30 November 2025

2 Kor Armor Diraja (KAD) Terlibat Eksesais Railguard Tahun 2025

30 November 2025

Eksesais Railguard 2025 dengan 6 Gempita 8x8 kanon 30mm dan ATGW (photos: TDM)

KLUANG – Eksesais Railguard Tahun 2025 telah berlangsung dengan jayanya di kawasan operasi KTMB Kluang, Johor bermula 26 hingga 27 November 2025, melibatkan 2 Peg dan 20 Anggota LLP bersama 6 buah KJA GEMPITA Varian 30 mm dan ATGW di bawah pimpinan Lt Muhammad Ikram bin Zailani, selaku Pemimpin Trup dari Rejimen Kedua Kor Armor Diraja (2 KAD).


2 KAD selaku Ketua Segmen Pengiring dan Keselamatan yang bertanggungjawab menyelaras perlindungan ke atas aset dan laluan kritikal kereta api merangkumi aspek kawalan kawasan, keselamatan pergerakan, perlindungan konvoi serta pengurusan ancaman sepanjang laluan operasi.


Eksesais ini secara langsung menguji kompetensi krew dalam mengendalikan prosedur keselamatan laluan, tindakan segera terhadap ancaman, kawalan sekuriti kawasan, serta ketepatan koordinasi dengan elemen sokongan melalui konsep Combined Arms.

224 komentar:

  1. Jiaaah si gembrot lagii..haha!😋😋😋
    NO Komander Sight haah!⛔️🤥⛔️

    BalasHapus
    Balasan
    1. aset kita sperti
      ✅️Anoa, Pandur Kobra, BTR 80A
      semua uda dipake PBB/UN di medan perang haha!👍🦾👍

      lha si Gempi Gembrot, gak laku...PBB tak berhasrat haha!🤣🤣🤣
      aset lembut
      kahsiyan..si Gempi APC Gembrot, mudah terbalik haha!😝😝😝

      Hapus
    2. Gempita ria yang suka terguling.

      Hapus
    3. Gmn mo di pake..malaydes dak DA hak utk ekspor fars ini..mereka hanya merakit dr komponen terurai dr turki dgn di awasi dan di bantu enggener turki merakitnya..tp utk Selvie STLH jadi orang malaydes yg di depan 🤣🤣🤣

      Hapus
  2. Sekadar ANOA MURAHAN OMPONG .... makanan mudah untuk GEMPITA...🔥🔥 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. TERKEPUNG UCAV .......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      TIPU-TIPU = DENDA
      -----------------
      FIFA = DENDA FAM DAN 7 PEMAIN
      The FIFA Disciplinary Committee has imposed sanctions on the Football Association of Malondesh (FAM) and seven players – Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui and Hector Alejandro Hevel Serrano – for breaches of article 22 of the FIFA Disciplinary Code (FDC) concerning forgery and falsification.
      All seven players played for Malondesh against Vietnam in the third round of qualifiers for the AFC Asian Cup Saudi Arabia 2027 on 10 June 2025, after which FIFA received a complaint regarding the eligibility of Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui and Hector Alejandro Hevel Serrano.
      ==============
      CARA MENIPU SULTAN - PSIM FAKE
      Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
      ==============
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the Malondeshn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the Malondeshn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      • RM17.5 million in special damages
      • RM38.7 million in further damages
      • USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      ==============
      Denda Keterlambatan Pengadaan GEMPITA 8×8
      Nilai Denda: RM162,75 juta
      -
      Denda Keterlambatan Servis & Suku Cadang
      Nilai Denda: RM1,42 juta (belum dikenakan)
      -
      Denda Kendaraan Perisai GEMPITA (8×8)
      Nilai Denda: RM162.75 juta
      -
      Keterlambatan Servis & Suku Cadang (GEMPITA, ADNAN, PENDEKAR)
      Nilai Denda: RM1.42 juta
      ========
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP


      Hapus
    3. Wkwkwk..orang Indonesia terbahak bahak..orang yg merakitnya saja enggner turki di malon orang malaydes cume seivieee..STLH jadi..🤣🤣🤣..negara penipu!

      Hapus
  3. GEMPITA 8X8 Versi PEMUSNAH TANK ya guys..... 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      Jenis operasi:
      Mengangkut bantuan logistik (makanan, obat, tenda, genset)
      Evakuasi korban di daerah terisolasi
      Pemantauan kondisi banjir dan longsor dari udara
      📊 Peran Helikopter dalam Penanganan Bencana
      Fungsi Contoh Aktivitas
      Distribusi logistik Airdrop makanan & obat ke desa terisolasi
      Evakuasi medis Membawa korban luka ke rumah sakit darurat
      Mobilitas tim SAR Mengangkut personel ke lokasi sulit dijangkau
      Pemantauan udara Menilai kerusakan infrastruktur & akses jalan
      🔑 Kesimpulan
      Sebanyak 11 helikopter aktif terlibat dalam operasi banjir Sumatera, menjadi tulang punggung distribusi bantuan ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus. Kehadiran helikopter ini krusial untuk mempercepat evakuasi dan memastikan bantuan sampai ke korban di wilayah terpencil

      Hapus
    3. TERKEPUNG UCAV .......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      COVERAGE AREA CH4 RAINBOW TNI =
      LANUD ABDURACHMAN SALEH JAWA TIMUR
      LANUD HALIM PERDANAKUSUMA, JAKARTA
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      Berikut adalah daftar wilayah yang akan ter-cover dalam radius 2000 km dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta:
      Pulau Jawa (seluruhnya):
      Pulau Sumatera (sebagian besar):
      Pulau Kalimantan (sebagian besar):
      Pulau Sulawesi (sebagian):
      Nusa Tenggara (seluruhnya):
      Malondesh:
      • Semenanjung Malondesh (seluruhnya)
      • Serawak (bagian barat)
      • Sabah (bagian barat daya)
      Singapura (seluruhnya)
      Brunei Darussalam (seluruhnya)
      Filipina (bagian selatan):
      • Palawan
      • Mindanao (bagian barat daya)
      Thailand (bagian selatan):
      • Provinsi-provinsi di selatan Thailand (misalnya Songkhla, Yala, Narathiwat, Satun)
      Vietnam (bagian selatan):
      • Delta Mekong (bagian paling selatan)
      Kamboja (sebagian):
      • Bagian selatan
      Samudera Hindia dan Laut Jawa:
      • Sebagian besar wilayah perairan ini akan termasuk dalam jangkauan.
      ---------------
      wilayah-wilayah yang tercakup dalam radius 2000 km dari Lanud Abdurachman Saleh, Malang, Jawa Timur.
      Indonesia:
      • Pulau Jawa: Seluruh Pulau Jawa akan tercover sepenuhnya, termasuk kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan lainnya.
      • Pulau Bali & Nusa Tenggara: Seluruh Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan sebagian Timor akan tercover.
      • Pulau Sumatra: Bagian selatan hingga tengah Sumatra akan tercover, termasuk Palembang, Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Padang. Medan mungkin berada di batas atau sedikit di luar.
      • Pulau Kalimantan: Seluruh Pulau Kalimantan akan tercover sepenuhnya, termasuk Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, dan Palangkaraya.
      • Pulau Sulawesi: Seluruh Pulau Sulawesi akan tercover, termasuk Makassar, Manado, Palu, Kendari, dan Gorontalo.
      • Maluku: Sebagian besar Kepulauan Maluku akan tercover, seperti Ambon dan Ternate.
      • Papua: Bagian barat Papua seperti Sorong dan Manokwari akan tercover. Jayapura mungkin berada di luar radius.
      Negara Tetangga:
      • Timor Leste: Seluruh Timor Leste akan tercover.
      • Malondesh:
      o Malondesh Barat (Semenanjung Malondesh): Sebagian besar wilayah selatan dan tengah akan tercover, termasuk Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Melaka.
      o Malondesh Timur (Sabah & Sarawak): Seluruh wilayah akan tercover sepenuhnya, termasuk Kuching, Kota Kinabalu, dan Miri.
      • Singapura: Seluruh Singapura akan tercover.
      • Brunei Darussalam: Seluruh Brunei akan tercover.
      • Filipina: Bagian selatan Filipina, seperti Mindanao dan Palawan, akan tercover. Manila mungkin sedikit di luar batas.
      • Papua Nugini: Bagian barat daya Papua Nugini akan tercover, berbatasan dengan Papua Indonesia.
      • Australia: Bagian paling utara Australia, seperti Darwin, akan tercover.
      🤣2000 KM TERPANTAU TERCOVER = SEJAK 2019 TERKEPUNG UCAV🤣

      Hapus
    4. Wkwkwk..rakitan turki di malon🤣🤣🤣

      Hapus
  4. MALAYSIA SENTIASA MEMBANTU INDIANESIA DI MASA SUSAH..... 🔥🔥😎😎😎🇲🇾🇲🇾



    Update Bencana Aceh, Bantuan obat-obatan dari Malaysia sudah tiba

    https://aceh.antaranews.com/berita/396801/update-bencana-aceh-bantuan-obat-obatan-dari-malaysia-sudah-tiba

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    3. Takut gak di kasih beras yaaa?..

      Hapus

    4. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

      Hapus
    5. TERKEPUNG UCAV .......
      4. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      5. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      6. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      COVERAGE AREA CH4 RAINBOW TNI =
      LANUD RADEN SADJAD NATUNA
      LANUD SUPADIO PONTIANAK
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      Lanud Supadio terletak di dekat Pontianak, Kalimantan Barat. Dengan radius 2000 km, jangkauan satelit (SATCOM) akan mencakup wilayah yang sangat luas.
      Berikut adalah wilayah-wilayah yang kemungkinan besar ter-cover dalam radius 2000 km dari Lanud Supadio:
      1. Seluruh Pulau Kalimantan:
      • Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara.
      • Negara Brunei Darussalam.
      • Negara Bagian Sarawak dan Sabah (Malondesh).
      2. Sebagian Besar Pulau Sumatra:
      • Hampir seluruh pulau Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Riau.
      3. Sebagian Besar Pulau Jawa:
      • Seluruh Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan sebagian besar Jawa Timur.
      4. Seluruh Pulau Sulawesi:
      • Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
      5. Sebagian Besar Filipina:
      • Sebagian besar wilayah selatan Filipina, termasuk Mindanao dan Kepulauan Sulu.
      6. Sebagian Besar Malondesh:
      • Seluruh Malondesh Barat (Semenanjung Malondesh).
      7. Singapura:
      • Seluruh negara Singapura.
      8. Sebagian Vietnam:
      • Wilayah selatan Vietnam.
      9. Sebagian Kamboja:
      • Sebagian besar wilayah Kamboja.
      10. Sebagian Thailand:
      • Wilayah selatan Thailand.
      11. Sebagian Laut Cina Selatan:
      • Sebagian besar wilayah perairan Laut Cina Selatan yang strategis.
      12. Sebagian Papua:
      • Bagian barat laut Pulau Papua (Indonesia).
      ---------------
      Dari Lanud Natuna, dengan radius 2000 km, wilayah-wilayah yang tercover meliputi:
      Indonesia:
      • Hampir seluruh pulau Sumatera
      • Sebagian besar pulau Jawa (hingga Jawa Tengah)
      • Seluruh pulau Kalimantan
      • Sebagian besar pulau Sulawesi
      • Pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan sebagian Nusa Tenggara Timur
      • Pulau-pulau di Maluku Utara dan sebagian Maluku
      • Pulau-pulau di sekitar Laut Natuna Utara, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau lainnya.
      Negara Tetangga:
      • Malondesh: Seluruh Malondesh Barat (Semenanjung Malondesh) dan Malondesh Timur (Sarawak dan Sabah).
      • Singapura: Seluruh wilayah.
      • Brunei Darussalam: Seluruh wilayah.
      • Filipina: Bagian selatan Filipina, termasuk Pulau Palawan dan sebagian besar Mindanao.
      • Vietnam: Sebagian besar wilayah Vietnam, terutama bagian selatan dan tengah.
      • Kamboja: Seluruh wilayah.
      • Laos: Seluruh wilayah.
      • Thailand: Seluruh wilayah.
      • Myanmar: Sebagian besar wilayah, terutama bagian selatan dan tengah.
      • Tiongkok: Bagian selatan Tiongkok, termasuk Pulau Hainan dan beberapa wilayah pesisir.
      • Taiwan: Bagian selatan Taiwan.
      🤣2000 KM TERPANTAU = TERKEPUNG UCAV🤣

      Hapus
  5. MALAYSIA SENTIASA MEMBANTU INDIANESIA DI MASA SUSAH..... 🔥🔥😎😎😎🇲🇾🇲🇾



    Update Bencana Aceh, Bantuan obat-obatan dari Malaysia sudah tiba

    https://aceh.antaranews.com/berita/396801/update-bencana-aceh-bantuan-obat-obatan-dari-malaysia-sudah-tiba

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus

    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

      Hapus
    4. TERKEPUNG UCAV .......
      4. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      5. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      6. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      COVERAGE AREA CH4 RAINBOW TNI =
      LANUD RADEN SADJAD NATUNA
      LANUD SUPADIO PONTIANAK
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      Lanud Supadio terletak di dekat Pontianak, Kalimantan Barat. Dengan radius 2000 km, jangkauan satelit (SATCOM) akan mencakup wilayah yang sangat luas.
      Berikut adalah wilayah-wilayah yang kemungkinan besar ter-cover dalam radius 2000 km dari Lanud Supadio:
      1. Seluruh Pulau Kalimantan:
      • Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur, dan Utara.
      • Negara Brunei Darussalam.
      • Negara Bagian Sarawak dan Sabah (Malondesh).
      2. Sebagian Besar Pulau Sumatra:
      • Hampir seluruh pulau Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Riau.
      3. Sebagian Besar Pulau Jawa:
      • Seluruh Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan sebagian besar Jawa Timur.
      4. Seluruh Pulau Sulawesi:
      • Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
      5. Sebagian Besar Filipina:
      • Sebagian besar wilayah selatan Filipina, termasuk Mindanao dan Kepulauan Sulu.
      6. Sebagian Besar Malondesh:
      • Seluruh Malondesh Barat (Semenanjung Malondesh).
      7. Singapura:
      • Seluruh negara Singapura.
      8. Sebagian Vietnam:
      • Wilayah selatan Vietnam.
      9. Sebagian Kamboja:
      • Sebagian besar wilayah Kamboja.
      10. Sebagian Thailand:
      • Wilayah selatan Thailand.
      11. Sebagian Laut Cina Selatan:
      • Sebagian besar wilayah perairan Laut Cina Selatan yang strategis.
      12. Sebagian Papua:
      • Bagian barat laut Pulau Papua (Indonesia).
      ---------------
      Dari Lanud Natuna, dengan radius 2000 km, wilayah-wilayah yang tercover meliputi:
      Indonesia:
      • Hampir seluruh pulau Sumatera
      • Sebagian besar pulau Jawa (hingga Jawa Tengah)
      • Seluruh pulau Kalimantan
      • Sebagian besar pulau Sulawesi
      • Pulau-pulau di Nusa Tenggara Barat dan sebagian Nusa Tenggara Timur
      • Pulau-pulau di Maluku Utara dan sebagian Maluku
      • Pulau-pulau di sekitar Laut Natuna Utara, seperti Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau lainnya.
      Negara Tetangga:
      • Malondesh: Seluruh Malondesh Barat (Semenanjung Malondesh) dan Malondesh Timur (Sarawak dan Sabah).
      • Singapura: Seluruh wilayah.
      • Brunei Darussalam: Seluruh wilayah.
      • Filipina: Bagian selatan Filipina, termasuk Pulau Palawan dan sebagian besar Mindanao.
      • Vietnam: Sebagian besar wilayah Vietnam, terutama bagian selatan dan tengah.
      • Kamboja: Seluruh wilayah.
      • Laos: Seluruh wilayah.
      • Thailand: Seluruh wilayah.
      • Myanmar: Sebagian besar wilayah, terutama bagian selatan dan tengah.
      • Tiongkok: Bagian selatan Tiongkok, termasuk Pulau Hainan dan beberapa wilayah pesisir.
      • Taiwan: Bagian selatan Taiwan.
      🤣2000 KM TERPANTAU = TERKEPUNG UCAV🤣

      Hapus
  6. yg 2 ton mana suara warganyet nich?
    uda dikit klaim pertama, eh taunya Terlambat haha!😝😝😝
    kalo mao nipu minimal megank fisank dolo haha!🍌😂🍌

    BalasHapus

  7. 🔥🔥🤣🤣🤣🤣


    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus

    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

      Hapus
    4. TERKEPUNG UCAV .......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi)
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      =============
      =============
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MAID OF LONDON (MALON) to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MAID OF LONDON (MALON) service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MAID OF LONDON (MALON) Ankas will have modified wings to improve their endurance
      ----------------
      CARA MENIPU SULTAN - PSIM FAKE
      Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
      ----------------
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the Malondeshn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A
      ==============
      Denda Keterlambatan Pengadaan GEMPITA 8×8
      Nilai Denda: RM162,75 juta
      ----------------
      Denda Keterlambatan Servis & Suku Cadang
      Nilai Denda: RM1,42 juta (belum dikenakan)
      ----------------
      Denda Kendaraan Perisai GEMPITA (8×8)
      Nilai Denda: RM162.75 juta
      ----------------
      Keterlambatan Servis & Suku Cadang (GEMPITA, ADNAN, PENDEKAR)
      Nilai Denda: RM1.42 juta

      Hapus
  8. 🔥🔥🤣🤣🤣🤣


    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    4. TERKEPUNG UCAV .......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi)
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      =============
      =============
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MAID OF LONDON (MALON) to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MAID OF LONDON (MALON) service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MAID OF LONDON (MALON) Ankas will have modified wings to improve their endurance
      ----------------
      CARA MENIPU SULTAN - PSIM FAKE
      Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
      ----------------
      DENDA= USUSD83,8 JUTA
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the Malondeshn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A
      ==============
      Denda Keterlambatan Pengadaan GEMPITA 8×8
      Nilai Denda: RM162,75 juta
      ----------------
      Denda Keterlambatan Servis & Suku Cadang
      Nilai Denda: RM1,42 juta (belum dikenakan)
      ----------------
      Denda Kendaraan Perisai GEMPITA (8×8)
      Nilai Denda: RM162.75 juta
      ----------------
      Keterlambatan Servis & Suku Cadang (GEMPITA, ADNAN, PENDEKAR)
      Nilai Denda: RM1.42 juta

      Hapus
    5. TERKEPUNG UCAV .......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi)
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      =============
      =============
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MAID OF LONDON (MALON) to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MAID OF LONDON (MALON) service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MAID OF LONDON (MALON) Ankas will have modified wings to improve their endurance
      ----------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA Flight Simulation Training Device (FSTD)
      5. SEWA 1 unit Sistem Simulator EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA Fast Interceptor Boat (FIB)
      9. SEWA Utility Boat
      10. SEWA Rigid Hull Fender Boat (RHFB)
      11. SEWA Rover Fiber Glass (Rover)
      12. SEWA MV Aishah AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  9. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
    Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
    Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
    Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
    📌 Analisis
    Indonesia (Jakarta & pusat):
    BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
    Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
    Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
    Malaysia:
    Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
    ⚠️ Kesimpulan
    Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
    Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
    Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
    =============
    =============
    IQ BOTOL HANTAR =
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    -
    GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
    MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
    Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
    Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
    Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
    😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

    BalasHapus
  10. aset kita sperti
    ✅️Anoa, Pandur Kobra, BTR 80A
    semua uda dipake PBB/UN di medan perang

    lha si Gempi Gembrot, gak laku...PBB tak berhasrat haha!🤣🤣🤣
    aset lembut

    BalasHapus
  11. LAMBAT WOIIII.... 🔥🔥🤣🤣


    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malaysia:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    4. TERKEPUNG UCAV .......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi)
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      =============
      =============
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MAID OF LONDON (MALON) to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MAID OF LONDON (MALON) service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MAID OF LONDON (MALON) Ankas will have modified wings to improve their endurance
      ----------------
      2025 USD1.3 BILLION MINDEF =
      MAINTENANCE
      REPAIRS
      ASSETS.
      (SEWA, SEWA AND SEWA)
      In 2025, MAID OF LONDON (MALON) Ministry of Defense (MINDEF) was allocated USD4.8 billion to protect the country's sovereignty.
      This budget included USD1.3 billion for maintenance, repairs, and new military assets...
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      🤣BEDA KASTA BEDA LEVEL🤣

      Hapus
    5. TERKEPUNG UCAV .......
      4. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      5. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      6. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      ---------------
      CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -----
      WELCOME ANKA =
      LANUD SUPADIO KALIMANTAN
      LANUD SUPADIO KALIMANTAN
      LANUD SUPADIO KALIMANTAN
      https://facebook.com/story.php?story_fbid=122143183004657028&id=61569710849191
      https://www.instagram.com/medef_id?igsh=Y2wwOW4yOGcxejZp
      -----
      6 UCAV = RUDAL AR1 dan RUDAL AR2
      6 UCAV = RUDAL AR1 dan RUDAL AR2
      6 UCAV = RUDAL AR1 dan RUDAL AR2
      Spesifikasi UCAV Rainbow (CH-4) Angkatan Udara Indonesia yang membawa persenjataan meliputi sayap 18 meter, panjang 8,5 meter, berat maksimum lepas landas 1.300 kg, dan muatan 345 kg. UCAV ini mampu membawa berbagai jenis bom dan rudal, serta memiliki daya tahan operasional hingga 30 jam untuk pengintaian dan 12 jam untuk misi tempur.
      -----
      COME INTO FORCE .....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA)
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ===========
      ===========
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MAID OF LONDON (MALON) will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MAID OF LONDON (MALON) to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MAID OF LONDON (MALON) service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MAID OF LONDON (MALON) Ankas will have modified wings to improve their endurance
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  12. apalagi si Gempi Gembrot,
    Armor Nan Lemah Lembut haha!😋😋😋
    makanan mudah Bazooka Thermobaric terbaruw kita haha!🔥☠️🔥

    BalasHapus
  13. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malaysia. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malaysia baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
    Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
    Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
    Malaysia 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malaysia Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
    📌 Analisis
    Indonesia (Jakarta & pusat):
    BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
    Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
    Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
    Malaysia:
    Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
    ⚠️ Kesimpulan
    Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
    Malaysia: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
    Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
    =============
    =============
    IQ BOTOL HANTAR =
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    -
    GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
    MALAYSIA DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
    Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malaysia untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
    Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
    Malaysia mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
    😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 28/11/2025 versus 29/11/2025😝

    BalasHapus
  14. JAKARTA SEJAK 28 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    -11 HELIKOPTER
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
    Jenis operasi:
    Mengangkut bantuan logistik (makanan, obat, tenda, genset)
    Evakuasi korban di daerah terisolasi
    Pemantauan kondisi banjir dan longsor dari udara
    📊 Peran Helikopter dalam Penanganan Bencana
    Fungsi Contoh Aktivitas
    Distribusi logistik Airdrop makanan & obat ke desa terisolasi
    Evakuasi medis Membawa korban luka ke rumah sakit darurat
    Mobilitas tim SAR Mengangkut personel ke lokasi sulit dijangkau
    Pemantauan udara Menilai kerusakan infrastruktur & akses jalan
    🔑 Kesimpulan
    Sebanyak 11 helikopter aktif terlibat dalam operasi banjir Sumatera, menjadi tulang punggung distribusi bantuan ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus. Kehadiran helikopter ini krusial untuk mempercepat evakuasi dan memastikan bantuan sampai ke korban di wilayah terpencil.

    BalasHapus
  15. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
    Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
    Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
    Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
    📌 Analisis
    Indonesia (Jakarta & pusat):
    BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
    Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
    Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
    Malondesh:
    Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
    ⚠️ Kesimpulan
    Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
    Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
    Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
    =============
    =============
    IQ BOTOL HANTAR =
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    -
    GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
    MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
    Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
    Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
    Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
    😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

    BalasHapus

  16. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
    📊 Perbandingan Bantuan
    Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
    Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
    Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
    Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
    Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
    Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
    Sources:
    📝 Analisis
    Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
    Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
    🔑 Kesimpulan
    Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

    BalasHapus
  17. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
    Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
    Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
    Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
    📌 Analisis
    Indonesia (Jakarta & pusat):
    BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
    Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
    Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
    Malondesh:
    Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
    ⚠️ Kesimpulan
    Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
    Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
    Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
    =============
    =============
    IQ BOTOL HANTAR =
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    -
    GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
    MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
    Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
    Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
    Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
    😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

    BalasHapus
  18. kita uda puluhan tahun miliki meriam SPH dari
    ✅️tank SPH AMX-MK61 105mm
    ✅️tank SPH M-109BE 155mm
    ✅️SPH Caesar 155mm

    warganyet negara kecil, klaim kaya..masa gak punyak SPH, pembual haha!😆🤥😆

    mreka 30 tahun baruw AKAN lagi, nyoba meriam pendek 40 km saja

    lha kita uda Transform ke rudal balistik
    ✅️BORA KHAN..jarak Super Jauh 280 KM

    Jauh mana gaesz 40km VS 280km haha!🚀🧞‍♂️🚀

    ya maklum
    BEDA LEVEL BEDA KASTA haha!😜😜😜

    BalasHapus
  19. aset kita sperti
    ✅️Anoa, Pandur Kobra, BTR 80A
    semua uda dipake PBB/UN di medan perang

    lha si Gempi Gembrot, gak laku...PBB tak berhasrat haha!🤣🤣🤣
    aset lembut

    BalasHapus
  20. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
    Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
    Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
    Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
    📌 Analisis
    Indonesia (Jakarta & pusat):
    BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
    Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
    Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
    Malondesh:
    Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
    Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
    ⚠️ Kesimpulan
    Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
    Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
    Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
    =============
    =============
    IQ BOTOL HANTAR =
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    -
    GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
    MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
    Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
    Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
    Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
    😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

    BalasHapus
  21. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
    📊 Perbandingan Bantuan
    Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
    Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
    Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
    Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
    Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
    Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
    Sources:
    📝 Analisis
    Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
    Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
    🔑 Kesimpulan
    Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

    BalasHapus
  22. SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
    The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
    SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
    SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
    SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
    Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
    SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.
    SEWA PESAWAT ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MAID OF LONDON (MALON) Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
    SEWA HELI Kementerian Pertahanan MAID OF LONDON (MALON) pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
    SEWA HELI 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MAID OF LONDON (MALON) (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
    SEWA HELI = Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
    SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MAID OF LONDON (MALON) sedang mencari untuk menyewa Tarantula
    =========
    RETIRED MIG29 MAID OF LONDON (MALON) recently retired the MiG-29 Fulcrum due to its inability to maintain them.
    RETIRED MB339CM the Aermacchi MB-339CM trainer jets that are currently grounded
    RETIRED SCORPION Scorpions to be retired. The Army has recommended that it’s fleet of Scorpion light tanks be retired due to the high cost of maintenance and obsolescence issues.
    RETIRED CONDOR SIBMAS Condor armoured 4X4 and Sibmas armoured recovery vehicle as retired from service as off January 1, 2023.
    RETIRED V150 = . It was used by the MAID OF LONDON (MALON) Army in Second Malayan Emergency (now retired)
    ==========
    171 ASET USANG 33 TAHUN =
    108 TDM
    29 TUDM
    34 TLDM
    "The total number of MAID OF LONDON (MALON) Armed Forces (ATM) assets exceeding 30 years in service comprises 108 units for the Army, 29 units for the Royal MAID OF LONDON (MALON) Air Force (RMAF), and 34 units for the Royal MAID OF LONDON (MALON) Navy (RMN)," the MAID OF LONDON (MALON) Defence Minister
    ==========
    MAID OF LONDON (MALON) 's combat equipment has several weaknesses, including:
    • Ageing equipment: The MAID OF LONDON (MALON) military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
    • Lack of modern assets: The MAID OF LONDON (MALON) Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
    • Russian-made weapons: MAID OF LONDON (MALON) has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
    • Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
    • Procurement system: The MAID OF LONDON (MALON) procurement system needs reform.
    Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness

    BalasHapus

  23. BANTUAN MANA WOIIII.... 🔥🔥🤣🤣🤣


    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    4. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025


      Hapus
    5. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
  24. Jumlah GEMPITA 8X8 adalah 257 buah ya..... 😎😎🇲🇾🇲🇾

    Cukup menghancurkan ANOA NIPIS OMPONG sekali LEOPARD RONGSOK yang dibekali hanya 3 butir peluru tu... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    4. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
  25. BANTUAN MANA WOIIII.... 🔥🔥🤣🤣🤣


    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    4. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
  26. Warga SUMATERA dan ACHEH pasti gembira dengan kehadiran MALAYSIA yang sentiasa ada disaat mereka Susah... 😎😎🇲🇾🇲🇾


    Update Bencana Aceh, Bantuan obat-obatan dari Malaysia sudah tiba

    https://aceh.antaranews.com/berita/396801/update-bencana-aceh-bantuan-obat-obatan-dari-malaysia-sudah-tiba

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
  27. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

    BalasHapus
  28. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

    BalasHapus
  29. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

    BalasHapus
  30. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
    SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

    BalasHapus
  31. a400m hongkong mana nich, kita mau sewa lagiii...😋

    eitttt gak jadi dech...kita uda punya Atlas MRTT/FF baruw...haha!🤣🤣🤣
    NGAMUK2 dah haha!🤪🔥🤪

    BalasHapus
  32. Ayuh mana bantuannya..... 🔥🔥🤣🤣



    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaysia terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaysia
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaysia cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaysia masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      Jenis operasi:
      Mengangkut bantuan logistik (makanan, obat, tenda, genset)
      Evakuasi korban di daerah terisolasi
      Pemantauan kondisi banjir dan longsor dari udara
      📊 Peran Helikopter dalam Penanganan Bencana
      Fungsi Contoh Aktivitas
      Distribusi logistik Airdrop makanan & obat ke desa terisolasi
      Evakuasi medis Membawa korban luka ke rumah sakit darurat
      Mobilitas tim SAR Mengangkut personel ke lokasi sulit dijangkau
      Pemantauan udara Menilai kerusakan infrastruktur & akses jalan
      🔑 Kesimpulan
      Sebanyak 11 helikopter aktif terlibat dalam operasi banjir Sumatera, menjadi tulang punggung distribusi bantuan ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus. Kehadiran helikopter ini krusial untuk mempercepat evakuasi dan memastikan bantuan sampai ke korban di wilayah terpencil.

      Hapus
    4. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      Jenis operasi:
      Mengangkut bantuan logistik (makanan, obat, tenda, genset)
      Evakuasi korban di daerah terisolasi
      Pemantauan kondisi banjir dan longsor dari udara
      📊 Peran Helikopter dalam Penanganan Bencana
      Fungsi Contoh Aktivitas
      Distribusi logistik Airdrop makanan & obat ke desa terisolasi
      Evakuasi medis Membawa korban luka ke rumah sakit darurat
      Mobilitas tim SAR Mengangkut personel ke lokasi sulit dijangkau
      Pemantauan udara Menilai kerusakan infrastruktur & akses jalan
      🔑 Kesimpulan
      Sebanyak 11 helikopter aktif terlibat dalam operasi banjir Sumatera, menjadi tulang punggung distribusi bantuan ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus. Kehadiran helikopter ini krusial untuk mempercepat evakuasi dan memastikan bantuan sampai ke korban di wilayah terpencil.

      Hapus
    5. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

      Hapus
  33. Bantuan Logistik Lamban, Warga Sibolga – Tapteng Jarah Toko dan Mini Market

    https://orbitdigitaldaily.com/bantuan-logistik-lamban-warga-sibolga-tapteng-jarah-toko-dan-mini-market/

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaysia terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaysia
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaysia cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaysia masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

      Hapus
    3. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    4. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH

      Hapus
    5. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH

      Hapus
    6. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malondesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malondesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malondesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malondesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
  34. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
    ----------------
    Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
    📊 Perbandingan Bantuan
    Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
    Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
    Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
    Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
    Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
    Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
    Sources:
    📝 Analisis
    Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
    Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
    🔑 Kesimpulan
    Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
    ----------------
    Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
    🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
    Total helikopter: 11 unit
    Operator: TNI dan Basarnas
    Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
    Distribusi waktu:
    9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
    2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

    BalasHapus
  35. 257 buah GEMPITA 8X8...... ya guys.... Jumlah yang bukan sedikit ya... 🤭🤭🤭

    Sekadar bertemu ANOA NIPIS OMPONG tu bukan masalah... 🔥🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025


      Hapus
    2. 2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ---------
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MAID OF LONDON (MALON) : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MAID OF LONDON (MALON) AND SINGAPORE ARE NOT
      MAID OF LONDON (MALON) and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MAID OF LONDON (MALON) and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MAID OF LONDON (MALON) at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      ---------
      GDP INDONESIA 2024 X 1.5% = BUDGET DEFENSE
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      Indonesia's Ministry of Defense aims to gradually increase the defense budget from 0.8 percent to 1.5 percent of the country's gross domestic product (GDP) to enhance defense capabilities.

      Hapus
    3. 2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ---------
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MAID OF LONDON (MALON) : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MAID OF LONDON (MALON) AND SINGAPORE ARE NOT
      MAID OF LONDON (MALON) and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MAID OF LONDON (MALON) and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MAID OF LONDON (MALON) at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      ---------
      GDP INDONESIA 2024 X 1.5% = BUDGET DEFENSE
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      Indonesia's Ministry of Defense aims to gradually increase the defense budget from 0.8 percent to 1.5 percent of the country's gross domestic product (GDP) to enhance defense capabilities.

      Hapus
    4. 2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ---------
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MAID OF LONDON (MALON) : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MAID OF LONDON (MALON) AND SINGAPORE ARE NOT
      MAID OF LONDON (MALON) and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MAID OF LONDON (MALON) and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MAID OF LONDON (MALON) at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      ---------
      GDP INDONESIA 2024 X 1.5% = BUDGET DEFENSE
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      Indonesia's Ministry of Defense aims to gradually increase the defense budget from 0.8 percent to 1.5 percent of the country's gross domestic product (GDP) to enhance defense capabilities.

      Hapus
    5. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH

      Hapus
  36. GEMBROT MALONDESH SPESIAL PENGANGKUT PISANG 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  37. BANTUAN MANA WOIIII.... 🔥🔥🤣🤣



    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      Jenis operasi:
      Mengangkut bantuan logistik (makanan, obat, tenda, genset)
      Evakuasi korban di daerah terisolasi
      Pemantauan kondisi banjir dan longsor dari udara
      📊 Peran Helikopter dalam Penanganan Bencana
      Fungsi Contoh Aktivitas
      Distribusi logistik Airdrop makanan & obat ke desa terisolasi
      Evakuasi medis Membawa korban luka ke rumah sakit darurat
      Mobilitas tim SAR Mengangkut personel ke lokasi sulit dijangkau
      Pemantauan udara Menilai kerusakan infrastruktur & akses jalan
      🔑 Kesimpulan
      Sebanyak 11 helikopter aktif terlibat dalam operasi banjir Sumatera, menjadi tulang punggung distribusi bantuan ke daerah-daerah yang akses daratnya terputus. Kehadiran helikopter ini krusial untuk mempercepat evakuasi dan memastikan bantuan sampai ke korban di wilayah terpencil.

      Hapus
    3. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH

      Hapus
  38. MALAYSIA segera Turun Tangan bantu INDIANESIA yang tak berdaya.... 🤭🤭🤭


    Update Bencana Aceh, Bantuan obat-obatan dari Malaysia sudah tiba

    https://aceh.antaranews.com/berita/396801/update-bencana-aceh-bantuan-obat-obatan-dari-malaysia-sudah-tiba

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan dari pemerintah pusat Jakarta tiba lebih cepat dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah Indonesia sudah mengirim bantuan sejak hari-hari pertama banjir (28 November 2025), sementara bantuan Malondesh baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      ⏱️ Perbandingan Kecepatan Bantuan
      Asal Bantuan Waktu Tiba Bentuk Bantuan Catatan
      Pemerintah Pusat Jakarta (BNPB, TNI, DPR, Pemprov DKI, BUMN) Mulai 28 November 2025 Logistik, tenda, perahu, genset, makanan, obat-obatan, tim medis Presiden Prabowo menegaskan bantuan dikirim via darat & udara sejak hari pertama.
      Malondesh 29 November 2025 Obat-obatan senilai 1 juta ringgit, bantuan dari masyarakat & pengusaha Malondesh Bantuan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, lalu didistribusikan ke daerah terdampak.
      📌 Analisis
      Indonesia (Jakarta & pusat):
      BNPB, TNI-Polri, DPR, dan BUMN langsung bergerak sejak banjir melanda.
      Empat pesawat kargo diberangkatkan dari Jakarta pada 28 November 2025 membawa logistik dan tim medis.
      Pemprov DKI Jakarta juga menyalurkan bantuan melalui Tanjung Priok pada 30 November 2025.
      Malondesh:
      Bantuan berupa obat-obatan baru tiba di Aceh pada 29 November 2025.
      Bantuan ini lebih bersifat tambahan dan spesifik (kesehatan), bukan bantuan massal logistik seperti dari pemerintah pusat Indonesia.
      ⚠️ Kesimpulan
      Lebih cepat: Pemerintah pusat Jakarta karena sudah bergerak sejak hari pertama banjir.
      Malondesh: datang sehari kemudian, fokus pada obat-obatan dan dukungan masyarakat lintas negara.
      Implikasi: Kecepatan bantuan domestik lebih unggul karena faktor kedekatan geografis dan kapasitas logistik nasional.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025
      =============
      =============
      IQ BOTOL HANTAR =
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      -
      GEMPURWIRA30 November 2025 pukul 14.39
      MALONDESH DATANG SEGERA MEMBANTU WARGA SUMATERA UTARA DARI BENCANA.... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      Aceh, CNN Indonesia -- Bantuan dari Malondesh untuk korban banjir dan longsor tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Bantuan itu berupa obat-obatan dan tenaga medis.
      Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengatakan bantuan dari luar negeri mulai berdatangan ke Tanah Rencong.
      Malondesh mengirim obat-obatan senilai 1 juta ringgit, yang mulai mendarat bertahap di Bandara SIM pada Sabtu (29/11) malam
      😝IQ BOTOL TIDAK PAHAM 26/11/2025 versus 29/11/2025😝

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    3. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
      ----------------
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

      Hapus
    4. 2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ---------
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MAID OF LONDON (MALON) : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MAID OF LONDON (MALON) AND SINGAPORE ARE NOT
      MAID OF LONDON (MALON) and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MAID OF LONDON (MALON) and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MAID OF LONDON (MALON) at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      ---------
      GDP INDONESIA 2024 X 1.5% = BUDGET DEFENSE
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
      Indonesia's Ministry of Defense aims to gradually increase the defense budget from 0.8 percent to 1.5 percent of the country's gross domestic product (GDP) to enhance defense capabilities.

      Hapus
    5. CADANGAN DEVISA INDONESIA
      PAY IMPOR = 6,7 BULAN
      PAY DEBT = 6,5 BULAN
      Foreign exchange reserves in Indonesia surged to a record high of USD 150.2 billion in August 2024 following July's amount of USD 145.4 billion, supported by oil and gas export receipts, tax and service revenues, and the government's foreign loan withdrawal. The latest figures were sufficient to cover 6.7 months of imports or 6.5 months of import and servicing the government's external DEBT.
      ------
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      2025 INDONESIA = 8th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ------
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MAID OF LONDON (MALON) : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MAID OF LONDON (MALON) AND SINGAPORE ARE NOT
      MAID OF LONDON (MALON) and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MAID OF LONDON (MALON) and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MAID OF LONDON (MALON) at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.

      Hapus
  39. Bantuan Tak Kunjung Datang, Warga Kelaparan Diduga Mulai Menjarah di Hutabalang Tapteng

    https://medan.tribunnews.com/sumut-terkini/1771289/bantuan-tak-kunjung-datang-warga-kelaparan-diduga-mulai-menjarah-di-hutabalang-tapteng

    BalasHapus
    Balasan
    1. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar dan masif dibandingkan bantuan dari Malondesh. Pemerintah pusat mengerahkan pesawat Hercules, A400M, helikopter, logistik pangan, tenda, obat-obatan, perahu, genset, serta tim medis ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sementara Malondesh memberikan bantuan obat-obatan senilai sekitar 1 juta ringgit (±Rp3,5 miliar) khusus untuk Aceh.
      📊 Perbandingan Bantuan
      Aspek Bantuan Pemerintah Pusat Indonesia Malondesh
      Jenis bantuan Logistik lengkap: makanan, obat, tenda, perahu, genset, tim medis Obat-obatan senilai 1 juta ringgit
      Skala distribusi Multi-provinsi: Aceh, Sumut, Sumbar Fokus ke Aceh
      Transportasi 3 pesawat Hercules C130, 1 pesawat A400M, helikopter, jalur darat & udara Pengiriman via Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh
      Metode khusus Airdrop ke daerah terisolasi, operasi SAR 24 jam Distribusi obat ke pos pengungsian
      Nilai bantuan Tidak disebut nominal, tapi melibatkan operasi besar TNI, BNPB, Kementerian ±Rp3,5 miliar (1 juta ringgit)
      Sources:
      📝 Analisis
      Pemerintah pusat Indonesia: bergerak cepat sejak hari pertama, mengirim bantuan melalui darat dan udara. Skala bantuan mencakup tiga provinsi besar di Sumatera. Selain logistik, juga ada dukungan alat berat untuk membuka akses jalan, evakuasi medis, dan operasi SAR nonstop.
      Malondesh: kontribusi lebih simbolis dan terbatas, berupa obat-obatan untuk penanganan darurat di Aceh. Selain itu, konsulat Malondesh di Medan fokus membantu warga Malondesh yang terdampak banjir, termasuk 135 pelajar di Medan.
      🔑 Kesimpulan
      Bantuan pemerintah pusat Indonesia jauh lebih besar, lebih luas cakupannya, dan lebih intensif dibandingkan bantuan Malondesh. Malondesh berperan sebagai mitra solidaritas dengan kontribusi obat-obatan, tetapi skala dan dampaknya tidak sebanding dengan operasi besar yang dilakukan pemerintah pusat Indonesia.
      ----------------
      Pemerintah pusat mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk penanganan banjir dan longsor di Sumatera.
      🚁 Rincian Keterlibatan Helikopter
      Total helikopter: 11 unit
      Operator: TNI dan Basarnas
      Wilayah operasi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
      Distribusi waktu:
      9 helikopter sudah berada di lokasi sejak 26 November 2025
      2 helikopter tambahan diterbangkan ke Aceh pada 29 November 2025

      Hapus
    2. JAKARTA SEJAK 26 NOVEMBER 2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      MALONDESH TANGGAL 29 NOVEMBER 2025
      ----------------
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)
      SEJAK 26 NOVEMBER 2025 (BERKAI-KALI) versus HANYA 29 NOVEMBER 2025 (SEKALI)

      Hapus
    3. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
      ----------------
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

      Hapus
  40. MALONDESH URUS BERAS SAJA TA BECUS, BANYAK CAKAP URUS BANTUAN NEGARA LAIN.....HIDUNG TA MANCUNG TAPI PIPI TERSORONG SORONG 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  41. 2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
    Explanation
    • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
    • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
    • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
    • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
    • Indonesia is a member of the BRICS
    ---------
    GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +SINGA+PINOY
    GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +VIET+PINOY
    GDP INDONESIA = MAID OF LONDON (MALON) +THAI+VIET
    GDP INDONESIA 1,492,618
    GDP SINGA : 561,725
    GDP MAID OF LONDON (MALON) : 488,250
    GDP PINOY : 471,516
    GDP VIET : 468,400
    GDP THAI : 545,341
    WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MAID OF LONDON (MALON) AND SINGAPORE ARE NOT
    MAID OF LONDON (MALON) and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MAID OF LONDON (MALON) and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MAID OF LONDON (MALON) and Singapore respectively.
    Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MAID OF LONDON (MALON) at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
    ---------
    GDP INDONESIA 2024 X 1.5% = BUDGET DEFENSE
    USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
    USD 1442 BILLION X 0.015 = USD 21,6 BILLION
    Indonesia's Ministry of Defense aims to gradually increase the defense budget from 0.8 percent to 1.5 percent of the country's gross domestic product (GDP) to enhance defense capabilities.

    BalasHapus
  42. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
    ----------------
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

    BalasHapus
  43. INILAH INDONESIA!

    https://www.youtube.com/watch?v=S30dSWkZ1_Y

    BalasHapus
    Balasan
    1. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malondesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malondesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malondesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malondesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    2. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malondesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malondesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malondesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malondesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    3. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malondesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malondesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malondesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    4. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malondesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malondesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malondesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
  44. INILAH INDONESIA!

    https://www.youtube.com/watch?v=S30dSWkZ1_Y

    BalasHapus
    Balasan
    1. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malondesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malondesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malondesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malondesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    2. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malondesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malondesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malondesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malondesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    3. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malondesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malondesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malondesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    4. KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011

      Hapus
    5. KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011

      Hapus
    6. KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017

      Hapus
    7. KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017
      KUAT NGEMIS F18 KUWAIT = 2025-2017

      Hapus
  45. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
    Malondesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
    Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
    Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
    📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
    Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
    Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
    Pilihan utama:
    Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
    Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
    📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
    Malondesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
    📌 4. Dampak Ekonomi
    Negatif:
    Menambah beban utang luar negeri.
    Membuat Malondesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
    Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
    📊 Alur Sederhana
    Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
    Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malondesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
    -----------
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

    BalasHapus
  46. INILAH INDONESIA!

    https://www.youtube.com/watch?v=S30dSWkZ1_Y

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malondesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malondesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malondesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    2. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malondesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malondesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malondesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    3. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malondesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malondesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malondesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    4. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
      📊 Rincian Utang Luar Negeri Malondesh 2025
      Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
      Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
      Tren historis:
      Tertinggi: 73,2% pada 2016.
      Terendah: 52,9% pada 2010.
      Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
      -----------
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

      Hapus
    5. RASIO HUTANG LUAR NEGERI =
      70% PDB
      70% PDB
      70% PDB
      Stabilitas: Rasio ULN Malondesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malondesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malondesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      📌 Kesimpulan
      Rasio ULN Malondesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malondesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
      -----------
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB

      Hapus
    6. KELEMAHAN EKONOMI MALONDESH (DITOPANG KORPORASI)
      Kerentanan terhadap Guncangan Global: Ekonomi yang sangat bergantung pada korporasi besar dan ekspor (Malondesh sangat bergantung pada ekspor komoditas seperti minyak sawit, minyak bumi, dan gas alam, serta barang elektronik) menjadi rentan terhadap fluktuasi permintaan global. Ketika terjadi krisis atau permintaan global melemah, sektor korporasi dapat terpukul keras, menyebabkan efek domino ke seluruh perekonomian.
      Ketimpangan Pendapatan: Fokus pada korporasi besar sering kali menyebabkan konsentrasi kekayaan dan pendapatan pada segelintir pemilik modal atau pemegang saham, yang berpotensi meningkatkan kesenjangan sosial.
      Penciptaan Lapangan Kerja yang Kurang Merata: Meskipun korporasi besar menciptakan lapangan kerja, jangkauannya tidak semasif UMKM dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar luas secara geografis. Hal ini dapat menyebabkan ketimpangan kesempatan kerja antar wilayah atau sektor.
      Kurangnya Inovasi dari Basis yang Luas: Meskipun korporasi besar mampu berinovasi, inovasi cenderung terpusat di sektor tertentu. Berbeda dengan UMKM di Indonesia yang secara kolektif mendorong inovasi dan kreativitas di berbagai sektor akar rumput, meskipun dalam skala kecil.
      ------------------
      KEUNGGULAN RELATIF INDONESIA (DITOPANG UMKM)
      Sebaliknya, struktur ekonomi Indonesia yang didominasi UMKM (menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap hampir 97% tenaga kerja) memiliki keunggulan dalam hal:
      Resiliensi (Daya Tahan) Krisis: UMKM di Indonesia terbukti memiliki daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ekonomi global, seperti saat krisis moneter 1998 dan pandemi COVID-19. Sifatnya yang lokal dan tidak terlalu bergantung pada pasar ekspor global menjadikannya peredam guncangan yang efektif.
      Pemerataan Ekonomi: Keberadaan UMKM yang tersebar luas membantu pemerataan pendapatan dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, mengurangi konsentrasi ekonomi di perkotaan atau pusat industri tertentu.
      Basis Konsumen Domestik yang Kuat: Dengan banyaknya UMKM yang melayani pasar domestik, ekonomi Indonesia memiliki basis permintaan internal yang kuat, mengurangi ketergantungan berlebihan pada ekspor.
      ------------------
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
      EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT

      Hapus
    7. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      PER TAHUN 2025, RASIO UTANG LUAR NEGERI (ULN) MALONDESH TERHADAP PDB BERADA DI KISARAN 69–70%, SEDIKIT NAIK DIBANDINGKAN 2023 (68,2%) DAN 2024 (69,7%).
      📊 RINCIAN UTANG LUAR NEGERI MALONDESH 2025
      TOTAL ULN KUARTAL III 2025: MYR 1.381,2 MILIAR (TURUN DARI MYR 1.403,3 MILIAR KUARTAL II 2025).
      RASIO ULN TERHADAP PDB: SEKITAR 69–70%.
      TREN HISTORIS:
      TERTINGGI: 73,2% PADA 2016.
      TERENDAH: 52,9% PADA 2010.
      RATA-RATA 2009–2024: 66,0%.
      📉 ANALISIS
      STABILITAS: RASIO ULN MALONDESH RELATIF TINGGI DIBANDINGKAN BANYAK NEGARA ASEAN, MENUNJUKKAN KETERGANTUNGAN BESAR PADA PEMBIAYAAN EKSTERNAL.
      STRUKTUR ULN: SEBAGIAN BESAR ULN MALONDESH BERBENTUK UTANG JANGKA PANJANG, SEHINGGA RISIKO LIKUIDITAS JANGKA PENDEK LEBIH TERKENDALI.
      PERBANDINGAN REGIONAL:
      1. INDONESIA (2025): ULN SEKITAR 29,5% PDB.
      2. THAILAND (2025): ULN SEKITAR 38–40% PDB.
      3. FILIPINA (2025): ULN SEKITAR 30–32% PDB. → MALONDESH MENONJOL SEBAGAI NEGARA DENGAN RASIO ULN TERTINGGI DI ASEAN.
      📌 KESIMPULAN
      RASIO ULN MALONDESH 2025: SEKITAR 69–70% PDB.
      ANGKA INI JAUH LEBIH TINGGI DIBANDING INDONESIA, THAILAND, DAN FILIPINA, SEHINGGA MALONDESH MEMILIKI BEBAN EKSTERNAL LEBIH BESAR.
      MESKIPUN SEBAGIAN BESAR ULN BERSIFAT JANGKA PANJANG, TINGGINYA RASIO TETAP MENJADI TANTANGAN BAGI STABILITAS FISKAL DAN NILAI TUKAR RINGGIT.
      -----------
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

      Hapus
    8. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      Sources:
      📊 Catatan Penting
      China vs AS: Secara global, AS masih nomor 1, tapi di Asia, China unggul jauh.
      Indonesia: Menariknya, ada perbedaan sumber. Forbes menempatkan Indonesia di peringkat 15 dunia, sedangkan IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia. Perbedaan ini muncul karena metodologi berbeda (nominal vs PPP, proyeksi vs realisasi).
      India: Diprediksi akan menyalip Jepang dalam dekade mendatang, menjadi ekonomi terbesar kedua di Asia.
      Asia Timur & Tenggara: Korea Selatan, Taiwan, dan Indonesia menunjukkan daya saing kuat di sektor teknologi dan manufaktur.
      🔎 Analisis Singkat
      Asia tetap menjadi motor pertumbuhan global, dengan China, India, dan Indonesia sebagai tiga negara kunci yang mendorong dinamika ekonomi. Indonesia khususnya menarik karena lonjakan peringkat IMF menunjukkan potensi besar, meski masih ada tantangan seperti utang rumah tangga tinggi dan ketergantungan ekspor komoditas.

      Hapus
    9. DEFISIT SEJAK 1998
      Malondesh mengalami defisit anggaran federal secara berkelanjutan sejak tahun 1998, yang didorong oleh kombinasi kelemahan struktural ekonomi dan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan.
      Berikut adalah penjelasan detail mengenai kelemahan ekonomi Malondesh yang berkontribusi terhadap defisit kronis tersebut:
      1. Ketergantungan pada Kebijakan Fiskal Ekspansif
      Pemerintah Malondesh secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal ekspansif (mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah Krisis Finansial Asia 1998.
      Pembiayaan Melalui Utang: Karena pengeluaran melebihi pendapatan, pemerintah membiayai defisit ini melalui pinjaman (utang), yang menyebabkan peningkatan utang publik secara berkelanjutan. Pinjaman ini, menurut aturan fiskal Malondesh, ditujukan untuk membiayai pengeluaran pembangunan, namun tetap menambah beban utang.
      Beban Subsidi Tinggi: Sebagian besar pengeluaran pemerintah dialokasikan untuk subsidi yang besar (seperti bahan bakar dan pangan), yang membebani anggaran negara dalam jangka panjang dan mengurangi fleksibilitas fiskal.
      2. Struktur Penerimaan Pajak yang Belum Optimal
      Salah satu tantangan berkelanjutan Malondesh adalah penerimaan pajak yang tidak mencukupi untuk menutupi pengeluaran pemerintah yang tinggi.
      Perdebatan Pajak: Terdapat perdebatan mengenai strategi keuangan, seperti penerapan kembali Pajak Barang dan Jasa (GST) atau reformasi sistem pajak lainnya, untuk meningkatkan basis pendapatan, namun implementasinya sering kali menghadapi resistensi politik dan tantangan.
      Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun ekonominya telah terdiversifikasi, pendapatan negara masih sangat bergantung pada sektor komoditas seperti minyak dan gas, yang pendapatannya fluktuatif mengikuti harga pasar global.
      3. Kerentanan Eksternal dan Fluktuasi Mata Uang
      Ekonomi Malondesh masih rentan terhadap guncangan eksternal dan pergerakan pasar global.
      Pelemahan Ringgit: Mata uang Ringgit Malondesh (RM) sering mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS, terutama saat terjadi penguatan dolar AS atau perbedaan suku bunga yang lebar. Pelemahan mata uang ini meningkatkan beban utang luar negeri dalam mata uang asing dan biaya impor, yang berdampak negatif pada neraca keuangan negara.
      Arus Modal Keluar: Kerentanan terhadap sentimen pasar global dapat memicu arus modal keluar yang cepat, memberikan tekanan lebih lanjut pada mata uang dan cadangan devisa.

      Hapus
    10. DEFISIT = TAMBAH HUTANG
      Pembiayaan defisit anggaran pemerintah melalui utang adalah mekanisme fiskal standar yang digunakan ketika total pengeluaran pemerintah melebihi total pendapatannya dalam satu periode fiskal tertentu.
      Berikut penjelasan detail mengenai proses dan implikasinya, khususnya dalam konteks aturan fiskal yang disebutkan:
      1. Mekanisme Pembiayaan Melalui Utang
      Ketika pemerintah menghadapi defisit fiskal (pengeluaran > pendapatan), mereka perlu menutupi selisih tersebut untuk menjaga operasional dan komitmen keuangan negara tetap berjalan. Cara utamanya adalah dengan meminjam dana, yang pada dasarnya merupakan "Pembiayaan Melalui Utang".
      Pemerintah melakukannya dengan menerbitkan instrumen utang, seperti obligasi pemerintah atau surat perbendaharaan negara (Surat Utang Negara/SUN di Indonesia atau Malondeshn Government Securities/MGS di Malondesh), yang dibeli oleh investor domestik dan internasional (bank, dana pensiun, individu, bank sentral, dll.). Dana yang terkumpul dari penjualan instrumen ini kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
      2. Peningkatan Utang Publik Secara Berkelanjutan
      Setiap kali pemerintah meminjam untuk menutupi defisit, jumlah total utang yang terakumulasi—yang disebut utang publik atau utang negara—akan meningkat. Jika defisit terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun, utang publik juga akan meningkat secara berkelanjutan (akumulatif).
      Peningkatan utang ini menciptakan beban ganda di masa depan:
      Pembayaran Pokok: Utang harus dilunasi saat jatuh tempo.
      Bunga: Pemerintah harus membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi, yang menjadi pos pengeluaran rutin dalam anggaran tahunan (pos pembayaran kewajiban utang).
      3. Aturan Fiskal Malondesh: Fokus pada Pengeluaran Pembangunan
      Poin kunci dalam deskripsi Anda adalah bahwa, menurut aturan fiskal Malondesh, pinjaman ini diarahkan secara spesifik untuk membiayai pengeluaran pembangunan (development expenditure).
      Hal ini mencerminkan prinsip manajemen fiskal tertentu:
      Pemisahan Anggaran: Banyak negara, termasuk Malondesh, memisahkan anggaran belanja menjadi dua kategori utama:
      Belanja Operasional (atau Belanja Berulang): Gaji pegawai negeri, pensiun, subsidi, pemeliharaan rutin, dan pembayaran bunga utang.
      Belanja Pembangunan (atau Belanja Modal/Investasi): Pembangunan infrastruktur (jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan), investasi dalam teknologi, dan proyek-proyek yang meningkatkan kapasitas produksi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
      Prinsip Pinjaman Produktif: Aturan fiskal yang baik sering kali menetapkan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang (belanja pembangunan) yang diharapkan dapat memberikan return ekonomi di masa depan, bukan untuk membiayai konsumsi atau pengeluaran operasional sehari-hari. Logikanya, aset yang diciptakan melalui belanja pembangunan akan membantu melunasi utang tersebut di masa depan.
      4. Menambah Beban Utang
      Meskipun utang tersebut digunakan untuk tujuan "baik" atau produktif (pembangunan), fakta fundamentalnya tetap: utang tersebut menambah beban utang negara.
      Beban Absolut: Jumlah utang nominal meningkat.
      Beban Relatif: Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat, yang merupakan indikator kesehatan fiskal utama yang diawasi oleh pasar dan lembaga pemeringkat kredit

      Hapus
    11. 2025
      2024
      2023
      IQ BOTOL KLAIM SPH = ZONK
      ---
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA28 NOVEMBER 2025 PUKUL 19.59
      MANAKALA MALONDESH...... ALHAMDULILAH SHOPING TERUSSS......
      TENTERA DARAT MALONDESH AKAN MENDAPATKAN SPH 155 MM TAHUN DEPAN
      ---
      GEMPURWIRA14 MARET 2024 PUKUL 11.36
      SEKARANG HANYA ADA 1 PILIHAN SAJA SPH YANG DI SEBUT BAKAL DIPILIH.... CAESAR ATAU EVA.... HOREYYY
      ---
      SPH = GEMPURWIRA14 DESEMBER 2023 PUKUL 09.48
      PSSSTTTTT..... 18 BUAH SPH BELI CASH YA GUYS BUKAN HUTANG
      ---
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 APRIL 2022 PUKUL 19.36
      WKWKWKWKKW.... MALONDESH SHOPING SPH GUYS.... ORANG KAYA
      ---
      SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 APRIL 2022 PUKUL 12.26
      SPH MASUK DALAM ASET TERBARU YA GUYS... SHOPING LAGI. WKWKKWKWKWKW
      ---
      SPH EVA = GEMPURWIRA 14 SEPTEMBER 2022 PUKUL 07.29
      VIDEO EVA SPH YANG DI RUNDING OLEH MALONDESH GUYS.... PENGISIAN PELURU AUTO GUYS
      ---
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK

      Hapus
    12. 2025
      2024
      2023
      IQ BOTOL KLAIM SPH = ZONK
      ---
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA28 NOVEMBER 2025 PUKUL 19.59
      MANAKALA MALONDESH...... ALHAMDULILAH SHOPING TERUSSS......
      TENTERA DARAT MALONDESH AKAN MENDAPATKAN SPH 155 MM TAHUN DEPAN
      ---
      GEMPURWIRA14 MARET 2024 PUKUL 11.36
      SEKARANG HANYA ADA 1 PILIHAN SAJA SPH YANG DI SEBUT BAKAL DIPILIH.... CAESAR ATAU EVA.... HOREYYY
      ---
      SPH = GEMPURWIRA14 DESEMBER 2023 PUKUL 09.48
      PSSSTTTTT..... 18 BUAH SPH BELI CASH YA GUYS BUKAN HUTANG
      ---
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 APRIL 2022 PUKUL 19.36
      WKWKWKWKKW.... MALONDESH SHOPING SPH GUYS.... ORANG KAYA
      ---
      SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 APRIL 2022 PUKUL 12.26
      SPH MASUK DALAM ASET TERBARU YA GUYS... SHOPING LAGI. WKWKKWKWKWKW
      ---
      SPH EVA = GEMPURWIRA 14 SEPTEMBER 2022 PUKUL 07.29
      VIDEO EVA SPH YANG DI RUNDING OLEH MALONDESH GUYS.... PENGISIAN PELURU AUTO GUYS
      ---
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
      2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK

      Hapus
    13. 2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
      2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
      2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
      Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
      -----------------
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALONDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      ---
      SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      ---
      SPH EVA = GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALONDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
      -----------------
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
      CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL

      Hapus
    14. SPH CAESAR = GEMPURWIRA28 NOVEMBER 2025 PUKUL 19.59
      Manakala MALONDESH...... Alhamdulilah SHOPING terusss......
      Tentera Darat Malondesh Akan Mendapatkan SPH 155 mm Tahun Depan
      ---
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALONDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      ---
      SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      ---
      SPH EVA = GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALONDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
      ---
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL

      Hapus
    15. SPH CAESAR = GEMPURWIRA28 NOVEMBER 2025 PUKUL 19.59
      Manakala MALONDESH...... Alhamdulilah SHOPING terusss......
      Tentera Darat Malondesh Akan Mendapatkan SPH 155 mm Tahun Depan
      ---
      SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALONDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      ---
      SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      ---
      SPH EVA = GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALONDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
      ---
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL
      TIAP TAHUN AKAN = KUAT MEMBUAL

      Hapus
    16. KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
      KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011

      Hapus
  47. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
    2009–2024: 66,0%.
    2009–2024: 66,0%.
    2009–2024: 66,0%.
    Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malondesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
    📊 Rincian Utang Luar Negeri Malondesh 2025
    Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
    Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
    Tren historis:
    Tertinggi: 73,2% pada 2016.
    Terendah: 52,9% pada 2010.
    Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
    -----------
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

    BalasHapus
  48. KELEMAHAN EKONOMI MALONDESH (DITOPANG KORPORASI)
    Kerentanan terhadap Guncangan Global: Ekonomi yang sangat bergantung pada korporasi besar dan ekspor (Malondesh sangat bergantung pada ekspor komoditas seperti minyak sawit, minyak bumi, dan gas alam, serta barang elektronik) menjadi rentan terhadap fluktuasi permintaan global. Ketika terjadi krisis atau permintaan global melemah, sektor korporasi dapat terpukul keras, menyebabkan efek domino ke seluruh perekonomian.
    Ketimpangan Pendapatan: Fokus pada korporasi besar sering kali menyebabkan konsentrasi kekayaan dan pendapatan pada segelintir pemilik modal atau pemegang saham, yang berpotensi meningkatkan kesenjangan sosial.
    Penciptaan Lapangan Kerja yang Kurang Merata: Meskipun korporasi besar menciptakan lapangan kerja, jangkauannya tidak semasif UMKM dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan tersebar luas secara geografis. Hal ini dapat menyebabkan ketimpangan kesempatan kerja antar wilayah atau sektor.
    Kurangnya Inovasi dari Basis yang Luas: Meskipun korporasi besar mampu berinovasi, inovasi cenderung terpusat di sektor tertentu. Berbeda dengan UMKM di Indonesia yang secara kolektif mendorong inovasi dan kreativitas di berbagai sektor akar rumput, meskipun dalam skala kecil.
    ------------------
    KEUNGGULAN RELATIF INDONESIA (DITOPANG UMKM)
    Sebaliknya, struktur ekonomi Indonesia yang didominasi UMKM (menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap hampir 97% tenaga kerja) memiliki keunggulan dalam hal:
    Resiliensi (Daya Tahan) Krisis: UMKM di Indonesia terbukti memiliki daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi krisis ekonomi global, seperti saat krisis moneter 1998 dan pandemi COVID-19. Sifatnya yang lokal dan tidak terlalu bergantung pada pasar ekspor global menjadikannya peredam guncangan yang efektif.
    Pemerataan Ekonomi: Keberadaan UMKM yang tersebar luas membantu pemerataan pendapatan dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, mengurangi konsentrasi ekonomi di perkotaan atau pusat industri tertentu.
    Basis Konsumen Domestik yang Kuat: Dengan banyaknya UMKM yang melayani pasar domestik, ekonomi Indonesia memiliki basis permintaan internal yang kuat, mengurangi ketergantungan berlebihan pada ekspor.
    ------------------
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT
    EKONOMI LEMAH versus EKONOMI KUAT

    BalasHapus
  49. DEFISIT SEJAK 1998
    Malondesh mengalami defisit anggaran federal secara berkelanjutan sejak tahun 1998, yang didorong oleh kombinasi kelemahan struktural ekonomi dan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan.
    Berikut adalah penjelasan detail mengenai kelemahan ekonomi Malondesh yang berkontribusi terhadap defisit kronis tersebut:
    1. Ketergantungan pada Kebijakan Fiskal Ekspansif
    Pemerintah Malondesh secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal ekspansif (mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah Krisis Finansial Asia 1998.
    Pembiayaan Melalui Utang: Karena pengeluaran melebihi pendapatan, pemerintah membiayai defisit ini melalui pinjaman (utang), yang menyebabkan peningkatan utang publik secara berkelanjutan. Pinjaman ini, menurut aturan fiskal Malondesh, ditujukan untuk membiayai pengeluaran pembangunan, namun tetap menambah beban utang.
    Beban Subsidi Tinggi: Sebagian besar pengeluaran pemerintah dialokasikan untuk subsidi yang besar (seperti bahan bakar dan pangan), yang membebani anggaran negara dalam jangka panjang dan mengurangi fleksibilitas fiskal.
    2. Struktur Penerimaan Pajak yang Belum Optimal
    Salah satu tantangan berkelanjutan Malondesh adalah penerimaan pajak yang tidak mencukupi untuk menutupi pengeluaran pemerintah yang tinggi.
    Perdebatan Pajak: Terdapat perdebatan mengenai strategi keuangan, seperti penerapan kembali Pajak Barang dan Jasa (GST) atau reformasi sistem pajak lainnya, untuk meningkatkan basis pendapatan, namun implementasinya sering kali menghadapi resistensi politik dan tantangan.
    Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun ekonominya telah terdiversifikasi, pendapatan negara masih sangat bergantung pada sektor komoditas seperti minyak dan gas, yang pendapatannya fluktuatif mengikuti harga pasar global.
    3. Kerentanan Eksternal dan Fluktuasi Mata Uang
    Ekonomi Malondesh masih rentan terhadap guncangan eksternal dan pergerakan pasar global.
    Pelemahan Ringgit: Mata uang Ringgit Malondesh (RM) sering mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS, terutama saat terjadi penguatan dolar AS atau perbedaan suku bunga yang lebar. Pelemahan mata uang ini meningkatkan beban utang luar negeri dalam mata uang asing dan biaya impor, yang berdampak negatif pada neraca keuangan negara.
    Arus Modal Keluar: Kerentanan terhadap sentimen pasar global dapat memicu arus modal keluar yang cepat, memberikan tekanan lebih lanjut pada mata uang dan cadangan devisa.

    BalasHapus
  50. 2025
    2024
    2023
    IQ BOTOL KLAIM SPH = ZONK
    ---
    SPH CAESAR = GEMPURWIRA28 NOVEMBER 2025 PUKUL 19.59
    MANAKALA MALONDESH...... ALHAMDULILAH SHOPING TERUSSS......
    TENTERA DARAT MALONDESH AKAN MENDAPATKAN SPH 155 MM TAHUN DEPAN
    ---
    GEMPURWIRA14 MARET 2024 PUKUL 11.36
    SEKARANG HANYA ADA 1 PILIHAN SAJA SPH YANG DI SEBUT BAKAL DIPILIH.... CAESAR ATAU EVA.... HOREYYY
    ---
    SPH = GEMPURWIRA14 DESEMBER 2023 PUKUL 09.48
    PSSSTTTTT..... 18 BUAH SPH BELI CASH YA GUYS BUKAN HUTANG
    ---
    SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 APRIL 2022 PUKUL 19.36
    WKWKWKWKKW.... MALONDESH SHOPING SPH GUYS.... ORANG KAYA
    ---
    SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 APRIL 2022 PUKUL 12.26
    SPH MASUK DALAM ASET TERBARU YA GUYS... SHOPING LAGI. WKWKKWKWKWKW
    ---
    SPH EVA = GEMPURWIRA 14 SEPTEMBER 2022 PUKUL 07.29
    VIDEO EVA SPH YANG DI RUNDING OLEH MALONDESH GUYS.... PENGISIAN PELURU AUTO GUYS
    ---
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK
    2025 2024 2023 = KLAIM SPH ZONK

    BalasHapus
  51. 2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
    2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
    2025-1995 = 30 TAHUN PRANK SPH
    Malondesh pada tahun 1995 memang melakukan uji coba SPH G5 dan FH-70, tetapi tidak melanjutkan pembelian. Fokus mereka tetap pada artileri tarik hingga akhirnya baru pada dekade 2000-an dan 2020-an muncul opsi SPH modern seperti Caesar dan Yavuz.
    -----------------
    SPH CAESAR = GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
    Wkwkwkwkkw.... MALONDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
    ---
    SPH YAVUZ = GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
    SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
    ---
    SPH EVA = GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
    Video Eva SPH yang di runding oleh MALONDESH guys.... pengisian peluru Auto guys
    -----------------
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL
    CAESAR YAVUZ EVA = ZONK = IQ BOTOL

    BalasHapus
  52. KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011
    KUAT MANGKRAK LCS = 2025-2011

    BalasHapus
  53. TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    “KALAU DIKIRA DARIPADA PERATUS, (DEBT) 82 PERATUS DARIPADA KDNK (KELUARAN DALAM NEGARA KASAR) DAN UNTUK DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN SUDAH MENCECAH 60.4 PERATUS. “INI BERMAKNA BAYARAN KHIDMAT DEBT BANYAK…HANYA MEMBAYAR FAEDAH BUKAN BAYAR DEBT TERTUNGGAK,” KATA ANWAR LAGI
    --------------
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK

    BalasHapus
  54. GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP
    GOVERMENT DEBT : 69% OF GDP

    BalasHapus
  55. HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP

    BalasHapus
  56. BUKTI WARGA TAK DAPAT BANTUAN... 🔥🔥🤭🤭


    Warga Sibolga Jarah Minimarket, 5 Hari Bantuan Bencana Banjir Tak Datang, Cemana Orang Lapar

    https://www.pojoksatu.id/nasional/1086894134/warga-sibolga-jarah-minimarket-5-hari-bantuan-bencana-banjir-tak-datang-cemana-orang-lapar

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    2. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malondesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malondesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    3. GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      =============
      Udara dan pelatihan penerbangan
      • Helikopter multirole: AW139, AW149, Bell 429, EC120B, UH-60A, AW159.
      • Simulator & FSTD: EC120B, MKM, FSTD, sistem simulasi terintegrasi.
      • Platform jet latih/serang ringan: L-39 ITCC (kemungkinan untuk pelatihan/latih-tembak).
      Maritim
      • Kapal patroli & interseptor: FIB, RHFB, utility boat, patrol boats, MV Aishah Aim 4.
      • Hovercraft: Operasi litoral dan rawa/pantai.
      • Outboard motors & trailers: Dukungan mobilitas dan sustainment untuk unit kecil.
      Darat
      • Kendaraan respons cepat: BMW R1250RT, superbikes, motor polis, Honda Civic.
      • Kendaraan taktis & logistik: 4x4 vehicle, truck.
      • Pertahanan udara jarak dekat: VSHORAD (Very Short Range Air Defense).
      Dampak operasional
      • Kesiapan meningkat, waktu respons menurun: Penambahan helikopter dan kapal interseptor memperluas jangkauan misi SAR, patroli perbatasan, dan penegakan hukum; superbikes, motor polis, dan 4x4 meningkatkan kontrol darat dan mobilitas cepat.
      • Pelatihan lebih efisien dan aman: Simulator menghemat jam terbang mahal, mempercepat konversi tipe, meningkatkan standar keselamatan, dan menjaga kualitas pelatihan meski platform beragam.
      • Interoperabilitas lintas matra membaik: Platform serupa di TUDM/TLDM/TDM/MMEA/BOMBA/Polis memudahkan operasi gabungan, berbagi suku cadang, dan standardisasi prosedur—meski keberagaman tipe tetap menantang.
      Dampak finansial dan logistik
      • Biaya OPEX naik dan anggaran jangka panjang tertekan: Leasing biasanya lebih mahal per jam dibanding kepemilikan dalam jangka panjang, namun efektif untuk kebutuhan segera. Pengelolaan kontrak multi-lembaga menuntut koordinasi keuangan yang ketat.
      • Beban sustainment dan kompleksitas armada bertambah: Banyak tipe berbeda (AW139/AW149/UH-60A/AW159/Bell 429/EC120B/L-39) meningkatkan kebutuhan pelatihan teknisi, stok suku cadang, alat khusus, dan dokumentasi kelaikudaraan. Risiko bottleneck suku cadang dan dependensi vendor meningkat.
      • Ketergantungan pada kontraktor dan SLA: Kinerja misi bergantung pada kepatuhan SLA, ketersediaan teknisi, serta dukungan MRO. Kegagalan kontrak berdampak langsung pada kesiapan operasional.
      Dampak strategis dan kebijakan
      • Jembatan menuju modernisasi armada: Sewa memungkinkan uji operasional berbagai platform sebelum keputusan akuisisi. Data real-world dari misi SAR, maritim, dan latihan tempur memperkaya evaluasi kebutuhan masa depan.
      • Persepsi publik dan akuntabilitas: Skala leasing yang besar memerlukan transparansi biaya, metrik performa, dan hasil misi agar didukung publik. Tanpa itu, kritik “mahal dan temporer” bisa menguat.
      • Peluang industri lokal: Integrasi MRO lokal, pelatihan teknis, dan knowledge transfer dapat memperkuat ekosistem pertahanan. Tanpa strategi ini, value-added domestik kecil dan ketergantungan eksternal berlanjut.
      Risiko utama
      • Fragmentasi armada dan duplikasi kemampuan: Banyak tipe berbeda berisiko menciptakan tumpang tindih misi, menghambat standardisasi SOP dan interoperabilitas.
      • Kontrak tidak sinkron dan governance lemah: Kontrak terpisah antar lembaga dapat menyebabkan gap ketersediaan, perbedaan standar layanan, dan kesulitan konsolidasi biaya.
      • Kepatuhan regulasi dan keselamatan: Variasi registrasi sipil/militer, sertifikasi pilot/teknisi, dan perizinan operasi memerlukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pelanggaran kelaikudaraan atau risiko keselamatan.

      Hapus
    4. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malondesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malondesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  57. TAK DAPAT BANTUAN! Masyarakat Tanjung Pura Jarah Minimarket, Pemerintah Lambat

    https://m.youtube.com/watch?v=jgz5T30w2dg&pp=ygU7VEFLIERBUEFUIEJBTlRVQU4hIE1hc3lhcmFrYXQgVGFuanVuZyBQdXJhIEphcmFoIE1pbmltYXJrZXQ%3D

    BalasHapus
    Balasan
    1. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malondesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malondesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    2. GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      =============
      Udara dan pelatihan penerbangan
      • Helikopter multirole: AW139, AW149, Bell 429, EC120B, UH-60A, AW159.
      • Simulator & FSTD: EC120B, MKM, FSTD, sistem simulasi terintegrasi.
      • Platform jet latih/serang ringan: L-39 ITCC (kemungkinan untuk pelatihan/latih-tembak).
      Maritim
      • Kapal patroli & interseptor: FIB, RHFB, utility boat, patrol boats, MV Aishah Aim 4.
      • Hovercraft: Operasi litoral dan rawa/pantai.
      • Outboard motors & trailers: Dukungan mobilitas dan sustainment untuk unit kecil.
      Darat
      • Kendaraan respons cepat: BMW R1250RT, superbikes, motor polis, Honda Civic.
      • Kendaraan taktis & logistik: 4x4 vehicle, truck.
      • Pertahanan udara jarak dekat: VSHORAD (Very Short Range Air Defense).
      Dampak operasional
      • Kesiapan meningkat, waktu respons menurun: Penambahan helikopter dan kapal interseptor memperluas jangkauan misi SAR, patroli perbatasan, dan penegakan hukum; superbikes, motor polis, dan 4x4 meningkatkan kontrol darat dan mobilitas cepat.
      • Pelatihan lebih efisien dan aman: Simulator menghemat jam terbang mahal, mempercepat konversi tipe, meningkatkan standar keselamatan, dan menjaga kualitas pelatihan meski platform beragam.
      • Interoperabilitas lintas matra membaik: Platform serupa di TUDM/TLDM/TDM/MMEA/BOMBA/Polis memudahkan operasi gabungan, berbagi suku cadang, dan standardisasi prosedur—meski keberagaman tipe tetap menantang.
      Dampak finansial dan logistik
      • Biaya OPEX naik dan anggaran jangka panjang tertekan: Leasing biasanya lebih mahal per jam dibanding kepemilikan dalam jangka panjang, namun efektif untuk kebutuhan segera. Pengelolaan kontrak multi-lembaga menuntut koordinasi keuangan yang ketat.
      • Beban sustainment dan kompleksitas armada bertambah: Banyak tipe berbeda (AW139/AW149/UH-60A/AW159/Bell 429/EC120B/L-39) meningkatkan kebutuhan pelatihan teknisi, stok suku cadang, alat khusus, dan dokumentasi kelaikudaraan. Risiko bottleneck suku cadang dan dependensi vendor meningkat.
      • Ketergantungan pada kontraktor dan SLA: Kinerja misi bergantung pada kepatuhan SLA, ketersediaan teknisi, serta dukungan MRO. Kegagalan kontrak berdampak langsung pada kesiapan operasional.
      Dampak strategis dan kebijakan
      • Jembatan menuju modernisasi armada: Sewa memungkinkan uji operasional berbagai platform sebelum keputusan akuisisi. Data real-world dari misi SAR, maritim, dan latihan tempur memperkaya evaluasi kebutuhan masa depan.
      • Persepsi publik dan akuntabilitas: Skala leasing yang besar memerlukan transparansi biaya, metrik performa, dan hasil misi agar didukung publik. Tanpa itu, kritik “mahal dan temporer” bisa menguat.
      • Peluang industri lokal: Integrasi MRO lokal, pelatihan teknis, dan knowledge transfer dapat memperkuat ekosistem pertahanan. Tanpa strategi ini, value-added domestik kecil dan ketergantungan eksternal berlanjut.
      Risiko utama
      • Fragmentasi armada dan duplikasi kemampuan: Banyak tipe berbeda berisiko menciptakan tumpang tindih misi, menghambat standardisasi SOP dan interoperabilitas.
      • Kontrak tidak sinkron dan governance lemah: Kontrak terpisah antar lembaga dapat menyebabkan gap ketersediaan, perbedaan standar layanan, dan kesulitan konsolidasi biaya.
      • Kepatuhan regulasi dan keselamatan: Variasi registrasi sipil/militer, sertifikasi pilot/teknisi, dan perizinan operasi memerlukan pengawasan ketat agar tidak terjadi pelanggaran kelaikudaraan atau risiko keselamatan.

      Hapus
    3. 5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      =============
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      "Pinjaman ini digunakan untuk melunasi DEBT matang sebesar RM20.6 miliar, dengan sisa RM49,9 miliar menutupi defisit dan masa jatuh tempo DEBT di masa depan," kata MOF.
      ---
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Pada tahun 2023, pinjaman baru Kerajaan Persekutuan MAID OF LONDON (MALON) mencapai RM1.173 triliun, naik 8,6% dari tahun 2022.
      Rincian pinjaman
      • Pinjaman baru Kerajaan Persekutuan MAID OF LONDON (MALON) pada tahun 2023 naik RM92,918 miliar
      • Rasio utang terhadap PDB MAID OF LONDON (MALON) pada tahun 2023 mencapai 64,3%
      ---
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Kah Woh menjelaskan pada tahun lalu, kerajaan ada membuat pinjaman yang meningkat sebanyak 11.6 peratus daripada RM194.5 bilion pada tahun sebelumnya. Daripada jumlah itu, beliau berkata 52.4 peratus atau RM113.7 bilion digunakan untuk membayar prinsipal pinjaman matang.
      ---
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Sejumlah RM98.058 bilion atau 50.4 peratus daripada pinjaman baharu berjumlah RM194.555 bilion yang dibuat kerajaan pada tahun lalu digunakan untuk bayaran balik prinsipal pinjaman yang matang.
      ---
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Jabatan Audit Negara (JAN) bimbang dengan tindakan kerajaan menggunakan hampir 60 peratus pinjaman baharu untuk membayar DEBT sedia ada pada tahun lalu, berbanding bagi perbelanjaan pembangunan.
      ---
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan 2018 mendapati sejumlah 59 peratus pinjaman baharu kerajaan dibuat untuk membayar DEBT kerajaan terdahulu
      ---
      2018 = OPEN DONASI
      2018 = OPEN DONASI
      2018 = OPEN DONASI
      Kementerian Keuangan MAID OF LONDON (MALON) pada hari Rabu membuka rekening donasi supaya masyarakat dapat menyumbang untuk membantu negara membayar utang yang mencapai 1 triliun ringgit (USUSD 250,8 miliar) atau 80 persen dari PDB

      Hapus
    4. HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malondesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      ________________________________________
      1. DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. SEWA 12 AW149 TUDM
      62. SEWA 4 AW139 TUDM
      63. SEWA 5 EC120B TUDM
      64. SEWA 2 AW159 TLDM
      65. SEWA 4 UH-60A TDM
      67. SEWA 12 AW149 TDM
      68. SEWA 4 AW139 BOMBA
      69. SEWA 2 AW159 MMEA
      70. SEWA 7 BELL429 POLIS
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA Flight Simulation Training Device (FSTD)
      5. SEWA 1 unit Sistem Simulator EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA Fast Interceptor Boat (FIB)
      9. SEWA Utility Boat
      10. SEWA Rigid Hull Fender Boat (RHFB)
      11. SEWA Rover Fiber Glass (Rover)
      12. SEWA MV Aishah AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    5. A400M
      PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
      MAID OF LONDON (MALON) membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
      ---
      MKM = BARTER PALM OIL
      MIG29N = BARTER PALM OIL
      MAID OF LONDON (MALON) has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MAID OF LONDON (MALON) Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MAID OF LONDON (MALON) Navy, the Royal MAID OF LONDON (MALON) Air Force, and the MAID OF LONDON (MALON) Army.
      -----
      FA50M BARTER PALM OIL
      On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MAID OF LONDON (MALON) in the future. MAID OF LONDON (MALON) announced that at least half of the payment would be made in palm oil
      ----
      SCORPENE BARTER PALM OIL
      Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MAID OF LONDON (MALON) palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
      ----
      PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
      Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
      ----
      BUKTI OPV GAGAL
      BUKTI OPV GAGAL
      BUKTI OPV GAGAL
      Bagaimana pun kapal kedua dan ketiga (OPV 2, OPV 3) gagal disiapkan dengan kedua-duanya telah mencapai status pembinaan sebanyak 76% dan 57%.
      Kerajaan memeterai perjanjian dengan THHE Destiny pada 2017 untuk membekalkan tiga unit OPV pada kos RM740 juta untuk APMM dan kapal peronda itu dijadual diserahkan pada 2022
      ----
      BUKTI LCS OMPONG MELOMPONG ......
      LOI NSM = LCS OMPONG
      LOI NSM = LCS OMPONG
      LOI TARANTULA = GOIB
      Mindef hari ini menandatangani surat hasrat (LOI) bernilai RM1.8 bilion kepada Mildef International Technologies Sdn. Bhd. (MILDEF).
      Selain Tarantula, Mindef turut menganugerahkan LOI bernilai RM800 juta kepada Lumut Naval Shipyard (Lunas) bagi perolehan kelengkapan logistik untuk kapal tempur pesisir (LCS). Seterusnya membekal 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
      ----------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD


      Hapus
    6. 20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH
      20 NEGARA GDP TERBESAR VERSI PPP = TIADA GDP MALONDESH

      Hapus
  58. MISKIN …… GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ------------------
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ------------------
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    BANK NEGARA MAID OF LONDON (MALON) [BNM] =
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    MAID OF LONDON (MALON) 's household debt is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MAID OF LONDON (MALON) (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MAID OF LONDON (MALON) , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household debt. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of indebtedness of MAID OF LONDON (MALON)s.

    BalasHapus
  59. A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MAID OF LONDON (MALON) membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ---
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MAID OF LONDON (MALON) has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MAID OF LONDON (MALON) Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MAID OF LONDON (MALON) Navy, the Royal MAID OF LONDON (MALON) Air Force, and the MAID OF LONDON (MALON) Army.
    -----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MAID OF LONDON (MALON) in the future. MAID OF LONDON (MALON) announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MAID OF LONDON (MALON) palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    ----
    BUKTI OPV GAGAL
    BUKTI OPV GAGAL
    BUKTI OPV GAGAL
    Bagaimana pun kapal kedua dan ketiga (OPV 2, OPV 3) gagal disiapkan dengan kedua-duanya telah mencapai status pembinaan sebanyak 76% dan 57%.
    Kerajaan memeterai perjanjian dengan THHE Destiny pada 2017 untuk membekalkan tiga unit OPV pada kos RM740 juta untuk APMM dan kapal peronda itu dijadual diserahkan pada 2022
    ----
    BUKTI LCS OMPONG MELOMPONG ......
    LOI NSM = LCS OMPONG
    LOI NSM = LCS OMPONG
    LOI TARANTULA = GOIB
    Mindef hari ini menandatangani surat hasrat (LOI) bernilai RM1.8 bilion kepada Mildef International Technologies Sdn. Bhd. (MILDEF).
    Selain Tarantula, Mindef turut menganugerahkan LOI bernilai RM800 juta kepada Lumut Naval Shipyard (Lunas) bagi perolehan kelengkapan logistik untuk kapal tempur pesisir (LCS). Seterusnya membekal 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
    ----------------
    5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    SERIUS!!! BADUT IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD


    BalasHapus
  60. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
    HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
    GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malondesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malondesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    --------------------
    1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
    2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
    3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. MKM BARTER PALM OIL
    62. MIG29N BARTER PALM OIL
    63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
    64. SCORPENE BARTER PALM OIL
    65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
    67. FA50M BARTER PALM OIL
    ===================
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4x4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus
  61. apa la malapetaka yang Anwar dah bawa ke negara ni?
    https://youtu.be/B5oFvSqfKFM?si=lqlE-Lm853ZMZdWa

    INILAH MALONDESH DENGAN SEGALA BOTOLNYA ....😂😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  62. DRONE HALE UCAV BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan ( Air to Air Missile - Beyond Visual Range/BVR)

    https://youtu.be/d0oCLUQr7PY?si=BVpKrfgRHM4Nj5Jh


    Luar biasa progress drone UCAV HALE Made in TURKIYE

    BalasHapus
  63. DRONE HALE UCAV BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan ( Air to Air Missile - Beyond Visual Range/BVR)

    https://youtu.be/d0oCLUQr7PY?si=BVpKrfgRHM4Nj5Jh


    Luar biasa progress drone UCAV HALE Made in TURKIYE

    BalasHapus
  64. DRONE HALE UCAV BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan ( Air to Air Missile - Beyond Visual Range/BVR)

    https://youtu.be/d0oCLUQr7PY?si=BVpKrfgRHM4Nj5Jh


    Luar biasa progress drone UCAV HALE Made in TURKIYE

    BalasHapus
  65. Drone UCAV HALE BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan Air to Air Beyond Visual Range BVR

    https://youtu.be/BGJBZVUo_H0?si=3HjfHR1dnKcxLQ_H


    Itu AWESOME bro!

    BalasHapus
  66. Drone UCAV HALE BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan Air to Air Beyond Visual Range BVR

    https://youtu.be/BGJBZVUo_H0?si=3HjfHR1dnKcxLQ_H


    Itu AWESOME bro!

    BalasHapus
  67. A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MAID OF LONDON (MALON) membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ---
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MAID OF LONDON (MALON) has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MAID OF LONDON (MALON) Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MAID OF LONDON (MALON) Navy, the Royal MAID OF LONDON (MALON) Air Force, and the MAID OF LONDON (MALON) Army.
    -----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MAID OF LONDON (MALON) in the future. MAID OF LONDON (MALON) announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MAID OF LONDON (MALON) palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber.
    ----
    BUKTI OPV GAGAL
    BUKTI OPV GAGAL
    BUKTI OPV GAGAL
    Bagaimana pun kapal kedua dan ketiga (OPV 2, OPV 3) gagal disiapkan dengan kedua-duanya telah mencapai status pembinaan sebanyak 76% dan 57%.
    Kerajaan memeterai perjanjian dengan THHE Destiny pada 2017 untuk membekalkan tiga unit OPV pada kos RM740 juta untuk APMM dan kapal peronda itu dijadual diserahkan pada 2022
    ----
    BUKTI LCS OMPONG MELOMPONG ......
    LOI NSM = LCS OMPONG
    LOI NSM = LCS OMPONG
    LOI TARANTULA = GOIB
    Mindef hari ini menandatangani surat hasrat (LOI) bernilai RM1.8 bilion kepada Mildef International Technologies Sdn. Bhd. (MILDEF).
    Selain Tarantula, Mindef turut menganugerahkan LOI bernilai RM800 juta kepada Lumut Naval Shipyard (Lunas) bagi perolehan kelengkapan logistik untuk kapal tempur pesisir (LCS). Seterusnya membekal 2 set pelancar Naval Strike Missile (NSM) bernilai RM44 juta.
    ----------------
    1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
    2. ECRL= USD 20 BILLION
    3. CMQIP = USD 4,2 BILLION
    4. MCKIP = USD 3,77 BILLION
    5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
    6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
    --------------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ---------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ---------------
    MISKIN ......
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION

    BalasHapus
  68. A400M
    PEMBAYARAN BERPERINGKAT = DEBT
    MAID OF LONDON (MALON) membeli pesawat Airbus A400M secara ansuran dan bukan secara tunai. Pembelian pesawat A400M dilakukan melalui kontrak yang melibatkan bayar berperingkat.
    ---
    MKM = BARTER PALM OIL
    MIG29N = BARTER PALM OIL
    MAID OF LONDON (MALON) has used palm oil to barter for military equipment, including fighter jets. The MAID OF LONDON (MALON) Armed Forces (MAF) is made up of the Royal MAID OF LONDON (MALON) Navy, the Royal MAID OF LONDON (MALON) Air Force, and the MAID OF LONDON (MALON) Army.
    -----
    FA50M BARTER PALM OIL
    On the other hand, South Korea aims to sell another 18 FA-50s to MAID OF LONDON (MALON) in the future. MAID OF LONDON (MALON) announced that at least half of the payment would be made in palm oil
    ----
    SCORPENE BARTER PALM OIL
    Under the deal, France would buy RM819 million’s (€230 million) worth of MAID OF LONDON (MALON) palm oil, RM327 million (€92 million) of other commodities, and invest RM491 million (€138 million) for training and techNOLogy transfer to local firms here.
    ----
    PT91 BARTER PALM OIL RUBBER
    Payment for the purchase includes 30 percent of direct off-set in the form of training and techNOLogy transfer and 30 percent of indirect off-set in commodities like palm oil and rubber
    ----------------
    1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
    2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
    3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. MKM BARTER PALM OIL
    62. MIG29N BARTER PALM OIL
    63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
    64. SCORPENE BARTER PALM OIL
    65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
    67. FA50M BARTER PALM OIL
    ===================
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4x4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus
  69. MISKIN …… GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ------------------
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ------------------
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    BANK NEGARA MAID OF LONDON (MALON) [BNM] =
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    MAID OF LONDON (MALON) 's household debt is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MAID OF LONDON (MALON) (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MAID OF LONDON (MALON) , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household debt. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of indebtedness of MAID OF LONDON (MALON)s.

    BalasHapus
  70. Bantuan ke rakyat terkena bencana saja GAGAL TOTAL lagi GORILLA mau MEMBUAL....HAHAHAHAH

    BANTUAN ke warga mana woiiiiii..............

    BalasHapus
    Balasan
    1. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
      ----------------
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

      Hapus
  71. MALAYSIA yang dari negara jiran ni saja segera respon membantu warga negara INDIANESIA yang berada dalam bencana....



    Update Bencana Aceh, Bantuan obat-obatan dari Malaysia sudah tiba

    https://aceh.antaranews.com/berita/396801/update-bencana-aceh-bantuan-obat-obatan-dari-malaysia-sudah-tiba

    BalasHapus
    Balasan
    1. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
      ----------------
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

      Hapus
  72. BANTUAN mana woiiii....HAHAHAHA



    Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus
    Balasan
    1. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
      3 HERCULES C130J
      1 A400m
      11 HELIKOPTER
      -
      HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
      ----------------
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
      BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

      Hapus
  73. Drone UCAV HALE BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan Air to Air Beyond Visual Range BVR

    https://youtu.be/BGJBZVUo_H0?si=3HjfHR1dnKcxLQ_H


    Itu AWESOME bro!

    BalasHapus
  74. DRONE HALE UCAV BAYRAKTAR KIZILELMA BERHASIL luncur Missile Gokdogan ( Air to Air Missile - Beyond Visual Range/BVR)

    https://youtu.be/d0oCLUQr7PY?si=BVpKrfgRHM4Nj5Jh


    Luar biasa progress drone UCAV HALE Made in TURKIYE

    BalasHapus
  75. Syukur ada bantuan dari MALAYSIA....



    Malaysia bantu dua ton obat-obatan untuk banjir Aceh

    https://popularitas.com/berita/malaysia-bantu-dua-ton-obat-obatan-untuk-banjir-aceh/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MISKIN …… GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      ------------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      RINGIT TIDAK LAKU
      https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
      ------------------
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      BANK NEGARA MAID OF LONDON (MALON) [BNM] =
      DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
      DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
      DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
      MAID OF LONDON (MALON) 's household debt is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MAID OF LONDON (MALON) (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MAID OF LONDON (MALON) , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household debt. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of indebtedness of MAID OF LONDON (MALON)s.

      Hapus
  76. MISKIN …… GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ------------------
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ------------------
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    BANK NEGARA MAID OF LONDON (MALON) [BNM] =
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    DEBT HIGHEST IN THE ASEAN
    MAID OF LONDON (MALON) 's household debt is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MAID OF LONDON (MALON) (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MAID OF LONDON (MALON) , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household debt. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of indebtedness of MAID OF LONDON (MALON)s.

    BalasHapus
  77. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
    ----------------
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

    BalasHapus
  78. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
    ----------------
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

    BalasHapus
  79. BERKALI-KALI = SEJAK 26-11-2025
    3 HERCULES C130J
    1 A400m
    11 HELIKOPTER
    -
    HANYA SEKALI MALONDESH TANGGAL 29-11-2025
    ----------------
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI
    BERKAI-KALI versus HANYA SEKALI

    BalasHapus
  80. Kesal Penanganan Lambat Soal Banjir Bandang, Jhon Sitorus Semprot Presiden Prabowo: Putar Sikit Matamu ke Sumatera

    https://fajar.co.id/2025/11/28/kesal-penanganan-lambat-soal-banjir-bandang-jhon-sitorus-semprot-presiden-prabowo-putar-sikit-matamu-ke-sumatera/

    BalasHapus