26 April 2022

Reactivation of 1st Tank Battalion Boosts Army’s Firepower

26 April 2022

Reactivated the 1st Tank Battalion (photos : PA)

MANILA – The Philippine Army reactivated Thursday its Armor Division's 1st Tank Battalion, further boosting its capability to deal with current and emerging security threats.

“Looking at the future operational landscape, the PA has reactivated the 1st Tank Battalion to provide our infantry and mechanized infantry forces with advanced firepower capability and enhance the standards of protection, especially in conducting contingency missions and combined arms and joint operations in the country,” Army chief Lt. Gen. Romeo Brawner Jr. said in a statement Thursday.

The reactivation of the 1st Tank Battalion at Camp O'Donnell in Capas, Tarlac will bolster the armor units’ operational capability in ground operations, he added.


PA spokesperson Col. Xerxes Trinidad said the 1st Tank Battalion, seen to play a key role in the defense of the country’s land domain, would be composed of newly acquired and upcoming assets such as 18 Sabrah ASCOD light tanks, 10 Pandur 8x8 wheeled light tanks, a command vehicle, a recovery vehicle, and a tank gunnery simulator acquired under the Armed Forces of the Philippines Revised Modernization program’s Horizon 2.

He earlier said the Sabrah ASCOD light tanks are expected to be delivered within this year while the Pandur 8x8 wheeled tanks are set for delivery next year.

The contract for these light tanks is worth around PHP9.4 billion and was acquired through government-to-government mode.


Following the activation of the 1st Tank Battalion, the 8th Cavalry Company was deactivated to provide the nucleus of the new unit which will be commanded by Lt. Col. Don Frivaldo.

The deactivated 8th Cavalry Company was formerly attached to the 103rd Infantry Brigade, 1st Infantry Division whose area of operations covers Lanao del Sur and parts of Lanao Del Norte.

The 8th Cavalry Company played a vital role in the military’s victory against ISIS-inspired terrorists that attacked Marawi City in 2017.


The 1st Tank Battalion traces its roots to the organization of the 1st Cavalry Regiment under the PA’s 1st Infantry Division in 1935.

The Philippine Army officially activated its first tank battalion in September 1958 with assets that included US M-4 Sherman tanks.

The original tank battalion was deactivated three years later due to the high cost of maintenance. 

(PNA)

25 April 2022

The 372nd Division Organized Shooting, Bombing, and Live Ammunition at Ground Targets

25 April 2022

Su-27 aircraft of the 925th Regiment practiced hitting ground targets with rockets (photo : PKKQ)
  
In 2 days (April 12 and 13), at the TB-2 shooting range, the 372nd Division organized fire, bombardment, and live ammunition at ground targets day and night for pilots and flight crews of the units. Attending and directing the firing and throwing were Lieutenant General Nguyen Van Nghia - Deputy Chief of the General Staff of the Vietnam People's Army; Major General Pham Truong Son - Deputy Commander of the Air Defense Forces; Major General Bui To Viet - Deputy Political Commissar of the Air Force - Air Force and Major General Cao Phi Hung - Deputy Commander of Military Region 5.

Mi-8 helicopters of the 930th Regiment practice firing rockets at ground targets (photo : PKKQ)

Participating in the firing and throwing this time were the forces of the 925th Regiment, the 929th Regiment and the 930th Regiment, using Su-27, Su-22 and Mi-8 Helicopters. During the organization process, the flight commanders operated flexibly and scientifically; technical assurance, logistics, information - good radar; Pilots and flight crews strictly adhere to flight techniques, strictly observe their movements, remain calm and confident in the use of weapons (bombs, rockets, artillery shells), and conduct surface attacks. land during the day and at night, ensuring the right plan, achieving the set goals and requirements, ensuring absolute food.

Pilots of the 925th Regiment dropped bombs on the center of the target (photo : PKKQ)

This round of firing, bombing and live ammunition was aimed at assessing the organization and operation of commanders at all levels; the assurance of aeronautical engineering, engineering, airport logistics, information - radar in flight training using weapons; Test the actual level of combat application to attack ground targets during the day and at night of pilots, flight crews of units. From there, learn from experience, organize training, improve abilities and qualifications to perform the next tasks.

Presiden Joko Widodo Resmikan Pabrik Elemented Detonator Pertama di Indonesia

25 April 2022

Pabrik Elemented Detonator milik PT Dahana (photo : Dahana)

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan Pabrik Elemented Detonator milik PT DAHANA. Peresmian pabrik yang berlokasi di Energetic Material Center DAHANA, Subang Jawa Barat ini dilangsungkan bersamaan dengan peluncuran Holding BUMN Industri Pertahanan (DEFEND ID) di tandai dengan penandatanganan prasasti yang diselenggarakan di PT PAL Indonesia, Surabaya pada 20 April 2022.

Direktur Teknologi dan Pengembangan DAHANA, Suhendra Yusuf RPN yang juga Ketua Pelaksana Peluncuran Holding DEFEND ID menyampaikan, cita-cita membangun Pabrik Elemented Detonator merupakan salah satu strategi perusahaan untuk mewujudkan kemandirian bahan peledak dalam negeri, dan mengurangi ketergantungan akan impor, terutama pada sektor inititating Device.

“Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah meresmikan Pabrik Elemented Detonator pertama di Indonesia. Ini merupakan langkah untuk mewujudkan visi perusahaan, ditempuh dengan menguasai aspek bahan baku detonator, yang merupakan strategi backward integration dari hilir ke hulu, serta mewujudkan kemandirian teknologi bahan peledak sehingga mengurangi impor dan menghemat devisa negara sebesar USD 6 juta/ tahun  atau setara Rp 87 Miliar/ tahun,” ungkap Suhendra.

Suhendra juga menuturkan, Elemented Detonator merupakan salah satu bahan baku utama detonator yang terdiri dari high explosives sebagai isian utama (main charge) serta mengandung delay element untuk mengatur waktu tunda detonator. Elemented detonator nantinya akan digunakan pada pembuatan electric dan non-electric detonator produksi DAHANA yang saat ini telah melayani konsumen di bidang pertambangan, kuari, dan konstruksi.

Kehadiran pabrik ini menandai peningkatan penguasaan teknologi dan kemandirian bahan peledak detonator dari 35% menjadi 80%.  Peningkatan nilai TKDN Detonator ini pun naik dari 14% menjadi 50%.  Selain itu, dual use of technology yang dimilikinya juga dapat mendukung keperluan bahan peledak komersial dan militer.

"Dengan membangun Pabrik Elemented Detonator, DAHANA mewujudkan kemandirian teknologi bahan peledak, menghasilkan bahan peledak khususnya detonator dengan kualitas terbaik dan harga yang kompetitif, membatasi impor bahan peledak ke Indonesia supaya mengurangi ketergantungan terhadap negara lain, serta meningkatkan pendapatan dan laba perusahaan pada khususnya," pungkas Suhendra. (Dahana)

Peninjauan produk PT Dahana oleh Presiden Joko Widodo (photo : Koran Jakarta)

Presiden Jokowi Tinjau Deretan Produk Pertahanan Dahana

Presiden Joko Widodo resmi meluncurkan Holding BUMN Industri Pertahanan bernama Defence Industry Indonesia atau DEFEND ID.  Sebelum acara peluncuran, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erick Thohir dan beberapa pejabat lainnya mengunjungi Pameran Produk Industri Pertahanan yang berlokasi di Hanggar Kapal Selam PT PAL Indonesia Surabaya, 20 April 2022.

Direktur Utama PT DAHANA Wildan WIdarman memberikan penjelasan terkait produk-produk yang dihasilkan oleh BUMN yang memiliki bidang bisnis bahan berenergi tinggi ini.  Di hadapan Presiden,  Wildan menuturkan bahwa DAHANA saat ini terus berinovasi untuk memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Nasional.

Produk unggulan DAHANA diantaranya Bomb P Series hasil kolaborasi dengan Sari Bahari, Roket R-HAN 122B yang merupakan produk konsorsium roket nasional yang digawangi PT Dahana, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia dan BRIN dimana Dahana bertugas pada bagian bahan pendorongnya (propelan) beserta kendaraan peluncurnya yang berkolaborasi dengan SAS Aero Sishan. Sementara itu ditampilkan juga produk-produk litbangnya seperti Rudal Panggul (Manpads) Merapi, Senjata Lawan Tank (SLT), dan berbagai inovasi produk lainnya. 

“Untuk memenuhi peralatan tempur Angkatan Udara kami menyediakan Bomp P Series yang biasanya diaplikasikan pada pesawat tempur seperti Sukhoi. Dengan bahan peledak TNT, Bom P Series yang terdiri dari Bom P-100L, P-250L, dan P-500L memiliki kemampuan ledak dengan efek pecahan yang dapat menghancurkan bangunan, serta benda bergerak di area yang luas,” terang Wildan.

Sementara itu, untuk mendukung pasukan infanteri, DAHANA juga mengembangkan alat Senjata Lawan Tank (SLT) yang 100% buatan lokal berkolaborasi dengan Harrif Daya Tunggal Engineering . Pada saat uji coba, senjata panggul pemusnah tank itu dapat menjangkau jarak hingga 300 meter, dan masih terus disempurnakan hingga mampu mengenai target secara presisi dengan kecepetan dan jangkauan tembak yang dibutuhkan. Tidak tertinggal ada Rudal Panggul hasil kolaborasi bersama dengan Cirnov UAD dan Dislitbang AD yang dapat mencapai sasaran hingga 3 km.

Peninjauan produk PT Dahana oleh Presiden Joko Widodo (photo : Berita Jatim)

Wildan juga menambahkan, DAHANA juga aktif melakukan uji coba peroketan, DAHANA saat ini telah berhasil melakukan uji coba roket tanpa asap pertama di Indonesia atau propelan smokeless, yang nantinya juga akan diaplikasikan pada roket-roket pertahanan lain yang diproduksi oleh DAHANA.

“Selain bahan peledak militer, DAHANA juga tetap melakukan berbagai upaya untuk memajukan industri bahan peledak di sektor komersil berbasis dual use of technology dari Asam Nitrat pekat. Turunan asam nitrat untuk sektor militer terdapat spherical powder propellant untuk isian peluru dimana kami dengan Pindad berkolaborasi dan tinggal selangkah lagi kemandirian propelan dapat terwujud sehingga kami mohon dukungan Bapak Presiden kami mengharapkan ada injection oleh pemerintah,” terang Wildan.

Saat ini, DAHANA juga tengah membangun Pabrik Amonium Nitrat di Bontang Kalimantan Timur yang rencananya akhir tahun 2022 ini rampung.

“Selain itu kami sudah menyelesaikan pembangunan Pabrik Elemented Detonator sebagai bahan baku detonator dan kami mohon perkenan Bapak untuk meresmikan Pabrik tersebut,’ terang Wildan Widarman.

Setelah mengunjungi booth Defend ID, Presiden Jokowi memberikan sambutan dan merilis peresmian nama dan logo Defend ID, sekaligus menyaksikan berbagai proses kerjasama antara Defend ID dan stakeholder, serta turut meresmikan Pabrik Elemented Detonator yang dibangun DAHANA di kawasan Energetic Material Center, Subang.

“Semoga dengan diresmikannya Defend ID oleh Presiden Joko Widodo, Negara kita dapat bersaing dengan negara-negara maju, dan tentunya akan meningkatkan perekonomian serta bargaining Indonesia di mata internasional,” pungkas Wildan.

Kapal Selam Kelas Collins Australia Mendapatkan Paket Upgrade $ 381 Juta

25 April 2022

HMAS Rankin (photo : RAN)

Kapal selam kelas Collins Angkatan Laut Australia akan diupgrade dengan “sistem optronik mutakhir” baru, menurut pengumuman yang dibuat oleh Menteri Pertahanan negara itu Peter Dutton.

Seperti diungkapkan, investasi $ 381 juta dolar ke optronics pada dasarnya akan menggantikan teknologi tua di kapal selam.

Sistem optronics diharapkan dapat membantu mempertahankan keunggulan taktis dalam pengumpulan intelijen, pengawasan, pengintaian, dan peperangan anti-permukaan untuk kapal selam.

“Ini akan memberikan pembacaan yang lebih cepat tentang apa yang bisa dilihat kapal selam di luar. Itu berarti periskop tidak harus terbuka dan memberikan titik kerentanan ekstra untuk kapal selam,” kata Dutton.

Kapal selam pertama yang menjalani upgrade adalah HMAS Rankin, sedangkan teknologinya diharapkan dapat beroperasi pada 2026. Proses refitting dijadwalkan akan dimulai pada 2024.

Dutton juga menekankan upgrade akan memastikan kapal selam diesel-listrik kelas Collins “tetap menjadi pencegah yang kuat dan gesit”.

“Ini akan membuat kapal selam kami lebih tersembunyi dengan mengurangi jumlah waktu kapal selam terpapar di atas permukaan. Sifat siluman sangat penting untuk kapal selam.”

Kapal selam ini pada akhirnya akan digantikan oleh kapal bertenaga nuklir baru yang rencananya akan dibangun oleh Pemerintah Australia di bawah pakta AUKUS.

Para pemimpin pakta AUKUS, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Presiden AS Joe Biden, bertemu pada 5 April untuk meninjau kemajuan dalam penerapan kemitraan AUKUS.

Australia juga berencana untuk membangun pangkalan kapal selam masa depan di pantai timur Australia serta memperluas kapasitas yang ada.

“Kami telah mengatakan bahwa kami akan memperoleh setidaknya delapan kapal selam, dan itu berarti ribuan pekerjaan di sini. Seperti yang Anda ketahui, telah ada kunjungan oleh AS dan Inggris ke galangan kapal ini. Ini berarti bahwa kami memperhatikan ekspansi yang signifikan di sini. Kami perlu melipatgandakan ukuran lahan yang Anda lihat saat ini, dan negosiasi itu sedang berlangsung – jadi saya tidak akan mempengaruhi negosiasi itu,” kata Dutton.

Untuk mengingatkan, kapal selam kelas Collins menjalani peningkatan sistem sonar pada tahun 2020 melalui kontrak multi-jutaan dolar dengan Thales Australia.

TNI AL Kini Punya Satuan Komando Operasional Kapal Selam, Ini Tugas dan Fungsinya

25 April 2022

Operasi kapal selam kini berada dibawah Koopkasel (photo : Submarines.Id)

JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Laut kini memiliki satuan baru bernama Komando Operasional Kapal Selam (Koopkasel) yang berada di bawah naungan Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI). 

Pembentukan satuan ini merupakan seiring dibentuknya Koarmada RI beberapa waktu lalu. 

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya Muhammad Ali mengatakan, Koopkasel berfungsi sebagai otoritas operasi kapal selam TNI AL.

“Koopkasel ini berfungsi sebagai submarine operating authority dan mengendalikan operasi kapal selam,” kata Ali dalam webinar ‘Kapal Selam dan Perkembangan Peperangan Bawah Laut’ yang digelar IR FISIP UI, Alumni RSIS, dan Jakarta Defence Studies, Kamis (21/4/2022). 

Mantan Komandan KRI Nanggala-402 periode 2004-2006 itu mengatakan, Koopkasel juga bertugas sebagai tim penyelamatan kedaruratan kapal selam Indonesia. 

Seiring dengan kehadiran Koopkasel, Ali mengatakan, TNI AL juga kini tengah meningkatkan pendidikan dan latihan penyelamatan kapal selam di Asia Pacific Submarine Conference (ASPC), International Submarine Escape and Rescue Liaison Office (ISMERLO), dan Lat Pacific Reach Exercise.

Sejalan dengan itu, Ali menambahkan, TNI AL juga saat ini tengah melakukan proses pengadaan pendukung kapal selam dan kapal penyelamat kapal selam.

“Dan melaksanakan upgrade terhadap alat keselamatan kapal selam yang dulunya kita belum memiliki,” terang dia. 

“Teknologinya kita ikuti, perkembangannya kita ikuti, dan safety menjadi penting sekali dalam pengoperasian kapal selam,” imbuh dia.

24 April 2022

China dan Kepulauan Solomon Menandatangani Pakta Keamanan, yang Membuat Marah Australia dan Sekutu

24 April 2022

Kepulauan Solomon (image : GoogleMaps)

China telah menandatangani perjanjian kerja sama keamanan dengan Kepulauan Solomon, yang membuka jalan bagi Beijing untuk mengerahkan pasukan dan aset militernya di Pasifik Selatan.

Penandatanganan tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara kementerian luar negeri China Wang Wenbin pada konferensi pers pada 19 April. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Luar Negeri Kepulauan Solomon Jeremiah Manele, tambah Wang.

Pakta tersebut telah disebut sebagai “perjanjian kerangka kerja antar-pemerintah tentang kerja sama keamanan” tetapi Wang tidak mengungkapkannya ketika itu secara resmi disegel.

Sebagai bagian dari perjanjian, China dan Kepulauan Solomon akan bekerja sama di bidang-bidang seperti “pemeliharaan ketertiban sosial, perlindungan keselamatan jiwa dan harta benda, bantuan kemanusiaan, dan tanggap bencana alam”, kata Wang.

Beijing juga akan membantu Honiara di bidang pengembangan kapasitas “dalam menjaga keamanannya sendiri”, kata Wang, yang tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang ini, hanya menambahkan bahwa pakta itu “terbuka, transparan, dan inklusif, dan tidak menargetkan siapa pun. pihak ketiga".

“Ini berjalan secara paralel dan melengkapi mekanisme kerjasama keamanan bilateral dan multilateral Kepulauan Solomon yang ada. China siap bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk membentuk sinergi internasional,” tambahnya.

US Army to Shift from 5.56mm to 6.8mm

24 April 2022

M5 Rifle and M250 Automation Rifle (photo : US Army)

Army awards Next Generation Squad Weapon contract

WASHINGTON – The U.S. Army announced the award of a 10-year firm-fixed-price follow-on production contract to Sig Sauer, Inc for the manufacture and delivery of two Next Generation Squad Weapon variations (the XM5 Rifle and the XM250 Automatic Rifle) and the 6.8 Common Cartridge Family of Ammunition.

This award was made following a rigorous 27-month prototyping and evaluation effort that included numerous technical tests and Soldier touch points of three competing prototype systems.

The value of the initial delivery order on the contract is $20.4 million for weapons and ammunition that will undergo testing. The contract includes accessories, spares and contractor support. It also provides the other Department of Defense services and, potentially, Foreign Military Sales countries the opportunity to purchase the NGSW weapons.

M5 Rifle and M250 Automation Rifle (photo : Sig Sauer)

The XM5 Rifle will replace the M4/M4A1 carbine within the close combat force, and the XM250 Automatic Rifle is the planned replacement for the M249 Squad Automatic Weapon

Both weapons provide significant capability improvements in accuracy, range and overall lethality. They are lightweight, fire more lethal ammunition, mitigate recoil, provide improved barrel performance, and include integrated muzzle sound and flash reduction.

Both weapons fire common 6.8 millimeter ammunition utilizing government provided projectiles and vendor-designed cartridges. The new ammunition includes multiple types of tactical and training rounds that increase accuracy and are more lethal against emerging threats than both the 5.56mm and 7.62mm ammunition.

The XM5 and XM250 will be paired with the XM157 Fire Control, a ruggedized advanced fire control system that increases accuracy and lethality for the close combat force. The XM157 integrates a number of advanced technologies, including a variable magnification optic (1X8), backup etched reticle, laser rangefinder, ballistic calculator, atmospheric sensor suite, compass, Intra-Soldier Wireless, visible and infrared aiming lasers, and a digital display overlay. It is produced by Sheltered Wings Inc. d/b/a Vortex Optics, Barneveld, Wisconsin.