13 November 2022

Prototipe ke-2 KF-21 Berhasil Terbang dan Mendarat Kembali dengan Sukses

13 November 2022

Prototipe kedua jet tempur KF-21 Boramae saat melalukan penerbangan pertama (photos : ROKArmedForces)

SEOUL (Yonhap) -- Prototipe kedua jet tempur buatan Korea Selatan, KF-21 Boramae, berhasil melakukan uji terbang perdananya pada Kamis, kata badan persenjataan negara itu.

Pesawat tersebut lepas landas dari Wing Pelatihan Terbang ke-3 Angkatan Udara di Sacheon, sekitar 300 kilometer selatan Seoul, pada pukul 9:49 pagi dan mendarat tanpa hambatan pada pukul 10:24 pagi, menurut Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA).

Ia terbang dengan kecepatan rata-rata 407 kilometer per jam selama penerbangan 35 menit di dekat markas besar pengembangnya, Korean Aerospace Industries (KAI), kata seorang sumber kemudian.


Prototipe pertama pesawat tempur generasi ke-4,5 berhasil melakukan penerbangan perdananya pada 19 Juli.

KAI berencana memproduksi empat prototipe lagi yang akan melakukan uji terbang secara bertahap mulai Desember 2022 hingga paruh pertama 2023, kata DAPA.

Diluncurkan pada tahun 2015, proyek KF-21 senilai 8,8 triliun won (US$6,4 miliar) ditujukan untuk mengembangkan model pesawat tempur supersonik untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 Korea Selatan yang menua.

Militer negara itu berencana untuk mengerahkan 120 pesawat KF-21 pada tahun 2032.

23 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 100 anggota tentera sebelah dikirim ke india, guna pelatihan tejas. Wkwk

      Hapus
  2. Mantaaap josss, seberang panaaaaas 不不不

    BalasHapus
  3. Si gempor cakap hutang lah mangkrak lah, gak pengaruh si boramae indonesia korea tetap terbaaaang 不不, dan tak lama akan menjaga langit NUSANTARA uhuiiiii , ayo pur mesinnya sudah panaaaas 不不不

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si rusli gila lagi berharap seperti negaranya proyek kereta cepat mereka kongsi dgn spoore bubar malah kena denda...wkekwkwkkkkk...

      Hapus
  4. Wowwww pesawat yang akan jadi awal pembuatan pesawat mandiri di masa depan.....welldone

    BalasHapus
  5. Malon baru 2045 akan..akan.. akan belanja pesawat ciput. Tunggu derma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bueeeh...., usia anak tadika sudah masuk university baru beli new MRCA. 23 tahun kehadapan broooh baru beli.

      Hapus
  6. Taktala di jiran darul delay kesemuanya masih serba serbi masih di lorong mimpi, berfantasi ria, krikkk krik memanjang 云云云

    BalasHapus
  7. Ada sticker RoK-Indonesia pada prototype ke-2 KF21 Boramae

    INDONESIA SMAKIN MENDUNIA !

    BENAR BANGEEEETTT !!!!

    BalasHapus
  8. Sementara peminat dan pemerhati pertahanan di Malaysia menanti dengan berdebar akan jenis pesawat LCA-FLIT yang bakal diumumkan oleh kepimpinan negara yang bakal diperoleh, seharusnya semua agensi Kerajaan di Malaysia samada EPU - JPM, Kementerian Kewangan, MINDEF mahupun MITI harus menggembling pelbagai usaha jitu bagi mendapatkan pesawat Hornet dari Kuwait sebagai langkah sementara untuk TUDM sehingga tahun 2035.

    Adalah satu kerugian yang besar sekiranya Malaysia ataupun Kementerian Pertahanan melepaskan meluang keemasan ini. Merujuk kepada jawapan YB Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein berkaitan usaha bilateral mendapatkan pesawat Hornet Kuwait jenis C/D untuk TUDM, beliaulah orang yang seharusnya memulakan usaha ini dengan terbang menggunakan pesawat pertama esok hari untuk berjumpa rakan sejawat di Kuwait dan berjuang berhabis-habisan menjaga kepentingan TUDM dan pertahanan negara.


    . Last last kelaut je. Ngoahahahahahaaa

    BalasHapus
  9. Malon miskin makin kepanasan

    Kah kah kah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tukang khayal dan kaya akan fantasi :
      SPH caesar versi dunia fantasi
      SPH paladin versi dunia fantasi
      New MRCA pengganti MiG -29 N versi dunia fantasi
      New heli utility pengganti heli Nuri versi dunia fantasi
      New LCA versi dunia fantasi
      云云云

      Hapus
    2. Project malon hanya sembang Tak payalah takder yg terealisasi

      Kah kah kah

      Hapus
  10. 4 prototype,jadi kita dpt yg ke 4 dong yg versi tandem.

    BalasHapus
  11. Taktala di tahun 2017, Jiran berkampanye nak new MRCA, apa daya realnya kerajaan misqueen, tak mampu beli apalagi Perancis tolak barter sawit busok dan akhirnya hanya jilad ludah sendiri

    www.refaleformalaysia.com

    Ngoahahahahahaaa

    BalasHapus
  12. KF-21 Boramae kerjasama antara 埠痰氣...tetap lanjut....

    tapi kabar pesawat LCA/lift Malon..semakin senyap...GELAP dan GHOIB....KRIK..KRIK..KRIK不不不

    BalasHapus
  13. kira kira IFX-21 untuk NKRI itu 48 unit atau 80 unit nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jatah 80 unit, tetapi yg diambil tidak tahu berapa. Korsel inginya semua diambil atau lebih. Break even point kalau tidak salah ingat sekitar 200 unit. Jadi kalau tidak terjual lebih dari itu, rugi.

      Hapus
  14. MANTAB... Prototipe ke-2 KF-21 /IFX-21 Berhasil Terbang dan Mendarat Kembali dengan Sukses guys....


    Seronok tengok reaksi si MALON lihat progres pespur KORSEL -INDONESIA jalan teruss...DENGKI ada, KETAR KETIR ada, IRI HATI ada, jealous ada, sukar dipercaya ada....Hahahahaha.

    Teruskan MENDONIA geng MALON dengan IRI DENGKI mu....teruskan. Kerana selagi anda MENDONIA maka selagi itulah anda akan ketinggalan dengan INDONESIA.. WKWKWKWKWK

    BalasHapus
  15. NUNGGAK BAYARAN 800 juta won.... Sebelah hanya sambung bayar hanya 9 juta won....??? wkwkwkwkwkwk

    MISKIN......wkwkwkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malon miskin dah 20 tahun tak mampu nak beli jet pejuang

      Kah kah kah

      Hapus