaakakakakak

    BalasHapus
  44. Beli NGUTANG lepas tu MEMBUAL konon kaya... Wkwkkwkwkwkw

    Bikin jiran GELAK pemikiran geng PEMBUAL... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  45. Boeing sendiri tak yakin guys sama negara miskin... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  46. Ada berita Hizir tampalan si Malon sudah laku kee..?

    Wakakakkkakakaka

    Kasihaaan
    Tak laku sebijik pun..

    Wakakkkak

    BalasHapus
  47. Jiahahahaha 😁😁😄😄.....ada yang ngak bisa melihat kenyataan kalau bangsa yang dikatakan Miskin oleh RUSLI ternyata SHOPING BESAR BESARAN.....LIHAAAT....Ada MALON KERASUKAAAN 👿👿👿

    BalasHapus
  48. Aneeh si malon nii
    Ikut indef bawa 4x4 prototipe yang tak dibeli 1 pun oleh negerinya...

    Wakakakakakakakaka

    BalasHapus
  49. JIAHAHAHA.😁😁😄😄😂....Ngak bisa terima kenyataan....Jadi NGAMUUUK 🙂

    BalasHapus
  50. Wakaakakkakkakak

    Pulang balik bawa barang tak laku dijual yaah lon?

    Konon hasil riset 4 tahun, tapi tak laku 1 pun..

    Wakakakakakakaka

    BalasHapus
  51. RUSLI.....Kenapa elo ngamuuk ????....kami ingin tau shoping MALON di INDEF 2022 aja elo NGAMUUUK 🙂

    BalasHapus
  52. Kebingungan lagi mau NGUTANG buat bayar wang muka... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  53. Kok malah ngamuk lon

    Coba yg mau ngemis hornet bekas kuwait tpi ditolak
    Mahu LCA TUNGGU lender.
    LCS mangkrak lgi tunggu hutang

    Lon lon

    BalasHapus
  54. KHAN and Air Defense Contract in Indonesia from Roketsan​

    Roketsan signed a contract for KHAN Land-to-Land Ballistic Missile System and Air Defense Missile System to Indonesia during the Indo Defense Fair.

    =====
    Berbanding malon shoping mortar ala WW2

    Wakakakakkkkk

    BalasHapus
  55. Shopping guys

    X macam sebelah , Bawa balik brosur je WKWKWK

    BalasHapus
  56. RUSLIIII....kenapa elo NGAMUUK ???.....KEHILANGAN MUKA nih 🙂🙂😁

    BalasHapus
  57. Malones shoping ghoib
    ATR72
    Anka male
    Tak ade muncul di ID22.
    Brosur2 wkwkwk

    BalasHapus
  58. Padahal Boeing bimbang sebelah tak mampu bayar wang muka....

    Baru Wang muka ya guys bukan bayaran penuh lagi... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  59. Kumpulin brosur2
    Kertas2 A4 tumpuk di meja
    Ghoib

    BalasHapus
  60. Pengamat Singapore pon dipercaya WKWKWK

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maklum mantan Provinsi itu tuh perangai sama pon WKWKWK

      Hapus
  61. Bukti sebelah memang tiada wang...

    Servis heli pun pakai HUTANG.... WKWKKWKWKWKW

    BalasHapus
  62. Lok sebelah gak ada kontrak tuh di ID22
    Indonesia yg borong.
    Sampai rudal SRBM Khan pun diborong

    BalasHapus
  63. Hizir tampak stiker x laku ke?

    Kasian dah sewa stand loh

    BalasHapus
  64. Berbanding maloners
    LCA
    LCS
    SPh
    Senyap ghoib

    BalasHapus
  65. Kasihan rakyat..... Pemerintahnya lebih tertarik sama HUTANG berbanding beri subsidi ke rakyatnya...

    Parah.....

    BalasHapus
  66. Hizir tak laku..sepii wkwkkwwk

    BalasHapus
  67. Sebelah kaji

    Kaji lagi

    Kaji lagi

    Senyap

    Ghoib

    BalasHapus
  68. Tunjuk lon LCA udah kontrak di ID22

    Hahahahha

    BalasHapus
  69. Tuh kapal LCS gak hutang lon
    Munafik wkwkkwk

    BalasHapus
  70. Yg ngemis2 hornet bekas ke US
    Ditolak
    Wkwkwk

    BalasHapus
  71. BLUPH!

    bunyi mortar terbaru Malon.

    Wakakakakkkakakkaka

    BalasHapus
  72. Yg cuma bisa ngumlulin brosur, mau ngutang tp ga ada yg mau ngasih...Koyaaak... Koyaaak..

    BalasHapus
  73. Gue ingin tau hasilnya si MALON ikut di INDO DEFENCE 2022 itu apa yaaaa ?????.....Selain kumpulkan BROSUR dan FOTO GRATIS ?????......Apakah Shoping RECEHAN atau ngak SHOPING sama sekali nih yaaaaa ?????......gue tanya gitu MALON ngak usah NGAMUUK 🙂

    BalasHapus
  74. Gempurwaria hanya bisa ngeTroll yg itu² saja....koyak dan iri hati. INDO🇮🇩 shopping terus...Indonesia beli rudal balistik KHAN ,LRSAM, Rafale...askar malon beli Mortir, carlgustav dan bananboat...wkwkwkwkwk lawak

    BalasHapus
  75. Shopping senjata recehan.....maluuu...lemah...tldm Ghetto Navy😅🤣😅🤣

    BalasHapus
  76. Hahahahahaha janganlah iri hati gempurwira.....cobalah kau sebutkan malay sudah shopping apa saja di pameran alat perang terbesar se Asia Tenggara ni.....jangan banyak cakap dulu lah...macam emak2 tak dikasih wang belanje!!! Kasihan kali ni budak malay tak da berita gembira....paling sikit shopping pisang atau minyak dulu lah tak usah malu kalo negeri jiran Malay lagi miskin tak apa daripada banyak bual akan beli terus tapi tak da tanda tangan ceremony.....malu lah bangsa malay punya budak macam gempurwira ni apa kata dunia...negara pertama yg sewa heli perang di ASEAN ni! Malunya tu sekawasan......kalo tak mampu mintalah derma ke negara persekutuan kera jaan....miskin ya miskin je😂😂

    BalasHapus
  77. hari ini guwe kerjaannye ngumpulin brosur, tapi gak sebanyak KL haha!😂😂😂

    BalasHapus